Anda di halaman 1dari 13

Makalah:Kapita Selekta Sains

Sejarah Ilmu Pengetahuan Alam

Di susun Oleh :

SRIWANDA VAN SOLANG

441415004

Jurusan Kimia

Prodi Pendidikan Kimia

Fakultas Matematika Dan Ilmu Pengetahuan Alam

Universitas Negeri Gorontalo

2017
KATA PENGANTAR

IPA dalam peradabannya sampai saat ini telah melewati beberapa tahap dan
berbagai kemajuan. Tak sedikit pula orang-orang yang memiliki peran penting dalam
sejarahnya. Dalam makalah ini akan dijelaskan secara lengkap tentang perkambangan
IPA mulai dari zaman purba hingga zaman kontemporer.
Dalam masing-masing masanya, IPA dapat dilihat dengan jelas perkembangan
dan asal-usulnya. Kekurangan dan kelebihannya menjadikan perkembangan IPA
sangat diperhatikan pada masa sekarang. Mulai dari bahan pembentuk IPA itu sendiri,
lalu prosesnya, cara kerja, hingga hasil yang didapat dari berbagai fenomena sains.
IPA lahir mulai dari coba-mencoba, ketidakpuasan manusia, dan akal fikiran
manusia yang terus berkembang. Pada zaman modern sekarang ini telah banyak
kemajuan IPA yang kita rasakan. Banyaknya manfaat baik yng dihasilkan dari
perkembangan IPA ini membuat manusia zaman sekarang menjadi manja, sampai
dampak negatifnya pun selalu dikaitkan hingga pada kadar agama.
Begitulah gambaran siklus perkembangan IPA terhadap beradaban manusia.
Selengkapnya bisa kita pelajari bersama dalam makalah ini. Mudah-mudahan ini bisa
menjadi patokan bagi kita semua tentang ilmu-ilmu yang ada di alam. Dan bagaimana
cara kita memanfaatkan segala yang ada di alam.

Gorontalo, 10 oktober 2017

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................................. i


DAFTAR ISI............................................................................................................................ii
BAB I ....................................................................................................................................... 4
PENDAHULUAN .................................................................................................................. 4
1.1 Latar Belakang ....................................................................................................... 4
1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 4
1.3 Tujuan ..................................................................................................................... 4
BAB II ..................................................................................................................................... 5
PEMBAHASAN ..................................................................................................................... 5
2.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) .......................................................... 5
2.2 Lahirnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA .............................................................. 5
2.3 IPA Klasik dan IPA Modern................................................................................. 8
2.4. Ruang Lingkup IPA .................................................................................................... 9
2.5 Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah IPA ......................................... 10
BAB III.................................................................................................................................. 12
PENUTUP............................................................................................................................. 12
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................... 12
3.2 Saran ..................................................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................... 13
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Kemajuan ilmu pengetahuan alam yang amat pesat dalam era globalisasi ini,
memaksa kita untuk menghadapi berbagai macam perubahan aspek kehidupan.
Permasalahan ini dapat diselesaikan dengan upaya penguasaan dan peningkatan dalam
bidang IPA. Sebagai bangsa kita perlu mengembangkan dan meningkatkan
sumberdaya manusia yang dimiliki. Peningkatan sumber daya manusia merupakan
persyaratan mutlak yang harus dimiliki oleh setiap bangsa.salah satu wahana untuk
meningkatkan kualitas SDM tersebut adalah dalam jalur pendidikan sebagai faktor
penentu kemajuan suatu bangsa dalam peningkatan kualitas SDM yang dilaksanakan
sebagai faktor penentu kemajuan suatu bangsa dalam peningkatan kualitas SDM yang
dilaksanakan secara terarah dan sistematis.
Pendidikan yang harus dimiliki terutama yang berkaitan dengan alam sekitar dan
memanfaatkan alam sebagai objek kajian yaitu pendidikan IPA. Pendidikan IPA
memiliki peran penting dalam hal ini, karena semua kehidupan manusia bergantung
pada alam dan IPA juga berupaya untuk dapat membangkitkan minat manusia agar
mau meningkatkan kecerdasan dan pemahamanya tentang alam beserta isinya yang
penuh dengan rahasia yang tidak ada habis-habisnya.Tingkat ilmu penetahuan (sains)
yang dicapai oleh suatu bangsa biasanya dipakai sebagai tolak ukur kemajuan suatu
bangsa. Kemajuan suatu bangsa dan Negara sangat ditentukan oleh kemampuan SDM
yang dimiliki oleh suatu bangsa dan Negara dalam penguasaan. Menyadari akan
pentingnya IPA, maka pendidikan IPA perlu diperkenalkan, diajarkan dan
dikembangkan pada generasi muda.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian dari IPA dan lahirnya IPA?
1.2.2 Bagaimana perkembangan IPA ?
1.2.3 Apa pengertian IPA Klasik dan IPA Modern
1.2.4 Bagaimana ruang lingkup IPA?
1.2.5 Bagaimana Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah IPA?

1.3 Tujuan

1.3.1 Mahasiswa dapat memahami pengertian IPA dan pendidikan


1.3.2 Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan IPA
1.3.3 Mahasiswa dapat mengetahui perkembangan IPA Klasik dan IPA Modern
1.3.4 Mahasiswa dapat mengetahui ruang lingkup IPA
1.3.5 Mahasiswa dapat mengetahui Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah
IPA
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ilmu Pengetahuan Alam (IPA)


IPA mempelajari fenomena alam yang faktual, baik berupa kenyataan (fakta) atau
kejadian (event) dan hubungan sebab akibatnya. Ilmu pengetahuan alam sepadan
dengan kata sains (science), sains sendiri artinya pengetahuan. Sains kemudian
diartikan sebagai natural sains, yang diterjemahkan menjadi Ilmu Pengetahuan Alam
(IPA). IPA atau sains (dalam arti sempit) sebagai disiplin ilmu yang terdiri atas
physical sciences dan life sciences. Termasuk physical sciences adalah ilmu
astronomi, kimia, geologi dan fisika sedangkan life sciences meliputi biologi, zoology
dan fisiologi (Pater J.I.GM. Drost.SJ,1998:32).

2.2 Lahirnya Ilmu Pengetahuan Alam (IPA


Awal dari IPA dimulai pada saat manusia memperhatikan gejala-gejala alam,
mencatatnya dan kemudian mempelajarinya. Pengetahuan yang diperoleh mula-mula
terbatas pada hasil pengamatan terhadap gejala alam yang ada. Kemudian makin
bertambah dengan pengetahuan yang diperoleh dari hasil pemikirannya. Dengan
peningkatan daya pikirannya, manusia akhirnya dapat melakukan eksperimen untuk
membuktikan dan mencari kebenaran dari suatu pengetahuan. Setelah manusia mampu
memadukan kemampuan penalaran dengan eksperimen maka lahirlah Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA) sebagai ilmu yang mantap.
Pada mulanya ilmu pengetahuan timbul di Asia, meluas ke Yunani. Kembali ke
Asia di Timur Tengah, baru kemudian di Eropa. Untuk memberikan gambaran tentang
perkembangan ilmu pengetahuan alam berikut akan di bahas berbagai pengetahuann
yang dikenal manusia dan cara berpikirnya sejak zaman kuno sampai zaman modern.

a. Zaman Kuno

Pengetahuan yang dikumpulkan pada zaman kuno berasal dari kemampuan


mengamati dan membeda-bedakan dari hasil percobaan yang sifatnya spekulatif atau
trial and error. Semua pengetahuan yang diperoleh diterima apa adanya, belum ada
usaha untuk mencari asal usul dan sebab akibat dari segala sesuatu.

Pada saat manusia mulai mempunyai kemampuan menulis, membaca, dan


berhitung, maka pengetahuan yang terkumpul dicatat secara tertib dan berlangsung
terus menerus. Misalnya dari pengamatan dan pencatatan peredaran matahari, ahli
astronomi Babiloma menetapkan pembagian waktu. Tahun dibagi dalam 12 bulan,
minggu dibagi dalam 7 hari, dan hari dalam 24 jam. Jam kemudian dibagi dalam 60
menit dan menit dalam 60 detik.

b. Zaman Yunani Kuno

Yunani merupakan wilayah Eropa yang berbatasan dengan Asia Barat, maka
dengan cepat menimba ilmu pengetahuan dari Timur. Di Yunani ilmu pengetahuan ini
disempurnakan melalui penyelidikan (inquiring). Pada tahap ini manusia tidak hanya
menerima pengetahuan sebagaimana adanya tetapi secara spekulatif mencoba mencari
jawab tentang asal-usul dan sebab akibat dari segala sesuatu. Beberapa tokoh dan
pandangan-pandangannya adalah sebagai berikut :

1. Thales (624-548 SM)


Ahli filsafat dan matematika, pelopor dari segala cabang ilmu. Thales dianggap
sebagai orang pertama yang mempertanyakan dasar dari alam dan segla isinya.
Dia berpendapat bahwa pangkal segala sesuatu adalah air.

2. Pythagoras (580-500 SM)


Seorang ahli matematika. Dia mengemukakan 4 unsur dasar suatu benda, yaitu
tanah, air, api, dan udara. Pythagoras juga terkenal dengan dalilnya, yaitu Dalil
Pythagoras. Dalil ini mengatakan bahwa kuadrat panjang sisi miring sebuah
segitiga siku-siku sama dengan jumlah kuadrat panjang kedua sisi siku-sikunya
(a2 + b2 = c2 ).

3. Socrates (470-399 SM )
Socrates dianggap sebagai tonggak sejarah ilmu pengetahuan Yunani karena
sejak Socrates ini banyak penyelidikan yang dilakukan terhadap pengetahuan
yang menyangkut kehidupan manusia, sedangkan sebelumnya orang terutama
mengadakan penyelidikan yang menyangkut alam. Hasil pemikirannya
dihimpun oleh Plato, diantaranya tentang logika, yakni adanya premis mayor,
premis minor, dan conclusion (kesimpulan).

4. Leucipus dan Demokritos (460-370 SM)


Penemu teori atom. Menurut Leucipus dan Demokritos, zat memiliki bangun
butir. Segala zat terdiri dari atom. Atom ini tidak dapat dimusnahkan dan tidak
dapat diubah. Atom dapat berbeda dalam bentuk dan ukurannya. Segala zat
berbeda dalam jumlah dan susunan atom. Semua perubahan yang terjadi pada
benda adalah akibat dari penggabungan dan penguraian atom menurut hokum
sebab akibat.

5. Aristoteles (384-322 SM)


Aristoteles berpendapat bahwa ada 5 unsur dasar dari segala sesuatu, yaitu
tanah, air, api, udara, dan eter (quint essentia). Unsur yang satu dapat berubah
menjadi unsure yanglain, kecuali eter. Misalnya, dari air dan tanah yang main
masak akan berubah menjadi garam, biji, dan logam.

6. Archimedes (287-212 SM)


Archimedes adalah ahli matematika, fisika, dan mekanika. Dia sudah
menggunakan cara empiris yang didasarkan pada pengalaman atau percobaan.
Archimedes menemukan bahwa benda yang terapung di air akan kehilangan
berat sesuai dengan berat air yang terdesak.
c. Zaman Pertengahan

1. Zaman Alkimia (abad 1-2)


Selama 4 unsur dasar yang telah ditemukan oleh ahli dari zaman Yunani,
ahli-ahli alkimia menambahkan 3 unsur lagi, yaitu air raksa, belerang, dan
garam. Pengertian unsure lebih dimaksudkan pada sifatnya daripada masa
itu sendiri. Misalnya :
Air raksa : logam yang mudah menjadi uap
Belerang : mudah terbakar dan member nama
Garam : tidak dapat terbakar dan bersifat tanah

2. Zaman Latrokimia
Tokoh-tokoh yang ada pada zaman ini diantaranya :
a. Al-Khowarizmi (780-850 M)
Seorang ahli Aljabar dan Aritmatika. Dalam bukunya Al Jabr wal Mukabala
(Pengutuhan kembali dan pembandingan), memperkenalkan asas algorisme
yang merupakan system hubungan nilai angka menurut tempatnya dari
kanan ke kiri yaitu satuan, puluhan, ribuan, dan seterusnya. Hal ini
kemudian menjadi dasar penggunaan system desimal.
b. Niarizi (wafat tahun 922 M)
Menulis sejumlah buku tentang cuaca dan iklim serta pengetahuan tentang
bintang. Niarizi juga membuat planetarium dan alat bantu ilmu bintang
untuk menggambarkan gerak benda-benda langit dan mengukur jaraknya.
c. Ar-Razi (866-909 M)
Oleh bangsa Eropa dikenal sebagai Rezes, adalah tokoh kedokteran dan
kimia. Ar-Razi adalah orang pertama yang mendiagnosa penyakit cacar
dengan membedakan atas cacar air (vabiola) dan cacar merah (rougella).
Sebagai ahli kimia Ar-Razi menemukan air raksa (mercury)
d. Ibn Sina ( 980-1037 M)
Dikenal pula dengan nama Avicena, adalah tokoh kedokteran. Bukunya Al-
Qonun fiI Thibb (Pedoman Kedokteran) adalah buku terluas yang
dipergunakan dalam dunia kedokteran. Karya-karyanya yang lain sebanyak
170 judul diterjemahkan kedalam bahasa latin.
e. Ibn Baithar (wafat 1248 M)
Di dunia barat dikenal dengan nama Alpetragius. Seorang ahli tumbuh-
tumbuhan yang mengarah pada applied science di bidang obat-obatan.
Dalam bukunya Al Adwiyatil Basttithah (Ramuan Sederhana) Ibn Baithar
menemukakan 1400 ramuan obat, 300 diantaranya adalah temuannya
sendiri. 200 ramuan diantaranya merupakan ramuan tumbuh-tumbuhan.
Buku ini dicetak pula dalam bahasa latin dengan judul Simplicia (1758).
f. Al-Ashamai (740-828 M)
Sarjana ilmu hewan. Dalam bukunya Al-Hayawan , dia menguraikan
tentang singa, harimau, gajah, dan unggas dalam alamnya serta
perpindahannya berhubungan dengan musim.
Secara garis besar, sumbangan bangsa Arab dalam perkembangan
pengetahuan alam adalah :
- Menerjemahkan karya-karya peninggalan Yunani, mengembangkan, dan
menyebarkannya ke Eropa.
- Mengembangakan metode eksperimen sehingga memperluas pengamatan
dalam bidang kedokteran, obat-obatan, astronomi, kimia, dan biologi
- Memantapkan penggunaan system bilangan debgan dasar sepuluh.

d. Zaman Modern

Pengetahuan yang tekumpul sejak zaman Yunani samapai pertengahan sudah


banyak tetapi belum tersusun secara sistematis dan belum dianalisis menurut jalan
pikiran tertentu. Kesimpulan yang didapat, biasanya masah diwarnai oleh cara berpikir
ahli filsafat, agama, atau mistik. Setelah ditemukannya alat-alat yang makin sempurna
maka dikembangkanlah metode eksperimen.

Setelah dikembangkannya metode eksperimen ini ilmu pengetahuan


berkembang dengan pesat. Tokoh-tokoh yang terkenal pada masa ini antara lain :

1. Evangelista Torricelli (1588-1647 M)


Seorang ahli fisika dan ilmu pasti yang berhasil menemukan thermometer
sebagai alat pengukur suhu udara sekaligus dapat memperkirakan tekanan
udara pada suatu tempat.
2. Antonio Laurent Lavoisier (1743-1749 M)
Pelopor di bidang kimia. Lavoisier menemukan hubungan zat asam dan udara
dalam pembakaran, serta menemukan sifat asam dan basa dalam suatu zat.
3. Antony van Leuwenhoek (1632-1723 M)
Seorang ahli biologi. Dengan menggunakan mikroskop hasil karyanya, dapat
melihat bakteri dengan perbesaran 270 kali. Ia juga menemukan spermatozoa
anjing, kelinci, ikan, manusia, dan sejumlah binatang lain.

2.3 IPA Klasik dan IPA Modern

Banyak pendapat tentang pengertian IPA Klasik dan IPA Modern yang dicetuskan
oleh para pakar. Pendapat-pendapat tersebut masing-masing berbeda, pada umumnya
berlandaskan atas disiplin ilmu yang mereka tekuni.

a. IPA Klasik

Ditinjau dari pengertian klasik sendiri, dapat diartikan bahwa yang klasik
umumnya bersifat tradisional, berdasarkan pengalaman, kebiasaan, atau naluri
semata, meskipun ada kreasi namun hanya merupakan tiruan dari keadaan alam
sekitar.

Pakar fisika membedakan antara fisika klasik dan modern sebagai berikut :
fisika klasik terbatas mempelajari komponen materi dan interaksi antara komponen
dengan perkembangan pengamatan :

1. Dinikmati langsung : gerakan benda dalam mekanika


2. Penglihatan dengan teori cahaya
3. Pendengaran dengan suara
4. Indra rasa thermodinamika
5. Listrik magnet

Dari sini berkembang pengetahuan tentang penjumlahan vektor yang dipakai


dalam computed tomografi (CT) atau penampang lintang tubuh dengan sinar X.
Magnetic Resonance Imaging (MRI) untuk deteksi tumor, dan sebagainya.

IPA Klasik secara umum, sebagai contoh dapat digambarkan dalam pembuatan
temped an ragi tape. Meskipun hanya didasarkan pengalaman, tanpa disadari para
pembuat temped an ragi tape telah berkecimpung dalam mikrobiologi, mikrologi,
dan ilmu fisika yang mendasarnya. Pembuatan gula kelapa juga merupakan proses
fisika dan kimia yang telah tinggi tingkatnya.

b. IPA Modern

IPA Modern muncul berdasarkan penelitian maupun pengujian dan telah


diadakan pemahaman yang berkaitan dengan berbagai disiplin ilmu yang ada.
Proses canning, pengalengan, ikan, buah-buahan, dan sebagainya yang berkaitan
dengan fisika, kimia, biologi, biokimia, dan sebagainya merupakan hasil
perkembangan IPA Modern.

Teori relativitas dari Einstein (1905), diikuti oleh teori radiasi oleh Max Planck
(1910), Sinar X oleh Rontgen (1923), juga teori kuantum yang menggambarkan
sifat atom. Inti dan partikel lain molekul zat padat. Sebagai contoh, teknologi nuklir
merupakan teknologi modern yang dapat digunakan dalam bidang kedokteran,
trasportasi, angkatan bersenjata, dan berbagai bidang penelitian yang berkaitan
dengan disiplin ilmu yang lain.

IPA Modern diperoleh atas dasar penelitian dengan menggunakan metode


ilmiah disertai pengujian berulang kali, sehingga diperoleh ilmu yang mantap, baik
untuk terapan maupun ilmu murni.

Contoh kegiatan IPA Modern dalam kaitannya dengan alam lingkungan,


misalnya untuk menciptakan suasana bersih, timbul pemikiran untuk
memanfaatkan sampah organic, seperti jerami, sisa tanaman, dan kotoran hewan
yang diproses dengan bantuan bakteri dalam kondisi tertentu, sehingga
menghasilkan gas CO2, CH4, dan gas H2S yang ternyata dapat dimanfaatkan
sebagai pengganti bahan bakar dan sering disebut sebagai energy biogas.

2.4. Ruang Lingkup IPA


a. Klasifikasi IPA

Ilmu pengetahuan alam dapat dibagi menjadi tiga bidang utama yaitu:

1. Ilmu Sosial dan Budaya; membahas hubungan antarmanusia sebagai makhluk


sosial, yang selanjutnya dibagi atas:
a. Psikologi, mempelajari proses mental dan tingkah laku.
b. Pendidikan, proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu
tujuan.
c. Antropologi, mempelajari asal usul dan perkembangan jasmani, sosial,
kebudayaan dan tingkah laku sosial.
d. Etnologi, cabang dari studi antropologi yang dilihat dari aspek sistem sosio-
ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian budaya.
e. Sejarah, pencatatan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada suatu bangsa,
negara atau individu.
f. Ekonomi, yang berhubungan dengan produksi, tukar menukar barang
produksi, pengolahan dalam lingkup rumah tangga, negara atau perusahaan.
g. Sosiologi, studi tentang tingkah laku sosial, terutama tentang asal usul
organisasi, institusi, perkembangan masyarakat.
2. Ilmu Pengetahuan Alam, yang membahas tentang alam semesta dengan semua
isinya dan selanjutnya terbagi atas:
1) Fisika, mempelajari benda tak hidup dari aspek wujud dengan perubahan
yang bersifat sementara. Seperti : bunyi cahaya, gelombang magnet, teknik
kelistrikan, teknik nuklir
2) Kimia, mempelajari benda hidup dan tak hidup dari aspek sususan materi dan
perubahan yang bersifat tetap. Kimia secara garis besar dibagi kimia organik
(protein, lemak) dan kimia anorganik (NaCl), hasil dari ilmu ini dapat
diciptakan seperti plastik, bahan peledak
3) Biologi, yang mempelajari makhluk hidup dan gejala-gejalanya.
- Botani, ilmu yang mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan
- Zoologi ilmu yang mempelajrai tentang hewan
- Morfologi ilmu yang mempelajari tentang struktur luar makhluk hidup
- Anatomi suatu studi tentang struktur dalam atau bentuk dalam mahkhluk
hidup
- Fisiologi studi tentang fungsi atau faal/organ bagian tubuh makhluk
hidup
- Sitologi ilmu yang mempelajari tentang sel secara mendalam
- Histologi studi tentang jaringan tubuh atau organ makhluk hidup yang
merupakan serentetan sel sejenis
- Palaentologi studi tentang makhluk hidup masa lalu
3. Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa, Studi tentang bumi sebagai salah satu
anggota tatasurya, dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya.
1) Geologi, yang membahas tentang struktur bumi. (yang bahasannya meliputi
dari ilmu kimia dan fisika) contoh dari ilmu ini petrologi (batu-batuan),
vukanologi (gempa bumi), mineralogi (bahan-bahan mineral)
2) Astronomi, membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam semesta
yang meliputi bintang, planet, satelit da lain-lainnya. Manfaatnya dapat
digunakan dalam navigasi, kalendar dan waktu

2.5 Keterbatasan dan Keunggulan Metode Ilmiah IPA

Metode ilmiah dapat menghasilkan pengetahuan ilmiah. Data yang digunakan


untuk mengambil kesimpulan ilmiah itu berasal dari pengamatan. Kita melakukan
pengamatan dengan panca indera yang juga mempunyai keterbatasan kemampuan
untuk menangkap suatu fakta. Jadi, kemungkinan keliru dari penangkapan panca
indera tetap ada sehingga dengan demikian kemungkinan keliru dari kesimpulan
ilmiah juga tetap ada. Oleh karena itu, semua kesimpulan ilmiah atau kebenaran ilmu
pengetahuan termasuk IPA bersifat tentatif. Artinya, sebelumnya ada kebenaran ilmu
yang dapat menolak kesimpulan itu maka kesimpulan itu dianggap benar. Sebaliknya,
kesimpulan ilmiah yang dapat menolak kesimpulan ilmiah terdahulu menjadi
kebenaran yang baru, sehingga tidak mustahil suatu kesimpulan ilmiah bisa saja
berubah sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri.

Keunggulan metode ilmiah terkandung dalam sifat objektif, metodik, sistematik,


dan berlaku umum, yang merupakan ciri khas pengetahuan ilmiah, yang akan
membimbing kita kepada sikap ilmiah yang terpuji sebagai beikut :

a. Mencintai kebenaran yang objektif, bersifat adil, dan itu semua akan menjurus
ke arah hidup yang bahagia.
b. Menyadari bahwa kebenaran ilmu itu tidak absolut, hal ini dapat menjurus ke
arah mencari kebenaran itu terus menerus;
c. Dengan ilmu pengetahuan, orang lalu tidak percaya kepada takhayul, astrologi,
maupun untung-untungan karena segala sesuatu di alam semesta ini terjadi
melalui suatu proses yang teratur;
d. Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk ingin tahu lebih banyak, ilmu
pengetahuan yang kita peroleh tentunya akan sangat membantu pola kehidupan
kita;
e. Ilmu pengetahuan membimbing kita untuk tidak berpikir secara prasangka,
tetapi berpikir secara terbuka atau objektif, suka menerima pendapat orang lain
atau bersikap toleran;
f. Metode ilmiah membimbing kita untuk tidak percaya begitu saja kepada suatu
kesimpulan tanpa adanya bukti-bukti yang nyata;
g. Metode ilmiah juga membimbing kita untuk selalu bersikap optimis, teliti dan
berani membuat suatu pernyataan yang menurut keyakinan ilmiah kita adalah
benar.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dapat disimpulkan bahwa IPA merupakan ilmu yang mempelajari tentang sebab
dan akibat kejadian-kejadian yang ada di alam ini yang diperoleh lewat serangkaian
proses yang sistematis yang terkait dan tersusun secara teratur, berlaku umum
(universal), melalui observasi dan eksperimen yang telah dilakukan. Pendidikan IPA
merupakan bidang interdisiplin antara IPA dengan ilmu Pendidikan. Ilmu Pendidikan
adalah ilmu yang mempelajari proses pembentukan kepribadian manusia yang
dirancang secaran sadar dan sistematis dalam proses interaksi antara pendidik dengan
peserta didik, baik dalam maupun di luar sekolah. Pendidikan IPA pada hakikatnya
merupakan penerapan teori pendidikan dalam konteks IPA untuk tujuan pembelajaran.
Pendidikan IPA yang awalnya di pisah-pisahkan antara fisika, biologi dan
kimianya diharapkan diajarkan secara utuh atau terpadu menjadi satu mata pelajaran
yaitu IPA. Ciri-ciri perkembangan pendidikan IPA di era globalisasi yaitu
menggunakan kurikilum berorientasi tujuan dalam bentuk kompetensi atau standar
kompetensi pembelajaran aspek kognitif. Aspek kognitif ini di dalamnya ada
kecenderungan berubah, dari mengingat (remember) menjadi mengerti (understand)
dari pengetahuan faktual (factual knowledge). Organisasi materi IPA disesuaikan
dengan struktur keilmuan IPA, serta memasukan masalah IPA, Lingkungan,
Teknologi dan Masyarakat (Science, Environment, Technology and Scociety,
CETS). Menerapkan sistem penyampaian yang mengaktifkan peserta didik berpusat
pada peserta didik. Pendekatan penyelesaian masalah (problem solving approach) IPA
diselesaikan dengan cara melakukan eksperimen dan observasi.

3.2 Saran
Dengan adanya makalah ini diharapkan dapat membantu para mahasiswa dan
masyarakat dalam mengikuti perkembangan dan pengembangn ilmu pengetahuan
alam yang berkaitan dengan materi yang dikaji dalam Ilmu Alamiah Dasar,
sebagaimana yang kita ketahui ilmu alam tersebut selalu mengalami perubahan atau
perkembangan dari zaman ke zaman yang melahikan ilmuan ilmuan baru seperti Ahli
Astronomi, Ahli Kimia, Ahli Fisika.
DAFTAR PUSTAKA

Awie, asuro. 2008. Untuk Pembelajaran IPA. http://asuroawielampung.blogspot.com/


2008/03/stad-untuk-pembelajaran-ipa.html. Diakses 08/10/2017 pukul 11.41
WITA.
Pater J.I.G.M Dorst.S.J. (1998). Pendidikan Sains yang Humanistis. Yogyakarta:
Kanisius.
Subiyanto. (1988). Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen
Pendidikan Dan Kebudayaan.
Sukarno,dkk.(1981).Dasar- Dasar Pendidikan Sains. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.
Wijaya Nuriman. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan MIPA. Palangkaraya: Universitas
Palangka Raya