Anda di halaman 1dari 4

PERAWATAN LUKA BAKAR

No dokumen
No revisi :
SOP Tanggalterbit:
Halaman :
UPT MARIA R WAIN
PUSKESMAS 19840506 200604 2
BUKAPITING 008

1. Pengertian Luka bakar (combustio/burn) adalah cedera (injuri) sebagai akibat


kontak langsung atau terpapar dengan sumber-sumber panas
(thermal), listrik (electrict), zat kimia (chemycal), atau radiasi
(radiation).
2. Tujuan Prosedur ini sebagai acuan dalam penatalaksanaan agar memberikan
tata laksana yang tepat pada pasien luka bakar
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas no...tahun 2017 tentang kebijakan pelayanan
klinis
4. Referensi Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2011, Kapita Selekta
Kedokteran Jilid I, hal 492-493, 2001
5. Prosedur
6. Langkah Langkah langkah perawatan luka bakar Derajat I adalah sebagai
berikut :
langkah
a. Memberikan salam kepada klien dengan nada lembut dan
senyum serta menanyakan luka bakar di bagian tubuh sebelah
mana.
b. Menjelaskan tujuan perawatan luka bakar untuk mencegah
infeksi, mempercepat penyembuhan luka serta mencegah
kecacatan.
c. Menanyakan kepada klien apakah ada yang belum di mengerti
mengenai perawatan luka bakar dan menanyakan kesiapan
klien untuk dilakukan tindakan luka bakar ,jika klien siap
maka dilanjutkan penandatanganan informed consent.
d. Mengatur posisi klien di bed tindakan supaya luka dapat
terlihat jelas dan mudah dilakukan perawatan luka oleh
pemeriksa, misalnya apabila luka ada di tubuh sebelah kiri
maka tubuh klien miring ke kanan dan begitu juga sebaliknya
dan posisi luka menghadap ke atas.
e. Membuka peralatan medis dan meletakkan di samping kiri
klien.
f. Bila luka bakar tertutup pakaian maka minta ijin untuk
membuka pakaian supaya luka terlihat jelas dan membuka
pakaian dengan hati-hati, bila sulit basahi dengan NaCl 0,9%.
g. Membersihkan luka bakar dengan cara mengirigasi yaitu
dengan cara mengaliri bagian luka menggunakan NaCl 0,9%
dengan meletakan bengkok di bawah luka terlebih dahulu.
h. Melakukan debridement bila terdapat jaringan nekrotik dengan
cara memotong bagian nekrotik dengan mengangkat jaringan
nekrotik menggunakan pinset chirurgis dan digunting dengan
gunting chirurgis mulai dari bagian yang tipis menuju ke
bagian tebal , dan bila ada bula dipecah dengan cara ditusuk
dengan jarum spuit steril sejajar dengan permukaan kulit
dibagian pinggir bula kemudian dilakukan pemotongan kulit
bula dimulai dari pinggir dengan menggunakan gunting dan
pinset chirugis.
i. Mengeringkan luka dengan cara mengambil kasa steril dengan
pinset anatomis lalu kasa steril ditekankan pelan-pelan
sehingga luka benar-benar dalam kondisi kering.
j. Memberikan obat topical (silver sulfadiazin) sesuai luas luka
dengan menggunakan dua jari yang telah diolesi obat tersebut.
k. Menutup luka dengan kasa steril.
l. Memasang plester dengan digunting sesuai ukuran dan
ditempelkan di atas kasa steril.
m. Menjelaskan bahwa perawatan luka telah selesai.
n. Membersihkan alat medis ( lihat SOP Sterilisasi).
o. Membersihkan sampah medis (lihat SOP Membuang Sampah
Medis).
p. Membersihkan ruangan2. Langkah langkah perawatan luka
bakar Derajat II III adalah memberikan tindakan resusitasi
cairan :
Pada orang dewasa, dengan luka bakar tingkat II-III 20
% atau lebih sudah ada indikasi untuk pemberian infus
karena kemungkinantimbulnya syok. Sedangkan pada
orang tua dan anak-anak batasnya 15%.
Formula yang dipakai untuk pemberian cairan adalah
formula menurut Baxter. Formula Baxter terhitung dari
saat kejadian (orang dewasa) :
1. 8 jam pertama (4cc x KgBB x % luas luka bakar)
Ringer Laktat.
2. 16 jam berikutnya (4cc x KgBB x % luas luka
bakar) Ringer Laktat ditambah 500-1000cc koloid.
Modifikasi Formula Baxter untuk anak-anak adalah:
1. Replacement : 2cc/ KgBB/ % luas luka
bakar
2. Kebutuhan faali : Umur sampai 1 tahun
100cc/ KgBB
Umur 1-5 tahun 75cc/ KgBB
Umur 5-15 tahun 50cc/ Kg BB
3. Sesuai dengan anjuran Moncrief maka 17/20 bagian
dari total cairan diberikan dalam bentuk larutan Ringer
Laktat dan 3/20 bagian diberikan dalam bentuk koloid.
Ringer laktat dan koloid diberikan bersama dalam botol
yang sama. Dalam 8 jam pertama diberikan jumlah
total cairan dan dalam 16 jam berikutrnya diberikan
jumlah total cairan.
3. Bila luka bakar Derajat II dalam, III atau lebih dari 25 % pasien
dirujuk ke Rumah Sakit.
4. Pengobatan
a.Suntikan ATS pada pasien
1. ATS 1 x 100.000 unit untuk BB > 50 kg (test dulu) atau ATS
1 x 60.000 unit untuk BB 50 kg (test dulu).
2. Membaca hasil test :
Bila hasil test negatif berikan 50.000 unit IV dan 50.000
unit IM (BB : 50 kg).
Bila hasil test negatif berikan 30.000 unit IV dan 30.000
unit IM (BB : 50 kg).
Bila hasil test positif, lakukan bedreska dengan cara sbb :
Ambil ATS 0,1 ml
Lengan setengah bagian voler direnggangkan, kemudian
disuntikkan ATS subcutan, tunggu 30 menit
Baca hasil test ; bila ada indurasi maka test positif
ATS 0,1 ml + 0,5 NaCl masuk secara SC perlahan
lahan
Setelah 30 menit, ATS 0,5 ml + 0,5 NaCl masuk secara
SC perlahan lahan
Setelah 30 menit, ATS dimasukkan semua secara IM
perlahan lahan.
Jika telah mendapat imunisasi toksoid tetanus (TT) maka
hanya diberikan 1 dosis boster 0,5 ml secara IM.
b. Antibiotik diberikan selama 5 hari : ( amoxicilin 500 mg atau
ciprofloxacin 500 mg )
Dosis : Dewasa 250 mg 500 mg 3 x 1 tab
Anak anak 20 mg/Kg BB/Hari
c. Diberikan analgesik : ( parasetamol atau antalgin atau asam
mefenamat )
Dosis : Dewasa 250 mg 500 mg 3 x 1
Anak anak 3 x tab (parasetamol 10 mg/kg/BB)
Krim antibiotik gentamisin 0,1 % krim dioleskan pada bagian
yang luka
Mengontrol luka setiap 3 hari sekali kecuali jika luka
infeksi kontrol setiap hari.
Mengevaluasi apakah ada gangguan dalam penyembuhan
dan pergerakan otot atau sendi.

7. Unit terkait Pelayanan umum


8. Dokumen Buku Registrasi, Rekam Medik Pasien
terkait