Anda di halaman 1dari 4

I.

Lampiran

Physically Modified Starch

a. Pre-gelatinized starch atau Alpha starch

Pre-gelatinized starch banyak diaplikasikan sebagai drilling starch untuk


mendapatkan sifat fungsional drilling mud yang dibutuhkan, antara lain memperbaiki
sifat rheologi, density, dan fluid loss control lumpur untuk pengeboran minyak bumi.
Selain itu juga banyak dimanfaatkan dalam industri makanan, casting, dan material
konstruksi. Beberapa keunggulan dari produk pre-gelatinized starch antara lain:
o Mampu membentuk gell dalam air dingin atau panas.
o Mampu mengembang (mekar) sampai 1, 5 kali dibanding tapioka biasa.
o Walaupun mampu mengembang sampai 1, 5 kali, hasil produk tetap renyah
dan tidak keropos di dalam.

o Mempunyai daya rekat yang lebih baik dibanding dengan tapioka biasa.
o Karena mampu membentuk gell di air dingin maka Modified Starch bisa
mempercepat proses produksi.

Proses produksi pre-gelatinized menggunakan bahan baku 30-40% (dry solid)


cassava starch kemudian dipanaskan dalam suatu roller drum drier hingga temperatur
160 170oC dengan mengunakan steam.
Produksi pre-gelatinized starch di Indonesia belum cukup berkembang karena hanya
diproduksi oleh beberapa industri seperti Indotepung dengan kapasitas 100 ton/bulan,
sehingga sebagian besar diimpor dari Thailand maupun China untuk memenuhi
permintaan pasar dalam negeri yang cukup tinggi.

Chemically Modified Starch

Jenis produk ini dibuat melalui reaksi kimia, dengan produk yang paling popular
adalah oxidized starch dan acid modified starch untuk industri kertas. Produksi hydroxy-
ethylated starch, cationic starch dan amphoteric starch dari singkong untuk industri
kertas hanya digunakan untuk skala kecil. Starch acetate dan phosphate merupakan
produk yang paling banyak diproduksi untuk industri pangan.
a. Oxidized Starch

Oxidized maupun chlorinated starch diproduksi dengan volume terbesar dari


cassava starch. Oxidized starch dilakukan dengan mereaksikan starch dengan sodium
hypochlorite (NaOCl) pada kondisi alkali. Oxidized starch digunakan pada tekanan ukur
sebagai perekat permukaan lembaran bebas tak berlapis yang mempunyai cakupan luas
untuk memperkuat permukaan kertas. Secara tradisional produk tersebut diaplikasikan
pada 40-45 ton per ton kertas (Tupper, 1995). Berdasarkan estimasi konsumsi kertas di
ASIA, permintaan tambahan sekitar 240.000 ton oxidized starch diharapkan tiap
tahunnya (Tupper, 1995).
Cassava starch sebagai sumber utama pati di negara-negara ASIA mempunyai film
yang kuat, pasta yang bersih, properti ketahanan air yang baik, dan viskositas yang stabil
sehingga menjadi suatu bahan yang paling cocok untuk industri kertas di negara-negara
tersebut. Karakteristik Oxidized cassava starch dipengaruhi oleh kndisi oksidasi (Kettlitz
and Coppin, 2001).
b. Cationic starch

Cationic starch yang dibuat dari starch cassava mempunyai viskositas yang rendah
dan derajat substitusi yang tinggi sehingga cocok untuk perekat dan pelapis kertas yang
diproduksi dengan mesin kecepatan tinggi.
c. Acid modified starch

Acid modified starch secara normal dipreparasi selama produksi pati alami (native
starch). Preparasi ini dilakukan dengan penambahan asam (biasanya HCL) ke dalam
slurry pati ( 20Be) pada temperatur di bawah temperatur gelatinasi. Setelah reaksi
selesai dan dinetralkan dengan soda abu, sari pati terkonsentrasi, pengurangan kadar air
dan dikeringkan. Acid modified starch harus mempunyai viskositas kurang dari 30 cPs
dan pH sekitar 5-6. Karakteristik utama dari acid modified cassava starch adalah
kecenderungan yang rendah dari pati untuk mengalami retrogradasi dibandingkan starch
yang lain. Penanganan acid modified cassava starch di bawah 70-85oC tidak akan
menimbulkan masalah pembentukan film di dalam tangki penyimpanan.
Gambar 17. Viskositas Pasta yang diukur menggunakan Rapid Visco Analyzer ( 3gr
pati dengan 14% kadar air dalam 25 gr aquades) dari oxidized cassava starche yang
dipreparasi menggunakan level yang berbeda untuk NaOCl (0-10.000 ppm)

d. Starch acetate

Starch acetate merupakan contoh dari modified cassava starch untuk industri
pangan. Volume konsumsi yang tinggi terdapat pada industri bumbu masakan (food
seasoning industry) dan sauce industry. Proses pembuatan starch acetat dilakukan
dengan mereaksikan vinyil acetat monomer (max. 7,5 % starch berat kering) terhadap
cassava starch pada kondisi larutan suspensi alkali. Standar yang diijinkan dari grup
acetyl dalam modified starch untuk aplikasi pangan adalah 2,5% maksimum level.
e. Modified cassava starch Jenis Lain untuk Produk Pangan dan Regulasinya

Monostarch phosphate

Preparasi : Orthophosphoric acid, Sodium orthophosphate, Sodium tripolyphosphate

Regulasi Produk: Phosphate (dihitung sebagai phosphorus) tidak lebih dari 0.4 %
(0.5% untuk potato dan wheat starch)

Distarch phosphate

Preparasi : Sodium trimetaphosphate, Phosphorous oxychloride


Regulasi Produk: Phosphate (dihitung sebagai Phosphorus) tidak lebih dari 0.04 %
(0.14 % untuk potato dan wheat starch)

Starch succinate

Preparasi : Succinic oxide, Octenylsuccinic anhydride

Regulasi Produk: Octenyl succinic group tidak lebih dari 0.3 %

Hydroxyl - propyl starch

Preparasi : Propylene oxide (max 10 %)

Regulasi Produk: Propylene chlorohydrin tidak lebih dari 1 mg/kg dan hydroxy -
propyl group tidak lebih dari 7.0 %

Hydroxy - propyl - distrach phosphate

Preparasi : Sodium trimetaphoaphate, Phosphorous oxychloride dan propylene oxide


(tidak lebih dari 10 %)

Regulasi Produk: Propylene chlorohydrin tidak lebih dari 1 mg/ kg dan Hydroxy -
propyl group lebih dari 4.0 %

Acetylated distrach phosphate


Preparasi : Phosphorous oxychloride dan vinyl acetate tidak lebih dari 7.5 % (untuk
acetic anhydride tidak lebih dari 10%)
Regulasi Produk: Acetyl group tidak lebih dari 2.5 % Phosphate (dihitung sebagai
phosphorous) tidak lebih dari0.04% (0.14% untuk potato dan wheat starch)