Anda di halaman 1dari 127

NAMA

A.1

A.2

A.3

10
11

A.4

12

13

A.5

14

15

16

A.6

17

18

19

A.7

20

21

22

23

A.8

24

25
26

27

B.1

B.2

10

11

12

13

14

B.3

15
B.4

16

17

18

B.5

19

20

21

22

23

24

25

C.1

C.2

C.3
7

10

C.4

11

12

C.5

13

14

15

16

17

18

C.6

19
1.Junaidi

Kometar
1. untuk dilampung wartawan masih bebas memiliki organisasi wartawan termasuk untuk tidak tergabung
dan bahkan membuat organisasi sendiri untuk berkumpul, misal membentuk forum-forum wartawan
mulai dari wilayah tinggal hingga buat liputan. Contoh : forum wartawan kabupaten A,B,C. Forum
wartawan propinsi. Forum wartawan lain-lain dinas

2. hampir seluruh surat kabar/kantor surat kabar tidak membutuhkan sertifikat pekerja wartawan.
Perubahan cenderung menghambat hingga meniadakan serikat pekerja wartawan.

3. adanya kepentingan politik dan ketergantungan anggaran, tekanan pemerintah daerah, koperasi dan
pengurus organisasi profesi terlibat kepentingan. Sehingga acapkali justru organisasi profesi tergadai

4. beberapa organisasi profesi wartawan dan pengurusnya masuk terus melakukan sosialisasi, edukasi
hingga advokasi terhadap pentingnya pers.

A.2

5. masih kerap rwejadi intervensi terhadap berita keritik terhadap pemerintah daerah dan partai politik,
dengan cara pemutusan kontrak langganan hingga iklan, atau tidak melayani wawancara. Kasus tribun VS
walikota. Harian pilar VS walikota. Harian pilar VS gubernur. Dll

6. pemerintah daerah dan partai politik menggunakan kekuatan untuk memindahkan/hingga memecat
anggota redaksi yang melakukan kritik dengan meminta redaksi kepada pimpinan produksi meski
rterkadang dengan cara sangat halus.

7. di lampung nyaris mayoritas pemilik media melakukan aksi campur tangan akibat redaksi kerap
menampilkan berita-berita menarik saja ketimbang berita yang penting.

8. nyaris mayoritas media daerah tersandera kepentingan jika mulai dari pemilik media terikat politik
hingga terikat kontrak dengan politisi dan partai politik. Kepentingan ekonomi dengan kontrak-kontrak
ikatan dengan ancaman putus kontrak atau iklan.
A.3

9. kasus kekekapan terjadi beberapakali tercatat dan banyak yang tidak tercatat. Yang paling trend adalah
menghalangi wartawan

10. kekerasan fisik tidak dominan, meski kerap erjadi dan di alami wartawan dan perusahaan pers.
Terbaru kantor berita 24.00 di santroni puluhan pria dterkait pemberitaan polda lampung. Jika kasus
wartawan translampung yang ikut di tangkap saat liputan sweeping polisi di kampung tegineneng.
11. yudi setiawan saat liputan di tegineneng di tangkap di giring polisi. Rumah wartawan di pringsewu di
rusak sekelompok orang. Dua wartawan di aniaya saat meliput pengrusakan pos pemuda pancasila
rajabasa.
A.4

12. dan kini masyarakat cenderung apatis, apalagi dengan ancaman UU ITE akun-akun medsos pun tidak
sedikit masyarakat harus berhadapan dengan hukum.

13. pada masyarakat/jurnalisme warga menjadikan media sebagai tujuan terakhir dalam mencari
kebenaran dan keadilan.
A.5

14. pemerintah daerah di lampung kini cenderung memonopoli pemberitaan dengan target cerita baik.

15. pengelola pemerintah menganggap media sebagai agen pundi dalam politik. Media bukan di libatkan
dalam partisipasi pembangunan hanya lebih dianggap sebagai orang.
16. belum ada kasus diskriminalisasi terhadap pers atas dasar suku, etnis agama kebangsaan atau kelas
sosial.
A.6

17. meski ada beberapa kasus terkait ketidak akuratan dan keberimbangan oleh media, dapat segera
terjawab dengan melakukan kerja kerja pers yang terbangun.

18. meski masi ada redaksi yang rapat untuk menyusun akibat permintaan/imbauan pejabat, tapi sebagian
besar melakukan sensor untuk menegakkan kode etik jurnalistik dan UU pers.

19. Pemilik pers acapkali mengatur dan melarang isi pemberitaan wartawan terkait interpensi
kepentingan.

A.7
20.meski UU KIP berlaku sejak 2010 wartawan masih kesulitan mengakses informasi publik. Terutama
soal-soal anggaran. Rapat-rapat, program-program dan realisasi.

21. beberapa kasus pers yang mencoba menggunakan UU KIP dalam mengakses informasi di gugurkan
dengan dalih administrasi, dan hal lain yang terkesan pera[lisiasi dengan badan publik. Suryaandalas.com
VS dinas PUPR provinsi. Suryaandalas.com VS dinas kebersihan dan pertanian lampung timur.

22. informasi pulik tidak tersedia secara baik. Wartawan harus menem[uh biroksrasi dan tak dapat
informasi publik. Banyak wartawan yang kesulitan jika menerapkan UU KIP.

23. peliputan kegiatan selancar internasional. Krakatau festival. Waykambas festival. Dan even
internasional.
A.8

24. pelatihan wartawan dalam meningkatkan kepentingan profesi baru di selenggarakan oleh media dan
organsiasi profesi pers, PWI, AJI, IJTI

25. beberapa kasus melibatkan pendukung HLD, LGBT di berbagai ruang di media.
26.sejauh ini belum ada terdegar komunikasi pemerintah dengan pers.

27. TV, Koran, Online, Radio, belum memberikan ruang bagi penyandang disabilitas. Nyaris tidak ada.

B.1
1. hingaa saat ini belum terlihat hambatan dalam upaya individu/kelompok yang tergantikan media
bahkan cenderung terbuka.
2. tidak ada hambatan untuk mendirikan kebanyakan terkendala kepada kelangsungan/kontinyu atas
media.
3. hingga saat ini belum ada regulasi khusus terhadap punguran biaya regulasi umum yang berlaku oleh
pemerintah dan sesuai.

4. masih terjangkau dan pajak di sesuaikan dengan operasional PT media tersebut.

5. jika ada berita kritik maka iklan dan kontrak bahkan langganan di putus. Pemprov dengan beberapa
media cetak dan online walikota VS tribun dll

6. sejauh ini belum tahu ada/tidak dana hibah kepada media. Ada indikasi tidak transparan atau ada
dengan diam-diam. Jika hanya kontrak iklan/rilis berita saja mengancam redaksi, tentu hibah lebih
mempengaruhi.
7. pemerintah dan swasta dan komersial mempengaruhi alokasi dan mayoritas karena kepentingan iklan-
iklan komersial dan pariwara tidak bisa di kritik oleh media.

8. ya mayoritas media konsentrasi kepada pemodal.

9. keberagaman tidak menjadi konsentrasi karena di dominasi kriminal dan politik.

B.2

10. kepentingan publik kerap di abaikan karena terpengaruh kepentingan, kontak-kontak dan pesanan

11. nyaris mayoritas hingga perusahaan pers. Mentlerir pemberian amplop, apalagi dengan dalih tidak
sejahtera wartawan dan gaji tidak sesuai ump

12. belum pernah ada apresiasi pemerintah daerah terhadap pers profesional.

13. ya, situasi ekonomi di daerah ini menciptakan ketergantungan media pada pemerintah dan kekuatan
lain sebagai sumber pendanaan media.

14. meski tidak harus dominan, intervensi pemilik perusahaan juga di lakukan terhadap rapat redaksi
terutama terkait arah kebijakan redaksi.

B.3
15. pemilik media tidak lagi di dominasi konglomerat atau pemilik modal, tapi juga banyak mantan-
mantan karyawan perusahaan pers besar membuat perusahaan pers sendiri.
B.4
16. mayoritas tata kelola perusahaan pers tidak sesuai dengan kepentingan publik. Cenderung tergantung
pada rilis

17. perusahaan pers di lampung tidak transparan belum pernah terdengar media konvensional.

18. beberapa media konvensional group besar sudah menerapkan. UMP seperti Lamporst, Radar, Tribun
dan beberapa online, TV dan Radio. Tapi tidak sedikit yang tidak sesuai dan tanpa gaji.
B.5
19. nyaris serupa dengan media konvensional dan online. Lembaga penyiaran masih banyak yang tidak
objektif dan belum mempresesntasikan kepentingan publik LPP di lamung radio, TV keanyakan berita
tidak bebas karena kepentingan pemilik media dan sponsor.

20. penguatan masi sebatas seremonial dan kepentingan orientasi proyek

21. perijinan frekuensi Radio dan televisi komunitas di proses sesuai peraturan dengan pengawasan KPID

22. sampai saat ini belum terikat upaya kementrian kominfo melalui kominfo daerah mendorong pers
agar menyiarkan aspirasi masyarakat. Pemerintah justru condong pada interaksi pemerintah ke
masyarakat.
23. dorongan dewan pers melalui organisasi pers (aji, pwi, ijti) kerap mendorong agar pers menyiarkan
aspirasi masyarakat di daerah.
24. KPI provinsi masi terjebak pada seremonial, pengawasan, dan menunggu laporan masyarakat belum
pada aksi mendorong pers secara masif.
25. komisi informasi saat ini justru cenderung beraplisiasi kepada kepentingan badan publik yang tertutup
belum melakukan edukasi dan advokasi kepada pers dan masyarakat. Contoh kasus penped surya andalas
VS PUPR provinsi. Kesulitan pers mengakses informasi di badan publik.

C.1

1. beberapa tahun terakhir tidak terdengar perkara pers tahun 2016. Ada perkara pers yang sudah masuk
ke dewan kehormatan pwi, ternyata juga di prosa hukum. Hingga kini masi di proses pengadilan.

2.untuk di lampung lembaga peradilan masih mengedepankan kemerdekaan pers beberapa kasus masa
lampau peradilan melibatkan saksi-saksi ahli pers dalam kasus pers.

3. tidak terdapat peraturan dan kebijakan pemerintah daerah yang mendorong penghormatan dan
perlindungan kemerdekaan pers.

4. aparat pemerintah mayoritas belum menjalankan kewajiban untuk menghormati dan melindungi
kemerdekaan pers contoh sederhana kerap ada larangan liputan bagi pers dengan menerapkan rapat-rapat
tertutup dan memicu kontroversi publik.
5. tidak patah dengan cara menghindari dari pers, mengundang pers jika ingin di beritakan dan ada
persoalan dengan pers/pemberitaan.
C.2
6. belum kebijkan termasukperaturan (perda/edaran/instruksi) daerah. Yang menjamin wartawan
menjsmin wartawan menjalani tugas jurnalistik. Ada beberapa daerah cenderung diskriminasi misal
hanya melayani satu organisasi pers/pilih-pilih wartawan.
C.3
7. belum ada peraturan daerah, karena masih merujuk pada UU ITE, KUTIP.

8.

9.
10. ya alasan-alasan rahasia negara, keamanan nasional ketertiban umum, moral masyarakat, kerap di
jadikan alasan secara berlebihan dan tidak proporsional. Misal soal APBD yang tidak dapat di
akses/informasi anggaran dinas/satker kerap berdalih rahasia negara atau bukan kewenangannya hanya
penegak hukum.
C.4

11. perusahaan pers dan pers selalu di wajib untuk patuh pada kode etik pers tapi pada batasan jika pihak
pemerintah yang di rugikan dalam hal pemberitaan, misal ada keritik, ada dugaan penyimpang.

12. pada prinsip semua perusahaan pers dan wartawan mentaati UU pers, kode etik, tapi sebagian belum
sampai pada kaidah jurnalistik dan belum memahami peraturan-peraturan dewan pers. Saat ini organisasi
pers yang masih terus melakukan upaya agar mentaati itu.
C.5
13. sejauh ini dengan beberapa kasus yang di tangani dewan kekuatqan pwi sebagai konsitituen dewan
pers di daerah masih independent dalam menangani sengketa pers. Kasus terbaru humas pemprov
klampung vs poros lampung.
14. meski melum terlihat bukti kinerja KPI setara. Contoh kasus KPI masih kompak indeendent dan
bebas.
15. komisi penyiaran merilis kerja-kerja pengawasan yang memberikan peringatan kepada lembaga
penyiaran dan ijin-ijin penyiaran.

16. secara umum beberapa kasus yang melibatkan kekerasan terhadap pers adil jika pelaku adalah non
aparat dan berlarut-larut jika objek lawan pers adalah aparat penegak hukum itu sendiri.

17. penyelesaisan perkara pers mengedepankan mekanisme UU pers di banding peradilan umum jika
mendapat desakan dan reaksi dari pers.

18. mayoritas perkara-perkara pers dominan dengan mengedepankan pedana terutama UU ITE.

C.6
19.belum ada kewajiban hukum di lampung bagi media untuk menyiarkan berita yang dapat di cerna oleh
penyandang disabilitas.
Nilai

75

35

50

60

60

50

50

10

50

50
50

50

70

70

70

30

10

30

70

70

80
10

90

90

90

90

10

10

10

30

50

10

10

30

30

50
50

30

60

40

30

80

30

70

30

20

50

60

10

10

0
100

100

100

10

60

60

80

80

80

50

70

0
2.OkiHajiansyahWahab

Komentar

di lampung bebas bagi setiap jurnalis untuk mengikuti organisasi jurnalis

belum ada contoh satu perusahaan pers yang membagi serikat perkerja di lapangan. Jadi sulit untuk
menilainya.

sejauh ini organisasi jurnalis cukup berperan baik dalam mendalami kebebasan pers

organisasi-organisasi jurnalis yang ada cukup aktif dalam memajukan kebebasan pers

sepengetahuan saya belum ada media yang dicabut lisensinya oleh pemerintah

belum pernah mendengar kasus semacam itu

banyak kasus dengan pemilik media ikut campur dalam urusan redaksi. Terutama pemiliknya yang
termasuk ke parpol

di era sulit memisahkan kepentingan pemilik media terhadap pemberitaan

beberapa kasus di lapangan merujuk upaya mengelola apalagi jurnalis dalam meliput

intimidasi tidak susah berperilaku kepada oknum/kontrak


posisi ini tidak nampak, tidak melanggar tapi juga tidak menjalani

jurnalis warga biasa menjadi pendamping/pembangun

diskriminasi terhadap kelas media

akibat kepentingan politik pemilik media, berita-berita cenderung kurang objektif


tidak punya pengalaman urus izin berbayar (pojoksumber.com tidak perlu izin pemda, tidak ambil iklan,
pure jurnalisme warga)

tidak ada pengalaman urus izin penyiaran


Nilai

69

50

80

78

70

70

50

50

50

50
50

50

50

30

30

60

50

60

60

60

60

70

70

70

70
40

50

70

60

50

50

70

70

70

60

50

60

50

50

40

50

50
50

50

50

60

50

40

40

60

40

60

50

40

50

50

50

50
30

30

30

60

50

60

70

50

60

60

50

50

50
3.YosoMuliawan

Komentar

wartawan tidak bebas bergabung, bahkan untuk mendirikan serikat pekerja pimpnan perusahaan bahkan
dibagian redaksi masih resisten dan antipati terhadap serikat pekerja.

meskipun tidak secara langsung tetapi pemda kerap memberi semacam ultimatum kepada perusahaan
pers jika terdapat pemberitaan miring atau tidak sesuai kehendak pimpinan pemda tersebut. Beberapa
perusahaan pers pernah mengalami semacam ultimatum ini. biasanya pemda akan menurunkan tim untuk
mencari-cari kesalahan perizinan pendirian perusahaan pers tersesbut.

ini pernah terjadi terhadap rekan jurnalis. Ia semacam diminta mundur secara halus dari perusahaan pers
akibat satu pemberitaan.

masih tersandera terutama kepentingan ekonomi ini biasanya berkaitan dengan perusahaan pers dimana
orang-orang politik kerap menyandera media lewat pemsangan iklan/adverturial
Nilai

80

20

80

70

30

40

70

50

30

30
50

60

70

60

60

70

60

50

60

70

60

70

70

60

70
60

70

70

70

70

70

30

30

30

50

50

70

30

30

10

60

80
50

50

50

70

60

70

70

80

80

70

60

60

50

60

60

60
60

60

70

70

20

30

70

70

70

20

60

60

50
4.DrWahyuSasongko,SH,Mhum.

Komentar
Catatan :
1. perkembangan media massa di lampung secara internal media online/siber secara kuantitatif menjamur.
Bisa jadi karena latah/ikut-ikutan berarti bisnisnya bagus. Tapi secara kualitatif sdm kurang. Namun
karena beritanya pendek-pendek maka tidak perlu jurnalis yang pintar cukup bisa bikin laporan sdm
seperti itu maka konten kadang-kadang mirip dengan yang lain, matikan plagiat.

2. kondisi eksternal yang mempengaruhi pers di lampung pemerintah, swasta dan parpol berkepentingan
dengan pers, sehingga mereka berusaha kontervensi, namun kondisi di lampung belum begitu kuat
intervensi tersebut hanya kolo, ada hal tertentu baru mencoba intervensi
3. dukungan aspek hukum dan regulasi berpengaruh terhadap kondisi pers di lampung. Secara umum
norma hukum bersifat deduktif, artinya UU pers menjadi payung hukum untuk regulasi. Masalahnya pada
level implementatif masih ada aparat yang tidak mau menerapkan UU pers. UU pers untuk jurnalis dalam
menjalankan profesi. maka bagi pihak yang menghalangi kegiatan jurnalistik diancam hukuman. tapi
pasar itu tidak pernah diterapkam.

4. dalam penagihan kasus pers cenderung diselesaikan secara damai/mediasi, tanpa proses hukum bila
dimediasi, harus ikuti prsedur UU pers hak jawab koreksi dst sehingga tidak ada dikenal hukuman
pidana/denda.

5. kondisi media di lampung untuk kesenjangan/hak gaji wartawan masih bervariasi. Tergantung
kemampuan keuangan/kondisi perusahaan pers bersangkutan. Masih relatif sedikit pers di lampung yang
tergolong mapan dan mampu menggaji wartawan/karyawannya secara layak sesuai ketentuan. mustinya
penggajian wartawan diatur sebagai buruh oleh instansi kesenjangan agar ada kesesuaian upah
pokok/minimal. kalau tidak diatur bahkan banyak media tidak menggaji tetap/tanpa gaji wartawannya

6. pemberitaan media dipengaruhi kepentingan politik maupun bisnis pemiliknya.


Nilai

90

90

90

90

90

90

50

50

70

60
70

90

90

70

70

60

80

70

70

90

90

90

90

90

90
80

90

90

90

90

90

20

20

20

20

40

70

40

50

70

30

70
80

50

40

70

70

90

90

90

90

90

70

80

60

80

80

90
80

80

90

90

80

80

90

90

90

80

90

80

70
5.IskandarZulkarnain

Komentar

relatif bagus wartawan bebas memilih atau tidak memilih dengan organisasi profesi sesuai dengan
nuraninya.

saya rasa cukup bebas. Wartawan dilampung bebas untuk bergabung dengan organisasi wartawan yang
dimilikinnya.

cukup baik sepanjang wartawan menyiarkan kebenaran kerja jurnalistik yang benar/fakta, juga cover batu
sides.

cukup baik apalagi dengan banyaknya organissasi prfesi wartawan sperti PWI, AJI, IJTI, dll

tidak ada

ada terkadang ada pengusaha daerah tokoh politik atau masyarakat yang menekan redaksi untuk menekan
anggota redaksi

di media saya (lampost) tidak ada, memang saya melihat dan mendengar di media lain ada campur tangan
pemilik media masa pada kebijakan redaksi

contoh tribun lampung banyak menyiarkan tentang Herman Hn dan PDIP, ini tentunya ada kepentingan.

di lamung bisa dibilang tidak ada

tidak ada
bagus contohnya lampung post mendapat informasi akan di demo sekelompok masyarakat. Maka kami
melapor ke polda lampung. Laporan ini di respons dengan cepat oleh kepolisian dan mereka segera
mengirim anggota untuk mengamankan.

karena citizen journalism belum begitu baku formalnya. Pemda masih sulit untuk mengakomodirnya
apalagi dengan banyaknya bentuk seperti blog, instagram, sosial, media dan lain-lain.

kelebihan jurnalisme warga adalah kegiatan. Dengan internet dan akan yang dimiliki masyarakat bisa
memfolow dan melaporkan tentang jalan rusak kecelakaan, dan warga dan lain-lain.

keragaman pemberitaan lebih banyak berasal dari media masing-masing

pemerintah daerah mendorong untuk kepemilikan media dalam bentuk kemudahan dalam perizinan
pendirian media

sejauh ini pemda tidak melakukan produk diskriminatif terhadap insan pers

menurut saya rendah karena banyak wartawan belum dan tidak melakukan cover both sides

permintaan seperti itu kadang ada. Tetapi kami di lamung post berusaha untuk tidak terpengaruh. Patkan
kita adalah kerja dan disiplin internal
di lampost tidak ada intervensi oleh owner untuk pemberitaan. Anda lihat bahkan surya paloh (pemilik
media grup) jarang ada berita atau fotonya di lampost. Tetapi di media lain setahu saya memang sering
terjadi intervensi oleh owner kepada kebijakan redaksional.

cukup baik contohnya di pemerintah kota bandar lampung ada desk wartawan /ruang berita dan akan
terbuka bagi wartawan untuk meliput berita

tidak ada peran buruk

bagus banyak pejabat publik mudah di hubungi utuk konfirmasi berita

saya rasa bebas saja. Tidak ada hambatan bagi wartawan luar negeri untuk ,eliput/kerja jurnalistik di
lampung

saya beri contoh karena saya pengurus pwi lampung. Setiap tahun kami melaksanakan 2 pelatihan dan 4
kali ujian kompetensi wartawan.

bagus keberpihakan terhadap kelompok rentan kami lakukan. Tetapi tidak untuk LGBT itu tidak boleh.
pemda sejauh ini mendorong untuk pemberitaan yang berpihak kepada kelompok yang
terpinggirkan/termajinalisasi
masih sedikit bisa dilihat koran/tv/radio belum ada feature/layanan agar dapat dinikmati penyandang
disabilitas

bebas semua diserahkan kepada mekanisme pasar tidak ada hambatan yang prinsipil.

bebas silahkan saja jika ada modal

pemda memperlakukan perusahaan media/pers sesuai dengan regulasi

tidak ada pungutan liar sesuai perizinan. Kemarin kami lampost membuat radio dan perizinan termasuk
biaya dibayar ke KPID lampung

tidak ada pengaruhnya iklan pemda di media kami lampost tidak terpengaruh dengan banyaknya iklan
dari pemerintah daerah. Tetapi di media lain tampaknya pengaruhnya masih besar.

sangat mempengaruhi, banyak media mendapat bantuan dan hibah dari pemda dan hasilnya sangat
mempengaruhi kebijakan dan produk berita.

itu sifatnya profesional tetapi kami tidak membiarkan suatu perusahaan mempengaruhi pemberitaan
walaupun mereka banyak beriklan di media kami.

belum ada kepemilikan media tersebar baik ke pemilik nasional atau lokal

kepemilikan pers yang meragam di lampung membuat karakter pemberitaan juga beragam.

banyak media tidak memperhatikan kepentingan publik contohnya tentang fly over itu penting untuk kota
tetapi prosedur dan tata laksana proyek harus tetap sesuai peraturan. Bukan kami tidak setuju fly over
tetapi berita prosedur yang benar untuk fly over yang bermanfaat bagi warga kota bandar lampung.

masih buruk dengan kondisi banyak dan sebagian besar media/perusahaan pers masih tidak mampu atau
mau menggaji wartawan dengan layak. Media untuk bertahan hidup banyak warawan mengandalkan
apalagi dari pemberian pihak lain.
penghargaan ada

banyak media terutama yang bermuatan politik atau tidak dikelola profesional hidup dari pemberian atau
sokongan dana dari individu tokoh kelompok tertentu untuk kepentingan tertentu juga.

di lampung post tidak ada pemilik mengintervensi rapat redaksi

kepemilikan perusahaan pers di lampung sudah sangat beragam


kondisinya buruk sebagian besar atau banyak media tidak dikelola dengan baik. Tidak untuk kepentingan
publik justru untuk kepentingan pribadi atau kepentingan politik
untuk transparasi kepemilikan media sudah baik. Kita dapat mengetahui siapa pemilik saham/usaha tuap
media yang ada

sebagian besar media belum layak menggaji jurnalisnya masih di bawah ump

kebanyakan media leih merepresentasikan/mewakili kepentingan pemilik atau politik

tidak ada

sesuai aturan

ada pertemuan dengan kominfo contohnya PWI dengan kominfo untuk mendorong pers berkerja baik
tetapi di luar itu tidak ada.

ada dan bagus dewan pers mendorong dengan kegiatan pelatihan agar muncul jurnalis berkualitas dan
juga selalu mendorong agar berita atau pemberitaan berimbang.

saya pikir bagus

jarang nyaris tidak ada

sudah bagus bahkan ada kondisi antar kepolisian dewan pers dan kejaksaan

belum

sedang saja beraturan tidak tetapi pada level kebijkan ada

bagus pemerintah daerah menghormati dan melindungi kemerdekaan pers

pada level satuan kerja sering terjadi oknum yang sulit untuk diminta memberi keterangan dan
mempersulit akses jurnalis ke sumber berita

secara peraturan yang spesifik tidak ada tetapi wartawan cukup bebas dalam melakukan tugas
jurnalistiknya
tidak ada peraturan dari pemda yang dapat memidana wartawan

tidak ada

tidak ada

hal seperti itu jarang terjadi

jarang terjadi kami sedikit yang menciptakan standar agar wartawan menjunjung tinggi kode etik
jurnalistik dan code of conduct perusahaan

kalau media profesional umumnya mentaati tetapi media yang tidak profesional umumnya tidak
menerapkan standar jurnalistik yang benar

baik tetapi banyak kasus tidak selesai di dean pers atau keputusan dewan pers tidak/kurang berpihak pada
wartawan

tidak karena kebijakan juga tergantung dari kompetensi komisioner yang terkadang latar belakangnya
tidak sesuai

semua belum baik masih di pertanyakan

cuku baik pernah terjadi wartawan dan aparat meresponnya dengan sigap/baik

UU pers jarang di pakai peradilan masih lebih banyak memulai KUHP dan UU lain

jarang terjadi justru hukum pidana yang banyak dipakai saat ada kasus menyangkut hasil kerja jurnalistik

tidak ada pemerintah daerah tidak/belum membuat peraturan seperti itu


Nilai

65

70

65

65

80

70

75

70

80

80
80

60

75

65

70

80

50

75

65

75

55

75

80

85

80
70

50

75

70

75

75

60

50

70

70

80

50

50

75

60

80

80
40

80

40

50

50

70

60

80

70

55

80

50

60

70

60

60
80

70

70

75

65

50

70

50

50

70

60

65

50
6.PadliRamdan

Komentar

media lampung bersikap terbuka kepada wartawannya untuk bergabung dengan organisasi profesi,
termasuk pilihan untuk tidak bergabung dengan organisasi profesi manapun

serikat pekerja wartawan masih terbatas memang tidak ada larangan dari pemilik media untuk
membentuk serikat pekerja, tapi memang belum ada serikat buruk jurnalis yang aktif

organisasi profesi baik AJI, PWI, UTI, maupun PFI bebas melawan kegiatan termasuk merekrut anggota
lama sekali tidak ada ancaman larangan berorganisasi

organisasi profesi terus mengampantekan kebebasan pers, tern=masuk melakukan aksi jika kasus
pelanggaran terhadap kebebasan pers. Organisasi profesi jurnalis juga kerap menyampaikan keterangan
pers untuk menekankan pentingnya kebebasan pers

hampir tidak ada kasus sensor dan pembredelan yang dilakukan oleh pemerintah daerah. Media bebas
memberitakan hal apapun tanpa haru takut disensor atau dibredel

hampir tidak ada campur tangan pemerintah dan parpol dalam penentuan struktur redaksi. Mungkin
campur tangan dalam membuat berita adv agar muncul di halamn 1

untuk koran lokal campur tangan pemilik media tidak begitu tertata, namun terbuka peluang antara
pejabat teras dan redaksi yang punya hubungan dekat dengan pemerintah yang bisa mempengaruhi
kebijakan redaksi

media bisa dengan bebas menurunkan berita tentang berbagai isu namun terkadang masih ada
kepentingan politik dan ekonomi dalam keputusan redaksi untuk membuat suatu berita atau tidak

masih terjadi kasus penghalangan dan kekerasan yang dilakukan polisi terhadap wartawan namun pelaku
tidak mendaat sanksi atau hukuman atas perbuatannya tsb

pejabat pemda kerap melakukan kekerasan verbal kepada wartawan karena tidak suka dengan isi media.
Kekerasan dan ancaman juga pernah dilakukan untuk warga terhadap media karena merasa dirugikan
pemberitaan
penegak hukum masih setengah hati menyusut kasus kekerasan terhadap wartawan. Hingga kini jarang
ditemukan pelaku kekerasan yang ditangkap dan dihukum. Apalagi jika kekerasan tersebut melibatkan
aparat penegak hukum

jurnalisme warga hidup dan berkembang sendiri tanpa ada bantuan atau perhatian dari pemerintah. Sangat
larangan pemda melibatkan jurnalisme warga dalam setiap kegiatannya kecuali yang sifatnya pariwisata

di kota metro sudah tumbuh jurnalisme warga yang kritis dengan kebijakan pemkot. Keberadaan mereka
membuat sumber informasi warga lebih beragam

hampir miris, pemerintah cenderung menginginkan pemberitaan yang seragam dan cenderung positif

munculnya media-media baru yang dikelola oleh berbagai sumber karena inisiatif warga dan jurnalis.
Tidak ada peran atau dorongan pemda

tidak ada diskriminasi secara jurnalis dari berbagai latar belakang bebas meliput

belum sepenuhnya menyajikan data yang komprehensif yang dilengkapi dengan banyak perspektif

masih terjadi praktis reff cencorship dengan pertimbangan pemasang iklan alias klien

masih terjadi intervensi dalam penentuan isi pemberitaan terutama terkait politik dan ekonomi

pemda belum sepenuhnya terbuka dalam memberikan informasi bagi jurnalis masih ada supd yang sangat
tertutup dengan wartawan, seerti dinas PU dan dinas pendidikan

muncul gugatan dari kalangan jurnalis terkait informasi anggaran dan keputusan KI mendukung
keterbukaan informasi. Tapi ada semacam motif ekonomi dalam pengajuan gugatan tidak murni untuk
kepentingan publik

pemda sudah terbuka dengan wartawan dengan memberikan data-data yang diminta jurnalis namun masih
ada beberapa supd yang masih tertutup dengan media terutama dalam dhal penggunaan anggaran

tidak ada larangan jurnalisme asing untuk meliput di lampung

oorganisasi profesi kerap mengadakan pelatihan bagi jurnalis, meskipun tidak rutin

sorotan media terkait isu kemiskinan, disabilitas, kelompok minoritas belum menjadi perhatian utama.
Isu minoritas korban pelanggaran hari hanya tematik dengan porsi yang relatif kecil
pemerintah daerah masih sangat pasif menindaklanjuti isu seputar ketidak adilan, pelanggaran HAM yang
dimuat di media

porsi pemberitaan untuk kalangan disabilitas masih sangat kecil

di lampung media cetak, online, dan televisi, terus tumbuh banyaknya media ini bisa menunjukkan iklim
kebebasan pers yang baik oleh kemudahan dalam mendirikan perusahaan pers

televisi lokal dan radio komunitas dapat berkembangnya dengan baik

hampir tidak terdengar keluhan dalam mendirikan media cetak dan sibuk. Setiap orang bisa dengan
mudah membuat media

pungutan retribusi dan pajak masih sesuai dengan ketentuan

sangat besar kuasa pemda dalam mempengaruhi kebijakan redaksi dengan dana iklan danbiaya langganan
pemda bisa dengan mudah mempengaruhi kebijakan redaksi. Misalnya di pemkot bandar lampung ada
pemutusan langganan dan iklan akibat pemberitaan.

ada alokasi dana iklan pemda untuk media. Biaya iklan ini bisa mempengaruhi kebijakan redaksi

perusahaan swasta yang menjadi pemasang iklan utama mendapat perlakuan istimewa, termasuk
mempengaruhi kebijakan redaksi.

kepemilikan media bakal lebih beragam

setiap media mencoba bicara konten konten berita yang ekslusif dan berbeda. Hal ini membuat berita dan
informasi lebih beragam

berpihak kepada kepentingan publik tapi masih setengah hobi

prakti ampop dilakukan oleh instansi pemerintah dan swasta termasuk perguruan tinggi. Sejumlah
wartawan masih menilai pemberian amplop dari narasumber sebagai hal yang diperbolehkan praktek
amplop masif
tidak ada apresiasi dan penghargaan bagi pers yang profesional pertimbangannya like dislike

pers masih sangat tergantung pada iklan pemda dan politikus

pejabat teras media yang dimaksud dekat dengan penguasa bisa mempengaruhi kepuusan redaksi.
Termasuk pemilik media juga bisa mempengaruhi keputusan redaksi

kepemilikan media cukup beragam pemilik media berasal dari latar belakang politikus, pengusaha,
profesional jurnalis.
masih setengah hati memperjuangkan kepentingan publik

beberapa media menyebut pemilik atau pemodal secara gamblang tp masih ada juga yang menutupi
pemilik media

masih ada wartawan yang telah mendapat THR dan belum mendapat jaminan sosial

LPP minim menyajikan berita yang objektif dan mendukung kepentingan publik berita dominan seperti
advertorial

tidak ada upaya pemda mendukung penyiaran yang berorientasi ublik lebih kepada kampanye kesuksesan
kepala daerah

ada pengakuan radio komunitas masih mengalami kesulitan pepanjangan ijin

tidak ditemukan imbauan agar menyiarkan aspirasi warga

dorongan disampaikan lewat peraturan dewan pers

KPI telah terlihat gebrakannya agar enyiaran menyiarkan aspirasi masyarakat

tidak terikat upaya mendorong ke arah tersebut

belum terlihat di lampung tidak ada kasus yang naik ke pengadilan

UU ITE kutip kerap dipakai untuk kasus pers

tidak ada aturan yang di keluarkan kepada daerah agar para pejabatnya menghormati kemerdekaan pers
yang terjadi justru pembiaran ketika terjadi pelanggaran kebebasan pers yang dilakukan pejabat

masih ada aparat yang tidak menghormati kebebasan pers

tidak sama instansi pemerintah daerah menghormati kemerdekaan pers

meski tidak ada aturan daerah jurnalis tetap leluasa melakukan kegiatan jurnalistik
tidak aturan yang memidana jurnalis

jurnalis bebas meliput

tidak ada sensor

alasan rahasia negara keras dipaki pejabat

ada kampanye atau pemasangan poster agar jurnalis taat kode etik

masih ada yang tidak taat kode etik

pernah memediasi pejabat emda dengan mdia level harian

menegur media televisi yang melanggar aturan

cukup independen

tidak telihat upaya serius dari penegak hukum terutama polisi

polisi belum paham UU pers dan kerap pakai kutip

polisi belum paham uu ers dalam mengani kasus yang berkaitan dengan media masih gunakan tertutup

tidak ada regulasi


Nilai

10

60

80

75

80

90

70

70

50

50
40

50

80

40

30

90

70

60

60

60

50

60

80

60

60
40

40

80

70

70

70

30

30

50

60

70

70

30

30

50

70
60

70

60

40

30

50

60

70

60

50

50

50

50

30

70
80

70

80

40

70

60

80

70

60

50

30

0
7.Ardiansyah

Komentar

tidak ada maslah tidak ada tekanan untuk adanya memiliki rasa sungkan yang baik

baik tidak ada masalah

kendala pemahaman yang keberanekaragaman, pendidikan dan ditangani hanya dilapangan saja

bagus karena organisasi pers tidak terlibat intervensi

tidak ada lagi intervensi memberi kebebasan

dalam beberapa kasus ada yanf tidak senang

buruk, karena cenderung mereka tergantung dengan pemilik media

biasanya lebih kepentingan pemilik buruk

baik tidak begitu mengganggu tidak menghambat

masih ada tapi tidak begitu sering


sangat baik karena tugas cepat dan respon cepat

pemerintah sangat merespon

kontribusinya bagus

cenderung pasif dalam menanggapi keragaman berita

tidak afa, buruk

tidak ada pembeda, baik

masih kurang

cukup dalam sensor diri

tidak begitu sering

masih buruk sekali kurang terbuka terutama info mengenai pelaksanaan proyek

belum terjadi

cukup baik

cukup baik karena cukup banyak

cuku baik
kurang merespon, sedang

kurang, karena tidak memberikan kajian khusus

tidak ada masalah, baik

tergantung regulasi, frekuensi sedang

tidak ada masalah, baik

baik

cukup mempengaruhi, sedang

tidak ada

cukup mempengaruhi

tidak juga

cuku mempengaruhi, baik

cukup baik

masih kurang

cukup baik

sangat berengaruh

cukup ada

sangat beragam
cukup baik

sedang

cukup

cukup

cukup

cukup

kurang

kurang

cukup

cukup

cukup baik

cukup baik

cukup baik

cukup baik

cukup baik

cukup baik
baik

tidak ada

tidak ada

tidak ada

cukup baik

masih kurang

baik

baik

baik

sangat baik

cukup baik

baik

tidak ada
Nilai

80

70

50

75

90

55

55

50

80

70
90

80

80

69

55

80

68

70

68

50

60

70

70

70
69

55

80

69

80

80

68

68

68

60

75

70

68

70

80

68

80
70

69

69

69

69

69

55

55

68

68

70

70

70

70

70

70
60

70

55

80

80

80

90

70

80

0
8.AgungWibawa

Komentar

wartawan memiliki kebebasan memiliki asosiasi bidang profesi sesuai hati nurani

sejauh ini informan tidak mengetahui adanya serikat pekerja wartawan di lampung sepanjang informasi
yang didapatkan oleh informan dari wartawan bahwa serikat pekerja yang didirikan oleh wartawan
(manditi) kemungkinan besar tidak akan mendapatkan dukungan dari pihak manajemen terkecuali jika
serikat pekerja tersebut bentukan dari manajemen.

beberapa organisasi profesi wartawan yang diketahui informan sudah dapat beroperasi, bersikap dan
bebas dari ancaman. Organisasi profesi tersebut concern terhadap independensi dan tegas untk bebas dari
ancaman.

beberapa organisasi profesi mengadakan sosialisasi UU no.40 th 99 tentang pers dan dilakukan secara
berkala termasuk diskusi terkait kebebasam pers.

pencabutan lisensi usaha/pembredelan dll belum terjadi tetapi intervensi dan ancaman mengarah ke sana
diduga pernah ada. Tribun limbah tinta di ancam di paksa oleh walikota.

pernah terjadi pada teman wartawan informan yang dipindahkan tanpa alasan yang jelas setelah
memberitakan informasi yang mengkritisi pemerintah daerah dalam selang hari dipindahkan oleh
manajemen media. Intervensi sangat kuat dan kenceng.

informan meyakini bahwa inervensi pemilik media besar pengaruhnya terhadap independensi terlebih
jika pemilik media memiliki hubungan dan partai politik atau kepentingan.

tidak dapat terbebas sepenuhnya karena pemberitaan sangat berkaitan dengan kepentingan politik,
ekonomi dan kepentingan pemilik sehingga pemberitaan di sesuaikan dengan kepentingan khususnya
kepentingan ekonomi media bersangkutan

pernah beberapa kasus terjadi penganiayaan diantaranya oleh wartawan sekda (arinal), wartawan lampost
pernah dipukuk dan wartawan trans lampung pernah mengalami pemukulan oleh aparat keamanan
(polisi) saat meliput penggerebekan sebuah rumah empat menyimpan narkoba di natar karena di sangka
pelaku. padahal wartawan tersebut sudah memperlihatkan kartu identitas wartawan.

informan meyakini bahwa tekanan selalu ada dalam dimengintervensi isi pemberitaan walaupun informan
tidak/belum tahu hingga ada sampai kekerasan fisik. tekanan ini bisa berupa oknum tni pernah jd calo dan
menempelkan senjata wartawan televisi.
sejauh ini aarat penegak hukum baik dalam melindungi wartawan, walaupun informan sejauh ini tidak
mengetahui persis apakah ada wartawan/perusahaan pers pernah melaporkan ancaman kepada aparat
penegak hukum.

pemda selama ini memiliki respon baik terhadap jurnalisme warga beberapa kali informasi membaca dan
melihat pemda merikan respon positif dengan adanya jurnalisme warga

media massa khususnya yang menggunakan frekuensi (TU dan radio) sering melibatkan warga dalam
pelaksanaan siarannya dengan berbagai bentuk program siaran.

informasi menyatakan bahwa setidaknya pemda tidak pernah melakukan perlarangan secara khusus untuk
menyajikan pemberitaan dalam berbagai bidang atau pembatasan prgram siaran.
dalam konteks penyiaran, pemda selama ini tidak melarang keragaman. Dilampung terdapat pemda
penyiaran dan berisi salah satunya terkait dengan keragaman program siaran

sejauh ini informan tidak menemukan bahwa pemda melakukan prakti praktik diskriminasi

dalam hal akurasi mungkin bisa dikatakan baik namun dalam konteks berimbang belum tentu khusunya
tentang keberimbangan dalam kualitas substansi. Pasti ada kecenderungan terhadao kepentingan tertentu
dalam isi berita/opini atau kolom. Lagi-lagi ini ditentukan oleh redaksi keyakinan informan, bahwa
wartawan sudah melaksanakan tugas dengan baik namun akurasi dan keberimangan akan menjadi
pertimbangan penuh redaksi

informan meyakini redaksi pasti selalu melakukan sensor diri

intervensi dilakukan jika sudah dirasa berbeda kepentingan dengan pemilik perusahaan

pemda biasanya menyediakan penjemputan mobil dan akomodasi lainnya untuk jika akan melipat
pemberitaan yang pemda juga di untungkan dengan pemberitaan tersebut

informasi beberapa kali mendapatkan informasi bahwa KI mengadakan sidang sengketa informasi. Antar
pihak yang bersengketa sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan.

bebas mencari

wartawan asing bisa meliput biasanya terkait wisata juga pernah wartawan asing melakukan riset dan
fasilitasi.

lembaga penyiaran dan perusahaan pers sepengetahuan informan sering menyelenggarakan pelatihan atau
mengutus wartawan untuk ikut pelatihan

di utamakan
lebih sering inisiatif dari pihak media massa walaupun pernah kepala daerah meminta meliput daerah
tertentu (kawasan miskin) agar terangkat informasinya
kontek penyiaran, hanya sedikit TV yang memuat/menyiarkan berita yang dapat di cerna penyandang
disabilitas

fasilitas penyiaran berfrekuensi, mendirikan dan menjalankan perushaan pers/siber dilakukan transparan,
objektif, adil, dll. Tidak terhambat pada diskriminasi dalam hal apapun.

semua entitas dapat mendirikan dan menjalankan lembaga penyiaran

konteks penyiaran sesuai perundang-undangan

sesuai aturan

mengendalikan cuku mengendalikan

edisi khusus hut daerah dibiaya pemda

cukup berpengaruh

tv terkonsentrasi kepemilikan dari pengusaha nasional. Pengusaha dari daerah sangat minim. Radio
tersebar kepemilikannya di daerah, tidak terkonsentrasi. Media cetak tersebar konsentrasi kepemilikan

sangat mempengeruhi karena konsentrasi kepemilikan tv, radio dan media massa cukup baik

sepanjang tidak berbenturan dengan kepentingan pemilik perusahaan dan penguasa

sejauh sepengetahuan informan praktik amplop tidak diperbolehkan dan sebagian wartawan memiliki
integritas tsb

sepengetahuan informan tidak ada

kondisi ekonomi yang sulit seperti ini ketergantungan cukup kuat

jika berkaitan dengan kepentingan pemilik mustahil jikatidak di intervensi

keberagaman baik
ada kolom pakar, citizen formasi ada bagian dari perudahaan yang untuk keputusan publik

baik

mungkin masihada wartawan yang belum sepenuhnya mendapatkan hak tersebut karena kondisi ekonomi
perusahaan yang tidak memungkinkan

LPP bebas membuat berita objektif untuk keptentingan publiki

ada perda terkait penyiaran televisi di daerah yang mendorong hal tersebut

sudah sesuai aturan

baik memfasilitasi untuk menyiarkan aspirasi masyarakat

keberagaman program siaran yang melibatkan msyarakat

tidak ada
pemda hanya menerima wartawan resmi

surat edaran, bahwa pemda hanya menerima wartawan resmi (identitas lengkap)

masih proporsional dan tidak ada penghalang terhadap wartawan

pemda pernah mengeluarkan surat edaran agar wartawan dilengkapi dengan kartu identitas dll

sangat baik

ga tau

tidak ada intervensi

baik

belum ada

informan meyakini penyelesaian perkara mengedepankan UU pers

tidak ada regulasi di daerah


Nilai

90

50

85

60

55

50

50

60

60
80

70

75

70

70

70

70

55

60

75

75

75

70

75

80
60

50

80

80

80

80

50

60

70

80

75

70

80

50

50

80
70

80

80

80

70

80

70

70

75

75

80

70

70

70

70
100

80

70

80

70

90

70

80

80

80

80

0
9.HerdiMansyah

Komentar

secara umum sepenuh yang saya ketahui wartawan masih bebas untuk memilih bergabung dan atau
mengikuti organisasi wartawan, tidak dan lain terikat adanya intervensi dari pemerintah atau pelaku
bisnis namun

sejauh yang saya amati tidak ada tekanan tertulis atau resmi untuk menekan kebebasan wartawan untuk
berserikat atau tidak, namun tekanan sekaligus ataupun tidak tertulis sering saya dengar

sejauh ini hampir tidak terdengar ancaman secara langsung terhadap organisasi wartawan di lampung,
namun secara tidak langsung masih dirasakan terutama kasus tertentu.

kondisi belakangan ini organisasi profesi wartawan terlihat cukuo berkontribusi memajukan kebebasan
pers, naik organisasi pers yang berskala lokal maupun nasional. Namun demikian masih belum optimal.
Organisasi pers yang berkembang di lampung masih belum mampu untuk mendorong lahirnya kebijakan
yang jelas untuk tidak menghambat kebijakan pers

pembredelan dan pencabutan izin usaha terhadap organisasi profesi wartawan yang layak belum saya
dengar. Namun pemerintah dan atau parpol saya rasa masih nbanyak terjadi namun dgn izin langsung
atau terselubung

tidak ada yang secara langsung namun secara tidak langsung mungkin masih ada

secara tidak langsung tetapi dipengaruhi kepentingan politik

..

.
..

sejauh ini tidak ada larangan dari pemerintah media ..

..

..

peran pemerintah dalam konteks ini masih lemah apalagi jika dikaitkan dengan adanya aturan baru
tentang hal tersebut. Peran pemerintah dalam konteks ini lebih kepada

saat ini cenderung cukup baik karena juga ..

untuk

di media saya itu tidak pernah terjadi, tetapi mungkin masih banyak terjadi di media lain.

ada seperti informasi dari beberapa yang lain tapi masih belum optimal

ya tetapi masih sangat terbatas

..

yang di selenggearakan oleh lembaga non pemertintah cukup baik, baik untuk organisasi wartawan.
Universitas, LSM, sekolah. Namun yang diselenggarakan oleh pemerintah masih terbatas

..

tidak ada aturan yang jelas untuk hal tersebut .

sampai saat ini masih profesional tidak banyak biaya yang memberatkan

tidak ada tekanan secara langsung dari pemerintah terhadap kebijakan redaksi berkait dengan hibah
namun secara tidak langsung/terselubung tetap ada.

hanya sebagian media yang mengerti itu

tidak terlalu besar

..

tetap ada walaupun bobotnya berbeda antara satu media dengan media lain, tetapi kondisi saat ini
intervensi pemilik semaikin kecil karena redaksi pada umumnya wartawan yang ikut dalam organisasi
pers

.
..

belum begitu transparan

berorientasi kepada kepentingan publik

secara khusus tidak ada

sejauh ini cukup baik

sebatas informasi

..

masih ada soal tentang pemahaman UUD pers ..

menghormati ok tetapi menjalankan dan melindungi dengan konsekuen?

belum terlihat nyata

sejauh ini tidak terlalu banyak hambatan dalam menjalankan tugas. Untuk kasus tertentu ada hambatan
ada di beberapa wilayah tertentu

beberapa kasus sering terjadi larangan peliputan. Sangsi berlebihan tidak terlihat. Intimidasi dalam
berbagai bentuk sering terjadi
kolau peraturan tidak. Kalau pelaksanaan sensor masih sering terjadi

..

pemerintah mendorong agar wartawan menaati kode etik jarang terjadi jika pemerintah memberikan
tip/amplop masih sangat

sebagian wartawan yang sudah mendi anggota persatuan pers pada umumnya berupaya untuk mengikuti
atasan pers dan atau kode etik jurnalis

masih kurang optimal karena sering terlambat karifikasi dan dewan pers belum ada perwakilan di bandar
lampung

masih lemah, tidak ada dorongan yang berarti


Nilai

70

69

69

74

73

80

65

65

75

75
72

75

50

50

50

60

65

60

70

70

70

60

80

70

60
50

50

70

50

65

75

60

65

60

60

60

60

50

50

40

70

65
30

60

65

65

50

60

60

75

60

60

60

60

50

60

50

60
60

55

65

70

30

65

65

65

65

60

65

65

40
10.EddyRifai

Komentar

sangat baik wartawan bebas mau ikut pwi, aji, pwri, mau berorganisasi atau tidak

sangat baik

sangat baik

sangat baik

tidak ada

tidak ada

ada campur tangan pemilik media misalnya lampost milik surya paloh, tetapi tidak terlalu besar

sedang

pernah ada kejadian pada saat peliputan berita di natar ada wartawan yang meliput, namun wartawan
tersebut tidak membawa surat tugas, sehingga wartawan tersebut di tangkap tetapi sebenarnya itu salah
paham.

sama sekali tidak ada kekerasan


sangat baik

sedang didukung tidak tetapi di larang juga tidak

sedang

sedang

sedang

tidak ada diskriminasi sangat baik

tergantung pemberitaan karena masih ada beberapa berita yang tidak berimbang di daerah ini

sedang

sedang

sedang

sedang

sangat baik

sangat baik, tidak ada larangan sama sekali untuk meliput berita

sangat baik ada sekolah wartawan pwi yang kebetulan saya juga mengajar disitu

baik
sedang

sudah ada seperti TVRI lampung

baik

baik

baik

baik

sedang

sedang

sedang ada pengaruhnya namun secara tidak langsung misalnya kalau ada iklan tampilannya tidak keras

terpecah. Pecah ada lampung post milik surya paloh, tribun milik kompas. Banyak perusahaan sehingga
tidak terkonsentrasi kepada satu pemilik modal tertentu

sedang

baik

sedang

ada oenghargaan seperti cindas bumi tetapi masih minim dalam hal hadiahnya

sedang

sedang

sedang, cuku beragam tapi tidak banyak juga seperti lampost , kompas
sedang

sedang

sedang

baik

sedang

sedang

sedang

sedang

sedang

sedang

karena belakangan ini tidak ada perkara pers yang masih ke pengadilan

karena belum ada perkara yang masuk

sedang

sedang

sedang

sedang
tidak ada peraturan yang memberi ancaman

belum pernah dengar terdapat perda yang memberikan hukuman berlebihan terhadap wartawan

tidak ada

baik

sedang

ada wartawan yang patuh tetapi banyak juga yang melanggar contohnya ada salah satu kode etik yaitu
cek dan ricek, namun ada wartawan yang dari sebelah pihak aja.

baik

baik

baik

karena ada yang diproses dari ada yang tidak karena di lampung sini kekerasan terhadap wartawan jarang
terjadi contohnya adalah kasus di natar harus di proses hukum tetapi poldanya hanya meminta maaf
sudah jelas-jelas itu wartawan tetapi tetap di pukul.
baik ya selalu mengedepankan UU pers contoh kasusnya ada di kepolisian kota baru, awalnya mau
memakai UU ITE namun saya menolak dan lebih memilih menggunakan UU pers dan mereka
menyetujuinya karena kalau menggunakan UU pers wartawannya tidak di pidana, karena nantinya akan
di proses melalui dewan pers dulu

sedang

sedang
Nilai

100

100

100

100

100

100

65

65

65

100
100

65

65

65

65

100

65

65

65

65

65

100

100

100

80
65

65

80

80

80

80

65

65

65

65

65

80

65

65

65

65

65
65

65

65

80

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65

65
100

100

100

80

65

65

80

80

80

65

65

65
11.ArisSusanto

Komentar

organisasi IJTI merupakan wadah exklusiv pada juralis tv, namun beberapa jurnalis tv ada yang masuk
organisasi profesi jurnalis lain/umum. Dan pada perusahaan media di lampung. Jurnalisnya variasi ikut di
beberapa organisasi jurnalis PWI, AJI, IJTI

di lampung setahu saya belum ada serikat pekerja jurnalis baik dalam perusahaan atau diluar perusahaan

selama saya menjadi jurnalis belum ada ancaman berarti dan sebagai ketua IJTI pemda lampung belum
mendapat laporan soal ancaman aktif dalam arti berjalan normal

gaung kebebasan pers selalu digelar IJTI laampung rutin gelar kegiatan sosial yang melibatkan
masyarakat dan instansi. Upaya diatas adalah upaya memajukan kebebasan pers agar masyarakat terbuka
pers di lindungi UU dalam bertugas

di lampung, stahu saya belum ada soal pertanyaan diatas

nihil

soal independensi redaksi ada beberapa media lokal yang terlibat campur tangan pemilik, karena media
itu milik orang politik. Kondisi lain soal kepentingan iklan namun tidak seluruhnya

untuk media lokal informasinya masih ada kepepihakan dalam pembuatan berita, tapi itu kepentingan
iklan untuk yang lain berjalan baik sesuai

nihil

catatan IJTI lampung tidak ada sifat tekanan terjadi biasa selesai dengan sendirinya
sejauh ini belum tercatat aparat hukum melindungi jurnalis yang masuk ranah hukum. Hal itu
permasalahan biasa selesai jurnalis-nara sumber berkonflik selesai/finish level pribadi organisasi

pemerintah mengakui media yang muncul termasuk medsos. Bahkan pemerintah umum publikasikan
kerja je medsos untuk dapat simpati nitizen

tidak berpengaruh ke profesi jurnalis

baik sejumla media lokal kerap beritakan informasi daerah bahkan berita yang berlatar belakng iklan

belum tau

sejauh ini berjalan normal-baik

pengemasan informasi via berita koran, online, tv sesuai kode etik UU pers berkepentingan informasi
publik

baik

baik. Kecuali berita berlatar belakng iklan (komersial)

seluruhnya di beri sarana pemerintah berikan ruangan untuk keja jurnalis

lembaga KI belum terlibat langsung kepada keja jurnalis, organisasi jurnalis

baik

baik

melalui organisasi profesi tingkat pelatihan peningkatan SDM jurnalis baik. Tapi sifatnya independen dari
organisasi

baik
baik permasalahn justru terjadi pada perusahaan media yang kurang respon dengan hasil liputan di
maksud. Mungkin keterbatasan durasi.

di lampung belum ada dukungan untuk pemirsa disabilitas

di lampung saat ini menjamur perusahaan media, khususnya media online dan koran. Dalam arti proses
mendirikan perusahaan media mudah. Dan termasuk disebut milik tokoh politik di lampung

sama jawaban pada no 1 hal 17 versi media elektronik

soal pajak saya rasa internal perusahaan dan menurut catatan saya belum ada publikasi setir pendapatan
pajak media-pemerintah

media lokal beroprasi dari salah satunya pendapatan iklan baik sumber swasta/pemerintah. Dalam hal ini,
pemerintah ada berpengaruh ke redaksi soal isi berita melalui pejabatnya

bila ada akan berpengaruh terhadap redaksi

sejumlah berita berkaitan perusahaan swasta masuk ke berita/publikasi kendati pada hari biasa sering
terlihat iklannya

nihil

berjalan baik

berjalan baik sesuai aturan

komentar saya di khususkan untuk jurnalis tv, sesuai catatan saya

belum ada dalam catatan saya

selama ini berjalan baik, media di lampung yang sudah berdiri laku masih eksis sampai sekarang ini
barometernya

berjalan baik

konten isi media bervariasi


berjalan baik

level pemilik perusahaan pers di lampung pada umumnya tidak terdeteksi oleh ppublik

masih banyak media soal masih tidak patuh aturan kepada wartawan

KPID memberikan kontrol dan berperan aktif pada pemberitaan hasil prodak jurnalis

kurang baik alias terkesan kurang suport. Lembaga penyiaran terkesan ada dan tiada oleh pemerintah
lampung. Contoh : jangankan soal publik, sarana prasarana lembaga terbatas
berjalan baik. Sejumlah tahapan di gelar oleh KPID pada soal perijinan perusahaan radio-tv salah satunya
teguran pada perusahaan yang telat/jatuh masa izin, gelar EDP

belum dilakukan/kominfo provinsi sebagai kepanjangan kominfo pusat

DP yang berkependudukan di pusat/jakarta. Faktor lokasi mungkin menjadi kendalanya/

KPID baik/sosialisasi ke wartawan tv soal batas menyampaikan aspirasi masyarakat. Keaktifan lokal.
(good news is good news)

KI belum terlihat support ke pers. Oleh pemerintah terkesan terkucilkan

belum ada/mudah mudahan tidak ada/pernah mengadili pekerja pers (belum ada semple)

jawaban sama pada no.1 c1

belum ada/sosialisasi progres pemerintah-lembaga hukum di lampung dilaksanakan

soal mematuhi berjalan baik kendala biasa hanya terjadi saat oknum pejabat tersandung masalah hindari
pers

berjalan baik

tanggung jawab resiko biasa ditanggung oleh pers. Pemerintah lembaga hukum tidak terang soal jamin
kerja pers
interuksi/kebijakan resmi belum terdengar. Soal sengketa berita. Biasanya vertikal kepada oknum
bersangkutan (bukan kebijakan)
kebebasan pers dilampung berjalan baik (ruang lingkup pemerintah daerah, tingka
kabupaten/kota/provinsi/dprd/kantor polisi/tni)
tidak ada sensor dari pemerintah seluruhnya berjalan baik mengalir

berjalan baik

peran pemerintah kepada pers berjalan baik soal support peningkatan SDM, kode etik, wawasan support
pemerintah biasa melalui lembaga pers berorganisasi

baik

belum ada semple

baik nyaman kerja di rasakan pers tv (kpid)

belum/sama sekali belum ada

aparat hukum masih terapkan pasal KUHP saat tangani masalah hukum wartawan yang tersandung.
Bukan merujuk ke UU pers (baik pada wartawan status korban/pelaku)

jawaban sama pada pertanyaan no.16

kasus wartwan di lampung biasanya selesai sebelum masuk ke tingkat pengadilan

di lampung belum ada fasilitas khusus untuk pemirsa/pembaca penyandang disabilitas


Nilai

100

100

100

100

100

100

75

75

100

75
75

100

100

75

100

100

100

75

100

100

100

100

100
100

100

100

50

50

100

100

100

100

100

100

100

100
100

50

100

100

100

100

0
100

100

100

100

100

100

100

50

50

100

0
12.OyosSarosoHN

Komentar

masih sering terjadi ancaman terkait berita dari pemda. Ancaman biasanya berupa pergantian langganan
media/pemutusan kontrak iklan.

masih ada upaya aparat untuk mempengaruhi pemberitaan


media komunitas berkembang baik di lampung
hanya tempat pada media cetak arus utama
masih banyak maslah di media
penjelasan jawaban dalam FGD
Nilai

80

80

75

80

50

75

75

65

50

65
60

85

80

60

60

75

70

70

65

50

60

55

75

75

70
55

50

75

30

70

60

50

40

50

75

75

70

40

30

40

70

75
50

60

60

60

50

50

60

50

50

50

60

60

50

60

60

60
60

75

75

75

70

50

65

60

60

60

60

60

60
13.AdolfAyatullah

Komentar

wartawan dilampung dalam wawasan saya bebas memilih organisasi wartawan yang dipilihnya

serikat pekerja wartawan belum begitu sering terdengar eksistensinya di lampung

rasanya saya belum mendengar organisasi pers diancam/diintimidasi

upaya sudah ada tapi seharusnya bisa lebih optimal lagi

belum ada kasus pembredelan dalam beberapa tahun terakhir

politikus yang memiliki koneksitas dengan perusahaan media tentu melakukan intervensi tetapi rasanya
tidak terdengar kasus penekanan yang terlalu serius bagi kebebasan pers secara umum di lampung

cukup tinggi terutama yang berkaitan dengan keentingan pemilik medianya

relatif cukup independen tetapi tentu saja kekuatan politik/ekonomi/kepentingan owner dapat
mengintevensi

baru-baru ini terjadi intimidasi dan/atau upaya menghalang-halangi kerja jurnalistik

walau pernah terjadi, tetapi secara umum profesi wartawan yang terhormat masih cukup dihormati di
lampung
penegak hukum rasanya cukup sigap dan proaktif dalam menangani delik pers yang terjadi

pemda telah melakukan berbagai kerjasama dengan pelaku citizen jurnalism dalam rangka sosialisasi
programnya

dalam konteks kemerdekaan pers. Jurnalistik warga jadi garda terdepan memviralkan informasi

harus diakui pemerintah secara intensional menginginkan pemberitaan yang bagus untuk pencitraan
mereka

pemerintah rasanya tidak pernah menghambat keragaman kepemilikan media

pemerintah rasanya tidak pernah menggunakan paramaeter diskriminatif kepada wartwawan

cukup banyak penulis/ wartawan berkualitas di lampung yang cukup aktif menulis terkait informasi yang
kritis

beberapa kali terjadi komplain, somasi, laporan hukum tetapi masih dalam atmosfer yang cukup kondusif

pemilik yang punya kepentingan (politik/ekonomi) tentu mengatur dan mengintervensi mediannya

fasilitas mess room/ konser/ liputan cukup lazim dilakukan

KI kurang aktif

jika dilakukan dengan cara yang patut biasanya liputan dapat dilakukan

kebanyakan wartawan LN yang datang biasanya disambut dan diperlakukan cukup baik

jika dilakukan dengan baik tidak akan ada pelanggaran

sudah baik
sudah cukuo baik

perlu ditingkatkan pembinaan dari semua pihak

baik tidak ada hambatan

sudah baik bebas tanpa tekanan dan intervensi dari pihak manapun

sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku

sesuai dengan UU dan peraturan yang berlaku

iklan sesuai dengan kesepakatan antara pemerintah dengan media

sesuai regulasi yang berlaku

tidak terjadi

tidak terjadi masih berjalan dengan baik

masih berjalan dengan normal

tetap mengutamakan kepentingan pubik

masih ada terjadi sesuai sikon

batas yang wajar

sifatnya tentatif

sesuai kepentingan publik

sangat beragam
sangat baik

transparansi dengan baik

sudah cukup baik

cukup baik

baik

sesuai peraturan

sudah cukup baik dan rutin

sesuai dengan fakta

cukup baik

baik

baik

cukup baik tidak terjadi pembatasan

baik sesuai tupoksinya

sudah cukup baik

masih perlu ditingkatkan

cukup baik
sesuai dengan UU pers

regulasinya masih baik

tidak terjadi

tetap berlalu secara proporsional

cukup baik

sudah cukup baik namun perlu ditingkatkan

cukup baik

cukup baik

cukup independen

cukup adil namun perlu ditingkatkan

cukup baik

berjalan sesuai fakta

cukup baik
Nilai

70

56

90

60

90

60

56

56

56

60
70

70

70

56

70

69

69

56

56

70

56

70

70

70

80
70

70

80

70

70

70

70

70

70

70

70

80

70

80

70

60

70
70

80

70

80

70

60

80

80

70

70

70

80

70

70

60

80
80

70

70

70

60

80

80

60

69

70

70

60

70