Anda di halaman 1dari 2

ALERGI MAKANAN

No dokumen
No revisi :
SOP Tanggalterbit:
Halaman :
UPT MARIA R WAIN
PUSKESMAS 19840506 200604 2
BUKAPITING 008

1. Pengertian Prosedur ini memuat langkah-langkah diagnosis alergi makanan dan


penatalaksanaannya. Alergi makanan adalah suatu respons normal
terhadap makanan yang dicetuskan oleh suatu reaksi yang spesifik
didalam suatu sistem imun dan diekspresikan dalam berbagai gejala
yang muncul dalam hitungan menit setelah makanan masuk; namun
gejala dapat muncul hingga beberapa jam kemudian
2. Tujuan Sebagai acuan bagi petugas di dalam penatalaksaan kasus alergi
makanan
3. Kebijakan
4. Referensi 1. Permenkes nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat
2. Permenkes nomor 55 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan
Pekerjaan Perekam Medis
3. Permenkes nomor 269 Tahun 2008 tentang Rekam Medis
5. Langkah Rencana Penatalaksanaan Komprehensif (Plan)
Penatalaksanaan
langkah
1. Hygiene diri harus terjaga, dan pemakaian handuk/pakaian
secara bersamaan harus dihindari.
2. Untuk lesi terbatas, diberikan pengobatan topikal, yaitu
dengan:
3. Antifungal topikal seperti krim klotrimazol, mikonazol, atau
terbinafin, yang diberikan hingga lesi hilang dan dilanjutkan 1-
2 minggu kemudian untuk mencegah rekurensi.
4. Untuk penyakit yang tersebar luas atau resisten terhadap terapi
topikal, dilakukan pengobatan sistemik dengan:
Griseofulvin dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 g untuk
orang dewasa dan 0,25 0,5 g untuk anak-anak sehari
atau 10-25 mg/kgBB/hari, terbagi dalam 2 dosis.
Golongan azol, seperti:
Ketokonazol: 200 mg/hari,
Itrakonazol: 100 mg/hari, atau
Terbinafin: 250 mg/hari
Pengobatan diberikan selama 10-14 hari pada pagi hari
setelah makan.

Konseling dan Edukasi


Edukasi mengenai penyebab dan cara penularan penyakit. Edukasi
pasien dan keluarga juga untuk menjaga hygienetubuh, namun
penyakit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya.

Kriteria rujukan
Pasien dirujuk apabila:
1. Penyakit tidak sembuh dalam 10-14 hari setelah terapi.
2. Terdapat imunodefisiensi.
1. Terdapat penyakit penyerta yang menggunakan multifarmaka.
6. Unit terkait Pelayanan umum
7. Dokumen Buku Registrasi, Rekam Medik Pasien
terkait