Anda di halaman 1dari 21

1.

Apa yang dimaksud dengan audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit
laporan keuangan?
Jawaban:
Audit manajemen adalah evaluasi yang dilakukan terhadap efisiensi dan efektivitas
operasi suatu perusahaan. Manajemen meliputi seluruh operasi internal perusahaan
yang harus dipertanggung jawabkan kepada berbagai pihak yang memiliki wewenang
yang lebih tinggi. Perbedaan antara audit manajemen dan audit laporan keuangan
terletak pada tujuan dilakukannya audit, pelaksana audit dan penerima laporan audit.
Audit manajemen dilakukan untuk menilai efisiensi dan efektivitas penggunaan
sumber daya sedangkan audit laporan keuangan dilakukan untuk menentukan apakah
laporan keuangan auditee telah disusun sesuai dengan prinsip- prinsip akuntansi yang
diterima umum. Audit manajemen bisa dilakukan oleh auditor eksternal maupun
auditor internal sedangkan audit laporan keuangan hanya boleh dilakukan oleh auditor
eksternal. Pihak yang menerima laporan audit manajemen adalah manajemen dari
entitas yang bersangkutan sedangkan pada audit laporan keuangan laporan diterima
oleh pihak ketiga (investor dan kreditor)
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:4)

2. Apa yang mendorong dilakukannya audit manajemen?


Jawaban:
Salah satu faktor yang mendorong dilakukannya audit manajemen adalah penurunan
kinerja perusahaan yang tercermin dari penurunan pencapaian laba perusahaan,
tingginya keluhan pelanggan, perputaran karyawan yang tinggi, dan sebagainya.
Penurunan kinerja perusahaan merupakan indikasi bahwa pengelolaan perusahaan
masih perlu diperbaiki. Untuk memperbaiki kelemahan atau kekurangan tersebut
maka perlu diadakan audit manajemen.
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:13)

3. Apa tujuan dari audit manajemen dan apa perbedaannya dengan audit keuangan?
Jawaban:
Tujuan dari audit manajemen adalah untuk mengidentifikasi kegiatan, program dan
aktivtias yang masih memerlukan perbaikan, sehingga dengan rekomendasi yang
diberikan nantinya dapat dicapai perbaikan atas pengelolaan berbagai program dan
aktivitas pada perusahaan tersebut. Sedangkan audit keuangan bertujuan untuk
menentukan apakah laporan keuangan auditee telah disusun sesuai dengan prinsip
prinsip akuntansi yang diterima secara umum.
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:4-5)

4. Siapa saja pihak yang berkepentingan terhadap audit, fungsi apa saja yang timbul dari
hubungan pihak- pihak tersebut?
Jawaban:
Ada tiga pihak yang berkepentingan terhadap audit yaitu auditor sebagai pihak
pertama, entitas yang diaudit (auditee) sebagai pihak kedua, dan entitas yang
memerlukan pertanggungjawaban (pemegang saham) sebagai pihak ketiga. Hubungan
antara pihak pertama dengan pihak kedua memunculkan fungsi audit. Pihak kedua
dalam hal ini entitas menggunakan jasa dari auditor untuk melakukan audit.
Hubungan antara pihak kedua dengan pihak ketiga memunculkan fungsi
pertanggungjawaban. Auditee sebagai pihak kedua perlu mempertanggungjawabkan
kinerja mereka kepada pihak ketiga selaku pemegang saham dengan cara
menggunakan jasa auditor untuk menilai kewajaran laporan keuangan yang disajikan.
Hubungan antara pihak pertama dan pihak ketiga memunculkan fungsi pengesahan.
Auditor sebagai pihak pertama melakukan audit terhadap pertanggungjawaban pihak
kedua kepada pihak ketiga dan memberikan pengesahan hasil auditnya untuk
kepentingan pihak ketiga.
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:2)

5. Siapa sebaiknya yang melaksanakan audit manajemen? Sebut dan berikan alasannya.
Jawaban:
Audit manajemen dapat dilakukan oleh auditor eksternal maupun auditor internal.
Dalam menentukan apakah auditor eksternal atau auditor internal yang akan
digunakan dalam audit manajemen, perusahaan dapat mempertimbangkan dari segi
objektivitas dan biaya. Jika perusahaan lebih mementingkan objektivitas dan
independensi auditor dalam melakukan audit, perusahaan sebaiknya menggunakan
auditor eksternal. Ini dikarenakan auditor eksternal biasanya tidak memiliki
kepentingan lain selain tugas mengaudit perusahaan tersebut. Akan tetapi, jika
pertimbangan lebih ditekankan pada biaya audit dan jangka waktu pengauditan,
perusahaan cenderung akan menggunakan auditor internal. Ini dikarenakan auditor
telah memiliki pemahaman yang memadi terhadap sistem pengendalian manajemen
perusahaan.
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:9-10)

6. Sebutkan dan jelaskan elemen dari sasaran audit!


Jawaban:
Ada 3 elemen pokok dalam sasaran audit yaitu :
a. Kriteria (criteria)
Kriteria merupakan standar yang harus dipatuhi oleh setiap bagian dalam
perusahaan. Standar bisa berupa kebijakan yang telah ditetapkan manajemen,
kebijakan perusahaan sejenis atau kebijakan industri, dan peraturan pemerintah.
b. Penyebab (cause)
Penyebab adalah tindakan atau aktivitas yang dilakukan oleh setiap individu atau
kelompok didalam perusahaan. Penyebab dapat dibersifat positif yaitu dimana
program atau aktivitas dalam perusahaan berjalan dengan tingkat efisiensi dan
efektivitas yang lebih tinggi dari standar. Ataupun sebaliknya bersifat negatif,
dimana program atau aktivitas berjalan dengan tingkat efisiensi dan efektivitas
yang lebih rendah dari standar yang telah ditetapkan.
c. Akibat (effect)
Akibat merupakan perbandingan antara penyebab dengan kriteria yang
berhubungan dengan penyebab tersebut. Akibat negatif menunjukkan program
atau aktivitas berjalan dengan tingkat pencapaian yang lebih rendah dari kriteria
yang diharapkan. Sementara akibat positif menunjukkan bahwa program atau
aktivitas telah terselenggara dengan baik dengan tingkat pencapaian yang lebih
tinggi dari kriteria yang diharapkan
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:5) dan buku Auditing Edisi 4 (Sukrisno Agoes, 2014:177)
7. Sebagai seorang auditor, apakah Anda menerima permintaan audit manajemen
terhadap suatu perusahaan jika Anda tahu bahwa perusahaan tersebut tidak memiliki
kriteria yang terdokumentasi?
Jawaban:
Sebagai seorang auditor, jika saya menerima permintaan audit manajemen terhadap
suatu perusahaan yang saya tidak memiliki kriteria yang terdokumentasi maka pada
tahap audit pendahuluan, auditor harus mengembangkan kriteria awal yang dapat
digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan audit. Tentunya kriteria yang
dikembangkan ini harus dipahami dan disepakati oleh pihak auditee. Dalam
pengembangan kriteria awal ini, auditor dapat mengacu pada beberapa sumber seperti
undang undang yang berlaku, norma atau standar yang telah berlauku secara umum,
kriteria yang digunakan pada objek audit sejenis, dan pengalaman auditor dalam
tugas- tugas audit sebelumnya pada objek audit sejenis. Setelah itu dilihat apakah
perusahaan memiliki kriteria yang dapat menilai objek audit. Jika ada, maka audit
dapat diterima.
Jawaban dikutip dari buku Audit manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:30-31)

8. Sebut dan jelaskan pendekatan apa saja yang digunakan dalam audit manajemen!
Jawaban:
a. Pendekatan fungsi manajerial
Dalam pendekatan fungsi manajerial, audit manajemen dilakukan terhadap
perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian. Pada tahap
pengendalian, komitmen manajemen dalam mengaktualisasikan
profesionalismenya diuji. Pada tahap pengorganisasian, lebih ditekankan apakah
sumber daya telah teralokasi dengan tepat, sehingga setiap sumber daya yang
dimiliki perusahaan dimanfaatkan secara optimal. Pada tahap pengarahan, yang
ditekankan adalah apakah setiap individu atau kelompok telah menjalankan tugas
wewenang dan tanggung jawabnya dengan baik sesuai dengan tugas pokok dan
fungsi yang melekat padanya. Pada tahap pengendalian, yang ditekankan adalah
pada penilaian terhadap efektivitas sistem pengendalian dalam memandu proses
operasional agar mampu berjalan secara ekonomis, efisien, dan efektif dalam
pencapaian tujuannya.
b. Pendekatan fungsi bisnis
Audit manajemen pada berbagai fungsi bisnis perusahaan tergantung pada fungsi-
fungsi bisnis yang secara terorganisasi dikelola perusahaan. Contoh fungsi bisnis
perusahaan adalah fungsi pemasaran, fungsi SDM, fungsi system informasi,
fungsi system kepastian kualitas, fungsi lingkungan, fungsi perpajakan, dll.

Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2


(Bhayangkara, 2016:18-24)

9. Apa yang dimaksud dengan ekonomisasi, efisiensi, efektivitas?


Jawaban:
Ekonomisasi merupakan ukuran kemampuan suatu perusahaan dalam memperoleh
sumber daya yang akan digunakan dalam kegiatan operasi melalui pengorbanan yang
seminimal mungkin.
Efisiensi merupakan ukuran optimalisasi penggunaan sumber daya yang dimiliki
perusahaan dalam melakukan operasi (menghasilkan output).
Efektivitas merupakan tingkat keberhasilan suatu perusahaan dalam mencapai
tujuannya.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:14-17)

10. Jelaskan, bagaimana perusahaan mencapai ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas


dalam operasinya.
Jawaban:
Melalui perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian proses
pengelolaan sumber daya secara optimal. Dalam hal ini, pihak manajemen harus
mampu mengarahkan dan memotivasi seluruh departemen, kelompok dan individu
dalam sebuah kerja sama tim yang kuat dalam mecapai tujuan masing-masing yang
akan mendukung tujuan perusahaan secara keseluruhan. Manajemen harus mampu
menyambungkan nilai-nilai yang terdapat pada setiap bagian, kelompok, dan individu
dalam perusahaan menjadi suatu rangkaian rantai yang saling terkait dengan prinsip
hubungan pemasok-pelanggan, dimana setiap pemasok harus memuaskan
pelanggannya. Misalnya departemen pembelian merupakan pemasok departemen
produksi dimana departemen pembelian harus menyediakan jumlah bahan baku yang
sesuai dengan standar kualitas dan tepat waktu bagi departemen produksi. Dalam
pengadaan bahan baku, departemen harus berusaha dengan pengorbanan seminimal
mungkin dimana di sinilah tercapai ekonomisasi. Departemen produksi dalam
melakukan produksi harus menyediakan output yang sesuai dengan standar kualitas
dalam jumlah dan waktu yang tepat dengan efisiensi pemakaian sumber daya.
Demikian seterusnya, departemen-departemen ini saling mendukung dalam
pencapaian tujuan perusahaan dan pada kondisi inilah ekonomisasi, efisiensi dan
efektivitas perusahaan tercapat dalam rangkaian nilai yang tidak terputus.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:17-18)

11. Bagaimana audit manajemen dapat membantu perusahaan meningkatkan


ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas pencapaian tujuannya?
Jawaban:
Dalam pelaksanaan audit manajemen, auditor mengkaji kriteria, kondisi, sebab dan
akibat dari objek audit. Tujuan akhirnya adalah memberikan rekomendasi yang sesuai
atas kegiatan yang memerlukan perbaikan. Dalam hal peningkatan ekonomisasi,
efisiensi dan efektivitas pencapaian tujuan perusahaan, auditor menentukan objek
audit yang memerlukan perbaikan. Kemudian mengkaji kriteria-kriteria ekonomis,
efisien, dan efektif dari objek audit tersebut. Setelah itu mengkaji kondisi yang terjadi
pada objek audit dan akibat yang dihasilkan terhadap pencapaian tujuan perusahaan.
Lalu auditor mengkaji dan mengumpulkan bukti yang menjadi sebab dari kondisi
tersebut. Setelah terkumpulkan bukti yang cukup dan relevan, maka auditor akan
menyusun rekomendasi untuk meningkatkan ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas
objek audit dalam pencapaian tujuannya.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:11-18,24-40)

12. Sebut dan jelaskan langkah-langkah dalam audit manajemen!


Jawaban:
a. Audit pendahuluan
Dalam audit pendahuluan, yang ditekankan adalah pemerolehan informasi latar
belakang objek audit. Informasi latar belakang ini mencakup berbagai peraturan,
ketentuan, dan kebijakan berkaitan dengan aktivitas yang diaudit, serta hal-hal
yang berpotensial mengandung kelemahan pada perusahaan yang diaudit.
Kemudian auditor menentukan tujuan audit sementara berdasarkan informasi latar
belakang yang diperoleh ini. Kesimpulan audit pendahuluan ini akan menjadi
dasar dalam menentukan langkah selanjutnya dalam tahapan audit selanjutnya.
b. Review terhadap pengendalian manajemen
Dalam tahap ini, auditor melakukan pengujian terhadap pengendalian manajemen
objek audit untuk menilai efektivitas pengendalian manajemen dalam mendukung
pencapaian tujuan perusahaan. Dari pengujian ini, auditor dapat mengetahui
potensi-potensi kelemahan dari berbagai aktivitas yang jika dihubungkan dengan
tujuan audit sementara akan mendukung tujuan audit sementara tersebut menjadi
tujuan audit sesungguhnya. Atau mungkin tujuan audit sementara tidak dapat
dilanjutkan menjadi tujuan audit sesungguhnya karena bukti yang tidak cukup
mendukung tujuan tersebut.
c. Audit lanjutan
Pada tahap ini auditor mengumpulkan bukti yang cukup dan kompeten untuk
mendukung tujuan audit yang telah ditentukan. Bukti-bukti tersebut meliputi
kelompok bukti kriteria, bukti penyebab, dan bukti akibat. Selain itu juga
dilakukan pengembangan temuan untuk mencari kerterkaitan antara satu temuan
dengan temuan lain dalam menguji permasalahan yang berkaitan dengan tujuan
audit. Semua yang diperoleh pada tahap audit lanjutan ini dituangkan dalam
kertas kerja audit yang akan mendukung kesimpulan audit dan rekomendasi.
d. Pelaporan
Pelaporan ditujukan untuk mengkomunikasikan hasil audit termasuk rekomendasi
yang diberikan kepada pihak yang berkepentingan. Hal ini penting untuk
meyakinkan pihak manajemen (objek audit) tentang keabsahan hasil audit dan
mendorong pihak uang berwenang unutk melakukan perbaikan terhadap berbagai
kelemahan yang ditemukan.
e. Tindak lanjut
Tindak lanjut bertujuan untuk mendorong pihak yang berwenang untuk
melaksanakan tindak lanjut (perbaikan) sesuai dengan rekomendasi yang
diberikan. Auditor tidak memiliki wewenang untuk mengharuskan manajemen
melaksanakan tindak lanjut sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:11-13)
13. Apa fungsi kriteria audit bagi auditor, jika perusahaan yang diperiksa tidak memiliki
kriteria yang terdokumentasi apakah auditor tetap melanjutkan auditnya?
Jawaban:
Kriteria digunakan untuk menilai pelaksanaan dan pengendalian berbagai aktivitas
yang dilakukan dalam perusahaan. Jika perusahaan yang diperiksa tidak memiliki
kriteria yang terdokumentasi, maka pada tahap audit pendahuluan, auditor harus
mengembangkan kriteria awal yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pelaksanaan
audit. Tentunya kriteria yang dikembangkan ini harus dipahami dan disepakati oleh
pihak auditee. Dalam pengembangan kriteria awal, auditor dapat mengacu pada
beberapa sumber, yakni undang-undang yang berlaku, norma/ standar yang sudah
mendapat pengakuan secara umum, kriteria yang digunakan pada objek audit sejenis,
dan pengalaman auditor dalam tugas-tugas audit sebelumnya pada objek audit sejenis.
Setelah itu dilihat apakah perusahaan memiliki kriteria yang dapat menilai objek
audit. Jika ada, maka audit dapat dilanjutkan dan sebaliknya.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:30-31)

14. Sebut dan jelaskan apa saja ruang lingkup dari audit manajemen!
Jawaban:
a. Audit pemasaran
Bertujuan untuk menilai bagaimana setiap program/aktivitas pemasaran yang
dilakukan mencapai tujuannya melalui pengelolaan sumber daya yang ekonomis
dan efisien. Ruang lingkup audit pemasaran meliputi lingkungan pemasaran,
strategi pemasaran, organisasi pemasaran, produktivitas pemasaran, dan fungsi
pemasaran.
b. Audit produksi dan operasi
Bertujuan untuk melakukan pengujian terhadap ketaatan perusahaan dalam
menerapkan berbagai aturan dan kebijakan yang telah ditetapkan dalam operasi
perusahaan serta menilai ekonomisasi dan efisiensi pengelolaan sumber daya dan
efektivitas pencapaian tujuan perusahaan. Ruang lingkup audit ini meliputi
perencanaan produksi, pengendalian kualitas (quality control), produktivitas dan
efisiensi, metode dan standar kerja, pemeliharaan peralatan, organisasi
manajemen produksi dan operasi, dan plant & layout.
c. Audit sumber daya manusia
Bertujuan untuk menilai apakah kebutuhan SDM perusahaan tersebut telah
terpenuhi dengan cara yang hemat, efisien dan efektif. Ruang lingkup ini
mencakup perencanaan tenaga kerja, penerimaan karyawan, seleksi, orientasi dan
penempatan, pelatihan dan pengembangan, penilaian kerja, pengembangan karier,
system imbalan dan kompensasi, perlindungan karyawan, hubungan karyawan,
dan pemutusan hubungan kerja.
d. Audit sistem informasi
Bertujuan untuk menilai keandalan system informasi yang dimiliki perusahaan
untuk menghasilkan berbagai informasi yang diperlukan secara akurat dan tepat
waktu. Ruang lingkup audit ini meliputi dukungan satuan pengolah dara,
perencanaan pengolahan data, organisasi pengolahan data, dan pengendalian
pengolahan data.
e. Audit sistem kepastian kualitas
Bertujuan untuk menilai apakah sistem kepastian kualitas yang diterapkan
perusahaan telah mampu memandu proses operasi perusahaan untuk dapat
mencapai kualitas produk sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
f. Audit lingkungan
Bertujuan untuk menilai sejauh mana tanggung jawab perusahaan terhadap
lingkungan. Tujuan audit pada fungsi ini mencakup tanggung jawab terhadap
lingkungan internal (keselamatan dan kesehatan kerja) dan lingkungan eksternal
(pencemaran limbah).
g. Audit perpajakan
Bertujuan untuk membantu perusahaan dalam mengelola kewajiban
perpajakannya dengan efektif dan efisien, sehingga perusahaan dapat
meminimalkan kewajiban perpajakan tanpa melanggar aturan dan ketentuan
perpajakan yang berlaku.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:20-24)

15. Sebutkan dan jelaskan langkah-langkah dalam audit manajemen!


Jawaban:
Langkah-langkah dalam audit manajemen, yakni:
a. Audit Pendahuluan
Dalam langkah ini, auditor mengumpulkan semua segala informasi latar belakang
yang terkait dengan perusahaan auditee baik itu peraturan, kebijakan maupun
analisis dari sektor industri yang sama. Kemudian auditor juga perlu mengetahui
critical point dari perusahaan auditee untuk tujuan menentukan tujuan audit
sementara (tentative audit objective).
b. Review dan pengujian pengendalian manajemen
Pada langkah ini, auditor melakukan review dan pengujian terhadap pengendalian
manajemen untuk mengetahui seberapa bagus tingkat pengendalian manajemen
untuk meminimalisir kelemahan-kelemahan yang ada. Dari sinilah, kemudian
auditor akan menetapkan tujuan audit yang sesungguhnya (definitive audit
objective).
c. Audit terinci
Di langkah ini, auditor akan mengumpulkan bukti yang akan mendukung tujuan
audit yang telah ditentukan, kemudian auditor juga akan melakukan analisis
keterkaitan antara satu temuan dengan temuan yang lainnya. Semua hasil temuan
dan analisis dari auditor dituangkan dalam kertas kerja audit.
d. Pelaporan
Dalam langkah ini, auditor akan menyimpulkan dan memberikan hasil audit
kepada auditee serta rekomendasi untuk perbaikan-perbaikan yang perlu
dilakukan auditee.
e. Tindak lanjut
Dalam tahap ini, rekomendasi yang diberikan oleh auditor harus ditindaklanjuti
oleh auditee. Rekomendasi tersebut haruslah berdasarkan diskusi dari pihak-pihak
yang berkepentingan. Akan tetapi, auditee tidak harus untuk
mengimplementasikan rekomendasi dari auditor.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:11-13)

16. Dalam melaksanakan tugas pemeriksaan manajemen sebagai auditor, apakah saudara
akan memandang karyawan/ pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai
orang yang harus dicurigai ataukah menjalin kemitraan dengannya dalam proses
pemeriksaan? Jelaskan alasan saudara.
Jawaban:
Dalam pelaksanaan pemeriksaan manajemen, auditor tidak boleh memandang
karyawan atau pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan sebagai mitra dalam
proses pemeriksaan. Ini disebabkan auditor haruslah bersifat independen karena itu
merupakan salah satu syarat sebagai auditor yaitu independent in appearance,
independent in skill dan independent in fact. Oleh sebab itu, auditor harus menaruh
kecurigaan pada semua karyawan dan pejabat yang terkait dengan objek pemeriksaan.

17. Sebut dan jelaskan elemen dari sasaran pemeriksaan dan bagaimana auditor
menggunakan sasaran pemeriksaan tersebut dalam membuat kesimpulan audit dan
rekomendasi!
Jawaban:
Ada tiga elemen pokok dalam sasaran audit, yaitu:
a. Kriteria
Kriteria merupakan standar yang ada dalam tiap perusahaan atau yang lebih
dikenal dengan istilah SOP (standard operating procedure)
b. Penyebab
Penyebab merupakan aktualisasi yang dilakukan oleh karyawan. Penyebab ini bisa
tergolong menjadi positif dan negatif. Positif dalam arti program/ kebijakan
dilaksanakan dengan sebaik-baiknya, sedangkan negatif adalah program/
kebijakan tidak dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.
c. Akibat
Akibat adalah gap antara kriteria dan penyebab. Akibat ini juga ada yang positif
dan ada yang negatif. Kalau akibat positif berarti hasilnya optimal, sedangkan
kalo akibat yang negatif berarti program tidak terselenggara secara baik dan
tingkat pencapaian lebih rendah dari seharusnya

Berikut gambar yang menunjukkan bagaimana auditor menggunakan tiga elemen di


atas untuk membuat kesimpulan dan rekomendasi. Berikut penjelasannya, jadi pada
saat pertama kali auditor melakukan audit, auditor akan melihat standar yang ada, dan
membandingkan dengan aktualisasi yang terjadi dari interpretasi karyawan, kemudian
gap yang terjadi antara standar dan pengimplementasian akan menimbulkan akibat
keuangan maupun non-keuangan. Atas dasar itulah, auditor akan memberikan
kesimpulan terhadap kegiatan audit dan memberikan rekomendasi untuk memberi
nilai tambah pada pihak auditee, dimana rekomendasi ini tidak bersifat wajib.
Sumber gambar: google.co.id
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:5-6)

18. Apa tujuan dari audit pendahuluan?


Jawaban:
Tujuan dari audit pendahuluan adalah untuk mendapatkan latar belakang terhadap
objek yang diaudit. Selain latar belakang, auditor juga dapat mempelajari berbagai
peraturan, ketentuan, dan kebijakan berkaitan dengan aktivitas yang diaudit, serta
menganalisis berbagai informasi yang telah diperoleh untuk mengidentifikasi hal-hal
yang potensial mengandung kelemahan pada perusahaan yang diaudit.

Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:12)

19. Informasi apa saja yang didapatkan auditor dalam audit pendahuluan dan apa isi
kesimpulan dari hasil audit pendahuluan?
Jawaban:
Adapun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam audit pendahuluan, yaitu:
a. Pemahaman auditor terhadap objek audit
b. Penentuan tujuan audit
c. Penentuan ruang lingkup
d. Review terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berkaitan dengan objek
audit
e. Pengembangan kriteria awal dalam audit
Kesimpulan hasil audit pendahuluan memuat tentang hal-hal berikut:
a. Daftar bidang/kegiatan yang mengandung kelemahan, yang akan dijadikan tujuan
audit pada tahap audit selanjutnya.
b. Alasan mengapa bidang/kegiatan tersebut memerlukan audit lanjutan
c. Temuan-temuan sementara yang diperoleh berkaitan dengan bidang/kegiatan yang
termasuk dalam daftar bidang/kegiatan yang masih mengandung kelemahan,
berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.
d. Rekomendasi sementara yang diajukan untuk memperbaiki kelemahan-kelemahan
yang ada.
e. Tindakan-tindakan perbaikan yang sudah dilakukan objek audit berdasarkan
rekomendasi sementara yang diberikan auditor sebelumnya.
f. Bukti-bukti yang diperoleh pada audit selanjutnya berkaitan dengan tujuan audit
sementara yang telah ditetapkan.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:24)

20. Apa yang dirumuskan auditor setelah melakukan audit pendahuluan?


Jawaban:
Setelah melakukan audit pendahuluan, maka auditor akan membuat kesimpulan atas
hasil audit pendahuluan yang telah dilakukan. Kesimpulan ini akan menjadi dasar
dalam menentukan langkah-langkah yang akan diambil dalam tahapan audit
selanjutnya. Pada tahap ini, auditor juga seharusnya sudah menetapkan tujuan audit
walaupun masih bersifat sementara (tentative audit objective)
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:31)

21. Apa tujuan dari review dan pengujian atas pengendalian manajemen?
Jawaban:
Review dan pengujian atas pengendalina manajemen membuat auditor dapat
menetukan seberapa besar ruang lingkup audit yang akan diimplementasikan serta
seberapa banyak sampel yang diperlukan karena jika semakin bagus sistem
pengendalian manajemen auditee, auditor tidak perlu memakan banyak waktu dalam
melakukan audit. Sistem pengendalian manajemen merupakan sistem yang digunakan
untuk mengumpulkan, menganalisis informasi, mengevaluasi dan memanfaatkannya
serta berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajamen dalam melakukan
pengendalian.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:32)

22. Apa kesimpulan dari review dan pengujian pengendalian?


Jawaban:
Review merupakan suatu bentuk pengendalian terhadap proses yang berlangsung.
Dalam system review yang baik, supervisor harus mampu mengarahkan pelaksanaan
prosedur berjalan secara ekonomis, efektif, dan efisien serta sesuai dengan kebijakan
yang telah ditentukan. Elemen system review lain yang harus ada dalam sistem
pengendalian manajemen yang baik adalah adanya fungsi pelaporan internal dan
fungsi audit internal. Auditor harus menilai sifat dan efekivitas metode review dan
pelaporan internal yang berhubungan dengan masing-masing aktivitas yang diaudit.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:35)

23. Sebut dan jelaskan karakteristik sistem pengendalian manajemen yang baik!
Jawaban:
1. Pernyataan tujuan perusahaan
Pernyataan tujuan dapat memberikan arah kepada semua komponen dalam
perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya karena dengan pernyataan tujuan
ini, didukung dengan sosialisasi yang memadai akan membantu setiap komponen
di dalam perusahaan tidak saja mampu untuk melaksanakan berbagai aktivitas,
tetapi juga memahami untuk apa mereka melakukan aktivitas tersebut, apa
manfaatnya bagi perusahaan dan bagaimana seharusnya melaksanakan aktivitas
tersebut sehingga secara optimal dapat mendukung pencapaian tujuan perusahaan.
2. Rencana perusahaan yang digunakan untuk mencapai tujuan
Rencana yang merupakan penjabaran dari tujuan perusahaan, harus disusun untuk
mencapai sasaran perusahaan baik jangka pendek maupun jangka panjang, yang
biasanya juga diikuti dengan penentuan strategi untuk mengimplementasikannya.
3. Kualitas dan kuantitas SDM yang memadai
Keberadaan SDM menjadi sangat penting karena semua wewenang dan tanggung
jawab berhubungan dengan keberadaan sumber daya manusia tersebut. Kebutuhan
SDM dalam perusahaan seharusnya lebih menekankan kepada kapasitas yang
harus tersedia dihubungkan dengan berbagai program/aktivitas yang dilaksanakan
dalam perusahaan.
4. Kebijakan dan praktik yang sehat
Perumusan kebijakan harus memperhatikan kepentingan berbagai pihak yang ada
di dalam perusahaan tersebut. Hal ini akan mendorong terjadinya keselarasan
tujuan dalam perusahaan dan dapat memotivasi berbagai pihak untuk memberikan
kontribusinya.
5. Sistem review yang efektif
Sistem review menyangkut bagaimana pihak-pihak yang berwenang melakukan
review terhadap berbagai aktivitas/kegiatan yang dilakukan. Manajemen harus
menetapkan sasaran yang ingin dicapai dan tolok ukur pengukuran ekonomisasi,
efisiensi, dan efektivitas pelaksanaan aktivitas.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2 (Bayangkara,
2016:32-35)

24. Informasi apa yang diperoleh auditor dari hasil review dan pengujian pengendalian
manajemen auditee?
Jawaban:
Dari hasil review dan pengujian pengendalian manajemen dapat memberikan
gambaran kepada auditor tentang hal-hal berikut:
1. Keandalan sistem pengendalian manajemen perusahaan dalam memandu
operasional yang berlangsung pada perusahaan tersebut dan kemampuannya
dalam memenuhi kebutuhan dokumentasi, pengukuran, dan penilaian terhadap
aktivitas yang dilaksanakan.
2. Apakah tersedia cukup bukti yang dibutuhkan dalam pengembangan tujuan audit
sementara (tentative audit objective) menjadi tujuan audit yang sesungguhnya
(definitive audit objective), sehingga dapat dipergunakan sebagai tujuan audit
selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan tujuan audit
selanjutnya, atau tidak tersedia cukup bukti sehingga pengembangan audit
sementara ini tidak perlu dilanjutkan.
3. Langkah kerja yang dilaksanakan pada tahap berikutnya untuk memudahkan
program kerja audit lanjutan guna mengetahui:
a. Apakah ruang lingkup kegiatan audit telah ditetapkan dengan jelas dan pekerjaan
audit internal perusahaan telah memenuhi syarat kompetensi, dapat diandalkan ,
dan tepat waktu
b. Menentukan tujuan audit bersama penanggung jawab mengenai audit lanjutan.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:36)

25. Apa manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian pengendalian
manajemen auditee?
Jawaban:
Manfaat dari informasi yang diperoleh dalam review dan pengujian pengendalian
manajemen auditee jika dihubungkan dengan tujuan audit sementara yang telah dibuat
pada audit pendahuluan, hasil pengujian pengendalian manajemen ini dapat
mendukung tujuan audit sementara tersebut menjadi tujuan audit sesungguhnya, atau
mungkin ada beberapa tujuan audit sementara yang gugur, karena tidak cukup (sulit
memperoleh) bukti-bukti yang mendukung tujuan audit tersebut.
Jawaban dikutip dari blogspot Tahapan Audit Manajemen (Budi Prayogi, 2010)

26. Sebut dan jelaskan langkah-langkah dalam audit lanjutan!


Jawaban:
1. Mengumpulkan tambahan informasi latar belakang
Langkah ini menekankan pada usaha untuk mendapatkan data yang lebih lengkap
dalam menganalisis aktivitas yang diaudit sebagai dasar pembuatan kesimpulan
audit. Data yang dibutuhkan juga mungkin diperoleh dari luar perusahaan yang
memiliki relevansi dengan kegiatan yang sedang diaudit.
2. Memperoleh bukti
Bukti adalah fakta dan informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pembuatan
kesimpulan audit. Bukti harus mempunyai hubungan dengan kriteria audit,
objektif, relevan, dan bermakna (material).
3. Membuat ringkasan dan mengelompokkan bukti
Bukti-bukti yang diperoleh dalam audit kemudian diringkas dan dikelompokkan
sesuai dengan elemen dasar audit yang meliputi : kriteria, penyebab, dan akibat.
4. Pengembangan temuan dalam audit lanjutan
Pengembangan temuan merupakan pengumpulan dan sintetis informasi khusus
yang bersangkutan dengan program/aktivitas yang diaudit, dievaluasi, dan yang
dianalisis karena diperkirakan akan menjadi perhatian dan berguna bagi pengguna
laporan.
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:37-39)

27. Bagaimana auditor melakukan pengembangan temuan atas temuan-temuan yang


diperoleh?
Jawaban:
Beberapa langkah dalam pengembangan temuan meliputi :
1. Mengenali batas-batas wewenang dan tanggung jawab pejabat yang telibat dalam
pelaksanaan program/aktivitas yang diaudit
2. Memahami secara saksama sebab-sebab terjadinya kelemahan pada program
/aktivitas yang diaudit
3. Tentukan apakah kelemahan tersebut merupakan kelemahan yang berdiri sendiri
atau tersebar luas pada berbagai program/aktivitas yang lain
4. Menentukan akibat atau arti penting dari kelemahan tersebut
5. Menentukan rekomendasi/saran-saran untuk perbaikan
Jawaban dikutip dari buku Audit Manajemen dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2016:39)
Soal Pilihan Berganda:

1. Kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan objektif, yang dirancang
untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi organisasi adalah
pengertian dari
a. Audit Manajemen
b. Audit Internal
c. Audit SDM
d. Audit Sistem Kepastian Kualitas
e. Audit Perpajakan

Jawaban : B. Audit Internal

Audit internal adalah kegiatan assurance dan konsultasi yang independen dan objektif,
yang dirancang untuk memberikan nilai tambah dan meningkatkan kegiatan operasi
organisasi.

Sumber diambil dari slide ke-2 dari Powerpoint Pak Arifin Ahmad

2. Apa saja yang termasuk dalam elemen sasaran audit?


a. Kondisi, Kriteria, Sebab, Akibat, Rekomendasi
b. Kondisi, Kriteria, Sebab, Akibat, Pelaporan
c. Kondisi, Kriteria, Pengesahan, Akibat, Rekomendasi
d. Kondisi, Kriteria, Sebab, Audit, Rekomendasi
e. Kondisi, Pertanggungjawaban, Sebab, Akibat, Rekomendasi

Jawaban : A. Kondisi, Kriteria, Sebab, Akibat, Rekomendasi


Elemen sasaran audit yaitu kondisi, kriteria, sebab, akibat, dan rekomendasi.
Sumber dari Slide ke-7 dari Powerpoint Pak Arifin Ahmad

3. Mengapa di sebagian perusahaan ada bagian yang namanya audit internal department?
a. Karena perusahaan ingin mengikuti tren
b. Karena perusahaan ingin memastikan operasi berjalan secara efisien
c. Karena perusahaan ingin menjaga nama baik perusahaan
d. Karena perusahaan ingin semua pekerja takut
e. Karena perusahaan ingin mencapai tujuan tertentu
Jawaban: B. Karena perusahaan ingin memastikan operasi berjalan secara efisien

Empat tujuan yang ingin dicapai melalui pengendalian internal, yakni: dapat
dipercaya data-data akuntansi yang disajikan perusahaan, safeguarding of asset,
berjalan operasi secara efisien, dan ditaatinya semua peraturan dan kebijakan dari
perusahaan.
Sumber dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:1)

4. Siapa pelaksana dari Financial Statement Audit, Audit Internal, Audit Kepatuhan, dan
Audit Manajemen?
a. Auditor Eksternal, Auditor Internal, Auditor Internal, Auditor Internal
b. Auditor Internal, Auditor Internal, Auditor Eksternal, Auditor Eksternal
c. Auditor Eksternal, Auditor Eksternal, Auditor Internal, Auditor Eksternal
d. Auditor Internal, Auditor Eksternal, Auditor Internal, Auditor Internal
e. Manajemen, Auditor Internal, Auditor Internal, Auditor Eksternal

Jawaban: A. Auditor Eksternal, Auditor Internal, Auditor Internal, Auditor Internal


Audit Laporan Keuangan Auditor Eksternal
Audit Kepatuhan Auditor Internal atau Eksternal
Audit Internal Auditor Internal
Audit Manajemen (Operasional) Auditor Eksternal atau Internal
Sumber dari slide Powerpoint pak Arifin Ahmad slide ke-6

5. Ada berapa tahapan dalam melakukan audit internal?


a. 7
b. 6
c. 5
d. 4
e. 3
Jawaban: C. 5
Tahapan dalam audit internal yaitu: Audit pendahuluan, review dan pengujian
pengendalian internal, audit terinci, pelaporan dan tindak lanjut.
Sumber dari buku Audit Manajemen Prosedur dan Implementasi Edisi 2
(Bhayangkara, 2015:11-13)

6. Untuk meningkatkan kemampuan bersaing, perusahaan mengupayakan untuk


mencapai..
a. Ekonomisasi, Efisiensi, Inefektivitas
b.Ekonomisasi, Defisiensi, Efektivitas
c. Ekonomisasi, Efisiensi, Efektivitas
d.Foya-foya, Efisiensi, Efektivitas
e. Tidak ada jawaban yang benar

Jawaban: C. Ekonomisasi, Efisiensi, Efektivitas

Perusahaan perlu mencapai 3E untuk dapat bersaing dengan pesaing dan memiliki
competitive advantage. 3E itu yaitu ekonomisasi, efisiensi, dan efektivitas.
Sumber dari slide Pak Arifin Ahmad slide ke 14

7. Fungsi manajerial dalam ruang lingkup audit internal, kecuali


a. Controlling
b. Planning
c. Organizing
d. Learning
e. Actuating

Jawaban: D. Learning

Fungsi manajerial dalam ruang lingkup audit internal adalah planning, organizing,
actuating, controlling.
TUGAS KELOMPOK AUDIT INTERNAL

Disusun Oleh :

ALVIN TANIDI (140503046)


CALVIN (140503050)
PRATIWI (140503057)
MURNI (140503061)

S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2017