Anda di halaman 1dari 15

BAB III

ANALISA DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil penelitian


Dari 100 kuisioner yang dibagikan kepada 100 responden, 83 kuisioner
dikembalikan dengan jawaban yang lengkap dan akurat sedangkan 17 kuisioner
sisanya dikembalikan dengan jawaban yang tidak lengkap dan atau jawaban yang
tidak akurat.
Dari pengolahan data ini akan diperoleh gambaran umum latar belakang
dari responden. Analisis deskriptif dilakukan dengan menggunakan distribusi pie
chart dan column chart. Berdasarkan analisis deskriptif tersebut, akan terlihat jelas
gambaran profil responden apakah seorang pelajar, mahasiswa, pegawai swasta,
pegawai negeri sipil, wiraswasta, ataukah yang lainnya.
Melalui seluruh analisa yang dipaparkan dalam bab ini, diharapkan dapat
diperoleh penjelasan mengenai hubungan antara perkerjaan/profesi seseorang
terhadap pengetahuan tentang Pancasila serta pengamalannya dalam kehidupan
sehari-hari.

3.1.1 Profesi responden


2%1%

14%
26%
Pelajar
Mahasiswa
12% Pegawai swasta
Pegawai negeri sipil
Wiraswasta
Lain-lain
Tidak valid
20% 25%

Tabel 3.1 profesi responden

Pertanyaan nomor 1 dari kuisioner yang dibagikan menanyakan tentang


profesi responden yang mengisi kuisioner. Pertanyaan ini dibuat guna mengaitkan
dengan bahasan apakah pekerjaan/profesi sesorang berpengaruh terhadap
pengetahuan terhadap Pancasila.
Dari 100 kuisioner yang dibagikan, 99 dikembalikan dengan jawaban yang
akurat dan 1 kuisioner tidak dijawab. Dari 99 kuisioner itu, 25 responden adalah
pelajar, 26 diantaranya adalah mahasiswa, 20 berkerja sebagai pegawai swasta, 12
berkerja sebagai PegawaiNegeri Sipil, 14 responden adalah wiraswasta, dan 2
lainnya memiliih jawaban lain-lain.

3.1.2 Kali terakhir responden melafalkan Pancasila berserta sila-silanya

4%
12%

1 hari yang lalu


39%
1 minggu yang lalu
1 bulan yang lalu
1 tahun yang lalu
29%
1 tahun yang lalu

16%

Tabel 3.2 Kali terakhir responden melafalkan Pancasila

Pertanyaan nomor 2 dari kuisioner yang dibagikan menanyakan tentang


kapan terakhir kali responden melafalkan Pancasila.
Dari 100 kuisioner yang dibagikan, 95 dikembalikan dengan jawaban yang
akurat dan 5 kuisioner tidak dijawab. Dari 95 kuisioner itu, 4 responden terakhir
kali melafalkan Pancasila berserta sila-silanya 1 hari yang lalu, 11 responden
1 minggu yang lalu, 28 responden 1 bulan yang lalu, 15 responden 1 tahun
yang lalu, dan 37 responden 1 tahun yang lalu.
Kami juga lebih menyorot pelajar dan Pegawai Negeri Sipil pada
pertanyaan ini karena sebagai pelajar paling tidak masih mengikuti upacara rutin
di sekolahnya begitu juga dengan para Pegawai Negeri Sipil yang sebagai salah
satu pekerja di instansi pemerintahan. Dan berikut grafik dari pelajar dan Pegawai
Negeri Sipil pada pertanyaan nomor 2.
17
18
16
14
12
10
8
5 5
6 4
4 2 2
1 1
2 0 0 0 0
0
Pelajar Pegawai Negeri Sipil

1 hari yang lalu 1 minggu yang lalu 1 bulan yang lalu


1 tahun yang lalu 1 tahun yang lalu tidak dijawab

Tabel 3.3 Perbandingan kali terakhir pelajar dan PNS melafalkan Pancasila

Dari 25 pelajar yang menjadi responden, 5 orang menyatakan melafalkan


Pancasila terakhir pada 1 minggu yang lalu, 17 orang menyatakan melafalkan
Pancasila terakhir pada 1 bulan yang lalu, 1 orang menyatakan melafalkan
Pancasila terakhir pada 1 tahun yang lalu, dan anehnya ada 2 orang pelajar yang
menyatakan bahwa mereka melafalkan Pancasila terakhir pada 1 tahun yang
lalu, padahal seharusnya paling tidak sekolah mengadakan upacara 1 bulan sekali
yang di dalam upacar itusendiri ada acara untuk menirukan Pancasila yang
dipimpin oleh inspektur upacara.
Dari 12 Pegawai Negeri Sipil yang menjadi responden, 1 orang
menyatakan melafalkan Pancasila terakhir pada 1 hari yang lalu, 4 orang
menyatakan melafalkan Pancasila terakhir pada 1 tahun yang lalu, 5 orang
menyatakan melafalkan Pancasila terakhir pada 1 tahun yang lalu dan 2
responden tidak menjawab.
Jadi, rata-rata responden terakhir kali melafalkan Pancasila dan sila-
silanya 1 tahun yang lalu. Sehingga mungkin akan berpengaruh terhadap
jawaban untuk nomor 4 dan 5 pada kuisioner yang dibagikan kepada mereka.
3.1.3 Pendapat responden terhadap pentingnya menghafal Pancasila
3%
6%

Ya

Tidak

Tidak menjawab

91%

Tabel 3.4 Grafik pentingnya menghafal Pancasila


Pertanyaan nomor 3 dari kuisioner yang dibagikan menanyakan tentang
pendapat responden tentang apakah penting bagi seseorang untuk dapat
menghafalkan Pancasila. Dari 100 kuisioner yang dibagikan, 94 dikembalikan
dengan jawaban yang akurat dan 6 kuisioner tidak dijawab. Dari 94 kuisioner itu,
91 responden menjawab Ya dengan berbagai pendapat, pendapat-pendapat
akurat yang kami peroleh adalah sebagai berikut :
Penting sebagai ideologi negara,
Sebagai dasar negara,
Sebagai pedoman bangsa,
Sebagai landasan negara,
Agar terpatri dalam diri dan melaksanakannya,
Sebagai warga Indonesia yang baik,
Untuk membangun jiwa nasionalisme,
Agar dapat diimplementasikan di kehidupan sehari-hari,
Untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air, dll.
Namun ada 3 orang yang menjawab Tidak karena ada yang berpendapat
bahwa tidak harus menghafalkan sila-silanya yang penting mengerti mampu
menghayatinya. Ada juga yang berpendapat tidak ahrus menghafalkan sila-silanya
karena pekerjaannya tidak berhubungan dan tidak membutuhkan sila-sila
Pancasila bahkan ada yang berpendapat bahwa itu tidak penting ketika seseorang
terjun ke dunia kerja.

3.1.4 Hafal terhadap urutan sila-sila Pancasila

30
26
24
25

20 18

15
11 11
10

5 3 3
1 1 1 1
0 0 0 0 0 0 0
0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

Urut Tidak urut Tidak menjawab

Tabel 3.5 Grafik kemampuan mengurutkan sila-sila Pancasila

Pertanyaan nomor 4 dari kuisioner yang dibagikan, responden diminta


untuk mengurutkan sila-sila Pancasila. Dari 100 kuisioner yang dibagikan, 96
dikembalikan dengan jawaban yang akurat dan 4 kuisioner tidak dijawab. Dari 96
kuisioner yang dijawab, 24 pelajar menjawab dengan urut, 26 mahasiswa
menjawab dengan urut, 18 pegawai swasta menjawab dengan urut, 11 Pegawai
Negeri Sipil menjawab dengan urut, 11 wiraswasta menjawab dengan urut, dan 3
responden lainnya juga menjawab dengan urut sedangkan 3 responden menjawab
namun tidak dengan urutan yang benar.
Pada pertanyaan ini, sila-silanya sudah diatur urut sehingga responden
sebenarnya hanya harus mmemberi nomor 1 sampai dengan 5 dengan urut, namun
nyatanya masih ada responden yang menjawab tidak bisa.
Satu dari 3 responden yang tidak bisa mengurutkan sila-sila Pancasila
adalah seorang pelajar, padahal sebagai pelajar yang biasa mengikuti upacara dan
menirukan sila-sila Pancasila yang dipimpin oleh pemimpin upacara sehausnya
bisa menjawab pertanyaan nomor 4 ini. Lain halnya dengan pegawai swasta dan
wiraswasta yang sudah tidak rutin lagi mengikuti upacara, apabila jarang
melafalkan pasti akan sulit untuk mengurutkan sila-silanya.

3.1.5 Hafal terhadap lambang-lambang Pancasila

19
20
18 16
16
14
11
12 10
10 8 8
7
8 6
6 4
3
4 2 2 2
1 1
2 0 0 0
0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

Urut Tidak urut Tidak menjawab

Tabel 3.6 Grafik kemampuan mengurutkan lambang sila-sila Pancasila

Pertanyaan nomor 5 dari kuisioner yang dibagikan, responden diminta


untuk mengurutkan lambang dari sila-sila Pancasila. Dari 100 kuisioner yang
dibagikan, 93 dikembalikan dengan jawaban yang akurat dan 7 kuisioner tidak
dijawab.
Dari 93 kuisioner yang dijawab, 19 pelajar menjawab dengan urut dan 6
lainnya tidak urut, 10 mahasiswa menjawab dengan urut dan 16 lainnya tidak urut,
7 pegawai swasta menjawab dengan urut dan 11 lainnya tidak urut, 3 Pegawai
Negeri Sipil menjawab dengan urut dan 8 lainnya tidak urut, 2 wiraswasta
menjawab dengan urut dan 8 lainnya tidak urut, dan 2 responden yang profesinya
lain-lain menjawab dengan urut namun 1 lainnya tidak urut. Tujuh responden
yang tidak menjawab pertanyaan nomor 5 ini 2 diantaranya adalah pegawai
swasta, 1 PNS, dan 4 wiraswasta.
Dari analisa data diatas, yang paling banyak mengurutkan lambangadalah
para pelajar, mengapa demkian? Karena pelajar masih mendapat pelajaran PKn,
dapat melihat lambang Pancasila di depan kelas mereka (sekolah pada umumnya),
juga masih sering bertemu dengan Pancasila.

3.1.6 Soal-soal penerapan dari sila-sila Pancasila


Soal nomor 6

25 23

20
15
15 13 13

9
10 7 7
5
5 3
2 2
1

0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

a b

Tabel 3.7 Grafik jawaban dari pertanyaan nomor 6


Pertanyaan nomor 6 dari kuisioner yang dibagikan adalah sebagai berikut :
Apa yang anda lakukan jika orang terdekat anda adalah orang yang mempunyai
agama yang sama dengan anda namun mempunyai aliran/keyakinan yang berbeda
dengan anda? dengan pilihan jawaban (a.) Mengingatkan dan (b.) Membiarkan
saja.
Dari 100 kuisioner yang dibagikan semuanya dikembalikan dengan
jawaban nomor 6 yang dijawab dengan akurat. 69 responden menjawab pilihan
jawaban a dan 39 sisanya memilih jawaban b.
Berdasarkan sila pertama Pancasila yang berbunyi Ketuhanan Yang Maha
Esa, salah satu butir pengamalannya adalah mengembangkan sikap hormat
menghormati dan bekerjasama antara pemeluk agama dengan penganut
kepercayaan yang berbeda-beda terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Sehingga akan
lebih utama jika kita membiarkan saja orang mempunyai aliran/kepercayaan yang
berbeda dengan kia yang penting masing-masing sudah mempunyai agamanya
sendiri.

Soal nomor 7
16
16
14
14

12 11

10 9
8 8
8 7

6 5

4 3 3 3 3 3
2
2 1 1
0 0 0 0 0 0 0 0
0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

a b c d

Tabel 3.8 Grafik jawaban dari pertanyaan nomor 7

Pertanyaan nomor 7 dari kuisioner yang dibagikan adalah sebagai berikut :


Selama ini apabila anda sedang mengendarai kendaraan lalu melihat kecelakaan
lalu lintas, apa yang anda lakukan? dengan pilihan jawaban (a.) Biasa saja,
seolah-olah tidak melihatnya . (b.) Hanya melihat dan meneruskan perjalanan.
(c.) Berhenti sejenak dan (d.) Berhenti dan menolong.
Dari 100 kuisioner yang dibagikan semuanya dikembalikan dengan
jawaban nomor 6 yang dijawab dengan akurat. Dari 100 responden yang
menjawab tidak ada responden yang memilih pilihan jawaban a, 11 responden
memilih jawaban b, 25 responden memilih jawaban c, dan 63 sisanya memilih
pilihan jawaban d.
Berdasarkan sila kedua Pancasila yang berbunyi Kemanusiaan yang Adil
dan Beradap, salah satu butir pengamalannya adalah gemar melakukan kegiatan
kemanusiaan. Pada pertanyaan nomor 7 kuisioner yang dibagikan ini, jawaban
yang terbaik adalah pilihan jawaban d, sebagai manusia seharusnya kita
mengedepankan rasa kemanusiaan seperti yang dicontohkan oleh para pahlawan
kita yang telah gugur mendahului kita.

Soal nomor 8

24
25
20
20

15
10 10 10
10 8
6
5 3
2 2 2
1 1 1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

a b c Tidak menjawab

Tabel 3.9 Grafik jawaban dari pertanyaan nomor 8

Pertanyaan nomor 8 dari kuisioner yang dibagikan adalah sebagai berikut :


Menurut anda, mana yang harus didahulukan?? dengan pilihan jawaban (a.)
Kepentingan umum (b.) Kepentingan pribadi dan (c.) Kepentingan golongan.
Dari 100 kuisioner yang dibagikan, 99 dikembalikan dan dijawab dengan
akurat sedangkan 1 sisanya tidak dijawab. Dari 99 responden yang menjawab, 76
responden yang memilih pilihan jawaban a ,21 responden memilih jawaban b, dan
2 responden memilih jawaban c.
Berdasarkan sila ketiga Pancasila yang berbunyi Persatuan Indonesia,
salah satu butir pengamalannya adalah mampu menempatkan persatuan, kesatuan,
serta kepentingan dan keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan
bersama di atas kepentingan pribadi dan golongan. Dari pertanyaan nomor 8
kuisioner yang dibagikan, jawaban yang paling tepatadalah pilihan jawaban a.
Sudah jelas bahwasanya kita sebagai warga Indonesia haruslah mengedeoankan
kepentingan umum dibandingkan dengan kepentingan golongan dan pribadi.
Apabila kepentingan golongan yang dinomorsatukan, bisa terjadi pertentangan
dan permusuhan antara golongan satu dengan golonganlainnya. Apabila
kepentingan pribadi yang dinomorsatukan, akan sulit membangun persatuan
bangsa Indonesia.

Soal nomor 9

25
21
20
19
20

15 13
12

10
5
4
5
2
1 1 1 1
0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

a b c Tidak menjawab

PertanyaanTabel
nomor 9 Grafik
3.10 dari kuisioner yangpertanyaan
jawaban dari dibagikannomor
adalah9sebagai berikut :
Ketika anda mengikuti sebuah rapat kemudian dihadapkan dengan sebuah
masalah, anda lebih suka apabila masalah itu diselesaikan dengan: dengan
pilihan jawaban (a.) Voting (b.) Musyawarah dan (c.) Teruma jadi
Dari 100 kuisioner yang dibagikan, 99 dikembalikan dan dijawab dengan
akurat sedangkan 1 sisanya tidak dijawab. Dari 99 responden yang menjawab, 10
responden yang memilih pilihan jawaban a, 87 responden memilih jawaban b, dan
2 responden memilih jawaban c.
Berdasarkan sila keempat Pancasila yang berbunyi Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan, perwakilan, salah
satu butir pengamalannya adalah Mengutamakan musyawarah dalam mengambil
keputusan untuk kepentingan bersama. Pada pertanyaan nomor 9 kuisioner yang
dibagikan, jawaban yang paling tepat adalah musyawarah karena sudah jelas
bahwa dicapainya mufakat pada sebuah pemecahan masalah haruslah
dikedepankan nusyawarah dahulu, apabila dengan musyawarah tidak menemukan
titik temu baru dengan menggunakan voting dan menggunakan suara terbanyak
sebagai keputusan akhir.

Soal nomor 10

24
25

20
15 15
15
10
9
10
7
5 5
5 3
2
1 1 1
0 0 0 0 0
0
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai wiraswasta lain-lain
swasta negeri sipil

a b Tidak menjawab

Tabel 3.11 Grafik jawaban dari pertanyaan nomor 10


Pertanyaan nomor 10 dari kuisioner yang dibagikan adalah sebagai berikut
Menurut anda, apakah sistem BPJS yang berlaku di rumah sakit sudah sesuai
dengan keadilan yang sebenar-benarnya? dengan pilihan jawaban (a.) Ya dan (b.)
Tidak.
Dari 100 kuisioner yang dibagikan,97 dikembalikan dengan nomor 10
yang dijawab dengan akurat dan 3 sisanya tidak dijawab. Dari 97 responden yang
menjawab, 26 responden menjawab pilihan jawaban a dan 71 sisanya memilih
jawaban b.
Berdasarkan sila kelima Pancasila yang berbunyi Keadilan sosial bagi
seluruh rakyat Indonesia, salah satu butir pengamalannya adalah mengembangkan
perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan
kegotongroyongan. Pada pertanyaan terakhir kuisioner yang dibagikan, pilihan
jawabannya memang disesuaikan dengan hati nurani masing-masing responden.
Namun, lebih baik lagi bila responden menjawab Ya karena sistem itu adalah
sistem yang diberlakukan pemerintah, tentu saja pemerintah sudah menimbang
nilai baik-buruk dari suatu sistem yang mereka terapkan.

3.1.7 Hasil pelitian pertanyaan nomor 6 sampai 10


Kuisioner nomor 6 sampai 10 dibuat dengan tujuan untuk mengetahui
sejauh mana penerapan dari sila-sila Pancasila oleh para responden yang
menerima dan menjawab kuisioner kami.
70% 67%
63%
60% 58%
53% 53%
50%
50%

40%

30%

20%

10%

0%
Pelajar Mahasiswa Pegawai Pegawai Wiraswasta Lain-lain
swasta negeri sipil

Tabel 3.12 Grafik jawaban benar dari masing-masing profesi yang ada
Data diatas merupakan hasil dari akumulasi jawaban benar dari masig-
masing profesi. Pelajar mempunyai tingkat kebenaran jawaban sebesar 50%,
mahasiswa mempunyai tingkat kebenaran jawaban sebesar 58%, pegawai swasta
mempunyai tingkat kebenaran jawaban sebesar 53%, PNS mempunyai tingkat
kebenaran jawaban sebesar 67%, wiraswasta mempunyai tingkat kebenaran
jawaban sebesar 63%, dan lain-lain 53%.
Data diatas membenarkan hipotesa kami bahwa memang profesi seseorang
mempengaruhi pengetahuan terhadap pengamalan Pancasila. PNS dan wiraswasta
lebih baik daripada pelajar karena jam terbang mereka yang sudah lebih lama
hidup di dunia daripada pelajar.
3.2 Penerapan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat
Pancasila sebagai dasar negara seharusnya dimaknai dengan mengamalkan
tiap makna yang ada di dalam sila-silanya. Adapun 45 butir pengamalan Pancasila
yang tertuang dalam P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada
Tap MPR No.11/MPR/1978 tentang Ekaprasetya Pancasila sebagai berikut :
Sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa
1. Bangsa Indonesia menyatakan kepercayaannya dan ketakwaannya terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
2. Manusia Indonesia percaya dan takwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing menurut dasar
kemanusiaan yang adil dan beradab.
3. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama antara
pemeluk agama dengan penganut kepercayaan yang berbeda-beda terhadap
Tuhan Yang Maha Esa.
4. Membina kerukunan hidup di antara sesama umat beragama dan
kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
5. Agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa adalah masalah
yang menyangkut hubungan pribadi manusia dengan Tuhan Yang Maha
Esa.
6. Mengembangkan sikap saling menghormati kebebasan menjalankan ibadah
sesuai dengan agama dan kepercayaannya masing-masing.
7. Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang
Maha Esa kepada orang lain.
Sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab
1. Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat dan
martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
2. Mengakui persamaan derajat, persamaan hak, dan kewajiban asasi setiap
manusia, tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan,
jenis kelamin, kedudukan sosial, warna kulit dan sebagainya.
3. Mengembangkan sikap saling mencintai sesama manusia.
4. Mengembangkan sikap saling tenggang rasa dan tepa selira.
5. Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain.
6. Menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
7. Gemar melakukan kegiatan kemanusiaan.
8. Berani membela kebenaran dan keadilan.
9. Bangsa Indonesia merasa dirinya sebagai bagian dari seluruh umat manusia.
10. Mengembangkan sikap hormat menghormati dan bekerjasama dengan
bangsa lain.
Sila ketiga: Persatuan Indonesia
1. Mampu menempatkan persatuan, kesatuan, serta kepentingan dan
keselamatan bangsa dan negara sebagai kepentingan bersama di atas
kepentingan pribadi dan golongan.
2. Sanggup dan rela berkorban untuk kepentingan negara dan bangsa apabila
diperlukan.
3. Mengembangkan rasa cinta kepada tanah air dan bangsa.
4. Mengembangkan rasa kebanggaan berkebangsaan dan bertanah air
Indonesia.
5. Memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian
abadi, dan keadilan sosial.
6. Mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar Bhinneka Tunggal Ika.
7. Memajukan pergaulan demi persatuan dan kesatuan bangsa.
Sila keempat: Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaran / perwakilan
1. Sebagai warga negara dan warga masyarakat, setiap manusia Indonesia
mempunyai kedudukan, hak, dan kewajiban yang sama.
2. Tidak boleh memaksakan kehendak kepada orang lain.
3. Mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk
kepentingan bersama.
4. Musyawarah untuk mencapai mufakat diliputi oleh semangat kekeluargaan.
5. Menghormati dan menjunjung tinggi setiap keputusan yang dicapai sebagai
hasil musyawarah.
6. Dengan iktikad baik dan rasa tanggung jawab menerima dan melaksanakan
hasil keputusan musyawarah.
7. Di dalam musyawarah diutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan
pribadi dan golongan.
8. Musyawarah dilakukan dengan akal sehat dan sesuai dengan hati nurani
yang luhur.
9. Keputusan yang diambil harus dapat dipertanggungjawabkan secara moral
kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi harkat dan martabat
manusia, nilai-nilai kebenaran dan keadilan mengutamakan persatuan dan
kesatuan demi kepentingan bersama.
10. Memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil yang dipercayai untuk
melaksanakan pemusyawaratan.
Sila kelima: Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
1. Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan
suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
2. Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
3. Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
4. Menghormati hak orang lain.
5. Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
6. Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan
terhadap orang lain.
7. Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan
gaya hidup mewah.
8. Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan
kepentingan umum.
9. Suka bekerja keras.
10. Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan
kesejahteraan bersama.
11. Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang
merata dan berkeadilan sosial.