Anda di halaman 1dari 8

KAJIAN JURNAL MATEMATIKA, APLIKASI DAN

PEMBELAJARANNYA

IDENTITAS JURNAL
A. Judul Jurnal
Analisis Kemampuan Siswa SD dalam Menerjemahkan Soal Cerita ke dalam
Model Matematika dan Penyelesaiannya

B. Penulis Jurnal
Nur Indah, Anton Noornia, Wardani Rahayu

C. Sumber/ Alamat Jurnal


Jurusan Matematika Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA)
Universitas Negeri Jakarta/
http://digilib.ppsunj.org/pep/wr/wardani_rahayu_analisis_kemampuan_siswa_sd_
dalam_menerjemahkan_soal_cerita.pdf

KAJIAN JURNAL
A. Latar Belakang Penelitian
Yang melatarbelakangi dilakukannya penelitian adalah bahwa siswa SD
cenderung kesulitan dalam mengerjakan soal berbentuk cerita dan kesulitan
mempresentasikan penyelesaian soal matematika di depan kelas. Sejumlah siswa
yang telah memahami topik matematika secara teoritis mengalami kesulitan
ketika bentuk soal atau permasalahan dalam bentuk soal cerita, serta untuk
mengetahui letak kesalahan-kesalahan dalam menerjemahkan soal cerita ke model
matematika dan bentuk penyelesaiannya.
Kebanyakan siswa kesulitan membuat model matematika dari soal cerita yang
dihadapi dan kemampuan bahasa siswa yang kurang dalam mengartikan soal-soal
cerita. Penelitian dilakukan di kelas V SDN Makasar 01 Pagi, Jakarta Timur.

1
B. Permasalahan
Berdasarkan latar belakang dilakukannya penelitian, dapat disimpulkan
permasalahan-permasalahan yang ditimbulkan, antara lain:
a. Siswa kesulitan menerjemahkan soal cerita ke dalam model matematika.
b. Siswa melakukan kesalahan dalam menerjemahkan soal.
c. Kesalahan dalam menerapkan konsep.
d. Kesalahan dalam langkah-langkah penyelesaian soal.
e. Kesalahan hitung aljabar.
f. Kecerobohan saat mengerjakan soal.
g. Kurangnya pemahaman soal cerita.
h. Kurangnya pemahaman tentang bahasa dalam pengajaran matematika (baik
kosakata, semantik, dan sintaksis).
i. Siswa belum bisa menarik kesimpulan dari suatu permasalahan atau soal
cerita.
j. Siswa cenderung tidak menyukai pelajaran matematika sehingga terasa sulit.
k. Kemampuan penalaran siswa yang masih rendah.
l. Kurangnya kemampuan siswa membuat pemodelan matematis.
m. Kurangnya pemahaman atau penguasaan siswa terhadap konsep dan prosedur
matematika.
n. Siswa belum menguasai tentang berbagai strategi pemecahan masalah.
o. Kurangnya penguasaan terhadap bilangan yang berkaitan dengan
penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian.
p. Siswa tidak bersungguh-sungguh padahal penjelasan sudah terperinci.

C. Solusi
Berdasarkan permasalahan yang telah dipaparkan sesuai dengan latar
belakang, ada beberapa solusi yang bisa membantu dalam implementasinya
terhadap pengajaran, antara lain:
a. Guru harus merancang strategi yang sesuai dan efektif agar siswa lebih
memahami materi.
b. Meningkatkan tingkat kreativitas verbal siswa agar meningkatkan pula
kemampuannya dalam membuat model matematika pada soal cerita.

2
c. Guru memacu siswa agar mampu berpikir logis dengan memberikan soal
penerapan sesuai dengan kehidupan sehari-hari yang kemudian diubah dalam
bentuk matematika.
d. Siswa dapat mengembangkan penalaran dengan belajar menganalisa sesuatu
berdasarkan langkah-langkah yang sesuai dengan teori dan konsep
matematika.
e. Menggunakan pendekatan realistik karena dengan pembelajaran ini
menggunakan permasalahan yang berhubungan dengan kehidupan sehari-
hari, lebih memusatkan kegiatan belajar pada siswa dan lingkungan serta
bahan ajar disusun agar siswa aktif membangun pengetahuannya.
f. Memberi pemahaman pada siswa bahwa hal yang paling utama dalam
menyelesaikan soal cerita adalah pemahaman terhadap suatu masalah
sehingga dapat dipilih antara yang diketahui dan yang ditanyakan.
g. Meningkatkan kreativitas verbal siswa.
h. Guru dalam memilih metode bisa dengan menggunakan tahapan teori
pembelajaran Brunner melalui kegiatan pembelajaran konkrit, semi konkrit
dan abstrak. Konkrit dapat melalui kegiatan bermain peran, semi konkrit
melalui kegiatan mengisi lembar kerja dan abstrak melalui kegiatan mengisi
lembar tugas.
i. Menciptakan suasana pembelajaran yang membuat siswa menjadi jelas dan
senang.
j. Bisa dengan metode Problem Base Learning yang merupakan salah satu
model pembelajaran inovatif yang memberi kondisi belajar aktif kepada siswa
dalam kondisi dunia nyata.
k. Mempersiapkan siswa agar memiliki penalaran yang baik dan benar, agar
siswa lebih mudah dalam menerjemahkan peristiwa konkrit ke dalam
persamaan abstrak yang menggunakan simbol-simbol matematika ke model
matematikanya.

3
D. Metode Penelitian
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan metode deskriptif dengan
pendekatan kualitatif, dimana penelitian ini bersifat deskriptif dan cenderung
menggunakan analisis dengan pendekatan induktif, peneliti bertolak dari data,
memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas dan berakhir dengan suatu
teori.

E. Bentuk Instrumen
Instrumen penelitian yang digunakan berupa :
1. Lembar Tes
Soal tes dalam penelitian ini berbentuk soal cerita yang berkaitan dengan FPB
dan KPK serta Bilangan Bulat. Soal tes tersebut mencakup kemungkinan siswa
melakukan kesalahan-kesalahan.
2. Pedoman wawancara
Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data berupa kata-kata yang
merupakan ungkapan secara lisan tentang kesalahan-kesalahan yang dilakukan
siswa dalam memahami soal cerita matematika.
Berikut penjelasannya :
Sehubungan dengan peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dalam
penelitiannya maka bentuk instrumen yang digunakan adalah transkip wawancara
terbuka, deskripsi observasi, serta analisis dokumen. Dimana instrumen yang
terkandung dalam jurnal peneliti sudah sesuai dengan teori pendekatan kualitatif,
antara lain :
transkip wawancara terbuka (pada isi jurnal sudah tertulis hasil dan
percakapan pada saat wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 12 orang siswa,
berupa hasil wawancara soal Tes I dengan subjek penelitian (SP 1 dan SP 2) pada
soal nomor 1 dan 2 mengenai materi FPB dan KPK, hasil wawancara soal Tes II
dengan subjek penelitian (SP 4 dan SP 5) soal nomor 1 dan 2 mengenai materi
bilangan bulat. Wawancara ini merupakan bentuk instrumen non tes.
Deskripsi observasi (pada isi jurnal peneliti memberikan soal pada 30 siswa,
kemudian dipilih beberapa siswa sebagai subjek penelitian tergantung pada

4
kesalahan jawaban soal yang dilakukan siswa. Pemberian soal ini merupakan
bentuk instrumen tes.
Analisis dokumen (pada isi jurnal peneliti memberikan 2 Tes masing-masing
2 soal, pemberian soal ini merupakan bentuk instrumen tes untuk mengetahui
letak pemahaman dan letak kesalahan siswa.
Pada penelitian ini, instrumen yang diberikan peneliti mengutip langsung dari
buku pendukung pelajaran siswa, kemudian peneliti mengembangkan dengan
instrumen yang dibuat, agar siswa tidak mengalami proses penerjemahan
sintaksis.

F. Teknik Analisis Data


Dalam penelitian ini, peneliti melakukan analisis data berupa hasil tes
tertulis, hasik observasi dan hasil wawancara dengan menggunakan materi FPB
dan KPK serta bilangan bulat. Dalam kaitannya dengan teknik analisis data sesuai
dengan pendekatan kualitatif yaitu menganalisis data dengan melakukan kegiatan
triangulasi data sumber berupa 3 alur kegiatan analisis yaitu reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berikut yang terdapat pada isi jurnal
sesuai dengan alur 3 kegiatan analisis : Peneliti memberikan soal pada 30 siswa,
kemudian dipilih beberapa siswa sebagai subjek penelitian tergantung pada
kesalahan jawaban soal yang dilakukan siswa. Berikut penjelasannya :
Dari segi pemahaman siswa terhadap soal yang diberikan adalah Soal Tes I
presentase rata-rata dari jawaban yang benar adalah 68,33% sedangkan
presentase rata-rata dari jawaban yang salah adalah 31,67%. Pada soal Tes II
presentase rata-rata dari jawaban yang benar adalah 21,67%, sedangkan
presentase rata-rata dari jawaban yang salah adalah 78,33%. Berdasarkan analisis
data rata-rata yang diperoleh peneliti dari materi KPK dan FPB dari jawaban yang
salah pada soal Tes I dan Tes II adalah 31,67% dan 78,33%. Perbedaan presentase
ini dikarenakan perbedaan materi pada kedua tes yang diberikan peneliti. Soal Tes
I dan Tes II diambil dari materi KPK dan FPB, Pada Tes II, 11orang siswa
menjawab salah satu nomor 1 dan 8 orang siswa menjawab soal nomor 2.
Berdasarkan analisis data yang diperoleh peneliti dari segi kesalahan-
kesalahan siswa pada soal Tes I dengan materi Bilangan Bulat, presentase rata-

5
rata yang diperoleh yakni, antara lain pada kesalahan penerjemahan soal sebesar
1,67%, pada kesalahan konsep soal sebesar 31,67%, pada kesalahan langkah
penyelesaian soal sebesar 28,33%, pada kesalahan hitung aljabar sebesar 6,67%,
dan pada kecerobohan soal sebesar 1,67%. Sedangkan, berdasarkan analisis data
yang diperoleh peneliti pada soal Tes II pada materi Bilangan Bulat dapat
disimpulkan presentase rata-ratanya yakni, antara lain karena kesalahan
penerjemahan soal sebesar 56,67%, kesalahan konsep sebesar 55,00%, langkah
penyelesaian sebesar 0,00%, kesalahan hitung aljabar sebesar 48,33%, dan
kecerobohan sebesar 0,00%. Pada soal Tes II ini, tidak ada siswa yang melakukan
kesalahan langkah penyelesaian dari kesalahan dalam kecerobohan.
Dapat disimpulakan, berdasarkan presentase rata-rata tiap kesalahan dari soal
Tes I dan Tes II kesalahan banyak dilakukan pada soal Tes II daripada Tes I. Pada
soal Tes II siswa lebih banyak melakukan kesalahan dalam menerjemahkan soal,
menggunakan konsep, dan menghitung aljabar daripada soal Tes I. Namun pada
soal Tes I kesalahan terjadi lebih variatif daripada soal Tes II.
Selanjutnya teknik analisis data dengan wawancara, sebagai berikut :

6
Dari hasil pekerjaan siswa dan wawancara yang dilakukan peneliti pada
subjek penelitian 2 mengerjakan soal nomor 1. Siswa ini tidak mengalami
kesulitan dalam memahami dan meyelesaikan soal yang diberikan. Siswa hanya
kurang teliti dalam mengubah dari bentuk pohon faktor ke dalam pemfaktoran.
Siswa juga menyadari kesalahan dan mengetahui letak kesalahannya.
Subjek Penelitian 1 (SP 1)

Dari hasil pekerjaan siswa dan wawancara di atas, siswa ini sedikit
mengalami kekeliruan dalam memahami kalimat terakhir pada soal, hal tersebut
yang menyebabkan siswa melakukan kesalahan. Kesalahan tersebut disadari siswa
setelah siswa membaca kembali soal yang ada.

G. Kesimpulan Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dipaparkan , maka
dapat ditarik kesimpulan:
a. Secara keseluruhan, persentase kesalahan yang dilakukan siswa untuk soal tes
I dengan materi KPK dan FPB adalah 31,67%, sedangkan persentase
kesalahan untuk soal tes II dengan materi bilangan bulat adalah 78,33%.
Berdasarkan perbedaan persentase tersebut, materi Bilangan Bulat terlihat

7
lebih sulit daripada materi FPB dan KPK. Hal ini disebabkan karena materi
bilangan bulat lebih abstrak terutama pada operasi bilangan negatif,
sementara materi FPB dan KPK lebih konkrit.
b. Kesalahan dalam menerjemahkan soal cerita yang disebabkan penggunaan
prosedur penerjemahan sintaksis terjadi karena siswa hanya menerjemahkan
berdasarkan urutan kata atau angka pada kalimat soal dan mengabaikan
makna kalimat yang diterjemahkannya.
c. Kesalahan dalam menyelesaikan soal cerita terdiri dari kesalahan konsep,
kesalahan langkah penyelesaian, atau kesalahan hitung aljabar.
d. Siswa mengalami kecerobohan baik dalam menerjemahkan maupun
menyelesaikan soal cerita yang disebabkan karena lupa atau kurang teliti.
e. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan
kualitatif, dan istrumen yang digunakan dikutip langsung dari buku
pendukung pelajaran siswa, serta teknik analisis data dengan 3 kegiatan
analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

H. Analisis dan komentar tentang jurnal


Setelah mengetahui latar belakang, permasalahan, metode yang digunakan,
maupun bentuk instrumen serta langkah-langkah dalam menganalisis data maka :
a. Seharusnya selain menganalisis peneliti menampilkan penggunaan model
pembelajaran dan metode serta strategi yang tepat untuk digunakan bukan
hanya permasalahannya saja.
b. Seharusnya selain mencari letak kesalahan pada penerjemahan soal ke model
matematika peneliti menampilkan atau membuat alat peraga yang digunakan
untuk penelitian agar mengurangi kemungkinan kesalahan-kesalahan dalam
pengerjaan soal.
c. Seharusnya pada saat melakukan penelitian, peneliti dapat memilih media
pembelajaran yang mampu meningkatkan keterampilan menyelesaikan soal
cerita menjadi model matematika.