Anda di halaman 1dari 34

DOKTER INTERNSHIP RSUD DR KANUDJOSO DJATIWIBOWO

BALIKPAPAN ANGKATAN IV PERIODE NOV 2015 NOV 2016

MEDICAL NOTES
Pasti sukses jaga RSKD!!
dr. Ronald Krisbianto, dr. Aldora Jesslyn, dr. Sarah Pujiasri,dr. Randy
Adiwinata, dr. Kevin Stanley Halim, dr. Bill Kartolo, dr. Josephine
Rasidi, dr Auliyaa Rahmah, dr. Ayu Dwi, dr. Fiqih Faruz, dr.
Muhammda Reza, dr. Nur Aini, dr. Sie Stefhanie, dr Monica
Katherina, dr. Jessly Amelia, dr. Patrick Austan, dr Ingrid Linardi, dr.
Deslia Chaerani

NOV 2015 NOV 2016


KATA PENGANTAR

Pertama tama puji Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmat-
Nya , kami dapat menyelesaikan Medical Notes ini. Penyusunan medical notes ini bertujuan
untuk membantu teman teman sesama internship di RSKD dalam bertugas sehari hari
baik di IRNA maupun di IRD.

Kami ingin mengucapkan terima kasih sebesar besarnya atas dukungan dan
pendampingan selama internship kepada dr. Elvi Agustina, dr. Normasari Madani, dan dr.
Dedi Handoko. Kami juga mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada segenap
keluarga besar karyawan RSUD Dr Kanujoso Djatiwibowo, Balikpapan dan Puskesmas
Kariangau atas kerja samanya selama 1 tahun ini.

Mengutip perkataan Sir William Osler to study the phenomena of disease without
books is to sail and uncharted sea ,while to study books without patient is not to go to sea at
all . Oleh karena itu Medical Notes ini ditujukan hanya untuk membantu dan bersifat jauh
dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kami menyarankan kepada teman teman dokter
internship yang membaca karya kami untuk mencari dan membaca sendiri gejala pasien yang
anda alami. Semoga Medical Notes ini dapat bermanfaat dan berguna bagi seluruh pembaca.
\
Balikpapan, 10 Oktober 2016

Dokter Internship Angkatan IV


BHD DEWASA
BHD ANAK
ROSC
BRADIKARDIA
TAKIKARDIA
SINDROM KORONER AKUT

Di RSKD : bila ditemukan pasien SKA ,berikan dual antiplatelet loadin Aspilet 4 tab (320mg) dan
Ticagrelor (Brilinta) 2 tab
Rumus Obat obatan Emergency yang sering digunakan di RSKD :

1. Dopamin
Dosis : 3 20 mcg/kgBB/menit
Sediaan 1 amp : 200mg/5cc
Indikasi : syok dengan masalah pompa dengan TD 70 100mmHg
2. Dobutamin
Dosis : 3 20 mcg/kgBB/menit
Sediaan 1 amp : 200mg/5cc
Indikasi : Untuk masalh pompa dengan tekanan darah sistolik 70
100mmHg dan tanpa tanda syok
3. Norepinefrin
Dosis : 0.1 0.5 mcg/kgbb/menit
Sediaan : 4mg/ 4cc
Indikasi : Syok Sepsis, Syok Kardiogenik dengan TD sistolik
<70mmHg
4. Epinefrin
Dosis :
- Kasus henting jantung :
o IV/IO 1mg tiap 3 5 menit selama resusitasi, setiap pemberian diberikan
flush NS 0.9% 20 cc dan menaikkan lengan 10 20 detik setelah
pemberian.
o Rute Endotrakeal : 2 2.5 mg diencerkan dengan 10 cc NS 0.9 % diikuti
pemberian ventilasi
o Infus Kontinu : 0.1 0.5 mcg/kgBB/menit
- Kasus bradikardia / hipotensi berat
o Infus : 2 10 mcg/menit dititrasi sesuai respons pasien
o Infus Kontinu : 0.1 0.5 mcg/kgBB/menit

60
Rumus umum yang dipakai :

Dosis yang diminta satuan dalam mcg/kgbb/menit



Jumlah Pengenceran 1000

Kenapa dikali 1000 ?

Karena dosis satuan yang diminta dalam micro dan kita ingin menjadikannya mg sesuai
sediaan obat, bila obat dalam mg maka tidak usah dikalikan 1000

Rumus ini berlaku secara umum untuk semua obat yang dosis yang diminta menggunakan
satuan mcg/kgbb/menit

Pemberian obat melalui syringe pump

Contoh Soal

Berikan 1 g/kgBB/menit dengan BB : 50 kg dan dosis sediaan Dopamin 200 mg


dalam 50cc Nacl ?

1 mg = 1000 g

200
Cara : Jumlah Pengenceran = 1000 = 4000 /
50

Jadi : 1 g x 50 kg x 60 = 0,75 cc/jam dapat dijadikan tpm

4000 g/cc

Bila dijadikan tpm ,

- menggunakan makro infus maka hasil dibagi 3 karena untuk makro infus, 1 cc =
20 tetes
- menggunakan infus mikro maka hasil tidak usah dibagi karena untuk mirko
infus 1 cc = 60 tetes

Obat obatan lainnya

1. Lidokain
Sediaan 40mg/2cc
Indikasi :
- Pada henti jantung dengan irama VF/ VT sebagai alternatif amiodaron
- Pada VT monomorfik stabil dengan fungsi LV baik
- Pada VT polimorfik stabil dengan interval QT normal dan fungsi LV baik

Dosis dan cara pemberian

Dosis awal : bolus 1 1.5 mg/kgBB IV

Untuk VT / VF refrakter : 0.5 0.75 mg/kgBB/IV diulangi 10 15 menit kemudian


dengan dosis maksimum sebanyak 3 kali atau dengan total dosis 3 mg/kgBB

Untuk henti jantung : 1.5 mg/kgBB /IV atau 2 -4 mg/kgBB/trakea

Pada VT stabil dengan QRS kompleks lebar tipe tidak jelas, ektopi yang signifikan,
dosis 0.5 0.7 mg/kgbb IV sampai 1 1.5mg/kgbb IV diulang isetiap 5 10menit
dengan total dosis 3mg/kgBB.

Maintenance dose : 1 -4 mg/menit IV ( 30 50 mcg/kgbb/menit) diencerkan dalam


D5% atau NS 0.9%

2. Amiodaroane (Cordarone)
Sediaan 150mg/3cc
Indikasi :
- digunakan secara luas untuk fibrilasi atrium dan takiaritmia ventrikular. Selain itu
juga untuk mengontrol kecepatan denyut nadi pada aritmia atrial dan pada pasien
dengan fungsi ventrikel kiri yang menurun jika pemberian digoksin sudah tidak
efektif.
- Pengobatan VT dan VF yang refrakter

Dosis :

- Dosis awal pada henti jantung : 300mg IV ceptan (diencerkan dengan D5% 20 -
30cc) . Berikutnya 150mg IV selang waktu 3 5 menit
- Takikardia kompleks QRS lebar stabil 150 mg IV dalam 5 10 menit pertama
dapat diulang 150mg IV setiap 10 menit jika diperlukan, maksimum 2.2gr
IV/24jam
- Dosis pemeliharaan : 360 mg VI selama 6 jam (1mg/menit) laludilanjutkan
dengan 540 mg IV selama 18 jam berikutnya (0.5mg/menit)
3. Diltiazem (Herbesser)
Sediaan 50 mg/ 5cc
Indikasi :
- Untuk mengendalilkan laju ventrikular pada atrial fibrilasi (AF) dan atrial flutter.
Dapat menghentikan aritmia reentri pada tingkat AV nodal
- Digunakan setelah adenosine untuk mengobati SVT refrakter pada pasien dengan
kompleks QRS yang sempit dan tekanan darah adekuat

Dosis pemberian

- Loading dose 0.25 mg/kg IV selama 2 menit. Dapat diulangi 15 menit kemudian
dengan dosis 0.35mg/kgBB selama 2 menit
- Mainteance dose : 5- 15mg/jam diencerkan dengan D5% atau NS 0.9%
4. Magnesium Sulfat
Sediaan : MgSO4 20% dan MgSO4 40%
Indikasi
- Torsades de pointes dengan nadi
- VF refrakter
- Henti jantung hanya jika terjadi Torsades de pointes

Dosis

- Henti jantung jika terjadi Torsades de pointes : 1 2 gr(5-10cc MgSO4 20%)


diencerkan dalam 10cc D5%/NS0.9%
- Torsades de pointes dengan nadi : 1 2 gr(5-10cc MgSO4 20%) diencerkan
dalam 50 100 cc D5%/NS0.9% diberikan selama 5 60 menit IV . Diikuti
dengan 0.5 1 gr per jam IV
5. Digoxin ( Fargoxin )
Sediaan : 0.5 mg / 2 cc
Indikasi :
- memperlambat respons ventrikular pada kasus AF dan atrial flutter
- Obat alternatif untuk SVT re entri

Dosis :

- Dosis pertama 4 -6 mcg/kgbb dalam 5 menit


- Dosis berikutnya : 2 -3 mcg/kgbb (4 8 jam berikutnya). Total 8 12 mcg/kgbb,
terbagi selama 8 16jam).
- Turunkan dosis apabila diberikan bersamaan dengan amiodarone sebesar 50%
6. Nitroglisserin (Cedocard),kontraindikasi bila TD sistol < 90mHg
Sediaan : 1mg/cc
Indikasi :
- Gagal jantung kongestif
- HT emergensi
- Anti angina pada SKA
- Hipertensi paru

Dosis

- Tablet : 1 tablet SL (0.3 0.4 mg) dapat diulang hingga 3 dosis dengan interval 5
menit
- IV : 12.5 25mcg . Dosis mainteance mulai 5 10 mcg/menit (tidak tergantung
BB) kemudian dinaikkan tiap 3 -5 menit 10mcg/menit sesuai klinis dan tekanan
darah. Maks 200mcg/menit.
7. Perdipine (Nikardipine)
Sediaan : 10mg/10cc
Indikasi : HT emergensi
Dosis : Infus 5mg/jam dapat ditingkatkan 2.5 mg per jam tiap 5 15 menit maksimal
15 mg/jam. Turunkan kecepatan 3mg/ jam bila target TD tercapai.
8. Furosemide (Lasix)
Sediaan : 20mg/2cc
Indikasi : sebagai terapi tambahan pada edema paru akut dengan tekanan darah
sistolik >90mmHg (tanpa syok)
Dosis : 0.5 1mg/kgBB selama 1 2 menit, jika tidak ada respon dosis dinaikkan
hingga 2 mg/kgBB, diberikan perlahan selama 1 2 menit.
9. Morfin Sulfat
Sediaan 5mg/ml
Indikasi : nyeri dada SKA tidak respon dengan nitrat dan edema paru akut
kardiogenik
Dosis :
- STEMI : berikan 2 4 mg IV , dapat diberikan dosis tambahan 2 8 mg IV
dalam interval 5- 15 menit
- NSTEMI : berikan 1 5 mg IV jika gejala tidak berkurang dengan pemberian
nitrat atau gejala berulang.
10. Midazolam (Miloz / Fortanest)
Sediaan 15mg/ 3cc
Indikasi : premedikasi sebelum kardioversi dan intubasi
Dosis : 0.1 0.3mg/kg (maksimal dosis dalam 1 kali pemberian : 10 mg). Onset efek
akan dimulai dalam 2 5 menit, durasi 15 30 menit.

Hipoglikemia pada Dewasa


Syok Anafilaktik dewasa
Tatalaksana Asma
ANAK

dr. Dea (NICU)

Cairan pemeliharaan Noenatus

Usia Aterm Preterm Cairan

0 60 80 cc/kgbb/24 jam D10% +ca gluconas 20cc


cc/kgbb/24jam
1 80 cc/kgbb/24 100 cc/kgbb/24 jam D10% +ca gluconas 20cc
jam
2 100 cc/kgbb/24 120 cc/kgbb/24 jam D10% +ca gluconas 20cc+
jam NS 3% 30 cc
3 120 cc/kgbb/24 140 cc/kgbb/24 jam
jam
4 140 cc/kgbb/24 150 cc/kgbb/24 jam
jam
5 dst 150 cc/kgbb/24 150 cc/kgbb/24 jam
jam
dr. Lany Sp.A
hari 0 ,1 cairan D10% + Ca Glukonas 20 cc

hari kedua dst D10% + Ca Glukonas 20 cc + NS 3 % 30 cc.

ASI akan dikurangin dengan cairan mainteance bila telah mencapai 10cc/kgBB

Untuk preterm diberikan 12x/hari, aterm 8 x/hari


GIR =
6

Normal = 4 - 6

Contoh Soal

Bayi lahir sc ai KPD > 24 jam usia kehamilan ibu 30-31 mgg A/s 4/7 ketuban jernih. BBL
1530 gr

FR: leuko ibu 23.200 KPD >24 jam

Pemeriksaan fisik.
KU : lemah grunting

HR 158 RR68 x menit sat 89% dengan CPAP P/F 7/ fio2 40%

Kep: an-/- ict -/- flare +/+

pulmo : vesikuler +/+ rh-/- wh -/- ret subcostal +/+

Cor dbn; abd dbn;

Ekstremitas akral lembab CRT > 3

Berapa kebutuhan cairan? Cairan apa yang diberikan?


Hitung GIR :
Berapa kebutuhan aminofusin dan ivelip?

Kebutuhan cairan = 1,53 kg x 80cc = 5,1 cc/ jam

24

Ivfd D10 +ca gluconas 20 cc----- 5 cc/jam

GIR = 10 x 5 cc/jm = 5,4

6 x1,53kg
Perbedaan dosis antara aminofusin dan ivelip tidak boleh melebihi 0.5 gr

Maka cara pemberiannya :

Maintenance cairan pada pediatri menggunakan rumus Holliday Segar


10 cc pertama = 100cc/kgbb/24jam

10 cc berikutnya = 50 cc/kgbb/24jam

Sisanya = 20 cc/kgbb/24jam

Koreksi Elektrolit

1. Hiponatremia

Sediaan : NS 3% = 2cc = 1 mEq

Rumus : 0.6

koreksi max 10 15 mEq / hari

dr. Elsa SpA target koreksi 10 mEq, koreksi cepat bila Na < 130mEq, dihabiskan dalam
4jam, koreksi lambat sisa dari kenaikan 10 mEq diteruskan, lalu habis dalam 20 jam

2. Hipokalemia
Kebutuhan K 2mEq/hari

Rumus : dr. Lany SpA 0.4

KCl 1cc = 1 mEq

Rumus dr. Tonny Sp. A: ( 2) + ( 2)

Rumus dr Daniel Sp.A dan dr Elsa Sp.A : 0.5cc/kgBB, menggunakan KCl diencerkan
5x dengan NS 0.9% atau D5 habis dalam 4 jam.

3. Hipocalcemia
Indikasi : Ca < 1.1
Cara koreksi 0.5 1 cc /kgBB diencerkan 1 : 1 habis dalam 1 jam
4. Asidosis Metabolik
Diberikan cairan Natrium Bikarbonat (Biknat / Nabik / Meylon) 1 mEq = 1 cc
0.3
Rumus =

Pengenceran 1 : 1 s/d 1 : 3 dengan NS 0.9 %


5. Albumin
Rumus = 0.8 =
Albumin 20% = 5 cc x gr = ... cc
Albumin 25% = 4cc x gr = ... cc

6. Transfusi

Tatalaksana Dengue pada anak


Syok dengue
- Cairan 20cc/kgBB RL bolus dalam 10 15 menit
- Bila syok belum teratasi setelah 10cc/kg pertama dan diulang 10cc/kg kristaloid
berikutnya dapat diberikan bersama koloid 10 -30 cc/ kgBB secepatnya dalam
1jam dan koreksi hasil laboratorium berupa gangguan asam basa, elektrolit dan
glukosa yang tidak normal
- Transfusi darah segera dipertimbangkan sebagai langkah berikutnya setelah
review Ht sebelum resusitasi
- Monitor ketat pasang kateter urin
- Inotropik dapat digunakan untuk mendukung tekanan darah

Apabila jalur intravena tidak didapatkan segera, coba cairan elektrolit per oral bila
pasien sadar atau jalur intraoseus. Jalur intraoseus dilakukan dalam keadaan darurat
atau setelah dua kali kegagalan mendapatkan jalur venga perifer atau setelah gagal
pemberian cairan melalui oral. Cairan IO harus dikerjakan dalam 2 5 menit

Apabila sumber perdarahan dapat diidentifikasi, segera hentikan. Tarnfusi darah


segera adalah darurat tidak dapat ditunda sampai Ht turun terlalu rendah. Bila darah
yang hilang dapat dihitung , harus diganti. Apabila tidak dapat diukur, 10cc/kg darah
segar atau 5cc/kg PRC harus diberikan dan dievaluasi
Pada perdaraha nsaluran cerna, H2 antagonis dan PPI dapat dgunakan.

Tidak ada bukti yang mendukung penggunaan komponen darah seperti TC dan
kriopresipitat pada DBD.

Kejang pada Anak


Fenitoin dan fenobarbital diencerkan dengan menggunakan NS 0.9%

Pada Neonatus langsung menggunakan FENOBARBITAL


Diare pada anak
Imunisasi pada anak
Obsgyn
Protab PEB
Pembacaan CTG
Tatalaksan Atonia Uteri