Anda di halaman 1dari 4

KERANGKA ACUAN INSPEKSI SANITASI

TEMPAT PENYELENGGARAAN AIR MINUM

PUSKESMAS PURING KENCANA

A. PENDAHULUAN
Air merupakan komponen yang paling sangat penting bagi kehidupan makhluk
hidup setelah udara, sekitar tiga perempat bagian tubuh kita terdiri dari air dan tidak
seorangpun yang dapat bertahan hidup lebih dari 4-5 hari tanpa air minum.Volume air
dalam tubuh manusia rata-rata 65 % dari total berat badannya. Apabila suatu saat tubuh
kehilangan seluruh cadangan lemak dan setengah dari cadangan protein dalam tubuh
maka hal ini tidak membahayakan bagi tubuh manusia, namun apabila terjadi
kehilangan 20% air dalam tubuh maka dapat menyebabkan kematian.
Dalam kehidupan sehari-hari air dipergunakan untuk keperluan minum, mandi,
memasak, mencuci dan lain-lain. Selain itu air juga digunakan untuk membersihkan
rumah dan kotoran yang ada disekitar rumah. Air juga digunakan untuk keperluan
industri, pertanian, pemadam kebakaran, tempat rekreasi, transportasi, dan lain-lain.
(Notoatmodjo, 2003)

B. LATAR BELAKANG
Air merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia sehingga perlu dijaga
kualitasnya agar tidak menjadi penyebab terjadinya peningkatan kasus kasus penyakit
yang berhubungan dengan air.
Air minum harus memenuhi syarat-syarat Kesehatan, baik fisik, kimia, radio aktif
maupun mikrobiologi supaya tidak mengakibatkan gangguan Kesehatan pada manusia
(Depkes RI., 2010). Air yang secara fisik tidak memenuhi syarat Kesehatan akan
dengan mudah dihindari untuk diminum oleh manusia, misalnya air yang berbau, tidak
jernih maupun terdapat rasa yang tidak biasa. Air minum yang tercemar bahan kimia
dan radio aktif mengakibatkan gangguan kesehatan yang umumnya bersifat kronis dan
jangka panjang, sedangkan untuk mendeteksinya memerlukan pemeriksaan yang lebih
rumit dan lebih mahal.
Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) adalah badan usaha yang mengelola air
minum untuk keperluan masyarakat dalam bentuk curah. Industri pengolahan air minum
dalam skala kecil yang dikenal dengan nama (DAMIU) telah berkembang dengan sangat
pesat, ini dapat dikatakan telah membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan
masyarakat atas penyediaan air minum dengan harga yang pantas dan terjangkau.
Jenis usaha ini harus mendapat pemantauan yang optimal, sehingga kualitas air hasil
produksi yang dihasilkan DAMIU tidak merugikan kesehatan masyarakat.

C. TUJUAN UMUM DAN TUJUAN KHUSUS


1. Tujuan Umum
a) Diketahuinya kualitas air dari sarana air minum di Depot Air Minum Isi Ulang
(DAMIU)
2. Tujuan Khusus
a) Diketahuinya kualitas air dari sarana air bersih yang digunakan penduduk
desa di wilayah kerja Puskesmas Puring Kencana berdasarkan parameter
fisik yaitu warna, bau dan rasa.
b) Diketahuinya kualitas air dari sarana air bersih yang digunakan penduduk
desa di wilayah kerja Puskesmas Puring Kencana berdasarkan skor resiko
pencemaran

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN


1. Kegiatan pokok
b) Inspeksi sarana air minum di Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)
a. Penyuluhan perorangan di saat kunjungan langsung ke DAMIU
2. Rincian kegiatan
a. Menentukan jadwal kegiatan
b. Menyiapkan surat tugas pelaksanaan
c. Menginformasikan kegiatan ke perangkat desa atau yang mewakili sesuai
dengan daerah yang akan dilakukan Inspeksi sarana air minum di Depot Air
Minum Isi Ulang (DAMIU)
d. Mempersiapkan peralatan penunjang pelaksanaan kegiatan, berupa:
1) Formulir sarana air minum di Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)
2) Kamera
3) Peralatan tulis
Adapun kegiatan pelaksanaan di lapangan adalah sebagai berikut :
1) Meminta ijin ke pemilik rumah untuk melakukan Inspeksi sarana air
minum di Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU)
2) Pengisian formulir sesuai dengan isian daftar
3) Penyuluhan perorangan sesuai kebutuhan
4) Pamitan ke pemilik rumah
5) Rekapitulasi hasil Inspeksi sarana air minum di Depot Air Minum Isi Ulang
(DAMIU)

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


1. Melihat penentuan tanggal kegiatan dengan kondisi dilapangan
2. Persiapan kuesioner, peralatan tulis, dan dokumentasi
3. Turun ke lapangan sesuai tanggal yang ditentukan
4. Pendataan sesuai keadaan DAMIU di lapangan
5. Penyuluhan personal terhadap pemilik DAMIU
6. Rekapitulasi hasil kegiatan lapangan
7. Menyelesaikan surat tugas dengan mengisi pelaporan

F. SASARAN
Semua DAMIU di wilayah kerja Puskesmas Puring Kencana.

G. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

KEGIATAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI


DAN WAKTU
PELAKSANAAN
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Inspeksi sarana
air minum di
Depot Air
Minum

KEGIATAN JULI AGUSTU SEPTEMBE OKTOBER NOVEMBER DESEMBER


DAN WAKTU S R
PELAKSANAA
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
N
Inspeksi sarana
air minum di
Depot Air
Minum
H. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN
1. WAKTU DAN PELAKSANAAN
NO TEMPAT KEGIATAN TANGGAL. KEGIATAN KET

1 SUNGAI ANTU
2 SUNGAI MAWANG
3 LANGAU
4 MERAKAI PANJANG
5 KANTUK ASAM
6 KANTUK BUNUT

2. Pelaksana
Tenaga sanitarian Puskesmas Puring Kencana

3. MASALAH DAN HASIL CAPAIAN PELAKSANAAN


a. Masalah
Belum pernah dilakukan uji pemeriksaan kualitas air minum (fisik, kimia,
biologi) dikarenakan akses yang sulit dan jauh untuk sampai tempat
pemeriksaan air sampel sehingga pengawasan hanya sebatas inspeksi
saja
b. Hasil Capaian
Sudah dilaksanakan inspeksi di DAMIU sesuai wilayah kerja Puskesmas
Puring Kencana

4. HASIL EVALUASI
a. Inspeksi DAMIU diharapkan tetap dilakukan secara berkala
b. Selain melakukan inspeksi, sebaiknya juga dilakukan uji kualitas air minum
sehingga masyarakat yang mengkonsumsi air minum tersebut merasa aman

Bukti fisik kegiatan berupa : surat tugas, formulir inspeksi DAMIU yang sudah diisi, dan
dokumentasi kegiatan