Anda di halaman 1dari 7

TATA CARA IBADAH PENEGUHAN DAN PEMBERKATAN

NIKAH

1. Musik penyambutan, kedua calon mempelai diiringi orang tua


memasuki ruangan Gereja menuju tempat yang telah disediakan.
2. Pendeta menaikkan Doa, kemudian jemaat dipersilahkan duduk.
3. Puji-pujian, atau persembahan pujian.
4. Doa untuk Firman Tuhan, dilanjutkan dengan penyampaian
Firman Tuhan.
5. Upacara pemberkatan:
a. Pendeta mempersilahkan kedua calon mempelai berdiri, sidang
jemaat Tuhan tetap duduk.
b. Pendeta berkata: Sidang Jemaat Tuhan, pada hari Kamis,
tanggal 29, di hadapan Tuhan dan sidang jemaat-Nya hari ini,
saya akan meneguhkan pernikahan saudara MARCHUS
YULIANTO dan saudari SANDY SARVIONITA dalam
nama Tuhan Yesus Kristus. Sebelum saya menyampaikan
berkat Tuhan kepada kedua calon mempelai, saya akan
mengajukan pertanyaan kepada mereka masing-masing dan
harus dijawab dengan benar dihadapan Tuhan.
c. Pendeta mengajukan pertanyaan yang harus dijawab dengan
Ya saya mau / saya bersedia. Kepada calon mempelai pria
Pendeta bertanya: Apakah saudara MARCHUS YULIANTO
menerima saudari SANDY SARVIONITA menjadi isterimu
yang sah dan satu-satunya serta memenuhi kewajiban sebagai
suami terhadap isteri? Mempelai laki-laki menjawab: Ya
saya bersedia.
Kepada calon mempelai wanita pendeta bertanya: Apakah
saudari SANDY SARVIONITA bersedia menerima saudara
MARCHUS YULIANTO menjadi suamimu yang sah dan
satu-satunya serta memenuhi kewajibanmu sebagai isteri
terhadap suami? Calon mempelai wanita menjawab: Ya saya
bersedia.
d. Pendeta membaca firman Tuhan dalam Kolose 3:18
mengatakan Hai isteri-isteri, tunduklah kepada suamimu,
sebagaimana seharusnya di dalam Tuhan. Pendeta bertanya
calon mempelai perempuan: Saudari SANDY
SARVIONITA apakah engkau berjanji di hadapan Tuhan,
bahwa engkau akan tunduk kapada suamimu sebagaimana
seharusnya di dalam Tuhan? mempelai perempuan menjawab:
Saya bersedia!
Baca kolose 3:19 mengatakan Hai suami-suami, kasihilah
isterimu dan janganlah berlaku kasar terhadap dia. Pendeta
bertanya kepada pengantin pria: saudara MARCHUS
YULIANTO apakah engkau mau berjanji dihadapan Tuhan,
bahwa engkau akan mengasihi isterimu dan tidak akan berlaku
kasar terhadap dia? mempelai pria menjawab: Ya saya
bersedia
e. Mengucapkan janji pernikahan: Saudara MARCHUS
YULIANTO sekarang Anda dipersilahkan untuk memegang
tangan kanan Saudari SANDY SARVIONITA. Calon
mempelai laki-laki mengulurkan tangan kanannya kepada
calon mempelai perempuan dengan posisi tangan menadah
mempelai perempuan meletakkan tangan kanannya pada
tangan laki-laki dengan posisi tangan menelungkup. Calon
mempelai laki-laki menutup tangan perempuan dengan tangan
kiri. Calon mempelai laki-laki kemudian di minta menirukan
apa yang diucapkan Pendeta sebagai berikut: saya
MARCHUS YULIANTO, mulai hari ini menerima kamu
SANDY SARVIONITA, menjadi isteriku yang sah dan satu-
satunya, saya akan menjaga dan memelihara engkau mulai hari
ini dan seterusnya dalam keadaan baik ataupun buruk, kaya
atau miskin, sehat atau sakit, saya akan mengasihi dan
menyayangimu sampai maut memisahkan kita. Di hadapan
Allah saya berjanji. Sementara kedua calon mempelai masih
berpegangan tangan, pendeta menyuruh calon mempelai
perempuan menirukan apa yang dikatakan, sebagai berikut:
Saya SANDY SARVIONITA mulai hari ini saya menerima
kamu MARCHUS YULIANTO menjadi suamiku yang sah
dan satu-satunya, saya akan menjaga dan memelihara engkau
mulai hari ini dan seterusnya dalam keadaan baik atau buruk,
kaya atau miskin, sehat atau sakit saya akan mengasihi,
mengindahkan engkau sampai maut memisahkan kita, di
hadapan Allah saya berjanji
f. Tanda ikatan: (kedua mempelai diminta tetap saling
berhadapan). Pendeta memegang cincin calon mempelai
perempuan dan memberikannya kepada calon mempelai laki-
laki, serta menyuruh dia untuk memasukannya ke jari manis
sebelah kanan dari calon mempelai perempuan dan sementara
calon mempelai laki-laki memegang cincin ini, ia menirukan
ucapan yang yang diucapkan pendeta: Dengan cincin ini saya
berjanji untuk setia dan percaya. Terimalah ini sebagai
lambang persatuan kekal kita dan kasih abadi kita. (dengan
menyebut dalam nama Tuhan Yesus Kristus)

Cincin kedua diserahkan kepada calon mempelai perempuan


serta menyuruh ia menirukan ucapan pendeta: Dengan cincin
ini saya berjanji untuk setia dan percaya. Terimalah sebagai
lambang persatuan kekal kita dan kasih abadi kita. (dengan
menyebut dalam nama Tuhan Yesus Kristus)
g. Peneguhan: kedua mempelai masih tetap berhadapan, dan
dalam posisi berjabatan tangan, pendeta membaca efesus 5:31-
33 Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya
dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi
satu daging. Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah
hubungan Kristus dan jemaat. Bagaimanapun juga, bagi kamu
masing-masing berlaku: kasihanilah isterimu seperti dirimu
sendiri dan isteri hendaklah menghormati suaminya.
h. Pemberkatan : kedua mempelai berlutut dengan tangan mereka
di taruh di atas Alkitab terbuka pada bagian 1 Korintus 13
(tentang kasih Allah yang sempurna). Pendeta mengangkat
tangan dan berdoa, mengucap syukur dan memohonkan berkat
Tuhan. Sesudah berdoa,pendeta menumpangkan tangannya ke
atas kedua calon mempelai dan mengucapkan: Saudara
MARCHUS YULIANTO dan saudari SANDY SARVIONITA
dalam Nama Tuhan Yesus Kristus terimalah segala berkat
Tuhan bagimu baik rohani maupun badani, Amin!
i. Sesudah memberkatan pendeta berkata kepada mempelai laki-
laki: Bukalah selubungnya dan terimalah dia sebagai isteri
yang Tuhan telah karuniakan kepada-mu. (sambil menyebut
nama Tuhan Yesus Kristus).

Kepada mempelai perempuan: terimalah dia sebagai suami-


mu yang telah dikaruniakan Tuhan kepadamu. Mempelai Pria
dipersilahkan mencium mempelai perempuan sebagai tanda
kasih. Upacara selesai.
j. Pendeta mempersilahkan kepada kedua mempelai untuk
bertukar posisi, mempelai Pria berada sebelah kanan mempelai
wanita, selanjutnya kedua mempelai dipersilahkan
memberikan buah sulung.
k. Pendeta mempersilahkan kedua mempelai untuk mengucapkan
terima kasih kepada kedua orang tua masing-masing dan
sebagai penutup boleh di berikan nyayian paduan suara atau
musik mempelai. Setelah pengucapan terima kasih kepada
orang tua masing-masing, pendeta mengucapkan selamat
kepada kedua mempelai.
l. Penandatanganan buku pencatatan peneguhan pernikahan
(Pendeta, kedua mempelai, orang tua, para saksi).
m. Pendeta atau pembela sidang menyerahkan surat nikah
kedua mempelai dan Alkitab
n. Doa Berkat
o. Setelah upacara pemberkatan nikah selesai, maka di
persilahkan kedua mempelai untuk menghadap meja hijau yang
telah disediakan oleh Gereja untuk pencatatan yang di lakukan
oleh Negara (Catatan Sipil).