Anda di halaman 1dari 21

LAPORAN KEMAJUAN

PROGRAM KREATIVITAS MAHASISWA

STUDI EKOLOGI MAKROALGA DAN DAMPAK GLOBAL WARMING


TERHADAP PRODUKTIVITAS PRIMER DI PANTAI NIRWANA DAN
PULAU KASIAK

BIDANG KEGIATAN:
PKM PENELITIAN EKSAKTA

Diusulkan Oleh:

1. Neng Rahma Puspita Yanti 1410421036 (2014)


2. Fitria Dela 1410421006 (2014)
3. Surya Fajri Abdul Hakim 1510424018 (2015)

UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015

i
ii
DAFTAR ISI

HALAMAN PENGESAHAN ............................................................................... ii


DAFTAR ISI ..........................................................................................................iii
RINGKASAN ........................................................................................................iv
BAB 1. PENDAHULUAN .................................................................................... 1
BAB 2. TARGET LUARAN ................................................................................. 3
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ................................................................... 4
BAB 4. HASIL YANG DICAPAI ......................................................................... 6
BAB 5. POTENSI HASIL ..................................................................................... 8
BAB 6. RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA .......................................... ..9
LAMPIRAN
Lampiran 1. Penggunaan Dana
Lampiran 2. Bukti-bukti Pendukung Kegiatan

iii
Ringkasan

Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan di wilayah Sumatra dan Kalimantan membuat
suhu di Indonesia pada tahun 2015 ini lebih tinggi dari biasanya dan berdampak pada
pemanasan global atau biasa dikenal dengan Global warming. Global warming dapat
menyebabkan perubahan iklim dan temperatur yang mengakibatkan perbedaan pola angin
sehingga dapat mempengaruhi pola hujan yang semakin sedikit atau musim keringnya
semakin panjang. Perubahan pola hujan akan berimplikasi pada kehidupan makhluk
hidup salah satunya tumbuhan laut yaitu Alga. Alga khususnya makroalga dapat
mengikat karbon dioksida yang digunakan untuk proses fotosintesis. Kabut asap akibat
kebakaran hutan akan menutup udara atau atmosfer dan membuat cahaya matahari sulit
untuk menembus bumi sehingga proses fotosintesis yang menunjukkan produktivitas
primer alga akan menurun. Turunnya produktivitas primer terutama pada makroalga akan
berdampak pada turunnya oksigen dan dapat memutuskan rantai makanan. Salah satu
lokasi makroalga dapat dijumpai di perairan Sumatra Barat adalah di Pantai Nirwana dan
Pulau Kasiak. Untuk mengetahui dampak dari global warming terhadap produktivitas
makroalga beserta studi mengenai ekologi makroalga di perairan Pantai Nirwana dan
Pulau Kasiak maka perlu dilakukan penelitian dengan target adanya informasi mengenai
ekologi makroalga di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak serta dampak dari global
warming terhadap produktivitas primer makroalga. Guna menjawab tujuan dan target
tersebut metode penelitian yang dipakai adalah metode purposive sampling dimana
sampel di ambil di tiga titik stasiun.Data yang diambil adalah jumlah individu, kepadatan
makroalga, frekuensi kehadiran, kepadatan relatif dan indeks diversitas serta
produktivitas primernya yang digunakan untuk menduga dampak dari global warming
tersebut. Sebagai data tambahan diambil juga faktor fisika-kimia dan biologi perairan
yang di ukur secara insitu dan eksitu. Semua data ditabulasikan dalam bentuk tabel dan
grafik kemudian dideskripsikan.

iv
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada tahun 2015 dikabarkan terjadi peningkatan suhu akibat kebakaran hutan di
beberapa wilayah Indonesia yang berdampak pada pemanasan global atau biasa
disebut Global warming. Kabut asap yang tebal akibat kebakaran hutan ini pun
membuat sinar matahari sulit untuk sampai ke bumi. Beberapa hasil riset
menunjukkan adanya kecenderungan peningkatan suhu bumi yang terjadi bersamaan
dengan peningkatan konsentrasi gas-gas rumah kaca (terutama CO2 dan CH4).
Menurut Sterr (2001) jika terjadi peningkatan suhu udara, maka akan meningkatkan
suhu permukaan laut dan berpengaruh terutama pada pola arus, pola hujan dan
tekanan udara di berbagai lautan sehingga mengubah pola iklim atau cuaca di
permukaan bumi.
Perubahan pola iklim dan cuaca memberikan dampak terhadap produktivitas
primer di perairan melalui tutupan awan, dan secara tidak langsung melalui suhu.
Awan dapat mengurangi penembusan cahaya ke permukaan laut dan mengurangi
kecepatan proses produktivitas primer. Salah satu dampaknya dapat dilihat pada alga
terutama makroalga. Alga merupakan jenis tumbuhan tingkat rendah yang mendiami
kawasan perairan. Alga berfungsi sebagai produsen dalam rantai makanan pada
ekosistem laut. Selanjutnya proses metabolisme alga di dalam perairan laut berkaitan
dengan tingginya serapan karbon dioksida, hal ini akan direfleksikan oleh tinginya
produktivitas primer. Jika produktivitas primer pada makroalga turun, maka akan
berdampak pada turunnya produksi oksigen.
Salah satu lokasi makroalga dapat dijumpai di perairan Sumatra Barat adalah
di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak. Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak terletak pada
jalur wisata jalan raya Bungus-Pessel, sekitar 10 km dari pusat kota, menghadap laut
lepas Samudra Indonesia (Rasyid, 2009). Dari penelitian yang telah dilakukan oleh
Fitra, Zakaria dan Syamsuardi (2013) mengenai produktivitas primer di perairan pada
beberapa tahun terakhir didapatkan suhu udara 28-30oC dan suhu air 30-32oC. Dan
kandungan produktivitas primer di perairan berkisar 0,07-0,66 mg/m3. Hal ini
menunjukkan produktivitas primer rendah (Afdal dan Riyono, 2008). Akibat adanya
bencana kabut asap di Sumatera pada tahun ini, untuk itu kita melihat bagaimana
tingkat produktivitas primer pada makroalga serta studi ekologinya di Pantai Nirwana
dan Pulau Kasiak dan karena belum adanya informasi mengenai kajian tersebut.

1.2 Perumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah status ekologi makroalga di perairan pantai Nirwana dan Pulau
Kasiak?
2

2. Bagaimana dampak global warming terhadap produktivitas makroalga


ditinjau dari faktor Fisika, kimia dan Biologi?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini yaitu
1. Untuk mengetahui status ekologi makroalga di Pantai Nirwana dan Pulau
Kasiak
2. Untuk menganalisa dampak global warming terhadap produktivitas primer
makroalga berdasarkan faktor fisika, kimia dan biologi perairan.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari hasil penelitian ini adalah sebagai informasi tentang ekologi makroalga
dan dampak global warming terhadap produktivitas primer makroalga di Pantai
Nirwana dan Pulau Kasiak serta sebagai bahan referensi bagi pihak yang
membutuhkan.
3

BAB 2. TARGET LUARAN

Adapun target luaran yang diharapkan dari penelitian ini adalah adanya data dan
laporan baru mengenai status ekologis perairan Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak
berdasarkan produktivitas primer makroalga akibat global warming. Hal ini
dikarenakan masih belum adanya informasi mengenai status ekologis perairan
tersebut.
4

BAB 3. METODE PENELITIAN

3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian


Penelitian dilakukan selama 3 bulan di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak.
Pengambilan sampel dilakukan pada 3 titik sampling. Penentuan faktor fisika dan
kimia juga diukur secara insitu pada masing-masing stasiun.
3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan dalam penelitian ini yaitu termometer, indikator pH, secchi disk,
petak kuadrat, ember, botol sampel, alat titrasi, gelas beker, pipet tetes, erlenmeyer,
spidol permanen, kertas label, spektofotometer dan kamera. Bahan yang digunakan
yaitu formalin, larutan MnSO4, larutan KOH/KI, larutan H2SO4, larutan Na2S2O3,
larutan amilum, larutan Fenolftalein (PP), dan aseton 90%.
3.3 Metode Penelitian
3.3.1 Dilapangan
3.3.1.1 Pengambilan Sampel makroalga
Pengambilan sampel makroalga dilakukan pada titik stasiun dengan metode kuadrat
50 x 50 cm. Selanjutnya sampel di masukan ke dalam botol dan beri label untuk
diidentifikasi di laboratorium. Pengambilan 300 gr sampel makroalga untuk
mengukur produktivitas primer. Produktivitas Primer alga dihitung dengan rumus:

Dimana : PP = Produktivitas Primer (mgC/gbk/jam)


BT = mg/l O2 pada botol terang
BG = mg/l O2 pada botol gelap
1000 = bilangan konversi dari liter ke m3
0,375 = konversi oksigen ke karbon
PQ = photosynthetic quotient dengan nilai 1,00 (didasarkan pada
penelitian yang dilakukan oleh Rosenberg et al., 1995)
a. Suhu air diukur dangan termometer secara insitu.
b. Kecerahan air diukur dengan secchi disk secara insitu.
c. pH air diukur dengan pH meter secara insitu.
d. Kandungan oksigen terlarut dilakukan dengan metode Winkler (Michael, 1984)
secara insitu. Diambil air laut dengan botol berukuran 500 ml lalu ditambah 1 ml
MnSO4 dan 1 ml KOH/KI. Setelah dihomogenkan ditambahkan 1 ml H2SO4 pekat
lalu ditutup dan dikocok sampai semua endapan larut atau hilang lalu didinginkan.
Diambil sampel air sebanyak 50 ml dengan pipet, dimasukkan ke dalam erlenmeyer
dan dititrasi dengan larutan Na2S2O3 0.0125 N sampai berwarna kuning muda
kemudian ditambahkan 2-5 tetes amilum 1% lalu dititrasi lagi sampai larutan tepat
5

bening. Dicatat Na2S2O3 yang terpakai sebanyak 3 kali perlakuan dan diambil rata-
ratanya, kadar O2 terlarut dalam air dihitung dengan rumus:
(Michael, 1984)
e. Penentuan kandungan CO2 bebas dalam air dengan metode titrasi (Michael, 1984)
secara insitu. Diambil air di permukaan dengan botol ukuran 250 ml, setelah itu
diambil 50 ml sampel air dimasukkan ke erlenmeyer ukuran 100 ml lalu ditambah 2
5 tetes phenolftalein (PP) 1 % dan dititrasi dengan larutan NaOH 0,05 N sampai tepat
berwarna merah jambu. Dicatat volume NaOH yang terpakai sebanyak 3 kali
perlakuan dan diambil rata-ratanya. Kandungan CO2 bebas dalam air dihitung dengan
rumus:
(Michael, 1984)

3.3.2 Dilaboratorium
3.3.2.1 Penghitungan Individu makroalga
Penghitungan individu makroalga dilakukan secara langsung (direct count method).
Sampel yang didapatkan kemudian difoto dan diidentifikasi. Setelah itu dihitung
jumlah individu dari setiap spesies yang ditemukan dengan beberapa buku
identifikasi yang digunakan. Serta pengukuran nitrat dan fosfat dengan
spectrofotometer.
3.3.2.2 Analisis Data
Analisis terhadap makroalga yang didapatkan meliputi:
1. Kepadatan makroalga
Kepadatan makroalga dihitung dengan rumus:

Dimana: n = Jumlah individu makroalga dalam petak kuadrat 50x 50 cm


a = Rata-rata jumlah makroalga dalam petak kuadrat,
L = luas area (m2), (Michael, 1984)
2. Biomassa
Biomassa makroalga dihitung dengan rumus:

Dimana: BB = Berat Basah


BK = Berat Kering
6

BAB 4. HASIL YANG TELAH DICAPAI

Sejauh pelaksanaan proram penelitian ini telah mencapai beberapa hasil, diantaranya:

1. Telah melakukan uji Produktivitas Primer tiap jenis makroalga yang ada di
Pantai Nirwana dan Pulau kasiak
2. Pengukuran Biomassa tiap jenis makroalga
3. Telah melakukan pengukuran fisika kimia perairan di Pantai Nirwana dan
Pulau Kasiak
4. Menghitung kepadatan jenis makroalga yang terdapat di Pantai Nirwana dan
Pulau Kasiak

Tabel 1. Produktivitas Primer Makroalga di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak


No Pantai Nirwana Pulau Kasiak
Jenis Makroalga Hasil Jenis Makroalga Hasil
1 Sargassum sp. 3,07 mg C/gbk/jam Padina sp. 8,67 mg C/gbk/jam
2 Padina sp. -0,3 mg C/gbk/jam Turbinaria sp. 0,3 mg C/gbk/jam
3 Gracilaria sp. 0,9 mg C/gbk/jam Chamaesiphon sp. 2,22 mg C/gbk/jam
4 Turbinaria sp. 1, 12 mg C/gbk/jam - -

Tabel 2. Pengukuran Biomassa Algae di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak


Tabel 2.1. Pengukuran Biomassa di Pantai Nirwana
No Pantai Nirwana
Jenis Makroalga Botol Terang Botol Gelap
1 Sargassum sp. 0,6 gram 0,5 gram
2 Padina sp. 0,57 gram 0,33 gram
3 Gracilaria sp. 0,54 gram 0,52 gram
4 Turbinaria sp. 0,84 gram 0,5 gram
Tabel 2.2. Pengukuran Biomassa di Pulau Kasiak
No Pulau Kasiak
Jenis Makroalga Botol Terang Botol Gelap
1 Padina sp. 0,66 gram 0,58 gram
2 Turbinaria sp. 0,8 gram 0,73 gram
3 Chamaesiphon sp. 0,7 gram 0,7 gram
7

Tabel 3. Pengukuran Fisika Kimia di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak


No Faktor Fisika Kimia Pantai Nirwana Pulau Kasiak
1 PH 7 7
2 Suhu Air 31Celcius 31Celcius
3 Suhu Udara 31Celcius 31Celcius
4 Kadar O2 5,4 ppm 10 ppm
5 Kadar CO2 0 ppm 91,52 ppm
6 BOD5 1,2 ppm 7.6 ppm

Tabel 4. kepadatan jenis makroalga yang terdapat di Pantai Nirwana dan Pulau
Kasiak
No Pantai Nirwana Pulau Kasiak
Jenis Makroalga Jumlah Jenis Makroalga Jumlah
2
1 Sargassum sp. 8 ind/m Padina sp. 80 ind/m2
2 Padina sp. 36 ind/m2 Turbinaria sp 60 ind/m2
3 Gracilaria sp. 28 ind/m2 Chamaesiphon sp. 4 ind/m2
4 Turbinaria sp. 20 ind/m2 - -
8

BAB 5. POTENSI HASIL

Dari kegiatan penelitian Studi Ekologi Makroalga dan Dampak Global Warming
terhadap Produktivitas Primer di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak dari rangkaian
kegiatan yang telah dilaksanakan maka didapatkan beberapa manfaat dari penelitian
ini yaitu sebagai informasi tentang ekologi makroalga dan dampak global warming
terhadap produktivitas primer makroalga di Pantai Nirwana dan Pulau Kasiak serta
sebagai bahan referensi bagi pihak yang membutuhkan.
9

BAB 6. RENCANA TAHAP BERIKUTNYA

Dari rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan, adapun rencana tahapan selanjutnya
yang akan dilaksanakan adalah melakukan uji klorofil terhadap jenis makroalga yang
ada dipantai nirwana dan pulau kasiak, mengukur kecerahan air dipantai nirwana dan
pulau kasiak, dan mengambil gambar tentang kondisi makroalga yang mengalami
bleaching dipantai nirwana dan pulau kasiak akibat global warming.
10

DAFTAR PUSTAKA

Afrizal, S and R. Usman. 2000. Struktur Komunitas Alga Perifiton di Danau


Singkarak dan Aliran Keluarnya. Laporan hasil akhir penelitian research
Grant Due-Like. UNAND. Padang.
AIMS. 2005. Coral Reef and Climate Changes.
http://www.aims.gov.au/pages/about/communications/issues/coral-reefs-and-
climate-changes-2005.html (diakses: 7 September 2015).
Asriyana and Yuliana. 2012. Produktivitas Perairan. PT Bumi Aksara. Jakarta.
Bayong, THK.1987. Iklim dan Lingkungan. PT Cendekia Jaya Utama. Bandung.
Campbell, N.A, et al. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid III. Erlangga. Jakarta.
Kausch and W. Lampert. 1994. Algae and Water Polution. E. Schweizerbartsche
Verlagsbucrihandlung. Stuttgart.
Kumampung, D.R.H., T. Sumarto dan I, Manembu. 2009. Struktur Komunitas Alga
Laut di Perairan Pantai Malalayang Kota Manado. Jurnal Perikanan dan
Kelautan.Volume 5: 49-57.
Michael, P. 1984. Metode Ekologi Untuk Penyelidikan Ladang dan Laboratorium. UI
Press, Jakarta
Nybakken, N. 1988. Biologi Laut Suatu Pendekatan Biologis. Gramedia, Jakarta
Prescott, G. W. 1978. How to Know Algae. Revised Edition. W. M. C Brown
Company Publishers Dubuque. Lowa.
Rasyid, M. 2009. Propinsi Sumatra Barat, Pantai Taman Nirwana.
http://indopedia.gunadarma.ac.id/content/172/5774/id/pantai_nirwana.html.
(diakses 4 September 2015)
Romimohtarto, K dan S. Juwana. 2001. Biologi Laut Ilmu Pengetahuan Tentang
Biota Laut. Djambatan. Jakarta.
Sterr, H. 2001. Implications of Climate Change on Sea Level. Pp.199-205 in Climate
of the 21st Century: Changes and Risk: Scientific Facts (JL Lozn, H Gral,
and P Hupfer, eds.). Wissenschaftliche Auswertungen, Hamburg.
Suwedi, Nawa. 2005. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Dampak Pemanasan
Global. Jurnal Teknologi Lingkungan.Vol 6(2): 397-401.
Sze, P. 1986. Algae. Second edition.Wm.c.Brown Publishers. Dubuque, Melbourne,
Australia, Oxford, England.
11

Tjitrosoepomo, G. 1989. Taksonomi Tumbuhan (Schizophyta, Thallophyta,


Bryophyta, Pterydophyta). Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.
Tjitrosoepomo, G. 2005. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press.
Yogyakarta.
LAMPIRAN-LAMPIRAN

Lampiran 1. Penggunaan Dana

No Material Jumlah Harga Keterangan


1 Indikator PH 1 unit 197000
2 kotak kimia 1 unit 75000
3 countainer 1 unit 250000
4 Termos 1 unit 150000
5 ember 1 unit 20000
6 botol 20 unit 100000
7 timbangan 1 unit 150000
8 tisue 3 gulung 12000
9 plastic packing 2 unit 6000
10 pipet tetes 5 unit 15000
11 handscoon 8 pasang 16000
12 masker 8 unit 8000
13 lakban putih 1 unit 10000
14 lakban hitam 1 unit 15000
15 kertas label 1 pack 2500
16 notebook 1 unit 7500
Alat dan Bahan yang di beli
17 spidol permanen 2 unit 10000
18 tali rafia 1 gulung 6000
19 suntik 5 cc 5 unit 15000
20 suntik 10 cc 5 unit 15000
21 suntik 1 cc 6 unit 18000
22 plastik ukuran 1/2 kg 1/2 kg 20000
23 plastik ukuran 5 kg 1/2 kg 20000
24 petak kuadrat 1 unit 60000
25 Ongkos perjalanan 4 orang 30000
26 Uang Kapal 4 orang 250000
27 Uang masuk pantai 4 orang 50000
28 konsumsi hari ke-1 2 orang 60000
29 aqua 1 Kotak 20000
30 makan pagi 4 orang 120000
31 makan siang 4 orang 122000
32 snack 5 pack 36000
33 Larutan penolftalin (pp) 50 ml 0
34 MnSO4 50 ml 0 Pinjam di Laboratorium
35 NaOH 50 ml 0
36 Na2S2O3 250 ml 0
37 KOHKI 50 ml 0
38 H2SO4 50 ml 0
39 Amilum 50 ml 0
Total Dana terpakai 1886000
Lampiran 2. Kegiatan Pelaksanaan

Lampiran 2.1. Berat Basah


Lampiran 2.2. Berat Kering
Lampiran 2.3. Uji kadar O2
Lampiran 2.4. Gambar Pendukung