Anda di halaman 1dari 14

JURNAL

PERILAKU KONSUMEN DALAM BERBELANJA PAKAIAN WANITA


DI PASAR PAGI SAMARINDA

Oleh :

M. FAHRUL AINUL YAKIN


NPM. 10.11.1001.3443.060

BAB papan yang dianggap sebagai kebutuhan


PENDAHULUAN dasar manusia. Kebutuhan sandang
merupakan kebutuhan untuk terlindungi
A. Latar Belakang Masalah dari rasa panas, dingin, yang
Konsumen sebagai individu memiliki kebutuhannya dipenuhi dengan
kriteria dan kondisi yang berbeda satu menggunakan pakaian. Kebutuhan
sama lainnya dan perbedaan ini pula yang manusia akan pakaian terus meningkat
menyebabkan kompleksnya perilaku dari yang tadinya sekedar kebutuhan
konsumen. Secara umum bagaimana mendasar bergeser menjadi kebutuhan
konsumen berprilaku yang dipengaruhi sosial, kebutuhan untuk dihargai bahkan
oleh faktor internal dan faktor eksternal. sampai menjadi kebutuhan komersil
Faktor internal adalah faktor yang ada seperti model dan fashion.
pada diri konsumen itu sendiri. Produk memainkan peranan yang
Sedangkan faktor eksternal merupakan sangat penting dalam mempengaruhi
faktor yang ada dari luar diri konsumen perilaku konsumen karena produk mampu
itu sendiri. membawa pesan makna budaya yang
Pemahamam perilaku konsumen dikomunikasikan secara simbolik berupa
adalah problem mendasar ketika akan nilai, norma, kepercayaan. Makna budaya
menentukan strategi bauran akan dipindahkan ke produk kemudian
pemasarannya. Dengan mengenal dipindahkan ke konsumen. Perkembangan
konsumen, akan dipahami karateristik masyarakat dalam berbelanja, terutama
bagaimana seseorang membuat pada masa dewasa awal wanita memiliki
keputusannya dan berbagai faktor yang kesibukan yang tinggi berbelanja baik di
mempengaruhi perilaku mereka dalam pasar tradisional, pasar modern hingga
mengambil keputusan atas penggunaan secara online. Salah satu hal daya beli
suatu barang atau jasa. Strategi bauran dalam masyarakat yang disebut sebagai
pemasaran ini berlaku juga bagi perilaku konsumen yaitu untuk tujuan
konsumen yang melakukan pembelian mencapai kepuasan konsumen semata,
atas barang-barang mewah, misalnya karena jika kepuasan konsumen tercapai
Rumah, Mobil, Sepeda motor dan lain dan konsumen merasa nyaman maka
lain sebagainya. kemungkinan konsumen akan berbelanja
Setiap manusia memiliki kebutuhan kembali, dan hal demikianlah yang
dan keinginan yang harus dipenuhi, mulai memicu berkembangnya perilaku
dari kebutuhan sandang, pangan, dan konsumtif.
2

Pasar Pagi merupakan pasar tertua berpakaian berbeda dengan kaum laki-
dan lebih dikenal sebagai Pusat Pakaian laki, kaum wanita selalu ingin tampil
karena pasar tersebut sebagai wadah trendy dan modis dalam berpakaian.
pedagang kaki lima menjual semua jenis Melihat perilaku konsumen dalam
pakaian baik itu dari pakaian anak-anak berbelanja pakaian wanita di pasar Pagi
hingga dewasa dan juga pakaian wanita. dan banyak hal yang menjadi faktor yang
Pasar Pagi dibangun oleh Pemerintah erat kaitannya dengan keputusan
Kota Samarinda yang awalnya dibangun pembelian konsumen selalu dimanfaatkan
di pinggir Sungai Mahakam. Namun oleh penjual untuk meningkatkan
seiring dengan perkembangan kota, maka pendapatannya. Sesuai dengan pendapat
pasar dipindahkan agak menjauh dari tepi Suryani (2008:8) yang mengatakaan
sungai karena tepi sungai dibuat jalan. bahwa Siapa yang lebih mampu
Pasar Pagi adalah pasar yang bisa memahami keinginan konsumennya dan
dibilang unik dilihat dari jenis barang menerjemahkan keinginan tersebut dalam
yaitu pakaian wanita. Pakaian wanita produk atau jasa yang unggul, dialah yang
selalu menjadi ukuran sebuah gengsi akan memenangkan persaingan. Banyak
masyarakat dalam hal ini adalah faktor yang mempengaruhi perilaku
konsumen, pakaian wanita selalu dicari konsumen dalam keputusan untuk
semua masyarakat dari kelas bawah membeli pakaian wanita.
sampai dengan kelas atas dan harga yang Adapun factor - faktor perilaku
ditawarkan pun relatif sesuai dengan konsumen menurut Kotler (2008:25)
tingkatan dan bahan pakaian yang terdiri dari: (1) Faktor Kebudayaan.
dibuatnya. Faktor kebudayaan berpengaruh luas dan
Pada saat ini rata-rata pengunjung mendalam terhadap perilaku konsumen.
pasar pagi mencapai 6.000 hingga 7.500 Faktor kebudayaan terdiri dari: budaya,
pengunjung perhari. Sedangkan, pada saat subbudaya, kelas sosial, (2) Faktor Sosial.
ramai dapat mencapai 8.000 hingga 9.000 Selain faktor budaya, perilaku seorang
pengunjung. Pasar ramai biasanya terjadi konsumen dipengaruhi oleh faktor-faktor
pada hari libur atau hari besar nasional. sosial seperti kelompok acuan, keluarga
Namun, terkadang pasar juga mengalami serta status sosial. (3) Faktor Pribadi.
sepi pengunjung pada akhir bulan dan Faktor pribadi yang memberikan
awal tahun ajaran baru. Jumlah kontribusi terhadap perilaku konsumen
pengunjung pada saat itu hanya mencapai terdiri dari: usia dan tahap siklus hidup,
3.000 hingga 4.000 pengunjung perhari. pekerjaan dan lingkungan ekonomi, gaya
Hai ini menunjukkan bahwa pasar hidup, kepribadian dan konsep diri. (4)
tradisional tidak kalah bersaing dengan Faktor Psikologis. Pilihan pembelian
pasar modern yang baru muncul dan seseorang dipengaruhi oleh empat faktor
berkembang pesat. (Pak Lagayo, UPTD. psikologi utama yaitu motivasi, persepsi,
Pasar Pagi Samarinda). pembelajaran, serta keyakinan dan
Objek dalam penelitian ini adalah pendirian.
pakaian wanita, objek ini dipilih karena Perilaku pembelian konsumen
menurut pengamatan penulis dan sebagai Sebagian besar dipengaruhi oleh faktor-
observasi awal dalam penelitian ini faktor yang tidak dapat dikendalikan oleh
pakaian wanita merupakan jenis pakaian penjual pakaian saja, tetapi harus benar-
yang paling banyak dijual dipasar Pagi benar diperhatikan dalam melakukan
yang jenis dan modelnya beraneka ragam. keputusan pembelian. Proses pengambilan
Selanjutnya penulis beranggapan pakaian keputusan konsumen tidak bisa terjadi
wanita juga dipilih sebagai objek dalam dengan sendirinya, ada faktor yang
penelitian ini karena kaum wanita dalam berpengaruh dengan kebudayaan, sosial,
3

pribadi, psikologis terhadap perilaku konsumen dalam berbelanja pakaian


konsumen dalam berbelanja pakaian wanita di Pasar Pagi Samarinda?
wanita yang dapat mempengaruhi 2. Apakah faktor kebudayaan
perilaku konsumen dan pembuatan berpengaruh positif dan signifikan
keputusan konsumen dalam berbelanja. terhadap perilaku konsumen dalam
Berdasarkan uraian tersebut di atas, berbelanja pakaian wanita di Pasar
maka penulis tertarik untuk meneliti lebih Pagi Samarinda?
mendalam tentang faktor-faktor yang 3. Apakah faktor sosial berpengaruh
mempengaruhi perilaku konsumen positif dan signifikan terhadap
tersebut diatas dengan judul penelitian ini perilaku konsumen dalam berbelanja
adalah Perilaku Konsumen dalam pakaian wanita di Pasar Pagi
Berbelanja Pakaian Wanita di Pasar Samarinda?
Pagi Samarinda. 4. Apakah faktor pribadi berpengaruh
positif dan signifikan terhadap
perilaku konsumen dalam berbelanja
B. Rumusan Masalah pakaian wanita di Pasar Pagi
Berdasarkan latar belakang masalah Samarinda?
di atas, maka rumusan masalah dalam 5. Apakah faktor psikologis
penelitian ini adalah : berpengaruh positif dan signifikan
1. Apakah faktor kebudayaan, sosial, terhadap perilaku konsumen dalam
pribadi dan psikologi secara bersama- berbelanja pakaian wanita di Pasar
sama berpengaruh positif dan Pagi Samarinda?
signifikan terhadap perilaku

BAB 2. Faktor-faktor Perilaku Konsumen


DASAR TEORI Faktor-faktor perilaku konsumen
merupakan manifestasi dari perilaku
A. Perilaku Konsumen manusia yang sangat kompleks dan
Istilah perilaku erat hubungannya komprehensif, hal ini disebabkan oleh
dengan objek yang studinya diarahkan banyaknya variabel yang berpengaruh
pada permasalahan manusia. Di bidang terhadap perilaku konsumen dengan
studi pemasaran, konsep perilaku kecenderungan untuk saling berinteraksi.
konsumen secara terus menerus Perilaku konsumen ditimbulkan
dikembangkan dengan berbagai oleh adanya interaksi antara faktor-
pendekatan. faktor lingkungan dan individu. Dalam
Pemahaman tentang perilaku interaksi tersebut sosialisasi antara
konsumen (consumer behavior) bagi individu mengakibatkan terjadinya
setiap pemasar merupakan sesuatu yang transfer dan interaksi perilaku (Swastha
penting dalam menginterpretasikan dan Handoko, 2000:27).
konsep pemasaran. Konsep pemasaran Faktor-faktor teori perilaku
bertujuan memberikan kepuasan konsumen menurut Swastha dan
terhadap keinginan dan kebutuhan Handoko (2000:28) adalah sebagai
konsumen. Hal ini menunjukkan bahwa berikut:
konsep pemasaran yang berhasil adalah 1. Teori Ekonomi Mikro
konsep pemasaran yang selalu Dalam teori ini menjelaskan bahwa
berorientasi kepada konsumen keputusan untuk membeli
(consumer oriented). merupakan hasil perhitungan
4

ekonomis rasional yang sadar. Suatu proses keputusan membeli


Pembeli individual berusaha bukan sekedar mengetahui berbagai
menggunakan barang-barang yang faktor yang akan memengaruhi pembeli,
akan memberikan kegunaan tetapi berdasarkan peranan dalam
(kepuasan) paling banyak, sesuai pembelian dan keputusan untuk membeli
dengan selera dan harga-harga (Simamora, 2004: 15), terdapat lima
relatif. peran yang terjadi dalam keputusan
2. Teori Psikologis membeli:
Teori psikologis ini mendasarkan 1) Pemrakarsa (Initiator),
diri pada pada faktor-faktor Adalah individu yang mempunyai
psikologis individu yang selalu inisiatif membeli barang tertentu.
dipengaruhi oleh kekuatan 2) Pemberi pengaruh (Influencer),
lingkungan yang merupakan Adalah individu yang berpengaruh
penerapan dari teori-teori bidang terhadap keputusan pembelian.
psikologis dalam menganalisa Informasi mengenai kriteria yang
perilaku konsumen. diberikan akan dipertimbangkan baik
3. Teori Sosiologis secara sengaja atau tidak.
Teori ini lebih menitik beratkan 3) Pengambil keputusan (Decider),
pada hubungan dan pengaruh antara Adalah yang sangat menentukan
individu-individu yang dikaitkan sebagian atau keseluruhan keputusan
dengan perilaku mereka jadi lebih pembelian, apakah pembeli, apa yang
mengutamakan perilaku kelompok dibeli, kapan hendak membeli,
dari pada perilaku individu. dengan bagaimana cara membeli, dan
4. Teori Antropologis dimana akan membeli.
Teori ini sama dengan teori 4) Pembeli (Buyer)
sosiologis, teori ini juga Adalah individu yang melakukan
menekankan pada tingkah laku transaksi pembelian sesungguhnya.
pembelian dari suatu kelompok 5) Pemakai (User)
tetapi kelompok yang diteliti adalah Yaitu individu yang mempergunakan
kelompok masyarakat luas antara produk atau jasa yang dibeli.
lain: kebudayaan (kelompok paling
besar), sub kultur (kebudayaan 4. Tahap-Tahap dalam Proses
daerah), dan kelas sosial. Keputusan Membeli
Ada lima tahap yang dilalui
3. Proses Keputusan Pembelian konsumen dalam proses pembelian,
Konsumen yaitu pengenalan masalah, pencarian
Peran Pembelian Ketika konsumen informasi, evaluasi alternatif, keputusan
melakukan pembelian, mereka akan pembelian, dan perilaku pasca
melewati suatu proses sebelum benar- pembelian. Model ini menekankan
benar mengambil keputusan untuk bahwa proses pembelian bermula
melakukan pembelian. Proses sebelum pembelian dan berakibat jauh
pengambilan keputusan pembelian ini setelah pembelian. Setiap konsumen
terjadi dengan sangat cepat dan tanpa tertentu melewati tahap ini untuk setiap
kita sadari, terutama dalam pembelian pembelian yang mereka buat. Dalam
produk yang bersifat kompleks dan pembelian yang rutin mereka membalik
untuk mengurangi ketidakcocokan maka tahap-tahap tersebut (Kotler, 2002:204).
proses keputusan pembelian akan sangat Berdasarkan gambar 2.1 di atas dapat
terasa. Menurut Schiffman dan Kanuk dijelaskan sebagai berikut :
(2004:554) 1. Pengenalan Masalah
5

Pada tahap ini, konsumen dilakukan membawa konsumen


mempersepsikan perbedaan antara untuk melakukan pembelian. Jika ia
keadaan yang diinginkan dan situasi mengalami kegagalan dalam
aktual yang memadai untuk melakukan pembelian produk/ jasa
membangkitkan dan mengaktifkan yang diinginkannya(alternatif yang
proses keputusan. Pada tahap ini dipilih). konsumen melakukan
konsumen merasakan kondisi aktual pembelian ke alternatif lain atau
yang berbeda dengan keadaan yang alternatif pengganti yang masih
diinginkan, hal ini membuat dapat diterima.
konsumen mengenali kebutuhannya. 5. Perilaku Pasca Pembelian
2. Pencarian Informasi Pada tahap ini, konsumen
Pada tahap ini, konsumen mencari mengevaluasi apakah alternatif yang
informasi yang disimpan di dalam dipilih memenuhi kebutuhan dan
ingatan (pencarian internal) atau harapan segera sesudah digunakan.
mendapatkan informasi yang Setelah mengkonsumsi alternatif
relevan dengan keputusan dari yang dipilih, konsumen kembali
lingkungan (pencarian eksternal). melakukan evaluasi terhadap
Telah mengenali kebutuhannya, barang/jasa yang dikonsumsinya.
konsumen mencari informasi yang Jika kinerja barang atau jasa yang
berkaitan dengan pemenuhan digunakannya telah sesuai dengan
kebutuhannya.Informasi yang harapannya, maka konsumen
didapat dari dirinya sendiri, seperti; tersebut akan merasa puas. Begitu
pengalamann pribadi dan ingatan pula sebaliknya, jika kinerja barang
konsumen akan sesuatu yang atau jasa yang digunakannya tidak
relevan dengan kebutuhannya, sesuai dengan harapannya, maka
disebut dengan pencarian internal. konsumen tersebut akan merasa
Sedangkan yang dimaksud dengan tidak puas. Pada tahap ini, kita bisa
pencarian eksternal adalah ketika melihat keputusan pembelian sangat
konsumen mencari informasi dari dipengaruhi oleh beberapa faktor,
lingkungan luarnya. yaitu; Pendirian orang lain, resiko,
3. Evaluasi Alternatif tindakan pasca pembelian
Pada tahap ini, konsumen konsumen dan tindakan pasca
mengevaluasi pilihan berkenaan pembelian di pihak perusahaan.
dengan manfaat yang diharapkan .
dan menyempitkan pilihan sehingga C. Definisi Konsepsional
alternatif yang dipilih.Pencarian dan Definisi Konsepsional merupakan
internal dan eksternal yang suatu pengertian dari gejala yang
diperoleh konsumen kemudian menjadi pokok perhatian. Definisi
dievaluasi, hingga kearah yang Konsepsional dimaksud agar dapat
sesuai dengan harapan konsumen memberikan gambaran yang lebih jelas
dalam memuaskan kebutuhannya. berdasarkan landasan teori dan hipotesis
Setelah itu konsumen serta untuk menghindari kesalah
menyempitkan pilihan hingga ke pahaman penulisan istilah-istilah penting
alternatif yang akan dipilih. antara konsep yang satu dengan konsep
4. Pembelian lainnya sehubungan dengan pokok
Pada tahap pembelian, konsumen masalah, dalam penelitian ini
memperoleh alternatif yang dipilih didefinisikan variabel-variabel secara
atau pengganti yang dapat diterima konsep sebagai berikut:
bila perlu.Evaluasi yang telah
6

1. Perilaku Konsumen adalah tindakan orang lain yang menyebabkan


yang langsung terlibat dalam tanggapan yang relatif konsisten dan
mendapatkan, mengkonsumsi, dan bertahan lama terhadap lingkungan.
menghabiskan produk atau jasa, 5. Faktor psikologis Kotler (2005:144)
termasuk proses keputusan yang adalah bagian dari pengaruh
mendahului dan menyusuli tindakan lingkungan dimana ia tinggal dan
ini (Setiadi 2003). hidup pada waktu sekarang tanpa
2. Faktor kebudayaan menurut Kotler mengabaikan pengaruh dimasa
(2005:144) adalah keseluruhan yang lampau atau antisipasinya pada
kompleks meliputi pengetahuan, waktu yang akan datang.
kepercayaan, seni, hukum, moral,
kebiasaan, dan setiap kemampuan D. Hipotesis
dan kebiasaan yang di peroleh oleh Berdasarkan rumusan masalah yang
setiap orang sebagai anggota telah dikemukakan sebelumnya, maka
masyarakat termasuk dalam budaya penulis mengajukan hipotesis sebagai
ini adalah pergeseran budaya serta berikut:
nilai nilai dalam keluarga. Sub 1. Faktor kebudayaan, sosial, pribadi
budaya. Sub budaya adalah dan psikologi secara bersama-sama
sekelompok orang dengan sistem berpengaruh positif dan signifikan
nilai terpisah berdasarkan terhadap perilaku konsumen dalam
pengalaman dan situasi kehidupan berbelanja pakaian wanita di Pasar
yang umum. Sub budaya termasuk Pagi Samarinda.
nasionalitas, agama, kelompok ras, 2. Faktor kebudayaan berpengaruh
dan wilayah geografis. positif dan signifikan terhadap
3. Faktor sosial Kotler (2005:144) perilaku konsumen dalam
adalah Pembagian masyarakat yang berbelanja pakaian wanita di Pasar
relatif homogen dan permanen yang Pagi Samarinda.
tersusun secara hierarkis dan yang 3. Faktor sosial berpengaruh positif
anggotanya menganut nilainilai, dan signifikan terhadap perilaku
minat, dan perilaku yang serupa. konsumen dalam berbelanja pakaian
Kelas sosial ditentukan oleh satu wanita di Pasar Pagi Samarinda.
faktor tunggal, seperti pendapatan, 4. Faktor pribadi berpengaruh positif
tetapi diukur sebagai kombinasi dari dan signifikan terhadap perilaku
pekerjaan, pendapatan, pendidikan, konsumen dalam berbelanja pakaian
kekayaan dan variabel lain. Dalam wanita di Pasar Pagi Samarinda.
beberapa sistem sosial, anggota dari 5. Faktor psikologis berpengaruh
kelas yang berbeda memelihara positif dan signifikan terhadap
peran tertentu dan tidak dapat perilaku konsumen dalam
mengubah posisi sosial mereka. berbelanja pakaian wanita di Pasar
4. Faktor pribadi Kotler (2005:144) Pagi Samarinda.
adalah karakteristik psikologis
seseorang yang berbeda dengan
BAB Sedangkan untuk variabel terikat
METODE PENELITIAN dalam penelitian ini adalah perilaku
konsumen (Y) yaitu perilaku konsumen
A. Definisi Operasional pembelian pakaian wanita di pasar Pagi
Penelitian ini melibatkan dua jenis Samarinda.
variabel penelitian, yaitu variabel terikat
(dependent variable) dan variabel bebas B. Populasi dan Sampel
(independent variable). Populasi adalah wilayah
Variabel bebas dalam penelitian ini generalisasi yang terdiri atas
adalah Faktor Kebudayaan (X1), Faktor obyek/subyek yang mempunyai
Sosial (X2), Faktor Pribadi (X3) dan kuantitas dan karakteristik tetrtentu yang
Faktor Psikologi (X4) adapun variabel ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
tersebut dianalisis dan perlu diberikan dan kemudian ditarik kesimpulannya
definisi operasional sebagai berikut: (Sugiyono, 2010:389).
1. Faktor Kebudayaan (X1), merupakan Sampel adalah sebagian dari jumlah
merupakan suatu cara hidup yang dan karakteristik yang dimiliki oleh
berkembang dan dimiliki bersama populasi tersebut, bila populasi besar,
oleh sebuah kelompok orang dan dan peneliti tidak mungkin mempelajari
diwariskan dari generasi ke generasi. semua yang ada populasi (Sugiyono,
Adapun indikator faktor budaya 2010:389).
sebagai berikut: Populasi dalam penilitian ini adalah
a) Sistem agama dan politik, seluruh konsumen berbelanja pakaian
b) Adat istiadat, bahasa, wanita di Pasar Pagi Samarinda. Untuk
c) Karya seni konsumen. keperluan sampel diambil sebanyak 100
2. Faktor Sosial (X2), keputusan responden, dimana besarnya sampel
konsumen dalam berbelanja pakaian ditentukan dengan rumus sebagai berikut
wanita di Pasar Pagi Samarinda (Sugiyono, 2010 : 390):
dipengaruhi oleh faktor sosial yang n = (Z/e)2 . p(1-p)
meliputi:
a) Keberadaan teman atau Dimana :
kelompok, n = besar sampel yang
b) Keluarga, serta diperlukan
c) Status sosial. Z = nilai standar sesuai
3. Faktor Pribadi (X3), keputusan dengan tingkat signifikasi
konsumen dalam berbelanja pakaian e = kesalahan penaksiran
wanita di Pasar Pagi Samarinda maksimum yang dapat diterima
dipengaruhi oleh karakteristik p = perkiraan proporsi pada
pribadi, yang meliputi : populasi, yang jika tidak
a) Usia, diketahui,
b) Pekerjaan, maka nilai p(1-p)
c) Gaya hidup. ditaksir dengan nilai
4. Faktor Psikologis (X4), pilihan maksimalnya yaitu 0,25.
konsumen dalam berbelanja pakaian Apabila menggunakan confidence
wanita di Pasar Pagi Samarinda level 95% dengan tingkat kesalahan
dipengaruhi oleh faktor psikologis yang tidak lebih dari 10% maka
yang meliputi: besarnya sampel adalah :
a) Motivasi, n = (1,96/0.10) 2.0,25
b) Persepsi, serta = 96,04 (dibulatkan 100)
c) Keyakinan.
8

Berdasarkan perhitungan di atas naik, dan bila (-) maka


maka dapat diketahui bahwa jumlah terjadi penurunan.
sampel yang digunakan adalah 100
responden (pembulatan dari 96,04) yang Guna mempermudah untuk
merupakan konsumen konsumen dalam memperoleh data yang diinginkan sesuai
berbelanja pakaian wanita di Pasar Pagi dengan gejala yang dihadapi, maka
Samarinda dari bulan Januari sampai penulis melakukan pengukuran dengan
dengan Maret 2016. Pembulatan sampel menggunakan skala likert, yaitu untuk
dilakukan agar dapat memudahkan mengukur sikap, pendapat, dan persepsi
penulis dalam menganalisis data. seseorang atau sekelompok orang
tentang fenomena sosial (Sugiyono,
2008:276).
C. Alat Analisis dan Pengujian Hipotesis Sehubungan dengan penelitian ini,
1. Alat Analisis maka penulis menyajikan pilihan
Agar dapat mempermudah untuk jawaban untuk semua responden dengan
menjawab rumusan masalah dan menggunakan lima jenjang (1,2,3,4,5)
hipotesis penelitian maka digunakan alat dengan kategori sebagai berikut :
analisis regresi limier berganda. 1. Jika responden menjawab a diberi
Menurut Sugiyono (2008:275), skors 5
regresi linier berganda (multiple 2. Jika responden menjawab b diberi
regression) merupakan alat analisis skors 4
untuk meramalkan bagaimana keadaan 3. Jika responden menjawab c diberi
(naik turunnya) variabel dependent, bila skors 3
dua atau lebih variabel independent 4. Jika responden menjawab d diberi
sebagai faktor prediktor dimanipulasi skors 2
(dinaik turunkan nilainya). 5. Jika responden menjawab e diberi
Adapun bentuk umum dari regresi skors 1
berganda ini adalah sebagai berikut:
(Sugiyono, 2008:276) 2. Pengujian Hipotesis
Adapun untuk menguji hipotesis,
Berdasarkan variabel - variabel penulis menggunakan uji F (uji
yang diteliti maka rumus yang serentak), uji t (uji parsial) dan Uji R
digunakan adalah sebagai berikut : (korelasi) uji R2 (determinasi) untuk
mengetahui pengaruh antara variabel
Di mana : bebas dengan variabel tidak bebas.
Y = Perilaku Konsumen a. Perhitungan Koefisien Korelasi (R)
X1 = Faktor Kebudayaan Koefisien determinasi
X2 = Faktor Sosial digunakan untuk mengetahui
X3 = Faktor Pribadi kuatnya pengaruh variabel tidak
X4 = Faktor Psikologi bebas dengan variabel bebas.
e = Variabel Pengganggu Semakin besar nilai R, maka
a = Nilai Konstanta semakin tepat model regresi yang
b1.2.3 = Angka arah atau koefisien dipakai sebagai alat permainan,
regresi, yang menunjukkan karena total variasi dapat
angka peningkatan ataupun menjelaskan variabel tidak bebas
penurunan kinerja yang di (Sunyoto, 2011).
dasarkan pada variabel Kemudian menurut Sugiyono
seleksi, bila b (+) maka (2004:90), untuk melihat kuatnya
pengaruh antara variabel
9

independen, dengan variabel antara variabel bebas


dependen, menggunakan table terhadap terikat.
Interprestasikan koefesien berikut: H : b1b2 0, artinya terdapat
b. Perhitungan Koefisien pengaruh yang berarti
2
Determinasi Parsial (R ) secara bersama-sama
Perhitungan keofisien antara variabel bebas)
determinasi parsial digunakan untuk terhadap terikat
mengukur besarnya pengaruh antara FHitung > FTabel maka
dua variabel bebas atau lebih. H0 ditolak dan Ha
Semakin besar nilai R2, maka diterima.
semakin besar pengaruh antara
variabel tidak bebas dengan variabel d. Uji t (Parsial)
yang bebas, R2 ini mempunyai Pengujian secara parsial
jangkauan antara 0 dan 1, semakin digunakan untuk menguji apakah
dekat dengan ke 1 berarti semakin setiap koefisien regresi variabel bebas
besar proporsi variabel bebas mempunyai pengaruh atau tidak
tersebut menjelaskan variabel yang terhadap variabel tidak bebas.
tidak bebas. Kriteria penguji
Ho : B1 = 0, Artinya tidak terdapat
c. Uji F (simultan) pengaruh yang berarti
Pengujian simultan merupakan antara variabel variabel
untuk mengetahui apakah koefisien bebas terhadap terikat.
regresi variabel bebas secara Ha: B10, Artinya terdapat terdapat
bersama-sama berpengaruh atau tidak pengaruh yang berarti
terhadap variabel tidak bebas. antara variabel variabel
bebas terhadap terikat.
t hitung > ttabel maka Ho dan
Kriteria Pengujian : Ha diterima.
H : b1 = b2 = 0, artinya tidak terdapat t hitung < ttabel maka Ho dan
pengaruh yang berarti Ha ditolak
secara bersama-sama

BAB terikatnya adalah perilaku konsumen


ANALISIS DAN PEMBAHASAN (Y).
Berikut ini akan disajikan hasil
A. Analisis Regresi Berganda perhitungan analisis regresi berganda
Adapun alat analisis yang terhadap data yang diperoleh, dimana
digunakan adalah analisis regresi perhitungannya dapat dilihat pada
berganda yaitu analisis yang digunakan lampiran sebagai berikut :
untuk mengetahui pengaruh antara Berdasarkan tabel 5.1 d iatas, maka
variabel bebas (X) dengan variabel tidak dapat diketahui bahwa persamaan
bebas (Y). regresi adalah sebagai berikut:
Variabel-variabel dalam penelitian Y = 0,830 + 0,290X1+ 0,100X2+
ini yang dijadikan sebagai variabel 0,135X3 + 0,292X4 +
bebas yaitu faktor kebudayaan, sosial, Berdasarkan persamaan di atas dapat
pribadi dan psikologi sedangkan variabel dijelaskan sebgai berikut:
10

1. Constant = 0,830. Adalah nilai pakaian wanita di Pasar Pagi


konstanta, artinya menunjukkan jika Samarinda (Y) sebesar 0,679.
faktor kebudayaan (X1), sosial (X2), Berdasarkan tabel 5.2 di atas
pribadi (X3) serta psikologi (X4) diperoleh nilai koefisien determinasi
tidak dilakukan, maka perilaku (R2) sebesar 0,538 (53,8%) hal ini
konsumen (Y) sebesar nilai menunjukkan besarnya proporsi yang
konstanta (0,830). dapat dijelaskan oleh faktor
2. Faktor kebudayaan (X1) = 0,290. kebudayaan (X1), sosial (X2), pribadi
Artinya bila terjadi penambahan (X3) serta psikologi (X4) terhadap
atau peningkatan Faktor perilaku konsumen dalam berbelanja
kebudayaan (X1) sebesar satu pakaian wanita di Pasar Pagi
satuan, maka terjadi peningkatan Samarinda (Y) sebesar 0,538 (53,8%),
terhadap perilaku konsumen sebesar sedangkan sisanya 46,2%, perilaku
0,290 dengan asumsi variabel yang konsumen dalam berbelanja pakaian
lain konstan. wanita di Pasar Pagi Samarinda
3. Faktor Sosial (X2) = 0,100. Artinya dipengaruhi oleh variabel lain yg tidak
bila terjadi penambahan atau dijelaskan dalam penelitian ini.
peningkatan Faktor Sosial (X2)
sebesar satu satuan, maka terjadi b) Uji F (serentak)
peningkatan terhadap perilaku Uji F digunakan untuk mengetahui
apakah variabel independent secara
konsumen sebesar 0,100 dengan
bersama-sama mempunyai pengaruh yang
asumsi variabel yang lain konstan. berarti terhadap variabel dependent
4. Faktor Pribadi (X3) = 0,135. Artinya sebagai berikut:
bila terjadi penambahan atau Berdasarkan tabel 5.3 di atas, dapat
peningkatan Faktor Pribadi (X3) dilihat bahwa Fhitung sebesar 20,363 > Ftabel
sebesar satu satuan, maka terjadi sebesar 2,47 dengan kata lain bahwa H0
peningkatan terhadap perilaku ditolak dan Ha diterima; dengan
konsumen sebesar 0,135 dengan probabilitas yang diperoleh sebesar 1,218
asumsi variabel yang lain konstan. > 0,000 pada = 0,05 sehingga dapat
5. Faktor Psikologi (X4) = 0,292. disimpulkan bahwa faktor kebudayaan
artinya bila terjadi penambahan atau (X1), sosial (X2), pribadi (X3) serta
psikologi (X4) secara bersama-sama
peningkatan variabel Faktor
berpengaruh signifikan terhadap perilaku
Psikologi (X4) sebesar satu satuan, konsumen dalam berbelanja pakaian
maka terjadi peningkatan terhadap wanita di Pasar Pagi Samarinda (Y).
perilaku konsumen sebesar 0,292
dengan asumsi variabel yang lain c) Uji t (parsial)
konstan. Uji t digunakan untuk menguji
Selanjutnya untuk menguji keberartian koefisien regresi secara
hipotesis, maka menggunakan Uji R, individu, adapun hasil analisis sebagai
Uji R2, Uji F dan Uji t sebagai berikut: berikut:
Berdasarkan tabel 5.6 di atas dapat
a) Koefisien Korelasi (R) diketahui untuk menguji signifikan
Berdasarkan tabel 5.2 di atas konstanta dari setiap variabel bebas,
diperoleh nilai koefisien kolerasi (R) dengan proses pengujian :
H0 : b1 = 0 artinya tidak terdapat
sebesar 0,679 berarti bahwa terdapat
pengaruh yang nyata
hubungan yang kuat dari variabel faktor oleh b1 terhadap
kebudayaan (X1), sosial (X2), pribadi keputusan pembelian.
(X3) serta psikologi (X4) terhadap Ha : b1 0 artinya terdapat
perilaku konsumen dalam berbelanja pengaruh yang nyata
11

oleh b1 terhadap variabel independent (faktor


keputusan pembelian. kebudayaan (X1), sosial (X2), pribadi
Berdasarkan tabel 5.6 di atas dapat (X3) serta psikologi (X4)) meningkat
dijelaskan sebagai berikut: maka akan meningkat pula terhadap
1) Pada level of significant 0,05, diperoleh perilaku konsumen dalam berbelanja
thitung untuk faktor kebudayaan (X1),
pakaian wanita di Pasar Pagi
sebesar 2,942 dan diketahui ttabel
sebesar 1,661, maka thitung > ttabel. Samarinda.
Dengan demikian faktor kebudayaan Hal ini didukung dengan teori
terbukti berpengaruh signifikan yang dikemukakan oleh Kotler
terhadap perilaku konsumen dalam (2005:167), yang mejelasakan bahwa
berbelanja pakaian wanita di Pasar Pagi faktor kebudayaan (X1), sosial (X2),
Samarinda (Y). pribadi (X3) serta psikologi (X4)
2) Pada level of significant 0,05, diperoleh berpengaruh terhadap perilaku
thitung untuk faktor sosial (X2), sebesar konsumen. Hal ini juga didukung
1.256 dan diketahui ttabel sebesar 1,661, penelitian terdahulu yang mana
maka thitung < ttabel. Dengan demikian menjelasakan varaibel faktor
faktor sosial terbukti tidak berpengaruh
kebudayaan (X1), sosial (X2), pribadi
tidak signifikan terhadap perilaku
konsumen dalam berbelanja pakaian (X3) serta psikologi (X4) terhadap
wanita di Pasar Pagi Samarinda (Y). perilaku konsumen diperoleh nilai
3) Pada level of significant 0,05, diperoleh keseluruhan nilai koefisien regresi
thitung untuk faktor pribadi (X3), sebesar adalah bernilai positif.
1,400 dan diketahui ttabel sebesar 1,661, Nilai positif koefisien regresi
maka thitung < ttabel, Dengan demikian masing-masing variabel diteliti,
faktor pribadi terbukti tidak memberi arti jika satu diantara variabel
berpengaruh tidak signifikan terhadap independent (faktor kebudayaan (X1),
perilaku konsumen dalam berbelanja sosial (X2), pribadi (X3) serta psikologi
pakaian wanitadi Pasar Pagi Samarinda (X4) ditambah maka akan memberikan
(Y).
sumbangan terhadap perilaku
4) Pada level of significant 0,05, diperoleh
thitung untuk variabel psikologi (X4), konsumen dalam berbelanja pakaian
sebesar 3,309 dan diketahui ttabel wanita di Pasar Pagi Samarinda dengan
sebesar 1,661, maka thitung > ttabel. asumsi variabel lainnya konstan.
Dengan demikian faktor psikologi Nilai R sebesar 0,679 berarti
terbukti berpengaruh signifikan bahwa terdapat hubungan yang kuat
terhadap perilaku konsumen dalam dari faktor kebudayaan (X1), sosial
berbelanja pakaian wanita di Pasar Pagi (X2), pribadi (X3) serta psikologi (X4)
Samarinda (Y). terhadap perilaku konsumen dalam
berbelanja pakaian wanita di Pasar
B. Pembahasan Pagi Samarinda (Y) sebesar 0,679. Hal
Berdasarkan hasil analisis pada ini sesuai dengan interprestasi Sugiyono
konsumen pada PT Samekarindo Indah (2005: 248), bahwa nilai hubungan
Samarinda diperoleh persamaan regresi dengan interval 0,600 0,799 masuk
dari faktor kebudayaan (X1), sosial dalam katagori kuat. Hal ini juga
(X2), pribadi (X3) serta psikologi (X4) didukung dari hasil nilai koefisien
terhadap perilaku konsumen dalam determinasi (R2) sebesar 0,538 atau
berbelanja pakaian wanita di Pasar (53,8%) hal ini menunjukkan besarnya
Pagi Samarinda diperoleh nilai proporsi yang dapat dijelaskan oleh
keseluruhan nilai koefisien regresi faktor kebudayaan (X1), sosial (X2),
adalah bernilai positif, hal tersebut pribadi (X3) serta psikologi (X4)
mengandung arti bahwa jika nilai dari terhadap perilaku konsumen dalam
12

berbelanja pakaian wanita di Pasar 2) Pada level of significant 0,05,


Pagi Samarinda, sedangkan sisanya diperoleh thitung untuk faktor sosial
dipengaruhi oleh variabel yang tidak (X2), sebesar 1.256 dan diketahui
dijelaskan oleh penelitian ini. ttabel sebesar 1,661, maka thitung <
Berdasarakan hasil dari Uji F ttabel. Dengan demikian faktor sosial
diperoleh nilai Fhitung > Ftable, artinya terbukti tidak berpengaruh tidak
variabel independent yang terdiri dari signifikan terhadap perilaku
faktor kebudayaan (X1), sosial (X2), konsumen dalam berbelanja pakaian
pribadi (X3) serta psikologi (X4) secara wanita di Pasar Pagi
bersama-sama mempengaruhi variabel Samarinda (Y). Hipotesis ketiga
dependent yaitu perilaku konsumen ditolak.
dalam berbelanja pakaian wanita di 3) Pada level of significant 0,05,
Pasar Pagi Samarinda. Hal ini diperoleh thitung untuk faktor pribadi
membuktikan atau sejalan dengan (X3), sebesar 1,400 dan diketahui
hipotesis penelitian, dengan demikian ttabel sebesar 1,661, maka thitung <
menerima hipotesis pertama yang ttabel, Dengan demikian faktor
mana diduga bahwa faktor kebudayaan pribadi terbukti tidak berpengaruh
(X1), sosial (X2), pribadi (X3) serta tidak signifikan terhadap perilaku
psikologi (X4) secara bersama-sama konsumen dalam berbelanja pakaian
berpengaruh signifikan terhadap wanita di Pasar Pagi
perilaku konsumen dalam berbelanja Samarinda (Y). Hipotesis ketiga
pakaian wanita di Pasar Pagi ditolak.
Samarinda. 4) Pada level of significant 0,05,
Hasil pengaruh secara parsial dapat diperoleh thitung untuk variabel
dijelaskan sebagai berikut: psikologi (X4), sebesar 3,309 dan
1) Pada level of significant 0,05, diketahui ttabel sebesar 1,661, maka
diperoleh thitung untuk faktor thitung > ttabel. Dengan demikian
kebudayaan (X1), sebesar 2,942 dan faktor psikologi terbukti
diketahui ttabel sebesar 1,661, maka berpengaruh signifikan terhadap
thitung > ttabel. Dengan demikian perilaku konsumen dalam
faktor kebudayaan terbukti berbelanja pakaian wanita di Pasar
berpengaruh signifikan terhadap Pagi Samarinda (Y). Hipotesis
perilaku konsumen dalam kempat diterima.
berbelanja pakaian wanita di Pasar
Pagi Samarinda (Y). Hipotesis
kedua diterima.

BAB independent berpengaruh positif


KESIMPULAN DAN SARAN terhadap perilaku konsumen, artinya
nilai keseluruhan nilai koefisien
A. Kesimpulan regresi adalah bernilai positif, hal
Berdasarkan hasil analisis dan tersebut mengandung arti bahwa
pembahasan sebelumnya, maka dapat jika nilai dari variabel independent
dikemukakan kesimpulan penelitian (faktor kebudayaan, sosial, pribadi
sebagai berikut: serta psikologi) meningkat maka
1. Persamaan regresi Y = 0,830 + akan meningkat pula terhadap
0,290X1+ 0,100X2+ 0,135X3 + perilaku konsumen dalam
0,292X4. Artinya semua variabel berbelanja pakaian wanita di Pasar
13

Pagi Samarinda. Nilai R dalam berbelanja pakaian wanita di


menunjukkan terdapat hubungan Pasar Pagi Samarinda, maka berikut ini
yang kuat dari variabel variabel ada beberapa hal yang dapat
independent (faktor kebudayaan, disarankan yaitu sebagai berikut:
sosial, pribadi serta psikologi) 1. Adanya hasil penelitian ini dapat
terhadap perilaku konsumen dalam mepertimbangkan strategi stategi
berbelanja pakaian wanita di Pasar yang lebih baik untuk meningkatkan
Pagi Samarinda. pangsa pasar sesuai dengan trend
2. Faktor kebudayaan berpengaruh saat ini, dengan indictor indikator
positif dan signifikan terhadap yang telah dianalisa, maka mentuk
perilaku konsumen dalam faktor-faktor yang dapat dijadikan
berbelanja pakaian wanita di Pasar referensi untuk membuat kebijakan.
Pagi Samarinda. 2. Perilaku konsumen akan
3. Faktor sosial berpengaruh positif menentukan pengambilan keputusan
dan tidak signifikan terhadap dalam pembelian mereka. Proses
perilaku konsumen dalam tersebut merupakan sebuah
berbelanja pakaian wanita di Pasar pendekatan penyelesaian masalah
Pagi Samarinda. yang terdiri atas enam tahap yaitu:
4. Faktor pribadi berpengaruh positif menganalisa keinginan dan
dan tidak signifikan terhadap kebutuhan, menilai beberapa
perilaku konsumen dalam sumber yang ada, menetapkan
berbelanja pakaian wanita di Pasar tujuan pembelian,
Pagi Samarinda. mengidentifikasikan alternatif
5. Faktor psikologis berpengaruh pembelian, mengambil keputusan
positif dan signifikan terhadap untuk membeli dan perilaku sesudah
perilaku konsumen dalam pembelian. Maka perusahaan harus
berbelanja pakaian wanita di Pasar lebih meningkatkan kualitas dan
Pagi Samarinda. kinerjanya melalui kebudayaan,
sosial, pribadi, dan psikologi.
B. Saran 3. Untuk penelitian selanjutnya
Berdasarkan hasil analisis, diharapkan untuk menambah
pembahasan, dan kesimpulan tersebut variabel lain selain variabel
di atas serta menyadari bahwa kebudayaan, sosial, pribadi, dan
kenyataan tentang faktor yang psikologi..
mempengaruhi perilaku konsumen

DAFTAR PUSTAKA Husein, Umar. 2000. Metodologi Penelitian,


Aplikasi dalam Pemasaran. Jakarta :
Engel, F.J. 1995. Perilaku Konsumen Jilid 2 Gramedia Pustaka Utama
(Terjemahan). Jakarta : Binapura Kotler, P., and Gary, A. 2008. Principles of
Aksara. Marketing 11th Edition. New Jersey :
Gujarati, Damodar. 1978. Ekonometrika Prentice Hall.
Dasar Diterjemahkan oleh : Sumarno Kotler, Philip dan Amstrong. 2002.
Zain. Jakarta : Erlangga. Manajemen Pemasaran. Terjemahan
Harinaldi. 2005. Prinsip-prinsip Statistik Hendra.
untuk Teknik dan Sains. Jakarta : Kotler, Philip. 2005. Manajamen
Erlangga. Pemasaran, Jilid 1 dan 2. Jakarta :
Indeks
14

Keputusan Menteri Perindustrian dan Keputusan Konsumen Untuk


Perdagangan Republik Indonesia No. Berbelanja Di Pasar Modern (Studi
23/MPP/Kep/1/1998 tentang Kasus di Surakarta).
Lembaga-Lembaga Usaha.
Mowen, John, C., dan Minor, M. 2002.
Perilaku Konsumen Jilid 1, Edisi
Kelima (Terjemahan). Jakarta :
Erlangga
Mimin. 2005. Analisis Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Perilaku Konsumen
dalam Memilih Jasa Kereta Api
Eksekutif Gajayana. Skripsi.
Malang : Universitas Islam Negeri
Maulana Malik Ibrahim.
Nastiti, Titi Surti. 2003. Pasar di Jawa Masa
Mataram Kuna Abad VIII-IX Masehi.
Jakarta : PT. Dunia Pustaka Jaya.
Supranto, J. 2005. Ekonometri, Buku Kesatu.
Bogor : Ghalia Indonesia.
Schiffman, L.G., dan Kanuk, L.L. 2004.
Perilaku Konsumen, Edisi Ketujuh.
Jakarta : Indeks.
Setiadi, Nugroho J. 2003. Perilaku
Konsumen: Konsep dan Implikasi
untuk Strategi dan Penelitian
Pemasaran. Bandung: Prenada
Media.
Simamora, Bilson. 2004. Riset Pemasaran
Edisi Pertama. Jakarta : Gramedia
Pustaka Utama.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian
Kuantitatif, Kualitatif dan R&D.
Bandung : Alfabeta.
Swastha, Basu dan Handoko, T. Hani. 2000.
Manajemen Pemasaran: Analisa
Perilaku Konsumen, Edisi Pertama.
Yogyakarta: BPFE.
Sekaran, Uma. 2006. Metodologi Penelitian
untuk Bisnis, Edisi 4, Buku 1. Jakarta
: Salemba.
Sudiyarto dan Hanani, Nuhfil. 2010. Kajian
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Perilaku Konsumen Dalam Membeli
atau Mengkonsumsi Buah Lokal.
Suryani, Tatik. 2008. Perilaku Konsumen
Implikasi Pada Strategi Pemasaran.
Yogyakarta : Graha Ilmu.
Widodo, Sugeng. 2006. Analisis Faktor-
Faktor yang Mempengaruhi