Anda di halaman 1dari 16

BAB IV

ANALISIS DATA

A. Data Responden

Pada bab ini, penulis telah menganalisis data yang telah terkumpul. Data yang

digunakan merupakan hasil jawaban dari para responden konsumen umum yang pernah

melihat iklan Mie Sedap melalui media televisi di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil

dari pengolahan data adalah informasi untuk mengetahui apakah ada pengaruh minat

beli pada Mie Sedap di pengaruhi oleh variabel kredibilitas, kecocokan dan daya tarik

pada iklan televisi produk Mie Sedap.

Jumlah kuesioner yang disebar sebanyak 80 kuesioner dengan responden

konsumen umum yang pernah melihat iklan Mie Sedap melalui media televisi di

Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan data responden sebagai berikut:

Tabel 4.1

Jumlah Responden

Responden Kuesioner

Disebar Kembali Gugur Digunakan

Laki-laki 46 46 0 46

Perempuan 34 34 0 34

Total 80 80 0 80

Sumber: Data Primer, diolah (2017)

31
32

B. Uji Instrumen

1. Uji validitas

Uji validitas adalah ukuran yang menunjukkan sejauh mana instrumen

pengukuran mampu mengukur apa yang ingin diukur (Sugiyono,2014). Uji validitas

dalam penelitian ini menggunakan 30 sampel. Metode yang digunakan yaitu

confirmatory factor analysis (CFA) atau analisis faktor, yaitu dengan cara melihat table

component matrix. Jika dalam tabel component matrix terdapat dua kolom atau lebih

maka terdapat pernyataan yang tidak valid dari kuesioner. Sehingga peneliti diwajibkan

untuk mengeluarkan indikator yang memiliki Measures Of Sampling Adequacy (MSA)

dibawah 0.50, jika nilai yang dibawah 0.50 sudah habis, maka yang dikeluarkan adalah

yang memiliki MSA terkecil. Dengan cara ini pada akhirnya akan menghasilkan

pernyataan yang valid apabila dalam table component matrix hanya terbentuk satu

komponen saja (Adhilla, 2015).


33

Berikut adalah hasil pengujian validitas variabel-variabel penelitian antara lain sebagai

berikut :

1. Uji Validitas Variabel Kredibilitas (X1)

Tabel 4.2
Uji Validitas Pertama Variabel Kredibilitas

Component

1 2

X1.1 ,333 ,799

X1.2 ,682 -,390

X1.3 ,567 ,615

X1.4 ,594 -,322

X1.5 ,782 -,060

X1.6 ,769 -,144

Sumber: Data primer, diolah (2017)

X1.1 dalam pengujian validitas pertama memiliki nilai MSA (Measure of Sampling

Adequacy) paling kecil yaitu X1.1 = 0,506. Sehingga jika dilihat dari tabel 4.2 diatas

bahwa indikator pernyataan belum mengelompok pada variabel penelitian masing-

masing atau dalam tabel Component Matrix, maka kita harus menghilangkan

pertanyaan X1.1 yang memiliki nilai MSA paling kecil sampai terbentuk satu

komponen saja.
34

Tabel 4.3
Uji Validitas Kedua Variabel Kredibilitas
Component

X1.2 ,720

X1.3 ,500

X1.4 ,626

X1.5 ,793

X1.6 ,775

Sumber : Data primer (2017)

Dalam pengujian validitas kedua jika dilihat dari tabel 4.3 diatas bahwa indikator

pernyataan sudah mengelompok pada variabel penelitian masing-masing atau dalam 1

tabel Component Matrix. Yang berarti indikator variabel kredibilitas Valid dan hanya

menjelaskan variabelnya.

2. Uji Validitas Variabel Kecocokan (X2)

Tabel 4.4
Uji Validitas Pertama Variabel Kecocokan

Component

1 2
X2.1 ,882 -,164

X2.2 ,875 -,287

X2.3 ,804 ,243

X2.4 ,387 ,873

X2.5 ,884 ,087

X2.6 ,827 -,260

Sumber: Data primer, diolah (2017)


35

X2.5 dalam pengujian validitas pertama memiliki nilai MSA (Measure of Sampling

Adequacy) paling kecil yaitu X2.5 = 0,788. Sehingga jika dilihat dari tabel 4.4 diatas

bahwa indikator pernyataan belum mengelompok pada variabel penelitian masing-

masing atau dalam tabel Component Matrix, maka kita harus menghilangkan X2.5

yang mempunyai nilai MSA yang paling kecil sampai terbentuk satu komponen saja.

Tabel 4.5
Uji Validitas Kedua Variabel Kecocokan

Component

X1.1 ,872

X1.2 ,897

X1.3 ,791

X1.4 ,376

X1.6 ,867

Sumber : Data primer (2017)

Dalam pengujian validitas kedua jika dilihat dari tabel 4.5 diatas bahwa indikator

pernyataan sudah mengelompok pada variabel penelitian masing-masing atau dalam 1

tabel Component Matrix. Yang berarti indikator variabel kecocokan Valid dan hanya

menjelaskan variabelnya.
36

3. Uji Validitas Variabel Daya Tarik (X3)

Tabel 4.6
Uji Validitas Pertama Variabel Daya Tarik

Component
1
X3.1 ,751
X3.2 ,754
X3.3 ,832
X3.4 ,697
Sumber: Data primer, diolah (2017)
Dalam pengujian validitas pertama variabel daya tarik jika dilihat dari tabel 4.6 diatas

bahwa indikator pernyataan sudah mengelompok pada variabel penelitian masing-

masing atau dalam 1 tabel Component Matrix. Yang berarti indikator variabel daya

tarik Valid dan hanya menjelaskan variabelnya.

4. Uji Validitas Variabel Minat Beli (Y)

Tabel 4.7
Uji Validitas Pertama Variabel Minat Beli

Component
1 2
Y1 ,778 -,229
Y2 ,780 -,169
Y3 ,742 -,221
Y4 ,634 ,492
Y5 ,733 ,306
Y6 -,070 ,873
Sumber: Data primer, diolah (2017)
37

Y6 dalam pengujian validitas pertama memiliki nilai MSA (Measure of Sampling

Adequacy) paling kecil yaitu Y6 = 0,470. Sehingga jika dilihat dari tabel 4.7 diatas

bahwa indikator pernyataan belum mengelompok pada variabel penelitian masing-

masing atau dalam tabel Component Matrix, maka kita harus menghilangkan Y6 yang

mempunyai nilai MSA yang paling kecil sampai terbentuk satu komponen saja.

Tabel 4.8
Uji Validitas Kedua Variabel Minat beli
Component
1
Y1 ,773
Y2 ,778
Y3 ,739
Y4 ,642
Y5 ,738

Sumber : Data primer (2017)

Dalam pengujian validitas kedua jika dilihat dari tabel 4.8 diatas bahwa indicator

variabel pernyataan sudah mengelompok pada variabel penelitian masing-masing atau

dalam 1 tabel Component Matrix. Yang berarti indikator variabel minat beli Valid dan

hanya menjelaskan variabelnya.


38

Tabel 4.9
Hasil Uji Validitas
Component Matrix
Indikator Kredibilitas Kecocokan Daya Minat Beli Keterangan
X1 X2 Tarik X3 Y

X1.2 0,720 Valid

X1.3 0,500 Valid

X1.4 0,626 Valid

X1.5 0,793 Valid

X1.6 0,775 Valid

X2.1 0,872 Valid

X2.2 0,897 Valid

X2.3 0,791 Valid

X2.4 0,376 Valid

X2.6 0,867 Valid

X3.1 0,751 Valid

X3.2 0,754 Valid

X3.3 0,832 Valid

X3.4 0,697 Valid

Y1 0,773 Valid

Y2 0,778 Valid

Y3 0,739 Valid

Y4 0,642 Valid

Y5 0,738 Valid

Sumber : Data primer diolah, (2017)


39

Dalam pengujian Validitas kedua X1.1, X2.5, Y6 dihilangkan karena

memiliki nilai MSA (Measure of Sampling Adequacy) paling kecil yaitu (X1.1 =

0,506), (X2.5 = 0,788) dan (Y6 =-0,070). Sehingga jika dilihat dari tabel 4.3 diatas

bahwa semua indikator pernyataan mengelompok pada variabel penelitian masing-

masing atau dalam tabel Component Matrix sudah terbentuk satu komponen saja. Yang

berarti masing-masing indikator Valid dan hanya menjelaskan variabelnya.

2. Uji Reliabilitas

Tabel 4.10
Uji Reliabilitas
Variabel cronbatchs cronbatchs Keputusan
alpha () alpha
(konstruk)
Kredibilitas 0.707 0.60 Reliabel

Kecocokan 0.858 0.60 Reliabel

Daya Tarik 0.749 0.60 Reliabel

Minat Beli 0.674 0.60 Reliabel

Sumber : Data primer diolah, (2017)

Berdasarkan hasil ringkasan Uji Reliabilitas pada tabel 4.3 maka dapat diketahui nilai

Koefisien Cronbath alpha () pada masing-masing variabel > 0.60 sehingga dapat

disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam penelitian ini Reliabel atau konsisten,

sehingga dapat digunakan untuk penelitan selanjutnya.


40

C. Analisis Data

1. Regresi linier berganda

Regresi linier berganda ini dilakukan untuk membuktikan: (1) pengaruh kredibilitas

terhadap minat beli konsumen, (2) pengaruh kecocokan terhadap minat beli konsumen,

(3) pengaruh daya tarik terhadap minat beli konsumen.

Tabel 4.11
Hasil Uji Regresi Linier Berganda

Unstandardized Standardized
Coefficients Coefficients

B Std. Beta
Error t Sig.
Model

(constant) -,073 ,457 ,161 ,873

Kredibilitas ,394 ,100 ,365 3.957 ,000


X1

Kecocokan ,371 ,087 ,410 4,281 ,000


X2

Daya Tarik ,215 ,088 ,193 2,439 ,017


X3

Sumber : Data Primer, diolah (2017)

Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda tabel 4.11 dapat diketahui persamaan

regresi berganda sebagai berikut:

Y = -0,073 +0,394X1 + 0,371X2 + 0,215X3 + e


41

Keterangan:

a. Nilai konstanta persamaan diatas sebesar -0,073. Angka tersebut menunjukkan

tingkat minat beli konsumen bila tingkat kredibilitas, kecocokan dan daya tarik

diabaikan.

b. Nilai koefisien beta pada variabel kredibilitas sebesar 0,394 yang artinya setiap

penurunan variabel kredibilitas (X1) sebesar satu-satuan akan mengakibatkan

perubahan minat beli konsumen sebesar 0,394. Sebaliknya jika terjadi kenaikan

satu-satuan pada variabel kredibilitas akan menaikan minat beli konsumen sebesar

0,394 dengan asumsi-asumsi lain tetap.

c. Nilai koefisien beta pada variabel kecocokan sebesar 0,371 yang artinya setiap

perubahan variabel kecocokan (X2) sebesar satu-satuan akan mengakibatkan

perubahan keputusan minat beli sebesar 0,371. Sebaliknya jika penurunan satu-

satuan pada variabel kecocokan akan menurunkan keputusan minat beli sebesar

0,371 dengan asumsi-asumsi lain tetap.

d. Nilai koefisien beta pada variabel daya tarik sebesar 0,215 yang artinya setiap

perubahan variabel daya tarik (X3) sebesar satu-satuan akan mengakibatkan

perubahan keputusan minat beli sebesar 0,215. Sebaliknya jika penurunan satu-

satuan pada variabel daya tarik akan menurunkan keputusan minat beli sebesar

0,215 dengan asumsi-asumsi lain tetap.


42

Dari persamaan tersebut dapat dijelaskan bahwa koefisien beta variabel

kredibilitas (X1) memiliki nilai positif, yang artinya jika variabel kredibilitas

meningkat maka minat beli konsumen juga meningkat. Nilai koefisien beta variabel

kecocokan (X2) memiliki nilai positif, yang artinya jika variabel kecocokan meningkat

maka minat beli konsumen juga meningkat. Nilai koefisien beta daya tarik (X3)

memiliki nilai positif, yang artinya jika variabel daya tarik meningkat, maka minat beli

konsumen juga meningkat. Untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan dalam

penelitian ini diterima atau ditolak maka akan dilakukan pengujian hipotesis dengan

menggunakan uji t dan uji F, hasil pengujian sebagai berikut:

D. Uji Hipotesis

1. Uji t (Parsial)

Yaitu uji secara parsial atau sendiri-sendiri, untuk mengetahui pengaruh

masing-masing variabel bebas X1 (Kredibilitas), X2 (Kecocokan), X3 (Daya Tarik)

terhadap variabel terikat Y (Minat Beli). Dikatakan lolos apabila nilai signifikansinya

lebih kecil < 0,05.


43

Tabel 4.12
Hasil uji t (Parsial)

Sig

Constant ,873

Kredibilitas ,000

Kecocokan ,000

Daya Tarik ,017

Sumber: Data primer, diolah (2017)


a. Kredibilitas (X1)

Berdasarkan tabel 4.12 hasil statistik uji t untuk variabel kredibilitas diketahui

bahwa nilai signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa angka probabilitas

signifikansi variabel kredibilitas (X1) lebih kecil dari 0.05 yaitu (0,000 < 0.05).

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Yang berarti

ada pengaruh signifikan kredibilitas terhadap minat beli konsumen.

b. Kecocokan (X2)

Berdasarkan tabel 4.12 hasil statistik uji t untuk variabel kecocokan diketahui

bahwa nilai signifikansi 0,000. Hal ini menunjukkan bahwa angka probabilitas

signifikansi variabel kecocokan (X2) lebih kecil dari 0.05 yaitu (0,000 < 0.05).

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Yang berarti

ada pengaruh signifikan kecocokan terhadap minat beli konsumen.


44

c. Daya Tarik (X3)

Berdasarkan tabel 4.12 hasil statistik uji t untuk daya tarik produk diketahui

bahwa nilai signifikansi 0,017. Hal ini menunjukkan bahwa angka probabilitas

signifikansi variabel daya tarik (X3) lebih kecil dari 0.05 yaitu (0,017 < 0.05).

Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan Ha diterima dan H0 ditolak. Yang berarti

ada pengaruh signifikan daya tarik terhadap minat beli konsumen.

2. Uji F (Simultan)

Yaitu bertujuan untuk mengetahui semua pengaruh variabel secara bersama-

sama yaitu yang meliputi kredibilitas, kecocokan dan daya tarik terhadap minat beli

konsumen. Setelah melakukan uji F didapatkan hasil signifikansi sebagai berikut:

Tabel 4.13
Hasil Uji F (Simultan)
Sig

0.000b

Sumber: data primer, diolah (2017)

Berdasarkan hasil uji F diperoleh nilai signifikansi 0,000 dimana nilai

signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). dengan demikian hipotesis yang

menyatakan terdapat pengaruh positif dan signifikan antara kredibilitas, kecocokan,

dan daya tarik secara bersama-sama terhadap minat beli konsumen terbukti.
45

3. Uji Koefisien Determinasi (R-square )

Digunakan untuk mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam

menerangkan variabel dependen. Setelah melakukan uji R-square didapatkan hasil

sebagai berikut:

Tabel 4.14
Hasil Uji Koefisien Determinasi (R2)
Adjusted R Std. Error of
Model R R Square Square the Estimate

1 ,753a ,567 ,550 ,35220

Sumber: data primer, diolah (2017)

Hasil R-square pada penelitian ini diperoleh nilai R-square sebesar 0,567. Hal ini

menunjukkan bahwa minat beli konsumen yang dipengaruhi kredibilitas, kecocokan

dan daya tarik sebesar 56,7% sedangkan sisanya 43,3% dipengaruhi faktor lain yang

tidak diteliti dalam penelitian ini.

E. Pembahasan

Penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kredibilitas, kecocokan dan daya tarik

terhadap pembelian produk mie sedap pembahasan masing-masing variabel disajikan

sebagai berikut :
46

1. Pengaruh kredibilitas terhadap minat beli produk mie sedap

Ada pengaruh yang signifikan antara kredibilitas terhadap minat beli produk

mie sedap. Hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi 0,000 dimana nilain signifikansi

lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan koefisien regresi memiliki nilai positif 0,394.

Maka dalam penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis ada pengaruh kredibilitas

terhadap minat beli produk mie sedap terbukti.

2. Pengaruh kecocokan terhadap minat beli produk mie sedap

Ada pengaruh yang signifikan antara kecocokan terhadap minat beli produk

mie sedap. Hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi 0,000 dimana nilai signifikansi

lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dengan koefisien regresi memiliki nilai positif

0,371. Maka dalam penelitian ini berhasil membuktikan bahwa hipotesis ada

pengaruh kecocokan terhadap minat beli produk mie sedap terbukti.

3. Pengaruh daya tarik terhadap minat beli produk mie sedap

Ada pengaruh yang signifikan antara daya tarik terhadap minat beli produk mie

sedap hal ini ditunjukan dari nilai signifikansi 0,017 dimana nilai signifikansi lebih

kecil dari 0,05 (0,017 < 0,05) dengan koefisien regresi memiliki nilai positif 0,215.

Maka dalam penelitian ini berhasil membuktikan hipotesis ada pengaruh daya tarik

terhadap minat beli produk mie sedap terbukti.