Anda di halaman 1dari 50

NILAI WAKTU UANG (Future Value)

1. Perhitungan nilai uang masa mendatang untuk aliran kas tunggal


Untuk periode satu tahun menggunakan rumus :

Untuk preriode lebih dari satu tahun menggunakan rumus :

Contoh soal :
Tn. A menabung Rp. 1.000.000,- dengan suku bunga 12 %.
a. Berapakah nilai uang Tn. A di masa yang akan datang dalam kurun waktu 1 tahun ?
b. Berapakah nilai uang Tn. A di masa yang akan datang dalam kurun waktu 5 tahun ?

Jawab :

2. Perhitungan nilai uang masa mendatang bunga berganda


Untuk perhitungan nilai uang masa mendatang dengan bunga berganda menggunakan rumus
sebagai berikut :

Contoh soal :
Tn. A menabung Rp. 1.000.000,- dengan suku bunga 12 % dan dibayarkan 2 kali dalam 1 tahun.
Hitunglah nilai uang untuk 5 tahun di masa mendatang !

Jawab :

3. Contoh soal dari kedua materi diatas


1) Apabila anda menabung Rp 100.000,- di tahun ini. Suku bunga yang berlaku sebesar 10% per-tahun.
a. Berapakah uang anda untuk 5 tahun mendatang ?
b. Jika dibayarkan tiga bulan sekali dalam satu tahun, hitunglah uang masa mendatang untuk 6 tahun !
2) Ketika diprediksi sebuah perusahaan untuk 5 tahun mendatang memiliki kas Rp 500.000.000,.
Berapakah nilai kas sekarang jika suku bunga bank Indonesia (SBI) sebesar 0,5% per-tahun.

Jawab :
Nilai Mata Uang dan BEP (Tugas kedua)
1. NILAI WAKTU UANG
Macam-macam Nilai waktu uang adalah :

a. Future Value of Single SUM

Digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang berdasarkan tingkat suku
bunga dan angsuran yang total selama periode tertentu.

Rumus : FVn = Pv (1=+i)^n

Keterangan : FVn = Nilai masa depan investasi n tahun

Pv = Jumlah investasi awal

n = Jumlah tahun

I = Tingkat suku bunga

Contoh soal :

Dimas menyimpan uang sebesar Rp 2.500.000 dibank dengan tingkat suku bunga 8%
setahun, uang pada tahun keempat adalah?

PV3 = Pv (1+i)^n

= Rp 2.500.000 (1+0.03)^4

= Rp 2.500.000 x 1,12550881

= Rp 2.813.772.025

b. Present Value of Single SUM


Digunakan untuk menghitung nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimana yang akan
datang.

Rumus = Pv = FVn (1/(1+i)^n)

Keterangan = PV = Nilai sekarang jumlah uang dimasa depan

FVn = Nilai masa depan dengan investasi diakhir tahun ke-n

N = Jumlah tahun hingga pembayaran diterima

I = Tingkat diskonto tahunan (bunga)

Contoh soal :

Bahwa nilai dari jumlah uang kas Rp 10.000.000 hari ini akan sama tahun mendatang
(asumsi tingkat suku bunga pakai adalah 2% pertahun). Jadi, dalam contoh ini kita dapat
menarik kesimpulan bahwa jumlah uang kas Rp 10.000.000 hari ini nilainya lebih besar
dibanding dengan jumlah uang kas Rp 10.000.000 disatu tahun mendatang. Pada
hakekatnya Rp 10.000.000 haari ini merupakan present value dari Rp 15.000.000 disatu
tahun mendatang (future value).

Pv = Fv x (1/(1+i)^n)

= Rp 10.000.000 x (1/(1+0.02)^1)

= Rp 10.000.000 x 0,98039

= Rp 9.803.900

Fv = Rp 9.803.900 x (1+i)^n

= Rp 9.803.900 x (1+0.02)^1

= Rp 9.803.900 x 1,02

= Rp 9.999.978

c. Present Value Annuity

Serangkaian pembayaran/ penerimaan sejumlah uang dengan jumlah yang sama besar
yang dilakukan selama periode dengan jangka waktu tersebut.

Contoh soal :

Obligasi dengan nilai normal Rp 8.000.000 akan jatuh tempo dalam jangka waktu 2tahun
dengan tingkat suku bunga pasar dan tingkat suku bunga nominal masing-masing adalah
sebesar 3% pertahun. Nilai sekarang anuitas dari bunga tersebut adalah?

Pva = Fv x LR x (1-(1/(1+i)^n))/i

= Rp 8.000.000 x 3% x (1-(1+0.03)^2))/3%

= Rp 487.200
d. Future Value Annuity

Serangkaian pembayaran/penerimaan sejumlah uang agar jumlah uang yang sama besar
peiodik dalam jangka waktu tersebut untuk masa depan.

Contoh soal :

Junot berinvestasi uang sebesar Rp 250.000 perbulan atau Rp. 4.200.000 pertahun dengan
35% pertahun selama 4 tahun.

Faktor Fvn = (factor Fv 1) r

= (1+r)^n 1/r

= (1+0.35)^4 1/0.35

= 0.4643633929

FVa = Nilai investasi x factor fva x (1+r)

= Rp 4.200.000 x 0.4643633929 x (1+0.35)

= Rp 2.632.940,4377

2. Break Event Point


Break event point adalah keadaan usaha tidak rugi dan juga tidak laba karena penerimaan
total (total revenue=TK) besarnya sama dengan biaya total (Total Cost=TC) atau titik
impas (BEP) dicapai saat TR=TC.

Contoh soal :

PT. Maju Mundur memproduksi 200.000 unit dan membutuhkan biaya total Rp
300.000.000. biaya perunit adalah Rp 2.000.000 biaya variabel Rp 50.000 dan biaya tetap
Rp 35.000. Harga jual adalah Rp 100.000/unit. Pada tahun lalu memproduksi sebanyak
150.000 unit barang akan tetapi karena terjadi perubahan pasar, tahun ini perusahaan
hanya memproduksi dan laku terjual hanya sebanyak 130.000 unit barang saja. Dari data
tersebut hitunglah laba/ruginya.

Produksi tahun lalu :

Hasil Penjualan : (150.000 x Rp 100.000) = Rp


15.000.000.000

Biaya Variabel : ( 150.000 x Rp 50.000) = Rp 7.500.000.000

Biaya tetap : (200.000 x Rp 35.000) = Rp 7.000.000.000 (+)

= Rp
14.500.000.000 (-)

Laba Perusahaan = Rp 500.000.000


Produksi tahun ini :

Hasil penjualan : (130.000 x Rp 100.000) = Rp


13.000.000.000

Biaya variabel : (130.000 x Rp 50.000) =Rp 6.500.000.000

Biaya Tetap : (150.000 x Rp 35.000) = Rp 7.000.000.000 (+)

= Rp
13.500.000.000 (-)

Rugi Perusahaan = Rp
500.000.000

Contoh soal kedua :

Rumus BEP:

BEP= Total Revenue (TR) - Total Cost (TC)

CONTOH :

Perusahaan Benny Motor pada tahun 2011 berencana memproduksi knalpot adapun fixed cost
sebesar Rp 3.500.000, variabel cost perunit Rp 50.000 dan harga jual Rp 150.000 perunit. Berapakah
BEP unit dan BEP rupiah bagi perusahann tersebut?

Jawab :
MANAJEMEN KEUANGAN NILAI
WAKTU TERHADAP UANG
NILAI WAKTU TERHADAP UANG

1. Definisi Nilai Waktu Terhadap Uang

Nilai waktu terhadap uang adalah nilai uang dari beberapa waktu yang berbeda, yakni antara
nilai uang dimasa depan atau nilai uang saat ini. Konsep nilai waktu uang di perlukan oleh
manajer keuangan dalam mengambil keputusan ketika akan melakukan investasi pada suatu
aktiva dan pengambilan keputusan ketika akan menentukan sumber dana pinjaman yang akan
di pilih. Suatu jumlah uang tertentu yang di terima waktu yang akan datang jika di nilai
sekarang maka jumlah uang tersebut harus di diskon dengan tingkat bunga tertentu
(discountfactor). Tentunya hal ini akan sangat membantu kita dalam perencanaan-
perencanaan dimasa mendatang. Banyak hal yang dapat kita perhitungkan menggunakan
rumus-rumus dari perhitungan present value, future value, present anuity dan future anuity
seperti merencanakan tabungan pendidikan untuk anak-anak dan tabungan masa depan.

Konsep nilai waktu dari uang adalah bahwa setiap individu berpendapat bahwa nilai uang
saat ini lebih berharga daripada nanti. Sejumlah uang yang akan diterima dari hasil investasi
pada akhir tahun, kalau kita memperhatikan nilai waktu uang, maka nilainya akan lebih
rendah pada akhir tahun depan. Jika kita tidak memperhatikan nilai waktu dari uang, maka
uang yang akan kita terima pada akhir tahun depan adalah sama nilainya yang kita miliki
sekarang. digunakan :

Pv = Present Value (Nilai Sekarang)


Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest/suku bunga)
n = Tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = Pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

Dari pengertian di atas kita dapat menyimpulkan bahwa ada beberapa bahasan pokok yang
harus kita mengerti sebelumnya untuk mengetahui materi lebih dalam lagi diantaranya
Present Value, Future Value, Anuitas dan yang tidak kalah pentingnya adalah bunga yang
digunakan dalam penentuan perhitungannya.

1. Bunga

Adalah imbal jasa atas pinjaman uang. Imbal jasa ini merupakan suatu kompensasi kepada
pemberi pinjaman atas manfaat kedepan dari uang pinjaman tersebut apabila diinvestasikan
atau sejumlah uang yang dibayarkan atau dihasilkan sebagai kompensasi terhadap apa yang
dapat diperoleh dari penggunaan uang. Ada dua jenis bunga yang umum dan juga digunakan
dalam perhitungan present ataupun future value yakni Bunga tunggal, Bunga majemuk.

Bunga Sederhana (simple interest) adalah bunga yang dibayarkan/dihasilkan hanya dari
jumlah uang mula-mula atau pokok pinjaman yang dipinjamkan atau dipinjam atau bunga
yang dibayar satu kali dalam setahun.

Rumus : SI = P0(i)(n)

Bunga majemuk atau (compound interest) adalah bunga yg dibayarkan/dihasilkan dari bunga
yg dihasilkan sebelumnya, sama seperti pokok yang dipinjam/dipinjamkan atau bunga
dibayar lebih dari 1 kali.

III. Future Value

Digunakan untuk menghitung nilai investasi yang akan datang apabila uang tersebut
diberikan sekarang berdasarkan tingkat suku bunga dan angsuran yang tetap selama periode
tertentu kemudian definisi lain dari future value adalah nilai uang yang akan datang dari satu
jumlah uang atau suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yang dievaluasi dengan suatu
tingkat bunga tertentu.

1. Perhitungan Future Value Dengan Bunga Tunggal

Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :

FV = PV (1 + i)n keterangan : FV = nilai future value

PV = nilai saat ini

i = bunga

n = jangka waktu

1. Perhitungan Future Value Dengan Bunga Majemuk


Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :

FV = PV (1 + i / m)m x n Keterangan: FV = nilai future value

PV = nilai saat ini

i = bunga

n = jangka waktu

m = periode yang dimajemukkan

1. Present Value

Digunakan untuk mengetahui nilai investasi sekarang dari suatu nilai dimasa datang ataupun
lebih sederhananya lagi menghitung nilai tunai sekarang dari sejumlah uang yang akan
diterima dalam suatu periode di masa yang akan datang.

1. Perhitungan Present Value Dengan Bunga Tunggal

Kita dapat menggunakan rumus di bawah ini :

PV = FV / (1 + i)n Keterangan: PV = nilai saat ini

FV = nilai future value

i = bunga

n = jangka waktu

1. Perhitungan Present Value Dengan Bunga Majemuk

PV = FV / (1 + i/m)m x n Keterangan: FV = nilai future value

PV = nilai saat ini

i = bunga

n = jangka waktu

m = periode yang dimajemukkan

1. Anuitas

Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara
berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana
perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang
telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari
suatu saham preferen.
Ada dua jenis anuitas:

1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi
pada akhir periode
2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya
dilakukan di awal periode.

3. Pinjaman yang Diamortisasi

Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara
dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan
rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka
waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan
dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini
disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).

KONSEP NILAI WAKTU UANG (TIME


VALUE OF MONEY)
Konsep ini adalah konsep yang memperhatikan waktu dalam menghitung nilai uang. Artinya
uang yang dimiliki seseorang pada hari ini tidak akan sama nilainya dengan satu tahun yang
akan datang. Konsep Time of Valur ini sangat berkaitan dengan CAPITAL BUDGETING.

Nilai yang akan datang

Future value (terminal value) adalah nilai uang yang akan datang dari satu jumlah uang atau
suatu seri pembayaran pada waktu sekarang, yg dievaluasi dengan suatu tingkat bunga
tertentu.
FV = P0+ SI= P0+ P0(i)(n)

Nilai Sekarang (Present Value)


Nilai sekarang dari jumlah yang diperoleh di masa mendatang atau sering pula disebut
dengan present value adalah nilai sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk
memperoleh jumlah yang lebih besar di masa mendatang. Misalkan P adalah nilai sekarang
dari uang sebanyak A pada t tahun yang akan datang. Bila kemudian diumpamakan tingkat
bunga adalah r, maka bunga yang dapat diperoleh dari P rupiah adalah :
I = P.r.t
dan uang setelah t tahun menjadi :
P + P.r.t = P(1+rt)
Karena A adalah nilai uang sebanyak P pada t tahun mendaang, maka
P(1+rt) = A
atau
P = A/I + rt
Contoh :
Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp. 10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang
tersebut jika tingkat bunga adalah 13 % setahun?
Dalam masalh ini, A = 10.000,-. r = 0,13 dan t = 1
P = 10.000/ 1 + (0,13)(1)
= 8849,56
Menghitung nilai pada waktu sekarang jumlah uang yang baru akan dimiliki beberapa waktu
kemudian

PV = FV / (1+i)n
Istilah yang digunakan :
Pv = Present Value (Nilai Sekarang)
Fv = Future Value (Nilai yang akan datang)
I = Bunga (i = interest / suku bunga)
n = tahun ke-
An = Anuity
SI = Simple interest dalam rupiah
P0 = pokok/jumlah uang yg dipinjam/dipinjamkan pada periode waktu

Anuitas
Anuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara
berkala pada jangka waktu tertentu. Selain itu anuitas juga diartikan sebagai kontrak di mana
perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi yang
telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari
suatu saham preferen.
Ada dua jenis anuitas:
1. Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada
akhir periode
2. Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan
di awal periode.

Nilai Sekarang Anuitas (Present Value Annuity)


Nilai Sekarang Anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang
dilakukan secara teratur selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang
harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu
secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

Anuitas Abadi
Anuitas abadi adalah serangkaian pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan
akanberlangsung terus menerus.
PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT
Tingkat suku bunga i
Obligasi terusan adalah sebuah obligasi terbitan pemerintah inggris untuk
mengkonsolidasikan utang-utang masa lalu, dengan kata lain consol adalah obligasi terusan.

Pinjaman yang Diamortisasi


Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara
dicicil selama waktu tertentu. Termasuk di dalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan
rumah, kredit pendidikan, dan pinjaman-pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka
waktu sangat pendek dan obligasi jangka panjang. Jika suatu pinjaman akan dibayarkan
dalam periode yang sama panjangnya (bulanan, kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini
disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi (amortized loan).

BAB 8 Konsep Nilai Waktu dan Uang


1. Nilai yang akan Datang (future value)

Nilai yang akan datang adalah nilai uang yang akan diterima dimasa yang akan datang dari
sejumlah modal yang ditanamkan sekarang dengan tingkat diskon rate bunga tertentu.

contoh soal :

Pak Ramli pada 1 Januari 2005 menanamkan modalnya sebesar Rp 10.000.000, dalam bentuk
deposito di bank selama 1 tahun, dan bank memberikan bunga 10% per tahun, maka pada 31
Desember 2005 pak Ramli akan menerima uang miliknya yang terdiri dari modal pokok
ditambah bunganya.

Jawaban :

Future value = Mo (1+i) n


FV = 10.000.000 (1 + 0.10) 1
FV = 10.000.000 (1 + 0.10)
FV = 10.000.000 + 1.000.000
FV = 11.000.000

Jadi, nilai yang akan datang (Future Value) uang milik Pak Ramli adalah Rp 11.000.000

2. Nilai Sekarang (present value)

Nilai sekarang adalah berapa nilai uang saat ini untuk nilai tertentu di masa yang akan datang.
Present value bisa dicari dengan menggunakan rumus future value atau dengan rumus berikut
:

PVIFr,n = = FV {(1 / 1 + r)}^n

(1 + r)^n

Keterangan :

FV = Future Value (Nilai Pada akhir tahun ke n)

PV = Nilai Sekarang (Nilai pada tahun ke 0)

R = Suku Bunga

n = Waktu (tahun)

Setahun lagi rudi akan menerima uang sebanyak Rp. 10.000,-. Berapakah nilai sekarang uang
tersebut jika tingkat bunga adalah 13 % setahun?

Dalam masalah ini: A = 10.000,-. r = 0,13 dan t = 1

P = 10.000/ 1 + (0,13)(1)

= 8849,56
3. Nilai Masa Datang dan Nilai Sekarang

Nilai sekarang (Present value) merupakan modal dasar dan nilai masa datang (future value)
merupakan penjabaran dari bunga majemuk.

4. Annuitas

Annuitas adalah suatu rangkaian penerimaan atau pembayaran tetap yang dilakukan secara
berkala dalam jangka waktu tertentu. Selain itu annuitas juga diartikan sebagai kontrak
dimana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala sebagai imbalan premi
yang telah Anda bayar. Besar kecilnya jumlah pembayaran pada setiap interval tergantung
pada jumlah pinjaman, jangka waktu, dan tingkat bunga.

Contoh : bunga yang diterima dari obligasi atau dividen tunai dari suatu

saham preferen.

5. Anuitas biasa

Anuitas biasa adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada akhir
periode.

6. Anuitas terhutang

Anuitas terhutang adalah anuitas yang pembayarannya dilakukan pada setiap awal interval.
Awal interval pertama merupakan perhitungan bunga yang pertama dan awal interval kedua
merupakan perhitungan bunga kedua dan seterusnya.

Rumus dasar future value anuitas terhutang :

FVn = PMT ( FVIFAi,n ) ( 1 + i )

Rumus dasar present value anuitas terhutang :

PVn = PMT ( PVIFAi,n ) ( 1 + i )

7. Nilai sekarang anuitas

Nilai sekarang anuitas adalah nilai hari ini dari pembayaran sejumlah dana tertentu yang
dilakukan secara teratur, selama waktu yang telah ditentukan. Dengan kata lain, jumlah yang
harus anda tabung dengan tingkat bunga tertentu untuk mandapatkan sejumlah dana tertentu
secara teratur dalam jangka waktu tertentu.

8. Nilai sekarang dari anuitas terhutang

Mengukur setiap pembayaran yang maju satu periode atau pembayaran pada awal tahun.

Rumus

n (Anuitas Terhutang) = PMT (PVIFAk,n)(1+k)


9. Anuitas abadi

Anuitas abadi adalah pembayaran yang sama jumlahnya dan diharapkan akan berlangsung
terus menerus.

Rumus anuitas abadi :

PV (Anuitas Abadi) = Pembayaran = PMT

1. Nilai sekarang dan Seri Pembayaran yang tidak Rata

Dalam pengertian anuitas tercakup kata jumlah yang tetap, dengan kata lain anuitas adalah
arus kas yang sama di setiap periode. Persamaan umum berikut ini bisa digunakan untuk
mencari nilai sekarang dari seri pembayaran yang tak rata:

Nilai sekarang anuitas abadi = pembayaran/tingkat diskonto = PMT/r

Langkah 1.

Cari nilai sekarang dari $ 100 yang akan diterima di tahun 1:

$100 (0,9434) = $ 94,34

Langkah 2.

Diketahui bahwa dari 2 tahun sampai tahun 5 akan diterima anuitas sebesar $ 200 setahun.
Dicari dulu anuitas 5 tahun, kemudian kurangi dengan anuitas 1 tahun, sisanya adalah anuitas
4 tahun dengan pembayaran pertama yang diterima setelah tahun ke-2:

Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ 200 (PVIFA(6%,1tahun))

Pvanuitas = $ 200(PVIFA(6%,5tahun))- $ PVIFA(6%,1tahun)

Pvanuitas= $ 200(4,2124-0,9434)

Pvanuitas= $653,80

Langkah 3.

Cari nilai sekarang dari $1000 yang akan diterima di tahun ke-7

$1000(0,6651) = $ 665,10

Langkah 4.

Jumlahkan komponen-komponen yang diperoleh dari langkah 1 hingga langkah 3 tersebut :

$ 94,34 + $ 653,80 + $ 665,10 = $1413,24


1. Periode Kemajemukan Tengah Tahunan atau Periode lainnya

Bunga majemuk tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas.
Apabila suku bunga ditambahkan satu kali dalam setahun. Sedangkan bunga majemuk
setengah tahunan adalah proses aritmatika untuk menentukan nilai akhir dari arus kas apabila
suku bunga ditambahkan dua kali dalam setahun.

2. Amortisasi Pinjaman

Salah satu penerapan penting dari bunga majemuk adalah pinjaman yang dibayarkan secara
dicicil selama waktu tertentu. Didalamnya adalah kredit mobil, kredit kepemilikan rumah,
kredit pendidikan, dan pinjaman bisnis lainnya selain pinjaman jangka waktu sangat pendek
dan obligasi jangka panjang.

Jika suatu pinjaman akan dibayarkan dalam periode yang sama panjangnya (bulanan,
kuartalan, atau tahunan), maka pinjaman ini disebut juga sebagai pinjaman yang diamortisasi
(amortized loan).

Rumus :
Sn
a = -
CVIF a

CVIF = compound value interest factor (jumlah majemuk dari suku bunga

selama Periode ke n)

1304116112510

REVIEW
Time value of money dipengaruhi oleh opportunity cost (nilai kesempatan) dan inflation factor (faktor inflasi).

1. Future Value (Pelipat Gandaan)


Contoh soal Tuan A memilik uang sebesar Rp 1.000.000, di simpan di bank dengan bunga pertahun sebesar 5% dan selama 5 tahun, berapa jumblah uang Tuan
A setelah tahun ke 5......?
Diketahui dengan cara

CARA MANUAL
Tahun 1 = 1.000.000 x (1 + 0,05 ) = 1.050.000
Tahun 2 = 1.050.000 x ( 1 + 0,05 ) = 1.102.000
Tahun 3 = 1.102.000 x ( 1 + 0,05 ) = 1.157.000
Tahun 4 = 1.157.000 x ( 1 + 0,05 ) = 1.215.000
Tahun 5 = 1.215.000 x ( 1 + 0,05 ) = 1.276.300

Contoh soal Tuan B memiliki uang sebesar Rp. 500.000, di simpan di bank dengan bunga sebesar 6% dan selama 7 tahun, berapa jumblah uang Tuan B setelah
tahun ke 7....?

CARA MANUAL
Tahun 1 = 500.000 x ( 1 + 0,06 ) = Rp. 530.000
Tahun 2 = 530.000 x ( 1+ 0,06 ) = Rp. 561.800
Tahun 3 = 561.800 x ( 1 + 0,06 ) = Rp. 595.508
Tahun 4 = 595.508 x ( 1 + 0,06 ) = Rp. 631.200
Tahun 5 = 631.200 x ( 1 + 0,06 ) = Rp. 669.200
Tahun 6 = 669.200 x ( 1 + 0,06 ) = Rp. 709.300
Tahun 7 = 709.300 x ( 1 + 0,06 ) = Rp. 751.900

Inter Year Periode Pelipat Gandaan


Rumus : ) m x n
Dengan M adalah perode pembayaran bunga
Contoh soal Tuan A menabung di bank BRI sebesar Rp. 500.000 dengan bunga 6% dibayarkan perbulan, berapa uang Tuan A dalam 1 tahun....?
Jawab :

Rumus:

Contoh soal Tuan B menabung di bank sebesar Rp. 2500.000 dengan bunga 10% dibayarkan 6 bulan sekali berapa uang tuan B dalam setahun...?
Jawab :
Rumus :
Anuitas adalah cast flow periodik dihitung dengan anuity future value.
Contoh soal : Tuan A setiap tahun menyimpan uangnya di bank Rp. 50.000.000 dapat bunga yang dibayar pada ahir tahun sebesar 10% berapa nilai future value
jika keputusan dia itu dilakukan selama 10 tahun....?
Jawab :

c. CARA MANUAL
Tahun 1 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )9 = 2,358 = 117.900.000
Tahun 2 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )8 = 2,144 = 107.200.000
Tahun 3 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )7 = 1,949 = 97.450.000
Tahun 4 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )6 = 1,772 = 88.600.000
Tahun 5 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )5 = 1,611 = 80.550.000
Tahun 6 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )4 = 1,464 = 73.200.000
Tahun 7 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )3 = 1,331 = 66.550.000
Tahun 8 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )2 = 1,210 = 60.500.000
Tahun 9 = 50.000.0000 X ( 1+ 0,1 )1 = 1,100 = 55.000.000
Tahun 10 = 50.000.0000 X ( 1 ) = 50.000.000
796.850.000

2. I Semakin besar, n tetap, compounding semakin besar.

a) Annual Future Value


Tn. A menabung uangnya dibank sebesar Rp 2.000.000 dengan bunga 4% per tahun, selama
7 Tahun. Berapa nilai uang pada tahun ke-7 ?
Diketahui :
II = 2.000.000
i = 4%
n = 7 Tahun
Tabel = II x (1,316)
= 2.000.000 x (1,316)
= Rp 2.632.000,-

Rumus
FV = II x (1 + i)n
= 2.000.000 x (1+0,04)7
= 2.000.000 x (1,04)7
= 2.000.000 x (1,316)
= Rp 2.632.000,-

Manual
Tahun 1 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.080.000
Tahun 2 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.163.200
Tahun 3 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.249.728
Tahun 4 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.339.717,12
Tahun 5 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.433.305,805
Tahun 6 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.530.638,037
Tahun 7 = 2.000.000 x (1+0,04) = 2.631.863,558 => Rp 2.632.000,-

Tn. B menabung uangnya dibank sebesar Rp 2.000.000 dengan bunga 8% per tahun, selama 7
Tahun. Berapa nilai uang pada tahun ke-7 ?
Diketahui :
II = 2.000.000
i = 8%
n = 7 Tahun
Tabel = II x (1,714)
= 2.000.000 x (1,714)
= Rp 3.428.000,-

Rumus
FV = II x (1+i)n
= 2.000.000 x (1+0,08)7
= 2.000.000 x (1,7138)
= 3.427.648,538 => Rp 3.428.000,-

Manual
Tahun 1 = 2.000.000 x (1+0,08) = 2.160.000
Tahun 2 = 2.000.000 x (1+0,08) = 2.332.800
Tahun 3 = 2.000.000 x (1+0,08) = 2.519.424
Tahun 4 = 2.000.000 x (1+0,08) = 2.720.977,92
Tahun 5 = 2.000.000 x (1+0,08) = 2.938.656,154
Tahun 6 = 2.000.000 x (1+0,08) = 3.173.748,646
Tahun 7 = 2.000.000 x (1+0,08) = 3.427.648,538 => Rp 3.428.000,-

Tn. C menabung uangnya dibank sebesar Rp 2.000.000 dengan bunga 10% per tahun, selama
7 Tahun. Berapa nilai uang pada tahun ke-7 ?
Diketahui :
II = 2.000.000
i = 10%
n = 7 Tahun

Tabel = II x (1,949)
= 2.000.000 x (1,949)
= Rp 3.898.000.-

Rumus
FV = II x (1+i)n
= 2.000.000 x (1+0,1)7
= 2.000.000 x (1,1)7
= 2.000.000 x (1,948)
= Rp 3.897.434,2,-

Manual
Tahun 1 = 2.000.000 x (1+0,1) = 2.200.000
Tahun 2 = 2.000.000 x (1+0,1) = 2.420.000
Tahun 3 = 2.000.000 x (1+0,1) = 2.662.000
Tahun 4 = 2.000.000 x (1+0,1) = 2.928.200
Tahun 5 = 2.000.000 x (1+0,1) = 3.221.020
Tahun 6 = 2.000.000 x (1+0,1) = 3.543.122
Tahun 7 = 2.000.000 x (1+0,1) = Rp 3.897.434,2,-

b) Interyear Compounding
Tn. H menabung uang sejumlah Rp 2.000.000 dibank, dengan bunga 4% yang dibayarkan
enam bulan sekali. Berapa jumlah uang Tn. H pada tahun ke-7 ?
Rumus

Tn. I menabung uang sejumlah Rp 2.000.000 dibank, dengan bunga 8% yang dibayarkan
enam bulan sekali. Berapa jumlah uang Tn. I pada tahun ke-7 ?
Rumus
Tn. J menabung uang sejumlah Rp 2.000.000 dibank, dengan bunga 10% yang dibayarkan
enam bulan sekali. Berapa jumlah uang Tn. J pada tahun ke-7 ?
Rumus

c) Annuitas
Tn. M setiap tahun menyimpan uang dibank sebesar Rp 2.000.000,- mendapatkan bunga yang
dibayarkan pada akhir tahun sebesar 4%. Berapa nilai FV. Jika keputusan tersebut dilakukan
selama 7 tahun. Diketahui : II = 2.000.000 i = 4% n = 7 tahun.
Tabel = II x (7,898)
= 2.000.000 x (7,898)
= Rp 15.796.000,-

Rumus
Manual
Tahun 6 = 2.000.000 x (1+0,04)6 = 2.000.000 x (1,2653) = 2.530.600
Tahun 5 = 2.000.000 x (1+0,04)5 = 2.000.000 x (1,2166) = 2.433.200
Tahun 4 = 2.000.000 x (1+0,04)4 = 2.000.000 x (1,1698) = 2.339.600
Tahun 3 = 2.000.000 x (1+0,04)3 = 2.000.000 x (1,1248) = 2.249.600
Tahun 2 = 2.000.000 x (1+0,04)2 = 2.000.000 x (1,0816) = 2.163.200
Tahun 1 = 2.000.000 x (1+0,04)1 = 2.000.000 x (1,04) = 2.080.000
Tahun = 2.000.000 = 2.000.000
= Rp 15.796.200,-

Tn. N setiap tahun menyimpan uang dibank sebesar Rp 2.000.000,- mendapatkan bunga yang
dibayarkan pada akhir tahun sebesar 8%. Berapa nilai FV. Jika keputusan tersebut dilakukan
selama 7 tahun. Diketahui : II = 2.000.000 i = 8% n = 7 tahun.
Tabel = II x (8,923)
= 2.000.000 x (8,923)
= Rp 17.846.000,
Rumus

Manual
Tahun 6 = 2.000.000 x (1+0,08)6 = 2.000.000 x (1,5868) = 3.173.600
Tahun 5 = 2.000.000 x (1+0,08)5 = 2.000.000 x (1,4693) = 2.938.600
Tahun 4 = 2.000.000 x (1+0,08)4 = 2.000.000 x (1,3604) = 2.720.800
Tahun 3 = 2.000.000 x (1+0,08)3 = 2.000.000 x (1,2597) = 2.519.400
Tahun 2 = 2.000.000 x (1+0,08)2 = 2.000.000 x (1,1664) = 2.332.800
Tahun 1 = 2.000.000 x (1+0,08)1 = 2.000.000 x (1,08) = 2.160.000
Tahun = 2.000.000 = 2.000.000
= Rp 17.845.200,-

Tn. O setiap tahun menyimpan uang dibank sebesar Rp 2.000.000,- mendapatkan bunga yang
dibayarkan pada akhir tahun sebesar 10%. Berapa nilai FV. Jika keputusan tersebut dilakukan
selama 7 tahun. Diketahui : II = 2.000.000 i = 10% n = 7 tahun.
Tabel = II x (9,487)
= 2.000.000 x (9,487)
= Rp 18.974.000,
Rumus
Manual
Tahun 6 = 2.000.000 x (1+0,1)6 = 2.000.000 x (1,7715) = 3.543.122
Tahun 5 = 2.000.000 x (1+0,1)5 = 2.000.000 x (1,6105) = 3.221.000
Tahun 4 = 2.000.000 x (1+0,1)4 = 2.000.000 x (1,4641) = 2.928.200
Tahun 3 = 2.000.000 x (1+0,1)3 = 2.000.000 x (1,331) = 2.662.000
Tahun 2 = 2.000.000 x (1+0,1)2 = 2.000.000 x (1,21) = 2.420.000
Tahun 1 = 2.000.000 x (1+0,1)1 = 2.000.000 x (1,1) = 2.200.000
Tahun = 2.000.000 = 2.000.000
= Rp 18.974.322,-
Time Value of Money adalah nilai waktu dari uang, di dalam pengambilan keputusan jangka
panjang, nilai waktu memegang peranan yang penting. Seiring dengan pesatnya
perkembangan bisnis, konsep nilai waktu dari uang telah mendapat tempat yang demikian
penting. Berikut adalah beberapa contoh terapan yang terkait dengan konsep nilai waktu dari
uang :

1) Future Value of Single Sum


Future Value (Nilai Masa Depan) merupakan nilai dari jumlah dana yang ada
sekarang pada suatu tanggal tertentu dimasa depan dengan mengaplikasikan bunga majemuk
(compound interest) dalam suatu periode waktu tertentu.
Formula dari Future Value :

Keterangan :
FV : Nilai Mendatang
PV : Nilai Sekarang
i : Rate / Tingkat Bunga
n : Jangka Waktu / Tahun Ke-n

> Contoh Soal <


@ Ratna menyimpan uang sebesar Rp. 1.000.000,00 di Bank DKI dengan tingkat suku
bunga 6 %
setahun. Maka berapakah uang Ratna ditahun ke-4 ?
Jawab :
- Dik : PV = Rp. 1000.000
i =6%
n =4
- Dit : FV 4............................?
Penyelesaian :
* Uang di tahun pertama * Uang di tahun ke-4
FV1= PV (1+i) FV 4= PV (1+i)4
= 1.000.000 (1+0,06) = 1.000.000 (1+0,06)4
= 1.000.000 (1,06) = 1.000.000 (1.06)4
= 1.060.000 = 1.262.000

2) Present Value of Single Sum


Present Value (Nilai Sekarang) merupakan nilai yang diperoleh di masa mendatang.
Nilai dari sejumlah uang yang saat ini dapat dibungakan untuk memperoleh jumlah yang
lebih besar dimasa mendatang.
Formula dari Present Value :

Keterangan :
PV : Nilai Sekarang
FV : Nilai Masa Depan
i : Rate / Tingkat Bunga
n : Jangka Waktu / Tahun ke-n

> Contoh Soal <


@ Saat pensiun 5 tahun lagi Pak Bimo akan mendapatkan uang Rp. 500.000.000. Berapakah
nilai uang Rp. 500.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu mempertahankan
inflansi satu digit, misal 8 % pertahun?
Jawab : ...
-Dik : FV= Rp. 5.000.000.000
i = 8 % = 0,08
n = 5
- Dit : PV = ...............??
Penyelesaian :
PV = FV / (1+i)n
= 5.000.000.000 / (1+0,08)5
= 5.000.000.000 / 1,46
= 342.465.753

3) Future Value Anuity


Nilai masa depan anuitas yang memberikan nilai dari sebuah perencanaan tabungan
yang dilakukan secara tetap baik besaran dan waktunya selama jangka waktu tertentu.
Formula Future Value Anuity :

Keterangan :
FVA = X {(1+r)n-1}/r FVA : Future Value Anuity
X : Jumlah pembayaran
r : rasio / tingkat bunga
n : tahun ke-n

>Contoh Soal<
@ Budi menabung selama 5 tahun berturut-turut dengan jumlah yang sama yaitu
Rp.1.000.000 / tahun. Dengan tingkat bunga 10% pertahun, berapa tabungan Budi pada tahun
ke-5?
Jawab :
-Dik : X =Rp.1.000.000
r =10%=0,1
n = 5
-Dit : FVA=.........................??
Penyelesaian :
FVA = X {(1+r)n-1}/r
= 1.000.000 {(1+0,1)5-1}/0,1
= 1.000.000 (6,105)
= 6.105.000

4) Present Value Anuity


Merupakan serangkaian pembayaran atau penerimaan sejumlah uang dengan
jumlah yang sama besar yang dilakukan selama periodik dengan jangka waktu tertentu.
Formula Present Value Anuity:

Keterangan :
PVA = {C-C(1+r)n}/r PVA : Present Value Anuity
C : Aliran kas
r : Rasio / Tingkat bunga
n : Tahun ke-n

>Contoh Soal<
@ Kredit TV ditoko dengan angsuran tiap bulan Rp.400.000 selama 6 tahun, tingkat bunga
yang ditetapkan adalah 2%. Berapa nilai kas pembayaran angsuran tersebut saat ini?
Jawab :
-Dik : C = 400.000
r = 2%=0,02
n = 6
-Dit : PVA=........................??
Penyelesaian :
PVA = {C-C(1+r)n}/r
= {400.000-400.000 /(1+0,02) 6} / 0,02
= {400.000
Resume Perkuliahan Manajemen Keuangan "Time Value Of Money"

Assalamualaykum pembaca.
Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi sedikit informasi yang saya ketahui. Dosen
masih sama, ada Pak Amril yang selaku dosen mata kuliah ini.

Perkuliahan berlangsung pada 17 November 2014 bertempat di Gd. Daksinapati Ruang 305,
dengan materi Time Value Of Money.

Berikut resumenya. ^^

Time Value Of Money

A. Konsep Time Value Of Money


Time value of money atau dalam bahasa Indonesia disebut nilai waktu uang adalah suatu
konsep yang menyatakan bahwa nilai uang sekarang akan lebih berharga dari pada nilai
uang masa yang akan datang atau suatu konsep yang mengacu pada perbedaan nilai uang
yang disebabkan karena perbedaaan waktu.
Dalam memperhitungkan, baik nilai sekarang maupun nilai yang akan datang maka kita
harus mengikutkan panjangnya waktu dan tingkat pengembalian maka konsep time value of
money sangat penting dalam masalah keuangan baik untuk perusahaan, lembaga maupun
individu. Dalam perhitungan uang, nilai Rp. 5.000 yang diterima saat ini akan lebih bernilai
atau lebih tinggi dibandingkan dengan Rp. 5.000 yang akan diterima dimasa akan datang.
Hal tersebut sangat mendasar karena nilai uang akan berubah menurut waktu yang
disebabkan banyak factor yang mempengaruhinya seperti, adanya inflasi, perubahan suku
bunga, kebijakan pemerintah dalam hal pajak, suasana politik, dll.
Manfaat time value of money adalah untuk mengetahui apakah investasi yang dilakukan
dapat memberikan keuntungan atau tidak. Time value of money berguna untuk menghitung
anggaran. Dengan demikian investor dapat menganalisa apakah proyek tersebut dapat
memberikan keuntungan atau tidak. Dimana investor lebih menyukai suatu proyek yang
memberikan keuntungan setiap tahun dimulai tahun pertama sampai tahun berikutnya.
Maka sudah jelas time value of money sangat penting untuk dipahami oleh kita semua,
sangat berguna dan dibutuhkan untuk kita menilai seberapa besar nilai uang masa kini dan
akan datang.
Keterbatasannya yaitu akan mengakibatkan masyarakat hanya menyimpan uangnya
apbila tingkat bunga bank tinggi, karena mereka menganggap jika bunga bank tinggi maka
uang yang akan mereka terima dimasa yang akan datang juga tinggi. Time value of money
tidak memperhitungkan tingkat inflasi.
B. Nilai Masa Depan (Future Value)
Nilai di masa mendatang dari uang yang ada sekarang. Atau penjumlahan dari uang
pada permulaan periode atau jumlah modal pokok dengan jumlah bunga yang diperoleh
selama periode tersebut. Future value dapat dihitung dgn konsep bunga majemuk (bunga-
berbunga) dgn asumsi bunga atau tingkat keuntungan yang diperoleh dari suatu investasi
tidak diambil (dikonsumsi) tetapi diinvestasikan kembali.
Rumus Menghitung Future Value : FVn =Po (1+r)n
Dimana : FV = Nilai Pada Masa Yang Akan Datang
Po = Nilai uang pada saat ini
r = bunga
n = jangka waktu
Contoh:
Apabila kita mempunyai uang sebanyak Rp. 10.000.000 dan disimpan di bank dengan
bunga 18 % setahun, maka pada akhir tahun uang kita akan menjadi :
FV1 = Rp.10.000.000 (1+0,18)1
= Rp.11.800.000
FV1 adalah nilai yang akan datang satu tahun lagi. Apabila uang tersebut diambil pada dua
tahun lagi, maka uang tersebut menjadi :
FV2 = Rp.10.000.000 (1+0,18)2
= Rp.13.924.000

C. Nilai Hari Ini (Present Value)


Adalah nilai uang sekarang yang akan diperoleh atau dibayar dimasa yang akan datang
dengan tingkat suku bunga tertentu pada setiap periode. Atau Present Value (PV) atau nilai
sekarang adalah nilai sekarang dari suatu nilai yg akan diterima atau dibayar di masa
mendatang.
Perhitungan present value dengan bunga tunggal
PV = FV / (1 + i)^n

Keterangan: PV = nilai saat ini

FV = nilai future value

i = bunga

n = jangka waktu
Contoh : Saat pensiun 25 tahun lagi saya akan mendapatkan uang Rp. 500.000.000,
berapakah nilai uang Rp. 500.000.000 saat ini, dengan asumsi pemerintah mampu
mempertahankan inflasi satu digit, misal 8% per tahun?

PV = FV / (1 + i)^n

= 500.000.000 / (1 + 0.08)^25

= 73.008.952

Jadi, dengan perhitungan sederhana itu, uang Rp. 500.000.000 pada 25 tahun lagi sama
nilainya dengan uang Rp. 73.008.952 saat ini dengan asumsi inflasi konsisten sebesar 8%
setiap tahun selama 25 tahun.

D. Perhitungan Tv Of M
Contoh Soal dan Jawaban Future Value dengan Menggunakan Rumus Excel
Budi menyimpan uangnya di bank sebesar Rp 1 juta rupiah. Bunga per tahun adalah 10%,
dan dibayarkan pada akhir setiap bulan. Rumus seperti apa yang digunakan ? Dan berapa
nilai uang Budi pada akhir tahun pertama ?
Jawaban :

Rumus Excel yang digunakan adalah : =FV(10% / 12, 12, , -1000000)

Dan nilai uang Budi pada akhir tahun pertama adalah Rp 1.104.713,07.

Contoh Soal dan Jawaban Present Value dengan Menggunakan Rumus Excel
Budi ingin uangnya pada 1 tahun mendatang menjadi 10 juta rupiah. Dengan tingkat suku
bunga 10% per tahun dan jika setiap bulan dia melakukan investasi / simpanan, berapa nilai
uang dia saat ini ?
Jawaban :

Rumus Excel yang digunakan adalah : =PV(10%/12, 12, , -10000000)

Dan nilai uang Budi saat ini sehingga akhirnya menjadi 10 juta rupiah pada akhir tahun
pertama adalah Rp 9.052.124,30.

E. Anuitas
Adalah rangkaian/seri pembayaran atau penerimaan uang yang jumlahnya, periode serta
tingkat bunganya sama selama jangka waktu tertentu. Annuity dapat dihitung menggunakan
konsep future value annuity dan present value annuity. Selain itu anuitas juga diartikan
sebagai kontrak di mana perusahaan asuransi memberikan pembayaran secara berkala
sebagai imbalan premi yang telah Anda bayar. Contohnya adalah bunga yang diterima dari
obligasi atau dividen tunai dari suatu saham preferen.

Ada dua jenis anuitas:

1) Anuitas biasa (ordinary) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya terjadi pada
akhir periode.
2) Anuitas jatuh tempo (due) adalah anuitas yang pembayaran atau penerimaannya dilakukan
di awal periode.
Menghitung Anuitas

Merupakan perhitungan yang digunakan untuk menentukan suatu jumlah dari anuitas
tertentu yang akan dicadangkan (simpan) pada setiap priode dalamjangka waktu yang sudah
ditentukan dengan tingkat bunga yang berlaku supaya dapat mencukupi untuk masa yang
akan datang. Dengan rumus sebagai berikut: A = FVa

Keterangan : FVA : Nilai yang akan datng dari suatu anuitas

A : Anuitas

r : Tingkat bunga

n : Periode tertentu

F. Penerapan Tvom Dalam Keuangan Pendidikan


Kebijaksanaan investasi akan terkait masa yang akan datang, tetapi dalam penilaian
menguntungkan tidaknya akan dilaksanakan pada saat sekarang. Dengan demikian
terutama penerimaan bersih dari pelaksanaan investasi yang akan diterima pada waktu yang
akan datang harus dinilai sekarang, apakah penerimaan sekali atau berangsur-angsur/seri
dengan menggunakan perhitungan-perhitungan tersebut di atas (Basri, 1989).

Penerimaan pada waktu yang akan datang pada dasarnya adalah net cash flow dari
pelaksanaan investasi yang akan terdiri dari:

Biayaproyek/investasi awal (initial outlays).


Biaya ini meliputi biaya untuk memperoleh investasi tersebut dan biaya-biaya investasi nya
serta modal
Kerja untuk membiayai operasi awal dari proyek investasi yang bersangkutan.
Cash flow dan cash outflow selama proyek investasi berjalan.
Nilai residu dari proyek investasi yang bersangkutan.
Cash inflow dan cash outflow lain-lain di luar proses pelaksanaan proyek investasi tersebut.

Managemen Keuangan

Bab I Manajemen keuangan


Terkait dengan hubungan antara keputusan investasi keuangan dengan resiko dan hasil (
laba )
Resiko adalah kemungkinan menderita kerugian atau rugi, Dalam kontek investasi resiko
berarti menerima keuntungan lebih kecil dari yang diharapkan/disyaratkan, karena resiko
timbul dari ketidakpastian. Untuk memahami konsep distribusi profitabilita resiko berarti

penyimpanan dari yang diharapkan = = standr deviasi.

tingkat keuntungan
kondisi profitabilitas
perekonomian terjadi proyek A proyek B
Resesi berat 0,04 -2% -1%
Resesi ringan 0,20 5% 8%
normal 0,40 10% 12%
Boom ringan 0,20 12% 14%
Boom kuat 0,10 18% 24%

Rumusnya ;
Tingkat keuntungan yang diharapkan, =
Dimana ; K=tingkat keuntungan yang diharapakan, Ki= tingkat keunutngan pada kondisi i
dan Pi= profitabilita kondisi I terjadi.
=
K=K1P2+K2P2+K3P3+K4P4+K5P5
= -2%x0,04+5%x0,20+10%x0,40+12%x0,20+18%x0,10
= 17, 2%

Bab II Sumber dana ekstern utama dan pasar modal Indonesia


Sumber dana ekstern terdiri Supplier yakni memberikan dana dalam bentuk penjualan
barang secara kredit. Barangnya dapat berupa : bahan mentah, bahan dagangan, mesin-mesin
untuk pabrik. Dan Bank-bank yang tugas utamanya memberikan kredit, bisa berupa : kredit
investasi jangka panjang dan menengah serta kredit modal kerja.
Contoh soal : Peredaran bruto PT. XYZ dalam tahun pajak 2008 sebesar Rp. 50.000.000.000
dengan penghasilan kena pajak Rp. 5.000.000.000.
Penghitungan PPh terhutang :
Jumlah penghasilan kena pajak bagian peredaran bruto yang memperoleh fasilitas = (Rp.
6.800.000.000 : Rp. 50.000.000.000) x Rp. 5.000.000.000 =Rp. 680.000.000
Jumlah penghasilan kena pajak bagian peredaran bruto yang tidak memperoleh fasilitas =
Rp. 5.000.000.000 Rp. 680.000.000 = Rp. 4.320.000.000
PPh yang terutang : ( 50% x 25% x Rp. 680.000.000) + (25% x Rp. 4.320.000.000) = Rp.
84.990.000 + Rp. 108.000.000 = Rp. 192.990.000

Bab III Laporan Keuangan


Contoh soal :
Neraca PT. XYZ
Per 31 desember 1997
( dalam jutaan rupiah)
kas Rp. 100.000 liabilitas wesel Rp. 200.000
piutang Rp. 420.000 liabilitas dagang Rp. 270.000
persediaan Rp. 200.000

total aset total liabilitas


lancar Rp. 720.000 lancar Rp. 470.000
ase tetap, liabilitas jangka
net Rp 350.000 pendek Rp. 220.000
modal Rp. 340.000
Rp. Rp.
Total aset 1.070.000 total passiva 1.030.000

Laporan rugi-laba
PT. XYZ
1/1 s/d 31/12-2012 (dalam jutaan rupiah)
penjualan Rp. 1.800.100
harga pokok penjualan (Rp. 1.300.000)
laba kotor Rp. 500.100
biaya daministrasi umum dan biaya
penjualan (Rp. 100.000)
Rp. 400.100
penyusutan (Rp. 100.100)
laba sebelum bunga dan pajak (laba
operasi) Rp. 300.000
Bunga (Rp. 60.000)
laba sebelum pajak Rp. 240.000
pajak penghasilan (Rp 104.000)
laba bersih setelah pajak Rp. 136.000

(Laba bersih yang tersedia untuk pemegang saham), seandainya jumlah saham yang beredar
1.000.000. jadi laba per lembar saham (earning per Share= EPS)
: = Rp. 136.000

Bab IV Analisis laporan Keuangan


Contoh soal :
Neraca PT. Putra Kencana
Per 31 Desember 2002-2003
(Dalam jutaan rupiah)
Perkiraan( Account) 2002 2003
Kas dan bank 25 55
Efek yang diperjualbelikan 45 80
Piutang Dagang 600 620
Persediaan 550 580
Total Aset Lancar 1220 1335
Total Aset tetap, Net 2700 3400
Total Aset Lainnya 280 310
Total Aset 3200 5045

Liabilitas yang masih harus dibayar 300 290


Liabilitas dagang 370 410
Liabilitas lancar lainnya 200 240
Total liabilitas lancar 870 940

Liabilitas jangka panjang 2000 500


Barang modal yang disewa 130 250
Liabilitas jangka panjang lainnya 700 800
Ekuitas / modal pemegang saham 370 555
3200 5045

Laporan Rugi Laba PT. Putra Kencana


(Dalam jutaan rupiah)
2002 2003
Penjualan bersih 8030 7000
Harga Pokok Penjualan 6030 6000
laba Kotor 2000 2000
Biaya Administrasi, Umum dan
Penjualan 500 390
Penyusutan 300 250
1200 1360
Laba sebelum bunga dan pajak
(EBIT) 1310 1300
Bunga bersih 260 250
Laba Bersih sebelum pajak
Penghasilan 1050 1050
pajak Penghasilan 300 320
Laba Bersih sesudah Pajak 340 350
Deviden 130 132

1) Rasio Likuiditas
a) Rasio modal bersih (Net working capital ratio)
Rumus : Modal Total liabilitas lancar
Tahun 2002 : Rp. 1.220.000.000 - Rp. 870.000.000= Rp. 350.000.000
Tahun 2003 : Rp. 1.335.000.000 Rp. 940.000.000= Rp. 395.000.000

b) Rasio modal kerja bersih terhadap asset tetap


Rumus :
Tahun 2002 Tahun 2003
= 0, 10 x = 0, 08 x
c) Rasio asset lancar (Current asset ratio)
Rumus :
Tahun 2002 Tahun 2003
= 1, 40 x = 1,42 x
d) Rasio Cepat (Quick ratio atau Acid test ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 0,77 x
Tahun 2003 = 0,80 x
e) Rasio tunai (Cash ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 0,08 x
Tahun 2003 = 0,14 x

f) Pengukuran interval (interval measure)


Untuk mencari rasio ini terlebih dahulu mencari rata-rata biaya perhari,
Tahun 2002 = = 16.520.548 maka

Pengukuran interval = 73,84=>74 hari

Tahun 2003 = 16.438.356


Pengukuran interval = 81,21=>81 hari
2) Rasio Aktivitas
a) Rasio kecepata peredaran persediaan (Inventory turn over ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 2,74=>2,8 x
Tahun 2003 = 2,65=>2,7 x
b) Rata-rata umur persediaan (Average age of inventory)
Rumus :
Tahun 2002 =128,57=>129 hari
Tahun 2003 =133,33=>133 hari
c) Rasio kecepatan peredaran asset tetap (Fixed asset turn over ratio)
Rumus :
Tahun 2002 =2,97=>3 x
Tahun 2003 =2 x
d) Rasio kecepatan peredaran total asset (total asset turn over ratio)
Rumus :
Tahun 2002 =2,50 x
Tahun 2003 =1,38
e) Rata-rat periode pengumpulan piutang (Average collection period)
Rumus :
Tahun 2002 = 26,89=>27 hari
Tahun 2003 =31,88=>32 hari
f) Rata-rata peredaran piutang dagang (average receivable turnover)
Rumus :
Tahun 2002 = 6,69 x
Tahun 2003 = 5,73 x
g) Rata-rata periode pmbayaran pembelian ( Avarage payment period)
Rumus : Rata-rata periode pembayaran pembelian
Rata-rata pembelian perhari
Missal ; 50 dari Harga pokok penjualan, jadi 50% x Rp. 6.030.000.000=Rp. 3.015.000.000
Jadi , rata-rata pembayaran pembelian tahun 2002 = 44 hari
Missal, 50% dari harga pokok penjualan, jadi 50% x Rp. 6.000.000.000=Rp. 3.000.000.000
Jadi, rata-rata pembayaran pembelian tahun 2003 = 49 hari
3) Rasio Liabilitas ( Leverage Ratio)
A) Tingkat kewajiban liabilitas (Degree of indebtedness)
a) Rasio total liabilitas (Debt ratio)
Tahun 2002 =Rp. 870.000.000+Rp. 2.000.000.000+Rp. 130.000.000+Rp. 700.000.000= Rp.
2.917.000.000
Rasio total liabilitas = 91%
Tahun 2003 =Rp. 940.000.000+Rp. 2.500.000.000+Rp. 250.000.000+Rp. 800.000.000= Rp.
4.490.000.000
Rasio total liabilitas = 89%
b) Rasio perbandingan liabilitas jangka panjang dngan modal (Debt of equity ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 765 %
Tahun 2003 = 586 %
B) Kemampuan untuk membayar liabilitas (Ability to service debt)
a) Rasio berapa kali bunga yang dihasilkan ( Time interest earned ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 5,1 x
Tahun 2003 = 5,2 x
b) Rasio kemampuan membayar kewjiban yang tetap (Fixed-payment coverage ratio)
Rumus :
Tahun 2002
=
= = 3,6 x
Tahun 2003
=
= = 4,07 x
4) Rasio menghasilkan laba (Profitability Ratio)
a) Rasio laba kotor (Gross profit margin ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 25 %
Tahun 2003 = 14 %
b) Rasio laba opersi (Operating profit margin ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 16 %
Tahun 2003 = 19 %
c) Rasio biaya operasi (Operating cost ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 85 %
Tahun 2003 = 95 %
d) Rasio laba bersih (Net profit margin ratio)
Rumus :
Tahun 2002 = 4 %
Tahun 2003 = 5 %
e) Rasio laba bersih terhadap modal (Return on Equity=ROE)
Rumus : Tahun 2002 = 92 %
Tahun 2003 = 63 %
f) Rasio laba bersih terhadap total asset (Return On Asset=ROA=ROI)
Rumus : Tahun 2002 = 11 %
Tahun 2003 = 7%
5) Rasio Pertumbuhan
a) Penjualan: Tahun 2002 Rp. 8.030.000.000 dan Tahun 2003 Rp. 7.000.000.000
b) Laba bersih sesudah pajak: Tahun 2002 Rp. 340.000.000 dan Tahun 2003 Rp. 350.000.000
c) Laba per lembar saham, Rumus :
Tahun 2002 = 3,4 dan Tahun 2003 = 3,5
d) Deviden per lembar saham, Rumus :
Tahun 2002 = 1,30 dan Tahun 2003 = 1,32
e) Harga pasar per lembar, Rumus :
Tahun 2002 = 1,65 x dan Tahun 2003 = 1,62 x
6) Rasio penilaian
a) Rasio laba terhadap asset (Return On Total Asset=ROA) atau Rasio laba terhadap investasi
(Return On Investment=ROI)
Rumus
Tahun 2002 = 2,9 % Dan Tahun 2003 = 3,9%

b) Rasio laba terhadap Modal (Return On Equity=ROE)


Rumus
Tahun 2002 = 92 % Dan Tahun 2003 = 63 %
Bab V Peramalan keuangan
Soal
1. Hasil penjualan tahun 2008 dari sebuah perusahaan elektronik XYZ adalah sebesar Rp.
10.000.000.000. Saham dan wesel bayar tetap konstan. Rasio pembayaran deviden sebesar
30%. Laba ditahan yang terlihat di tahun 2007 sebesar Rp. 50.000.000. Prosentase penjualan
dari tiap-tiap pos dineraca yang berubah langsung dengan hasil penjualan diharapkan sebagai
berikut ;
kas 4 %
piutang dagang 10 %
persediaan 20 %
Aset-aset tetap, net 30 %
liabilitas dagang 10 %
biaya yang masih harus dibayar 5 %
marjinal 2 %
Ditanyakan :
a. Susunlah neraca per 31 Desember 2008 ?
b. Anggaplah hasil penjualan tahun 2009 telah naik 10 % dari hasil penjualan tahun 2008.
Berapa besarnya modal tambahan yang dibutuhkan dari luar ?
c. Susunlah neraca pada akhir tahun 2009. Bukalah perkiraan untuk modal yang dibutuhkan
atau dana yang tersedia ?
d. Apa yang akan terjadi mengenai kebutuhan modal, dalam setiap kondisi dibawah ini :
1. Margin laba berubah dari :
a) 2 % menjadi 4 %
b) 2 % menjadi 1 %
Berikanlah suatu persamaan untuk menggambarkan jawaban saudara?
2. Rasio pembayaran deviden :
a) Dinaikkan dari 30 % menjadi 60 %
b) Diturunkan dari 30 % menjadi 10 %
Berikanlah persamaan untuk menggambarkan jawaban saudara?
3. Penagihan piutang dagang yang lambat menyebabkan jangka waktu rata-rata penerimaan
piutang telah naik menjadi 45 hari ?

Jawab :
a) Neraca perusahaan elektronik XYZ
Per 31 Desember 2008
(dalam jutaan rupiah)
kas Rp. 500
piutang dagang RP. 1000
persediaan Rp. 2000
jumlah aset lancar Rp. 3500
aset tetap, net Rp. 3000

jumlah aset Rp. 6500

liabilitas dagang RP. 1000


wesel bayar Rp. 600
biaya yang masih harus
dibayar Rp. 500
jumlah liabilitas lancar Rp. 2100
saham biasa Rp. 5200
laba ditahan x) Rp. 10
jumlah liabilitas dan
ekuitas Rp. 7310

b) Hasil penjualan 2008 naik 10 % dari penjualan tahun 2007 maka :


110 % x Rp. 10.000.000.000 = Rp. 11.000.000.000
Dana luar yang dibutuhkan (delta P) - (delta P) r. m. (P2)
= 0.50 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.5 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.50 x 2 % x Rp. 11.000.000.000
= Rp. 500.000.000 Rp. 150.000.000 Rp. 110.000.000
= Rp. 240.000.000
Note x) : 30 % x 2 % x Rp. 10.000.000.000 = Rp. 60.000.000
Lab a ditahan tahun 2007 = Rp. 50.000.000
Rp. 10.000.000

c) Neraca perusahaan elektronik XYZ


Per 31 Desember 2009
( Dalam jutaan rupiah )

kas Rp. 550


piutang dagang Rp. 1100
persediaan Rp. 2200
jumlah aset lancar Rp. 3850
aset tetap, net Rp. 3300

jumlah aset Rp. 7150

liabilitas dagang Rp. 1100


wesel bayar Rp. 600
biaya yang masih harus
dibayar Rp. 550
jumlah liabilitas lancar Rp. 2250
saham biasa Rp. 5200
laba ditahan x) Rp. 16
jumlah liabilitas dan
ekuitas Rp. 7466

d) 1. a) jika margin laba naik menjadi 4 % :


Dana yang dibutuhkan dari luar
= 0.50 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.5 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.50 x 4 % x Rp. 11.000.000.000
= Rp. 500.000.000 Rp. 150.000.000 Rp. 220.000.000
= Rp. 130.000.000
b) jika dana margin turun menjadi 1 % :
Dana yang dibutuhkan dari luar
= 0.50 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.5 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.50 x 1 % x Rp. 11.000.000.000
= Rp. 500.000.000 Rp. 150.000.000 Rp. 55.000.000
= Rp. 300.000.000

2. jika rasio pembayaran :


a) naik menjadi 60 %, dana yang dibutuhkan dari luar :
= 0.50 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.5 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.10 x 2 % x Rp. 11.000.000.000
= Rp. 500.000.000 Rp. 150.000.000 Rp. 22.000.000
= Rp. 348.000.000
b) Turun menjadi 10 %, dana yang dibutuhkan dari luar :
= 0.50 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.5 ( Rp. 1.000.000.000 ) 0.50 x 2 % x Rp. 11.000.000.000
= Rp. 500.000.000 Rp. 150.000.000 Rp. 110.000.000
= Rp. 240.000.000

3. Penagihan piutang dagang yang lambat akan meningkatkan kebutuhan dari luar.

Bab VI Perencanaan laba


Contoh soal :
Perencanaan laba
Soal
Harga jual per unit dari barang-barang diproduksi dan dijual oleh perusahaan XYZ adalah
Rp. 80.000. Hasil produksinya 40.000 unit, jumlah biaya tetap Rp. 200.000.000, sedangkan
biaya variable per unit adalah Rp. 50.000.
Ditanyakan :
a. Berapa besarnya laba atau rugi pada penjualan sebanyak 5.000 unit dan 8.000 unit ?
b. Ada unit berapakah tercapai titik impas? Dimana letaknya titik impas apabila dibuat
grafiknya?
c. Bagaimana tingkat leverage operasi perusahaan ini pada penjualan sebanyak 5.000 unit dan
8.000 unit ?
d. Bagaimana pengaruhnya terhadap titik impas apabila harga jual per unit naik menjadi 90.000
per unit ? sejauh mana pentingnya perubahan ini bagi manajemen keuangan ? buatlah
grafiknya ?
e. Bagaimana pengaruhnya terhadap titik impas, jika biaya variable per unit berubah menjadi
60.000 per unitnya ? gambarkan grafiknya ?

Jawab :
a) Perhitungan rugi laba perusahaan XYZ
unit yang dijual 5.000 unit 8.000 unit
penjualan: harga jual per unit Rp. Rp.
Rp. 80.000 400.000.000 640.000.000
total biaya variabel: per unit Rp. Rp.
Rp. 50.000 250.000.000 400.000.000

batas kontribusi Rp.


(contribution margin ) 150.000.000 Rp.240.000.000
Rp.
total biaya tetap 200.000.000 Rp.200.000.000

laba operasi bersih (Rp. 50.000.000) Rp. 40.000.000

b) Titik Impas ( BEP ) :

= 666, 66 => 667 unit

Grafiknya :

c) Leverage Operasi ( LO ) pada 5.000 dan 8.000 unit :

LO5000 = = - 3 x

Jadi LO pada 5.000 unit kenaikan 1 % dalm unit yang dijual, akan menghasilkan 3 %
kenaikan laba atau penurunan 3 % dalam kerugian.
LO8000 = = 6 x

d) Jika harga jual per unit naik menjadi Rp. 90.000 :

BEP :

: = 5.000 unit
Perubahan ini penting bagi menejemen keuangan karena cukup dengan penjualan 5.000 unit
saja, perusahaan sudah mencapai titik impas (break even point) sehingga dengan penjualan
diatas itu perusahaan sudah dapat memperoleh laba.

Grafik nya ;

e) Jika biaya variable per unit berubah menjadi Rp. 60.000 :

BEP :

: = 10.000 unit

Grafik nya ;

Bab VII Investasi dalam modal kerja


Contoh soal : Kemampuan asset menghasilkan laba
Neraca PT. XYZ
Aset
lancar Rp. 2.500 Liabilitas lancar Rp.1.600
aset liabilitas jangka
tetap Rp. 4.200 panjang Rp. 2.200
modal Rp. 3.500
total liabilitas dan
total aset Rp. 6.700 modal Rp. 7.300

Diperkirakan keuntungan dari : asset tetap 14% dan asset lancer 2%

Efek perubahan asset lancer :


= (2% x Rp. 2.500.000) + (14% x Rp. 4.200.000)= Rp. 5.000 + Rp.588.000= Rp. 638.000
Jumlah modal kerja bersih : Rp. 2.500.000 Rp. 1.600.000 = Rp. 900.000
Resiko asset lancer dengan asset tetap : x 100% = 37, 31%
Jika perusahaan mengurangi asset lancer sebesar Rp.150.000 kemudian menambahkannya
kepada asset tetap maka resiko baru adalah :
x 100% = 35, 07%
Laba total asset : (2% x Rp. 2.350.000) + (14% x Rp. 4.350.000) = Rp. 656.000
Modal kerja bersih : Rp. 2.500.000 Rp. 1.600.000 = Rp. 900.000
1) : x 100% = 8.73 %
2) : x 100% = 8.98 %
Efek perbandingan Aset lancer (Current Asset)
sesudah
Keterangan aset lancar Sebelum perubahan perubahan
Dengan total aset 37,31% 35,07%
Laba atas total aktiva Rp. 638.000 Rp. 656.000
Tingkat pendapatan 8, 73% 8, 98%
Modal kerja bersih Rp. 900.000 Rp. 900.000

Penurunan modal kerja sebesar Rp. 150.000 akan menaikkan laba sebesar Rp. 18.000 atau
0, 25. Jadi Modal kerja turun sebesar Rp. 150.000 resiko illikuid naik sejala dengan
naiknya kemampuan memperoleh laba.

Bab VIII Investasi dalam kas dan surat-surat berharga


Contoh soal :
Sebuah perusahaan mengantisipasi pembayaran untuk tahun yang akan datang sebesar Rp.
32.000.000. Perusahaan menentukan bahwa biaya yang mengkorversi surat berharga menjadi
kas dan sebaliknya Rp. 1.500. Saat ini investasi pada fortopoli pada surat berharga
menghasilkan return sebesar 12% setahun. Tentukan titik balik model Baumol-Allais-Tobin,
dan tentukan total biaya rat-rata saldo kas ?
Jawab : Cara mendapatkan saldo kas optimum sebagai berikut :
Titik balik : = = Rp. 894.427
Nilai sebesar Rp. 894.427 diterima setiap pengisian kas. Selama setahun aka ada 36 konversi
(Rp. 32.000.000 : Rp. 894.427). rata-rat saldo kas adalah Rp. 447.213,5 (894.427 : 2). Jadi
Total biaya untuk mengelola kas sebesar : (Rp. 1.500 x 36)+(0,12 x Rp.447.213,5)= Rp.
107.665,62

Bab IX Pemberian kredit dan investasi dalam piutang dagang


Contoh soal :
Diketahui : Mencari penggunaan NPV (Net Present Value) dalam perubahaan kebijakan kas,
anggap datanya sebagai berikut :
P = US$ 52
V = US$ 20
Q = 110 unit
Q = 120 unit
Keuntungan yang diharapkan adalah 3%, dengan penjualan sebesar US$ 5.720 dan biaya
variable US$ 2.200.
Ditanyakan : Carilah Arus kas kebijakan lama, Arus kas kebijakan baru, pertambahan
arus kas, Nilai PV dan NPV ?
Jawab :
Arus kas kebijkan lama = (P v)Q
= (US$ 52 US$ 20) x 110
= US$ 3.520
Arus kas kebijakan baru = (P v) Q
= (US$ 52 US$ 20) x 120
= US$ 3.840
Pertambahan arus kas = (P- v) (Q Q)
= (US$ 52 US$ 20) x (120 110)
= US$ 320
Nilai PV = {(P- v) (Q Q)} / R
= (US$ 32 x 10 )/ 0,03 = US$ 10.666
Nilai NPV = - {(PQ+v(Q-Q)}+{(P-v)(Q-Q)}/ R
= - US$ 5.920 + US$ 320 / 0,03
= -US$ 5.920 + US$ 10.666
= US$ 4.746

Bab X manajemen Keuangan


Untuk mengukur perputaran barang perniagaan (Merchandise Turn Over) :
Merchandise Turn Over :
atau dengan rumus : sedangkan untuk mencari adalah :
Average merchandise Inventory :

Contoh soal :
Persediaan barang 1-111999 Rp. 25.000
Pembelian selama 1 tahun Rp. 400.000 +
Barang tersedia untuk dijual RP. 425.000
Persediaan barang 31-12-1999 Rp. 50.000 -
Harga Pokok Penjualan (Cost of goods sold) Rp. 375.000

Penyelesaiannya :
Merchandise turn over : = 12 x
Hari rata-rata Penjualan / hari rata-rata barang disimpan digudang :
: = 31,25 hari Atau : : : 31,25 hari

Bab XI Pembiayaan jangka Pendek


Terkait dengan Anjak Piutang Dagang adalah penjualan piutang dagang dengan memberika
potongan kepada Factoring atau lembaga keuangan untuk memperoleh dana.
Contoh soal :
PT. XYZ mlakukan anjak piutang kepada piutangnya. Niaga factoring menahan 5% sebagai
cadangan, membebankan dan mengurangi dari nilai buku piutang Factoring Company 2%
sebagai komisi dan membebankan dimuka 1,2% bunga perbulan (14,4% pertahun).
Perusahaan ingin memperoleh dimuka piutang denga nilai buku Rp. 14.000.000.000 yang
jatuh temo 30hari. Pendapatan perusahaan dihitung sebagai berikut :
Penyeselaiannya :
Nilai buku piutang Rp. 12.000.000.000
Cadangan 5% x Rp. 14.000.000.000 Rp. 700.000.000 -
Rp. 11.300.000.000
Komisi Anjak piutang 2% x Rp.14.000.000.000 Rp. 280.000.000 -
Rp. 11.020.000.000
Bunga dibayar dimuka 1,2% x Rp. 11.020.000.000 Rp. 132.240.000 -
Pendapatan dimuka Rp. 10.887.760.000
Sekarang perususahaan menerima Rp. 10.887.760.000 dan diharapkan telah semua tertagih
perusahaan akan menerima lagi cadangan yang Rp. 700.000.000. Dan perusahaan tersebut
harus membayar bunga dimuka dan biaya bunga tahunan yang efektif bukan 14,4% tetapi
14,64, jika komisi anjak piutang Rp. 280.000.000 dan bunga Rp. 132.240.000 biaya anjak
piutang untuk transaksi tersebut menjadi kurang lebih 884,22 %.

1. Naya menyimpan uang di Bank BNI Rp. 4.000.000, pada awal tahun 2008. Naya akan
mengambil uangnya pada akhir tahun 2010 nanti untuk membeli motor. Berapakah jumalh
uang yang akan diterima Naya jika tingkat bunga 10%, setiap tahunnya ?

Jawab :

FV = PV (1+i)2

= Rp. 4.000.000 (1+0,1)2

= Rp. 4.000.000 (1,331)

= Rp. 5.324.000

Analisis :

Jadi uang yang akan diterima Naya pada akhir tahun 2010 Rp. 5.324.000

2. Pada saat ini Arya memiliki tabungan di Bank BCA sebesar Rp. 9.663.060 . Tabungan
tersebut ia peroleh setelah menabung selama 5 tahun, dengan bunga 10% tiap tahunnya.
Berapakah uang Arya saat pertama kali menabung ?
Jawab :

Analisis :

Jadi uang Arya saat pertama kali menabung adalah Rp. 6.000.000

3. Diana menabung setiap tahunnya sebesar Rp. 5.000.000 selama 5 tahun pada Bank BRI.
Bank BRI memberikan bunga sebesar 11% tiap tahunnya. Berapa jumlah tabungan Diana 5
tahun yang akan datang ?

Jawab :

Analisis :

Jadi jumlah tabungan Diana 5 Tahun yang akan datang adalah Rp 31.139.007

4. Haryo akan menerima uang sewa rumah dari Hendra tiap tahunnya Rp. 7.500.000, selama
3 tahun atas dasar bunga 15% tiap tahunnya. Berapa besar jumlah uang tersebut sekarang dari
sewa selama 3 tahun ?

Jawab :
Analisis :

Jadi jumlah uang Haryo sekarang dari sewa tiga tahun adalah Rp. 17.125.000

5. PT XY dalam tahun 2000 telah melakukan penjualan hasil produksinya sebanyak 50.000
unit. Seluruh penjualan dilakukan secara kredit dengan jangka waktu 30 hari. Perusahaan
merencanakan meningkatkan penjualan pada tahun-tahun yang akan dayang dengan merubah
jangka waktu kreditnya menjadi 60 hari. Dengan merubah jangka waktu kredit, penjualan
tahun 2001 diharapkan akan naik sebesar 5%. Biaya produksi yang ditanggung perusahaan
meliputi :

Biaya tetap Rp. 12.000.000

Biaya variable per unit Rp. 200

Harga penjualan per unit Rp 500

Apabila jangka waktu diperpanjang menjadi 60 hari maka biaya tambahan modal yang
diperhitungkan 25%. Apakah kebijakan perpanjangan jangka waktu kredit tersebut perlu
dilaksanakan ?

Jawab :
Kesimpulan : Dari perhitungan tambahan laba dan biaya ternyata perpanjangan waktu kredit
akan menghasilkan laba Rp. 750.000 lebih besar dibandingkan tambahan biaya Rp 479.166 .
Oleh karena itu kebijakan perpanjangan jangka waktu dapat dibenarkan.

6. Kebutuhan material selama satu tahun diperkirakan 4.800 unit

Biaya penyimpanan Rp 40/unit

Biaya pesanan Rp 6.000/order

Safety stock 30.000 unit

Waktu tunggu (lead time) bulan.

Dari data tersebut hitunglah :

1. Pembelian yang paling ekonomis ?


2. ROP
3. Berapa frekuensi pembelian dalam satu tahun ?

Jawab :

a. EOQ

b. ROP
c. Frekuensi

7. PT ABADI memproduksi produk X setiap harinya sebanyak 20 unit. Dalam satu bulan
perusahaan bekerja selama 25 hari. Biaya yang dikeluarkan meliputi :

Bahan mentah Rp 125

Upah Rp 75

Biaya administrasi Rp 12.500/bulan

Gaji pimpinan Rp 25.000/bulan

Bahan dibayar dimuka 5 hari sebelum diteria

Proses produksi 3 hari sebelum diterima

Barang jadi disimpan 2 hari

Rata-rata pelunasan piutang 5 hari

Kas minimal Rp 25.000

Hitunglah besarnya kebutuhan modal kerja yang diperlukan untuk operasi perusahaan ?

Jawab :