Anda di halaman 1dari 39
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA INSTRUKSI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, NOMOR 10 TAHUN 2016 TENTANG AKSI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI ‘TAHUN 2016 DAN TAHUN 2017 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Delam upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017, dengan ini menginstruksilan: Kepada PERTAMA KEDUA KETIGA, 1. Para Menteri Kabinet Kerja; 2. Sekretaris Kabinet; 3. Kepala Staf Kepresidenan; 4. Jaksa Agung; 5. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia; 6. Para Kepala Lembaga Pemerintah non-Kementerian, 7. Para Sekretaris Jenderal pada Lembaga Negara; 8. Kepela Balan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan; 9. Para Gubernur; dan 10. Para Bupati dan Walikota. Melaksanakan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017 sebagaimana dimaksud dalam lampiran Instruksi Presiden ini. Semua Kementerian dan Lembaga Pemerintah non- Kementerian wajib berkoordinasi dengan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan —Perencanaan Pembangunan Nasional. Semua Pemerintah Daerah Provinsi, Pemerintah Daerah Kabupaten, dan Pemerintah Daerah Kota wajib berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, serta didukung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan = Nasional/Kepala Badan " Perencanaan Pembangunan Nasional. KEEMPAT : ... KEEMPAT KELIMA KEENAM KETUJUH KEDELAPAN ge & PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 2 - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Perbangunan Nasional bersama Kepala Stal Kepresidenan dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan: 1. Melakukan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan ‘Tahun 2017 secare berkala; 2. Melakukan analisis, koordinasi, dan fasilitasi untuk mengurei masalah dalam pelaksanaan Aksi Pencegehan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017; 3. Menyampaikan laporan pelaksanaan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017 secara berkala dan mempublikasikannya kepada masyarakat. Menteri Dalam Negeri melakukan pemantauan dan evaiuasi secara berkala Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017 di Pemerintah Daerah, didukung oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional bersama Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Pemerintah Daerah dapat menginisiasi Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi di luar Instruksi Presiden ini, sctelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasionel/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Perkembangan secara berkela pelaksanaan Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Kerupsi Tahun 2016 dan Tahun 2017 dipublikasikan oleh Menteri/Kepala Lembaga dan Kepaia Daerah. Melaksanakan Instruksi Presiden ini dengan sungguh- sungguh dan penuh tanggung jawab. Instruksi .. i* PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA » § «= Instruksi Presiden ini mulai berlaku pada tanggal dikeluarkan. Dikeluarkan di Jakarta pada tanggal 22 September 2016 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, ttd. JOKO WIDODO Salinan sesuai dengan aslinya IAT KABINET RI Politik, Hukum, tS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA LAMPIRAN INSTRUKS! PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR TANGGAL 10 TAHUN 2016 + 22, September 2016 AKSI PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KORUPSI TAHUN 2016 DAN TAHUN 2017 AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT 1 e 3. 4 STRATEGI PENCEGAHAN Optimatisasi Pelaksanaan Kebjjakan Perizinan dan Penanaman Modal . | Penyederhanaan perizinan dari sisi jumlah, —persyaratan, waktu, dan prosedur_— di Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Pusat dan Daerah Badan Keordinasi Penanaman Modal Seluruh Kementerian/ Lembaga, Pelaksanaan penyederhanaan perizinan melalui penyediaan Standard Operating Procedure (SOP) perizinan pada PTSP Pusat dan Daerah semakin optimal L. Tersusunnya Peraturan, Kepala BKPM tentang SOP layanan perizinan minyeke dan gas, mineral dan batu bara, dan kelistrikan di PTSP Pusat 2. Terlaksananya _sosialisasi SOP layanan perizinan dan non perizinan di Pusat dan Dacxah melalui media sosial, web, dan forum-forum sosialisasi 3. Tersedianya ... oS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -2- Nei: __ PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT pada PTSP Pusat dan Daerah sebanyak 350 PTSP Pelimpahan selutruh kewenangan penerbitan izin dan non isin di dacrah serta _pengintegrasian layanan perizinan di PTSP Pemerintah Daerah Provinsi| 1. Kementerian Dalam dan Bupati/Walikota) intah Daerab| Negeri Kabupaten/Kota (Gubernur 2, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 3. Kementerian Keuangen 4.Badan — Keordinasi Penanesman Modal 1 2, Pemberian dan. penandatanganan izin dan non izin di daerah dilaksanakan oleh lembaga PTSP ‘Tersedianya mekanisme penigendalian dalam penerbitan izin dan non izin oleh PTSP kewenangan penerbiten izin dan non izin di daerah kepada lembaga PTSP 2. Diterbitkannya aturan yong memuat ketentuan. mengenai Kewajiban pelaku usaha/masyaraket untuk menyelesaiean pembayarana pajak/retribusi sebagai prasyarat dalam mengurus perizinan Reformasi ..- @ PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 6. Kementerian Kesehatan 7. Kementerian Agama -3- xo AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | KRITERIA KEBERHASILAN | UKURAN KEBERHASILAN fe 1 2 3 4 5 Reformasi Tata Kelola Pajak dan Optimalisasi Penerimaan Negara 3. | Bvaluasi kualitas dan penguatan | Kementerian Keuangan L. Kementerian Dalam | Data dan informasi yang! Tersedianya hasil evaluasi mekanisme pertukaran data dan Negeri verkeitan dengan perpajakan | kualitas dan — penguatan. informasi yang berkaitan dengan. dari imstansi, _lembaga, | mekanisme pertukaran data perpajeken dari instansi, 2 ementerian ARI | organisasi, dan pihak lain| dan informasi yang berkaitan lembaga, asosiasi, dan pihak lain Rusng/Badan mendulung pencapaian target | dengan perpajelian dari Penne een Nasional | Peerimaan pajek instansi, lembaga, asosiasi, dan pihake lain 3. Kementerian Perdagangan. 4. Kementerian Perhubungan 5. Kementerian Energi dan Sumber Daya Minerel 8. Kementerian .. ® PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 4. AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | KRITERIA KEBERHASILAN | _UKURAN KEBERHASILAN 1 2 Su 4 - 3 ° 8. Kementerian Ketenagalrerjaan 9. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 10.Kementerian Badan Usaha Mililc Negara 1i.Kementerian Hukum dan Hek sas Manusia 12. Kementerian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan 13, Kementerian Pertanian 15, Kementerian Kelautan dan Perikanan, 16. Kementerian ... @ PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 5. AKSI - PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | _KRITERIA KEBERHASILAN | “UKURAN KupERHASTLAN, ‘ 1 2 3 » as 16.Kementerian Perindustrian 17. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 18. Kementerian Pekerjaan 22. Lembaga Penerbangan dan Antarikesa Nasional 23. Badan ... & PRESIDEN REPUSLIK INDONESIA -6- No. PENANGGUNG ‘JAWAB INSTANST TERKAIT 2. $ Be 23. Badan Pusat Statistik 24, Lembaga Kebijalcan Pelaksanaan’ konfirmasi status ‘wajib pajak untuk layanan publik tertentu sesuai ketentuan 1 © > o Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kementerian Kelantan dan Perikanan Kementerien Dalam Negeri Kementerian Keuangan Meningkatnya —_kepatuhan dalam pembayaran pajak ‘Tersedianya laporan pelaksanaan konfirmasi siatus wajib pajale ‘untuk layanan publik tertentu sesuai ketentuan 5. Pengaturan ... &) PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ~7- No, AKSI PENANGGUNG JAWAB /cinstanstterrarr [' i 2 3 Pengaturan mengenai kewaiiban melakukan konfirmasi status wajib pajak untuk layanan publik tertenta 1. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahen Nasional Kementerian Perdagangan Kementerian Kesehatan. Kementerian Perindustrian e@Sen Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Badan Koordinasi Penanaman Modal 7. Kepolisian Negara Republik Indonesia © Kementerian Keuangan layanian publik tertentu oleh Kementerian /Lembaga Diterbitkannya peraturan untuk mensyaratkan konfirmasi status wajid pajak dalam pemberian Jayanan publik tertenta . |Evaluasi konfirmasi status wajib pajak sektor strategis dan penguatan mekanisme Konfirmasi wajib pajale Kementerian Keuangan 1. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanalian Nasionsl Terselenggaranya supervisi pembuatan peraturan Kementerian/Lembaga/ Daerah/Institusi jainnya untuk mensyaratian Tereedianya hasil pemantanan evaluasi pelaksanaan ‘ebjokn Yang mensyaratkan Konfirmasi ‘stats wajib pajak dalam pemberian layanan publike Inriteria tertentu 2, Kementerian . & PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA 5. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah ©. Badan Koordinasi dalam pemberian layanan publik kriteria tertentu Keuangan ‘indak pidana korupsi serta Penanaman Modal 7. Kepolisian Negara Republik Indonesia Penyusunan kebijaken tentang | 1. 1. Bank Indonesia 1, Mengurangj risiko korupsi di] 1. Terselesaikannya pacraakeh i i - sektor .erimaan akademik dan cangan 2. a pen negara, Otoritas asa gale Peraturan Presiden tentang, Integrasi Data Keuangan 3. Pusat ... ® PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA -9- PENANGGUNG JAWAB |" INSTANSITERKAIT | |. a2 $ 3. Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan Mempermudah pengamatan dan pengawasan pejabat separa Identity Number (SIN, 3. Tersusunnya standar peranti S wesnge tis aa) ok dane Pa pencatatan dan penyimpanan. data kenangan wajib paiak Tersusunnya basis data keuangan Politically Exposed Person (PEP) berbasis SIN 5, Diterbitkannya rencana, implementasi_ Automatic Exchange of Information. (ABOn - 8. Penyediaan ... PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 10 - _ PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT is Be eee : oe | . Penyedioan interfacing database | Kementerian Kenangan 1. Kementerian Snergi rsusunnya standar proses pengelolaan Sumber Daya Alam dan Sumber Daya! pengamatan dan} pencatatan dan penyimpanan dan Energi (Sistem Inforasi Mineral pengawasan pengelolaan| data SIPUHH, MOMT, SPIPP natausahaan asi , sumber daya alam dan jak MPN G2 Hutan/SIPUHH, Minerba_ One 2. Kementerian Pertanian | orgy oe eer Map Indonesia/MOMI, Sistem 3. Kementerian 2. Meningkatkan j o a Pusat Informasi_Pelabuhan Lingkungan Hidup dan Meningka Pencrimaan | 2, ‘Tersusannya ‘ stander Perikanan/SPIEP) dengan Kehutanan dan das res st S88) perangkat Iunale om . lam dan energi encatatan dan database Pajake (Modul 4. Kementerian Kelautan nan data ‘SIPUHH, Penerimaan Negara Generasi tan an 3. Terciptanya _konektivitas penyimpaian at SE, Kedua/MPN G2) dan Penerimaan Perikan secara online real time| MOMI, SPIPP, MPN Negara Bukan Pajak (Sistem 5. Kementerian Agraria) (SIPUHH, MOMI, SPIPP)| — Simponi Informasi Penerimaan Negara dan Tata| dengan ’ database pajak| 3, Dibangunnya peranti Tunak Bukan Pajak Online/Simponi) Ruang/Badan MPN G2 dan Penerimaan| dan keras yang dapat Pestanahan Nasional Negara Bukan Pajak | tmenciptakan online data 6. Kementerian Dalam} PNBP) Simponi interfacing | antara data Negeri SIPUHH, MOMI, SPIPP, MPN G2, PNBP Simponi berbasis SIN 4, Matching... & PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - i - S PENANGGUNG JAWAB | INSTANSITERKAIT a aa zc 4. Matching rate 100 % antara identitas pelaku usahe di (SIPUHH, MOMI, SPIPP) dengan ' database —Pajale MPN G2 dan PNEP Simponi 9. | Percepatan pelaksanaan | 1. Kementerian Keuangan Seluruh Kementerian/ | Terwujudnya sinergi_ dan | Terlaksananya sharing data perencanaen dan penganggaran |» enenterian Perencanaan | L°™>2¢a akuntabilitas _ perencanaan | perencanaan dan penganggaran yang terintegrasi Pembangunan — Nasional/ dan penganggaran untuk | pemerintah B Perens pencapaian saseran p Nasional pembangunan nasional Reformasi ... @ PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 12 - Reformasi Tata Kelola dan Impor . | Otomatisasi pemotongan kuota | Kementerian Keuangan ckspor dan impor di bidang sumber daya alam, bahan bakar —minyak, —_tekstil, komoditas pertanian, dan bahan perusak zon 1, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian 2, Kementerian Perdagangan 3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kebutanan 4. Kementerian Pertanian 5. Kementerian Kelantan dan Perikanan 6. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 7. Pengelola Portal Indonesia National Singie Window Meningkatnya — transparansi mekanisme ekspor dan impor ‘Terbangunnya, sistem pengendalian ckspor dan impor yang ferintegrasi. © antara. Kementerian Keuengan dan. Kementerian Perdagangan dengan: 1. Kementerian — Lingkungan Widup dan Kehutanan 2. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral 3. Kementerian Kelautan dan Perikanan 4. Pengelola Portal indonesia National Single Window 11, Penyusunan . ® PRESIDEN REPUBLIKK INDONESIA 13 - Te x INSTANSI TERKAIT ‘ERIA KEBEI 6 i wien % oe gg! ae 3 11. | Penyusunan Kajian perubahan | Kementerian Perdagangan | 1. Kementerian 1. Tersedianya payung | Tersu kajian_mengenai tata kelola ekspor dan impor Koordinator Bidang| — hukum yang jelas untuk| tata kelola ekspor dan impor komoditas pangan Perekonomian. pemberantasan kompsi di| sebagai dasar untuk perubahan 2. Kement tata —_kelola_—— impor | regulasi ekspor dan impor dari Koordinator Bidang| — Komoditas pangan sistem kota ke sistem tarif Kemaritiman 2. Pernbahan tata kelola 3. Kementerian Keuangan 4. Kementerian Pertanian 8. Kementerian Kelantan dan Perikenan ekspor dan impor yang lebih efisien dan efektif Penguatan ... x, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 14 - PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT 2° 3 Penguatan Sistem Pengendalian dan Pengawasan Internal pada Kementerian/Lembaga system untuk pencegahan dan Kementerian/Lembaga . Kementerian Agraria, dan Tata Ruang/Badan Perianahan Nasional Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral . Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan . Kementerian Hutum dan Hak Asasi Manusia . Kementerian Agama . Kementerian Kesehatan Kementerian Perhubungan . Kementerian —_ Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ._ Kementerian Keuangan Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan . Komisi Pemberantasan, Korupsi system di 17 (tujuh_ belas) Kementerian/Lembaga 1. Tersedianya pedoman kerja sebagai penjabaran Nota Kesepabaman antara LPSK dengan Kementerian/Lembaga 2. Terbangumnya koneksitas whistleblowing online system LPSK dan Komisi Pemberanttasan Korupsi dengan 17 (tujuh belas) Kementerian/Lembaga untuk kelancaran ‘komunikasi dan pelindungan kepada whistleblower dan saksi tindak pidana korupsi 10, Kementerian ... a ® REPUBLIK INDONESIA - 15 - No PENANGGUNG JAWAB “INSTANSI TERKAIT 2 oy 10. Kementerian Pertani ian 11.Kementerian Ketenagakerjaan 12, Kementerian Sosial 13. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggel, dan Transmigrasi 14,KementerianLinglengan Hidup dan Kehutanan 15. Kejaksaan Agung 16. Kepolisian Negara Republik: indonesia 17, Sekretariat Jenderal Badan, Pemeriksa Keuangan 18.lembaga —_Perlindungan. Saksi dan Korizan pembinaan manusia pengelola _whistleblowing system di 17 (tujul: belas) Kementerian/Lembaga Keterbukaan ... REPUBLIK INDONESIA ® - 16 - No Ls AKSI PENANGGUNG JAWAB L 2. Keterbukaan Informasi dalam Penyelenggaraan Pemerintahan | Pembentukan dan penguatan tuges dan fungsi — Pojabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Utama dan Pembantu 1. Kementerian Komunikasi dan Informatika 2. Kementerian Dalam Negeri 3. Pemerintah Dacrah Provinsi dan Pemerintal Kabupaten/Kote (Gubernur dan Bupati/Walikota) Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Publik Informasi peraturan pelaksanaannya dan dengan modul/formula yang mengacu pada Undang-Undang, Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbuleaan Informasi Publik 6. Terselesaikannya ... 6 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 17 - INSTAN: . Terselesaikannya monitoring dan evaluasi_ «melalui pemanfaatan sistem monitoring dan evaluasi PPID Reformasi Tata Kelola Pertanahan dan Tata Ruang .|Perbaikan mekanisme dan prosedur sistem —pelayanan pertanahan dan tata ruang untuk meningksatkan transparansi dan mencegah praktik korupsi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional w 1. Kementerian Dalam Negeri Kerenterian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Kementerian Lingkungan — Hidup dan Kehutanan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Terbangunnya mekenisme dan prosedur pelayanan pertanafian dan tata mang yang mudah, cepat, transparan, dan bebas pungutan liar . Terwujudnya ‘kesepahaman bersarna lintas Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah tentang prosedur pengambilan keputusan terkait persetujuan substansi rencana tata ruang . Tersusunnya rancang bangun sistem informasi penataan rang dan _pengaduan. masyarakat terkait penataan mang 5. Kementerian ... PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA he « PENANGGUNG JAWAB 2. ee 6. ~ ‘Kementerian Keuangan Kementerian Perencanaan Pembangunan ‘Nasional/Badan Pemerintah Daerah Kementerian Agraria dan ‘Tata Ruang/Badan Pertanahan Reformasi ... ® REPUBLIK INDONESIA - 19 - AKSI __ PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT Lee Spe 2 “3. Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi secara Efektif dan Efisien dalam rangka Membangun Industri Minyak dan Gas Nasional yang Kuat dan. Berorientasi pada Kedaulatan Energi 45, | Transparansi pendapatan |}. Kementerian Koordinator | 1. Kementerian Para pihak terkait (pemerintah, |. Tersusunnya standar format negara dan pendapatan daerah | Bidang Perckonomian Keuangan dunia usaha, dan masyarakat | pelaporan pendapatan negara rang diperoleh dari industri menteri + sipil) mengungkap seluruh| dan daerah dari industri yang dip 2. Kementerian Keuangan | 2. Kementerian Delam | enerimaes dat i dan dae 3. Kementerian Energi dan dan minerba Sumber Daya Mineral 3. Kementerian Energi 2. Terkonsolidasinya ——_ laporan dan Sumber Daya mengenai total penerimaan Mineral, dati scktor migas dan minerba pada tahun anggaran 2016 4. Kementerian melalui format pelaporan yang Linglungan Hidup ‘terintegrasi sesuai kebutuhan dan Kehutanan, Selcretariat Extractive 3. Xementerian Industries Transparency Perencanaan Anitiative (EIT) Pembangunan 3, Terpublikasinya, Japoran. ‘Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan yang ditransfer ke dara Nasional pada website Kementerian 6. Komisi... PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA AKSI : PENANGGUNG JAWAB Lt 2 4, Terpublikasinya bukn manual, penghitungan alokasi dana agi hasil sumber daya alam (DBH SDA} pada website Direktorat Jenderal Peningkatan ... @ PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 21 - No. INSTANSI TERKAIT 3 . | Transparansi dan akuntabilitas dalam mekanisme pengadaan barang dan jasa Seluruh Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah ‘Transparansi dan alantabilitas pengadaan barang dan jasa melalui e-procurement 1, Terlaksananya pengembangan kelembagaan, suber daya manusia, dan tata kelola Unit Layanan Pengadaan, 2. Ditinumkennya umum pengadaan di Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan agar dapat dilaksanaken konsolidasi 3. Terlaksananya —_pengadaan. parang dan jasa pemerintah melalui Sistem —Pengadaan Secara Elektronils (SPSE] 4, Diterapkannya penggunaan ecatalogue rencana ‘Transparansi ... & PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 22 - mw ‘AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | KRITERIA KEBERHASILAN | UKURAN KEBERHASILAN lo : : s a oe PL 2 3 4 = 5 ‘Transparansi dan Akuntablitas Pengelolaan Keuangan 17.| Penguatan transparansi dan|Kementerian Hukum dan| 1. Kementerian Hukum|Meningkataya transparansi! 1. Tersusumnya kajian akuntabilitas Partai Politik Hak Asasi Manusia dan Hak —Asasi|dan akuntabilitas keuangen | — mengenai Lembaga, Manusia Partai Polititc Pengawas Dana Politile 2. Kementerian Dalam Ported Politik Negeri 2 Tersusunnya kajian revisit . Undang-Undan; Partai Pemilibi s 8. RomisiPetnilihan Politik, Pendanaan Partai Politik, dan = Dana 4, Badan —_Pengawas Kampanye Pemilihan Umum 18. | Percepatan implementasi| 1. Kementerian Ketangan | 1, Bank Indonesia Mencken korupsi pada tahap| 1. Terselesaikannya Peraturan, transaksi non tunai di seluruh} 2. Kementerian Dalam} 9 Badan Pemeriksa | isasi anggaran, Menteri Keuangan dan. Kementerian/Lembaga dan | Negeri Renan pembangunan dan pengadam | © Surat Edaran — Menteri a gap barang dan jase Dalam Negeri meny Pemerintah Daerah 3. Kementerian Hukum dan 4 1g dan j leg genes ae : 3. Otoritas Jasa pembatasan —_transaksi Asasi Manusia Keuangen pe a Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah 4, Pusat ... x PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 23 AKEI | PeNancounc yawas | INSTANSITERKAIT re : he Be - : i 4. Pusat Pelaporan dan . Tersusunnya Analisis Transaksi progress —_penyelesaian. Keuangan Rancangan ‘Undane- i Undang Pembatasan 5, Lemb: Kebijaken Fengadaan Transaksi Penggunaan Barang/Jasa Vang Kartal Pemerintah 3. Terbanguanya sistem aluasi monitoring 6. Badan Pengawasan. ees Keuangan so ‘dan realisasi anggaran Pombangunan pembangunan dan, pengadaan barang dan jasa 7. Pemerintah Dacrah 19. | Transparansi dan akuntabilitas | Pemerintah Daetah Provinsi| 1. Kementerian Dslam/| Berlurangnya penyimpangan| 1. Terpublikasinya daftar penyaluran serta penggunaan|dan Pemerintah Daerah | Negeri delam —penyaluran dan | —_penerima dana hibah dan dana hibah dan bantuan sosial_| Kabupaten/Kota 2. Kemente penggunaan dana hibah dan bantuan. sosial, pada (Gubernur dan bantuan sosial website Pemerintah Daerah i Keuan; Bupati/Walikata) = 2. Terpublikasinya —_laporan pertanggungjawaban Pemerintah, Daerah mengenai penyaluran dan 3. Kementerian PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA be penggunaan dana hibah dan bantuan sosial yang memuat: a. proses penentuan, penerime dana hibah dan bantuan sosial b. faporan pertanggungjawaban dan bantuan sosial Tata... * PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ~ 25 - ‘Pata Kelola Badan Usaha Milik Negara dan Swasta 20.| inisiasi upaya sertifikasi anti korupsi Badan Standardisesi Nasional | 1. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional 2. Kementerian Pendayagunaan Reformasi Birokrasi 3. Komisi Pemberantasan Korupsi Aparatur Negara dan 4, Badan Pusat Statistik Terselesaikannya stander internasional serupa International Organization for Pemerintah di akhir tahun 2016 . Tersusunnya kajian mengenai drajt ISO 37001 lat sertanya Badan Standardisasi Nasional (BSN) ke dalam komite ISO 21. Penyusunan ... @ PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA dan - 26 - AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | KRITERIA KEBERHASILAN | : : i a3 a og 21,|Penyusunan kajian dan | Kement Badan Usaha| 1. Kementerian Pengarisutamaan Kepentingan | 1, ‘Tersusunnya studi rekomendasi _perencanaan | Milik Negara Kewangan masyaraket dalam pengelolaan | kelayaken merger BUMN holding company Badan Usaha 2. Kementerian — tnerg | BUMN ‘erlalesananya uit pubie Milik Negara (BUMN) dengan. cementite prinsip good corporate Mineral ava . Tersusunnya kajien dan governance rekomendasi perencanaan. 3. Kementerian Pertanian holding company = BUMN 4. Kementerian dengan prinsip good Lingleungan Hidup dan corporate governance Kebutanan 5. Kementerian: Pertahanan 6. Kementerian Kelautan dan Perikanan 7. Kementerian: Perindustrian 8. Kementerian Pekerjaan 9, Banke. PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 7 - ‘i AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT.~.| KRITERIA KEBERHASILAN |. {ik URAN KEBERHASILAN jo “ = i we z “ en 2: ane : ar ase <4 > 7 9. Bank Indonesia 10. Otoritas Jasa Keuangan Pengawasan Sektor ‘Publik dan Swasta 22. | Peningkatan upeya pengendalian | 1. Kementerian Hukum dan | 1. Kementerian Adanya mekanisme |1. Ditetapkannya Peraturan praktik gratiikasi © dalam) Hak Asasi Manusia Kenangan. pengendalian. gtatifikasi) Pemerintah tenteng pelayanan public 2. Kementerian 2. Kementerian Dalam | 1#l4m pelayanan publik Pengendalian —Gratifilkasi Pendayagunaan Aparatur Negeri yang mengatur tentang Negara dan Reformasi 3, Kejaksa: batasan. gratifikasi, sister Birokrasi . _Kejaksaan Agung pengendalian gratifikasi, dan 4, Kepolisian Negara peran serta sektor swasta Republik Indonesia dan macyarakat dalam ; mencegah pemberian 5. Komisi Pemberantasan gratifikasi dalam pelayanen Korupsi publik 6. Lembaga — Kebijakan 2. Terbentuknya: Unit Pengadaan Pengendalian —Gratifikasi Barang/Jasa pada Kementerian /Lembaga Pemerintab, dan Pemerintah Daerah 23, Penguatan ... & PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ~ 28 - 23. Penguatan strategi nasional | Kementerian Keuangen 1. Kementerian pencegahan Perencanaan pemberantasan teorspa Pembangunan (Stranas PPK) dengan sistem Nasional/Badan insentif dan disinsentif Perencanaan keuangan Pembangunan Nasional 2. Kementerian Dalam Negeri, 3. Komisi Pemberantasan Korupsi Terimplementasikannya sistem insentif dan disinsentit keuangan dalam pelaksanaan Stranas PPK Tersusunnya kajian mengenai insentif dan disinsentif Keuangan dalam pelalcsanaan ‘Stranas PPK STRATEGI PENEGAKAN HUKUM Peningkatan Akuntabilitas Penegakan Hukum (Penegekan Hukum yang Berkualitas} 24. Optimalisasi pengenaan uang/ Kepolisian Negara Republik | 1. Kejaksaan Agung jaminan sebagai syarat | Indonesia penangguhan, penahanan 1. Meningkatnya — jumlah penangguhan penahanan dengan wang jaminan Terlaksananya perbaikan/revisi SOP di Kepolisian, Negara Republik Indonesia _terkait penangguhan penahanan. 2. Komisi ... *, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 29 - af AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANS! TERKAIT | KRITERIA KEBPRHASILAN 2 1 2. = ey 2. Komisi 2. Berkurangnya — jumlah Pemberantasan, penangguhan penahanan Korupsi tanpa vang jaminan 3. Mahkamah Agung |3. Rerkurangnya —jumlah fabanan di Rumah ‘Tahanan Negara 25.|Revisi Peraturan Pemerintah ; Kementerian Hulu dan 1. Kementerian Pelaksanaan hukum cara | Tersusunnya Peraturan Nomor 27 Tahun 1983 tentang | Hak Asasi Manusia Koordinator Bidang | pidana yang akuntabel Pemerintah tentang, Pelaksanaan Kitab Undang- Undang Hukum Acara Pidana sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhiy dengan Peraturan Pemerintah Nomor 92 Tahun 2015 Politik, Hulu, dan Keamanan . Kementerian Keuangan . Kejaksaan Agung . Kepolisian Negara Republik Indonesia . Mahkamah Agung Pelaksanaan KUHAP yang sesuai dengan perkembangan hukum, mengenai: & ganti — kerugian, yang meliputi besaran anti kerugian, koraponen ganti kerugian, dan tata cara eksekusi ganti kerugian b, rehabiltas, yang metiputi cara pemnulihan edudukan yang hilang 6. Komisi ... * PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 30 - No| PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT KRITERIA KEBERHASILAN Ti 2 3 6. Komisi Pemberantasan Korupsi enyimpanan barang sitaan negara pengaturan kewajiban mengirimkan berita acara penyitaan dari Kepolisian kepada Jakea Penuntut ‘Umum dan Pengadilan . pedoman beracara pra~ peradilan standar mekanisme pengenaan ang jaminan sebagai syarat penangguhan penahanan , ketentuan pelaksanaan, tentang penggabungan, perkara gugatan —ganti kentgian “(bagi _korban. ‘korupsi} ‘mengadopsi pengaturan, ruang lingkup kerugian yang lebih Inas 26. Penyusunan ... eo *, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 31 - PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT KRITERIA KEBERHASILAN 2 4 | Penyusunan mekanisme ganti kerugian dan kompensasi oleh negara di sektor publik dan swasta bagi pencari keadilan 1, Kementerian Keuangen 2. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi 3. Kementerian Ketenagekerjaan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kemudahan pencairan ganti kerugian dan kompensasi oleh pencari keadilan 2. Tersedianya 1. Tersusunnya kajian mekanisme pencairan ganti kerugian dan kompensasi yang lebih mudah bagi pencari keadilan mekanisme yang mudah bagi pencari keaditan untule mendapatkan Kembali kedudukan dan jabatanaya di sektor publik dan swasta 27. Implementasi basil _evaluasi Badan Pengawasan Keuangan, dan Pembangunan mengenai pelaksanaan cksekusi wang pengganti © dan—penjara pengganti Kejaksaan Agung 1, Kementerian Hukum dan Hak — Asasi Manusia 2. Kementerian Keuangan 3. Badan Pengawasan Kevangan dan Pembangunan Meningkatnya _efektivitas pelaksanaan ekeekusi ang pengganti dan penjara pengganti Terlaksananya —_ implementasi hasil evaluasi. = Badan Pengawasan Kenangan dan Pembangunan mengenai eksclaisi wang pengganti dan penjara pengganti 28. Optimalisasi ... x, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA . 32 - s PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | ‘KRITERJA KEBERHASILAN | . om Em 4 = e 28. | Optimalisasi Penerapan | Kejakeaan Agung 1. Kementesian Huium | Berlurangaya jumlah | Meningkatnya jumiah tuntutan Peraturan Mahkemah Agung den Hak Asasi|terpidana yang dijatuhi| pidena yang hanya dituntut Nomor 2 Tahun 2012 tentang Mazusia pidana penjara dengan denda Penyesuaian Batasan Tindak Pidana Ringan dan Nilai Denda 2. Mahkamah Agung dalam Kitab Undang-Undang Hukuam Pidana (KUHP) Pongembangan Database Penanganan Perkara secara Terpadu dan Penguatan Koordinasi Penanganan Korupsi di antara Lembaga Penegak: Hulkam dengan Dukungan Telmologi Informasi yang Komprehensif (e-law enforcement) 29, | Pereepatan pelaksanaan Nota|Kementerian Koordinator | 1, Kementerian Terlaksananya _langkah-|Terlaksananya road = map Kesepahaman terkait upaya| Bidang Politik, Hukum, dan) | Komunikasi dan jlangkah yang _disepaleati pengembangan database pengembangan database | Keamanan Informatie untuk membangun sistem | penangangan perkara secara penanganen perkara secara > h database penanganan perkara | terpadit terpadu Kejaksaan Agung secara terpadu 3, Kepolisian Negara Republik Indonesia 4. Mahkkemsh Agung 5. Komisi Pemberantasan Korupsi 6. Lembaga -.. & PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 33 - to AKSI PENANGGUNG JAWAB INSTANSI TERKAIT | KRITERIA KEBERWASILAN L 2 : 3 oe 6. Lembaga Sandi Negara 30. | Implementasi sistem | 1. Kejaksaan Agung 1. Kementerian Tersedianya sistem | 1Tersedianya sistem — online administrasi penanganan | Kepolisian Negara| Koordinasi —Bidang | administrasi —penanganan | Surat Pemberitahuan, perkara pidana mum den |” Repti Indonesia Politik, Hulam, dan | perkera pidana umum dan| Dimulainya Penyidikan pidana Kkhusus secara online Keamanan pidana khusus—yang| (SPDP), yang meliputi: s Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 8. Kesnenterian Komunikasi Informatika Lembaga Sandi Negara Komisi Pemberantasan Korupsi dan maP transparan a. implementasi sistern online penanganan perkara pidana umum dan pidana Khusus pada 18 (delapan belas) lokasi b.adanya database online dan periodik yang dapat diakses oleh = Aparat Penegak Hula 2, Terkirimnya tembusan SPDP perkara tindak —_pidana. Korupsi oleh Kepolisian dan Kejaksaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi 3. Dimulainya ... K PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA AKSI PENANGGUNG JAWAB. INSTANSI TERKAIT, KRITERIA KEBERHASILAN | URURAN to eS Es a 3. Dimulainya pelakeanaan SPDP online dari Kepolisian dan Kejaksaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi 4, Tersusunnya laporan periodik hasil pengawasen penanganan perkare di Kepolisian Negara Republik Indonesia ‘Reformasi Tata Kelola Barang Sitaan dan Rampasan Hasil Tindak Pidana Korupsi | transparansi dan akuntabilitas | 1. Kementerian Hukum dan | 1. Kementerian 1. Mengurangi beban_ biaya |1. Terselesaikannya pengelolaan barang sitaan dan| Hak Asasi Manusia Perencanaan pemeliharaan -barang| rckomendasi_ hasil audit rampasan hasil tndak pidena|> xomenterian A Pembangunan sitaan dan rampasan hasil| Badan Pengawasan, san . graria dan. ita 28 korupsi (Spiker) fom TRuang/Bodan| Nasional’ | Badan) Gpikor Keuangan dan. Pertanahan Nasional Ponbenguaan 2. Mengefektiflan Pembengunan (Blas elaks cksekusi pengelolaan barang sitaan 3. Kejaksaan Agung Nasional penggen wang) negera = dan barang rampasan negara 4, Kepolisian ... 6 PRESIDEN REPUSLIK INDONESIA - 35 - DS ABSE | PENANGGUNG JAWAB || . INSTANSI TERKAIT ar a ce ees 3 2 4, Kepolisian Negara|2. Badan Pengawasan |3. Meningkatnya transparansi |2. Terlelangnya semua barang Republik Indonesia Keuangan dan | pengelolaan barang sitaan| sitaan/rampasan yang Pembangunan oleh Kepolisian Negara | sudah lama tersimpan di Republik Indonesia dan| Rumah Penyimpanan Kejaksaan Agung Barang Sitaan 3. Diserahkannya daftar terpidana korupsi yang belum mehinasi wang pengganti kepada instansi ferkait guna dilakeukan. penclusuran aset terpidana 4, Tetlaksananya —_ekselcusi uang pengganti berdasarkan data. dan informasi dari instansi terkait 5, Texpublikasinya ... aS PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA - 36 - No | INSTANSL TERKAIT 3 5. Terpublikasinya _ laporan pelaksanaan —_penelusuran aset masing-masing unit penyelamatan aset yang telah terbentuk PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA, Salinan sesuai dengan aslinya tte. JOKO WIDODO