Anda di halaman 1dari 4

http://slideplayer.

info/slide/2380815/
https://prezi.com/p9rcwf84v6kd/pengaruh-ph-terhadap-aktivitas-enzim/
Enzim merupakan sekelompok protein dengan sifat khasnya yang berfungsi sebagai katalisator
untuk berbagai reaksi kimia dalam sistem biologis di dalam tubuh manusia, tanpa adanya
katalisator dalam tubuh, reaksi kimia akan berlangsung sangat lambat. . Pada percobaan kali ini,
dilakukan uji pengaruh pH terhadap aktivitas enzim. Larutan dalam tabung reaksi yang berisi HCl
dan campuran larutan penyangga , substrat, larutan NaCl serta enzim yang kemudian ditambahkan
dengan larutan KI-KIO3 mengalami perubahan warna menjadi biru gelap. Fungsi dari larutan KI-
KIO3 adalah sebagai penyedia yodium yang kemudian akan bereaksi dengan HCl, dalam suasana
yang asam maka KI-KIO3 akan melepaskan I2. Berikut merupakan rekasi pelepasan I2 dari KI-
KIO3 :
5KI + KIO3 + HCl --> 3I2 + KCl + 3H2O
Pada percobaan didapatkan larutan yang berwarna biru gelap setelah penambahan KI-KIO3,
hal ini menandakan bahwa substrat yang digunakan adalah amilum, karena amilum akan
menghasilkan warna biru ketika berekasi dengan iodium. Sedangkan enzim yang digunakan
adalah amilase .
Amilase adalah suatu endopolisakaridase , jadi tidak dapat memotong glukosa yang terletak di
ujung, selain itu juga tak dapat memotong ikatan -(14) pada glukosa yang terletak sebelum
titik cabang. Sedangkan amilum terdri dari amilosa dan amilopektin. Produk hasil pemecahan
amilosa adalah maltosa dan sedikit glukosa. Pada praktikum, kelompok B14 menggunkan pH 8,
setelah penambahan KI-KIO3 warna larutan pada tabung reaksi dengan waktu yang semakin lama
berubah menjadi kunimg, hal ini menandakan pencernaan terjadi dengan sempurna dan
menghasilkan maltosa, maltosa sendiri tidak berwarna apabila berekasi dengan yodium sehingga
warna larutan adalah warna yodium yaitu kuning.
Selain itu , dalam tabung rekasi juga terdapat larutan penyangga yang berfungsi untuk
memberikan pH untuk larutan (dalam praktikum, kelompok B14 menggunkan pH 8). Larutan
penyangga juga berfungsi untuk mempertahankan pH selama percobaan. Sementara larutan NaCL
0,9 % dalam percobaan ini berfungsi sebagai aktivator dari enzim amilase. Larutan HCl selain
berfungsi agar terjadi pelepasan I2, HCl juga berfungsi untuk menghentikan kinerja enzim,
sehingga ketika larutan dipindahkan ke tabung reksi dan dicampur dengan HCl , kerja enzim
dapat dihentikan dan substrat yang telah dicerna dari tiap menit yang berbeda dapat dibandingkan.
HCl sebagai asam kuat bekerja menghentikan kerja enzim dengan cara menyebabkan enzim
mengalami denaturasi.
Aktivitas enzim dapat diukur dari beberapa nilai pH. Enzim mempunyai aktivitas
paling besar pada pH optimumnya. Berdasarkan literatur, aktivitas amilase total kemungkinan
dapat terjadi pada nilai pH dengan interval 5,5 7,0, yaitu sesuai dengan data dari literatur
yaitu dimana pH untuk amilase signifikan berada antara 4,5 - 8,0 (Ciornea, 2008). Pada
praktikum digunakan grafik yang membandingkan antara prosentase substrat yang dicerna
(S) dan waktu (t). Pada pH optimum harga S/t selalu lebih besar dibandingkan pH yang
lain. Berdasarkan grafik hubungan antara S/t pada grafik 2, didapatkan hasil bahwa pH
optimum terjadi pada pH 6,5 dimana pada saat itu substrat yang tercerna mencapai 91,12 %
dalam waktu 20 menit, sementara pH yang lain lebih rendah. Dalam waktu 20 menit, substrat
yang tercerna pada pH 4 sebanyak 1%, pH 5 27,98% , pH 8 89,5%, dan pH 10 8,7%.
Grafik S/t atau disebut juga progress curve menggambarkan banyaknya substrat yang
tercerna terhadap waktu. Pada grafik didaptkan kurva yang awalnya naik kemudian akan
berbelok menjadi landai, hal ini dapat dikarenakan aktivitas enzim yang semakin berkurang
karena semakin lama jumlah substrat yang tercerna semakin sedikit. Selain itu juga dapat
disebabkan oleh adanya mekanisme hambatan dari produk (product inhibition) .
Hasil pada grafik 2 menunjukkan bahwa pada pH 4 dan pH 10 terjadi penurunan kurva , hal ini
diiikarenakan pH yang terlau rendah ataupun pH yang terlalu tinggi, mengakbatkan enzim kurang
aktif bekerja karena terjadi denaturasi enzim .Untuk enzim, pH dapat mempengaruhi aktivitas
dengan mengubah struktur atau dengan mengubah muatan residu fungsional pada pengikatan
substrat atau katalisis. Pada pH yang rendah, Enzim (Enz) mengalami protonasi dan kehilangan
muatan negatifnya. Pada pH yang tinggi, SH+ mengalami ionisasi dan kehilangan muatan
positifnya. Nilai pH yang ekstrim akan menurunkan konsentrasi efektif enzim dan SH+ dan
demikian menurunkan kecepatan reaksi.
Misalnya E- dan SH+ --> ESH
Bila pH> maka SH+ --> S + H+
S tidak dapat berikatan dengan E-
Bila pH < maka E- bereaksi dengan H+ --> EH
EH tidak dapat berikatan dengan SH+

KESIMPULAN
Berdsarkan hasil praktikum dapat disimpulkan bahwa enzim dapat bekerja optimal
pada pH optimum 6,5-8. Pada pH yang terlalu rendah (pH 4) atau pH yang terlalu tinggi (pH
10) mengakibatkan enzim kurang aktif bekerja karena terjadi denaturasi enzim.

JAWABAN PERTANYAAN
1. buatlah bagan
2. S= amilum
E= amilase
Amilase adalah suatu endopolisakaridase , jadi tidak dapat memotong glukosa yang
terletak di ujung, selain itu juga tak dapat memotong ikatan -(14) pada glukosa yang terletak
sebelum titik cabang. Sedangkan amilum terdri dari amilosa dan amilopektin. Produk hasil
pemecahan amilosa adalah maltosa dan sedikit glukosa. Pada praktikum, kelompok B14
menggunkan pH 8, setelah penambahan KI-KIO3 warna larutan pada tabung reaksi dengan waktu
yang semakin lama berubah menjadi kunimg, hal ini menandakan pencernaan terjadi dengan
sempurna dan menghasilkan maltosa, maltosa sendiri tidak berwarna apabila berekasi dengan
yodium sehingga warna larutan adalah warna yodium yaitu kuning.

3. Initial velocity merupakan kecepatan dimana kurva masih mendekati garis lurus. Cara
mengukur initial velocity dengan cara dihitung dengan progress curve

4. suhu
pH
kadar enzim
kadar substrat
inhibitor
aktivator

5. HCl akan berekasi dengan KI-KIO3 sehingga terjadi pelepasan I2, selain itu HCl juga
berfungsi untuk menghentikan kinerja enzim

.
Spektrum yang diinginkan dari sumber cahaya akan ditangkap oleh filter,
kemudian kemurnian akan ditingkatkan oleh slit sehingga didapatkan panjang gelombang
tertentu . Sinar kemudian akan diteruskan dari kuvet yang berisi cairan yang diperiksa
menuju ke fotossel. Pada fotosel terjadi perubahan energi sinar menjadi energi listrik.
Galvanometer akan mengubah energi listrik menjadi energi mekanik yang akan
menggerakkan jarum . nilai absorbance didpatkan berdasarkan sinar yang diserap

Sumber
Ciornea, E., Vasile, G., Cojocaru, D., 2008, On The Influence Of The Temperature And pH Of
The Incubation Medium On The Activity Of Total Amylase In Some Spontaneous And
Cultivated poaceae, (online)
(http://www.bio.uaic.ro/publicatii/anale_biochimie/2008_IX_F1/2008_Anale_GBM_I
X_F1_l14.pdf ,diakses 7 Oktober 2017.)

Anda mungkin juga menyukai