Anda di halaman 1dari 2

Tabel nomor 4 menunjukkan efek penggunaan pakaian terhadap munculnya kaku mayat.

Dalam hal diamati dari mulai munculnya kaku, kaku keseluruhan, mulai hilangnya kaku, dan
akhirnya kekakuannya hilang keseluruhan, dan didapatkan tidak terlalu banyak perbedaan baik
pada mayat yang berpakaian ataupun yang hanya ditutupi saja.
Hal tersebut kemudian dibuktikan secara statistic dengan menggunakan metode tes
ANOVA, dimana bila nilai p lebih dari 0,05 hal tersebut tidak signifikan.
Selain itu juga dipertimbangkan hubungan penyebab kematian dengan munculnya kaku
mayat (Tabel 5), hal tersebut menunjukkan bahwa kaku mayat muncul lebih awal pada kasus
kematian akibat gigitan ular (rata-rata 4 jam 2.2), trauma tumpul dada (rata-rata 3.7 jam 2.1),
trauma tulang belakang (rata-rata 4.7 jam 2), keracunan (rata-rata 4.7 jam 2.3), konsolidasi
paru (rata-rata 4.3 jam 1.8), dan TB paru (rata-rata 4.6 jam 2.7). Sedangkan pada kasus
kematian karena trauma kepala (rata-rata 24 jam 5.6), perdarahan intrakranial (rata-rata 26
jam 6.7), kerusakan pada organ vital (rata-rata 26.6 jam 4.7), kondisi syok akibat trauma
(rata-rata 22.8 jam 3.5), dan trauma tumpul abdomen (rata-rata 29.2 jam 3.5) waktu
hilangnya kaku mayat lebih lambat. Apabila diaplikasikan pada tes ANOVA, nilai p untuk
hilangnya kaku mayat pada beberapa kelompok adalah kurang dari 0.05 yang menunjukkan
bahwa hal tersebut signifikan. Tes ANOVA menunjukkan secara statistic tidak ada perbedaan
bermakna antara mulai munculnya kaku mayat, kaku mayat keseluruhan, dan mulai
menghilangnya kaku mayat berdasarkan pada nilai p yang didapatkan yakni lebih dari 0.05.

DISKUSI/PEMBAHASAN
Penerapan pengetahuan medis untuk pencarian keadilan merupakan salah satu metode dalam
penyelidikan zaman modern ini. Dalam autopsi medikolegal, terlepas dari pendapat penyebab
kematian dan cara kematian, salah satu pertanyaan penting yang harus dijawab adalah waktu
yang telah dilewati antara waktu kematian dengan pemeriksaan usai kematian. Pada beberapa
kasus, hal tersebut merupakan salah satu faktor untuk menyelesaikan misteri kematian pada
kasus kriminal yang kurang jelas.
Dalam pengamatan diketahui bahwa kaku mayat pertama kali muncul pada otot kelopak
mata kemudian otot wajah seperti pada rahang bawah, selanjutnya muncul pada otot leher,
pundak, siku, pergelangan tangan, badan, panggul, kaki, dan pergelangan kaki. Dan pada
akhirnya jari tangan dan jari kaki juga terlibat dalam proses ini. Hal yang terjadi juga sama
pada kekakuan penuh dan mulai hilangnya kaku mayat yakni dengan indikator dari proksimal
menuju distal pada proses kaku mayat. Urutan pada muncul dan hilangnya kaku mayat pada
studi saat ini sama dengan literature dari pengarang lainnya.