Anda di halaman 1dari 69

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

Kedudukan Kota Depok yang sangat strategis dalam konstelasi ruang


Jabodetabekpunjur, lokasi yang sangat strategis ini menyebabkan Kota Depok
tumbuh dengan cepat sehingga mengakibatkan terjadinya peningkatan volume
lalu lintas.Permasalahan transportasi di Kota Depok seperti kemacetan lalu
lintas.Kondisi pedestrian dan landscape jalan di Kota Depok cukup
memprihatinkan.Sangat jarang ditemui jalur pedestrian dengan landscape yang
baik.Umumnya jalan-jalan tidak memiliki trotoar dan landscape.

Hal tersebut menyebabkan masyarakat enggan untuk berjalan


kaki.Masyarakat cenderung menggunakan kendaraan untuk pergi
kemanapun.Kondisi tersebut menambah masalah kemacetan lalu lintas dan polusi
udara. Hal lain dengan perkembangan yang sangat pesat tersebut berakibat pada
meningkatnya aktifitas penduduk di dalam menjalakan kegiatannya sehingga
mobilitas penduduk pun dengan berbagai sarana dan prasarana penunjang
pergerakannya semakin pesat dan meningkat pula, sejalan degan hal tersebut
terlihat perilaku penduduk yang menjalankan aktifitasnya dengan berjalan kaki
atau pejalan kaki (pedestrian) yang bertambah semrawut dalam menyebrang jalan
yang bisa berakibat mengancam keselamatan pejalan kaki dan pengendara lain,
salah satu masalah kesemrawutan tersebut diantaranya adalah belum lengkapnya
sarana dan prasarana penunjang untuk pejalan kaki seperi jembatan penyebrangan
orang(JPO), trotoar, zebra cross dan sebagainya.

Masih terpusatnya berbagai kegiatan di pusat kota dalam hal ini hampir
disepanjang Jalan Raya Margonda, yaitu :pesatnya pertumbuhan berbagai
kegiatan seperti perdagangan, perkantoran, jasa, pemerintahan, perumahan,
terminal, pendidikan, hiburan, dan sebagainya. Permasalahan yang berkaitan
dengan fungsi ini masih tetap tidak teratasi. Hal ini terutama diindikasikan dengan
menjamurnya secara sporadis kegiatan-kegiatan tersebut cenderung tidak

DENY IRAWAN 1
terkendali sebagai mixed landuse dan Pemusatan kegiatan di kawasan ini
menyebabkan berbagai masalah, antara lain kemacetan lalu lintas akibat tingginya
bangkitan lalu lintas, terbatasnya lahan parkir, jalur pedestrian, sempitnya ruang
terbuka hijau, tidak teraturnya tata bangunan, signage dan sebagainya.

Penanganan fasilitas pejalan kaki sangat jarang dilakukan sehingga


pelayanan fasilitas pejalan kaki ini dibuat hanya sebagai pelengkap keberhasilan
pembangunan kota dengan tidak memperdulikan kepentingan pejalan kaki,
padahal pejalan kaki adalah suatu bentuk transportasi yang penting di daerah
perkotaan dan merupakan salah satu komponen perencanaan transportasi. Oleh
karena itu kebutuhan pejalan kaki merupakan suatu yang integral/terpadu dalam
sistem transportasi jalan karena para pejalan kaki berhak untuk mendapatkan
fasilitas yang baik sehingga dapat mempermudah proses mobilisasi bagi mereka.

Jembatan penyebrangan banyak disediakan maupun direncanakan


diberbagai lokasi penting yang rawan kecelakaan atau aktivitas padat seperti pusat
pemerintahan, pusat perbelanjaan, terminal, sekolah dan lain-lain, Jembatan
penyebrangan disamping sebagai salah satu solusi pemecahan masalah
kesemrawutan di perkotaan yaitu memperlancar arus lalu lintas juga jembatan
penyebrangan orang dapat berfungsi sebagai salah satu unsur atau elemen
keindahan kota yang bisa menjadi hiasan kota.

Berdasarkan pada pemahaman tersebut diatas, maka Dinas perhubungan


Kota Depok telah melakukan sebuah kegiatan yaitu Studi Kelayakan Jembatan
Penyeberangan Orang dan Halte Pada Ruas Jalan Margonda Raya Kota Depok,
yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan Desain Detail Teknis Jembatan
Penyebrangan (DED JPO) di Jalan Margonda tersebut, guna mendukung
kelancaran lalu lintas bagi kendaraan dan juga pejalan kaki. Jembatan
Penyeberangan Orang (JPO) selain sebagai alat penyeberangan dan
pemberhentian, juga merupakan salah satu kebutuhan manusia dalam
menyeberang, sedangkan halte merupakan tempat kegiatan naik-turun
penumpang. Kegiatan studi kelayakan ini dilakukan sebagai upaya untuk
mengurangi tingkat kecelakaan lalu lintas serta mencipatakan kondisi tertib lalu
lintas baik kendaraan maupun orang.

DENY IRAWAN 2
1.2. Maksud dan Tujuan

Maksud dari pelaksanaan Kerja Praktek :


Mengetahui dengan jelas apa yang di maksud dengan Biro Perencana,
Bagaimana sistem kerja di dalam Biro Perencana, Mengetahui dan mengamati
proses tahapan perencanaan pada proyek jembatan penyebrangan orang
PT.Buana Desain Arsiplano, Mengetahui bagaimana tahapan-tahapan
Perencanaan di dalam suatu proyek, prosedur dan pengatasan masalah dari
proyek yang dikerjakan.

Tujuan dari pelaksanaan Kerja Praktek :


- Syarat pemenuhan kurikulum.
- Memberikan pengetahuan lapangan bagaimana Biro Perencana melakukan
sistem kerja.
- Memberikan pengalaman nyata dan proses perbandingan teori dengan kerja di
lapangan.
- Memberikan kesempatan bagaimana proses kerja di Biro Perencana.
- Memberikan pengalaman penerapan teori di dalam praktek lapangan.

1.3. Ruang Lingkup Pekerjaan

Fokus Kerja Praktek ini tertuju pada proses Perencanaan dan


Perancangan pada Proyek Jembatan Penyebrangan Orang di kota
Depok. Dan kantor konsultan perencanaan ini berlokasi di JL.Raya
CimangguBharata,Bogor

DENY IRAWAN 3
1.4 Sitematika Penulisan
Secara umum penulisan laporan kerja praktek ini disusun secara sistematis, untuk
mempermudah dalam memahami laporan ini.Berikut adalah sistematika pembahasan
laporannya.

BAB IPENDAHULUAN

Pada bab initerdiridarilatarbelakang kerjapraktek,tujuandansasaran,ruang lingkup,


lokasidanwaktupelaksanaan,dansistematika penyusunanlaporankerjapraktek.

BABIITINJAUANPUSTAKA

Membahas secara umum mengenai data data yang di dapat dari berbagai literature,
buku, dan internet yang berkaitan dengan materi yang berhubungan dengan kerja praktek
yang dilakukan pada proyek / tempat kerja praktek.

BABIII TINJAUAN UMUM & KHUSUS PERUSAHAAN

BagianiniberisikangambaranumuminstansitempatKerjaPraktek yaitu konsultanarsitek,


PT.Buana desain arsiplano sertaTugasdan kedudukandi dalam Kerja Praktek ini.

BABIVTINJAUAN KHUSUS KERJA PRAKTEK

Membahas mengenai tahapan proses pembuatan gambar 2 dimensi perencanaan dan


perancangan proyek PT.Buana desain arsiplano jembatan penyebrangan orang di Depok.

BAB V KESIMPULANDANSARAN

Babiniberisikanmengenai kesimpulandan saran, baik terhadap hasil


pembahasan,maupunterhadapinstansipelaksanaankerjapraktek.

DENY IRAWAN 4
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 KONSULTAN PERENCANA

2.1.1 Definisi Konsultan

Konsultan adalah perorangan atau kelompok ( perusahaan ) yang mengususkan diri dan
konsentrasi dalam suatu keahlian tertentu berdasarkan latar belakang pendidikannya
atau pengalamannya, dimana dengan keahliannya tsb. dapat memberikan pendapat,
nasihat, pengarahan, perencanaan, perhitungan, perancangan kepada pihal lain yang
memerlukan keahlian mereka tersebut. (Sumber : manajemen proyek & konstruksi,
pradiono suriadi march. Mba. mm)
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Konsultan adalah ahli yang tugasnya
memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dari suatu kegiatan (penelitian, dagang,
dan sebagainya); penasihat.

2.1.2 Definisi Perencana

Menurut Prajudi Atmusurdirjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang


sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan
bagaimana (sumber : http://definisi-pengertian.blogspot.com/2010/04/definisi-dan-
pengertian-perencanaan.html,2010)

2.1.3 Definisi Konsultan Perencana

Menurut IAI, Konsultan perencana adalah ahli yang mampu melakukan peran dalam
proses kreatif menuju terwujudnya tata ruang dan massa guna memenuhi tata
kehidupan masyarakat dan lingkungannya serta berprofesi sesuai ketentuan Ikatan
Arsitek Indonesia. (sumber : Buku Pedoman Hubungan Kerja Antara Arsitek dan
Pemberi Tugas, 2005)

DENY IRAWAN 5
Konsultan Perencana adalah Seseorang atau perusahaan yangmemiliki keahlian dan
pengalaman dalam merencanakan proyek konstruksi, seperti halnya Perencana
Arsitektur, Perencana Struktur, Perencana Mekanikal dan Elektrikal dan lain-lain.
Konsultan perencana ialah pihak yang dipercaya oleh pemilik proyek untuk
melaksanakan proses desain. Perencana dapat menuangkan ide atau gagasan dari client
ke dalam gambar kerja serta perhitungan ataupun perkiraan yang terjadi pada tahap
desain.
Konsultan perencana adalah orang/badan yang membuat perencanaan bangunan secara
lengkap baik bidang arsitektur,sipil,dan bidang lain yang melekat erat membentuk
sistem bangunan (sumber: http://kontruksibangunan-kb1.blogspot.com/2011/12/hak-
dan-kewajiban-konsultan-
perencana.html"_http://kontruksibangunankb1.blogspot.com/2011/12/hak-dan-
kewajiban-konsultan-perencana.html_ )

2.1.4 Klasifikasi Konsultan Perencana

Klasifikasi konsultan perencana dapat dijabarkan berdasarkan status atau pelayanannya.


Berdasarkan statusnya, konsultan perencana dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Konsultan swasta
Badan usaha ini didirikan oleh seseorang atau sekelompok orang dengan modal
sendiri.Atas keuntungan perusahaan tersebut maka dikenakan pajak oleh pemerintah.Pendiri
badan tersebut tidaklah mesti seorang ahli teknik melainkan dapat juga seorang awam yang
memiliki modal. Dalam hal demikian ini ia menjalin kerja sama dengan beberapa ahli teknik.

2. Konsultan pemerintah
Adalah konsultan perencana milik pemerintah yang di dalamnya bergabung beberapa
arsitek dan ahli teknik lainnya yang ditunjuk oleh pemerintah. Berdasarkan atas pelayanannya,
maka konsultan perencana dibedakan atas 2 macam, yaitu :

Konsultan perencana murni


Konsultan yang demikian disebut murni karena kegiatannya hanya terbatas pada
perencanaan dan perancangan semata. Adapun pelaksanaannya diserahkan kepada pihak yang
lain

DENY IRAWAN 6
Konsultan perencana campuran
Konsultan jenis ini melakukan tugas dwi fungsi yaitu sebagai perencana dan sebagai
pelaksana. Atau paling tidak terlibat dalam proses pelaksanaannya.

2.1.5 Persyaratan Konsultan Perencana

Untuk dapat mengikuti atau melaksanakan proyek - proyek terutama proyek


pemerintah, maka konsultan perencana harus tercantum dalam Daftar Rekanan Mampu ( DRM
). Dalam daftar tersebut terdapat data-data sebagai berikut :

1. Nama perusahaan

2. Alamat yang sah, jelas dan nyata

3. Susunan modal

4. Bidang usaha

5. Golongan rekanan Besar ( B ) untuk proyek dengan fee lebih dari 1 milyar rupiah, menengah
( M ) untuk proyek dengan fee antara 200 juta 1 milyar rupiah, dan golongan rekanan kecil (
K ) untuk proyek dengan fee sampai dengan 200 juta.

6. Nama karyawan dan tenaga ahli

7. Pengurus perusahaan

Sebagai kelanjutan dari syarat di atas, maka DRM itu harus lulus prakualifikasi yang

penilaiannya didasarkan pada data-data dalam DRM tersebut yaitu akte pendirian perusahaan,
surat izin usaha yang masih berlaku, Nomor Pokok Wajib Pajak ( NPWP ), alamat yang jelas,
kemampuan modal usaha, pengalaman pekerjaan yang diprakualifikasikan dan golongan
rekanan. Selain dari data DRM itu, penilaian ditambah dengan beberapa poin, yaitu :

a. Mempunyai referensi yang baik

b. Tidak dinyatakan pailit

c. Pimpinan perusahaan bukan pegawai negeri

DENY IRAWAN 7
d. Pemberian bobot yang tinggi dalam penilaian prakualifikasi untuk rekanan golongan
ekonomi lemah. ( sumber : http://iai.didiharyadi.com/bukumerah/.htm )

2.1.6 Hak-hak Konsultan Perencana

Menurut IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) dan keputusan Dirjen Cipta Karya tahun 1991
mengenai hubungan kerja antara arsitek dan pemberi tugas, perencana mempunyai beberapa
hak, antara lain :

Perencana berhak menolak segala bentuk penilaian estetis dan hasil rancangan baik
yang dilakukan oleh pengawas maupun pemberi tugas,

Perencana berhak menerima imbalan jasa sesuai dengan peraturan,

Perencana berhak mengembalikan tugas yang diberikan dengan alasan-alasan sebagai


berikut :

- Pertimbangan individu
- Adanya kekuasaan di luar kedua belah pihak,
- Akibat kelalaian pemberi tugas.

Menurut IAI ( Ikatan Arsitek Indonesia) dan keputusan Dirjen Cipta Karya 1991
mengenai hubungan kerja antara arsitek dan pemberi tugas, perencana mempunyai beberapa
kewajiban antara lain:

1. Arsitek berkewajiban menanggung yang diderita oleh pemberi tugas sebagai akibat
langsung dari kesalahan yang dibuat, yang dapat dihindari dengan keahlian serta tata cara
pelaksanaan yang lazim.

2. Arsitek berkewajiban untuk menanggung semua akibat segala pekerjaan apabila


kesalahan tersebut dilakukan oleh arsitek secara sengaja. Hak dan Kewajiban Konsultan
Perencana yang meliputi di bidang arsitektur dan konstruksi antara lain :

Membuat perencanaan secara lengkap yang terdiri dari gambar rencana,rencana kerja dan
syarat- syarat,hitungan struktur, rencana anggaran biaya.
Memberikan usulan dan pertimbangan kepada pengguna jasa dan pihak kontraktor
tentang pelaksanaan pekerjaan.
Memberikan jawaban dan penjelasan kepada kontraktor tentang hal hal yang kurang jelas
dalam gambar rencana,rencana kerja dan syarat syarat.

DENY IRAWAN 8
Membuat gambar revisi bila terjadi perubahan perencanaan.
Menghadiri rapat koordinasi pengelolaan proyek.
( sumber : http://kontruksibangunan-kb1.blogspot.com/2011/12/hak-dan-kewajiban-
konsultan-perencana.html )

Menurut pradiono suriadi march. Mba. Mm, ( manajemen proyek & konstruksi ),
bahwa terdapat beberapa tanggung jawab dan tujuan konsultan antara lain :

Harus Jujur dan Transparan


Mempunyai Idealisme yang tinggi
Harus mempunyai etika profesi yang tinggi
Memberikan yang terbaik kepada Client/ Pemilik
Harus seobjektif mungkin
Merupajkan perusahaan Jasa.

2.1.7 Tugas dan Wewenang Konsultan Perencana

Adapun tugas konsultan perencana berdasarkan acuan dari pedoman kerja antara arsitek
dengan pemberi tugas, dalam SK Dirjen Cipta Karya No. 5/KPTS/CK 1984 dijelaskan
bahwa tugas perencana mencakup beberapa lingkup pekerjaan, antara lain :

1. Lingkup Pekerjaan Pokok

a. Pembuatan sketsa gagasan rancangan pelaksanaan detail lengkap.

b. Pembuatan uraian dan syarat pekerjaan yang mencakup uraian umum dan syarat
administratif serta teknis.

c. Penyusunan rancangan anggaran biaya.

d. Turut mengawasi dan menyeleksi proses pelelangan.

2. Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan pelengkap adalah pekerjaan yang mungkin dilakukan dalam


keadaan tertentu untuk mendukung perencanaan, yaitu :

a. Pembuatan maket dan gambar perspektif.

b. Penyelidikan tanah.

DENY IRAWAN 9
c. Penelitian dan pemetaan tapak.

d. Pencarian dan pengadaan data.

3. Lingkup Kerja Khusus

Merupakan pekerjaan yang memerlukan keahlian khusus di luar bidang


arsitektural.Seperti perhitungan konstruksi beton bertulang, konstruksi baja, instalasi
listrik, dan pekerjaan lainnya.

Adapun wewenang konsultan perencanaan adalah :

1. Mengubah rancangan bangunan

Perencanaan secara tertulis mempunyai wewenang untuk memerintahkan


pemborong memulai pengawasan terpadu dan mengadakan perubahan.

2. Melakukan pekerjaan tambahan

Perencana juga mempunyai wewenang untuk segera memerintahkan pemborong


memulai pengawasan terpadu agar melakukan persetujuan terlebih dahulu dari pemberi
tugas asal sesuai dengan jumlah biaya dalam pos pekerjaan tak terduga.Pekerjaan
tersebut adalah pekerjaan yang tidak tercantum dalam uraian syarat-syarat serta tidak
secara tegas disimpulkan dalam gambar-gambar arsitektural.

3. Menilai pembayaran angsuran kontraktor

Perencana berwenang menilai berdasarkan prestasi pekerjaan pada hari pemeriksaan


sehingga pemborong berhak atau tidak untuk menerima seluruh atau sebagian
pembayaran.

( sumber : http://dahlanforum.wordpress.com/2009/08/05/hak-kewajiban-tugas-dan-
wewenang-konsultan-perencana/ )

DENY IRAWAN 10
Adapun Tugas dan Wewenang dari Konsultan atau Perencana yang tercantum pada
buku merah Ikatan Arsitektur Indonesia ( IAI ) antara lain :

1. Mengkaji kebenaran dokumen kontrak sesuai dengan biaya waktu dan mutu.

2. Melakukan pengawasan dan mengendalikan pekerjaan sesuai dengan dokumen


kontrak antara lain: rencana kerja dan syarat-syarat (RKS), gambar desain dan
detail-detail, rencana anggaran biaya, serta jadwal.

3. Wajib melaporkan jalannya pekerjaan kepada pemilik dan menjaga kepentingan-


kepentingan pemilik akan kemungkinan yang merugikan akibat kesalahan atau
ketidaksempurnaan pelaksanaan.

4. Membuat laporan bulanan yang menyangkut aspek realisasi biaya dan kemajuan
pekerjaan.

5. Keputusan yang diambil oleh direksi lapangan sesuai dengan isi dan maksud dari
dokumen kontrak.

6. Memeriksa gambar-gambar pelaksanaan dan contoh yang perlu dipersiapkan oleh


kontraktor.

7. Wajib melakukan peninjauan ke lapangan untuk memeriksa kesesuaian pelaksanaan


dengan gambar kerja, RKS dan segala perubahan yang ada dalam dokumen
kontrak.

8. Wajib memberitahukan perbaikan bila terdapat ketidak sesuaian pelaksanaan dengan


dokumen kontrak. Memeriksa contoh bahan bangunan yang dibutuhkan dalam
pelaksanaan projek tersebut.

9. Membuat laporan bulanan yang menyangkut aspek realisasi biaya dan progres.

10.Memeriksa contoh bahan yang diserahkan oleh pemborongn agar bahan yang
dipakai dengan bahan yang dipakai sesuai.

( sumber : http://iai.didiharyadi.com/bukumerah/.html)

DENY IRAWAN 11
2.1.8 Jenis Tugas dan Lingkup Pekerjaan Konsultan Perencana

Menurut buku merah IAI, pada pasal 34 yang tercantum tentang jenis tugas dan lingkup
pekerjaan antara lain :

1. Layanan Utama Jasa Arsitek merupakan Pekerjaan Perencanaan Perancangan Arsitektur dan
pengelolaan proses pembangunan / lingkungan binaan yang dilaksanakan dalam tahapan
pekerjaan sebagai berikut :

a) Konsepsi Perencanaan Perancangan

b) Pra-Rancangan / Schematic Design

c) Pengembangan Rancangan dan Gambar Kerja

d) Penyiapan Dokumen Pelelangan

e) Pelelangan

f) Pengawasan Berkala

2. Penugasan kepada arsitek dapat mencakup sebagaian atau keseluruhan dari tahap
pekerjaan tersebut pada ayat ( 1 ) pasal ini.

3. Dalam arsitekjuga mendapat penugasan pada jenis layanan lain, selain layanan utama
dimana terdapat duplikasi lingkup pekerjaan dengan tahapan pekerjaan seperti tersebut
pada ayat ( 1 ) pasal ini, maka tahap pekerjaan dapat dihilangkan.

Menurut buku merah IAI, pada pasal 35 yang tercantum tahapan tahapan pelaksanaan
pekerjaan perancangan dilaksanakan sebagai berikut:

1. Setiap tahapan pekerjaan perencanaan perancangan dapat dilaksanakan jika tahap


pekerjaan sebelumnya telah mendapat persetujuan Pengguna Jasa.
2. Suatu tugas perencanaan perancangan dapat terdiri dari satu tahap pekerjaan
perencanaan perancangan atau lebih, dan atau menyeluruh.

2.1.9 Tahapan Perancangan Pekerjaan Konsultan Perencana

Di dalam membangun suatu proyek sebelumnya harus di adakan terlebih dahulu proses
merancang dalam pekerjaan konsultan perencana, dan tahapan tersebut antaralain :

DENY IRAWAN 12
1. Tahap Konsep Rancangan

Tahap Konseptual ini, tercantum pada buku merah IAI, pada pasal 36 yang tercantum
sebagai berikut :

1. Sebelum kegiatan Perencanaan Perancangan Arsitektur dapat dimulai, perlu ada kejelasan
seluruh data dan informasi dari Pengguna Jasa maupun pihak lain yang terkait tentang
kebutuhan dan persyaratan pembangunan agar supaya maksud dan tujuan pembangunan
dapat terpenuhi dengan sempurna.
2. Pada tahap ini arsitek melakukan persiapan Perencanaan Perancangan
meliputipemeriksaan seluruh data serta informasi yang diterima, membuat analisa
danpengolahan data yang menghasilkan :
a. Program Perencanaan Perancangan yang disusun Arsitek berdasarkan pengolahan data
primer maupun sekunder serta informasi lain untuk mencapai batasan tujuan proyek
serta kendala persyaratan/ ketentuan pembangunan yang berlaku.

Setelah Program Perencanaan Perancangan diperiksa dan mendapat persetujuan


Pengguna Jasa, selanjutnya digunakan sebagai dasar atau konsep perencanaan
perancangan.

b.Konsepsi Perencanaan Perancangan yang merupakan dasar pemikiran dan


pertimbangan - pertimbangan semua bidang yang melandasi perwujudan gagasan
rancangan yang menampung semua aspek, kebutuhan, tujuan dan kendala proyek.

Setelah mendapatkan persetujuan dari Pengguna Jasa konsep perencanaan


perencangan ini merupakan dasar perencanaan perancangan tahap selanjutnya.

2. Tahap Pra rancangan

Tahap Prarancanganini, tercantum pada buku merah IAI, pada pasal 37 yang
tercantum sebagai berikut :

1. Pra-Rancangan
Pada tahap ini berdasarkan Konsepsi Perencanaan Perancangan yang paling sesuai
dan dapat memenuhi persyaratan Program Perencanaan Perancangan, Arsitek
menyusun pola dan gubahan bentuk arsitektur yang diwujudkan dalam gambar-
gambar. Sedangkan nilai fungsional dalam bentuk diagram-diagram. Aspek kualitatif
lainnya serta aspek kuantitatif seperti perkiraan luas lantai, Informasi penggunaan

DENY IRAWAN 13
bahan, sistem konstruksi, biaya dan waktu pelaksanaan pembangunan disajikan dalam
bentuk laporan tertulis maupun gambar-gambar.

Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari Pengguna Jasa, Arsitek akan
melakukan kegiatan tahap selanjutnya.

2. Sasaran tahap ini adalah untuk :


a. Membantu Pengguna Jasa dalam memperoleh pengertian yang tepat atas Program dan
Konsep Rancangan yang telah dirumuskan Arsitek.

b. Mendapatkan pola dan gubahan bentuk rancangan yang tepat, waktu pembangunan
yang paling singkat, serta biaya yang paling ekonomis.

c. Memperoleh kesesuaian pengertian yang lebih tepat atas konsepsi perencanaan


perancangan serta pengaruhnya terhadap kelayakan lingkungan.

d. Menunjukkan keselarasan dan keterpaduan konsep Perencanaan Perancangan terhadap


ketentuan Rencana Tata Kota dalam rangka perizinan.

3. Tahap Pengembangan Rancangan

Tahap Pengembangan Rancanganini, tercantum pada buku merah IAI, pada pasal
38 yang tercantum sebagai berikut :

1. Pada tahap Pengembangan Rancangan, Arsitek akan bekerja atas dasar


PraRancangan yang telah disetujui oleh Pengguna Jasa untuk menentukan:
a. Sistem konstruksi/ struktur bangunan dan sistem mekanikal-elektrikal dengan
mempertimbangkan kelayakan dan kelaikannya baik terpisah maupun secara
terpadu.

b. Bahan bangunan akan dijelaskan secara garis besar dengan mempertimbangkan


nilai manfaat, ketersediaan bahan, konstruksi dan nilai ekonomi.

c. Perkiraan biaya konstruksi akan disusun berdasarkan sistem bangunan,


kesemuanya disajikan dalam bentuk gambar-gambar, diagram-diagram sistem
dan laporan tertulis.

DENY IRAWAN 14
Setelah diperiksa dan mendapat persetujuan dari Pengguna Jasa, hasil
pengembangan rancangan ini dianggap sebagai rancangan akhir dan digunakan
oleh Arsitek sebagai dasar untuk memulai tahap selanjutnya.

2. Sasaran tahap ini adalah :


a. Untuk memastikan dan menguraikan ukuran serta wujud karakter bangunansecara
menyeluruh, pasti dan terpadu.

b. Untuk mematangkan konsepsi rancangan secara keseluruhan, terutama ditinjau dari


keselarasan sistem-sistem yang terkandung didalamnya baik dari segi kelayakan dan
fungsi, estetika, waktu dan ekonomi bangunan.

4. Tahap Pembuatan Gambar Kerja

Tahap Pembuatan Gambar Kerja ini, tercantum pada buku merah IAI, pada
pasal 39 yang tercantum sebagai berikut :

1. Pada tahap Pembutan Gambar Kerja, berdasarkan hasil pengembangan rancangan


yang telah disetujui pengguna jasa, arsitek menerjemahkan konsep rancngan yang
terkandung dalam pengembangan rancangan tersebut ke dalam gamabar - gambar
dan urain urain teknis yang terinci sehingga tersendiri maupun secara
keseluruhan dapat menjelaskan proses pelaksanaan dan pengawasan konstruksi.

Arsitek menyajikan dokumen pelaksanaan dalam bentuk gambar gambar kerja dan
tulisan spesifikasi dan syarat syarat teknis pembangunan yang jelas, lengkap, dan
teratur, serta pehintungkan kuantitas pekerja dan perkiraan biaya pelaksanaan
pembangunan yang jelas, tepat dan terinci.

Setelah diperiksa dan mendapatkan persetujuan dari pengguna jasa, gambar


kerja yang dihasilkan ini dianggap sebagai rancangan akhir dan siap dgunakan unit
proses selanjutnya.

2. Sasaran tahap ini:


a. Untuk memperoleh kejelasan teknik pelaksanaan konstruksi tergambar dan
dimaksud dalam pemngembangan rancangan dapat diwujudkan serta fisik
dengan mutu yang baik.

DENY IRAWAN 15
b. Untuk memperoleh kejelasan kuantitatif supaya biaya dan waktu pelaksanaan
pembangunan dapat dihitung dengan seksama dan dapat dipertanggung
jawabkan.

c. Untuk menglengkapi kejelasan teknis dalam bidang administrasi pelaksanaan


pembangunan dan memenuhi persyaratan yuridis yang terkandung dalam
dokumen lelangan dan dokumen perjanjian / kontrak kerja konstruksi.

5. Tahap Proses Pengadaan Pelaksaan Konstruksi

Tahap Proses Pengadaan Pelaksaan Konstruksi ini, tercantum pada buku merah
IAI, pada pasal 40 yang tercantum sebagai berikut :

1. Penyiapan Dokumen Pengadaan Pelaksaan Konstruksi


Pada tahap ini, Arsitek menterjemahkan konsepsi rancangan yang terkandung
didalam pengembangan rancangan dan Gambar Kerja ke dalam bentuk format
Dokumen Pelelangan yang dilengkapi dengana Tulisan uraian Rencana Kerja dan
Syarat-syarat teknis pelaksanaan pekerjaan-(RKS) serta Rencana Anggaran Biaya
(RAB) termasuk Daftar Volume (Bill of Quantity/BQ).

Sehingga secara tersendiri maupun keseluruhan dapat mendukung proses :

a.Pemilihan pelaksana konstruksi

b. Penugasan pelaksana konstruksi

c. Pengawasan pelaksanaan konstruksi

d. Perhitungan besaran luas dan volume serta biaya pelaksanaan pembangunan yang
jelas.

2. Sasaran tahap Penyiapan Dokumen Pelelangan ini adalah :


a.Untuk mendapatkan kejelasan akan teknik pelaksanaan pembangunan, agar supaya
konsep rancangan yang tergambar dan dimaksud dalam rancangan akhir dapat
diwujudkan secara fisik dengan mutu yang baik.

b. Untuk memperoleh kejelasan kuantitatif, agar besaran biaya dan waktu konstruksi
dapat dihitung secara seksama dan dapat dipertanggung jawabkan.

DENY IRAWAN 16
c. Untuk mendapat kejelasan dalam bidang administrasi konstruksi dan memenuhi
persyaratan legalitas yang terkandung dalam dokumen pelelangan dan dokumen
perjanjian/ kontrak kerja konstruksi.

3. Pada Tahap Pelelangan Arsitek membantu Pengguna Jasa secara menyeluruh atau
secara sebagian dalam :
a. Mempersiapkan Dokumen Pelelangan;

b. Melakukan pra-kualifikasi seleksi Pelaksana Konstruksi;

c. Membagikan Dokumen Pelelangan kepada peserta/lelang;

d. Memberikan penjelasan teknis dan lingkup pekerjaan;

e. Menerima penawaran biaya dari Pelaksana Konstruksi;

f. Melakukan penilaian atas penawaran tersebut;

g. Memberikan nasehat dan rekomendasi pemilihan Pelaksanaan Konstruksi kepada


Pengguna Jasa.

h. Menyusun Perjanjian Kerja Konstruksi antara Pengguna Jasa dan Pelaksana


Konstruksi

4. Sasaran tahap Proses Pelelangan ini adalah :


Untuk memperoleh penawaran biaya dan waktu konstruksi yang wajar dan
memenuhi persyaratan teknis pelaksanaan pekerjaan sehingga Konstruksi dapat
dipertanggung jawabkan dan dilaksanakan dengan baik dan benar.

6. Tahap Pengawasan Berkala

Tahap Pengawasan Berkala ini, tercantum pada buku merah IAI, pada pasal 41
yang tercantum sebagai berikut :

1. Dalam tahap ini,


a.Arsitek melakukan peninjauan dan pengawasan secara berkala di lapangan dan
mengadakan pertemuan secara teratur dengan Pengguna Jasa dan Pelaksana
Pengawasan Terpadu atau MK yang ditunjuk oleh Pengguna Jasa.

b. Dalam hal ini, Arsitek tidak terlibat dalam kegiatan pengawasan harian atau menerus.

DENY IRAWAN 17
c. Penanganan Pekerjaan Pengawasan Berkala dilakukan paling banyak 1 ( satu ) kali
dalam 2 ( dua ) minggu atau sekurang-kurangnya 1 ( satu ) kali dalam sebulan.

2. Apabila lokasi pembangunan berada diluar kota tempat kediaman Arsitek, maka biaya-
biaya yang dikeluarkan sehubungan dengan perjalanan Arsitek ke lokasi pembangunan,
wajib diganti oleh Pengguna Jasa sesuai dengan ketentuan yang berlaku atau yang
ditetapkan dan disepakati bersama sebelumnya.
3. Sasaran tahap ini adalah :
a. Untuk membantu Pengguna Jasa dalam merumuskan kebijaksanaan dan memberikan
pertimbangan-pertimbangan untuk mendapatkan keputusan tindakan pada waktu
pelaksanaan konstruksi, khususnya masalah-masalah yang erat hubungannya dengan
rancangan yang dibuat oleh Arsitek.

b. Untuk membantu Pengawas Terpadu atau MK khususnya dalam menanggulangi


masalah-masalah konstruksi yang berhubungan dengan rancangan yang dibuat oleh
Arsitek.

c. Untuk turut memastikan bahwa pelaksanaan konstruksi dilakukan sesuai dengan


ketentuan mutu yang terkandung dalam rancangan yang dibuat oleh Arsitek.

( sumber : buku merah IAI, Pedoman Hubungan Kerja Arsitek Dengan Pengguna Jasa,
pasal 36 sampai 41)

DENY IRAWAN 18
BAB 3

TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

3.1 Data Perusahaan Buana Desain Arsiplano

3.1.1 DATA PERUSAHAAN


Perkembangan pembangunan dalam bidang industri-kontruksi dan non kontruksi
dewasa ini telah demikian meningkat, seiring dengan laju perkembangan masyarakat
yang meliputi berbagai sektor dengan berbagai aspek yang melingkupinya.
Sesuai dengan anjuran pemerintah republik indonesia, bahwa dalam rangka
mewujudkan hasil pembangunan yang merata, diharapkan peran dari pihak swasta
dalam mewujudkan pembangunan tersebut sebagai mitra pemerintah dalam berbagai
sektor, sehingga tercipta keseimbangan serta kerja sama yang baik antara pemerintah
dan masyarakat pada umumnya.
PT. Buana Desain Arsiplano merupakan salah satu perusahaan yang bergerak
dalam bidang jasa konsultansi perencanaan (planning), perancangan (designing) dan
kajian yang meliputi bangunan gedung, jalan, jembatan, perencanaan kawasan dll, baik
lingukunganya yang mencakup fisik, pembiayaan manejerial, maupun pemikiran-
pemikiran (konseptual) yang berkaitan dengan penataan dan rekayasa lingkungan,
termasuk pengawasan dan manajemen kontruksi pada tahap pelaksanaan fisik.
Dengan disetai dukungan ahli-ahli kami yang telah cukup berpengalaman dalam
bidangnya masing-masih, Inysa Allah kami dapat menjadi mitra yang bisa diandalkan
dan selalu tanggap akan perkembangan dunia industri kontruksi dan non kontruksi,
sehingga dapat dicapai hasil pembangunan yang optimal.

3.1.2 DATA ADMINISTRASI

1. NAMA : PT.BUANA DESAIN ARSIPLANO


2. Status Perusahaan : Pusat
Cabang

DENY IRAWAN 19
1. Alamat PT. :Jl. Pinang Merah V No. 16 Bogor
No. Telepon : 0251 - 7546094

No. Fax :

E-mail :bd.arsiplano@gmail.comyahoo.com

2. Alamat Kantor Pusat : Jl. Pinang Merah V No. 16 Bogor


No. Telepon : 0251 - 7546094

No. Fax :

E-mail :bd.arsiplano@gmail.com

3.1.3 IZIN USAHA

1. NOMOR IUJK : 1/100281/3201/3/00056 TANGGAL : 10

APRIL 201
MASA BERLAKU : 10 APRIL 2017
INSTANSI PEMBERI IZIN :PEMERINTAH KABUPATEN BOGOR
2. Nomor SIUP : 517/395/PK/B/BPPTPM/IX/2013
MASA BERLAKU : 1 AGUSTUS 2018
INSTANSI PEMBERI IZIN : BPPT KOTA BOGOR
3. Nomor TDP : 10.04.1.71.00204
MASA BERLAKU :5 SEPTEMBER 2018
INSTANSI PEMBERI IZIN: BADAN PELAYANAN PERIZINAN
TERPADU DAN PENANAMAN MODAL

DENY IRAWAN 20
3.1.4 LANDASAN HUKUM PENDIRIAN PERUSAHAAN

1. Akta Pendirian

Nama Notaris : Dedeh Aminah, SH


Nomor : 1
Tanggal : 11 April 2013
2. Akta Perubahan
Nama Notaris : Masnah Sari, SH
Nomor : 44
Tanggal : 18 Agustus 2010

3.1.5 PENGURUS PERUSAHAAN

NO N A M A No. KTP*) Jabatan Alamat

I.

Komisaris

Chairinnisa Salmanda Putri Komisaris Jl. Pinang Merah


V No. 27
T.Yasmin VI
Bogor

II Direksi/Penanggung Jawab Perusahaan

DENY IRAWAN 21
1. Ir.Husen Salman Direktur Utama Jl. Pinang Merah
V No. 27
T.Yasmin VI
Bogor

2. Ny. Rinda Sutarsih Direktur Jl. Pinang Merah


V No. 27
T.Yasmin VI
Bogor

3.1.6DATA KEUANGAN

1. Susunan Kepemilikan Modal/Saham

No. Nama No. KTP *) Alamat Jumlah (Rp) Prosentase

1 Ir.Husen 327104130966006 Jl. Pinang 250.000.000 75%


Salman Merah V No.
27 T.Yasmin
VI Bogor

25%

2. Pajak

1. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) 31.234.746.0-404.000

2. Bukti Pelunasan Pajak Tahun terakhir Terlampir

DENY IRAWAN 22
3. Laporan Bulanan PPH/PPN 3 Bulan Terlampir
terakhir

3.1.7 DATA KEANGGOTAAN INKINDO

Nomor : 14802/P/1021.JB
Tanggal : 30 Januari 2014
Habis masa berlaku : 31 Desember 2016

DENY IRAWAN 23
3.2 DATA PENGALAMAN PERENCANAAN

TANGGAL SELESAI
PEMBERI TUGAS PENGGUNA JASA KONTRAK
BIDANG MENURUT
NO
NAMA PAKET PEKERJAAN SUB LOKASI
MENURU
. BIDANG KONTRA
NAMA ALAMAT NO. KONTRAK NILAI T
K
BA

602/SP/ABT.PK
Perencanaan Pembangunan Dinas Bina Marga T1/XI/APBDP/2 25 25
Trotoar dan Saluran Jalan Kota dari Sumber Jalan Pemuda No. 014 47.338.50
1 Perencanaan Pebriari Pebruari
Pajajaran, Pembangunan Bogor Daya Air Kota 30 A Bogor 0
27 Januari 2014 2014
Drainase RW.08 Kel Cibuluh Bogor
2014

Perencanaan Pengaspalan
Jalan Lintas Wilayah dan 602/SP/ABT.PK
Dinas Bina Marga T2/XI/APBDP/2
Pembuatan Drainase Jalan 25 25
Kota dari Sumber Jalan Pemuda No. 014 48.796.00
2 RW 1 dan Kel. Kayu Manis, Perencanaan Pebruari Pebruari
Bogor Daya Air Kota 30 A Bogor 0
Pengaspalan Jalan Lintas 27 Januari 2014 2014
Bogor
Wilayah RW 6 dan 7 Kel. 2014
Kedung Waringin

Dinas Bina Marga 610/02-


Perencanaan Pemeliharaan Kota dari Sumber Jalan Pemuda No. SPK/PRC- 37.961.00 15 Mei 15 Mei
3 Perencanaan Veteran/III/2014
Berkala Jalan Veteran Bogor Daya Air Kota 30 A Bogor 0 2014 2014
Bogor 17 Maret 2014

Dinas Bina Marga 602/SP/ABT.PK 17 17


FS Jembatan Layang Dari Kota Jalan Pemuda No. 40.299.60
4 Perencanaan dari Sumber T08/XI/APBDP/ Desembe Desembe
Batu Tulis Ke Pamoyanan Bogor 30 A Bogor 0
Daya Air Kota 2014 r 2014 r 2014

DENY IRAWAN 24
Bogor 18 Nopember
2014

602/SP/ABT.PK
Dinas Bina Marga T15/XI/APBDP/ 17 17
DED Penataan Kawasan Kota dari Sumber Jalan Pemuda No. 2014 47.379.00
5 Perencanaan Desembe Desembe
Heritage batutulis Bogor Daya Air Kota 30 A Bogor 0
18 Nopember r 2014 r 2014
Bogor
2014

602/SP/ABT.PK
Dinas Bina Marga
T16/XI/APBDP/ 20 20
DED Pedestrian Jl. Pajajaran Kota dari Sumber Jalan Pemuda No. 47.370.00
6 Perencanaan 2014 18 Desembe Desembe
Depan Kebon Raya Bogor Daya Air Kota 30 A Bogor 0
Nopember r 2014 r 2014
Bogor
2014

Perencanaan Rehab SDN Jl. Nyaman No.1


Kota Dinas Pendidikan
7 Cibinong 01 Kec.Gunung Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Bogor Kota Bogor
Sindur Kec.Cibinong

Perencanaan Rehab SDN Jl. Nyaman No.1


Kota Dinas Pendidikan
8 Gunung Sindur Kec.Gunung Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Bogor Kota Bogor
Sindur Kec.Cibinong

Perencanaan Rehab SDN Jl. Nyaman No.1


Kota Dinas Pendidikan
9 Teratai Mas Kec.Gunung Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Bogor Kota Bogor
Sindur Kec.Cibinong

DENY IRAWAN 25
Jl. Nyaman No.1
Perencanaan Rehab SDN Kota Dinas Pendidikan
10 Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Curug 01 Kec.Gunung Sindur Bogor Kota Bogor
Kec.Cibinong

Jl. Nyaman No.1


Perencanaan Rehab SDN Kota Dinas Pendidikan
11 Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Bojong 02 Kec.Kemang Bogor Kota Bogor
Kec.Cibinong

Jl. Nyaman No.1


Perencanaan Rehab SDN Kota Dinas Pendidikan
12 Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Dewi Sartika Kec Kemang Bogor Kota Bogor
Kec.Cibinong

Perencanaan Rehab SDN Jl. Nyaman No.1


Kota Dinas Pendidikan
13 Pabuaran 02 Kec.Bojong Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Bogor Kota Bogor
Gede Kec.Cibinong

Jl. Nyaman No.1


Perencanaan Rehab SDN Kota Dinas Pendidikan
14 Perencanaan Kel.Tengah 2.937.000
Cibogo 02 Kec.Ciseeng Bogor Kota Bogor
Kec.Cibinong

DENY IRAWAN 26
3.3 DATA PENGALAMAN PENGAWASAN

Tanggal Selesai
Pemberi Tugas/Pengguna Jasa Kontrak *
Bidang/Su Menurut
N Nama Paket
b-Bidang Lokasi
o. Pekerjaan BA.
Pekerjaan
Nama Alamat/Telepon Nomor/Tanggal Nilai (Rp.) Kontrak Serah
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Pembangunan
Gedung dan
Bagpro PSBG 08,1/Bagpro- 25
Pembangunan Pengawasa Karadenan Karadenan 27 Maret
Ciungwanara PSBG/H/2009 34.800.000 Februari
1 Prasarana n Cibinong Cibinong 2009
Bogor 25/2/2009 2009
Lingkungan
Gedung

Rehabilitasi 11/BP-
Jl. H. Iming
Gedung Pengawasa Departemen Jl. H. Iming No. BRS/PSPPPGP/ 18 Maret 17 April
2 No. 71
n sosial 71 Putat nutug III/2009 42.300.000 2009 2009
Putat nutug
18/3/2009

Rehabilitasi Jl. Raya


Arsitektur, 45/DASK-
Fasilitas Koleksi Pengawasa KedungHalang 06 April 06 Mei
3 Struktur, Jonggol RSU/IV/Yankes
Tanaman n Talang Bogor 17.400.000 2009 2009
M&E 6/4/2009
Perkebunan No. 150 Bogor

Rehabilitasi SDN Pengawasa Dinas Pendidikan 04/KPA/KONTR


4 Depok Graha Depok JL. 04 04
Cisalak II Kota n Kota Depok AK/PRC USB 96.100.000
Ir. Arif Rahman Desember Desemb
SMP

DENY IRAWAN 27
Tanggal Selesai
Pemberi Tugas/Pengguna Jasa Kontrak *
Bidang/Su Menurut
N Nama Paket
b-Bidang Lokasi
o. Pekerjaan BA.
Pekerjaan
Nama Alamat/Telepon Nomor/Tanggal Nilai (Rp.) Kontrak Serah
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Depok Hakim SERUA/Disdik/X 2009 er 2009


/2009
7/10/2009

Pengawasan
PSD Rusunawa Jl.Pengadilan
DINAS TATA No. 8 A Bogor 602/SPK- 15
APBD TK.I Pengawasa 08 Mei
5 Bogor KOTA DAN PSD.RS/APBD. 24.400.000 Nopemb
Lokasi n Telp (0251) 2005
PERTAMANAN TK.I/DTKP/05 er 2005
Kel.Menteng 320803
Kec.Bogor Barat

Pengawasan
PSD Rusunawa Jl.Pengadilan
DINAS TATA No. 8 A Bogor 602/SPK/Pem.K 15
APBD TK.II Pengawasa 08 Mei
6 Bogor KOTA DAN egKP- 16.500.000 Nopemb
Lokasi n Telp (0251) 2005
PERTAMANAN PSD.RS//05 er 2005
Kel.Menteng 320803
Kec.Bogor Barat

Pengawasan Jl.Pengadilan
Perbaikan DINAS TATA No. 8 A Bogor
Pengawasa 602/SPK/PemKe 17 Juni 11 Juli
7 Gedung Ex Bogor KOTA DAN 10.200.000
n Telp (0251) g/PGBP/2005 2005 2005
Bapeda Lokasi PERTAMANAN
Jalan Pajajaran 320803

DENY IRAWAN 28
Tanggal Selesai
Pemberi Tugas/Pengguna Jasa Kontrak *
Bidang/Su Menurut
N Nama Paket
b-Bidang Lokasi
o. Pekerjaan BA.
Pekerjaan
Nama Alamat/Telepon Nomor/Tanggal Nilai (Rp.) Kontrak Serah
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

Bogor

Pengawasan Jl.Pengadilan
Penataan DINAS TATA No. 8 A Bogor
Pengawasa 602/SPK/PemKe 17 Juni 11 Juli
8 Gedung Bapeda Bogor KOTA DAN 8.200.000
n Telp (0251) g/PBKM/2005 2005 2005
lokasi Jln Kapten PERTAMANAN
Muslihat Bogor 320803

Pengawasan
Penataan Kantor Jl.Pengadilan
Tata Kota dan DINAS TATA No. 8 A Bogor
Pengawasa 602/SPK/PemKe 17 Juni 11 Juli
9 Pertamanan Bogor KOTA DAN 5.000.000
n Telp (0251) g/PRK/2005 2005 2005
Lokasi Jalan PERTAMANAN
Pengadilan 320803
No.8A Bogor

Pengawasan Jl.Pengadilan
Penataan Kantor DINAS TATA No. 8 A Bogor
Tata Kota dan Pengawasa 602/SPK/PemKe 17 Juni 11 Juli
Bogor KOTA DAN 11.300.000
10 Pertamanan n Telp (0251) g/PDTKP/2005 2005 2005
PERTAMANAN
Lokasi Jalan 320803
Pengadilan

DENY IRAWAN 29
Tanggal Selesai
Pemberi Tugas/Pengguna Jasa Kontrak *
Bidang/Su Menurut
N Nama Paket
b-Bidang Lokasi
o. Pekerjaan BA.
Pekerjaan
Nama Alamat/Telepon Nomor/Tanggal Nilai (Rp.) Kontrak Serah
Terima

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

No.8A Bogor

Pengawasan
Kantor Dinas Jl.Pengadilan
Tenaga Kerja DINAS TATA No. 8 A Bogor 13
Pengawasa 602/SPK/PemKe 17 Juni
11 dan Sosial Bogor Bogor KOTA DAN 16.300.000 Oktober
n Telp (0251) g/PDTKS/2005 2005
Lokasi Jalan PERTAMANAN 2005
merdeka No.47 320803
Bogor

DENY IRAWAN 30
3.4 DATA PERALATAN PERUSAHAAN

Kapasitas/
Jenis Tahun Lokasi Pemilikan
No Jumlah Output Saat Merk dan Tipe Kondisi
Peralatan/Perlengkapan Pembuatan Sekarang (Milik/Sewa)
Ini

DATA PERALATAN KANTOR

1 Kursi Kerja 10 Standar Lokal 2000 Baik Bogor Milik Sendiri

2 Lemari Arsip 9 Standar Lokal 2000,2003 Baik Bogor Milik Sendiri

3 Meja 5 Standar Olympic 2010 Baik Bogor Milik Sendiri

4 Meja Komputer 6 Standar Ceavin 2010 Baik Bogor Milik Sendiri

5 Komputer Desktop 5 Standar Dell 2008 Baik Bogor Milik Sendiri

6 Laptop 2 Standar Samsung 2009 Baik Bogor Milik Sendiri

7 Printer A3 2 Standar Canon iX 6560 2008 Baik Bogor Milik Sendiri

8 Printer A4 2 Standar Canon iP 2770 2008 Baik Bogor Milik Sendiri

9 TV 1 Standar Toshiba 2005 Baik Bogor Milik Sendiri

10 Scanner 1 Standar Canon MP258 2008 Baik Bogor Milik Sendiri

11 Router 1 Standar TP-Link Router 2010 Baik Bogor Milik sendiri

12 White Board 2 Standar Lokal 2004 Baik Bogor Milik Sendiri

13 Air Conditioning 1 Standar Sharp 2004 Baik Bogor Milik Sendiri

14 Kipas Angin 1 Standar Mayaka 2004 Baik Bogor Milik Sendiri


DENY IRAWAN 31
15 Dispenser 1 Standar Miyako 2013 Baik Bogor Milik Sendiri

DATA PERALATAN PERUSAHAAN THEODOLIT

1 Water pas 2 Standar Lokal 1997 Baik Bogor Milik Sendiri

2 Meteran ( 5 , 50 M ) 1 Standar Lokal 1998 Baik Bogor Milik Sendiri

3 Sigmaat 2 Standar Schlieper 2003 Baik Bogor Milik Sendiri

4 Mikrometer 1 Standar Mikrometer 2004 Baik Bogor Milik Sendiri

5 Kompas 1 Standar Eiger 2004 Baik Bogor Milik Sendiri

DENY IRAWAN 32
3.5DOKUMEN PERUSAHAAN

DENY IRAWAN 33
DENY IRAWAN 34
DENY IRAWAN 35
DENY IRAWAN 36
DENY IRAWAN 37
DENY IRAWAN 38
DENY IRAWAN 39
DENY IRAWAN 40
DENY IRAWAN 41
DENY IRAWAN 42
DENY IRAWAN 43
DENY IRAWAN 44
DENY IRAWAN 45
DENY IRAWAN 46
DENY IRAWAN 47
DENY IRAWAN 48
DENY IRAWAN 49
BAB IV

TINJAUAN KHUSUS KERJA PRAKTEK

4.1 Perencanaan dan Perancangan proyek jembatan penyebrangan orang (JPO)

Proyek jembatan penyebrangan orang adalah sebuah jembatan yang berada di


Depok yang masih dalam tahap perancanaan.Dimana pemilik proyek ini adalah dinas
perhubungan kota Depok.Jembatan penyebrangan orang ini berada di Jalan Margonda
Raya yang dimana menghubungkan antara Ace Hardware dan DMall.

Gambar 4.1.1
Peta Lokasi Proyek
Sumber google maps
Dengan pesatnya pertumbuhan ekonomi di kawasan Jalan Raya Margonda ini
tepatnya di antara bangunan komersil DMall dan Ace Hardware membuat mobilitas
pada kawasan ini semakin meningkat.Kebutuhan akan infrastruktur dan fasilitas pun
menjadi perhatian utama oleh pemerintah Kota Depok.Oleh karena itu,Pemda Depok
melihat akan kebutuhan infrastruktur dan fasilitas untuk pengguna penjalan kaki.

DENY IRAWAN 50
4.1.1 Data proyek

Dalam proyek JPO ini ada beberapa analisis yang mengharuskan kenapa bentuk JPO ini
lurus,melainkan berbelok.Setelah di analisis ternyata ada salah satu penyebab JPOdibuat
berbelok karena posisi gubahan masa yang menghubungkan JPO ini tidak sejajar.Posisi antara
DMall dan Ace Hardware tidak sejajar.

Lingkup pengerjaan perencanaan jembatan penyebrangan orang ini,mencangkup:


Membuat gambar 2 dimensi dengan detail detail struktur jembatan dan juga detail
penunjang jembatan
Membuat disain Pra Rencana ( Denah Tampak Potongan ) jembatan
penyebrangan orang.
Membuat gambar 3 dimensi jembatan penyebrangan orang.
Membuat rencana anggaran jembatan penyebrangan orang.

Namun yang akan di bahas secara lebih rinci pada laporan kerja praktek ini adalah
proses pembuatan 3 dimensi yang mencangkup sebagai Pra Rencana.

4.2 Profesi Drafter

4.2.1 Definisi Drafter

Drafter adalah seorang Juru Gambar yang menguasai sebuah atau beberapa buah bidang
disiplin ilmu, seperti ilmu bangunan, ilmu konstruksi, ilmu rekayasa mesin, ilmu konstruksi
mesin, ilmu pembangkit listrik, ilmu instalasi listrik, ilmu instalasi instrumen dan ilmu rekayasa
otomotif.

metoda untuk mendapatkan atau membuat data yang mendeskripsikan obyek, tujuan dari model,
tingkat kerumitan, perhitungan biaya, kesesuaian dan enyamanan, serta kemudahan manipulasi
model. Proses pemodelan 3D membutuhkan perancangan yang dibagi dengan beberapa tahapan
untuk pembentukannya. Seperti obyek apa yang ingin dibentuk sebagai obyek dasar, metoda
pemodelan obyek 3D, pencahayaan dan animasi gerakan obyek sesuai dengan urutan proses
yang akan dilakukan.

DENY IRAWAN 51
4.2.2 Tugas Drafter Pada Konsultan Perencana

Beberapa tugas dari seorangdrafter pada perusahaan konsultan perencana, atara lain
:

Membuat gambar pelaksanaan / gambar shop drawing

gambar shop drawing adalah gambar detail yang disertai ukuran dan bentuk detail sebagai acuan
pelaksana dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan di lapangan sesuai dengan gambar
perencanaan yang sudah dibuat sebelumnya.

Menyesuaikan gambar perencana dengan kondisi nyata di lapangan

seringkali apa yang sudah direncanakan oleh perencana tidak memungkinkan untuk dilaksanakan
di lapangan karena kondisi kenyatanya ternyata berbeda atau bisa jadi telah ada perubahan
bentuk struktur pekerjaan sebelumnya yang menyebabkan pekerjaan selanjutnya harus berubah,
disinilah tugas seorang drafter untuk membuat gambar kerja yang dapat dilaksanakan.

Menjelaskan kepada pelaksana lapangan/ surveyor

Gambar shop drawing yang sudah dibuat adakalanya kurang dipahami oleh pelaksana lapangan
baik dari segi bentuk detail struktur maupun ukuran bangunan sehingga diperlukan koordinasi
yang baik dengan pihak lapangan agar struktur bangunan yang dibuat sesuai dengan apa yang
sudah direncanakan sebelumnya.

4.3Proses Pembuatan Gambar2 Dimensi Jembatan Penyebrangan Orang

Gambar arsitektur dibuat sesuai dengan seperangkat konvensi. Yang meliputi pandangan
tertentu (denah, bagian dll), lembar ukuran, unit pengukuran dan skala, penjelasan dan referensi
silang. Secara konfensional, gambar dibuat dengan tinta di atas kertasatau bahan sejenis, dan
setiap salinan yang dibutuhkan harus susah payah dibuat dengan tangan. Abad kedua puluh
melihat pergeseran untuk menggambar di atas kertas kalkir, sehingga salinan mekanik tersaji
sangat efisien.

DENY IRAWAN 52
Perkembangankomputer memiliki dampak yang besar pada metode yg di gunakan untuk
merancang dan membuat gambar teknis. Membuat gambar pengguna hampir usang, dan
membuka kemungkinan baru untuk membentuk menggunakan bentuk-bentuk organik dan
gemoetri yang kompleks. Hari ini sebagian besar gambar yang dibuat menggunakan CAD
software.

Dalam gambar 2 dimensiCAD software ini ada beberapa tahap yang dikerjakan,yaitu :

4.3.1 Proses gambar JPO D-Mall dan ACE Hard Wear.

Gambar 4.1 :LAY OUT JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 53
Gambar 4.2 :SITE PLANE JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.3 :CILING DROP JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 54
Gambar 4.4: RABAT BETON JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.5:DENAH PONDASI DAN BETON JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 55
Gambar 4.6:DENAH PENULANGAN PLAT LANTAI JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.7:DENAH INSTALASI LISTRIK JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 56
Gambar 4.8:DETAIL TANGGA JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.9:DETAIL & POTONGAN PIER HEAD JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 57
Gambar 4.10:DETAIL & POTONGAN PONDASI JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 58
4.3.2 Desain gambar kerja alternatif 1JPO D-Mall dan ACE Hard Wear dengan
motif Railing dan Louver

Pada alternatif pertama ini tidak dibuat frame melainkan dibuat railing biasa dan juga
louver,alternatif yang sederhana ini justru menjadi sorotan pemerintah Kota Depok dikarenakan
tidak terlalu makan biaya dan akhirnya dengan berpendapat seperti itu,pemerintah kota Depok
menyetujui desain alternatif pertama inilah yang dipilih.

Gambar 4.11 :TAMPAK A - B JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 59
Gambar 4.12 :TAMPAK C - D JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.13: POTONGAN A B JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 60
Gambar 4.14: POTONGAN C D JPO DMAAL - ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 61
4.3.3 Desain gambar kerja alternatif 2 JPO D-Mall dan ACE Hard Wear

Pada proyek ini owner minta beberapa alternatif desain pada bagian jembatan
penyebrangan orang.Bagian yang dijadikan alternatif antara lain :

Alternatif 2 adalah frame yang bermotif batang pohonPada frame ini dibuat konsep motif
kontemporer yang dimana pada wajah kawasan Jalan Margonda Raya ini sangat sesuai
dengan konsep kontemporer ini.Mulai dari bangunan-bangunan hotel,mall,apartemen
serta kantor telah membentuk wajah Jalan Margonda ini modern

Gambar 4.14 :TAMPAK A B ALTERNATIF 2 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 62
Gambar 4.15 :TAMPAK C D ALTERNATIF 2 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.16 :POTONGAN A B ALTERNATIF 2 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 63
Gambar 4.17 :POTONGAN C D ALTERNATIF 2 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 64
4.3.4 Gambar alternatif 3JPO D-Mall dan ACE Hard Wearframe yang bermotif
Islamic
Alternatif ketiga ini frame dibuat motif klasik islamic,yang dimana walikota kota
Depok ini menginginkan suatu ciri dari kota Depok yang mayoritas beragama Islam
ini.Selain itu jika di tinjau dari wajah kota,konsep frame ini menyatu dengan wajah kota
yang dimana di sepanjang Jalan Margonda banyak bangunan yang berfariatif mulai dari
klasik hingga modern,kota ini menunjukan proses berkembangnya kota yang ditinjau dari
perkembangannya konsep konsep bangunan di sepanjang Jalan Margonda Raya.

Gambar 4.18 :TAMPAK A B ALTERNATIF 3 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 65
Gambar 4.19 :TAMPAK C D ALTERNATIF 3 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

Gambar 4.20 :POTONGAN A B ALTERNATIF 3 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 66
Gambar 4.21 :POTONGAN C D ALTERNATIF 3 JPO DMAAL ACE HARD WEAR

Sumber : Deny Irawan, 2016

DENY IRAWAN 67
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Hasil yang didapat selama proses pelaksanaan Kerja Praktek ini bukan hanya
pengetahuan serta pemahaman mengenai perencanaan dan perancangan proyek Jembatan
penyebrangan orang, tetapi masih banyak lagi seperti informasi yang berhubungan dengan
disiplin ilmu yang kami tuntut di bangku kuliah khususnya dalam bidang perencanaan dan
manajemen proyek.

PT. Buana desain arsiplano, memiliki pendekatan yang berbeda dalam mendapatkan proyek, dan
saling kerja sama dengan client dalam melakukan proyek jasa perencanaan dengan proyek
pemerintah dan swasta maupun proyek luar lainnya.

Pada Proyek Jembatan penyebrangan orang ini, secara langsung Client terlibat langsung
dalam pemilihan bentuk dan desain.Serta kita sebagai Arsitek sangat tidak bisa memaksakan
client untuk memilih desain yang kita juga sukai.Selain itu Keseluruhan pengalaman yang
didapat dari kerja praktek ini benar benar pengalaman yang sangat bermanfaat dengan mengerti
sistem / proses kerja pada biro konsultan dari sistem proses perencanaan hingga pembangunan
yang nantinyadesign ini akan dipergunakam untuk dibangun. Serta berinteraksi langsung ke
dunia luar ( kerja ) dan berfikir dunia kerja itu mengasikan tetapi tidak membayangkan dalam
proses satu perencanaan ( design ) itu cukup lama.

DENY IRAWAN 68
Maka dalam menjalankan proses kerja praktek sangatlah lama dan memang harus sampai
mengerti apa yang dilakukan didalam kerja praktek ini dengan baik.

5.2 Saran

Pada PT. Buana Desain Arsiplano, di Proyek jembatan penyebrangan orang, client
bekerjasama sangat baik dengan biro perencana PT. Buana desain arsiplano, dan tidak ada
keganjalan dalam sebuah proyek dari proses perencanaan hingga proyek ini nantinya akan
dibangun.

PT. Buana Desain Arsiplano tidak pantang menyerah untuk mendapatkan sebuah proyek kecil
maupun besar dengan konsisten yang tinggi di bidang perencana ini, dengan cara memberikan
perencanaan yang terbaik untuk clientnya, dan konsultan ini tidak mengajukan ke berbagai
promosi dengan cara meninggikan konsultan PT. Buana desain arsiplano ini ke media, tetapi
dengan cara menjaga silaturahmi dengan Dinas-Dinas kota karena memang kebanyakan
PT.Buana desain arsiplano lebih banyak mengerjakan perencanaan proyek pemerintah.

DENY IRAWAN 69