Anda di halaman 1dari 16

MAKALAH ALAM SEMESTA,GALAKSI DAN TATA SURYA

KATA PENGANTAR

Puji sukur kita panjatkan kepada tuhan yang maha Esa atas rahmat dan karunianya yang

diberikan kepada penyusun sehingga Makalah Pendidikan Agama Islam Ini dapat terselesaikan

dengan baik tak lupa, penulis ucapkan terimakasih atas dukungan rekan rekan semua, makalah

ini disusun untik membantu didalam mengetahui Pendidikan Islam yang secara khusus

menjelaskan tentang Alam Semesta beserta Isinya.

Setelah mempelajari Makalah ini, anda akan mengetahui apa yang di maksud alam

semesta dan apa saja yang ada di dalam alam semesta ini. dengan demikian anda akan

mengetahui Peranan penting manusia dialam semsesta ini. Akhir kata kami mengucapkan

terimakasih kepada para pembaca yang senantiasa mendukung dan memberikan kritik dan

sarannya yang bisa memperbaiki makalah ini menjadi lebih baik.


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
A.Pengertian Alam Semesta,Galaksi dan Tata Surya

B.Teori terbentuknya Alam Semesta,Galaksi dan Tata Surya

C.Sistem Tata Surya

D.Bagian-bagian Tata Surya

E.Benda-benda lain dalam Tata Surya

BAB III PENUTUP

Kesimpulan

Daftar Pustaka
PENDAHULUAN

Ilmu Pengetahuan Alam adalah ilmu yang mempelajari alam dengan segala isinya atau
dengan kata lain Ilmu Pengetahuan Alam adalah suatu kumpulan pengetahuan secara sistematis
tentang gejala alam. Kegiata Ilmu Alamiah Dasar (IAD) berawal dari pengamatan dan
pencatatan baik terhadap gejala-gejala alam pada umumnya maupun percobaan-percobaan yang
dilakukan dalam laboratorium. Dari hasil pengamatan atau observasi ini manusia berusaha untuk
merumuskan konsep-konsep, prinsip-prinsip, hukum dan teori.
Tata Surya dan galaksinya merupakan bagian dari pembahasan Ilmu Alamiah Dasar. Tata
Surya adalah kumpulan benda langit yang terdiri atas sebuah bintang yang disebut Matahari dan
semua objek yang terikat oleh gaya gravitasinya. Objek-objek tersebut termasuk delapan buah
planet yang sudah diketahui dengan orbit berbentuk elips, lima planet kerdil, 173 satelit alami
yang telah diidentifikasi, dan jutaan benda langit lainnya.
Bagaimana Tata Surya bisa berbentuk seperti sekarang? Bagaimana awal mula
terbentuknya Tata Surya? Apa yang menarik tentang Tata Surya? Pertanyaan-pertanyaan ini
sering muncul dan akan dicoba dijawab dengan makalah ini. Oleh karena itu, pada kesempatan
kali ini penulis membuat makalah yang berjudul Tata Surya dan Galaksi dengan harapan dapat
membantu para pembaca.

PEMBAHASAN
A. Pengertian Alam Semesta, Galaksi, dan Tata Surya
Alam Semesta

Pengertian alam semesta mencakup tentang mikrokosmos dan makrokosmos.


Mikrokosmos adalah benda-benda yang mempunyai ukuran sangat kecil, misalnya atom,
elektron, sel, amuba, dan sebagainya. Sedang makrokosmos adalah benda-benda yang
mempunyai ukuran yang sangat besar, misalnya bintang, planet, dan galaksi.

Awalnya para ilmuan astronomi menetapkan bahwa manusialah yang sebagai pusat, yang
diberi nama teori Egosentris. Setelah itu mereka menetapkan bumi yang menjadi pusat yang
ditokohi oleh Cladius Ptolemeus. Teori ini dikenal dengan Geosentris. Namun setelah itu Nicolas
Copernicus mengungkap teori baru di mana matahari dijadikan pusat alam semesta, teori ini
diberi nama teori Heliosentris. Namun saat ini mereka baru menyadari bahwa teori tersebut lebih
cocok diterapkan pada Tata Surya. Dan Tata Surya hanyalah sebagian dari galaksi, dan galaksi
adalah satu kumpulan bintang dari banyak kumpulan bintang di alam semesta.

Galaksi

Galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang
(dengan segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan
debu kosmik medium antarbintang, dan kemungkinan substansi hipotetis yang dikenal dengan
materi gelap.
Galaksi yang sering kita dengar adalah Bimasakti atau milky way. Kalau kita cermati
agak aneh nama milky way tersebut karena dari benda angkasa luar diumpamakan dengan susu.
Namun dari keanehan tersebut terdapat keunikan, yakni bintang bertebaran di langit pada malam
hari seperti susu yang tercecer di langit. Galaksi kita berbentuk spiral, dapat kita samakan dengan
lingkaran obat nyamuk jika dilihat dari atas dan seperti gasing bila dilihat dari samping. Galaksi
kita tidak sebundar lingkaran namun berbentuk elips. Hal ini dibuktikan dengan ukurannya yang
memiliki panjang sekitar 100 tahun cahaya dan lebar 10 tahun cahaya dan Tata Surya kita berada
30 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Selain galaksi Bimasakti kita juga dapat melihat beberapa galaksi dengan mata telanjang
ataupun dengan alat. Yang diungkap oleh para ilmuan yakni galaksi Andromeda, Awan
Megallianic Besar dan Awan Megallanic Kecil. Galaksi Andromeda lebih besar daripada Milky
way.
Tata Surya

Tata Surya terdiri dari matahari, delapan planet dan berbagai benda langit seperti satelit,
komet, dan asteroid. Tata Surya tak lebih hanyalah gugusan kecil dari benda-benda langit dan
satu bintang. Tata Surya adalah bagian kecil dari galaksi.

Kita kenal dengan delapan planet, dari delapan planet tersebut terbagi dua bagian yaitu
planet dalam dan planet luar. Planet dalam adalah planet yang dekat dengan matahari yang terdiri
dari Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars. Sedangkan Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus
termasuk planet luar.

B. Teori Terbentuknya Alam Semesta, Galaksi dan Tata Surya


Teori Terbentuknya Alam Semesta
Teori Keadaaan Tetap (Steady-state theory)
Teori ini berdasarkan prinsip kosmologi sempurna yang menyatakan bahwa alam semesta
dimanapun dan bilamanapun selalu sama. Berdasarkan prinsip tersebut alam semesta terjadi pada
suatu saat tertentu yang telah lalu dan segala sesuatu di alam semesta selalu tetap sama walaupun
galaksi-galaksi saling bergerak menjauhi satu sama lain.

Teori ini ditunjang oleh kenyataan bahwa galaksi baru mempunyai jumlah yang
sebanding dengan galaksi lama. Dengan diketahui kecepatan radial galaksi-galaksi menjauhi
bumi yang dihubungkan dengan jarak antara galaksi-galaksi dengan bumi dari hasil pemotretan
satelit, maka disimpulkan bahwa makin jauh jarak galaksi terhadap bumi, makin cepat galaksi
tersebut bergerak menjauhi bumi. Hal ini sesuai dengan garis spektra yang menuju merah, yang
hal ini sering dikenal dengan pergeseran merah. Dari hasil penemuan ini menguatkan bahwa
alam semesta selalu mengembang (ekspansi) dan menipis (kontraksi). Dengan demikian harus
ada ledakan atau dentuman yang memulai adanya pengembangan.

Teori Dentuman Besar (Big-bang theory)


Teori ini dikembangkan oleh George Lemaitre. Teori ini menyatakan pada mulanya alam
semesta berupa sebuah primeval atom yang berisi semua materi dalam keadaan yang sangat
padat. Suatu ketika atom ini meledak dan seluruh materinya terlempar keruang alam semesta.
Berdasarkan dari asumsi adanya massa yang sangat besar dan mempunyai masa jenis yang
sangat besar, karena adanya reaksi inti kemudian meledak dengan hebat. Massa tersebut
kemudian mengembang dengan sangat cepat menjauhi pusat ledakan. Sejak itulah dimulai
ekspansi yang berlangsung ribuan juta tahun dan akan terus berlangsung jutaan tahun lagi. Pada
suatu saat nanti ekspansi tersebut akan berakhir.

Teori Terbentuknya Galaksi dan Tata Surya


Menurut Fowler, 12 ribu juta tahun yang lalu galaksi kita masih berupa kabut gas hidrogen
yang sangat besar sekali yang berada diluar angkasa. Ia bergerak perlahan mengadakan rotasi
sehingga keseluruhannya berbentuk bulat. Karena gaya beratnya maka ia mengadakan kontraksi.
Massa bagian luar banyak yang tertinggal pada bagian yang berkisar lambat dan mempunyai
berat jenis yang besar terbentuklah bintang-bintang. Gumpalan kabut yang telah menjadi bintang
itupun secara perlahan mengadakan kontraksi. Energi potensialnya mereka keluarkan dalam
bentuk sinar dan panas radiasi dan bintang-bintang itupun makin turun temperaturnya. Setelah
berpuluh ribu juta tahun ia mempunyai bentuknya yang tetap seperti matahari.

Galaksi merupakan kumpulan 1011 atau 100 milyardbintang-bintang, salah satu diantaranya
adalah Matahari atau pusat Tata Surya kita ini. Kumpulan bintang-bintang dan dalam galaksi
bentuknya menyerupai lensa cembung yang pipih atau berbentuk cakram. Dimana garis
tengahnya mempunyai panjang 100 tahun cahaya, tebalnya 10 tahun cahaya. Matahari atau pusat
Tata Surya kita berada pada jarak 30 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Berdasarkan apa yang nampak dari hasil pengamatan, dapat kita bedakan adanya 3 macam
galaksi:

Galaksi berbentuk spiral


Galaksi berbentuk elips
Galaksi berbentuk tak beraturan
Induk dari matahari adalah galaksi Bima Sakti (Milky Way) yang berbentuk spiral dan
memiliki tidak kurang dari 100 ribu juta bintang dan masih banyak gumpalan-gumpalan kabut
gas maupun galaksi kecil yang banyak jumlahnya. Galaksi Andromeda merupakan galaksi
terdekat yang juga berbentuk spiral dan jauhnya 870.000 tahun cahaya. Galaksi mengadakan
rotasi dengan arah berlawanan dengan jarum jam.

* Hipotesis Nebular
Dikemukakan oleh Kant dan Laplace pada tahun 1796 yang menyatakan bahwa sistem
Tata Surya terbentuk dari kondensasi awan panas atau kabut gas yang sangat panas (nebule).
Pada proses kondensasi ada sebagian yang terpisah dan merupakan cincin terbentuklah planet
beserta satelitnya yang mengelilingi pusat, pusatnya itu menjadi sebuah bintang/matahari.

* Hipotesis Planettesimal
Dikemukakan oleh Chamberlin dan Moulton. Disebut Planetesimal yang berarti planet
kecil karena planet terbentuk dari benda padat yang memang telah ada. Matahari telah ada
sebagai salah satu dari bintang-bintang yang banyak, pada satu waktu ada sebuah bintang yang
berpapasan pada jarak yang tidak terlalu jauh akibatnya terjadi pasang naik antara matahari dan
bintang tadi. Pada waktu bintang itu menjauh sebagian massa dari matahari itu jatuh kembali ke
permukaan matahari dan sebagian lain berhamburan di sekeliling matahari inilah yang disebut
dengan planetesimal yang kelak kemudian menjadi planet-planet yang beredar pada orbitnya dan
mengelilingi matahari.

* Teori Tidal/Teori Pasang Surut


Dikemukakan pertama kali oleh James Jeans dan Harold Jeffreys (1919). Setelah bintang itu
berlalu dengan gaya tarik bintang yang besar pada permukaan matahari terjadi proses pasang
surut seperti peristiwa pasang surutnya air laut di bumi akibat gaya tarik bulan. Sebagian massa
matahari itu membentuk cerutu yang menjorok kearah bintang itu mengakibatkan cerutu itu
terputus-putus membentuk gumpalan gas di sekitar matahari dengan ukuran yang berbeda-beda,
gumpalan itu membeku dan kemudian membentuk planet-planet.

Teori ini menjelaskan mengapa planet-planet di bagian tengah seperti Yupiter, Saturnus, Uranus
dan Neptunus merupakan planet raksasa sedangkan di bagian ujungnya merupakan planet-planet
kecil. Kelahiran kesembilan planet itu karena pecahan gas dari matahari yang berbentuk cerutu
itu maka besarnya planet-planet itu berbeda-beda yang terdekat dan terjauh besar tetapi yang di
tengah lebih besar lagi.

* Teori Awan Debu


Dikemukakan oleh Carl von Weizsaeker (1940) kemudian disempurnakan oleh Gerard P Kuiper
(1950). Tata Surya terbentuk dari gumpalan awan gas dan debu. Gumpalan awan itu mengalami
pemampatan, pada proses pemampatan itu partikel-partikel debu tertarik ke bagian pusat awan
itu membentuk gumpalan bola dan mulai berpilin dan kemudian membentuk cakram yang tebal
di bagian tengah dan tipis di bagian tepinya. Partikel-partikel di bagian tengah cakram itu saling
menekan dan menimbulkan panas dan berpijar, Bagian inilah yang kemudian menjadi matahari.
Sementara bagian yang luar berputar sangat cepat sehingga terpecah-pecah menjadi gumpalan
yang lebih kecil, Gumpalan kecil ini berpilin pula dan membeku kemudian menjadi planet-
planet.

* Teori Bintang Kembar


Teori ini hampir sama dengan teori planetesimal. Dahulu matahari mungkin merupakan bintang
kembar, kemudian bintang yang satu meledak menjadi kepingan-kepingan. Karena ada pengaruh
gaya gravitasi bintang, maka kepingan-kepingan yang lain bergerak mengitari bintang itu dan
menjadi planet-planet. Sedangkan bintang yang tidak meledak menjadi matahari.

C. Sistem Tata Surya


Pada zaman Yunani kuno, seorang filsafat bernama Clausius Ptolomeus mengemukakan
pendapatnya bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta.Menurut pandangan ini, matahari,
bulan dan planet-planet beredar mengelilingi bumi yang tetap diam sebagai pusatnya.Pandangan
Geosentris ini 14 abad lamanya dianut orang.

Pada abad ke-16, seorang ilmuwan Polandia Nikolas Kopernikus mengubah pandangan diatas.
Menurutnya bumi adalah planet dan seperti halnya dengan planet planet yang lain, beredar
mengelilingi matahari sebagai pusatnya (heliosentris). Pandangan ini didasari oleh adanya hasil
pengamatan yang teliti serta perhitungan yang sistematis.Kesemuanya ini berkat bantuan
teropong sebagai alat pengamat dan telah berkembangnya matematika dan fisika sebagai sarana
penunjang pada masa itu.

Setelah adanya teropong dapat diamati planet-planet dan benda angkasa lain yang lebih banyak
lagi seperti satelit, komet, meteor, debu dan gas antar planet.Semua benda angkasa ini beredar
mengelilingi matahari sebagai pusat disebut Sistem Tata Surya.

Planet di dalam Tata Surya kita dapat dibagi menjadi 2 golongan :

1. Planet Kecil (kerdil), seperti : Merkurius, Venus, Bumi dan Mars. Ciri umumnya garis
tengahnya kecil, tetapi padat, rapat masa rata-ratanya terletak antara 2,4 5,5 gram setiap
sentimeter kubik, biasanya tidak berlapisan angkasa tebal. Golongan ini menempati lintasan yang
dekat dengan matahari.
2. Planet Raksasa, terdiri dari Jupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus. Garis tengahnya jauh
lebih besar dibandingkan pada golongan pertama namun kurang padat. Rapat masa sangat
rendah, misalnya Saturnus antara 0,7 1,6 gram setiap sentimeter kubik. Lintasan golongan ini
jauh dari matahari.
Kesamaan planet di dalam Tata Surya :
a. Berevolusi (beredar mengelilingi titik pusat gravitasi, dalam hal ini matahari) dan berotasi
(bergasing mengelilingi pusat masa planet sendiri). Keduanya bergerak searah berlawanan
dengan jarum jam jika dilihat dari kutub utara. Aturan ini hampir tidak kecualinya diikuti denga
patuh, kecuali oleh beberapa satelit.
b. Bentuk lapisan planet mengelilingi matahari ataupun satelit mengelilingi planet hampir
menyerupai lingkatan. Yang mengingkari hukum ini ialah Merkurius dan Pluto yang masing-
masing mempunyai keeksentrikan 0,206 dan 0,247.
c. Selain lintasannya yang sepusat (konsentris) semua lintasan tersebut terdapat pada bidang
edar yang satu dengan lainnya hampir berhimpitan.
D. Bagian-Bagian Tata Surya
1. Matahari
Matahari merupakan Tata Surya yang paling besar, dimana 89% massa Tata Surya terkumpul
pada matahari. Matahari merupakan pusat sumber tenaga di lingkungan Tata Surya, matahari
terdiri dari inti dan tiga lapisan kulit : fotosfer, chromosfer dan corona. Pada pusat matahari
suhunya mencapai jutaan derajat celcius dan tekanannya ratusan juta atmosfer.Kulit fotosfer
suhunya + 60000oC dan memancarkan hampir semua cahaya.

Matahari sangat penting bagi kehidupan di muka bumi karena :

Merupakan sumber energi (sinar panas). Energi yang terkandung dalam batubara dan
minyak bumi sebenarnya juga berasal dari matahari.
mengontrol stabilitas peredaran bumi yang juga berarti mengontrol terjadinya siang dan
malam, bulan, tahun serta mengontrol peredaran planet lain.
Dengan mempelajari matahari yang merupakan bintang yang terdekat, berarti mempelajari
bintang-bintang lain.

2. Planet Merkurius
Merupakan planet terkecil dan terdekat dengan matahari. Merkurius tidak mempunyai satelit atau
bulan, dan tidak mempunyai hawa. Planet ini mengandung albedo, yaitu perbandingan antara
cahaya yang dipantulkan dengan yang diterima dari matahari sebesar 0,07. Ini berarti 0,93 atau
93% cahaya yang berasal dari matahari diserap. Garis tengahnya 4500 km. Diperkirakan tidak
ada kehidupan di Merkurius. Merkurius mengadakan rotasi dalam waktu 58,6 hari dan
mengelilingi matahari dalam waktu 88 hari.

3. Planet Venus
Venus menempati urutan kedua terdekat dengan matahari, dikenal dengan Bintang Kejora yang
bersinar terang pada waktu sore dan pagi hari. Mempunyai albedo 0,8 atau 20% cahaya matahari
yang datang diserap. Planet ini diliputi awan tebal (atmosfer) yang mungkin terjadi dari karbon
dioksida tetapi tidak mengandung uap air dan oksigen. Planet ini tidak mempunyai satelit. Venus
bergaris tengah 12.320 km, Rotasi venus+ 247 hari dan berevolusi (mengelilingi matahari)
selama 225 hari.

4. Planet Bumi
Bumi menempati urutan ketiga terdekat dengan matahari dan bergaris tengah 12.640 km. Jarak
bumi dan matahari 149 juta km. Bumi mengalami rotasi 24 jam, bumi mempunyai atmosfer dan
mempunyai sebuah satelit yaitu bulan. Bumi mengadakan revolusi selama 365 hari. Massa
jenis bumi rata-rata + 5,52.

Gerak Rotasi Bumi


Pepatan bumi besarnya 1/300 hingga dapatlah dianggap bumi memiliki bentuk bola.Titik
pusatnya berimpit dengan titik pusat bola langit. Para sarjana dari Yunani seperti Pythagoras,
Philolaus, Herakleitos dan Kopernikus dari Polandia mengemukakan bahwa bola langit tetap
tinggal diam sedang bumi berputar pada sumbunya dari barat ketimur dan disebut rotasi yang
arahnya sama dengan arah revolusi.

Akibat Rotasi Bumi


Gerak semu harian dari matahari yang seakan-akan matahari, bulan, bintang-bintang dan
benda-benda langit lainnya terbit dari Timur dan terbenam di barat.
Pergantian siang dan malam, di mana separuh dari bola bumi menerima sinar matahari
(siang), sedang separuh bola lainnya mengalami kegelapan (malam).
Penyerongan/penyimpangan arah angin, arus laut, yang dapat diterangkan dengan hukum
Buys Ballot. Arus-arus hawa (angin) tidak begerak lurus dari daerah maksimum ke daerah
minimum, tetapi membias ke kanan bagi belah bulatan utara dan membias ke kiri bagi belah
bulatan selatan.
Penggelembungan di katulistiwa serta pemepatan di kutub bumi.
Timbulnya gaya sentrifugal yang menyebabkan pemepatan bumi tersebut serta
pengurangan gaya tarik hingga arah vertikal tidak tepat menuju ke titik pusat bumi, terkecuali di
katulistiwa dan di kutub.
Adanya dua kali air pasang naik dan pasang surut dalam sehari semalam.
Perbedaan waktu antara tempat-tempat yang berbeda derajat busurnya.
Gerak Revolusi Bumi
Berkat penyelidikan para sarjana : Galileo Galilei, Tycho Brahe dan Keppler maka susunan alam
secara Heliosentris dari Kopernikus diakui keunggulannya. Dalam susunan ini bumi berevolusi
mengelilingi matahari dalam satu kali revolusi selama 1 tahun. Akibat dari revolusi bumi :

Pergantian 4 musim yakni di sebelah utara garis balik utara (23 LU)

Perubahan lamanya siang dan malam.

Terlihatnya rasi (konstelasi) bintang yang beredar dari bulan ke bulan. Lintasan bumi
dalam revolusinya terhadap matahari disebut orbit. Menurut hukum Keppler pertama, maka
orbit-orbit setiap planet memiliki bentuk bangun elips.

Gaya Gravitasi Terrestrial dari Bumi


Bumi mempunyai gaya gerak atau gaya berat. Gaya tarik bumi ini dinamakan gara gravitasi
terrestrial bumi. Benda di bumi memiliki bobot karena pengaruh gaya gravitasi bumi.

Waktu
Waktu 24 jam dalam sehari semalam adalah berdasarkan gerak semu matahari dalam membuat
satu revolusi lengkap. Bagi tujuan sehari-hari maka kita menggunakan waktu solar.Bagi
keperluan tujuan astronomi atau perjalanan antar planet maka digunakan waktu sideris yang 4
menit lebih awal dari waktu solar.

5. Planet Mars
Jarak planet Mars dengan matahari 226,48 juta km. Garis tengahnya 6272 km dan revolusinya
1,9 tahun, rotasinya 24 jam 37 menit. Berdasarkan data yang dikirimkan oleh satelit Mariner IV
di Mars tidak ada oksigen, hampir tidak ada air, sedangkan kutub es yang diperkirakan
mengandung banyak air itu tak lebih merupakan lapisan salju yang sangat tipis.Mars mempunyai
2 satelit/bulan yaitu phobus dan daimus.

6. Planet Yupiter
Merupakan planet terbesar bergaris tengah 138.560 km dengan rotasinya 10 jam dan mempunyai
kurang lebih 14 satelit. Berdasarkan analisis spektroskopis yupiter mengandung gas metana dan
amoniak banyak, serta mengandung gas hidrogen, albedonya 0,44. Massa planet ini hampir 300
kali massa bumi dan gravitasinya 2,6 kali gravitasi bumi.

7. Planet Saturnus
Merupakan planet terbesar setelah Yupiter, bergaris tengah 118.400 km, berotasi 10 jam dan
merupakan planet yang mempunyai cincin sabuk raksasa. Mempunyai massa jenis 0,75 g/cm2,
sehingga terapung diair. Planet ini berupa gas yang terdiri dari metana dan amoniak dengan suhu
rata-rata 103oC.Saturnus mempunyai 10 satelit dan diantaranya yang terbesar disebut Titan.

8. Planet Uranus
Jarak Uranus ke matahari 2860 juta km dan berevolusi dalam waktu 84 tahun, rotasinya 10 jam
47 detik dan arah geraknya berbeda dengan yang lainnya yaitu dari timur ke barat.Uranus
bergaris tengah 50.560 km. Berdasarkan pengamatan pesawat Voyager pada Januari 1986
Uranus memiliki 14 satelit.

9. Planet Neptunus
Jaraknya dengan matahari 4470 juta km, mengelilingi matahari dalam 165 tahun sekali
putar.Mempunyai 2 satelit, satu diantaranya disebut Triton yang bergerak berlawanan arah
dengan gerak rotasi Neptunus.

E. Benda-Benda Lain dalam Tata Surya


Planetoida/Asteroida
Pada tahun 1801, Piazzi astronom dari Italia menemukan benda langit yang berdiameter + 900
km beredar mengelilingi matahari pada jarak antara Mars dan Yupiter yang berjumlah + 2.000
buah. Benda-benda langit itu disebut Planetoida. Pada tahun 1801 astronom Italia, Piazzi
menemukan asteroid Ceres yang bergaris tengah 750 kilometer.
Komet/Bintang Berekor
Merupakan kumpulan bungkah-bungkah batu yang diselubungi oleh kabut asap yang
berdiameter + 100.00 km (termasuk selubung gas) dan diamter intinya yang berupa bungkah-
bungkah batu berkisah 10-20 km.

Cahaya matahari yang mengenai komet sebagian dipantulkan, sedang lainnya berupa sinar ultra
violet akan terjadi eksitasi pada gas yang menyelubungi komet. Akibat eksitasi ini akan terjadi
resonansi atau fluorescensi dan gas yang berpendar memancarkan cahaya.

Meteor/Bintang Beralih
Merupakan batu-batu kecil yang berdiameter antara 0,2 0,5 mm dan massanya < 1 gram.
Merupakan semacam debu angkasa yang bergerak dengan kecepatan rata-rata 60 km/detik.Jika
oleh sesuatu sebab meteor masuk atmosfer bumi, karena gesekan dengan atmosfer akan timbul
panas dan nampak berpijar. Gerak meteor yang pijar ini biasanya disebut bintang beralih. Jika
meteor akan nampak memasuki atmosfer bumi karena suhunya yang tinggi meteor itu akan
hancur sampai kepermukaan bumi.

Meteor yang sampai ke permukaan bmi disebut meteroid yang massanya + 10.000 ton pernah
jatuh di permukaan bumi yang menimbulkan kawah meteor di Arizona dan Siberia.Meteorid
tersebut mengandung besi dan nikel.

Satelit
Merupakan pengiring planet yang bersama-sama mengelilingi matahari. Satelit bumi yaitu bulan.
Bulan merupakan satu-satunya satelit bumi yang berotasi dalam 1 hari dan berevolusi satu bulan.
Jarak bumi dan bulan + 384.403 km. Perbandingan antara bumi dan bulan sebagai berikut :

Massa bulan = 1/10 massa bumi.

Diameter bulan = Diameter Bumi = 3000 km

Gravitasi bulan = 1/6 gravitasi bumi

Permukaan bulan penuh dengan kawah-kawah dan gunung-gunung. Dipermukaan bulan tidak
ada hawa mengakibatkan :

Suhu berubah sangat cepat, suhu tertinggi 100oC dan terendah -173oC.

Bunyi tidak dapat merambat sehingga sangat sunyi.


Langit tampak kelam

Tidak ada peredaran air, sehingga kering kerontang.

KESIMPULAN
Alam semesta merupakan suatu kumpulan dari makromos dan mikromos. Sedangkan
galaksi adalah sebuah sistem yang terikat oleh gaya gravitasi yang terdiri atas bintang (dengan
segala bentuk manifestasinya, antara lain bintang neutron dan lubang hitam), gas dan debu
kosmik medium antarbintang.
Tata Surya adalah gugusan kecil dari benda-benda langit dan satu bintang. Tata Surya
adalah bagian kecil dari galaksi. Tata Surya kita terdiri dari matahari dan planet dan benda-benda
langit lainya.

Teori terbentuknya alam semesta ada 2 yaitu Teori Keadaan Tetap dan Teori Dentuman
Besar atau teori Big-Bang. Dan teori terbentuknya Tata Surya dan galaksi ada 5,yaitu Hipotesis
Nebular, Hipotesis Planettesimal, Teori Tidal atau Teori Pasang Surut, Teori Awan Debu dan
Teori Bintang Kembar.

Sistem Tata Surya terdiri dari dua yaitu planet kecil dan planet raksasa. Planet kecil
terdiri dari Merkurus, Venus, Bumi dan Mars. Sedangkan Planet Raksasa terdiri dari Jupiter,
Saturnus, Uranus dan Neptunus yang lintasanya jauh dari matahari.

Bagian-bagian Tata Surya ada Matahari, Planet Merkurius, Planet Venus, Planet Bumi,
Planet Mars, Planet Yupiter, Planet Saturnus, Planet Uranus, Planet Neptunus, Planetoida atau
Asteroida, Komet, Meteor, dan Satelit.

DAFTAR PUSTAKA
Sukardjo, JS, dkk. 2005. Ilmu Kealaman Dasar. Surakarta: UNS Press

Maskoeri Jasin,Drs, (1986), Ilmu Alamiah Dasar, PT. Gramedia, Jakarta.

Abdullah Aly,Drs, Eny Rahma,Ir, Ilmu Alamaih Dasar,Jakarta.

Herabudin,Drs, (2010), Ilmu Alamiah Dasar, CV Pustaka Setia, Banung.

http:// edukasi.kompasiana.com/2012/01/10/teori-terbentuknya-alam-semesta-tata-surya-dan-
bumi/

http://erabaru.net/iptek/55-iptek/11077-bagaimana-galaksi-terbentuk

Diposkan oleh FKIP SEJARAH UNIV.PGRI PALEMBANG di 09.02


Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Berbagi ke Twitter Berbagi ke Facebook