Anda di halaman 1dari 11

I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Wilayah Indonesia merupakan negara yang kaya akan
keanekaragaman sumber daya hati baik yang terdapat di darat, laut
maupun udara. Keanekaragaman flora dan fauna tersebut mendorong
pada peneliti dan pecinta alam datang ke Indonesia untuk meneliti
flora dan fauna. Banyak juga terdapat mahasiswa yang melakukan
pengamatan akan keanekaragaman flora tersebut, dengan
menggunakan metode porposive sampling.
Metode yang digunakan adalah metode purposive sampling dan
metode kuadran dengan menarik garis transik menggunakan tali.
Metode purposive sampling yaitu pengambilan data secara sengaja.
Metode purposive sampling disebut judgemental sampling yaitu
pengambilan sample berdasarkan penilaian. Sedangkan metode
kuadran dengan menarik garis transik menggunakan tali untuk
membuat petak.
Vegetasi merupakan kumpulan tumbuhan-tumbuhan biasanya
terdiri dari beberapa jenis yang hidup bersama-sama pada suatu
tempat. Dalam mekanisme kehidupan bersama tersebut terdapat
interaksi yang erat baik diantara sesama individu penyusun vegetasi
itu sendiri maupun dengan organism lainnya sehingga merupakan
suatu system yang hidup dan tumbuh serta dinamis.

1
Analisa vegetasi adalah cara mempelajari susunan (komponen
jenis) dan bentuk (struktur) vegetasi atau masyarakat tumbuh-
tumbuhan. Hutan merupakan komponen habitat terpenting bagi
kehidupan oleh karenanya kondisi masyarakat tumbuhan di dalam
hutan baik komposisi jenis tumbuhan, dominansi spesies, kerapatan
maupun keadaan penutupan tajuknya perlu diukur. Selain itu dalam
suatu ekologi hutan satuan yang akan diselidiki adalah suatu tegakan,
yang merupakan asosiasi konkrit.
1.2. Tujuan dan Manfaat
Tujuan dari praktikum ini adalah untuk mengetahui penyebaran
berbagai jenis tanaman yang terdapat di daerah daratan maupun di
daerah pesisir pantai. Dan manfaat praktikum ini adalah diharapkan
menjadi sebuah studi refensi bagi para pembaca.

2
II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Penyebaran Tumbuhan dan Daerah Persebarannya


Dunia tumbuhan selalu mengalami proses perubahan,
perkembangan dan penyebaran. Perubahan, perkembangan dan
penyebaran tumbuhan di muka bumi ini seirama dengan perubahan
dan perkembangan faktor intern dan ekstern. Faktor-faktor biologik
sebagai faktor dalam (intern) meliputi perkawinan silang, mutasi, dan
modifikasi genetika dari tumbuhan tersebut Faktor geografik sebagai
faktor loaf (ekstern) meliputi perubahan iklim, tanah, aktivitas vulkan,
dan kerak bumi. Secara garis besar penyebaran tumbuhan di muka
bumi ini dapat digolongkan menjadi 8 kelompok yaitu berdaun lebar
hijau sepanjang tahun, berdaun lebar disertai masa gugur daun,
berdaun jarum hijau sepanjang tahun, rerumputan, bangsa lumut,
campuran tumbuhan berdaun lebar dan jarum hijau sepanjang tahun,
berdaun jarum mengalami musim gugur, dan campuran tumbuhan
berdaun lebar hijau sepanjang tahun dan masa gugur daun.
Flora di Indonesia sangatlah banyak. Hal ini pasti dipengaruhi
oleh berbagai faktor yang mendukung persebaran tersebut.
Diantaranya adalah tinggi rendah dari permukaan laut, jenis tanah,
jenis hutan, iklim, pengaruh manusia, keadaan air dan lain-lain.
Berikut ini adalah pembagian wilayah persebaran flora di Indonesia :

3
Flora daerah Indonesia bagian barat memiliki banyak kesamaan
dengan Benua Asia, karena daerah ini pernah bersatu dengan daratan
Asia, sehingga disebut sebagaiflora asiatis. Flora Indonesia bagian
barat terdiri dari :
1. Hutan hujan tropik yang ditandai oleh rimba belantara dengan
tumbuhan yang beraneka ragam. Hutan hujan tropik yang masih
lengkap memiliki ciri ciri berdaun lebar, pohon tinggi besar,
belukar belukar tropik, serta cendawan. Wilayah ini terdapat di
Sumatra, Jawa dan Kalimantan.
2. Hutan musim yang merupakan daerah yang ditumbuhi flora yang
menggugurkan daunnya di musim kemarau. Wilayah ini terdapat
di wilayah utara Jawa.
3. Hutan bakau yang merupakan daerah yang terdiri dari flora khas
pantai, seperti rumbia, nipah dan bakau.
4. Sabana tropik yang merupakan padang rumput yang diselingi
pohon tegakan tinggi. Sabana tropik ini dapat ditemui di Gayo,
wilayah timur Jawa Timur, dan Bali.
Wilayah ini memiliki berbagai jenis vegetasi, antara lain :
1. Sabana tropik yang berada di Nusa Tenggara Barat.
2. Steppa yang merupakan padang rumput yang diselingi pohon
tegakan tinggi. Steppa banyak terdapat di Nusa Tenggara Timur.
3. Hutan bakau yang terdiri dari nipah dan bakau.
4. Hutan pegunungan yang terdiri dari cemara dan pinus.

4
Wilayah ini memiliki berbagai flora yang disebut sebagai flora
Asustralis, karena kesamaan flora antara wilayah Indonesia bagian
timur dengan Australia. Kesamaan tersebut karena daratan ini pernah
bersatu dengan daratan Australia. Flora bagian timur ini banyak
terdapat di Papua. Jenis vegetasinya adalah hutan hujan tropik, hutan
pegunungan, dll
Persebaran flora di Indonesia terbentuk karena adanya peristiwa
geologis yang terjadi pada jutaan tahun yang lalu, yaitu pada masa
pencairan es (zaman glasial). Pada saat itu terjadi pencairan es secara
besar-besaran yang menyebabkan naiknya permukaan air laut di bumi,
hal ini menyebabkan beberapa wilayah yang dangkal kemudian
menjadi tenggelam oleh air laut dan membentuk wilayah perairan
yang baru.
Beberapa wilayah perairan baru di sekitar Indonesia yang
terbentuk pada masa berakhirnya zaman glasial itu adalah Laut Jawa
yang terdapat di daerah Dangkalan Sunda dan Laut Arafuru yang
terdapat di daerah Dangkalan Sahul. Terbentuknya perairan baru di
daerah dangkalan tersebut menyebakan flora yang semula dapat
dengan bebas bermigrasi akhirnya terhambat oleh perubahan kondisi
geologis. Jenis tumbuhan yang tersebar di wilayah Indonesia meliputi
hutan tropis, hutan musim, hutan pegunungan, hutan bakau dan
sabana tropis. Persebaran flora di wilayah Indonesia itu sendiri terbagi
ke dalam 4 kelompok besar wilayah flora Indonesia, yaitu :

5
1. Wilayah Flora Sumatra-Kalimantan
Tersebar di pulau Sumatra dan Kalimantan serta pulau-pulau kecil
di sekitarnya (Nias, Enggano, Bangka, Belitung, Kep. Riau, Natuna,
Batam, Buton dll). Contoh flora khas yang tumbuh adalah Bunga
Bangkai (Raflesia Arnoldi)
2. Wilayah Flora Jawa-bali
Tersebar di pulau Jawa, Madura, Bali dan kepulauan-kepulauan
kecil disekitarnya (Kepulauan Seribu, Kep. Karimunjawa). Contoh
flora khas yang tumbuh adalah pohonBurohal (Kepel)
3. Wilayah Flora Kepulauan Wallacea
Tersebar di pulau Sulawesi, Timor, Kepulauan Maluku dan Nusa
Tenggara. Contoh flora yang tumbuh adalah pohon Sagu
4. Wilayah Flora Papua
Meliputi wilayah pulau Papua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
Contoh Flora Khas tumbuh adalah Eucalyptus, sama dengan jenis
tumbuhan yang tumbuh di daerah Queensland Australia Utara.
Apabila dilihat melalui ruang lingkup dunia maka persebaran
tumbuhan dibagi menjadi beberapa wilayah penyebaran, yaitu:
1. Wilayah Ethiopian
Wilayah persebarannya meliputi benua Afrika, dari sebelah
Selatan Gurun Sahara, Madagaskar dan Selatan Saudi Arabia.
Tumbuhan yang khas dari daerah ini meliputi kaktus.
2. Wilayah Paleartik

6
Wilayah persebarannya sangat luas meliputi hampir seluruh benua
Eropa, Uni Sovyet, daerah dekat Kutub Utara sampai Pegunungan
Himalaya, Kepulauan Inggris di Eropa Barat sampai Jepang, Selat
Bering di pantai Pasifik, dan benua Afrika paling Utara. Kondisi
lingkungan wilayah ini bervariasi, baik perbedaan suhu, curah hujan
maupun kondisi permukaan tanahnya, menyebabkan jenis floranya
juga bervariasi, seperti bunga sakura dari Jepang.
3. Wilayah Nearktik
Wilayah persebarannya meliputi kawasan Amerika Serikat,
Amerika Utara dekat Kutub Utara, dan Greenland. Flora yang yang
khas meliputi tumbuhan pada daerah-daerah dingin seperti cemara
yang biasa tumbuh di daerah bersalju.
4. Wilayah Neotropikal
Wilayah persebarannya meliputi Amerika Tengah, Amerika
.Selatan, dan sebagian besar Meksiko. Iklim di wilayah ini sebagian
besar beriklim tropik dan bagian Selatan beriklim sedang. Misalnya:
Pohon eboni.
5. Wilayah Oriental
Untuk daerah oriental, daerah penyebaran biotiknya meliputi
daerah Asia bagian selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka,
Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalirnantan, Sulawesi, dan
Filipina. Flora yang ada misalnya: Bunga Bangkai

7
III. METODE PRAKTIKUM
3.1. Tempat dan Waktu

Praktikum analisis Tingkat Kerapatan vegetasi dengan metode


kuadran dengan mengunakan teknik tarik garis transek ini dilakukan
dilokasi hutan rakyat kelurahan sasa pada hari sabtu tanggal 27
Februari 2016, pada pukul 09.00 sampai 17.00 WIT.

3.2. Alat dan Bahan

Alat yang diperlukan pada saat praktikum ini yaitu meteran,


patok dari kayu atau bambu, tali plastic, amplop dan alat tulis menulis

8
lainnya. Sedangkan bahan yang di gunakan yaitu berbagai macam
vegetasi yang terdapat di area hutan rakyat.

3.3. Metode praktikum

Metode yang digunakan yaitu metodePurposive Sampling dan


metode titik pusat kuarter dengan mengukur diameter batang pohon
terdekat dengan pengamtan titik pusat terdekat, Metode ini adalah
pengambilan data secara sengaja. Tumbuhan yang diukur tidak hanya
pohon, tetapi juga tiang, pancang, dan semai.

3.4. Prosedur kerja

1. Melakukan Garis trensek tersebut sepanjang 20x20 kemudian


ditentukan titik pusat pengamatan tiap jarak yang kemudian
ditentukan.
2. Sehingga dapat di amati pada bagaian plot 20x20 yang diamati
vegetasi tingkat pohon, 10x10 pada tingkat tiang, 5x5 pada tingkat
pancang dan 2x2yang di amati pada jenis vegetasi tingkat semai.
3. Setelah mengamati vegetasi dari tiap-tiap plot, lalukemudian
menghitung jumlah cabang
sekunder dan tinggi pada suatu pohon.
4. menghitung Jarak pohon dan diameter pohon tersebut berdasarkan
keliling pohon yang
diukur setinggi dada manusia.

9
3.5 Teknik Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan pada praktikum kali ini


adalah setelah data di peroleh kemudian data tersebut dianalisis
menggunakan metode tabulasi deskripsi, dimana data yang di dapat
akan di hitung dan dimasukan kedalam table umtuk di deskripsikan.

DAFTAR PUSTAKA

Sugiama, A. Gima (2013), Manajemen Aset Pariwiasata : Pelayanan


Berkualitas agar Wisatawan Puas dan Loyal, Guardaya Intimarta,
Bandung.
http://dumida.wordpress.com/bab-2/ (Dibuka pada Sabtu, 20
September 2014, pukul 20.51 WIB)
http://www.bkn.go.id/wp-content/uploads/2014/06/PERATURAN-
PEMERINTAH-REPUBLIK-INDONESIA-NOMOR-27-
TAHUN-2014.pdf (Tentang Pengelolaan Barang Milik Negara /
Daerah )(Diunduh pada Selasa, 18 September 2014, pukul 13.25)
http://krjogja.com/read/228033/jangan-lupa-kembalikan-
inventarisasi.kr(Diunduhpada Jumat 12 September 2014, pukul
20.33 WIB)
http://juliusthh07.blogspot.com/2010/02/pengukuran-lbds-dan-
volume-pohon.html#ixzz1f9tNv1qi
10
11