Anda di halaman 1dari 18

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
Jln. Majapahit No. 62 Mataram Telp. 0370-636126

TUGAS REKAYASA BAHAN KONSTRUKSI SIPIL

MAKALAH BATU BATA

Oleh:

ANGGIET RORO SAKAPAKERTI


F1A 016 017

TEKNIK SIPIL
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2017

i
KATA PENGANTAR

Saya ucapkan syukur kehadirat Allah SWT atas selesainya makalah Batu Bata ini.
Berkat karunia, ridho dan hidayah-NYA penulisan makalah ini bisa selesai tepat pada
waktunya.

Saya ucapkan terima kasih kepada Ibu Teti Handayani, S.T, M.T. selaku dosen mata
kuliah Rekaya Bahan Konstruksi Sipil yang telah membantu dan mengajarkan materi ini
sebelumnya, sehingga makalah ini bisa saya selesaikan.

Saya menyadari makalah ini jauh dari kata sempurna, oleh karena itu saran dan kritik
dari semua pihak yang bersifat membangun khususnya teman-teman menjadi harapan bagi
saya untuk memperbaiki makalah ini.

Semoga apa yang telah kita lakukan mendapat Berkah dari Allah SWT, serta
bermanfaat bagi para pembaca sebagai jembatan ilmu pengetahuan, Aamiin.

Penulis,

September 2017

i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar .................................................................................................................... i

Daftar Isi ............................................................................................................................. ii

BAB I: PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang .............................................................................................................. 1

1.2 Tujuan ........................................................................................................................... 2

1.3 Rumusan Masalah ......................................................................................................... 2

BAB II: ISI

2.1 Sifat Fisis dan Mekanis Batu Bata ................................................................................ 3

2.2 Cara Pembuatan Batu Bata ........................................................................................... 6

2.3 Penggunaan Batu Bata .................................................................................................. 11

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Batu Bata .......................................................................... 12

BAB III: PENUTUP

3.1 Kesimpulan ................................................................................................................... 14

DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................... 15

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Batu bata adalah salah satu bahan material yang memiliki kegunaan sebagai bahan
bangunan. Biasanya, batu bata digunakan untuk bahan material pembuat dinding. Batu
bata dibuat dengan cara membakar tanah liat hingga berwarna kemerah-merahan.

Ditemukannya batu bata tak lepas dari sejarah penemuan batu bata itu sendiri. Sekitar
pada 8000 SM, orang-orang Mesopotamia menemukan bahwa ternyata tanah liat dapat
dibentuk. Untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal, mereka menjemur tanah liat
tersebut untuk digunakan sebagai bahan material pembuatan bangunan. Beberapa
bangunan di Yunani menggunakan batu bata yang dijemur sebagai material pembuatan
bangunan tersebut. Contohnya adalah Menara Babel. Namun, bentuk bata dari zaman ke
zaman tidaklah sama. Bentuk batu bata yang berbeda ini dikarenakan spesifikasi batu
bata yang berbeda. Cara pembuatan yang terus berkembang tentu menjadikan batu bata
dari zaman ke zaman memiliki bentuk yang berbeda. Misalnya, pada zaman dahulu batu
bata berukuran besar dan beratnya bisa lebih dari 1 kilogram. Namun, dengan adanya
teknologi bentuk batu bata menjadi lebih kecil sehingga praktis digunakan.

Penggunaan batu bata sebagai bahan pembuatan dinding sudah dilakukan sejak zaman
dahulu. Bahan baku batu bata yaitu tanah liat yang mudah ditemui menjadi alasan yang
tepat mengapa batu bata menjadi pilihan dalam material penyusun dinding sebuah
bangunan. Selain itu, batu bata memiliki harga yang relatif murah tetapi cukup kokoh
untuk dijadikan sebagai bahan bangunan. Sehingga dari segi ekonomi, batu bata menjadi
material yang praktis dan ekonomis.

Disamping itu, penggunaan batu bata juga diminati karena memberikan kesan yang
indah dari segi estetika. Rumah-rumah di Eropa biasanya memanfaatkan motif susunan
batu bata sebagai penambah sisi estetika dari rumah tersebut. Selain terlihat indah,
penggunaan batu bata sebagai dinding sebuah rumah dinilai akan memberikan kesan
rumah yang adem dan nyaman untuk dihuni.

1
Berbicara tentang batu bata tentu tidak lengkap jika tidak adanya sebuah makalah
yang menyediakan informasi-informasi mengenai batu bata sebagai bahan material
penyusun dinding. Oleh karena itu, penulis berusaha memberikan beberapa informasi
mengenai batu bata sehingga memberika wawasan serta pengetahuan tentang batu bata
itu sendiri.

1.2 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini agar dapat memberikan wawasan dan pengetahuan
mengenai:
1. Sifat fisik dan mekanik batu bata
2. Cara pembuatan batu bata
3. Penggunaan batu bata
4. Keunggulan batu bata
1.3 Rumusan Masalah
Rumusan masalah diperlukan agar pokok bahasan dalam suatu makalah dapat dibahas
secara terperinci dan mendalam. Maka dari itu, rumusan masalah sangat diperlukan
dalam suatu makalah. Dengan adanya rumusan masalah, penulis mampu memberikan
informasi secara mendetail tentang suatu topik. Adapun rumusan masalah dari makalah
ini adalah sebagai berikut:
a. Bagaimana sifat fisis dan sifat mekanis dari batu bata?
b. Bagaimana cara pembuatan batu bata?
c. Bagaimana penggunaan batu bata dan menentukan kualitas batu bata yang baik?
d. Apa kelebihan dan kekurangan batu bata?

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Sifat Fisik dan Mekanik Batu Bata

Menurut SNI 15-2094-2000, batu bata merupakan suatu unsur bangunan yang
bertujuan untuk pembuatan konstruksi sebuah bangunan, dimana batu bata dibuat dengan
menggunakan tanah dengan campuran atau tanpa adanya campuran dari material-
material lain.

Batu bata memiliki karakteristik. Oleh karena itu, batu bata tentu memiliki sifat fisis
dan sifat mekanik.

a. Sifat Fisis Batu Bata


Menurut Civil Engineering Materials (2001), sifat fisis batu bata adalah sifat
alamiah pada batu bata tersebut tanpa ada faktor-faktor lain seperti pemberian beban
atau perlakuan apapun. Adapun sifat fisis dari batu bata adalah sebagai berikut:
1. Densitas atau Kerapatan Batu Bata
Densitas merupakan massa atau berat suatu benda dalam satu satuan
volume. Densitas atau kerapatan batu bata yang memenuhi persyaratan untuk
digunakan adalah 1,60 gr/cm3 sampai dengan 2,00 gr/cm3. Adapun persamaan
yang digunakan untuk mengitung densitas atau kerapatan batu bata adalah
sebagai berikut:


D (density) = gr/cm3

2. Dimensi atau Ukuran Batu Bata


Dimensi batu bata yang disyaratkan untuk memenuhi kerapatan dari batu
bata yang tepat adalah batu bata diharuskan memiliki panjang maksimal yaitu
40 cm, lebar kira-kira sebesar 7,50 cm sampai dengan 30 cm, serta tebal sekitar
5 cm sampai dengan 20 cm.
3. Warna Batu Bata
Warna dari batu bata tergantung pada warna bahan dasar tanah yang
digunakan. Selain itu, penambahan bahan-bahan lain juga turut memengaruhi

3
warna batu bata. Waktu dalam proses pembakaran juga menjadi faktor yang
membuat warna dari batu bata tersebut. Namun, warrna batu bata sesuai dengan
standar adalah oranye kecoklatan.
4. Tekstur dan Bentuk Batu Bata
Pada umumnya, bentuk batu bata adalah balok. Batu bata memiliki ukuran
panjang, lebar, dan tebal yang sudah ditetapkan. Batu bata yang memiliki
kualitas baik memiliki tekstur permukaan yang relatif datar namun tak jarang
juga ditemui batu bata yang memiliki permukaan yang sedikit kasar. Batu bata
yang baik memiliki sudut 90 pada setiap sudutnya. Selain itu, jika batu bata
diketuk menghasilkan suara nyaring menandakan bahwa batu bata tersebut
memiliki kualitas yang baik.

b. Sifat Mekanis Batu Bata


Dalam Civil Engineering Materials (2001), dipaparkan bahwa sifat mekanis batu
bata adalah sifat yang terdapat pada batu bata jika mendapatkan perlakuan tertentu
seperti dibebani atau dipengaruhi oleh perlakuan lain. Adapun sifat mekanis batu
bata yaitu:
1. Kuat Tekan Batu Bata
Yang dimaksud dengan kuat tekan batu bata yaitu kekuatan tekan maksimum
yang dimiliki batu bata dalam satu satuan luas permukaan yang dibebani. Kuat
tekan batu bata memiliki standar tetap yang disyaratkan oleh ASTM C 67-03
yaitu sebesar 10,40 MPa. Adapun persamaan yang digunakan untuk menghitung
kuat tekan batu bata yaitu:


C= (lb/in2)

2. Penyerapan Batu Bata


Penyerapan atau absorption merupakan kemampuan maksimum yang
dimiliki batu bata untuk menyerap dan menyimpan air. Standar penyerapan batu
bata yang telah ditetapkan oleh ASTM C 67-03 adalah masing-masing
maksimum 13% dan 17%. Ada tiga persamaan yang digunakan untuk tiga
kondisi dalam penyerapan batu bata, antara lain:

4
a. Cold Water Absorption

100 (Ws Wd)


% penyerapan = (%)
Wd

b. Boiling Water Absorption

100 (Wb Wd)


% penyerapan = (%)
Wd

c. Koefisien Kejenuhan
Koefisien kejenuhan merupakan perbandingan antara cold water
absorption dan boiling water absorption. Adapun persamaannya adalah:

WsWd
Sc = Wb Wd

3. Modulus of Rapture Batu Bata


Modulus of Rapture batu bata atau modulus kegagalan batu bata akibat dari
pemberian beban maksimum. Standar modulus of rapture yang telah ditetapkan
ASTM 67-03 adalah sebesar 3,50 MPa. Dalam menghitung modulus of rapture
dari batu bata dapat digunakan persamaan:

1,50
S= (lb/in2)
bd2

4. Initial Rate of Suction (IRS) Batu Bata


Initial Rate of Suction ialah kemampuan yang dimiliki batu bata dalam
menyerap air pertama kali dalam satu menit pertama. ASTM 67-03
mensyaratkan bahwa initial rate pf suction dari batu bata adalah minimum 30
gram/menit/30 in2. Adapun persamaan yang digunakan dalam menghitung
initial rate of suction batu bata yaitu:

IRS = (ml m2) K

30 30
Adapun K = luas area atau K = luas area

5. Kuat Tekan Pasangan Batu Bata

5
Kuat tekan pasangan batu bata merupakan kemampuan maksimum dari
pekerjaan pasangan batu bata dengan mortar. Adapun standar yang sesuai
dengan prosedur percobaan kuat tekan pasangan batu bata yang telah
disyaratkan oleh ASTM C 1314-03 adalah:

Pu+W
fc = Mpa atau Psi
bh

6. Pemeriksaan Kegagalan Ikatan Pasangan Batu Bata


Pemeriksaan kegagalan ikatan pasangan batu bata merupakan kemampuan
yang dimiliki batu bata dalam menerima beban maksimum dari ikatan antara
batu bata dan mortar. Sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, persamaan
yang dapat digunakan untuk menghitung ikatan pasangan batu bata adalah:

(Pu+0,75Ps)l
R= Mpa atau Psi
bd2

7. Pemeriksaan Kuat Lentur Pasangan Batu Bata


Kemampuan dalam menerima beban lentur maksimum dari ikatan mortar dan
batu bata dapat dihitung dengan rumus:

(Pu+W)l
I= Mpa atau Psi
bd2

8. Pemeriksaan Kuat Geser Pasangan Batu Bata


Pasangan batu bata memiliki kemampuan menerima beban geser maksimum
dari ikatan pasangan batu bata dan mortar. Persamaan yang digunakan yaitu:

(Pu+W)
Mh = Mpa atau Psi
bd22bh

2.2 Cara Pembuatan Batu Bata

Batu bata tentu dibuat dengan cara tertentu dan menggunakan bahan tertentu. Bahan
baku batu bata yang paling umum adalah tanah liat atau lempung. Menurut ahli, ada tiga
tipe lempung yang layak digunakan sebagai bahan pembuat batu bata. Adapun tiga tipe
lempung tersebut adalah:

6
a. Lempung permukaan
Lempung ini biasanya ditemukan diatas permukaan bumi yang berasal dari hasil
tanah sedimentasi alami. Jenis lempung ini memiliki kadar keasaman 10% - 25%
b. Lempung biasa
Lempung biasa merupakan hasil alam yang dapat ditemukan dengan mudah. Namun,
untuk membuat sebuah batu bata, lempung ini harus diberi perlakuan tertentu seperti
memberi tekanan tinggi dan tidak larut dalam air.
c. Lempung tahan api
Lempung ini memiliki tingkat kekuatan yang paling tinggi di antara lempung yang
lain.

Di Indonesia, ada beberapa jenis lempung yang dapat ditemui. Lempung yang baik dan
layak digunakan untuk membuat batu bata antara lain lempung residual, lempung
illuvial, lempung alluvial, dan lempung rawa. Keempat jenis lempung tersebut memiliki
karateristiknya masing-masing sehingga akan menghasilkan kualitas batu bata yang
berbeda pula. Namun, pada umumnya jenis lempung yang biasa digunakan oleh para
pembuat batu bata di Indonesia adalah lempung illuvial.

Bahan yang digunakan dalam proses pembuatan batu bata adalah tanah liat, abu, sekam
padi, air, batu kerikil. Sedangkann alat yang diperlukan adalah cangkul, ember, cetakan
batu bata, tungku pembakaran, dan kayu bakar. Sebelum menjadi batu bata yang siap
digunakan sebagai bahan bangunan, tentu saja dilakukan beberapa tahapan agar bisa
menghasilkan batu bata yang berkualitas dan layak digunakan. Adapun tahapan-tahapan
dalam membuat batu bata adalah sebagai berikut:

1. Siapkan tanah liat atau lempung sebagai bahan baku pembuatan bata merah. Untuk
membuat batu bata yang baik tentu harus diperhatikan jenis lempung yang
digunakan. Karateristik lempung yang baik untuk dijadikan bahan sebagai pembuat
tanah liat adalah bersih, berwarna merah, bebas pasir, dan teksturnya liat.

7
2. Tanah liat kemudian direndam di dalam lubang tanah yang telah diisi dengan air
selama kurang lebih 15 jam. Perendaman ini bertujuan untuk membuat tanah liat
berubah wujud menjadi pasta sehingga mudah untuk dicetak.
3. Kemudian, tanah liat digiling sampai tekstur tanah liat menjadi lunak. Ini dilakukan
dengan cara membolak-balikannya menggunakan cangkul. Namun, dalam tahap ini
harus dilakukan dengan hati-hati agar tanah liat tidak terlalu lembek karena akan
susah untuk dicetak.

4. Pindahkan tanah liat yang sudah dirasa cukup halus ke area pencetakan. Sebelum
memindahkan, beri abu sekam secukupnya ke dalam adukan tanah liat tadi sehingga
tidak lengket dengan cetakan.

8
5. Taruh cetakan batu bata di atas bidang yang permukaannya rata. Setelah itu,
masukkan adukan lumpur tanah liat ke dalam cetakan. Agar memenuhi seluruh
volume cetakan, tekan secara perlahan. Lalu, angkat cetakan secara perlahan. Dalam
tahap ini, menghasilkan batu bata yang masih mentah.

6. Pindahkan batu bata mentah ke tempat pengeringan. Usahakan agar tidak terkena
terik matahari secara langsung, karena proses pengeringan batu bata dilakukan
dengan mengangin-anginkannya selama 2 3 hari.
7. Setelah tekstur bata mentah itu dirasa cukup kering, maka tahap selanjutnya adalah
proses pembakaran. Proses pembakaran ini merupakan tahapan yang sangat penting
karena dapat menentukan dari kualitas batu bata yang akan diproduksi.

9
8. Proses pembakaran dimulai dengan menyusun batu bata mentah tadi di dalam
tungku pembakaran. Tutup seluruh celah dengan sekam padi dan batu kerikil.

9. Nyalakan api dari tungku tersebut, kemudian lakukan proses pembakaran dengan
rentang waktu menyesuaikan kapasitan bahan baku sampai batu bata matang.
Misalnya untuk membakar 50.000 buah bata maka dibutuhkan waktu selama 6 hari.
10. Jika sudah terlihat asap jernih atau udara yang membara dari susunan batu bata
paling atas, maka menandakan bahwa batu bata sudah matang. Namun, sebelum
mengeluarkan batu bata dari tungku, haruslah ditaburkan sekam padi ke susunan
batu bata tersebut lalu biarkan selama 24 jam sampai mendingin.

10
11. Setelah 24 jam dan batu bata sudah dingin, maka batu bata dapat dikeluarkan dari
tungku pembakaran. Susunlah batu bata dengan rapi dan hati-hati sehingga batu bata
tetap memiliki bentuk dan kualitas yang bagus.

2.3 Penggunaan Batu Bata

Pada dasarnya, batu bata digunakan sebagai bahan konstruksi bangunan dan berfungsi
sebagai penyusun dinding sebuah bangunan. Pemanfaatan batu bata pada dinding dapat
digunakan pada dua macam desain, yaitu bata bata dengan finishing plesteran dan batu
bata yang dipasang dengan sistem ekspos. Pada batu bata finishing plesteran, batu bata
diplester sedemikian rupa sehingga tidak terlihat lagi motif batu batanya. Sedangkan

11
pada batu bata yang dipasang dengan sistem ekspos, tidak dilakukan finishing dengan
plesteran, karena tujuannya adalah menonjolkan sisi estetika dari motif batu bata tersebut

Penggunaan batu bata sebagai material penyusun dinding sudah dilakukan sejak
zaman dahulu. Awalnya para orang-orang Yunani menemukan ide untuk menjemur
tanah liat hingga menjadi bahan bangunan yang sekarang kita kenal sebagai batu bata.
Dahulu batu bata digunakan untuk membuat rumah tinggal namun lama-kelamaan
berkembang untuk membuat menara, gedung bertingkat, dan bangunan-bangunan besar
lainnya.

Untuk membuat sebuah bangunan yang kokoh dan tahan gempa, maka diperlukan
kualitas batu bata yang baik pula. Maka dari itu, diperlukan adanya kemampuan dalam
membedakan antara batu bata yang berkualitas baik dan yang tidak. Adapun tips-tips
untuk memilih batu bata yang berkualitas baik antara lain:

1. Pilihlah batu bata dengan ukuran yang seragam. Hal ini bertujuan agar menghasilkan
pasangan bata yang rapi dan rata.
2. Batu bata sebaiknya tidak terlalu basah sehingga akan memaksimalkan pengikatan
antara bata dengan campuran adukan (spesi).
3. Batu bata merah yang bagus akan menghasilkan bunyi yang nyaring saat diketuk.
Selain itu, tidak terlalu berat. Ini berkaitan dengan kandungan air di dalamnya.
4. Batu bata yang baik memiliki permukaan rata, setiap ujungnya rata dan membentuk
sudut 90, dan jumlah rongganya tidak terlalu banyak.
5. Hindari menggunakan batu bata yang retak.
6. Jika ingin membuat dinding dengan sistem ekspos maka pilih batu bata merah yang
berukuran lebih kecil dan permukaan rata agar terlihat rapi dan rapat.
7. Untuk batu bata yang akan difinishing atau diplester maka pilihlah batu bata yang
berukuran cukup besar karena susunannya tidak boleh terlalu rapat, dikarenakan
akan dilapisi dengan campuran adukan (spesi).

2.4 Kelebihan dan Kekurangan Batu Bata

Sebagai bahan konstruksi, tentu saja batu bata memiliki kelebihan dan kekurangannya
tersendiri. Adapun kelebihan dan kekurangan dari batu bata adalah sebagai berikut:

a. Kelebihan

12
1. Batu bata cukup kuat dijadikan sebagai bahan konstruksi bangunan
2. Memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan temperatur udara. Batu bata
akan menyerap panas saat suhu udara tinggi dan menyerap dingin saat suhu
udara rendah.
3. Tahan panas sehingga tidak mudah terbakar
4. Harga relatif murah
5. Mudah didapat
6. Tidak memerlukan perekat khusus
b. Kekurangan
1. Waktu pemasangan lebih lama dibandingkan beton ringan dan bahan dinding
lainnya.
2. Tidak tahan terhadap perubahan suhu yang besar.
3. Kualitas semua bata tidaklah sama dan memiliki ukuran yang identik sama
sehingga agak susah menyusun pasangan bata yang rapi.
4. Jumlah yang terbatas dan sulit untuk didapat dalam jumlah yang banyak
5. Mudah pecah
6. Bata memiliki beban yang cukup besar sehingga berpengaruh terhadap struktur
bangunan
7. Sulit untuk membuat pasangan bata yang rapi sehingga dibutuhkan plesteran
yang agak tebal untuk menghasilkan dinding yang rata.

13
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

a. Batu bata memiliki sifat fisis dan sifat mekanis. Adapun sifat fisis batu bata adalah
densitas/kerapatan batu bata, dimensi/ukuran batu bata, warna batu bata, dan tekstur
dan bentuk batu bata. Sedangkan sifat mekanis batu bata terdiri dari kuat tekan batu
bata, modulus of rapture batu bata, penyerapan batu bata, initial rate of section batu
bata, kuat tekan pasangan batu bata, pemeriksaan kegagalan ikatan pasangan batu
bata, pemeriksaan kuat lentur batu bata, dan pemeriksaan kuat geser pasangan batu
bata.
b. Bahan utama dalam pembuatan batu bata yaitu tanah liat/lempung. Untuk membuat
tanah liat yang baik dilakukan beberapa tahapan antara lain; persiapan bahan mentah
yaitu lempung, bahan tambahan dan air; pembentukan batu bata dan pencetakan;
pengeringan; pembakaran dan pendinginan; penyimpanan.

14
c. Batu bata biasanya digunakan sebagai bahan penyusun dinding. Ada dua penggunaan
batu bata yang paling umum yaitu sistem batu bata dengan proses finishing/diplester
dan sistem batu bata ekspos.
d. Batu bata memiliki kelebihan dan kekurangan. Namun, jika batu bata digunakan
dengan prosedur yang baik dan sesuai maka batu bata dapat menghasilkan suatu
bangunan yang kokoh dan kuat.

DAFTAR PUSTAKA

Arafuru.com (2014, 7 April). Cara Pembuatan Batu Bata Merah secara Manual. Diperoleh 10
September 2017, dari https:/arafuru.com/sipil/cara-pembuatan-batu-bata-merah-
secara-manual.html

Batu Merah Garut (2012, 8 Oktober). Sejarah Batu Bat. Diperoleh 10 September 2017, dari
https:/batamerahgarut.com/sejarah-batu-bata/.html

Nur, Oscar Fitrah. 2008. Jurnal Teknik Sipil: Analisa Sifat Fisis dan Mekanis Batu Bata
Berdasarkan Sumber Lokasi dan Posisi Batu Bata dalam Proses Pembakaran. Padang:
Universitas Andalas.

Somayaji, Shan. 2001. Civil Engineering Materials. Prentice Hall: New Jersey.

15