Anda di halaman 1dari 18

LEMBAR PENGESAHAN

PANDUAN
PELAKSANAAN PROGRAM PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN
GURU KELAS SEKOLAH DASAR BERBASIS KOMUNITAS MELALUI BANTUAN
PEMERINTAH
MODA TATAP MUKA IN-ON-IN POLA 20:30:10
DI GUGUS SAWAHGEDE KECAMATAN CIANJUR KABUAPTEN CIANJUR
PROVINSI JAWA BARAT
TAHUN 2017

Tanda
Nama Jabatan Tgl
Tangan
Kepala Dinas
Pendidikan
Disetujui dan H CECEP SOBANDI, S.H., M.M dan
disahkan oleh NIP. 19630417 198305 1 001 Kebudayaan
Kab. Cianjur

Penangung
H. SUKIRMAN, S.Pd, M.M.Pd jawab
Diverifikasi oleh
NIP. 19650222 198610 1002 Program PKB
Kab Cianjur
Ketua KKG
TETI GUSHARDIYATI, S.Pd. M.M.Pd. Guru Kelas
Direview Oleh
NIP. 19650820 198610 2 001 Gugus
Sawahgede
Panitia Kelas
Hj. PIPIH SOPIAH, S.Pd.I KKG SD
Disiapkan oleh
NIP. 196005201981092003 Gugus
Sawahgede

i
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb.

Puji syukur kepada Allah SWT atas terselesaikannya panduan Pelaksanaan


Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Pembelajar Berbasis
Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola
20:20:20 tahun 2017.

Panduan ini disusun untuk memberikan informasi kepada narasumber, peserta,


dan panitia agar mekanisme kegiatan Pelaksanaan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan
Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20:30:10 terlaksana dengan efektif
dan efisien sesuai tujuan yang diharapkan.
Selamat mengikuti dan berperan aktif dalam kegiatan ini. Semoga Allah SWT
senantiasa meridhoi usaha kita, amin.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Cianjur, ........ 2017


Ketua KKG Guru Kelas
Gugus Sawahgede

TETI GUSHARDIYATI, S.Pd. M.M.Pd.


NIP. 19650820 198610 2 001

ii
DAFTAR ISI

halaman
Lembar Pengesahan ............................................................................. i
Kata Pengantar..................................................................................... ii
Daftar isi ............................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ......................................................... 1
A. Latar Belakang .................................................. 1
B. Landasan Hukum .............................................. 2
C. Tujuan .............................................................. 3
D. Hasil yang Diharapkan ....................................... 4
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN .......................................... 5
A. Waktu dan Tempat ........................................... 5
B. Penyelenggara ................................................... 5
C. Narasumber/Pengajar........................................ 5
D. Sasaran............................................................ 6
E. Struktur Program .............................................. 6
F. Strategi Kegiatan.............................................. 7
G. Skenario Kegiatan ............................................. 7
H. Pembiayaan ...................................................... 9
I. Jadwal Kegiatan ................................................ 9
BAB III PENILAIAN DAN SERTIFIKASI ...................................... 10
BAB IV TATA TERTIB ........................................................... 14
BAB V PENUTUP ................................................................. 15

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan Program
Peningkatan Kompetensi bagi semua guru, baik yang sudah bersertifikat
maupun belum bersertifikat, diawali dengan Uji Kompetensi Guru (UKG)
di seluruh Indonesia sehingga dapat diketahui kondisi objektif guru saat
ini dan kebutuhan peningkatan kompetensinya.

Pada tahun 2017, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan


(Ditjen GTK) mengembangkan Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan (PKB) yang merupakan kelanjutan dari Program Guru
Pembelajar dengan tujuan utama untuk meningkatkan kompetensi guru
yang ditunjukkan dengan kenaikkan capaian nilai UKG dengan rata-rata
nasional 70. Program PKB ini dilaksanakan berbasis komunitas Guru dan
Tenaga Kependidikan (komunitas GTK).

Pemberdayaan komunitas GTK, meliputi Pusat Kegiatan Gugus/Kelompok


Kerja Guru (KKG)/Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP)/
Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) / Kelompok Kerja
Kepala Sekolah (KKKS) / Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS),
merupakan salah satu prioritas Ditjen GTK. Oleh karena itu,Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan
(PPPPTK) dan Lembaga Pengembangandan Pemberdayaan Pendidik dan
Tenaga Kependidikan Kelautan Perikanan,Teknologi Informasi, dan
Komunikasi (LPPPTK KPTK), Dinas Pendidikan dan instansi publik lainnya
menyelenggarakan PKB yang berbasis komunitas GTK.
Kelompok Kerja Guru (KKG-SD) Guru Kelas Sawahgede sebagai salah
satu Komunitas yang ditetapkan oleh PPPPTK IPA Bandung untuk
melaksanakan Program PKB Guru dengan dana Bantuan Pemerintah
dengan moda Tata Muka In-On-In 20-30-10. Untuk mendukung kegiatan
tersebut, maka KKG Guru Kelas Gugus Sawahgede menyusun panduan
yang memuat secara rinci hal-hal yang terkait dengan pelaksanaan
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Guru.

1
B. Landasan Hukum

Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru


Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah Moda Tatap Muka
In-On-In Pola 30:10:20, dikembangkan dengan memperhatikan beberapa
peraturan sebagai berikut:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 tentang
Guru dan Dosen;
3. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013
tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun
2005 tentang Standar Nasional Pendidikan;
4. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2008
tentang Guru;
5. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16
tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi
Guru;
6. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 27
tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik Konselor;
7. Peraturan Menteri Pendayaagunaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Nomor 16 tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru
dan Angka Kreditnya;
8. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 35
tahun 2010 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Jabatan
Fungsional Guru dan Angka Kreditnya;
9. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
10. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 22 Tahun 2015 tentang Rencana Strategis Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan.
11. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
Nomor 16 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Pusat
Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan.
2
12. Program Kerja PPPPTK IPA Bandung Tahun 2017.
13. Surat Perjanjian Kerjasama antara PPPPTK IPA Bandung dengan
Ketua KKG Guru Kelas Gugus Sawahgede Kecamatan Cianjur
Kabupaten Cianjur Nomor: 3240/B12.1/PP/2017 tanggal 2017
tentang Pelaksanaan Bantuan Operasional Program Pengembangan
Kepropesian Berkelanjutan (PKB)

C. Tujuan

1. Tujuan Penyusunan Panduan


Adalah sebagai acuan bagi penyelenggara, peserta, dan narasumber
dalam melaksanakan Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan
Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10, agar
mekanisme kegiatan dapat berjalan efektif dan sistematis.

3
2. Tujuan Kegiatan
Kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru
Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah secara umum
bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru, baik pedagogik
maupun profesionalterintegrasi penguatan karakter.

D. Hasil yang Diharapkan

Hasil yang diharapkan melalui Pelaksanaan Program Pengembangan


Keprofesian Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui
Bantuan Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10, Gugus
Sawahgede Kecamatan Cianjur , Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat
adalah terlatihnya 40 orang Guru Kelas yang telah ditingkatkan
kompetensinya, baik kompetensi pedagogik maupun profesional
terintegrasi penguatan pendidikan karakter.

4
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Waktu danTempat
Kegiatan Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan
Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20:30:10, KKG Guru
Kelas Gugus Sawahgede Kecamatan Cianjur Kabuapten Cianjur
Provinsi Jawa Barat dilaksanakan sebagai berikut:
No Jenis Moda Kegiatan Waktu Tempat
1 Tatap Inservice 16 s.d 17 KKG SD Gugus
Muka Training 1 September Sawahgede
Model In- (IN-1) 2017 Kecamatan
On-In In 1 selama 2 Cianjur
20:20:20 hari (20 JP) Kabupaten
Cianjur
On the 18 s.d 28 Di sekolah
Job September masing-masing
Learning 2017 peserta secara
(ON) On selama 10 mandiri
hari, @ 2
JP/hari (20 JP)
Inservice 29 September Gugus
Training 2 2017 Sawahgede
(IN-2) In 2 selama 2 Kecamatan
hari (20 JP) Cianjur
Kabupaten
Cianjur

B. Penyelenggara
Penyelenggara kegiatan ini adalah KKG Guru Kelas Gugus Sawahgede
Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat

C. Narasumber/Pengajar
Narasumber/Pengajar kegiatan ini adalah: Guru yang telah mengikuti
Penyegaran/Pembekalan Instruktur Nasional Program PKB yang
diselenggarakan oleh PPPPTK IPA Bandung tahun 2017.
5
D. Sasaran
Peserta Kegiatan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah
ModaTatap Muka In-On-In Pola 20-30-10, KKG Guru Kelas Gugus
Sawahgede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa
Barat adalah guru Kelas yang aktif tergabung dalam wadah komunitas
profesional guru KKG Guru Kelas yang berjumlah 40 orang.

E. Struktur Program
Struktur Program
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Guru Kelas
Berbasis Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah
Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10

No Materi JP
IN SERVICE TRAINING 1 (IN-1) 20
Kebijakan Program Pengembangan Keprofesian
1. 1
Berkelanjutan
Kajian Materi Pedagogik Kelompok Kompetensi C
2. 3
(ke-1) terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter
Kajian Materi Profesional Kelompok Kompetensi C
3. 6
(ke-1) terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter
Kajian Materi Pedagogik Kelompok Kompetensi F
4. 3
(ke-2) terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter
Kajian Materi Profesional Kelompok Kompetensi F
5. 6
(ke-2) terintegrasi Penguatan Pendidikan Karakter
6. Rencana Belajar Mandiri (informasi tugas On) 1
ON THE JOB LEARNING (ON) 20
7. Pendalaman Materi Pedagogik dan Profesional
IN SERVICE TRAINING 2 (IN-2) 20
8. Presentasi Hasil Kerja Peserta 7
9. Refleksi Penguasaan Substansi Pembelajaran 10
10. Rencana Tindak Lanjut 1
11. Tes Akhir 2
Jumlah 60
F. Strategi Kegiatan

6
ProgramPelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan
Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10., KKG Guru
Kelas Gugus Sawahgede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur
Provinsi Jawa Barat dilaksanakan menggunakan pendekatan
andragogi dengan menerapkan metode diskusi, praktik, simulasi,
ceramah, dan penugasan untuk menguasai materi pembelajaran
secara tuntas. Kegiatan ini dilaksanakan sebagian secara tatap muka
(Saat IN-1 dan IN-2), dan sebagian dilakukan secara mandiri (ON).

G. Skenario Kegiatan
Skenario Pelaksanaan Program Pelaksanaan Program Pengembangan
Keprofesian Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui
Bantuan Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10.
sebagai berikut:

7
Pendahuluan

In Service Training 1
Mengkaji Materi
(Mengkaji materi menyeluruh sebagai bekal pengetahuan pada
kegiatan On the Job Learning)

Melakukan aktivitas pembelajaran


(Berpikir reflektif/diskusi/brainstorming/simulasi/studi kasus/LK)

On the Job Learning


Mengkaji Materi
(Mengkaji materi secara mandiri dan berkomunikasi dengan
peserta lain atau fasilitator

Melakukan aktivitas pembelajaran


(Praktik/eksperimen/sosialisasi/implementasi/peer discussion/LK)

In Service Training 2
Presentasi produk/tagihan On the Job Learning dan Konfirmasi

Reviu Kegiatan
Persiapan Tes Akhir

Gambar 2.1
Skenario Kegiatan

8
H. Pembiayaan
Biaya Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan
Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10,KKG Guru Kelas
Gugus Sawahgede Kecamatan Cianjur Kabupaten Cianjur, Provinsi
Jawa Barat dibebankan pada Dana Bantuan Pemerintah yang berasal
dari PPPPTK IPA Bandung.

I. Jadwal Kegiatan
Program Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian
Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan
Pemerintah Moda Tatap Muka In-On-In Pola 20-30-10,dilaksanakan
dengan jadwal kegiatansebagai berikut:

IN-1 ON IN-2
No Waktu Hari ke
1 s.d 10
1 2 1 2
(@ 1hari=2 JP)
07.00-07.30 Reg
1 07.30-08.15 1 4 Pendalaman materi 8 9
2 08.15-09.00 2 4 Pedagogik dan 8 9
3 09.00-09.45 2 4 Profesional 8 9
09.45-10.00 istirahat diberikan saat In-1 istirahat
4 10.00-10.45 2 5 secara mandiri di 8 9
5 10.45-11.30 3 5 sekolah masing- 8 9
6 11.30-12.15 3 5 masing. Hasil kerja 8 9
peserta kegiatan
12.15-13.15 istirahat istirahat
On dipresentasikan
7 13.15-14.00 3 5 8 9
pada In-2
8 14.00-14.45 3 5 9 10
9 14.45-15.30 3 5 9 11
10 15.30-16.15 3 6 9 11
Keterangan :
1 : Kebijakan Program PKB
2 : Kajian Materi Pedagogik Kompetensi ke-1
3 : Kajian Materi Profesional Kompetensi ke-1
4 : Kajian Materi Pedagogik Kompetensi ke-2
5 : Kajian Materi Profesional Kompetensi ke-2
6 : Rencana Belajar Mandiri
7 : Pendalaman Materi Pedagogik dan Profesional
8 : Presentasi Hasil Kerja
9 : Reflekasi Pebguasaan Substansi Pembelajaran
10 : RTL
11 : Tes Akhir

9
BAB III
PENILAIAN DAN SERTIFIKAT

A. PENILAIAN

Evaluasi Pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah ini dilakukan
secara komprehensif, meliputi: penilaian terhadap peserta pelatihan,
penilaian terhadap fasilitator, dan penilaian terhadap penyelenggaraan
kegiatan.

1. Penilaian Terhadap Peserta Pelatihan


a. Tujuan Penilaian
Penilaian terhadap peserta bertujuan untuk mengukur kompetensi
peserta melalui ketercapaian indikator kompetensi dan
keberhasilan tujuan pembelajaran.

b. AspekPenilaian
Aspek yang dinilai mencakup pengetahuan, sikap, dan
keterampilan. Penilaian dilakukan melalui tes untuk aspek
pengetahuan mencakup kompetensi profesional dan pedagogik,
sedangkan untuk aspek sikap dan keterampilan menggunakan
instrumen nontes melalui pengamatan selama kegiatan
berlangsung dengan menggunakan format-format penilaian yang
telah disediakan.

Aspek Penilaian Sikap yaitu kerjasama, disiplin, tanggungjawab,


dan keaktifan peserta dalam pembelajaran. Penilaian aspek sikap
menggunakanformat penilaian dengan rentang penilaian dan
predikat sebagai berikut:

Angka Predikat
>90 100 Amat Baik
>80 90 Baik
>70 - 80 Cukup
>60 70 Sedang
60 Kurang

10
Aspek Penilaian Keterampilan yaitu ketuntasan seluruh tagihan
yang ada pada lembar kerja. Penilaian aspek keterampilan
menggunakan format penilaian dengan rentang penilaian dan
predikat sebagai berikut:
Angka Predikat
>90 100 Amat Baik
>80 90 Baik
>70 - 80 Cukup
>60 70 Sedang
60 Kurang

Pada akhir pembelajaran, peserta yang dinyatakan layak akan


melaksanakan tes akhir untuk kelompok kompetensi yang telah
dipelajari menggunakan mekanisme pelaksanaan sistem UKG. Hasil
tes akhir akan digunakan sebagai nilai UKG pada tahun 2017 untuk
kelompok kompetensi yang diikuti dan menjadi salah satu
komponen penilaian pada nilai akhir.

c. NilaiAkhirdan Predikat
NilaiAkhir (NA) Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
Moda Tatap Muka menggunakanrumussebagaiberikut:

NA =[{(NS x40%)+(NK x60%)}x60%]+[TAx 40%]

NA =Nilai Akhir
NS =Nilai Sikap (rerata darisemuaaspeksikap yang dinilai)
NK=NilaiKeterampilan(rerata dari nilai keterampilan semua materi)
TA =NilaiTesAkhir

11
Adapun predikat Nilai Akhir sebagai berikut:

Tabel 3.1
Predikat Nilai Akhir
Angka Predikat
>90 100 Amat Baik
>80 90 Baik
>70 - 80 Cukup
>60 70 Sedang
60 Kurang

2. Penilaian terhadap Narasumber/Fasilitator


Penilaian terhadap fasilitator adalah pengukuran dan penilaian kepada
fasilitator yang dilakukan oleh peserta pada saat fasilitator
melaksanakan tugas mengelola pembelajaran pada setiap materi
pelatihan yang dikelola. Instrumen penilaian yang digunakan adalah
lembar pengamatan. Adapun unsur-unsur yang dinilai meliputi:

1. Sistematika penyajian
2. Kemampuan menyajikan
3. Ketepatan waktu dan kehadiran
4. Penggunaaan metode dan alat bantu pembelajaran
5. Sikap dan perilaku
6. Cara menjawab pertanyaan dari peserta
7. Penggunaan bahasa
8. Pemberian motivasi kepada peserta
9. Kerapihan berpakaian
10. Kerjasama antara fasilitator (dalam tim)

Penilaian terhadap narasumber menggunakan fomat penilaian dengan


rentang penilaian dan predikat sebagai berikut:

Kurang Sedang Cukup Baik Amat Baik


1- 60 60,1 - 70 70,1 - 80 80,1 - 90 90,1 - 100

12
3. Penilaian Pelaksanaan Pelatihan

Penilaian terhadap pelaksanaan pelatihan adalah pengukuran dan


penilaian kepada penyelenggara yang dilakukan oleh peserta pelatihan
pada saat mengikuti pelatihan. Penilaian kinerja penyelenggara
pelatihan dilakukan terhadap pencapaian sasaran mutu penyelenggara.
Adapun unsur-unsur yang dinilai meliputi:

a. Administrasi Penyelenggaraan Kegiatan


b. Sarana dan Prasarana Penunjang Kegiatan
c. Bahan Kegiatan
d. Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan
e. Layanan Menu.

Penilaian terhadap npenyelenggaraan menggunakan rentang penilaian


sebagai berikut:

K = Kurang
C = Cukup
B = Baik
BS = Baik Sekali

Disamping lembar pengamatan sebagai instrumen penilaian terhadap


fasilitator, kepuasan peserta terhadap proses pembelajaran diperoleh
dengan menggunakan instrumen smiley face pada setiap hari genappada
in-1 dan in-2.

B. Sertifikat

Peserta yang telah selesai mengikuti Program Pengembangan Keprofesian


Berkelanjutan Guru Kelas Berbasis Komunitas Melalui Bantuan Pemerintah
Moda Tata Muka In-On-In Pola 20-30-10 akan menerima sertifikat yang
ditandatanganiKepala PPPPTK IPA Bandung

13
BAB IV
TATA TERTIB KEGIATAN

Tata tertib kegiatan sebagai berikut:


A. Tata Tertib Administrasi
Peserta segera melapor kepada panitia penyelenggara dan
menyerahkan berkas administrasi terdiri atas:
a. Surat tugas dari atasan langsung/pimpinan lembaga, instansi
b. Menyerahkan biodata yang sudah diisi saat registrasi.

B. Tata Tertib Akademis


a. Peserta diwajibkan mengisi daftar hadir setiap hari sebelum
acara/pelaksanaan pembelajaran dimulai.
b. Peserta diwajibkan berpakaian rapi dan sopan selama kegiatan
berlangsung.
c. Keperluan mengenai pelayanan dan/atau materi teknis akademis
penunjang kegiatan diberikan oleh panitia langsung ke peserta.

C. Tata Tertib Akomodasi dan Konsumsi


a. Peserta tidak menginap
b. Peserta memperoleh konsumsi snack pagi dan sore, serta makan
siang pada kegiatan IN-1 dan In-2.

14
BAB V
PENUTUP

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan adalah pengembangan kompetensi


guru yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan, bertahap, dan
berkelanjutan untuk meningkatkan profesionalitas guru.

Keberhasilan pelaksanaan Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan


ditentukan oleh kesungguhan semua pihak dalam melaksanakan program.
Program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan merupakan langkah
strategis untuk meningkatkan kompetensi guru secara berkelanjutan sehingga
dapat melakukan pembelajaran yang menarik dan berinovasi sesuai kebutuhan
materi yang diajarkan.

15