Anda di halaman 1dari 3

ANALISIS JURNAL

Judul : Tinjauan Sistematis: Sebuah Tinjauan Intervensi Perubahan Perilaku


Remaja dan Efektifitasnya dalam Pencegahan HIV dan AIDS di Sub-
Saharan Afrika.
Penulis : Mwale M1, Muula AS
Volume : BMC Public Health. 2017. Hal: 17-718

A. Latar Belakang
Polemik tentang penyakit HIV dan AIDS terus menimbulkan ancaman
dan melemahkan kesehatan masyarakat global. Belumm ditemukannya vaksin
dan obat untuk penyakit ini terus mengacaukan upaya kesehatan masyarakat
dan biomedical global sebagai penelitian klinis. Diperkirakan kurang lebih dari
34,2 juta orang yang terinveksi HIV di seluruh dunia tiga perempat lebih
diperkirakan tinggal di Afrika Sub-Saharan yang mewakili sekitar 70% dari
beban infeksi global. Jumlah populasi manusia di wilayah Afrika Sub-Saharan
menyumbang sekitar 12% dari populasi global.
Kasus tertinggi dari HIV dan AIDS terjadi pada kalangan remaja
dengan usia 15-24 tahun dan paling banyak terjadi pada perempuan. Rata-rata
2, 500 remaja (15-24 tahun) terinfeksi HIV setiap hari dan 80% infeksi ini
terjadi di wilayah Afrika Sub-Sahara. Berbagai program intervensi telah
diterapkan di kalangan remaja untuk merubah perilaku kesehatan mereka
namun belum menunjukkan dampak yang mengesankan setelah dievaluasi
dalam hal ukuran hasil yang ditargetkan.
Oleh karena itu sebuah tinjauan sistematis Intervensi Perubahan
Perilaku yang menargetkan remaja di Afrika Sub-Saharan dilakukan dengan
tujuan untuk menggambarkan intervensi ini bertolak belakang dengan
kesenjangan efektivitas dan tujuan untuk menginformasikan program masa
depan.
B. Metode
Pada penelitian ini, peneliti membandingkan dengan metode-metode
intervensi yang telah dilakukan padapenelitian sebelumnya. Peneliti yakin
bahwa dengan melihat metode-metode sebelumnya dapat menambah
pengetahuan sehingga dapat membantu mengidentifikasi kekurangan pada
metode intervensi yang pernah dilakukan yang menyebabkan kurang
efektifnya intervensi terhadap perubahan perilaku secara keseluruhan di Afrika
Sub-Saharan.
Dari bulan April sampai Juli 2015, pencarian literatur dilakukan dari
berbagai jurnal online yang diterbitkan antara tahun 2000 dan 2015. Database
yang dicari termasuk MEDLINE, EBSCOhost, PsychinFO, Cochrane, dan
Google Scholar; Situs web jurnal Cambridge dan Oxford, UNAIDS dan WHO.
Berdasarkan hasil pencarian, hanya penelitian yang berfokus pada Intervensi
Perubahan Perilaku psikososial, efektivitas dan implikasi mereka pada perilaku
seksual remaja <24 tahun terhadap pandemi HIV dan AIDS yang dilakukan di
sub-Sahara Afrika yang dipilih untuk dimasukkan dalam tinjauan ini.
Kriteria inklusi untuk pertinjauan:
- Pertinjauan sebaya yang dipublikasikan antara tahun 2000 dan 2015
- Fokus pada strategi intervensi perubahan perilaku remaja psikososial HIV
yang dilakukan di Afrika Sub-Saharan.
Metode penleitian meliputi:
- Meliputi desain penelitian experimental atau kuasi experimen atau
berbentuk penelitian kuantitatif.
- Memiliki banyak sampel minimal 100.
Kriteria pengecualian pada pertinjauan:
- Publikasi sebelum tahun 2000
- Penelitian meliputi remaja yang sudah menikah.

C. Hasil
Pencarian literasi menghasilkan 200 judul dan abstrak dan setelah
dianaisa hanya 17 artikel yang memenuhi semua kriteria. Dari 17 artikel, tiga
adalah uji coba acak terkontrol atau kelompok uji coba acak. Lima dari
penelitian adalah kuasieksperimen dan sembilan sisanya adlah evaluasi atau
studi lain yang menggunakan metode non eksperimen. Semua studi yang telah
ditinjau mengindikasikan sebuah komponen partisipasi aktif siswa dalam
intervensi mereka.

D. Kesimpulan
Kajian tersebut menunjukkan kurangnya studi BCI psikososial yang
menargetkan remaja di SSA. Namun ada beragam temuan tentang efektivitas
BCI psikososial yang menargetkan remaja di SSA. Penelitian lain
menggambarkan efektivitas intervensi dan efektivitas terbatas lainnya.
Pendidikan sebaya sebagai intervensi menonjol sebagai tindakan yang lebih
efektif daripada rejimen psikososial lainnya, seperti kecakapan hidup, dalam
memfasilitasi pengurangan risiko HIV. Oleh karena itu diperlukan penelitian
lebih lanjut mengenai intervensi yang menggunakan pendidikan sebaya untuk
membuktikan potensi keberhasilan mereka dalam pengurangan risiko HIV di
kalangan remaja.