Anda di halaman 1dari 6

A. 1.

Menurut Sartono (2001) dan Prihadi (2001) sedikitnya ada empat kelompok rasio yang
dapat digunakan perusahaan dalam analisis rasio keuangan. Keempat analisis rasio tersebut
adalah ; (1) Rasio likuiditas, (2) Rasio aktivitas, (3) Rasio leverage keuangan, dan (4) Rasio
profitabilitas. Setiap kelompok rasio memiliki fokus perhatian yang berbeda-beda dalam
mengukur kinerja keuangan perusahann. Setiap rasio berupaya dapat menyajikan informasi
yang spesifik agar tidak terjadi tumpang tindih antar rasio. Nilai yang akan diperoleh akan
dibandingkan dengan periode yang sama ataupun dengan standar rasio yang dimiliki
industry. Berikut ini akan diuraikan kepada anda setiap kelompok rasio-rasio tersebut.
Analisis Data
a. Rasio Likuiditas
Rasio Likuiditas merupakan rasio yang menunjukkan kemampuan suatu perusahaan untuk
memenuhi kewajiban jangka pendek yang harus segera dipenuhi pada saat yang tepat.
Rasio Lancar (Current Ratio) adalah kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka
pendek dengan menyertakan nilai persediaan.
Rasio ini adalah perbandingan antara aktiva lancar dengan kewajiban jangka panjang. Jika nilai
rasio lancar lebih besar dari 1, perusahaan dalam kondisi keuangan yang sehat tapi jika
dalam kondisi ideal nilai rasio lancar lebih dari 2,5. Cara pengukurannya adalah sebagai
berikut:


Rasio Lancar =

Analisis rasio lancar
3,366,900
a) Tahun 2015 = 1,117,000 = 3,01
3,876,000
b) Tahun 2016 = = 3,46
1,120,500

Berdasarkan perbandingan rasio lancar PT Agribisnis pada tahun 2015 dan 2016 menunjukkan
bahwa performance perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya semakin baik karena
mengalami peningkatan rasio lancar pada tahun 2016. Selain itu, rasio lancar tahun 2016
memiliki nilai lebih dari 1 yang menunnjukkan perusahaan dalam kondisi keuangan yang
sehat.

Rasio Cepat (Quick Ratio) adalah kemampuan perusahaan dalam membayar hutang jangka
pendek tanpa menyertakan nilai persediaan.
Rasio ini diperoleh dari pembagian selisih antara aktiva lancar dan persediaan dengan hutang
lancar. Idealnya nilai rasio cepat lebih besar dari 1. Cara pengukurannya adalah sebagai
berikut:


Rasio Sangat Lancar =
Analisis rasio sangat lancar
3,366,900921,200
c) Tahun 2015 = = 2,19
1,117,000
3,876,0001,056,500
d) Tahun 2016 = = 2,52
1,120,500

Berdasarkan perbandingan rasio sangat lancar PT Agribisnis pada tahun 2015 dan 2016
menunjukkan bahwa performance perusahaan dalam melunasi hutang lancarnya semakin
baik karena mengalami peningkatan rasio sangat lancar pada tahun 2016. Selain itu rasio
sangat lancar tahun 2016 memiliki nilai lebih dari 1 menunjukkan bahwa perusahaan mampu
melunasi hutang jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar kas, piutang, dan
surat berharga.

B. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menggunakan sumberdaya
yang dimiliki dengan efesien. Rasio aktivitas terdiri dari 5, yaitu (1) Rasio periode
pengumpulan piutang, (2) Rasio perputaran piutang (3) Perputaran persediaan (4) Rasio
perputaran aktiva tetap (5) Rasio perputaran total aktiva.

360
Periode Pengumpulan Piutang =

Analisis periode pengumpulan piutang
1,824,200 360
e) Tahun 2015 = = 89,92 hari
7,303,100
1,862,800 360
f) Tahun 2016 = = 69,79 hari
9,609,000
Berdasarkan perbandingan periode pengumpulan piutang perusahaan mengalami peningkatan
performa karena waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan dalam mengumpulkan piutang
menjadi lebih cepat pada tahun 2016 daripada tahun 2015.


Perputaran Piutang =

Analisis perputaran piutang
7,303,100
g) Tahun 2015 = 1,824,200 = 4,00 kali
9,609,000
h) Tahun 2016 = = 5,15 kali
1,862,800
Berdasarkan perbandingan perputaran piutang perusahaan mengalami peningkatan performa
karena nilai perputaran piutang pada tahun 2016 lebih cepat daripada tahun 2015.


Perputaran Persediaan =

Analisis perputaran persediaan
4,746,300
i) Tahun 2015 = 927,900 = 5,12 kali
5,923,700
j) Tahun 2016 = = 5,90 kali
1,063,850
Berdasarkan perbandingan perputaran persediaan perusahaan mengalami peningkatan performa
karena nilai perputaran persediaan pada tahun 2016 lebih cepat daripada tahun 2015.
Semakin besar nilai perputaran persediaan menunjukkan efisiensi perusahaan semakin baik.


Perputaran Aktiva Tetap =

Analisis perputaran aktiva tetap
7,303,100
k) Tahun 2015 = 2,121,500 = 3,44 kali
9,609,000
l) Tahun 2016 = = 3,71 kali
2,588,000

Berdasarkan perbandingan perputaran aktiva tetap perusahaan mengalami peningkatan performa


karena nilai perputaran aktiva tetap pada tahun 2016 lebih cepat daripada tahun 2015.
Semakin besar nilai perputaran aktiva tetap menunjukkan efektivitas perusahaan dalam
menggunakan aktiva tetap semakin baik.


Perputaran Total Aktiva =

Analisis perputaran total aktiva
7,303,100
m) Tahun 2015 = 5,488,400 = 1,33 kali
9,609,000
n) Tahun 2016 = = 1,48 kali
6,464,000

Berdasarkan perbandingan perputaran total aktiva perusahaan mengalami peningkatan performa


karena nilai perputaran total aktiva pada tahun 2016 lebih cepat daripada tahun 2015.
Semakin besar nilai perputaran total aktiva menunjukkan efektivitas perusahaan dalam
menggunakan total aktiva semakin baik.

C. Rasio Lavarage
Rasio lavarage disebut juga rasio solvabilitas untuk menunjukkan seberapa jauh perusahaan
menggunakan hutang dalam menjalankan kegiatan operasional. Rasio yang umum
digunakan dalam rasio lavarage adalah rasio hutang (debt ratio), rasio hutang terhadap
modal sendiri (debt to equity ratio) dan time interest earned ratio.


Rasio Hutang =

Analisis rasio hutang
1,171,000
o) Tahun 2015 = 5,488,400 = 31,28 kali
1,570,000
p) Tahun 2016 = = 24,30 kali
6,464,000
Berdasarkan tahun 2015 dan 2016 memiliki nilai rasio sebesar 31% dan 24% menunjukkan total
asset perusahaan dibiayai dari hutang. Kondisi masih baik karena tidak melebihi 50% yang
artinya hutang tidak melebihi separuh dari nilai asset perusahaan.

Rasio Hutang terhadap Modal Sendiri =

Analisis rasio hutang terhadap modal sendiri


1,171,000
q) Tahun 2015 = 3,771,400 = 41 %
1,570,000
r) Tahun 2016 = = 32 %
4,893,000

Berdasarkan tahun 2015 dan 2016 memiliki nilai rasio sebesar 41% dan 32% menyatakan jumlah
hutang lebih kecil dibanding total jumlah ekuitas pemilik.


Rasio Laba Operasi terhadap Nilai Bunga =

Analisis rasio laba operasi terhadap nilai bunga


1,183,400
s) Tahun 2016 = 28,000 = 42,26

Berdasarkan tahun 2016 memiliki nilai rasio sebesar 42,26 menyatakan kemampuanperusahaan
dalam memenuhi kewajiban sangat baik, artinya 42 kali dari nilai bunga yang dibayarkan
pada tahun 2016 pada PT Agribisnis. Dengan kata lain biaya bunga hanya sekitar 2,3% dari
total laba.
D. Ratio Profitabilitas/Rentabilitas
Rasio profabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan
aktifitas perusahaan yang terdiri dari kegiatan penjualan, penggunaan asset, modal sendiri,
dan kegiatan investasi. Rasio ini juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam
menyejahterakan para pemiliki saham. Semakin besar nilai dari rasio-rasio ini menunjukkan
kinerja perusahaaan dalam menghasilkan laba semakin baik.
Rentabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk menghasilkan laba pada periode tertentu.
Rasio-rasio yang akan dibahas dalam kelompok rasio ini adalah (1) Net profit margin, (2)
Gross profit margin, (3) Profit margin (4) Return on investment (ROI) (5) Return on equity
(6) Rentabilitas ekonomi.


Net Profit Margin = x 100%

Analisis Net Profit Margin


707,850
t) Tahun 2015 = 7,303,100 100% = 9,7 %
1,039,860
u) Tahun 2016 = x 100% = 11 %
9,609,000
Berdasarkan perbandingan analisis Net Profit Margin pada tahun 2016 menunjukkan performa
perusahaan yang semakin baik.

Gross Profit Margin = 100%

Analisis Gross Profit Margin


7,303,1004,746,300
v) Tahun 2015 = 100% = 35 %
7,303,100
9,609,0005,923,700
w) Tahun 2016 = x 100% = 38 %
9,609,000
Berdasarkan perbandingan analisis Gross Profit Margin pada tahun 2016 menunjukkan performa
perusahaan yang semakin baik.


Profit Margin = 100%

Analisis Profit Margin


839,500
x) Tahun 2015 = 7,303,100 100% = 11 %
1,183,400
y) Tahun 2016 = x 100% = 12 %
9,609,000
Berdasarkan perbandingan analisis Profit Margin pada tahun 2016 yang lebih tinggi
menunjukkan performa perusahaan yang semakin baik.


Return On Investment = 100%

Analisis Return On Investment (ROI)


707,850
z) Tahun 2015 = 5,488,400 100% = 13 %
1,039,860
aa) Tahun 2016 = x 100% = 16 %
6,464,000
Berdasarkan perbandingan analisis Return On Investment pada tahun 2016 yang lebih tinggi
menunjukkan performa perusahaan yang semakin baik.


Return On Equity = 100%

Analisis Return On Equity (ROE)


707,850
bb) Tahun 2015 = 3,771,400 100% = 19 %
1,039,860
cc) Tahun 2016 = x 100% = 21 %
4,893,300
Berdasarkan perbandingan analisis Return On Equity pada tahun 2016 yang lebih tinggi
menunjukkan performa perusahaan yang semakin baik.

Rentabilitas Ekonomi = 100%

Analisis Return On Equity (ROE)


839,500
dd) Tahun 2015 = 5,488,400 100% = 15,2 %
1,183,400
ee) Tahun 2016 = x 100% = 18,3 %
6,464,000
Berdasarkan perbandingan analisis Rentabilitas Ekonomi pada tahun 2016 yang lebih tinggi
menunjukkan performa perusahaan yang semakin baik.

2.
Rasio Kinerja Tahun Rasio Industri Rasio Perusahaan Kinerja
2016 AgriBIZ Perusahaan
AgriBIZ
Rasio Lancar 1,8x 3,46x Lebih baik
Rasio cepat 0,7x 2,52x Lebih baik
Rata-rata penagihan 37 hari 69,11 hari Kurang baik
piutang
Rasio utang 58% 24,3% Lebih baik
Margin laba kotor 38% 38% Baik
Margin laba operasi 10% 12% Lebih baik
Perputaran Persediaan 1,14% 5,90% Lebih baik
Laba operasi terhadap 11,4% 16% Lebih baik
investasi
Tingkat pengembalian 4% 16% Lebih baik
terhadap total aktiva
Tingkat pengembalian 9,5% 21% Lebih baik
terhadap equitas

Secara keseluruhan kinerja keuangan PT. AgriBIZ pada tahun 2016 cukup baik.

3. Maka hubungan antara kedua laporan keuangan dalam periode berbeda diperoleh bahwa
setiapa rasio akan dibandingkan dengan nilai rasio yang sama pada periode yang berbeda
sehingga dapat dilihat Perkembangan dari periode ke periode.