Anda di halaman 1dari 15

MAKALAH TUGAS MATA KULIAH SISTEM INFORMASI BISNIS (AGB212)

KELAS PARALEL 2

Eragano : APLIKASI PETANI DENGAN FITUR YANG


LENGKAP DALAM SISTEM INFORMASI BIDANG
AGRIBISNIS

Oleh :
Rifa Mawaddah H34150095

Dosen :
Maryono, SP, MSc

DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2017
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Puji serta syukur, penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena hanya
ridho dan ijinnya penulis dapat menyelesaikan tugas makalah mata kuliah Sistem
Informasi Bisnis (AGB212) yang berjudul Eragano : Aplikasi Petani Dengan
Fitur Yang Lengkap Dalam Sistem Informasi Bidang Agribisnis.
Kami juga berterimakasih kepada dosen mata kuliah Sistem Informasi
Bisnis, bapak Maryono, SP, MSc yang telah mempercayakan tugas makalah ini
kepada penulis untuk menyelesaikannya. Tak lupa penulis ucapkan terima kasih
kepada segenap pihak yang telah mendukung dan membantu berjalannya proses
penyusunan sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Dengan teriring harapan dan doa, bahwasanya makalah ini bisa memberi
manfaat kepada para pembaca sekalian. Penulis hanyalah manusia yang tidak
sempurna, sehingga jika di dalam makalah ini terdapat kesalahan, penulis
memohon maaf yang sebesar-besarnya. Juga, penulis memohon kepada para
pembaca agar dapat memberikan kritik dan sarannya sehingga dapat memperbaiki
hal-hal yang kurang di dalam makalah ini.
Demikian yang dapat penulis sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf.
Terimakasih dan selamat membaca.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bogor, 5 Juni 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .. i
DAFTAR ISI .. ii
BAB I PENDAHULUAN .. 1
1.1 Latar Belakang .. 1
1.2 Rumusan Masalah .. 1
1.3 Tujuan .. 2
BAB II KAJIAN PUSTAKA .. 3
2.1 Pengertian Sistem Informasi .. 3
2.2 Pengertian Sistem Informasi
dalam Bisnis .. 3
2.3 Sistem Informasi dalam Agribisnis .. 5
2.4 Tentang Aplikasi Eragano .. 6
2.4 Keunggulan dan Kelemahan
Aplikasi Eragano .. 9
2.4 Peran Aplikasi Eragano sebagai
Penunjang dalam Sistem Informasi
Agribisnis .. 11
BAB III KESIMPULAN DAN SARAN .. 12
3.1 Kesimpulan .. 12
3.2 Saran .. 12
DAFTAR PUSTAKA .. 13

3
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Teknologi berkembang dengan pesat pada era globalisasi ini. Perkembangan
teknologi tersebut juga membawa dampak besar bagi proses penyampaian
informasi. Suatu sistem yang dapat mengombinasikan perkembangan teknologi
dan informasi dibutuhkan agar kedua aspek tersebut dapat berjalan bersama secara
dinamis dan memberika dampak yang baik bagi setiap kalangan. Jadi, sistem
informasi harus didesain secara efektif dan efisien.
Dunia pertanian, terutama dunia agribisnis, juga membutuhkan sistem
informasi yang dirancang secara tepat sasaran. Risiko dan ketidakpastian usaha
serta produksi yang tinggi menuntut petani serta konsumen harus mencari cara
sebaik-baiknya agar mereka mendapatkan win-win solution bagi keperluan
masing-masing. Sebagai bagian dari bisnis, produk-produk pertanian harus
diinvetarisasikan secara baik untuk mengurangi risiko dan ketidak pastian yang
dihadapi. Inventarisasi produk pertanian yang baik tentu membutuhkan
manajemen sistem informasi dalam bidan agribisnis yang dibangun secara khusus.
Eragano merupakan aplikasi android dengan fitur yang lengkap dan mudah
digunakan untuk Petani, dengan menawarkan berbagai solusi dari hulu sampai
hilir. Tujuan dibentuknya aplikasi Eragan ini adalah membuat Petani lebih
produktif dan mendapatkan akses pasar dengan harga Fair. Manfaatnya,
pendapatan Petani menjadi lebih tinggi. Oleh karena itu, makalah ini akan
membahas bagaimana cara kerja Eragano dalam menjadi komponen sistem
informasi agribisnis yang dapat memperbaiki citra dunia pertanian di Indonesia.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi?
2. Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi dalam bisnis?
3. Apakah yang dimaksud dengan sistem informasi dalam agribisnis?

4
4. Apa itu aplikasi Eragano?
5. Apa saja keunggulan dan kelemahan dari aplikasi Eragano?
6. Apakah peran aplikasi Eragano sebagai penunjang sistem informasi
dalam agribisnis?
1.3 Tujuan
1. Mengetahui tentang sistem informasi.
2. Mengetahui tentang sistem informasi dalam bisnis.
3. Mengatahui tentang sistem informasi dalam agribisnis.
4. Mengetahui secara general tentang aplikasi Eragano.
5. Mengetahui keunggulan dan kelemahan aplikasi Eragano.
6. Mengetahui peran aplikasi Eragano sebagai penunjang sistem informasi
dalam agribisnis.

5
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Sistem Informasi


Sistem adalah suatu susunan teratur dari kegiatan yang saling terkait dan susunan
prosedur yang saling berhubungan, yang melaksanakan dan mempermudah kegiatan-
kegiatan utama suatu organisasi. Sementara itu, informasi merupakan sekumpulan data
yang telah diolah atau diproses sehingga memiliki arti tersendiri bagi penerima informasi.
Informasi yang diterima oleh penerima informasi dikatakan berkualitas jika informasi
tersebu diterima secara akurat, tersampaikan tepat pada waktunya, dan relevan bagi sang
penerima.
Sistem informasi merupakan kombinasi teknologi informasi dan aktivitas para
pengguna teknologi untuk mendukung kegiatan operasi serta manajemen dalam suatu
organisasi dengan memanfaatkan model dan media teknologi informasi. Komponen-
komponen yang berada dalam sistem informasi adalah orang atau pengguna, prosedur,
data, software, dan hardware.
Tujuan utama dari sistem informasi adalah menghasilkan output berupa informasi
yang bermanfaat bagi penggunanya. Struktur dan cara kerja sistem informasi didesain
secara beraneka ragam, sesuai dengan keperluan atau pemenuhan suatu permintaan
penggunaan tertentu dari penggunanya. Sistem untuk mengolah informasi perlu terus
dikembangkan secara dinamis agar informasi yang dibutuhkan oleh semua kalangan
dapat tersampaikan secara efektif dan efisien.

2.2 Pengertian Sistem Informasi dalam Bisnis


Sistem informasi dalam bisnis sendiri merupakan kumpulan dari berbagai
informasi yang memiliki kesatuan antara satu dengan lainnya dan ditujukan untuk
kepentingan bisnis. Sistem informasi bisnis yang dimiliki oleh suatu organisasi yang
menjalankan bisnis harus memiliki struktur dan komponen yang dirancang sesuai
kebutuhan agar mampu mencapai tujuan bisnisnya, terutama untuk mendapatkan profit.
Salah satu contoh pemanfaatan sistem informasi dalam bisnis adalah E-Bussiness dan E-
Commerce.
Dalam bisnis, sistem informasi dapat dikategorikan menjadi empat bagian, yaitu
Transaction Processing Systems (TPS), Management Information System (MIS),
Decision Support System (DSS), Office Automation System (OAS), dan Executive Support

6
System (ESS). Transaction Processing System (TPS) adalah sistem informasi
terkomputerisasi dalam bisnis yang dikembangkan untuk memproses data-data transaksi
bisnis rutin dalam jumlah besar daftar gaji dan inventarisasi bisnis. Management
Information System (MIS) adalah sebuah sistem atau proses yang menyediakan informasi
penting untuk mengelola organisasi secara efektif dalam suatu aplikasi sistem informasi
penyedia laporan informasi terpadu bagi pihak manajemen pada suatu bisnis. Decision
Support System (DSS), merupakan sistem informasi interaktif berbasis komputer yang
menggunakan model keputusan dan database khusus untuk membantu proses
pengambilan keputusan bagi manajerial suatu bisnis. Office Automation System (OAS)
berfungsi untuk mengumpulkan, memroses, menyimpan, dan mengirim data serta
informasi dalam bentuk komunikasi kantor melalui media elektonik seperti komputer.
Executive Support System (ESS) atau dikenal juga dengan Executive Information System
(EIS) adalah salah satu jenis manajemen sistem informasi untuk memudahkan dan
mendukung keterangan dan pembuatan keputusan yang dibutuhkan oleh eksekutif senior
dalam sebuah bisnis dengan cara mnyediakan kemudahan akses terhadap informasi baik
dari dalam maupun dari luar yang relevan dengan tujuan organisasi.
Terdapat tiga aturan dasar dalam sistem informasi bisnis, yaitu dukungan terhadap
proses dan operasi bisnis, dukungan terhadap pengambilan keputusan oleh pegawai dan
manajer, serta dukungan strategi untuk keunggulan bersaing. Sementara itu, komponen
sistem informasi bisnis adalah bahwa di dalam suatu sistem informasi yang ditujukan
untuk organisasi bisnis harus terdapat teknologi, aplikasi, pengembangan, serta
manajemen.
Praktisi bisnis harus mampu mengenali komponen dasar sistem informasi bisnis
agar sistem tersebut dapat diterapkan secara maksimal dalam organisasinya. Dalam hal
ini, Ia dapat mengidentifikasi beberapa hal, seperti:
1. komponen sistem informasi (pengguna, prosedur, data, software, dan hardware)
yang digunakan dalam organisasi agar sistem informasi yang dihasilkan dapat
sesuai dengan yang diharapkan,
2. penggunaan kategori sistem informasi bisnis (TPS, DSS, MIS, OAS, dan ESS)
sesuai dengan keperluan perusahaan, dan
3. cara melakukan aktivitas input, output, penyimpanan, dan pengendalian sistem
informasi bisnis untuk kinerja sistem yang lebih baik.

7
2.3 Sistem Informasi dalam Agribisnis
Sistem informasi dalam agribisnis lebih menitik beratkan kepada manajemen dari
sebuah produk agribisnis itu sendiri. Dalam membangun sistem informasi agribisnis, ada
beberapa aspek yang perlu diperhatikan, meliputi informasi produksi, informasi
distribusi, informasi pengolahan, dan informasi pasar.
1. Informasi Produksi
Informasi produksi adalah suatu sistem yang hubungannya dengan sistem
informasi fungsional lainnya untuk mendukung manajemen perusahaan dalam pemecahan
masalah yang berhubungan dengan kegiatan produksi suatu perusahaan yang tetap
bertumpu pada input, proses, dan output. Dalam sistem informasi bidang agribisnis,
informasi produksi berperan penting untuk memberikan informasi bagi setiap subyek
dalam setiap subsistem agribisnis, mulai dari petani hingga pelaku industri pertanian, agar
mereka dapat mengetahui input, proses, dan output produksi sehingga setiap kebijakan
yang diberlakukan dapat ditentukan secara maksimal.
2. Informasi Distribusi
Informasi ini berkaitan dengan kegiatan penyaluran barang dari produsen ke
konsumen agar berjalan secara efektif dan efisien. Dengan adanya informasi distribusi,
penyebaran suatu produk ke tangan konsumen akan menjadi lebih mudah. Misalnya,
ketika suatu komoditas agribisnis akan dijual, informasi distribusi dapat memberikan
solusi bagi produsen agar Ia mengetahui agen tujuan distribusi mana dan opsi transportasi
apa yang tepat untuk memasarkan produknya kepada konsumen.
3. Informasi Pengolahan
Informasi ini didapat dari sekumpulan data. Data yang telah didapat bisa
langsung digunakan sebagai media informasi namun ada juga yang melalui proses
pengolahan agar menjadi informasi yang runtut dan jelas. Proses pengolahan yang
dilakukan bisa dengan pengonverisan, penambahan, pengeditan, dan penggabungan antar
data. Informasi pengolahan bisa juga diartikan tentang bagaimana suatu produk diolah
sedemikian rupa agar menjadi output yang berkualitas.
4. Informasi Pasar
Informasi pasar adalah kumpulan data hal-hal, kejadian, transaksi di
perekonomian pasar yang sudah dikelompokkan dan memiliki nilai serta makna bagi
perusahaan untuk dapat melakukan bisnis dari suatu komoditas agribisnis. Informasi
pasar merupakan suatu berita yang bisa mempengaruhi penawaran dan permintaan barang
yang pada akhirnya mempengaruhi harga, misalnya berita gagal panen tomat akibat
musin hujan berkepanjangan yang dapat membuat harga tomat di pasaran naik.

8
2.4 Tentang Aplikasi Eragano

Gambar 1 Logo Eragano


Eragano merupakan aplikasi android dengan fitur yang lengkap dan mudah
digunakan untuk petani. Eragano mengembangkan solusi dari hulu ke hilir untuk
petani rumah tangga berbasis teknologi modern. Ergano membantu meningkatkan
produktifitas dan profitabilitas petani dengan solusi fleksibel dari akses kebutuhan
bertani sampai penjualan hasil panen dilengkapi dengan pendampingan budidaya
secara digital, asuransi pertanian dan akses permodalan. Salah satu visi yang
dimiliki oleh Eragano adalah merevolusi metode pertanian menjadi lebih
berkelanjutan yang dapat meningkatkan kemakmuran petani dan kesehatan
konsumen.
Dilatarbelakangi oleh keadaan petani kecil yang kurang maksimal, Eragano
mencoba melakukan diskusi bersama tenaga sales dan teknikal perusahaan
pertanian serta melakukan survey kepada petani rumah tangga di beberapa
wilayah di Pulau Jawa untuk menemukan masalahnya. Harga sarana produksi tani
yang tidak stabil, cara budidaya yg masih berdasarkan insting dan belum tentu
relevan dengan kondisi saat ini dapat mengakibatkan kerugian finansial. Ditambah
akses permodalan dan asuransi masih terbatas, serta adanya tengkulak yang
kesepakatannya cenderung merugikan (dengan harga panen rendah, bunga tinggi
dan harga kebutuhan bertani yang tinggi) membuat mereka semakin sulit

9
mencapai tingkat kesejahteraan yang layak. Oleh karena itu, Eragano hadir untuk
tumbuh dan berkembang bersama Petani untuk meningkatkan kesejahteraan
petani.

Gambar 2 Tangkapan Layar Pelayanan yang ditawarkan oleh Eragano

Tujuan utama yang menjadi fokus Eragani adalah membuat Petani lebih
produktif dan mendapatkan akses Pasar yang fair. Manfaatnya, pendapatan Petani
menjadi lebih tinggi. Saat ini Eragano sudah melakukan sebuah kolaborasi dengan
instansi-instansi terkait yang dapat membantu menyokong keberhasilan dari
tujuan dibentuknya Eragano sebagai salah satu aplikasi yang dapat membantu
petani-petani di Indonesia. Eragano berkolaborasi dalam meningkatkan
kesejahteraan Petani Indonesia bersama :

10
Gambar 3 Tangkapan Layar Aplikasi Eragano pada Play Store

Eragano menyediakan beberapa layanan seperti pembelian kebutuhan


petani, pendampingan budidaya, asuransi pertanian, penjualan hasil panen, hingga
akses permodalan dengan pinjaman lunak yang lebih mudah. Eragano pun
menyediakan kanal agar petani bisa mengakses pelbagai informasi soal dunia
pertanian. Informasi tersebut diharapkan bermanfaat meningkatkan profit dan
kinerja para petani.

11
2.6 Peran Aplikasi Eragano sebagai Penunjang Sistem Informasi dalam
Agribisnis

Aplikasi merupakan suatu komponen penting dalam sebuah sistem


informasi. Jika tidak ada aplikasi, maka output dari sebuah informasi yang ada
pada sistem informasi tidak dapat diproduksi. Aplikasi yang dikembangkan dalam
sistem informasi harus mampu menunjang segala kebutuhan penggunanya agar
keluaran yang dihasilkan menjadi sebuah keluaran yang memberikan hasil efektif.

Eragano menyediakan beberapa layanan seperti pembelian kebutuhan


petani, pendampingan budidaya, asuransi pertanian, penjualan hasil panen, hingga
akses permodalan dengan pinjaman lunak yang lebih mudah. Eragano pun
menyediakan kanal agar petani bisa mengakses pelbagai informasi soal dunia
pertanian. Informasi tersebut diharapkan bermanfaat meningkatkan profit dan
kinerja para petani.

Semua fitur di aplikasi Eragano bertujuan membantu para petani


mendongkrak produktivitas mereka. Contohnya, petani bisa membeli kebutuhan
seperti benih, obat-obatan, dan alat pertanian melalui aplikasi MCommerce.
Caranya mudah. Petani hanya perlu mengklik aplikasi tersebut lalu memilih
produk dan memilih tombol beli. Dengan fasilitas itu, Eragano mencarikan
kebutuhan petani dari distributor. Eragano menggandeng para distributor dengan
sistem komisi per transaksi.

Contoh lainnya adalah pinjaman dan asuransi. Petani yang mencari


pinjaman atau asuransi hanya perlu mengisi formulir pada aplikasi Eragano.
Selanjutkan Eragano akan mencarikan pinjaman dan asuransi yang dibutuhkan
para petani secara offline. Pendanaan pun bisa berasal dari perbankan.

Sedangkan untuk fitur menjual hasil panen, petani diharuskan mengisi nama
produk, jumlah, dan harga serta menyertakan foto produk yang mereka jual. Para
petani tidak perlu repot memikirkan soal pengiriman barang dan mencari penjual.
Sebab, Eragano bekerja sama dengan berbagai hotel, restoran, dan katering yang
membutuhkan produk-produk pertanian.

12
Menurut Stephanie, Eragano sudah bermitra dengan 10 hotel, 10 restoran,
dan dua katering. Eragano pun terus berupaya melebarkan jaringan mitra hotel,
restoran, dan katering.

Adapun fitur konsultasi budidaya bisa digunakan petani untuk bertanya


pelbagai masalah yang mereka temukan saat di lapangan. Eragano menggandeng
para ahli pertanian yang dapat menyediakan solusi bagi pelbagai permasalahan
yang dihadapi petani. Pengguna aplikasi Eragano sekitar 100 petani, kata
Stephanie.

Selain itu, Eragano memberikan pendampingan kepada 38 petani di


Pangalengan dan Lembang, Jawa Barat. Para petani tersebut mengelola lahan
seluas 19 hektare dengan produk cabai, bawang, kentang, dan kubis.

Awalnya, Stephanie maupun Aris harus bekerja keras memperkenalkan


Eragano kepada para petani di dua wilayah tersebut. Sebab, mayoritas petani tidak
terbiasa menggunakan telepon pintar. Kalaupun ada yang menggunakan telepon
seluler, mereka hanya menggunakannya untuk kirim pesan ataupun menelepon.
Karena itu, pertama kali yang dilakukan Stephanie dan Aris adalah menyadarkan
para petani terkait manfaat telepon pintar dan internet bagi usaha mereka.
Kemudian membiasakan mereka membeli dari handphone, dan mencari
informasi dari handphone, kata Aris.

Kini, Eragano juga memiliki EraganoStore, sebuah wadah yang


menghubungkan petani dengan pembeli produk tani. Pertengahan Juni lalu, hasil
panen cabai 1,5 ton milik petani Eragano dijual di EraganoStore.

Para petani pun mulai merasakan keuntungan menjadi mitra Eragano. Pipit
Chandra, satu di antaranya. Dia mengatakan penjualan produknya meningkat
tajam setelah menjadi mitra Eragano. Keuntungan saya meningkat 30 persen
setelah menjual hasil panen lewat aplikasi pintar ini dibanding menjualnya dengan
cara yang biasa, ujar pengolah 3 hektare lahan cabai tersebut. Rupanya,Petani
tidak hanya butuh teknologi budidaya, tapi juga perlu teknologi informasi untuk
mengakses kebutuhannya.

13
Usaha Eragano membantu petani, para pahlawan pangan, ini pun berbuah
manis. Mereka dilirik investor yang menyuntikkan dana pada Juli lalu. Dana ini
akan digunakan untuk meningkatkan jumlah tim operasional dan mengembangkan
teknologi aplikasi Eragano dan marketplace untuk musim tanam berikutnya. Dan
dengan pendanaan ini diharapkan akan ada lebih banyak mimpi petani yang
berhasil diwujudkan.

14
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Sistem informasi merupakan kombinasi teknologi informasi dan aktivitas para
pengguna teknologi untuk mendukung kegiatan operasi serta manajemen dalam suatu
organisasi dengan memanfaatkan model dan media teknologi informasi. Sistem informasi
dalam bisnis sendiri merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang memiliki
kesatuan antara satu dengan lainnya dan ditujukan untuk kepentingan bisnis. Agribisnis
membutuhkan sistem informasi bisnis yang dirancang secara efektif karena memiliki
risiko dan ketidak pastian usaha yang tinggi. TaniHub merupakan contoh yang baik
sebagai aplikasi dalam sistem informasi dalam bidang agribisnis yang menjadi
penjembatan antara petani produsen hasil-hasil pertanian dengan konsumen dalam proses
pemasaran hasil-hasil pertanian. TaniHub memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan,
namun sangat berguna bagi para penggunanya.

3.2 Saran
Aplikasi TaniHub merupakan contoh yang relatif sukses dalam bidang
sistem informasi agribisnis. Pengelola aplikasi ini diharapkan mampu
mengembangkan aplikasi secara lebih efektif dan efisien agar semua pihak yang
terlibat di dalamnya dapat mencapai keuntungan masing-masing, seperti misalnya
melayani pemasaran ke seluruh daerah di Indonesia dan bukan hanya pada daerah
tertentu saja.

15