Anda di halaman 1dari 10

Kata Pengantar

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya
sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga
mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah Dinamika Pasar Agribisnis,
Ibu Tintin Sarianti, S.P., M.M. yang telah membantu kami dalam mempelajari dan
menyusun makalah ini.

Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan


bermanfaat bagi para pembaca. Untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik .

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, kami yakin masih


banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu, kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Bogor, 30 Mei 2017

Penyusun

i
Daftar Isi

Kata Pengantar ................................................................................... i

Bab 1 Pendahuluan

1.1 Latar Belakang ...................................................................... 1

1.2 Rumusan Masalah ................................................................. 1

1.3 Tujuan ................................................................................... 1

Bab 2 Pembahasan

2.1 Model Fishbein ..................................................................... 2

2.2 Model Angka Ideal ............................................................... 3

Bab 3 Penutup

3.1 Kesimpulan ........................................................................... 6

3.2 Saran ..................................................................................... 6

Daftar Pustaka .................................................................................... 7

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan zaman saat ini menuntut konsumen untuk bersikap pintar,
cermat, efisien dan efektif dalam memilih produk yang mereka inginkan.
Pembentukan sikap ini merupakan pengaruh dari momen sebelumnya yang pernah
memiliki peranan dalam pengalaman langsung, seperti pemakaian produk secara
aktual dan sikap juga dapat dibentuk tanpa adanya pengalaman aktual dengan
suatu objek seperti melalui iklan interaktif sebuah produk yang dikonsumsi. Sikap
konsumen ini selanjutnya dapat diartikan sebagai sebuah bentuk evaluasi apakah
mereka menyukai produk yang telah dikonsumsi ataupun sebaliknya. Dengan
adanya sikap yang dimunculkan, maka konsumen akan memainkan peran untuk
untuk menentukan apakah mereka tidak kecewa dengan apa yang telah mereka
konsumsi.
Pada dasarnya konsumen memiliki kepercayan tersendiri terhadap atribut
suatu produk yang mana atribut tersebut merupakan image yang melekat dalam
produk tersebut. Melalui penilaian terhadap atribut suatu produk maka cukup
meyakinkan produsen mengenai sikap yang dimunculkan oleh konsumen terhadap
suatu produk.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimanakah model fishbein dapat menjelaskan produk yang lebih
digemari konsumen dengan membandingkan produk keripik jagung
rasa cheese nachos ?
2. Bagaimana atribut ideal bagi konsumen dalam produk minuman
coklat dijelaskan dengan menggunakan model angka ideal?

1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui produk yang lebih digemari konsumen
menggunakan model fishbein.
2. Untuk mengetahui atribut ideal bagi konsumen dalam produk
minuman coklat menggunakan model angka ideal.

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Model Fishbein

Wawasan pebisnis mengenai selera konsumen merupakan salah satu hal


penting agar produk yang dihasilkan tepat sesuai selera dan kebutuhan konsumen.
Metode untuk mengetahui selera konsumen dapat dilakukan melalui pendekatan
penilaian beberapa produk yang diminati konsumen. Output dari metode ini
bermanfaat bagi perkembangan bisnis menjadi lebih baik dan dapat mengambil
hati para konsumen dalam memilih produk atau jasa yang disediakan. Metode
penilaian produk berdasarkan selera konsumen dapat dilakukan dengan berbagai
cara, salah satunya adalah penilaian multi atribut model Fishbein. Menurut
Karnawati (2012), teori model Fishbein yang paling utama adalah evaluasi
terhadap kepercayaan utama menghasilkan sikap keseluruhan.
Dalam model Fishbein, sikap keseluruhan suatu objek adalah fungsi dari
dua faktor yaitu evaluasi dari kepercayaan dan kekuatan dari kepercayaan utama
jika dikaitkan dengan produk. Berikut adalah tabel rekapan dari model Fishbein
yang dilakukan terhadap dua produk keripik jagung rasa cheese nachos yang
dilakukan pada 36 responden.

Tabel 1. Model Fishbein untuk Produk Keripik Jagung Rasa Cheese Nachos
Atribut Evaluasi (ei) Kepercayaan (bi)
Merek A Merek B
Kerenyahan 1.818181818 1.484848485 1.696969697
Tekstur Produk 1.060606061 0.757575758 1.272727273
Rasa Jagung 1.484848485 0.393939394 1.393939394
Warna Produk 0.606060606 1.181818182 0.363636364
Rasa Keju 1.333333333 0.818181818 0.333333333
Aroma 1.151515152 0.333333333 1.03030303
Harga 1.363636364 0.272727273 0.121212121
Kemasan 0.909090909 0.666666667 1.272727273
Volume 1.575757576 1.181818182 0.515151515
Total Skor 9.109112 10.483855

2
Berdasarkan hasil tes organoleptik yang dilakukan dengan menyebarkan
sampel kedua produk kepada 36 responden diketahui bahwa produk yang paling
digemari oleh konsumen adalah produk keripik jagung merek B dengan total skor
yang diperoleh adalah 10.483855. Total skor tersebut diperoleh melalui hasil
perkalian dari evaluasi atribut (ei) dengan nilai kepercayaan (bi). Terdapat
Sembilan atribut yang dinilai terhadap kedua produk. Produk merek B unggul
dalam kerenyahan, tekstur produk, rasa jagung, aroma, dan kemasan. Namun ada
beberapa kelemahan yang dimiliki oleh produk merek B, yaitu warna produk, rasa
keju, harga, dan volume. Warna produk yang dimiliki oleh produk merek A lebih
disukai oleh konsumen karena warna dari produk merek A lebih menarik
dibandingkan dengan produk merek B. Rasa keju yang dimiliki oleh produk
merek A juga lebih disukai daripada produk merek B karena rasa keju produk
merek A lebih terasa disbanding produk merek B. Serta harga produk merek B
yang dinilai lebih mahal dari produk merek A karena volume produk keripik
jagung merek B dinilai lebih sedikit daripada produk keripik jagung merek A.

2.2 Model Angka Ideal

Sedikit berbeda dengan model Fishbein, walaupun model Angka Ideal


juga memperhitungkan skor kepentingan atribut suatu produk, model Angka Ideal
juga memperhitungkan skor tingkat keidealan atribut produk tersebut bagi setiap
individu. Hal ini dikarenakan standar ideal setiap individu terhadap atribut
atribut suatu produk akan berbeda satu dengan yang lain. Perbedaan ini dapat
dipengaruhi oleh berbagai macam hal. Bisa jadi selera, ketersediaan bahan baku
dan sebagainya.

Dalam bukunya yang berjudul Perilaku Konsumen, J. F. Engel


menggambarkan bahwa model Angka Ideal adalah suatu model yang memberikan
informasi mengenai merek ideal atau bisa juga atribut ideal dan juga
informasi berkenaan dengan bagaimana merk yang sudah ada dipandang oleh
konsumen. Berdasarkan pengertian tersebut, dapat dibuat menjadi model secara
simbolis dengan sebagai berikut:

3
Dimana:

Ab= Sikap terhadap merek

Wi = Tingkat kepentingan terhadap atribut

Ii = Performans ideal merek terhadap atribut ke-i

Xi = Keyakinan (beliefs) terhadap performans merek yang diukur pada


atribut ke-i

n = Menunjukkan atribut yang dipertimbangkan (salient attributes)

Dengan model ini konsumen diminta menempatkan skala terhadap derajat


atau tingkat atribut yang menonjol yang dimiliki suatu merek. Berdasarkan model
ini, semakin dekat penilaian aktual suatu merek dengan penilaian ideal, maka
sikap tersebut akan semakin mendukung.

Telah kami peroleh data dari 36 responden mahasiswa Agribisnis


Angkatan 52 yang telah memberikan tanggapan mereka mengenai dua merek
minuman coklat panas. Berikut adalah data hasil rekapan dari responden
responden kami:

Tabel 2. Model Angka Ideal untuk Produk Minuman Coklat Panas


Performansi
Atribut Kepentingan Ideal Kepercayaan (Xi) Angka Ideal

(Wi) (Ii) Merek A Merek B Merek A Merek B

Rasa Manis 2.878787879 3.242424242 2.909090909 3.757575758 0.95959596 -1.48301194

Rasa Coklat 3.878787879 4.606060606 3.727272727 2.939393939 3.408631772 6.464646465

Aroma
Coklat 3.5625 4.424242424 4.151515152 3.121212121 0.971590909 4.642045455

Warna
Coklat 3.181818182 4.090909091 4.060606061 2.939393939 0.096418733 3.663911846

Kekentalan 2.96969697 3.818181818 2.878787879 2.787878788 2.789715335 3.059687787

4
Harga 3 3.545454545 2.545454545 3.696969697 3 -0.45454545

Kemasan 2.909090909 3.848484848 3.96969697 3.151515152 -0.35261708 2.027548209

Tanggal
Kadaluarsa 3.636363636 4.757575758 4.666666667 4.333333333 0.330578512 1.542699725

Total Skor 28.90909091 26.72727273 11.20391414 19.46298209

Ket : A = Delfi Hot Cocoa; B = Indomaret Hot Choco

Demikianlah perhitungan tingkat kepercayaan semua atribut. Setelah


semua atribut dihitung maka dijumlahkan akan didapat total skor. Berbeda dengan
multiatribut Fishbein, dimana skor yang lebih tinggi disukai, maka skor yang
lebih rendah lebih baik dalam model angka ideal. Dengan demikian minuman
coklat Merek A lebih cocok dengan atribut ideal bagi konsumen dengan total skor
11.203191414. Adapun skor terbaik yang dapat diterima oleh suatu merek adalah
nol, yang mengindikasikan merek tersebut cocok sempurna dengan konfigurasi
atribut ideal. Terdapat delapan atribut yang dinilai terhadap kedua produk, yaitu
rasa manis, rasa coklat, aroma coklat, warna coklat, kekentalan, harga, kemasan,
dan tanggal kadaluarsa. Melihat dari angka yang lebih mendekati dengan skor
performansi ideal, produk merek A unggul dalam atribut rasa manis, rasa coklat,
aroma coklat, warna coklat, kekentalan, kemasan, dan tanggal kadaluarsa. Hampir
semua atribut yang disebutkan dalam penelitian ini diungguli oleh produk merek
A. Produk merek B hanya unggul di atribut harga. Menurut kelompok kami, jika
kami diandaikan sebagai salah satu produsen minuman coklat, maka alangkah
baiknya jika kami dapat menjadi produsen minuman coklat yang mempunyai
atribut atribut seperti yang dimiliki oleh produk merek A.

5
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hasil yang didapatkan berdasarkan hasil tes organoleptik yang dilakukan


dengan menyebarkan sampel kedua produk kepada 36 responden diketahui bahwa
konsumen lebih menyukai:

1. Diantara dua produk keripik jagung rasa cheese nachos disimpulkan


bahwa konsumen lebih menyukai produk merk B dengan total skor yang
diperoleh adalah 10.483855 dengan atribut yang diunggulkan yaitu
kerenyahan, tekstur produk, rasa jagung, aroma, dan kemasan.
2. Diantara dua produk minuman coklat panas disimpulkan bahwa konsumen
lebih menyukai produk minuman coklat Merk A dengan total skor
11.203191414. Minuman coklat Merk A juga disimpulkan lebih cocok
dengan atribut ideal bagi konsumen. Produk merk A unggul dalam atribut
rasa manis, rasa coklat, aroma coklat, warna coklat, kekentalan, kemasan,
dan tanggal kadaluarsa.

3.2 Saran

Perilaku seseorang dalam mengambil keputusan dalam memilih suatu


produk adalah perilaku subjektif. Penilaian terhadap suatu produk pasti akan
berbeda satu sama lain, karena perbedaan selera. Menurut kami, masih banyak
atribut yang dapat mempengaruhi perilaku konsumen dalam memilih suatu
produk. Semoga dengan adanya makalah ini dapat menjadi referensi dan
membantu dalam proses pembuatan makalah lain yang lebih lengkap.

6
Daftar pustaka

Engel, J.F. Blackwell, A.D. Miniard, P.W. 1994. Perilaku Konsumen: Edisi
Keenam. Binarupa Aksara: Jakarta.

Karnawati TA, Prabowo H. 2012. Sikap konsumen terhadap citro toko distro
inspired di Kota Malang. Jurnal Manajemen dan Akuntansi. 1(1): 69-84.

7
MAKALAH MATA KULIAH DINAMIKA PASAR AGRIBISNIS (AGB213)

METODE PENGAMBILAN KEPUTUSAN KONSUMEN PADA PRODUK


KERIPIK JAGUNG DAN MINUMAN COKLAT

Oleh :
Tri Astuti H34149001
Atika Faizi Crafty H34150102
Brigitta Dyah Utami H34150106
Monica Karuniasih H34150100
Rifa Mawaddah H34150095
Rachada Narnantama H34150103

Dosen :
Tintin Sarianti, SP, MM

DEPARTEMEN AGRIBISNIS
FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2017