Anda di halaman 1dari 24

PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGINDERAAN JAUH 2016

27 Juli 2016
The Margo Hotel
Depok, Indonesia

Tema: Penguatan Kemandirian IPTEK dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Mendukung
Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Mitigasi Bencana

Prosiding ini berisi makalah-makalah yang telah dipresentasikan pada Seminar Nasional
Penginderaan Jauh yang diselenggarakan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional pada
tanggal 27 Juli 2016 di The Margo Hotel, Depok - Indonesia. Prosiding dicetak pada November
2016.

Mitra Bestari*):
1. Dr. Erna Sri Adiningsih, M.Si. (Ketua)
2. Ir. Mahdi Kartasasmita, MS, Ph.D.
3. Dr. Ir. Katmoko Ari Sambodo, M.Eng.
4. Dra. Ratih Dewanti, M.Sc.
5. Dr. Bidawi Hasyim, M.Si.
6. Dr. Ir. Dony Kushardono, M.Eng.
7. Dr. Dra. Wikanti Asriningrum, M.Si.
8. Dr. Ety Parwati, M.Si.
9. Ir. Wawan K. Harsanugraha, M.Si.
10. Dr. Ir. Indah Prasasti, M.Si.
11. Dr. Ir. Dede Dirgahayu Domiri, M.Si.

Dipublikasikan oleh:
Panitia Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2016
Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional
Jl. LAPAN No 70
Pekayon, Pasar Rebo Jakarta 13710
Indonesia
Telephone: 021-8710786, Fax: 021 8717715
Website: http://sinasinderaja.lapan.go.id

ISBN : 978-979-1458-99-3

*) : Berdasarkan Surat Keputusan Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN No.216A Tahun 2016

-ii-
TIM PENYUSUN PROSIDING*)
SEMINAR NASIONAL PENGINDERAAN JAUH 2016
(SINAS INDERAJA 2016)

a. Pengarah : Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc.


b. Penanggung Jawab : 1. Ir. Dedi Irawadi
2. Dr. M. Rokhis Khomarudin, M.Si.

c. Dewan Redaktur : 1. Dra. Ratih Dewanti, M.Sc. (Ketua)


2. Dr. Ety Parwati, M.Si.
3. Dr. Rahmat Arief, Dipl.-Ing.
4. Dra. Maryani Hartuti, M.Sc.
5. Muchammad Soleh, S.T., M.Eng.

d. Penyunting/Editor : 1. Yennie Marini, S.Pi., M.Eng. (Ketua)


2. Mukhoriyah, S.T., M.Si.
3. Gusti Darma Yudha, S.Kom.
4. Fajar Yulianto, S.Si., M.Si.
5. Anis Kamilah Hayati, S.T.

*) : Berdasarkan Surat Keputusan Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN No.216A Tahun 2016

-iii-
TIM PELAKSANA KEGIATAN*)
SEMINAR NASIONAL PENGINDERAAN JAUH 2016
(SINAS INDERAJA 2016)
THE MARGO HOTEL DEPOK, 27 JULI 2016

I. Panitia
a. Pembina : Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc.
b. Pengarah : 1. Ir. Dedi Irawadi
2. Dr. M. Rokhis Khomarudin, M.Si.
c. Ketua Pelaksana : Ir. Rubini Jusuf, M.Si.
d. Sekretaris : Parwati, S.Si., M.Si.
e. Sekretariat : 1. Dinari Nikken, S.S., S.T.
2. Syifa W. Adawiyah, S.Pi.
3. Tri Astuti Pandansari, A.Md.
f. Seksi Makalah dan Proceeding : 1. Dr. Rahmat Arief, Dipl. Ing.
2. Mukhoriyah, S.T., M.Si.
3. Gusti Darma Yudha, S.Kom.
4. Yennie Marini, S.Si., M.Eng.
g. Seksi Acara : 1. Muchammad Soleh, S.T., M.Eng.
2. Rita Silviana Arlis, S.T.
3. Esthi Kurnia Dewi, S.Kom.
4. Sayidah Sulma, S.Pi., M.Si.
5. Liana Fibriawati, S.Si.
6. Destri Yanti Hutapea, S.T.
h. Seksi Keuangan : 1. Suhartono
2. Noersyamsu, S.Sos.
3. Yeni Ikawati, A.Md.
4. Ari Mutia Tantri, S.E.
5. Noor Janah, S.Sos.
6. Hana Listi Fitriana, S.T.
i. Seksi Akomodasi, Perlengkapan:1. Aby Al Khudri, S.Kom
dan Transportasi 2. Aries Maulana
3. Sulis Darmanto, S.Kom
j. Seksi Publikasi dan : 1. Nurwita Mustika Sari, S.Si.
Dokumentasi 2. Taufik Aulia Rahmat, S.T.
k. Seksi Pameran dan Poster : 1. Mega Mardita, S.Sos., M.Si.

-iv-
2. Bambang Haryanto, S.E.
II. Reviewer
a. Ketua : Dr. Ir., Erna Sri Adningsih, M.Si.
b. Anggota : 1. Ir. Mahdi Kartasasmita, MS., Ph.D
2. Dr. Ir. Katmoko Ari Sambodo, M.Eng.
3. Dra. Ratih Dewanti, M.Sc.
4. Dr. Bidawi Hasyim, M.Si.
5. Dr. Ir. Dony Kushardono, M.Eng.
6. Dr. Dra. Wikanti Asriningrum, M.Si.
7. Dr. Ety Parwati, M.Si.
8. Ir. Wawan K. Harsanugraha, M.Si.
9. Dr. Ir. Indah Prasasti, M.Si.
10. Dri. Ir. Dede Dirgahayu Domiri, M.Si.

III. Narasumber : 1. Prof. Dr. Thomas Djamaluddin


2. Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc.
3. Dr. Ekowati Retnaningsih, SKM., M.Kes.
4. Dr. Ir. Dedi Nursyamsi, M. Agr.
5. Dr. Ir. Erna Sri Adiningsih, M.Si.
6. Dr. M Rokhis Khomarudin (Moderator)
7. Ir. Dedi Irawadi (Moderator)
8. Ir. Rubini Jusuf, M.Si. (Moderator)
9. Parwati, S.Si., M.Sc. (Moderator)
10. Ayom Widipaminto, S.T., M.T. (Moderator)
11. Syarif Budhiman, S.Pi., M.Sc. (Moderator)
12. Winanto, S.T. (Moderator)
13. Heri Y. Sulyantara, S.Si., M.Sc. (Moderator)
14. Kuncoro Teguh S., S.Si., M.Si. (Moderator)
15. Dr. Bambang Trisakti (Moderator)
16. Dra. Ratih Dewanti, M.Sc. (Moderator)
17. Dra. Maryani Hartuti, M.Sc. (Moderator)
18. Dr. Wikanti Asriningrum, M.Si. (Moderator)
19. Drs. Kustiyo, M.Si. (Moderator)
20. Dr. Ir. Indah Prasasti, M.Si. (Moderator)
21. Hidayat Gunawan, M.Eng. (Moderator)

-v-
22. Dr. Ir. Dede Dirgahayu Domiri, M.Si. (Moderator)
23. Dr. Rahmat Arief, Dipl. Ing. (Moderator)

IV. Notulis : 1. Yennie Marini, S.Pi., M.Eng.


2. Emiyati, S.Si., M.Si.
3. Anneke K.S. Manoppo, S.Pi.
4. Ahmad Sutanto, S.Si., M.Kom.
5. Galdita Aruba Chulafak, S.T.
6. Fajar Yulianto, S.Si., M.Si.
7. Sartono Marpaung, S.Si.
8. Udhi Catur Nugroho, S.T.
9. Zylshal, S.Si.
10. Nanin Anggraini, S.Si., M.Si.
11. Rahmat Rizkiyanto, S.Kom.
12. Wisnu Sunarmodo, S.T.
13. Randy Prima Brahmantara, S.T.
14. Kuncoro Adi Pradono, S.T.
15. Norianini Dewi Salyasari, S.Kom
16. Anis Kamilah Hayatim, S.T.
17. Haris Suka Dyatmika, S.Si.
18. Dianovita, S.Si.
19. Sukentyas Estuti Siwi, S.Si., M.Si.
20. Devy Monica, S.Si.
21. Viradhea Gita Rista Laksawana, S.T.
22. Syaiful Muflichin Purnama, S.Si.
23. Widya Eka Prativi, S.ST.
24. Hasna Apriliyah, A.Md.

V. Asisten Presentasi : 1. Kurnia Robiansyah, A.Md.


2. Nedi Dwiyandi, S.Si.
3. Budi Rakiso, S.Kom.
4. Tival Godoras, S.Pi.
5. M. Dwi Budi Wibowo, A.Md.
6. Dwi Nurcahyo Ari Putro, A.Md.

*) : Berdasarkan Surat Keputusan Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN No.62A Tahun 2016
-vi-
KATA PENGANTAR DEWAN PENYUNTING
(KETUA MITRA BESTARI)

Pada tanggal 27 Juli 2016 telah diselenggarakan Seminar Nasional Penginderaan Jauh (Sinas Inderaja) 2016
di The Margo Hotel, Depok, Indonesia, dengan tema Penguatan Kemandirian IPTEK dan Pemanfaatan
Penginderaan Jauh untuk Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Mitigasi Bencana.
Tema ini melandasi Program Teknis Sinas Inderaja 2016 yaitu mendorong dan memperkuat kemampuan
penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan (litbangyasa) dalam bidang teknologi dan pemanfaatan
penginderaan jauh untuk mencapai kemandirian dalam rangka implementasi Undang-Undang Nomor 21
tahun 2013 tentang Keantariksaan, khususnya kegiatan penginderaan jauh.
Penyelenggaraan kegiatan penginderaan jauh yang dimaksud meliputi perolehan, pengolahan, penyimpanan,
pendistribusian, dan pemanfaatan data, serta diseminasi informasi. Kegiatan perolehan (akuisisi) data
dengan menggunakan dan termasuk pengembangan serta pembangunan beberapa jenis sensor dan wahana
pembawanya seperti satelit, pesawat terbang dan lain-lain untuk mengindera bumi. Pembangunan,
pengembangan serta pengoperasian ruas (stasiun) bumi inderaja agar dapat melaksanakan fungsi menerima
data di bumi. Kegiatan pengolahan data yang secara sederhana dapat dikategorikan dalam koreksi data, baik
yang bersifat geometris maupun radiometris. Selain itu, pengolahan data mencakup pula pengenalan kelas
atau pola-pola yang berbeda di bumi secara tepat, pendeteksian atau pengestimasian parameter geobiofisik
dari data inderaja pada daerah yang luas pada waktu secara cepat dan berkesinambungan. Yang tidak kurang
pentingnya adalah pengelolaan data dan informasi untuk didiseminasikan kepada pengguna secara cepat
efektif dan efisien.
Perkembangan kegiatan penginderaan jauh, khususnya di LAPAN, tidak terlepas dari sejarahnya
yang dimulai dengan tahap eksperimental sejak tahun 1978 dengan pengoperasian sistem penerima
data satelit resolusi rendah dan dilanjutkan dengan pengoperasian stasiun bumi satelit resolusi
menengah sejak tahun 1983. Kegiatan operasional dimulai sejak tahun 1993 setelah upgrading
stasiun bumi dan penyediaan data satelit resolusi menengah, yang ditandai dengan kegiatan
pelayanan data untuk pengguna yang semakin meningkat baik pada tingkat pusat maupun di
daerah.
Peningkatan layanan data dan informasi penginderaan jauh tidak terlepas dari peran dan kontribusinya dalam
pengelolaan sumberdaya alam, perlindungan lingkungan yang berkelanjutan dan mitigasi bencana di
Indonesia. Oleh sebab itu, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sensor, platform, baik satelit
maupun pesawat terbang, serta akuisisi datanya melalui stasiun bumi menjadi landasan penting dalam
pengembangan produk data dan sistem pengolahan data maupun pengelolaan data menuju ketersediaan dan
aksesibilitas data yang handal bagi seluruh pengguna di Indonesia.
Permasalahan utama yang dihadapi dalam kegiatan penginderaan jauh operasional untuk kondisi
geografis Indonesia antara lain menyangkut kesinambungan dalam perolehan data, pengelolaan dan
pengolahan data bervolume besar (big data management), serta produksi informasi geo-bio-fisik
secara cepat dan akurat untuk berbagai aplikasi. Kemampuan data penginderaan jauh resolusi
rendah yang memiliki temporal tinggi untuk pemantauan bencana dan lingkungan juga tidak kalah
pentingnya dengan kemampuan data resolusi menengah dan tinggi untuk pemetaan sumberdaya
alam serta perencanaan pembangunan. Kondisi alam di sebagian besar wilayah Indonesia dengan
liputan awan tinggi juga membutuhkan solusi alternatif, baik dengan penggunaan data radar yang
dikombinasikan dengan data optik maupun pengoperasian wahana pesawat terbang.
Dengan demikian, tantangan bagi penelitian, pengembangan, dan kerekayasaan (litbangyasa) dalam
penginderaan jauh adalah penguasaan IPTEK penginderaan jauh untuk mencapai kemandirian nasional
sebagaimana amanat Undang-Undang nomor 21 tahun 2013 tentang Keantariksaan. Dengan latar belakang
permasalahan tersebut, maka topik makalah yang dicakup dalam seminar ini meliputi hasil-hasil litbangyasa
penginderaan jauh yang diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam operasionalisasi maupun
implementasi dari Undang-Undang tersebut. Makalah yang diterima berupa hasil-hasil litbangyasa murni
maupun ulasan mendalam (in depth review) di bidang teknologi sensor dan platform, stasiun bumi dan
komunikasinya, sistem pengolahan dan pengelolaan data, serta informasi geobiofisik dan aplikasi
penginderaan jauh di berbagai sektor.
-vii-
Kriteria dalam seleksi makalah yang dipresentasikan pada Sinas Inderaja 2016 dibangun
berdasarkan pemikiran di atas yaitu dengan urutan dari bobot tertinggi adalah yang mengusulkan
suatu metode baru atau adaptasi/modifikasi metodologi (relatif baru digunakan di Indonesia atau
digunakan pada data jenis yang baru diperkenalkan Indonesia) yang sudah dikembangkan di luar
negeri dan berdasarkan analisis ilmiah yang kuat agar dapat digunakan pada keadaan geografis
Indonesia. Pada urutan kedua adalah kajian ilmiah (scientific critical review) yang mendalam dan
rinci dan/atau membandingkan beberapa metodologi yang telah dikembangkan di luar negeri untuk
pada akhirnya dapat diadaptasikan di Indonesia. Selanjutnya ketiga adalah validasi metode yang
digunakan untuk mengetahui secara empiris dan eksperimental kualitas dari informasi keluarannya.
Keempat adalah implementasi/aplikasi metodologi dimana implementasi/aplikasi metodologi ini
telah dilakukan di Indonesia.
Berdasarkan urutan kriteria di atas maka telah dilakukan seleksi abstrak/makalah untuk
dipresentasikan di Sinas Inderaja 2016, yang hasilnya sebagai berikut. Abstrak yang diterima oleh
penyelenggara berjumlah 212 buah dan setelah seleksi jumlah makalah lengkap yang diterima
adalah 141 buah. Dari jumlah makalah tersebut, sebanyak 51 makalah berasal dari LAPAN dan 90
makalah dari luar LAPAN antara lain KKP, KLHK, Kementerian ESDM, Kementerian PUPR,
Kementan, LIPI, BIG, BPPT, BMKG, BPS, UGM, UI, IPB, ITB, ITS, UIN, Universitas Brawijaya,
Universitas Hasanuddin, Universitas Jambi, UNILA, UII, Institut Teknologi Padang, dan Bappeda
Provinsi Provinsi Jawa Barat. Hal ini menunjukkan bahwa Sinas Inderaja mulai dikenal dan
diminati oleh para peneliti, akademisi, dan pelaku dalam kegiatan penginderaan jauh. Dari
keseluruhan makalah yang diterima dan diseleksi lebih lanjut, sebanyak 76 makalah dipresentasikan
secara lisan (oral) dan 44 makalah dipresentasikan secara poster.
Presentasi makalah secara lisan dibagi dalam lima kelompok utama, yaitu: Sesi Teknologi dan
Koreksi Data Penginderaan Jauh, Sesi Pengolahan Data Penginderaan Jauh, Sesi Deteksi Parameter
Geo-bio-fisik, Sesi Aplikasi Penginderaan Jauh, serta Sesi Pengelolaan Data, Informasi, dan
Diseminasi Penginderaan Jauh, yang kesemuanya telah dilaksanakan pada 27 Juli 2016 di The
Margo Hotel, Depok. Sebanyak lima makalah yang dipresentasikan dalam seminar ini telah dipilih
dan dianggap layak untuk diterbitkan di jurnal IJReSES, sehingga makalah tersebut tidak
diterbitkan di dalam prosiding. Makalah yang diterbitkan dalam prosiding telah diperbaiki dengan
mengakomodasi seluruh hasil diskusi dan tanya jawab, sedangkan substansi makalah tetap menjadi
tanggung jawab penulis.
Melalui semua usaha di atas, diharapkan tema Sinas Inderaja 2016 ini dapat dicapai sehingga
penguasaan IPTEK dari segala aspek penyelenggaraan penginderaan jauh dapat memperkuat
implementasi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2013 tentang Keantariksaan dan menjadi bagian
yang nyata dari kemandirian masyarakat, bangsa dan budaya Indonesia.
Terima kasih atas partisipasi dan perhatiannya.

Jakarta, 19 Oktober 2016


Ketua Mitra Bestari

Dr. Ir. Erna Sri Adiningsih, M.Si.

-viii-
KATA PENGANTAR DEWAN REDAKTUR

Alhamdulillahirobbil'alamin, penyusunan Prosiding Seminar Nasional Penginderaan Jauh (Sinas


Inderaja) 2016 dengan tema Penguatan Kemandirian IPTEK dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh
untuk Mendukung Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Mitigasi Bencana telah
selesai dilakukan dengan baik oleh Tim Penyusun Prosiding dengan memakan waktu sekitar empat
(4) bulan secara intensif sejak penyelenggaraan acara tersebut.
Prosiding Sinas Inderaja 2016 dengan nomor ISBN 978-979-1458-99-3 akan didistribusikan kepada
para stakeholder nasional terkait dan diunggah di website resmi LAPAN www.lapan.go.id.
Pengantar singkat ini dimaksudkan untuk melengkapi informasi pada pengantar sebelumnya yang
disampaikan oleh Ketua Mitra Bestari, bahwa makalah dalam prosiding ini telah disusun, dilakukan
pengeditan, dan diperbaiki dengan mengakomodasi seluruh hasil diskusi dan tanya jawab yang
terjadi selama acara seminar nasional berlangsung.

Dari 122 makalah yang dipresentasikan baik secara oral (76) maupun poster (44) kemudian
diterbitkan di dalam Prosiding Sinas Inderaja 2016 ini. Penyajian makalah tersebut dikelompokkan
ke dalam sembilan (9) topik Penginderaan Jauh dari hulu sampai hilir antara lain:
1. Teknologi Sensor dan Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (9 makalah)
2. Teknologi dan Koreksi Data Penginderaan Jauh (6 makalah)
3. Pengolahan Data Penginderaan Jauh (16 makalah)
4. Deteksi Parameter Geo-bio-fisik (17 makalah)
5. Pengelolaan Data, Informasi dan Diseminasi Penginderaan Jauh (11 makalah)
6. Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Sumber Daya Wilayah Darat (6 makalah)
7. Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Laut (15 makalah)
8. Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Lingkungan dan Mitigasi Bencana (13 makalah)
9. Aplikasi Penginderaan Jauh Atmosfer (20 makalah)

Berdasarkan hasil diskusi interaktif antara Tim Penyusun Prosiding Sinas Inderaja 2016 dengan
Tim Pengelola International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences (IJReSES), atas
permintaan dari Editor-in-Chief IJReSES tertanggal 8 November 2016, ada 5 makalah yang telah
dipresentasikan dalam seminar ini dipilih dan dianggap layak untuk dilakukan elaborasi lebih lanjut
guna diterbitkan di IJReSES, di samping itu, ada 2 makalah yang ditarik diri oleh pemakalah yang
bersangkutan karena suatu alasan, sehingga 7 makalah yang sudah dipresentasikan tersebut tidak
diterbitkan di dalam prosiding ini.

Lima (5) makalah yang akan diterbitkan di IJReSES tersebut antara lain berjudul:
1. Pemanfaatan Luaran Satelit NOAA-AVHRR Near Real Time untuk Analisis Kekeringan Akibat El Nino
di Indonesia (Studi Kasus: Kekeringan akibat El Nino 2015 di Sulawesi Selatan), oleh Amsari Mudzakir
Setiawan, Yonny Koesmaryono, Akhmad Fakih, dan Dodo Gunawan
2. Uji Komparatif Teknik Estimasi Curah Hujan dengan Data Satelit Himawari-8, oleh Nanda Alfuadi dan
Agie Wandala
3. Ekstraksi Informasi Kerapatan Kelurusan (Lineament Density) Menggunakan Data DEM SRTM, oleh
Udhi C. Nugroho, Arum Tjahjaningsih, dan Ahmad Sutanto
4. Perbandingan Beberapa Metode Koreksi Atmosferik untuk Data Landsat 8, oleh Esthi Kurnia Dewi, dan
Bambang Trisakti
5. Identifikasi dan Klasifikasi Beberapa Tipe Hutan Menggunakan Data Landsat-8 (Studi Kasus Hutan di
Provinsi Sumatera Utara), oleh Heru Noviar, dan Tatik Kartika

-ix-
Terima kasih atas kontribusi, kerja keras, dan kekompakan seluruh anggota tim Dewan Redaktur
dan Penyunting/Editor serta arahan dan dukungan dari Pimpinan.

Semoga, prosiding yang merupakan dokumen karya tulis ilmiah dan diseminasi hasil proses
kegiatan litbangyasa ini, menjadi dokumen yang bermanfaat dan dapat menambah semangat bagi
para stakeholder guna peningkatan kemajuan IPTEK di Penginderaan Jauh di Indonesia.

Jakarta, 18 November 2016


Ketua Dewan Redaktur

Dra. Ratih Dewanti, M.Sc.

-x-
SAMBUTAN KETUA PANITIA SINAS INDERAJA 2016

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh,

Yang kami hormati Bapak Kepala LAPAN, Prof. Dr. Thomas Djamaluddin, atau yang mewakili
Yang kami hormati para pembicara Sesi Pleno, yaitu:
- Kepala Bappeda Prov Jawa Barat, Bapak Ir. Yerry Yanuar, MM, atau yang mewakili
- Kepala Balai Besar Sumber Daya Lahan Pertanian, Bapak Dr. Dedi Nursyamsy,
- Deputi Bidang Penginderaan Jauh LAPAN, Ibu Dr. Orbita Roswintiarti, M.Sc
- Serta Ibu Dr. Erna Sri Adiningsih, M.Si
Yang kami hormati, Sekretaris Utama LAPAN, Bapak Drs. Il Arisdiyo, M.Si, atau yang mewakili
Yang kami hormati pula Deputi Bidang Teknologi Penerbangan dan Antariksa, Ibu Dr. Rika
Andiarti, atau yang mewakili
Yang kami hormati pula Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer, Bapak Drs. Afif Budiyono,
MT
Yang kami hormati para Kepala Pusat di lingkungan LAPAN, para utusan dari kementerian dan
lembaga serta pemerintah daerah,
Bapak Dr. Mahdi Kartasasmita dan Bapak Drs. Bambang S. Tejasukmana, Dipl.Ing, para Kepala
LAPAN periode sebelumnya,
Serta para peserta seminar yang berbahagia,

Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT atas terselenggaranya acara seminar pada hari ini.
Seminar Nasional Penginderaan Jauh ini atau kita singkat Sinas Inderaja merupakan rangkaian dari
kegiatan Hari Antariksa Nasional dan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional ke-21/2016.

Sinas Inderaja ini merupakan kegiatan ilmiah tahunan ke-3 yang diselenggarakan Deputi Bidang
Penginderaan Jauh LAPAN sebagai sarana bertukar informasi, ilmu pengetahuan, dan pengalaman
di antara para pemangku kebijakan dan praktisi penginderaan jauh terhadap berbagai perkembangan
terkini di bidang Iptek dan pemanfaatan penginderaan jauh.

Dia merupakan rangkaian acara yang berkesinambungan sejak tahun 2014, dan tahun ini merupakan
tahun ke-3 penyelenggaran Sinas Inderaja. Tahun 2014, Sinas Inderaja mengambil tema Penguatan
Kemandirian melalui Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Penginderaan Jauh untuk
Mendukung Pembangunan Nasional, tahun 2015 tema yang diambil adalah Kemampuan Iptek
dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh dalam Mendukung Kemandirian Pemerintah Daerah
dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Dan pada tahun 2016 tema yang
diusung adalah Penguatan Kemandirian Iptek dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk
Mendukung Pengelolaan Sumberdaya Alam, Lingkungan dan Mitigasi Bencana

Bapak Kepala LAPAN yang kami hormati, Sinas Inderaja 2016 ini diadakan dalam 2 sesi besar,
pleno sesi akan diadakan pada pagi hari dengan pembicara dari LAPAN, dari Bappeda Provinsi
Jawa Barat dan dari Kementerian Pertanian. Kemudian siang nanti adalah sesi presentasi hasil-hasil
penelitian/perekayasaan di bidang penginderaan jauh.

Pada Sinas Inderaja 2016 ini panitia menerima 144 makalah ilmiah. Dari 144 makalah tersebut 84
makalah akan disampaikan dalam bentuk presentasi oral pada 6 sesi paralel, serta 57 makalah akan
disampaikan dalam bentuk presentasi poster.

Subtema yang akan disampaikan pada presentasi sesi paralel siang nanti antara lain: teknologi
sensor penginderaan jauh; teknologi stasiun bumi penginderaan jauh; teknologi dan koreksi data
penginderaan jauh; pengolahan data penginderaan jauh untuk citra satelit resolusi rendah, menengah
-xi-
dan tinggi; pengelolaan data, informasi, dan diseminasi penginderaan jauh; deteksi parameter geo-
bio-fisik; aplikasi penginderaan jauh untuk sumberdaya wilayah darat, serta sumberdaya wilayah
laut dan pesisir; aplikasi penginderaan jauh untuk mitigasi bencana; dan aplikasi penginderaan jauh
untuk sains atmosfer.

Perkiraan peserta yang hadir pada seminar ini adalah sekitar 380 orang yang terdiri dari
peneliti/perekayasa dari internal LAPAN, para undangan yang mewakili Kementerian dan
Lembaga, utusan dari 17 Pemerintah Provinsi yang memiliki kerjasama dengan LAPAN, peserta
dari universitas serta peserta umum lainnya. Selain itu, kami juga mengadakan pameran yang diisi
oleh LAPAN, Digital Globe, dan Airbus Defence and Space. Pameran menampilkan hasil-hasil
litbang yang terkait dengan penginderaan jauh.

Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berkontribusi demi
terselenggaranya acara ini dan mohon maaf jika terdapat kekurangan.

Kami memohon Ibu Deputi Bidang Penginderaan Jauh mewakili Bapak Kepala LAPAN berkenan
untuk memberikan sambutan dan arahan sekaligus membuka acara Seminar Nasional Penginderaan
Jauh tahun 2016 ini.

Kepada peserta seminar, selamat mengikuti seminar, selamat berdiskusi, semoga mendapatkan
manfaat dan hasil yang maksimal.

Terimakasih,
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh

Ir. Rubini Jusuf, M.Si.

-xii-
SAMBUTAN KEPALA LAPAN

Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Para perwakilan Kementerian, Lembaga, Daerah, dan Perguruan Tinggi, peserta Seminar Nasional
Penginderaan Jauh yang berbahagia.

Alhamdulillah, pada hari ini komunitas penginderaan jauh dapat berkumpul untuk berbagi informasi
dan hasil penelitian serta upaya pengembangan pemanfaatannya di berbagai sektor. Tema seminar
nasional Penguatan Kemandirian IPTEK dan Pemanfaatan Penginderaan Jauh untuk Mendukung
Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Mitigasi Bencana juga relevan dengan visi
LAPAN sebagai Lembaga yang mendapat amanat Undang-undang Keantariksaan sebagai
penyelenggara keantariksaan terkait dengan penginderaan jauh. LAPAN mempunyai visi menjadi
pusat unggulan penerbangan dan antariksa untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan mandiri.
Tentu saja visi tersebut disertai tekad untuk terus bersinergi dengan semua Kementerian, Lembaga,
dan Daerah serta Perguruan Tunggi dalam lingkup penelitian dan pengembangan serta pemanfaatan
teknologi dan data penginderaan jauh.

Penguatan kemandirian IPTEK penginderaan jauh dimulai dengan penguasaan teknologi akuisisi
data satelit serta berbagai metode analisis dan interpretasinya. LAPAN sudah menguasai akuisisi
data satelit untuk resolusi rendah, menengah, dan tinggi sampai resolusi 1,5 meter untuk
pemantauan sumber daya alam, lingkungan, dan mitigasi kebencanaan. Kini sedang mengupayakan
terwujudnya stasiun penerimaan langsung (Direct Receiving Station) untuk citra resolusi sangat
tinggi dengan resolusi sampai sekitar 60 cm. Kemandirian teknologi satelit pencitra juga terus
diupayakan dengan pembuatan dan peluncuran satelit mikro dengan misi yang semakin meningkat.
Satelit LAPAN A2/LAPAN-Orari telah memberikan citra yang cukup baik, walaupun belum sebaik
citra satelit yang selama ini diterima dari satelit internasional. Satelit LAPAN A3/LAPAN-IPB
dilengkapi dengan kamera pencitra multi-spektral yang terutama dimaksudkan untuk pemanfaatan
di sektor pertanian bersama dengan IPB.

Penguatan pemanfaatan penginderaan jauh dilakukan dengan dua program utama. Pertama,
pengembangan Bank Data Penginderaan Jauh Nasional (BDPJN). BDPJN ditargetkan menjadi
penyedia data citra satelit untuk berbagai kebutuhan sektor di Kementerian, Lembaga, dan Daerah
(antara lain untuk pembuatan RDTRRencana Detil Tata Ruang) serta perguruan tinggi. Kedua,
pengembangan Sistem Pemantauan Bumi Nasional (SPBN). SPBN ditargetkan untuk menjadi
penyedia informasi sumber daya alam, lingkungan, dan kebencanaan yang cepat dan akurat.
Layanan data dan informasi ke daerah ditargetkan mencapai seluruh wilayah Indonesia melaui
provinsi yang diteruskan oleh Bappeda ke kota dan kabupaten di wilayahnya.

Beberapa terobosan sudah dilakukan untuk memberikan manfaat penginderaan jauh yang lebih baik
kepada Kementerian, Lembaga, dan Daerah. Pemantauan pertumbuhan padi diharapkan dapat
memberikan informasi yang lebih akurat oleh Kementerian Pertanian untuk mengelola distribusi
pupuk dan prakiraan produksi padi. Pemantauan hotspot dan luas daerah terbakar diharapkan
memberikan informasi yang akurat dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan serta
rehabilitasinya. Beberapa daerah memanfaatkan data dan informasi penginderaan jauh untuk
meningkatkan pendapatan pajak, selain untuk menghitung secara lebih akurat luas perkebunan
unggulan daerah. Identifikasi ladang ganja merupakan terobosan baru untuk memerangi masalah
narkotika. Layanan informasi Zona Potensi Penangkapan Ikan (ZPPI) dapat memacu peningkatan
produktivitas perikanan tangkap. Informasi citra pra- dan pasca-bencana telah membantu BNPB dan
BPBD dalam operasi tanggap darurat bencana.

-xiii-
Kita terus berupaya dengan sinergi untuk terus memperkuat kemandirian penguasaan IPTEK
penginderaan jauh serta pemanfaatannya untuk mendukung pengelolaan sumber daya alam,
lingkungan, dan kebencanaan. Seminar Nasional Penginderaan Jauh 2016 saat ini semoga makin
memperkuat sinergi nasional komunitas penginderaan jauh untuk memberi manfaat yang semakin
besar bagi pembangunan bangsa.

Akhirnya, dengan mengucapkan Bismillahi Rahmaanir Rahiim, saya nyatakan Seminar Nasional
Penginderaan Jauh 2016 secara resmi dibuka. Semoga Allah meridhoi upaya kita.

Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Kepala LAPAN,

Prof. Dr. Thomas Djamaluddin

-xiv-
DAFTAR ISI

Tim Penyusun Prosiding Sinas Inderaja 2016 . iii


Tim Pelaksana Kegiatan Sinas Inderaja 2016 ......... iv
Kata Pengantar Dewan Penyunting Sinas Inderaja 2016 . vii
Kata Pengantar Dewan Redaktur Prosiding Sinas Inderaja 2016 ......... ix
Sambutan Ketua Panitia Sinas Inderaja 2016 . xi
Sambutan Kepala LAPAN .. xiii
Daftar Isi Prosiding Sinas Inderaja 2016 ......... xv

Topik 1: Teknologi Sensor dan Stasiun Bumi Penginderaan Jauh (9 Makalah)

1. OPTIMASI MATRIKS PENGUKURAN DALAM COMPRESSED SENSING DENGAN


MENGGUNAKAN METODE GRADIENT-BASED MINIMIZATION PADA DATA SYNTHETIC
APERTURE RADAR
Rahmat Arief, Dhika Pratama, dan Dodi Sudiana ....... 1

2. STUDI PERBANDINGAN KUALITAS INFORMASI PENGINDERAAN JAUH UDARA


BERDASARKAN SISTEM AKUISISI DATA MANUAL DAN AUTOPILOT PADA LAPAN
SURVEILLANCE AIRCRAFT
Galdita Aruba Chulafak dan Dony Kushardono .............. 11

3. RANCANG BANGUN AEROSONDE BERBASIS MULTIROTOR (QUADCOPTER) SEBAGAI


ALAT PENGINDERAAN JAUH BERBASIS DRONE
Muhammad Syamsudin dan Agus Tri Sutanto ........ 22

4. UJI COBA DAN ANALISIS PEMETAAN VEGETASI MENGGUNAKAN KAMERA SAKU


MODIFIKASI NIR PADA WAHANA PESAWAT TERBANG TANPA AWAK (PTA) (STUDI
KASUS: DESA SUMBERKER, KAB. BIAK)
Daniel Sande Bona ................................................................................................................................... 43

5. PERANCANGAN AWAL SISTEM STASIUN BUMI PENGINDERAAN JAUH UNTUK


AKUISISI DAN PEREKAMAN DATA SATELIT JPSS-1 (JOINT POLAR SATELLITE SYSTEM)
Muchammad Soleh, Agus Suprijanto, dan B. Pratiknyo Adi Mahatmanto ............................................. 51

6. INTEGRASI ANTENA PENERIMA DATA SATELIT RESOLUSI RENDAH DI STASIUN BUMI


PENGINDERAAN JAUH PAREPARE
Agus Suprijanto, Nurmajid Setyasaputra, dan Sutan Takdir Ali Munawar ............................................. 63

7. SISTEM OTOMATISASI PENGOLAHAN DATA SATELIT METOP-A DI STASIUN BUMI


PENGINDERAAN JAUH PEKAYON JAKARTA LAPAN
B. Pratiknyo Adi Mahatmanto, Andy Indradjad, Sugiyanto, dan Ayom Widipaminto ........................... 73

8. OTOMATISASI SISTEM PENGOLAHAN DATA SATELIT NOAA 18/19 DAN METOP A/B DI
STASIUN BUMI PENGINDERAAN JAUH PAREPARE
Agus Suprijanto, Sutan Takdir Ali Munawar, dan Ardiansyah ............................................................... 81

9. DESAIN SIMULASI ANTENA HORN CONICAL FREKUENSI 7.8 - 8.5 GHZ


Bayu Sukarta, Arif Hidayat, Sutan Takdir Ali Munawar, dan Indri Pratiwi J ......................................... 92

Topik 2: Teknologi dan Koreksi Data Penginderaan Jauh (6 Makalah)

10. KOREKSI ATMOSFER CITRA SPOT-6 MENGGUNAKAN METODE MODTRAN 4


Liana Fibriawati ....................................................................................................................................... 98

-xv-
11. KOREKSI RADIOMETRIK DATA CITRA LANDSAT MENGGUNAKAN SEMI AUTOMATIC
CLASSIFICATION PLUGIN PADA SOFTWARE QGIS
Ahmad Sutanto dan Arum Tjahjaningsih ................................................................................................ 105

12. PENERAPAN METODE MPCA PADA CITRA LANDSAT MENGGUNAKAN PCA PLUGIN
PADA SOFTWARE QGIS
Ahmad Sutanto dan Arum Tjahjaningsih ................................................................................................ 111

13. PENGEMBANGAN NILAI KUALITAS RADIOMETRIK UNTUK CITRA LANDSAT-8 (FASE I:


IDENTIFIKASI KABUT)
Kustiyo dan Anis Kamilah Hayati ........................................................................................................... 124

14. PENGEMBANGAN NILAI KUALITAS RADIOMETRIK UNTUK CITRA LANDSAT-8 (FASE I:


IDENTIFIKASI AWAN DAN PENGHITUNGAN JARAK AWAN)
Kustiyo, Randy Brahmantara, dan Wismu Sunarmodo ........................................................................... 133

15. ORTOREKTIFIKASI CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI MENGGUNAKAN BERBAGAI


METODE ORTOREKTIFIKASI
Jali Octariady, Elyta Widyaningrum, dan Marda Khoiria Fajari ............................................................ 141

Topik 3: Pengolahan Data Penginderaan Jauh (16 Makalah)

16. PERBANDINGAN INDEKS SEDIMEN TERSUSPENSI UNTUK IDENTIFIKASI TOTAL


SUSPENDED SOLIDS (TSS) DI MUARA SUNGAI OPAK YOGYAKARTA
Marindah Yulia Iswari ............................................................................................................................. 147

17. IDENTIFIKASI DEBU VULKANIK MENGGUNAKAN METODE SPLIT WINDOWS DAN TVAP
PADA CITRA SATELIT CUACA MTSAT DAN HIMAWARI-8 (STUDI KASUS: ERUPSI
GUNUNG KELUD 13 FEBRUARI 2014 DAN GUNUNG RINJANI 31 OKTOBER-5 NOVEMBER
2015)
Ilham Rosihan Fachturoni ....................................................................................................................... 155

18. UJI SKEMA DUST RGB DAN ASH RGB UNTUK INFORMASI SEBARAN DEBU VULKANIS
MENGGUNAKAN SATELIT HIMAWARI-8 (STUDI KASUS: ERUPSI GUNUNG BARUJARI 04
NOVEMBER 2015)
Pande Putu Hadi Wiguna dan Kadek Setiya Wati .................................................................................. 163

19. KOMPARASI KLASIFIKASI CITRA DIGITAL UNTUK PEMETAAN SPESIES MANGROVE DI


TELUK BENOA, BALI MENGGUNAKAN CITRA WORLDVIEW-2
Erika Dwi Candra, dan Widyanissa Rahmayani ...................................................................................... 176

20. KLASIFIKASI VEGETASI BERBASIS OBJEK PADA CITRA QUICKBIRD MENGGUNAKAN


METODE NEAREST NEIGHBORS UNTUK MENGETAHUI AKURASI DENGAN TTA MASK
(STUDI KASUS: SEKITAR KAWASAN RUANG TERBUKA HIJAU DENGGUNG, SLEMAN)
Fathurrofi Braharsyah Habibi .................................................................................................................. 186

21. PEMETAAN TERUMBU KARANG DI INDONESIA: KOMPARASI 7 METODE KLASIFIKASI


TERAWASI DAN PENGARUH LOKASI YANG BERBEDA
Gathot Winarso, Masita Dwi Mandini Manessa, Syarif Budhiman, dan Ariyo Kanno ........................... 202

22. METODE CLASSIFICATION AND TREE METHOD (CART) DAN GEOSTATISTIK UNTUK
ANALISIS PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI SUB DAS RAWAN BANJIR CIHEULEUT-
CILUAR
Revi Hernina dan Arif Wicaksono .......................................................................................................... 211

23. POLA SPEKTRAL BERBAGAI TIPE MUDVOLCANO MENGGUNAKAN ANALYTICAL


SPECTRAL DEVICES
Tri Muji Susantoro, Alia Saskia P., dan Ketut Wikantika ....................................................................... 219

-xvi-
24. HASIL AWAL ANALISIS CITRA BERBASIS OBJEK PADA DATA TERRASAR-X
POLARISASI GANDA DENGAN MENGGUNAKAN ALGORITMA FUZZY UNTUK DETEKSI
FASE PERTUMBUHAN PADI
Zylshal, Nurwita Mustika Sari, Galdita Aruba Chulafak, Randy Prima Brahmantara, dan Wolfgang
Koppe ....................................................................................................................................................... 227

25. ANALISIS PENGARUH DEFORMASI MUKA TANAH TERHADAP PEMBANGUNAN DI


DAERAH PESISIR DENGAN TEKNIK DIFFERENTIAL INTERFEROMETRIC SYNTHETIC
APERTURE RADAR (DINSAR) (STUDI KASUS: PESISIR BANGKALAN, MADURA)
Muhammad Irsyadi Firdaus, Joko Purnomo, Awalina Lukmana C. R., dan Mokhamad Nur Cahyadi .. 239

26. STEREOKOMPILASI UNSUR RUPABUMI SKALA 1:25.000 MENGGUNAKAN DATA


TERRASAR-X DAN CITRA SPOT-6
Danang Budi Susetyo, M. Fifik Syafiudin, dan Aji Putra Perdana ......................................................... 247

27. PENERAPAN TEKNIK POLARIMETRIC INTERFEROMETRY SYNTHETIC APERTURE RADAR


(POLINSAR) UNTUK ESTIMASI CADANGAN KARBON HUTAN TROPIS INDONESIA
MENGGUNAKAN CITRA ALOS PALSAR FULL-POLARIMETRIC
Laode Muh. Golok Jaya, Ketut Wikantika, Katmoko Ari Sambodo, dan Armi Susandi ........................ 255

28. RANCANG BANGUN SISTEM PENGOLAHAN DATA LIGHT DETECTION AND RANGING
(LIDAR) AIRBONE LASER SCANNING UNTUK EKSTRAKSI DIGITAL TERAIN MODEL (DTM)
STUDI KASUS KALIMANTAN TENGAH
Kuncoro Adi Pradono dan Katmoko Ari Sambodo ................................................................................. 264

29. PEMANFAATAN DATA RESOLUSI SANGAT TINGGI PLEIADES UNTUK IDENTIFIKASI


SALURAN IRIGASI
Udhi C. Nugroho dan Bambang Trisakti ................................................................................................. 272

30. UJI AKURASI FOTO UDARA DENGAN MENGGUNAKAN DATA UAV PADA KAWASAN
PADAT PEMUKIMAN PENDUDUK (STUDI KASUS: KAWASAN PADAT SAYIDAN,
DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA)
Anggara Setyabawana Putra, Edwin Maulana, Aries Dwi Wahyu Rahmadana, Theresia Retno
Wulan, I Wayan Wisnu Yoga Mahendra, dan Mega Dharma Putra ........................................................ 278

31. TEKNIK REKONSTRUKSI INFORMASI YANG HILANG UNTUK REFLEKTAN AQUA


MODIS BAND 6
Andy Indradjad, Noriandini Dewi Salyasari, dan Rahmat Arief ............................................................. 288

Topik 4: Deteksi Parameter Geo-bio-fisik (17 Makalah)

32. ESTIMASI PERHITUNGAN LUAS DAERAH DI PULAU-PULAU KECIL MENGGUNAKAN


DATA CITRA SATELIT LANDSAT 8 STUDI KASUS: PULAU PRAMUKA KEPULAUAN
SERIBU DKI JAKARTA
Kuncoro Teguh Setiawan, Nanin Anggraini, dan Anneke Karinda Sherly Manoppo ............................ 294

33. PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK MENGESTIMASI SUHU PERMUKAAN


LAHAN MENGGUNAKAN ALGORITMA SPLIT WINDOW (STUDI KASUS: KABUPATEN
BANTUL)
Ilham Guntara .......................................................................................................................................... 301

34. ANALISIS PERUBAHAN NILAI INDEKS KERAPATAN VEGETASI KAITANNYA DENGAN


PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DI DAS CI LIWUNG
Adib Ahmad Kurnia, Satrio Fatturahman, dan Dariin Firda .................................................................. 310

35. PENDUGAAN EVAPORASI BERDASARKAN KONSEP NERACA ENERGI MENGGUNAKAN


CITRA SATELIT LANDSAT 8 (STUDI KASUS: KABUPATEN KARAWANG)
Aryo Adhi Condro ................................................................................................................................... 318

36. PERBANDINGAN NILAI SPEKTRAL BERBAGAI METODE RESAMPLING PADA PADA


PROSES PEMBUATAN PRIMARY PRODUCT SPOT 6/7
Ferman Setia Nugroho dan Sanjiwana Arjasakusuma ............................................................................. 328
-xvii-
37. IDENTIFIKASI LAHAN TERBUKA TAMBANG MENGGUNAKAN METODE VEGETATION
INDEX DIFFERENCING STUDI KASUS: TAMBANG EMAS GEUMPANG, ACEH
Ahmad Sutanto dan Arum Tjahjaningsih ................................................................................................ 334

38. PENGARUH KETELITIAN DEM TERHADAP KETELITIAN CITRA TERORTOREKTIFIKASI


PADA PERMUKAAN DATAR DAN MIRING (STUDI KASUS: KOTA SURABAYA DAN
KOTA TASIKMALAYA)
Jali Octariady, Elyta Widyaningrum, dan Maundri Prihanggo ................................................................ 346

39. PEMANFAATAN DATA SENTINEL-1 UNTUK ANALISIS TUMPAHAN MINYAK SECARA


MULTI-TEMPORAL DI PERAIRAN UTARA JAWA TIMUR
Hamdi Eko Putranto, Maryani Hartuti, Rosita A.E. Putri, Siti Gora K.R. Putri, dan Retno A. Pratiwi .. 354

40. METODE EXTRACT MULTI VALUE POINT UNTUK PEMANTAUAN ANOMALI SUHU
PERMUKAAN LAUT TAHUNAN
Ummu Kultsum ........................................................................................................................................ 362

41. STUDI PENGUKURAN GELOMBANG SAMUDERA DARI CITRA SAR


A. Sulaiman dan Agustan ........................................................................................................................ 368

42. VALIDASI ESTIMASI BERBAGAI SKALA WAKTU CURAH HUJAN PRODUK SATELIT
UNTUK TOPOGRAFI YANG BERAGAM DI PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Abdurahman, dan Amsari Mudzakir Setiawan ........................................................................................ 373

43. MENDETEKSI MCS MENGGUNAKAN DATA LIGHTNING DETECTOR DAN CITRA


SATELIT (STUDI KASUS: MCS DI DAERAH BALI TANGGAL 9-10 MARET 2015)
I Putu Dedy Pratama dan Pande Komang Gede Arta Negara .................................................................. 382

44. IDENTIFIKASI SISTEM MESOSCALE CONVECTIVE COMPLEXES PEMICU HUJAN LEBAT


JABODETABEK MENGGUNAKAN DATA SATELIT
Danang Eko Nuryanto, Hidayat Pawitan, Rahmat Hidayat, dan Edvin Aldrian ..................................... 388

45. IDENTIFIKASI AWAN DEBU VULKANIK MENGGUNAKAN RADAR CUACA (STUDI


KASUS LETUSAN GUNUNG BROMO 5 JANUARI 2016)
Teguh Setyawan ....................................................................................................................................... 397

46. PEMANFAATAN SATELIT (HIMAWARI-8) UNTUK MENDITEKSI SEBARAN ASAP


(SMOKE) PADA WILAYAH MALUKU (STUDI KASUS: 21 OKTOBER 2015)
Rion Suaib Salman dan Ayufitriya .......................................................................................................... 404

47. ANALISIS KONDISI ATMOSFER DI BENUA MARITIM INDONESIA MENGGUNAKAN


JRA-55
Kadarsah .................................................................................................................................................. 409

48. KLASIFIKASI INTENSITAS HUJAN DARI DATA HIMAWARI-8 MENGGUNAKAN


ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM)
Raafi'i Darojat Triyoga dan Agie Wandala .............................................................................................. 417

Topik 5: Pengelolaan Data, Informasi dan Diseminasi Penginderaan Jauh (11 Makalah)

49. ANALISIS KESESUAIAN PELAYANAN DATA PENGINDERAAN JAUH TERHADAP


KEBUTUHAN PENGGUNA
Andie Setiyoko, Riyan Mahendra Saputra, Abdul Asyiri, Ngadino, Wiji, Gusti Darma Yudha, dan
Destri Yanti Hutapea ............................................................................................................................... 424

50. ANALISIS DISTRIBUSI PENGGUNA DATA PENGINDERAAN JAUH DARI PERGURUAN


TINGGI NEGERI PERIODE JANUARI 2015 - APRIL 2016
Viradhea Gita Rista Laksawana, Devy Monica, dan Syaiful Muflichin Purnama .................................. 431

-xviii-
51. KAJIAN AWAL PUSAT DATA PENGINDERAAN JAUH MASA DEPAN DI INDONESIA:
REVIEW RANCANGAN SISTEM LAPAN SIMAC DAN IMPLEMENTASINYA
Erna Sri Adiningsih, Andie Setiyoko, Riyan Mahendra Saputra, Gusti Darma Yudha, Ogi Gumelar,
Yayat Hidayat, Destri Yanti Hutapea, Anis Kamilah Hayati, dan Rahmat Rizkiyanto ........................... 437

52. PENGEMBANGAN MODUL PENGELOLAAN DATA CITRA INDERAJA DALAM SISTEM


BANK DATA PENGINDERAAN JAUH NASIONAL (BDPJN)
Riyan Mahendra Saputra, Rahmat Rizkiyanto, dan Yayat Hidayat ......................................................... 443

53. STRATEGI PEMANFAATAN CITRA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMETAAN


PERTANAHAN
Hadi Arnowo ............................................................................................................................................ 452

54. KAJIAN POTENSI DATA PENGINDERAAN JAUH RESOLUSI TINGGI UNTUK


PERENCANAAN TATA RUANG KOTA
Samsul Arifin, Dipo Yudhatama, dan Mukhoriyah ................................................................................. 460

55. STRUKTUR GEOTIFF UNTUK MEDIA PENYIMPANAN CITRA PENGINDERAAN JAUH


Ogi Gumelar, Riyan Mahendra Saputra, Gusti Darma Yudha, dan Destri Yanti Hutapea ...................... 470

56. SISTEM PENGOLAHAN DAN KATALOGISASI DATA WORLDVIEW-2


Randy Prima Brahmantara dan Kustiyo .................................................................................................. 485

57. RANCANG BANGUN SISTEM PENGELOLAAN DATA BACKUP PADA SERVER


PENGOLAHAN DATA MODIS
Hasna Apriliyah, Widya Eka Prativi, Kurnia Robiansyah, dan Muhammad Faisal Kahfi ...................... 492

58. ANALISIS PEMANFAATAN TEKNOLOGI DATA STORAGE DALAM MENDUKUNG


KETERSEDIAAAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK MEMBERIKAN PELAYANAN
KEPADA PENGGUNA (STUDI KASUS: DATA STORAGE DI LINGKUNGAN SATUAN KERJA
PUSFATJA LAPAN)
Muhammad Priyatna, Muhammad Rokhis Khomarudin , Winanto, Noer Syamsu, Rossi Hamzah,
Rahmadi, Muhammad Bayu, dan Muhammad Nur Satrio Wibowo ........................................................ 500

59. PENGELOLAAN DATA PENGINDERAAN JAUH MENGGUNAKAN TEKNOLOGI BIG DATA


HADOOP
B. M. Riyanto Subowo, dan Iskandar Effendy ....................................................................................... 515

Topik 6: Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Sumber Daya Wilayah Darat (6 Makalah)

60. PEMANTAUAN PEMANFAATAN RUANG TERBUKA HIJAU KOTA MENGGUNAKAN


DATA SPOT 6
Mukhoriyah, Dipo Yudhatama, dan Rizki Putri Aprili ........................................................................... 528

61. APLIKASI PENGINDERAAN JAUH DALAM PEMETAAN SUMBERDAYA LAHAN


PERTANIAN. KASUS PEMETAAN LAHAN DI KABUPATEN PADANG PARIAMAN,
SUMATERA BARAT
Widia Siska dan Via Yulianti .................................................................................................................. 536

62. VERIFIKASI MODEL FASE PERTUMBUHAN TANAMAN PADI BERBASIS CITRA MODIS
MENGGUNAKAN ANALISIS CITRA LANDSAT MULTIWAKTU (STUDI KASUS PULAU
LOMBOK)
Johannes Manalu dan I Made Parsa ......................................................................................................... 549

63. IDENTIFIKASI FASE PERTUMBUHAN TANAMAN PADI DARI DATA CITRA LANDSAT-8
MENGGUNAKAN PARAMETER NORMALIZE DIFFERENCE VEGETATION INDEX
R. Johannes Manalu dan Nana Suwargana .............................................................................................. 558

64. PEMANFAATAN DATA RESOLUSI SPASIAL SANGAT TINGGI PLEIADES UNTUK


IDENTIFIKASI VEGETASI DAN KERAPATANNYA
Bambang Trisakti ..................................................................................................................................... 569

-xix-
65. PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 OLI UNTUK PEMETAAN KERAPATAN DAN
BIOMASSA ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) (STUDI KASUS: RAWA PENING
KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN SEMARANG)
Agil Rizki Tidar, Prima Dinta Rahma Syam, dan Pramaditya Wicaksono ............................................. 578

Topik 7: Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Laut (15 Makalah)

66. IDENTIFIKASI PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN DI PESISIR TELUK SALEH, KABUPATEN


SUMBAWA TAHUN 2004-2014
Yulius dan Ardiansyah ............................................................................................................................. 586

67. ANALISIS PERUBAHAN SEBARAN DAN LUASAN MANGROVE DI TELUK GILIMANUK,


TAMAN NASIONAL BALI BARAT PADA TAHUN 2006, 2011, DAN 2015 DENGAN
MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SPOT 4 DAN SPOT 6
Mafazi Rachman, Bambang Semedi, Dhira K. Saputra, dan Kuncoro Teguh Setiawan ......................... 596

68. PEMANFAATAN DATA RADAR SENTINEL 1 UNTUK PEMETAAN LAHAN TAMBAK DI


KABUPATEN GRESIK JAWA TIMUR
Emiyati, Anneke KS Manoppo, dan Maryani Hartuti ............................................................................. 608

69. PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JAUH UNTUK PREDIKSI SEBARAN SALINITAS


LAGUNA SEGARA ANAKAN
Anang Dwi Purwanto dan Erwin Riyanto Ardli ..................................................................................... 617

70. PENDUGAAN INTRUSI AIR ASIN MENGGUNAKAN CITRA ALOS AVNIR-2 DI MUARA
SUNGAI JAJAR, KABUPATEN DEMAK, JAWA TENGAH
Vina Nurul Husna .................................................................................................................................... 623

71. PEMANFAATAN CITRA LANDSAT 8 UNTUK IDENTIFIKASI LAMUN DI PERAIRAN


PULAU TIDUNG KEPULAUAN SERIBU DKI JAKARTA
Kuncoro Teguh Setiawan, Yennie Marini, dan Yuke Constina .............................................................. 633

72. PEMETAAN HABITAT DASAR TERUMBU KARANG MENGGUNAKAN CITRA SPOT-6


DENGAN PERBANDINGAN METODE KOREKSI KOLOM AIR LYZENGA DAN KOREKSI
ATMOSFERIK DI PULAU MENJANGAN, TAMAN NASIONAL BALI BARAT
Netro Handaru, Bambang Semedi, Kuncoro Teguh Setiawan, dan M.A. Zainul Fuad ........................... 640

73. ANALISIS SUHU PERMUKAAN LAUT AIR BAHANG PLTU TANJUNG JATI B DI
PERAIRAN JEPARA DARI DATA LANDSAT 8 MENGGUNAKAN ALGORITMA SPLIT
WINDOW
Maryani Hartuti, Anneke K. S. Manoppo, dan Emiyati .......................................................................... 651

74. KAJIAN KENAIKAN MUKA AIR LAUT DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SADENG
YOGYAKARTA BERDASARKAN DATA MULTI SATELIT ALTIMETRI
Isna Uswatun Khasanah, Leni S. Heliani, dan Abdul Basith .................................................................. 657

75. PEMANFAATAN DATA SATELIT ALTIMETRI SEBAGAI INDIKATOR FENOMENA


GLOBAL
Sartono Marpaung, Rossi Hamzah, Yennie Marini, Anneke K.S. Manoppo, dan Nanin Anggraini .. 666

76. PENGARUH MONSUN TERHADAP VARIABILITAS TEMPERATUR MUKA LAUT DAN


KLOROFIL-A DI LAUT SELATAN JAWA BERBASIS DATA MODEL DAN SATELIT
Dadang Subarna ....................................................................................................................................... 675

77. ANALISIS TINGGI GELOMBANG SIGNIFIKAN DI PERAIRAN LAUT INDONESIA SAAT


MUSIM HUJAN DAN KEMARAU
Sartono Marpaung .................................................................................................................................... 684

78. DISTRIBUSI SEBARAN KAPAL IKAN DAN KAITANNYA DENGAN DAERAH POTENSIAL
PENANGKAPAN IKAN BERDASARKAN CITRA SATELIT DI WPP-NRI 711
Amandangi Wahyuning H, Komang Iwan Suniada, Eko Susilo, dan Aldino Jusach Saputra................. 691

-xx-
79. VARIASI SUHU PERMUKAAN LAUT, KLOROFIL-A DAN NPP PADA LOKASI DAERAH
PENANGKAPAN IKAN (STUDI KASUS : WPP 714, 716 DAN 718)
Rizki Hanintyo, Aldino Jusach, Fikrul Islamy, R M Putra Mahardhika, dan Sri Hadianti ..................... 700

80. APLIKASI CITRA NOAA UNTUK PENDUGAAN POTENSI TITIK SEBARAN IKAN STUDI
KASUS: PELABUHAN PERIKANAN PANTAI (PPP) TEGALSARI KOTA TEGAL, JAWA
TENGAH
Dwi Sri Wahyuningsih, Theresia Retno Wulan, Farid Ibrahim, Edwin Maulana ................................... 709

Topik 8: Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Lingkungan dan Mitigasi Bencana (13 Makalah)

81. PEMETAAN RISIKO BENCANA DI KOTA BOGOR TAHUN 2015 (BENCANA BANJIR,
TANAH LONGSOR, KEBAKARAN, DAN ANGIN PUTING BELIUNG
Dwi Santy Ratnasari, dan Puspa Kusumawardani ................................................................................... 720

82. PEMANFAATAN DATA FOTOGRAMETRI-BERBASIS-DRONE UNTUK MITIGASI


BENCANA TSUNAMI (STUDI KASUS: PAINAN, KAB. PESISIR SELATAN, SUMATERA
BARAT)
Pandu Adi Minarno, Haunan Afif, Mamay Surmayadi, Akhmad Solikhin, dan Juanda ......................... 732

83. APLIKASI PENERAPAN ALGORTIMA NUNOHIRO UNTUK MENDETEKSI AREA


TERBAKAR DI WILAYAH KALIMANTAN BARAT
Mirzha Hanifah Lailan Syaufina, dan Indah Prasasti .............................................................................. 745

84. TEKNOLOGI UAS DAN TEKNIK FOTOGRAMETRI DALAM EVALUASI MATERIAL


VULKANIK PASKA ERUPSI KELUD 13 FEBRUARI 2014
Heriwaseso, A. Diefenbach, N.A. Afatia, Weningsulistri, C.M. Firmansyah, dan Y. Kristiawan .......... 752

85. PEMANFAATAN DATA MULTI KANAL SATELIT CUACA HIMAWARI 8 DENGAN


MENGGUNAKAN BEBERAPA TEKNIK RGB UNTUK MENDETEKSI DEBU VULKANIK
(STUDI KASUS: LETUSAN GUNUNG BROMO PADA BULAN JANUARI 2016)
Bony Septian Pandjaitan, Asri Susilowati, dan Andersen Panjaitan ... 763

86. APLIKASI PENILAIAN RISIKO TERHADAP MANUSIA DIKARENAKAN BENCANA


GUNUNG BERAPI BERBASIS DATA PENGINDERAAN JAUH
Arliandy Pratama Arbad, Muhammad Syarief Basalamah, dan Achmad Ardy ..................................... 776

87. ANALISIS BANJIR DENGAN MENGGUNAKAN SATAID (STUDI KASUS: BANJIR ENDE, 31
JANUARI 2016)
Anggi Dewita dan Khafid Dwicahyo ....................................................................................................... 781

88. PEMANFAATAN DATA PENGINDERAAN JARAK JAUH UNTUK ANALISIS POTENSI


BANJIR DI PULAU BANGKA
Nur Setiawan ............................................................................................................................................ 789

89. PEMANFAATAN DATA CITRA MODIS NRT UNTUK ANALISIS KEJADIAN BANJIR DI
PULAU JAWA BAGIAN BARAT (STUDI KASUS: MARET 2016)
Shailla Rustiana, Sinta Berliana Sipayung, Adi Witono, dan Eddy Hermawan ...................................... 794

90. ANALISIS KONDISI HUJAN UNTUK KEJADIAN BANJIR DI BANDUNG DAN


SEKITARNYA PADA TANGGAL 12 MARET 2016 BERDASARKAN DATA GFMS DAN
RADAR SPHS
Sartika dan Ginaldi Ari Nugroho ............................................................................................................. 803

91. PEMANFAATAN DATA CHIRPS DALAM MENGINVESTIGASI KEMUNGKINAN


TERJADINYA DAMPAK LA-NINA DI PULAU JAWA SETELAH PERTENGAHAN 2016
(STUDI KASUS: MALANG)
Eddy Hermawan, Adi Witono, Sinta Berlianan Sipayung, dan Shailla Rustiana .................................... 811

-xxi-
92. APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK PENENTUAN TITIK LOKASI VEKTOR DAN
RESERVOIR PENYAKIT MENULAR (STUDI KASUS: NYAMUK, TIKUS DAN
KELELAWAR)
Samsul Arifin, Ita Carolita, Tatik Kartika, Nanik Suryo, Sri Harini, dan Ristiyanto ............................. 822

93. PEMETAAN ENDAPAN PIROKLASTIK MERAPI TAHUN 2010 MENGGUNAKAN CITRA


SATELIT RESOLUSI SPASIAL TINGGI DAN DATA SYNTHETIC APERTURE RADAR (SAR)
Akhmad Solikhin, Virginie Pinel, Jean-Claude Thouret, dan Zeineb Kassouk ....................................... 828

Topik 9: Aplikasi Penginderaan Jauh Atmosfer (20 Makalah)

94. ANALISIS PROFIL VERTIKAL CO DI INDONESIA BERBASIS DATA SATELIT AQUA-AIRS


Ninong Komala dan Novita Ambarsari ................................................................................................... 840

95. PEMANFAATAN CITRA VIIRS DAN ANALISIS SPASIAL UNTUK PENENTUAN LOKASI
POTENSIAL PENGEMBANGAN WISATA ASTRONOMIS
Mousafi Dimas Afrizal, Ruwanda Prasetya, Febrina Ramadhani Yusuf, Wahyu Nurbandi, dan
Muhammad Kamal .................................................................................................................................. 846

96. VARIASI SPASIAL-TEMPORAL CO DAN OZON DI TROPOSFER ATAS DI INDONESIA


BERBASIS SATELIT AQUA/AIRS
Novita Ambarsari dan Ninong Komala ................................................................................................... 856

97. ANALISIS KETEBALAN LAPISAN BATAS ATMOSFER MENGGUNAKAN RADAR


DOPPLER DI DAERAH MERAUKE DAN SEKITARNYA
Teguh Setyawan, Dhita Rahmawati, dan Rodhi Janu Aldilla Putri ......................................................... 866

98. INTERPRETASI POTENSI CURAH HUJAN DARI AWAN KONVEKTIF DENGAN


MENGGUNAKAN RADAR DOPPLER DAN SATELIT MTSAT (STUDI KASUS PUTING
BELIUNG DI KABUPTEN BANGLI, BALI TANGGAL 10 MARET 2015)
I Gusti Ayu Putu Putri Astiduari dan Maria Budiarti ............................................................................. 873

99. PEMANFAATAN RADAR CUACA UNTUK IDENTIFIKASI SQUALL LINE (STUDI KASUS
TARAKAN, PROVINSI KALIMANTAN UTARA 17 JULI 2014)
Muhammad Hermansyah ......................................................................................................................... 882

100. ANALISIS PERBANDINGAN ESTIMASI CURAH HUJAN DENGAN MENGGUNAKAN


SATELIT DAN RADAR DI WILAYAH BANDAR LAMPUNG
Achmad Raflie Pahlevi dan Raaina Farah Nur Annisa ............................................................................ 890

101. ANALISIS KEJADIAN HUJAN ES DENGAN MENGGUNAKAN RADAR CUACA (STUDI


KASUS: MONTONG GADING, TANGGAL 16 FEBRUARI 2016)
Maria Carine P.A.D.V, Selvy Yolanda, dan Clara Avila Dea ................................................................. 897

102. PERFORMA ESTIMASI CURAH HUJAN BULANAN DI INDONESIA BERDASARKAN DATA


CHIRPS, GPCC DAN PROYEKSI CMIP5 (STUDI KASUS: POLA HUJAN MONSUNAL,
EKUATORIAL DAN LOKAL)
Nur Siti Zulaichah, dan Amsari Mudzakir Setiawan .............................................................................. 903

103. PENGAMATAN KARAKTERISTIK KEJADIAN HUJAN LEBAT DENGAN MENGGUNAKAN


DATA RADAR CUACA C-BAND
Kadek Setiya Wati dan Pande Putu Hadi Wiguna ................................................................................... 912

104. PEMANFAATAN DATA SATELIT UNTUK ANALISIS KONDISI ATMOSFER PADA


KEJADIAN BANJIR DI BANDUNG (STUDI KASUS TANGGAL 12 MARET 2016)
Clara Avila Dea Permata, Annisa Nazmi Azzahra, dan Annisa Fauziah ................................................ 919

105. IDENTIFIKASI MESOSCALE CONVECTIVE SYSTEM (MCS) MENGGUNAKAN DATA CITRA


SATELIT HIMAWARI-8 DAN MODEL WRF-ARW (STUDI KASUS : HUJAN LEBAT 21
MARET 2016 DI KABUPATEN NABIRE, PAPUA)
Rodhi Janu Aldilla Putri dan Adityo Mega Anggoro .............................................................................. 926

-xxii-
106. OPTIMALISASI PENINJAUAN LOKASI PUSAT AWAN CB DAN PERLUASAN LANDASAN
CB BERDASARKAN HASIL PANTAUAN SATELIT HIMAWARI -8, STUDI KASUS: CURAH
HUJAN KONVEKTIF TINGGI TANGGAL 3APRIL 2016 DI SEMARANG
Anistia Malinda Hidayat .......................................................................................................................... 932

107. IDENTIFIKASI KEJADIAN ASAP (SMOKE) DI BANDARA RADIN INTEN II BANDAR


LAMPUNG (STUDI KASUS : TANGGAL 24 OKTOBER 2015)
Rizal Hidayat dan Intan Prayuda Wulandari ........................................................................................... 940

108. SISTEM PEMBENTUKAN AWAN PADA KEJADIAN HUJAN EKSTREM DI WILAYAH


SINTANG DALAM PERIODE MONSUN AUSTRALIA MENGGUNAKAN SATELIT MTSAT-2
Achmad Rifani dan Agie Wandala .......................................................................................................... 946

109. KAJIAN KONDISI ATMOSFER PADA KEJADIAN PUTING BELIUNG JUANDA-SURABAYA,


4 FEBRUARI 2016
Nanda Alfuadi dan Cindy Selly S.D. ....................................................................................................... 955

110. ANALISIS KONDISI ATMOSFER UNTUK PREKURSOR PUTING BELIUNG (STUDI KASUS
TANGGAL 26 FEBRUARI 2013 DI KEDIRI - LOMBOK BARAT)
Annisa Fauziah dan Bastian Andarino .................................................................................................... 962

111. DAPATKAH SIKLON TROPIS PICU PENINGKATAN KONSENTRASI KLOROFIL-A? (STUDI


KASUS: SIKLON TROPIS LAM)
Eko Susilo dan Sri Hadianti ..................................................................................................................... 972

112. THERMAL FRONT PADA MUSIM TIMUR DI LAUT SAWU TAHUN 2015 BERDASARKAN
CITRA SATELIT AQUA-TERRA MODIS LEVEL 2
Riski Hanintyo, Fikrul Islamy, Sri Hadianti, Aldino Jusach , dan R.M. Putra Mahardhika .................... 981

113. IDENTIFIKASI AWAN CUMULONIMBUS DENGAN CITRA RADAR CUACA SAAT HUJAN
LEBAT DI JAKARTA (STUDI KASUS TANGGAL 20 APRIL 2016)
Rahmatia Dewi Ariyanti, Dian Asmarani, Umi Saadah, dan Muclishin Pramono Guntur Waseso ... 988

Lampiran 1. Jadwal Acara Sinas Inderaja 2016 .......................... 998


Lampiran 2. Daftar Peserta Sinas Inderaja 2016 ......................... 1007

-xxiii-