Anda di halaman 1dari 5

Perbandingan Legislatif di Indonesia dan Filipina

Oleh :
Novitra Habibi
Nim : 1301156701

A. Pengantar
Lembaga legislatif sering disebut dengan sebagai parlemen atau Dewan Perwakilan
Rakyat (DPR) yang anggota-anggotanya merupakan wakil-wakil rakyat yang duduk dalam
lembaga yang melalui pemilihan umum. Dengan mempelajari lembaga legislatif kita akan
mengetahui sejauh mana demokrasi itu berjalan di suatu negara.1 Dalam analisis sistem politik
kita dapat memasukkanlembaga legislatif itu sebagai struktur sistem politik yang berada dalam
pross konversi. Sehingga terlihat bahwa fungsi dan peranan utamanya adalah pembuat Undang-
Undang (UU).2

Pada awalnya badan legislatif ini hanya sekelompok orang yang diberi tugasa oleh raja
untuk mengumpulkan dana bagi membiayai kegiatan pemerintahan serta peperangan. Akan
tetapi lamabat laun dalam setiap penyerahan dana (semacam pajak) disertai tuntutan agar pihak
raja menyerahkan pula beberapa hak privilege sebagai imbalan. Dengan demikian secara
berangsur-angsur sekelompok orang tersebut berubah naman yaitu menjadi badan legislatif
(palemen) yang bertindak sebagai badan yang membatasi kekuasaan raja yang absolute.3

Secara sederhana legislatif dapat dipahami sebagai sekumpulan orang-orang. Sebagai


suatu terminologi politik, badan legislatif muncul dengan mengkaitkannya dengan masalah
perwakilan (representation) dan sisitem pemerintahan yang demokratis.4

1
P.Anthonius sitepu. studi ilmu politik. (yogyakarta: graha ilmu, 2012) 215
2
Ibid.,216
3
A.rahman H.I. Sistem politik indonesia. (yogyakarata : graha ilmu, 2007) 123
4
P.Anthonius sitepu. studi ilmu politik. (yogyakarta : graha ilmu, 2012) 216
Dalam buku yang ditulis rod hague dan martin harrop, legislatif adalah badan
perwakilan mereka mencerminkan sentimen dan opini warga, potensi dan sering pada
kenyataannya, legislatif adalah perwakilan otentik kehendak rakyat. Untuk itu alasan ini
mereka membantu untuk memobilisasi persetujuan untuk sistem pemerintahan sebagai
demokrasi perwakilan menyebar ke seluruh dunia, sehingga legislatif mendapatkan peran
politik untuk berdirinya rakyat/masyarakat.5

B. Teori

Menurut miriam budiarjo, Dewan Perwakilan Rakyat dianggap merumuskan kemauan


rakyat atau kemauan umum ini dengan jalan mengikat seluruh masyarakat. Undang-Undang
yang dibuatnya mencerminkan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu. Dapat dikatakan bahwa
merupakan badan yang membuat keputusan yang menyangkut kepentingan umum.6 Mariam
budiarjo juga mengatakan bahwa ada negara dimana badan legislatif terbagi dalam dua majelis
(bi-kameralisme), sedangkan di beberapa negara lain hanya terdiri dari satu majelis (uni-
kameralisme). Boleh dikatakan bahwa semua negara federal memakai sistem dua majelis oleh
karena satu diantaranya mewakili kepentingan negara bagian khusus (india, amerika serikat,
uni soviet, republik indonesaia serikat).7

Miriam budiardjo juga mejelaskan dalam bukunya yang berjudul dasar-dasar ilmu
politik, legislatif mempunyai fungsi yaitu menentukan kebijakan dan membuat undang-
undang, untuk itu badan legislatif diberi hak inisiatif, hak untuk mengadakan amandemen
terhadap rancangan undang-undang yang disusun oleh pemerintah. Dan legislatif juga
mempunyai tugas untuk mengontrol badan eksekutif dalam arti menjaga agar semua tindakan
badan eksekutif sesuai dengan kebijakan-kebijakan yang telah di tetapkan.8

5
Rod hague & martin harrop. Comparative governmeent & politics: An Introduction : 6. Ed, (hampshire
plagrave, 2001)247
6
A.rahman H.I. sistem politik indonesia. Yogyakarta (graha ilmu, 2007) 125
7
Ibid.126
8
Miriam budiardjo. Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta : (gramedia pustaka utama, 2008) 322-323
C. Perbandingan Legislatif Indonesia dengan Filipina

Di indonesia badan kekuasaan legislatif dibagi kedalam tricameral yang terdiri dari
Majelis permusyawaratan rakyat (MPR), Dewan perwakilan Rakyat (DPR), Dewan
Perwaakilan Daerah (DPD). Dari tahun 1918-1942 badan legislatif atau yang disebut volksraad
yang jumlah anggotanya 38 ditambah dengan ketua.9 Wakil rakyat yang duduk dalam DPR
akan diadakan pemilihan setiap lima tahun sekali.10 Pada tahun 2014-2019 yang baru saja di
sahkan yang mana jumlah anggotanya 560 orang anggota DPR dan 132 anggota DPD. Dewan
Perwakilan Rakyat juga memiliki fungsin legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawan yang
diatur dalam UUD 1945.11

Secara garis besar indonesia dan filipina ada terdapat kesamaan karena sama-sama
demokratis dan dalam pemilihan eksekutif dan legislatif indonesia dan filipina dipilih secara
langsung oleh rakyat. Adapun perbedaan dari negara indonesia yaitu filipina memiliki legislatif
bicameral (dua bagian) yang disebut dengan kongres filipina. Yang pertama yaitu majelis
tertinggi atau senat memiliki 24 anggota yang mempunyai masa jabatan enam tahun, sedangkan
yang kedua yaitu majelis rendah atau dewan perwakilan memiliki maksimal 260 anggota yang
masa jabatan hanya tiga tahun tetapi anggota dewan perwakilan dibatasi masa baktinya untuk
tiga kali berturut-turut.12

Sedangkan dalam rekrutmen kandidat legislatif oleh partai politik di filipina ada
menggunakan politik dinasti dan jaringan parton-clint, dimana anggota keluarga (saudara,
paman, sepupu, anak dan keponaan) serta orang-orang yang memiliki hubungan parton-clint
dengan elit partai politik lebih diutamakan untuk direkrut menjadi kandidat legislatif dibidang
kreteria lainnya.13

9
A.rahman H.I. Sistem politik indonesia. Yogyakarta (graha ilmu, 2007) 130
10
. Kansil & Chiristine Kansil, sistem pemerintahan indonesia. Jakarta (bumi aksara, 2011) 84
11
Undang-Undang Dasar 1945
12
Miriam budiardjo buku dasar-dasar ilmu politik. Jakarta (gramedia, 2008) 182
13
Ali yusri & Yoserizal dkk. politik, birokrasi & perubahan sosia. Pekanbaru (fisip UR, 2013) 784-
785
D. Kesimpulan

Bedasarkan penjelsan di atas yang telah dikutip dari beberapa sumber disimpulkan
bahwa dengan mempelajari badan legislatif ini maka kita bisa mengetahui sejauh mana
demokrasi itu berjalan di suatu negara tersebut. Dan dapat disimpulkan pula bahwa tugas utama
dari badan legislatif itu ialah membuat undang-undang dan juga memliki fungsi fungsin
legislasi, fungsi anggaran dan fungsi pengawan yang diatur dalam UUD 1945.

Jadi perbandingan antara indonesia dengan filipina ialah yang mana indonesia
menggunakn kekuasaan legislatif yang dibagi kedalam tricameral yang terdiri dari Majelis
permusyawaratan rakyat (MPR), Dewan perwakilan Rakyat (DPR), Dewan Perwaakilan
Daerah (DPD) yang menjabat selama lima tahun. Yang mana anggota tersebut terdiri dari 560
anggota DPR dan 132 anggota DPD. Sedangkan negara filipina menggunakan legislatif
bicamreal yang terdiri dari majelis tinggi atau senat dan majelis rendah atau dewan
perwakialan.yang menjabat selama enam tahun dan tiga tahun.
E. Daftar Pustaka

Sitepu, P.Anthonius (2012) studi ilmu politik. Yogyakarta : graha ilmu.

A.rahman (2007) sistem politik indonesia. Yogyakarta : graha ilmu.

Budiardjo, Miriam (2008) Dasar-dasar ilmu politik. Rev. ed. Jakarta : gramedia pustaka utama

Budiardjo, Miriam (2008) Dasar-dasar ilmu politik. Jakarta : gramedia pustaka utama

Hague, Rod & Hrrop, Martin. Comparative governmeent & politics: An Introduction : 6. Ed,
hampshire plagrave

Kasnil & kasnil, chiristine (2011) sistem pemerintahan indonesia. Rev. ed. Jakarta : bumi aksara

Undang-Undang Dasar 1945

Yusri, Ali & Yoserizal dkk (2013) Politik, birokrasi & perubahan sosial. Pekanbaru : Fisip UR