Anda di halaman 1dari 24

PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

MAKALAH KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN OLAHRAGA

Dosen Pembina:

1. Dr. Supriyadi, M.Kes

2. Dr. Sugiharto, M.Kes

3. Dr. Sapto Adi, M.Kes

OLEH HENDY PRATAMA NIM 150614805895

3. Dr. Sapto Adi, M.Kes OLEH HENDY PRATAMA NIM 150614805895 UNIVERSITAS NEGERI MALANG PASCASARJANA PENDIDIKAN OLAHRAGA

UNIVERSITAS NEGERI MALANG PASCASARJANA PENDIDIKAN OLAHRAGA OKTOBER 2015

PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KEMAJUAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI

(HENDY PRATAMA)

Jurusan Pendidikan Olahraga, Pascasarjana

Universitas Negeri Malang (UM) Jl. Semarang No. 5 malang

E-mail: hendyoktaviapratama@gmail.com

ABSTRAK: Tujuan makalah ini yaitu untuk mengetahui hubungan pendidikan olahraga dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan jasmani memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan siswa. Pendidikan jasmani berperan sebagai sarana pembinaan dan pengembangan individu maupun kelompok dalam menunjang pertumbuhan dan perkembangan jasmani, kesehatan, mental, social serta emosional yang serasi, selaras dan seimbang. Kemajuan ilmu

pengetahuan dan teknologi telah membawa pengaruh terhadap penggunaan alat-alat bantu mengajar di sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga pendidikan lainnya. Mungkin saja, bagi sekolah- sekolah yang sudah maju dan mampu, telah menggunakan alat-alat tersebut sebagai alat bantu mengajar, sehingga pembelajaran menjadi lebih efektif dan efisien. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, perkembangan pendidikan di sekolahan semakin lama semakin mengalami perubahan dan mendorong berbagai usaha perubahan. Tingkat ilmu pengetahuan dan teknologi yang dicapai suatu bangsa biasanya dipakai sebagai tolakukur kemajuan bangsa ini. Sehingga memberikan dampak positif atau negatif bagi kehidupan manusia.

Kata

Teknologi

kunci:

Pendidikan,

Olahraga,

Ilmu

Pengetahuan,

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadiarat Tuhan Yang Maha Esa atas Berkat dan Penyertaannya penulis bisa menyelesaikan makalah dengan judul Pendidikan Olahraga Dan Kemajuan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi. Makalah ini disusun dengan tujuan untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Makalah Kapita Selekta Pendidikan Olahraga di Program S2 Pendidikan Olahraga UM yang dibina oleh Bapak Dr. Sapto Adi, M.Kes. Makalah ini mencoba mengkaji tentang Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Jasmani di Indonesia. Oleh sebab itu makalah ini kami susun berdasarkan pada informasi-informasi yang kami peroleh lewat buku, internet dll. Dengan segala kerendahan hati diakui bahwa makalahl ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan, dari berbagai pihak. Oleh karena itu tidaklah berlebihan jika dalam kesempatan yang baik ini penulis mengucapakan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, yaitu kepada:

1. Bapak Dr. Sapto Adi, M.Kes, selaku dosen pengampu mata Kapita Selekta Pendidikan Olahraga. 2. Teman-teman S2 Pendidikan Olahraga angkatan 2015. Kami sadar bahwa makalah kami masih jauh dari sempurna, sehingga saran dan masukan yang konstruktif dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi banyak pihak, khusunya mahasiswa yang menjalani mata kuliah ini.

Malang, 16 September 2015

Penulis

DAFTAR ISI

ABSTRAK

i

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

BAB I PENDAHULUAN

1

Latar Belakang

1

Rumusan Masalah

3

Tujuan

3

Manfaat Penyusunan

3

BAB II PEMBAHASAN

4

A. Pengertian Pendidkan Jasmani dan Olahraga

4

1. Pengertian Ilmu

4

2. PengertianTeknologi

5

B. Hubungan Antara Ilmu dan Teknologi

7

C. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi

8

D. Konsep Pendidikan Jasmani dan Olah raga

9

E. Peranan Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Dalam Pendidikan jasmani Dan Olahraga

11

F. Dampak Dari Perkembangan Teknologi Terkait Dengan Dunia Pendidikan

14

a. Dampak

Positif

15

b. Dampak Negatif

15

G. Landasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan teknologi Dalam

Pendidikan Olahraga

17

BAB III PENUTUP

19

1. Kesimpulan

19

2. Saran

19

DAFTAR PUSTAKA

20

BAB I PENDAHULUAN

Pembinaan dan pengembangan olahraga merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Keberhasilan pembangunan suatu bangsa sangat tergantung kepada kualitas manusia sebagai titik sentral pembangunan. Dengan demikian upaya peningkatan kualitas manusia Indonesia baik sebagai sasaran maupun sebagai tujuan haruslah diusahakan melalui kegiatan olahraga. Bahkan di kawasan asia dan asia tenggara, negara lain sudah jauh memanfaatkan ilmu dan teknologi dalam pembinaan olahraga, sehingga baik langsung ataupun tidak langsung akan mengakibatkan semakin beratnya upaya untuk mencapai prestasi di kemudian hari. Saat ini berbagai bidang ilmu yang mendukung upaya pencapaian tingkat kualitas manusia yang maksimal telah berkembang dengan pesat, dimana unsur kesehatan dan kebugaran sudah mendominasi kebutuhan manusia, kesadaran berolahraga atau melakukan aktivitas fisik sudah semakin luas disadari dan dilakukan untuk memperoleh tingkat kesehatan dan nilai kehidupan yang prima. Dampak dari dicapainya tingkat kualitas manusia yang prima adalah dituntutnya upaya pencapaian prestasi yang prima pula. Dari sini kemudian berkembang usaha dan ikhtiar manusia untuk mengembangkan dan memanfaatkan ilmu dan teknologi guna kepentingan pencapaian tujuan yaitu peningkatan kualitas manusia dan pencapaian prestasi yang optimal. Perkembangan pendidikan jasmani dari masa kemasa selalu ada perubahan- perubahan yang signifikan dalam penerpannya. Penelitian dan penemuan IPTEK olahraga dalam menganalisis kemampuan fisik manusia dilakukan melalui analisa gerak dan pengukuran faal manusia, penemuan bioteknologi kedokteran olahraga, pengembangan peralatan yang semakin kompleks dan rumit, membuktikan upaya manusia untuk tampil unggul, melalui pemanfaatan IPTEK dalam olahraga. Dengan perkembangan di atas, semakin disadari bahwa salah satu ketinggalan bangsa Indonesia dengan negara-negara lain dalam mengejar prestasi olahraga adalah kemajuan IPTEK di bidang olahraga. Untuk itu peranan perguruan tinggi sebagai gudangnya ilmuwan dan penelitian teknologi masa depan akan

menjadi penting untuk turut mengantisipasi penerapan, pemanfaatan kemajuan, dan pengembangan IPTEK di bidang olahraga

LATAR BELAKANG Saat ini perkembangan dunia Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) yang demikian mengagumkan telah membawa manfaat yang luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia. Meskipun ada dampak negatif atau kelemahan dari kemajuan IPTEK, namun hal ini seolah diabaikan oleh manusia, faktanya tidak dipungkiri lagi IPTEK dikembangkan setiap waktu dan banyak pula pengaruhnya dalam kehidupan. Jenis-jenis pekerjaan yang sebelumnya menuntut kemampuan fisik yang cukup besar, kini relatif sudah bisa digantikan oleh perangkat-perangakat mesin, seperti komputer, kendaraan, handphone, dan lain sebagainya. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi inovasi yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tidak bisa menipu diri sendiri akan kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Salah satu perkembangan dunia Iptek yakni adanya pemanfaatan media internet yang saat ini bagian penting terutama dalam hal penyebaran informasi. Derasnya informasi yang dapat diperoleh dengan mudah dari media internet, membuat teknologi informasi yang satu ini sangat digemari oleh lapisan masyarakat, baik masyarakat umum, pelajar, mahasiswa, maupun praktisi. Semua informasi dunia luar maupun dalam negeri khususnya informasi olahraga dapat kita saksikan melalui layar monitor hanya pada tempat dimana kita tinggal. Olahraga adalah salah satu bidang yang tidak luput dari pemanfaatan IPTEK, yakni komputer. Bahkan perlu diketahui bahwa hubungan ilmu komputer dan olahraga sudah ada sejak tahun 1960. Peralatan olahraga, pengobatan, biomechanic, dan simulasi olahraga adalah salah satu contoh diantaranya.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang, masalah yang dapat dirumuskan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:

1. Bagaimana perkembangan IPTEK dalam kehidupan masyarakat?

2. Bagaimana konsep Pendidikan Jasmani dan Olahraga?

3. Bagaimana peran IPTEK dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga?

TUJUAN

Sehubungan dengan masalah yang akan dibahas, maka adapun tujuan penyusunan

makalah ini adalah sebagai berikut sebagai berikut :

1. Untuk memahami perkembangan IPTEK dalam kehidupan masyarakat

2. Untuk mendeskripsikan defenisi dan konsep Pendidikan Jasmani dan Olahraga

3. Untuk memahami peran IPTEK dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga

MANFAAT PENYUSUNAN

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan makalah ini yaitu :

1. Memberikan pengetahuan yang lebih lebih luas tentang perkembangan IPTEK

2. Memberikan penjelasan mengenai konsep Pendidikan Jasmani dan Olahraga

3. Memberikan pemahaman tentang peran IPTEK dalam Pendidikan Jasmani dan

Olahraga

BAB II PEMBAHASAN

A. Pengertian Pendidikan jasmani dan olahraga

Kajian pendidikan jasmani dan olahraga merupakan salah satu wahana untuk mencapai tujuan pendidikan dalam keseluruhan komponen sistem pendidikan nasional Penjaskes sebagai salah satu subsistem pendidikan yang wajib diajarkan di sekolah memiliki peran penting yang sangat sentral dalam pembentukan manusia Indonesia seutuhnya. Penjas menurut Bucher (1983:13) menyatakan bahwa “pendidikan jasmani merupakan bagian yang integral dari seluruh proses pendidikan, yang mempunyai tujuan pengembangan warga secara fisik (jasmani), mental, emosional, dan tujuan sosial melalui aktivitas jasmani yang telah dipilih untuk merealisasikan tujuan- tujuan tersebut. Menurut BSNP (2006:648) menyatakan bahwa: Pendidikan jasmani merupakan bagian integral dari pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat, dan pengenalan lingkungan hidup bersih melalui aktifitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Dari berbagai pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan adalah proses pendidikan yang menggunakan aktivitas jasmani atau fisik yang

mecakup semua kawasan baik psokomotor, kognitif, dan afektif

a. Pengertian Ilmu

Pengertian kata “ilmu” secara bahasa adalah pengetahuan tentang sesuatu

yang disusun secara bersistem menurut metode-metode tertentu, yang dapat

digunakan untuk menerangkan gejala-gejala tertentu dibidang itu (Bakhtiar, 2007).

Ciri-ciri utama ilmu secara terminologi adalah:

1.

Ilmu adalah pengetahuan yang bersifat koheren, empiris, sistematis, dapat

diukur dan dibuktikan.

2. Koherensi sistematik ilmu.

3. Tidak memerlukan kepastian lengkap.

4. Bersifat objektif.

5. Adanya metodologi.

6. Ilmu bersumber didalam kesatuan objeknya.

b. Pengertian Teknologi

Pada umumnya orang selalu memahami bahwa teknologi itu bersifat fisik,

yakni yang dapat dilihat secara inderawi. Teknologi dalam arti ini dapat diketahui

melalui barang-barang, benda-benda, atau alat-alat yang berhasil dibuat oleh

manusia untuk memudahkan realisasi hidupnya di dalam dunia. Hal mana juga

memperlihatkan tentang wujud dari karya cipta dan karya seni (Yunani: techne)

manusia selaku homo technicus. Dari sini muncullah istilah teknologi, yang

berarti ilmu yang mempelajari tentang “techne” manusia.

Tetapi pemahaman seperti itu baru memperlihatkan satu segi saja dari

kandungan kata “teknologi”. Teknologi sebenarnya lebih dari sekedar penciptaan

barang, benda atau alat dari manusia selaku homo technicus atau homo faber.

Teknologi bahkan telah menjadi suatu sistem atau struktur dalam eksistensi

manusia di dalam dunia. Teknologi bukan lagi sekedar sebagai suatu hasil dari daya

cipta yang ada dalam kemampuan dan keunggulan manusia, tetapi ia bahkan telah

menjadi suatu “daya pencipta” yang berdiri di luar kemampuan manusia, yang pada

gilirannya kemudian membentuk dan menciptakan suatu komunitas manusia yang

lain.

Beberapa pengertian teknologi telah diberikan atara lain oleh David L.

Goetch yaitu “people tools, resources, to solve problems or to extend their

capabilities“.

Sehingga

teknologi

dapat

dipahami

sebagai

"upaya"

untuk

mendapatkan suatu "produk" yang dilakukan oleh manusta dengan memanfaatkan

peralatan (tools), proses, dan sumberdaya (resources).

Definisi

teknologi

yang

lain

diberikan

oleh

Rias

Van

Wyk

adalah

"Technology is a "set of means" created by people to facilitate human endeavor".

Dari definisi tersebut, ada beberapa esensi yang terkandung yaitu:

1. Teknologi terkait dengan ide atau pikiran yang tidak akan pernah berakhir,

keberadaan teknotogi bersama dengan keberadaan budaya umat manusia.

2. Teknologi merupakan kreasi dari manusia, sehingga tidak alami dan bersifat

artifisial

3. Teknologi merupakan himpunan dari pikiran (set of means), sehingga teknologi

dapat dibatasi atau bersifat universal, tergantung dari sudut pandang analisis

4. Teknologi bertujuan untuk memfasilitasi ikhtiar manusia (human endeavor).

Sehingga

teknologi

harus

kemampuan manusia.

mampu

meningkatkan

performa

(kinerja)

Dari definisi di atas, ada 3 entitas yang terkandung dalam teknologi yaitu:

ketrampilan (skill), logika berpikir (Algorithnia), dan perangkat keras (hardware).

Dalam pandangan Management of Technology, Teknologi dapat digambarkan

dalam beragam cara yaitu sebagai berikut:

a.

Teknologi

sebagai

makna

untuk

memenuhi

suatu

maksud

di

dalamnya

terkandung apa saja yang dibutuhkan untuk mengubah (mengkonversikan)

sumberdaya (resources) ke suatu produk atau jasa.

 

b.

Teknologi tidak ubahnya sebagai pengetahuan, sumberdaya yang diperlukan

untuk mencapai suatu tujuan (objective).

 

c.

Teknologi adalah suatu tubuh dari ilmu pengetahuan dan rekayasa (engineering)

yang dapat diaplikasikan pada perancangan produk dan atau proses atau pada

penelitian untuk mendapatkan pengetahuan baru.

 

B.

Hubungan antara Ilmu dan Teknologi

Kekhususan ilmu dibandingkan pengetahuan terletak pada kemampuan

manusia untuk menyadari pengetahuan yang diperolehnya secara spontan dan

langsung itu serta membuatnya teratur dalam suatu sistem, sehingga bila orang lain

menanyakan,

dia

bisa

menerangkan

dan

mempertanggungjawabkan.

Dengan

perkataan lain, pengetahuan-pengetahuan yang telah ada dikumpulkan, lalu diatur

dan disusun sehingga masuk akal dan bisa dimengerti orang lain.

Proses sistematisasi pengetahuan menjadi ilmu biasanya melalui tahap-tahap

sebagai berikut:

1. Tahap perumusan pertanyaan sebaik mungkin.

2. Merancang hipotesis yang mendasar dan teruji

3. Menarik kesimpulan logis dari pengandaian-pengandaian.

4. Merancang teknik men-tes pengandaian-pengandaian.

5. Menguji teknik itu sendiri apakah memadai dan dapat diandalkan.

6.

Tes itu sendiri dilaksanakan dan hasil-hasilnya ditafsirkan.

7. Menilai tuntutan kebenaran yang diajukan oleh pengandaian-pengandaian itu

serta menilai kekuatan teknik tadi.

8. Menetapkan luas bidang berlakunya pengandaian-pengandaian serta teknik dan

merumuskan pertanyaan baru.

Ilmu adalah sistematisasi, metodis dan logis. Pengetahuan disistematisasikan

menjadi ilmu bisa lewata induksi dan deduksi.

Penelitian adalah penyaluran hasrat ingin tahu manusia dalam taraf keilmuan.

Penelitian memegang peranan dalam:

Membantu manusia memperoleh pengetahuan baru.dalam taraf keilmuan. Penelitian memegang peranan dalam: Memperoleh jawaban suatu pertanyaan. Memberikan pemecahan

Memperoleh jawaban suatu pertanyaan.peranan dalam: Membantu manusia memperoleh pengetahuan baru. Memberikan pemecahan atas suatu masalah. Fungsi penelitian

Memberikan pemecahan atas suatu masalah.pengetahuan baru. Memperoleh jawaban suatu pertanyaan. Fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan

Fungsi penelitian adalah membantu manusia meningkatkan kemampuannya

untuk menginterpreatasikan fenomena-fenomena masyarakat yang kompleks dan

kait-mengait sehingga fenomen itu mampu membantu memenuhi hasrat ingin

manusia. Ciri berpikir ilmiah adalah skeptik, analitik, kritis.

Ilmu pengetahuan mendorong teknologi, teknologi mendorong penelitian,

penelitian

menghasilkan

ilmu

pengetahuan

baru.

mendorong teknologi baru. (Sutarjo, 1983)

Ilmu

pengetahuan

baru

C. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang semakin pesat membuat segalanya menjadi semakin mudah dan cepat. Akses untuk mendapat suatu informasi dengan adanya bantuan teknologi menjadi sangat mudah dan cepat dan tidak dapat dipungkiri sangat membantu dalam kehidupan pribadi setiap

individu. Perkembangan Iptek tersebut terjadi karena seseorang menggunakan akalnya untuk menyelesaikan setiap masalah yang dihadapinya. Dalam berbagai bidang, perkembangan Iptek memberi pengaruh yang sangat penting. Dalam dunia pendidikan misalnya. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat pendidikan. Dampak dari hal ini adalah guru bukannya satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Selain itu, munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan teknologi bisa dibuat abstrak. Meskipun teknologi itu diciptakan untuk kepentingan bersama dan untuk memudahkan masyarakat dalam beraktivitas, akan tetapi tetap saja ada dampak negatifnya. Semua itu kembali kepada individu yang menjalani, bagaimana ia memanfaatkan dan akan digunakan untuk apa teknologi.

D. Konsep Pendidikan Jasmani dan Olahraga

Terdapat beberapa teori tentang konsep pembelajaran pendidikan jasmani. Menurut Singer, Pendidikan jasmani merupakan pendidikan melalui jasmani berbentuk suatu program aktivitas jasmani yang medianya gerak tubuh (melibatkan

otot-otot besar) yang dirancang untuk menghasilkan beragam pengalaman dan tujuan, antara lain belajar sosial, intelektual, keindahan, dan kesehatan. Menurut Syarifudin (1997), mengungkapkan bahwa konsep pendidikan jasmani mencakup empat komponen, antara lain:

Komponen Organik, merupakan gambaran aspek fisik dan psikomotor dan harus dicapai pada setiap proses pembelajaran, yang meliputi ; kapasitas fungsional dari organ-organ seperti daya tahan jantng dan otot.

2. Komponen neuromuskuler, merupakan gambaran tentang aspek kemampuan unjuk kerja keterampilan gerak yang didasari oleh kelenturan, kelincahan, keseimbangan, kecepatan dan lain-lain. 3. Komponen intelektual, merupakan gambaran yang dapat dipadankan dengan kognitif.

1.

4.

Komponen emosional, merupakan gambaran yang dapat dipadanan dengan afektif.

Dari keempat konsep pendidikan jasmani yang telah disampaikan, kemudian dikenal dengan istilah learning by moving. Secara harfiah, istilah tersebut berarti belajar melalui gerak. Makna yang lebih luas adalah kita belajar melalui gerak dengan pendidikan jasmani. Bukan belajar untuk bergerak yang selama ini menjadi persepsi kebanyakan orang. Pendidikan jasmani pada hakikatnya adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas fisik untuk menghasilkan perubahan holistik dalam kualitas individu, baik dalam fisik, mental, serta emosional. Pendidikan jasmani memperlakukan anak sebagai sebuah kesatuan utuh, makhluk total, dari pada hanya menganggapnya sebagai seorang yang terpisah kualitas fisik dan mentalnya. Pendidikan jasmani ini harus menyebabkan perbaikan dalam pikiran dan tubuh yang mempengaruhi seluruh aspek kehidupan harian seseorang. Pendekatan holistik tubuh jiwa ini termaksud pula penekanan pada ketiga domain kependidikan, psikomotor, kognitif, dan afektif. Dengan meminjam ungkapan Robert Gensemer, penjas diistilahkan sebagai proses menciptakan “tubuh yang baik bagi tempat pikiran atau jiwa”. Artinya, dalam tubuh yang baik “diharapkan” pula jiwa yang sehat, seperti dengan pepatah “men sana in corporesano” Akan tetapi, apakah kita percaya terhadap konsep holistik tentang pendidikan asmani, tetapi, apakah konsep tersebut saat ini bersifat dominant dalam masyarakat kita atau diantara pengembang tugas penjas sendiri. Masih banyak guru penjas yang sangat jauh dari menyadari terhadap peranan dan fungsi pendidikan jasmani disekolah-sekolah, sehingga proses pembelajaran penjas disekolahnya masih lebih banyak ditekankan pada program yang berat sebelah pada aspek fisik semata-mata. Bahkan, dalam kasus Indonesia, penekanan yang berat itu masih dipandang lebih baik, karena ironisnya, justru program pendidikan jasmani dikita masih tidak ditekankan kemana-mana. Itu karena pandangan yang sudah lebih parah, yang memandang bahwa program penjas dipandang tidak penting sama sekali. Pendidikan jasmani dan olahraga adalah laboratorium bagi pengalaman manusia, karena dalam pendidikan jasmani menyediakan kesempatan untuk

memperlihatkan mengembangan karakter. Pengajaran etika dalam pendidikan jasmani biasanya dengan contoh atau perilaku. Pengajar tidak baik berkata kepada muridnya untuk memperlakukan orang lain secara adil kalau dia tidak memperlakukan muridnya secara adil. Selain dari pada itu pendidikan jasmani dan olahraga begitu kaya akan pengalaman emosional. Aneka macam emosi terlibat di dalamnya. Kegiatan pendidikan jasmani dan olahraga yang berakar pada permainan, ketrampilan dan ketangkasan memerlukan pengerahan energi untuk menghasilkan yang terbaik. Pantas rasanya jika kita setuju untuk mengemukakan bahwa pendidikan jasmani dan olahraga merupakan dasar atau alat pendidikan dalam membentuk manusia seutuhnya, dalam pengembangan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor yang behavior dalam membentuk kemampuan manusia yang berwatak dan bermoral.

E. Peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia di berbagai aspek, tidak terkecuali dalam proses pembelajaran. Namun dalam realita yang terjadi, masih ada di antara guru yang menerapkan pembelajaran tanpa memberdayakn potensi yang dimilikinya secara utuh serta masih minim dalam menggunakan media yang ada sementara materi-materi dalam Pendidikan Jasmani (PENJAS) dilakukan tidak hanya di dalam ruangan saja/kelas yang dalam arti teori melainkan juga praktek di lapangan. Hal ini akan menyebabkan pembelajaran menjadi kurang efektif dan efisien. Padahal dengan menggunakan media yang ada sebagai dampak dari perkembangan IPTEK maka siswa akan lebih mudah memahami apa yang disampaikan oleh guru sehingga akan tercipta pembelajaran yang efektif dan efisien. Misalnya, dengan memanfaatkan alat pengukur ketahanan berlari setelah siswa mengetahui teori tentang alat tersebut. Guru pendidikan jasmani merupakan salah satu komponen utama dalam proses pendidikan. Oleh sebab itu, berusaha memahami tantangan dan masalah yang akan dihadapi oleh guru pendidikan jasmani pada masa depan merupakan

upaya yang baik untuk mengembangkan profesionalisme guru pendidikan jasmani di era globalisasi. Dalam perkembangan Iptek selanjutnya, teknologi yang ada membuat aktivitas olah raga tidak lagi menjadi kegiatan berat. Berbagai alat bantu, mulai dari baju yang menyerap keringat, hingga sepatu yang ringan digunakan, siap menjadi "senjata-senjata" pendukung. Pencapaian rekor di suatu cabang, misalnya. Hal ini idak semata lahir dari kekuatan manusia saja. Teknologi yang lebih menentukan penambahan prestasi dari atlet yang menggunakan teknologi itu. Kini teknologi sudah menjadi bagian dari olahraga. Seorang atlet tampil perkasa di ajang dunia, tak hanya karena dia memiliki kemampuan. Juga karena ditunjang dengan faktor yang lain, seperti teknologi, dan mengetahui kekuatan lawan. Kompetisi olahraga modern layaknya seperti medan perang.

Sebagai contoh kita ambil baju renang Speedo LZR Racer. Speedo LZR Racer yang dirancang NASA badan antariksa AS. Di arena renang, body suit tersebut menjadikan pembalap mampu meningkatkan kecepatan bergeraknya untuk meraih waktu terbaik, karena meminimalkan hambatan (drag) yang terjadi di dalam air. Saat tim renang AS melakukan uji coba menjelang Olimpiade dengan menggunakan pakaian renang tersebut, dua perenang andalan mereka, Michael Phelps dan Katie Hoff mampu mencetak rekor baru dunia, masing-masing pada nomor 400 m gaya ganti perorangan putra dan putri. Selain itu juga masih ada lagi, contohnya sepatu sepak bola yang di gunakan oleh Cristiano Ronaldo. Produk Nike meluncurkan sepatu khusus berteknologi tinggi untuk C. Ronaldo, agar dapat mempercepat saat lari di lapangan rumput, karena sepatu ini memiliki system pegas di gigi sol bawah sepatu. Selain itu juga sepatu ini cocok mengontrol bola untuk kaki cepat. Sepatu sepak bola ini dirancang dengan baik. Sepatu ini terbuat dari bahan karbon komposit. Tidak seperti dahulu, sepatu sepak bola hanya di disain bergigi agar tidak licin di lapangan berumput. Sepatu sepak bola dahulu tidak begitu mementingkan keefektifitasannya. Tidak hanya peralatan yang di pakai seseorang untuk melengkapi saat ber-olahraga, seperti hal-nya di dunia balap F1, setiap tim berlomba-lomba teknologi aerodinamik. Hal ini sangat berpengaruh ketimbang mesinya itu sendiri. Pada

zaman dahulu, memang benar orang berlomba kecepatan dengan kekuatan mesin. Tetapi pada zaman sekarang tak hanya kekuatan mesin saja, melainkan sayap-sayap di mobil ini sangat perlu. Dalam dunia sepak bola pun juga telah disisipkan penggunaan Bola ber- microchip, Sepatu Detektor, Techno wear, dan sebagainya. Hal ini karena prinsip yang menjadi landasan pengaplikasian teknologi dalam sepakbola adalah bahwa teknologi tidak akan pernah berbuat curang. Menghadapi abad ke-21, UNESCO melalui “The International Commission on Education for the Twenty First Century” merekomendasikan Pendidikan yang berkelanjutan (seumur hidup) yang dilaksanakan berdasarkan empat pilar proses pembelajaran, yaitu : Learning to know (belajar untuk menguasai pengetahuan), learning to do (belajar untuk mengetahui keterampilan), learning to be (belajar untuk mengembangkan diri), dan Learning to live together (belajar untuk hidup bermasyarakat), untuk dapat mewujudkan empat pilar pendidikan di era globalisasi informasi sekarang ini, para guru sebagai agen pembelajaran perlu menguasai dan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran. Menurut Rosenberg ( 2001 ), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu ; (1) dari pelatihan ke penampilan, (2) dari ruang kelas ke dimana dan kapan saja, (3) dari kertas ke “on line” atau saluran, (4) dari fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, dan (5) dari waktu siklus ke waktu nyata. Komunikasi sebagai media pendidikan dilakukan dengan menggunakan media-media komunikasi seperti telepon, komputer, internet, e-mail, dan lain sebagainya. Inteeraksi antar guru dan siswa tidak hanya dilakukan melalui hubungan tatap muka dan juga dilakukan dengan menggunakan media- media tersebut. Guru dapat memberikan layanan tanpa harus berhadapan langsung dengan siswa. Demikian pula siswa dapat memperoleh informasi dalam lingkup yang luas dari berbagai sumber media cyber space atau ruang maya dengan menggunakan komputer atau internet.

F. Dampak dari perkembangan Teknologi terkait dengan dunia Pendidikan

a. Dampak Positif

1. Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu

dan pusat Pendidikan. Seperti jaringan Internet, Lab. Komputer Sekolah dan lain-lain. Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap Informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari Internet, olehnya itu guru disini bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pembimbing siswa untuk mengarahkan dan memantau jalannya pendidikan, agar siswa tidak salah arah dalam menggunakan Media Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran.

2. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa

dan guru dalam proses pembelajaran. Dengan kemajuan Teknologi terciptalah metode-metode baru yang membuat siswa mampu memahami materi-materi yang abstrak, karena materi tersebut dengan bantuan Teknologi bisa dibuat abstrak, dan dapat dipahami secara mudah oleh siswa.

3. Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka

Selama ini, proses pembelajaran yang kita kenal yaitu adanya pembelajaran yang

disampaikan hanya dengan tatap muka langsung, namun dengan adanya kemajuan teknologi, proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.

4. Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan

pemamfaatan Teknologi. Ketika orang melakukan sebuah penelitian, maka untuk melakukan analisis terhadap data yang sudah diperoleh harus dianalisis dan dihitung secara manual.

Namun setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya

dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi sesuatu yang mudah untuk dikerjakan, yaitu dengan menggunakan media teknologi, seperti Komputer, yang dapat mengolah data dengan memamfaatkan berbagai program yang telah di installkan.

5. Pemenuhan kebutuhan akan fasilitas pendidikan dapat dipenuhi dengan cepat

Dalam bidang pendidikan tentu banyak hal dan bahan yang harus dipersiapkan, salah satu contoh, yaitu ; Penggandaan soal Ujian, dengan adanya mesin foto copy,

untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak tentu membutuhkan waktu yang lama untuk mengerjakannya kalau dilakukan secara manual. Tapi dengan perkembangan teknologi semuanya itu dapat dilakukan hanya dalam waktu yang singkat. Khususnya dalam kegiatan pembelajaran, ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh dari perkembangan IPTEK, yaitu :

1.

Pembelajaran menjadi lebih efektif, simulatif dan menarik

2.

Dapat menjelaskan sesuatu yang sulit / Kompleks

3.

Mempercepat proses yang lama

4.

Menghadirkan peristiwa yang jarang terjadi

5.

Menunjukkan peristiwa yang berbahaya atau diluar jangkauan

b.

Dampak Negatif

Disamping dampak positif yang ditimbulkan oleh perkembangan IPTEK, juga akan muncul dampak negatif yang akan ditimbulkan oleh perkembangan

IPTEK dalam proses pendidikan, antara lain ;

1. Siswa menjadi malas belajar

Dengan adanya peralatan yang seharusnya dapat memudahkan siswa dalam belajar, seperti Laptop dengan jaringan internet, ini malah sering membuat siswa menjadi malas belajar, terkadang banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk internetan yang hanya mendatangkan kesenangan semata, seperti ; Facebook, Chating, Frienster dan lain-lain, yang semuanya itu tentu akan berpengaruh erhadap minat belajar siswa.

2.

Terjadinya pelanggaran Asusila.

Sering kita dengar di berita-berita, dimana terjadi pelaku pelanggaran asusila dilakukan oleh seorang pelajar terhadap pelajar lainnya, seperti terjadinya tawuran antar pelajar, terjadi priseks, pemerkosaan siswi dan lain-lain.

3. Munculnya media massa, khususnya media elektronik sebagai sumber ilmu dan

pusat pengetahuan yang disalah gunakan oleh pelajar Dengan munculnya media massa yang dihasilkan oleh perkembangan IPTEK, ini dapat menimbulkan adanya berbagai prilaku yang menyimpang yang dapat terjadi, seperti adanya siswa yang sering menghabiskan waktunya untuk bermain Games, main PS, main Facebook, chating, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar malah digunakan untuk bermain, sehingga belajar menjadi habis dengan sia-sia. Akhirnya semuanya itu akan dapat berpengaruh negative terhadap hasil belajar siswa dan bahkan terjadi kemerosotan moral dari para siswa sampai ke Mahasiswa.

4. Munculnya metode-metode pembelajaran yang baru, yang memudahkan siswa

dan guru dalam proses pembelajaran, sehingga membuat siswa menjadi malas. Dengan adanya fasilitas yang dapat digunakan dengan mudah dalam proses pembelajaran, ini terkadang sering membuat siswa dan mahasiswa menjadi malas dan merasa lebih dimanjakan, misalnya ketika siswa diberi tugas untuk membuat makalah, maka mereka merasa tidak perlu pusing-pusing, karena cukup mencari bahan lewat Internet dan mengkopy paste karya orang lain, sehingga siswa menjadi

malas berusaha dan belajar.

5. Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam

Selama ini sering kita melihat dan mendengar di siaran TV, tentang adanya kebocoran soal ujian, ini merupakan salah satu akibat dari penyalahgunaan teknologi, karena dengan adanya perkembangan teknologi yang semakin canggih, maka dengan mudah dapat mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain, inilah yang dilakukan oleh oknum untuk melakukan penyelewengan terkait dengan

kebocoran soal ujian, sehingga kejadian ini sering meresahkan pemerintah dan masyarakat.

6. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan

tindak kriminal. Pada awalnya pendidikan itu ditujukan untuk mendapatkan perubahan yang bersifat positif, namun pada akhirnya sering kali tujuan itu diselewengkan dengan berbagai alasan. Contohnya ; seorang Heker dengan kemampuannya melakukan

penerobosan system sebuah kantor atau perusahaan, mereka dapat melakukan perampokan dengan tidak perlu merampok langsung ke Bank atau kekantor-kantor, cukup dengan melakukan pembobolan system keuangan atau informasi penting, maka mereka akan dapat keuntungan, dan sulit untuk dilacak pelakunya

7. Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi.

Dengan adanya pengolahan data dengan system Teknologi, sering akli kita temukan adanya terjadi kecurangan dalam melakukan analisis data hasil penelitian yang

dilakukan oleh siswa dan bahkan mahasiswa, ini mereka lakukan untuk mempermudah kepentingan pribadi, dengan mengabaikan hasil penelitian yang dilakukan

G. Landasan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Dalam Pendidikan Olahraga Dalam Undang-Undang Republik Indonesia nomor 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional. Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan Pasal 74 disebutkan:

1. Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat melakukan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi secara berkelanjutan untuk memajukan keolahragaan nasional.

2. Pemerintah, pemerintah daerah, dan/atau masyarakat dapat membentuk lembaga penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi keolahragaan yang bermanfaat untuk memajukan pembinaan dan pengembangan keolahragaan nasional.

3.

Pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud pada

ayat (1) diselenggarakan melalui penelitian, pengkajian, alih teknologi,

sosialisasi, pertemuan ilmiah, dan kerja sama antarlembaga penelitian, baik

nasional maupun internasional yang memiliki spesialisasi ilmu pengetahuan

dan teknologi keolahragaan.

4. Hasil pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagaimana dimaksud

pada ayat (1) disosialisasikan dan diterapkan untuk kemajuan olahraga.

5. Ketentuan lebih lanjut mengenai pengembangan ilmu pengetahuan dan

teknologi keolahragaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan

ayat (4) diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan komunikasi demikian cepat sehingga menimbulkan perubahan besar dalam arus informasi. Perubahan itu tidak hanya dalam hal semakin canggihnya jenis, sifat, dan volume informasi yang dapat diterima dan disimpan, tetapi juga percepatan serta ketepatan informasi yang diolah dan ditransferkan. Semuanya itu, sangat mempengaruhi corak dan prospek proses pendidikan, peran guru, dan perencanaan pendidikan guru pendidikan jasmani.

Berkembangnya komunikasi dan teknologi modern, sumber informasi, dan ilmu pengetahuan, maka nilai dan sikap menjadi lebih kompleks. Selain orang tua dan guru, banyak sumber informasi lain yang dapat diperoleh oleh siswa melalui berbagai media (cetak, pandang, dengar, ataupun yang campuran), disengaja ataupun tidak disengaja, yang menjadi masukan (input) siswa dalam proses belajarnya, seperti: mendengarkan radio, televisi, komunikasi langsung dengan teman, komunikasi langsung dengan sumber pengetahuan yang lain (perpustakaan, musium, internet, dan lain-lain)(Nurhadi MA, 1995).

Tantangan bagi pengembangan peran guru pendidikan jasmani adalah bagaimana dapat membiasakan siswa untuk memahami sumber-sumber informasi, mencari, menyeleksi, dan mengintegrasikan informasi yang diperoleh dari sumber lain dengan yang diperoleh dari guru ataupun yang berasal dari luar, untuk dapat meningkatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilannya dalam pendidikan jasmani.

KESIMPULAN

BAB III

PENUTUP

1. Pendidikan jasmani terkandung manfaat yang tidak hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga mental dan sosial. Peran Pendidikan Jasmani yang sangat penting yakni memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat langsung dalam aneka pengalaman belajar melalui aktivitas jasmani, bermain dan olahraga yang dilakukan secara sistematis.

2. Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa. Visi dan misi IPTEK dirumuskan sebagai panduan untuk mengoptimalkan setiap sumber daya yang ada.

3. Perburuan prestasi olahraga untuk mencapai citius, altius, fortius (lebih cepat, lebih tinggi, lebih kuat), tidaklah mungkin bisa dicapai secara maksimal tanpa melibatkan perkembangan teknologi perlengkapan olahraganya. Begitupula adanya media yang dapat menciptakan pembelajaran efektif serta efisien menjadi salah satu peran Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam Pendidikan Jasmani dan Olahraga

SARAN

1.

Untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, maka diharapkan pemerintah di suatu negara harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus dipatuhi oleh pengguna teknologi.

2.

Teknologi yang ada hendaknya digunakan sebagaimana mestinya, tanpa menyalahgunakan.

3.

Diharapkan keprofesionalan guru untuk menggunakan media ada untuk menunjang kesuksesan pembelajaran.

DAFTAR PUSTAKA

Aip Syarifuddin dan Muhadi. (1992). Pendidikan Jasmani dan Kesehatan. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ikhwanuddin Syarif (ed). (2001) Pendidikan untuk Masyarakat Indonesia baru, 70

tahun Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, M.Sc. Ed. Jakarta: Grasindo, 2001.

Rusli Lutan (ed)., (2001) Olahraga dan Etika Fair Play. Direktorat Pemberdayaan

IPTEK Olahraga, Dirjen OR, Depdiknas, Jakarta: CV.Berdua Satutujuan.

Syarifudin. 1997. Pokok-pokok Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Jasmani.

Jakarta: Pusat Perbukuan.

Bucher, C.A., 1995, Foundation of Physical Education and Sport, Mosby-

Yearbook,Inc., St.Louis.

Nurhadi

MA.

1995.

Masalah

dan

Tantangan

Pendidikan

Bagi

Perencanaan

Pengembangan Guru dan Lembaga Pendidikan Guru. Disampaikan pada

Seminar Tentang Guru dan Pendidikan Guru, Singaraja Bali.

islamisasi-ilmu-pengetahuan-dan-kontribusinya-dalam-krisis-masyarakat-

modern/