Anda di halaman 1dari 8

A.

Standar Kompetensi : Memahami pentingnya pelestarian jenis makhluk hidup


untuk mencegah kepunahan
B. Kompetensi Dasar : Mengidentifikasi jenis hewan dan tumbuhan yangmendekati
kepunahan
C. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat Memahami hewan dan tumbuhan yang hampir punah disebut hewan dan
tumbuhan langkah
Siswa dapat Menyebutkan hewan yang dilindungi
Siswa dapat Membuat daftar dengan tabel hewan dan tumbuhan yang dilindungi
Siswa dapat Menyebutkan hewan yang dilindungi& Karakter siswa yang diharapkan :
Disiplin (Discipline), Rasa hormat dan perhatian (respect), Tekun (diligence) ,
Tanggung jawab (responsibility) Dan Ketelitian (carefulness)
D. Materi Essensial
Hewan dan tumbuhan langkah.
Mengumpulkan jenis hewan dan tumbuhan yang mendekati kepunahan
Materi Pembelajaran:
Manusia mempunyai kewajiban untuk mencegah terjadinya ke- punahan. Mengapa
hewan dan tumbuhan perlu dijaga kelestariannya? Bagaimana cara melestarikannya?
Hewan atau tumbuhan apa saja yang mendekati kepunahan?

A. Hewan dan Tumbuhan yang Hampir Punah


1. Komodo

Pernahkah kamu melihat komodo secara


langsung? Komodo merupa- kan reptil tertua
yang pernah ada. Tubuhnya menyerupai biawak tetapi
ukurannya lebih besar. Coba kamu
lihat gambar 4.1!
Komodo hidup di Pulau Komodo. Pulau Komodo terletak di Nusa Teng- gara Timur.
Agar kelestariannya terjaga, komodo harus dijaga dari ancaman yang mengganggunya.
2. Cendrawasih
Burung cenderawasih merupakan hewan
khas Papua. Burung ini memili- ki bulu dan suara
yang indah. Bulunya berwarna-warni terutama pada
bagian ekornya yang panjang. Lihatlah gam-
bar 4.2! Sekitar 30 jenis cendrawasih terdapat di
Indonesia. Sebagian besar, yaitu sebanyak
28 jenis ditemukan di Papua. Sayang, jumlahnya
dari tahun ke tahun semakin berkurang.
Untuk menyelamatkannya dari kepunahan,
pemerintah Indonesia menetapkan cendrawasih
sebagai hewan yang di- lindungi.

3. Badak Jawa
Pernahkah kamu melihat badak? Badak Jawa adalah badak bercula satu. Lihat
gambar 4.3! Badak ini dilin- dungi di Taman Nasional Ujung Kulon. Badak Jawa
yang tersisa terancam punah oleh perburuan. Badak diburu untuk diambil cula- nya.
Cula badak memiliki nilai seni yang tinggi. Selain itu, kepercayaan cula badak sebagai
obat tradisional juga memicu perburuan badak.
4. Orang utan
Pernahkah kamu melihat orang utan? Orang utan termasuk hewan yang dilindungi.
Orang utan dilindungi di Taman Nasional Gunung Leuser, Nangroe Aceh Darussalam
(NAD). Pusat rehabilitasi orang utan Bohorok merupakan salah satu pintu masuk Taman
Nasional Gunung Leuser. Pusat rehabilitasi ini bertujuan untuk meliarkan orang utan yang
tertangkap sekaligus melestarikannya.
5. Elang Bondol
Pernahkah kamu melihat Elang Bondol? Elang Bondol termasuk he- wan yang
dilindungi. Elang Bondol merupakan jenis burung laut. Bu- rung ini memiliki paruh yang
beng- kok, runcing, dan sangat kokoh. Lihatlah gambar 4.4! Elang Bondol
memiliki penglihatan yang tajam. Tempat perlindungan Elang bondol terdapat di
Cagar alam Pulau Ram- but. Cagar alam ini terletak di gugu- san Kepulauan Seribu.
Gambar
6. Jalak Bali
Jalak Bali adalah burung yang dikenal karena keindahan bulu dan suaranya.
Coba lihat gambar 4.5! Burung ini banyak ditangkap untuk dijadikan hewan peliharaan.
Akibat- nya, keberadaan Jalak Bali di alam bebas semakin langkat. Pembukaan hutan
juga menyebabkan Jalak Bali kehilangan habitatnya. Oleh karena itu, Jalak Bali harus
dilindungi agar tidak punah.

7. Buaya
Pernahkah kamu melihat buaya?
Buaya termasuk hewan yang di- lindungi
karena semakin langka. He- wan ini banyak
diburu untuk diam kulitnya. Kulit buaya
sangat bag untuk dijadikan tas, ikat pinggan
sepatu, maupun asesoris lainny Untuk
melestarikannya, di Papua didirikan tempat
penangkaran buaya

8. Gajah
Tentu kamu sudah tidak asing lagi dengan hewan bernama gajah. Gajah diburu
untuk diambil gadingnya. Ga- ding gajah ini harganya mahal. Saat ini, keberadaan hewan
ini cukup lang- ka. Untuk menyelamatkannya dari
kepunahan, pemerintah menetapkan gajah sebagai
hewan yang dilindungi.

9. Bunga Rafflesia

Pernahkah kamu ke Kebun Raya Bogor?


Apakah kamu melihat Bunga Raksasa? Ya, bunga
itu adalah Bunga Rafflesia. Bunga Rafflesia dikenal
juga dengan sebutan bunga bangkai. Bunga ini
mengeluarkan bau busuk menyengat. Bau busuk
yang dikeluar- kannya akan menarik serangga untuk
datang. Serangga yang terperangkap kemudian menjadi makanannya. Bu-
nga Rafflesia tumbuh menumpang pada tumbuhan lain.

10. Pohon Eboni


Pohon eboni tumbuh di pedalaman hutan Indonesia, terutama di Pulau Sulawesi.
Pohon eboni ini merupakan tanaman keras yang berwarna hitam. Tingginya mencapai 710
meter. Warna kayunya yang hitam banyak dimanfaatkan untuk ukiran, hiasan, dan patung-
patung kayu. Saat ini, jumlahnya semakin berkurang. Oleh karena itu, tanaman ini
perlu dilin- dungi. Selain itu, masih banyak tanaman lain yang perlu dilindungi,
diantaranya pohon jati, cendana, anggrek hitam, dan lain-lain
B. Pelestarian Makhluk Hidup dan Manfaatnya
Kehadiran hewan dan tumbuhan itu sesungguhnya dapat menjaga keseimbangan
alam. Satu makhluk hidup membutuhkan makhluk hidup lainnya. Manusia dan hewan
bergantung pada tumbuhan secara langsung maupun tidak langsung. Demikian pula
tumbuhan tumbuh makin subur jika mendapat zat hara atau pupuk alami. Zat hara ini dapat
bertambah dengan adanya kotoran hewan.
Manusia sangat membutuhkan tumbuhan sebagai sebagai sumber obat-obatan.
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan, para ahli semakin berhasil menemukan obat berbagai
penyakit. Bahan pembuat obat itu banyak yang diambil dari sari tumbuhan. Alangkah
menyedihkan jika suatu saat kita tidak dapat memperoleh karena tumbuhan obat yang
dibutuhkan sudah punah.
Karena hal-hal diatas tersebut, kita harus mencari cara agar hewan dan tumbuhan
tetap lestari. Caranya antara lain sebagai berikut.

Melindungi Tempat Hidupnya

Melindungi tempat hidup yang bertujuan untuk melestarikan flora dan fauna dapat
dilakukan dengan cara:

1. Pelestarian in-situ
Pelestarian in-situ adalah pelestarian hewan dan tumbuhan yang dilakukan pada
habitat asli. Misalnya, pelestarian komodo di Pulau Komodo dan badak bercula satu di Ujung
Kulon.
Di Indonesia, pemerintah menetapkan suatu daerah menjadi kawasan yang dilindungi
berupa cagar alam dan Suaka Margasatwa. Cagar alam adalah daerah yang kelestarian
tumbuhan dan hewan yang terdapat di dalamnya dilindungi oleh undang-undang dari bahaya
kepunahan.

Cagar alam dieng


Suaka margasatwa adalah cagar alam yang secara khusus digunakan untuk
melindungi hewan liar di dalamnya. Contohnya adalah Cagar Alam Dieng di Jawa Tengah,
Cagar Alam Pangandaran di Jawa Barat, Cagar Alam Gunung Lorentz di Papua, dan Suaka
Margasatwa Danau Sentarum di Kalimantan Barat.
Selain itu, untuk melayani masyarakat umum, pemerintah membuat taman nasional,
taman hutan raya, dan taman wisata alam.

Taman Nasional Ujung Kulon


1. Taman nasional
Taman Nasional adalah kawasan pelestarian alam yang dikelola dan dimanfaatkan
untuk kegiatan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pelatihan, serta rekreasi dan pariwisata.
Contohnya Taman Nasional Ujung Kulon di Banten, Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango di Jawa Barat, Taman Nasional Bunaken di Sulawesi, dan Taman Nasional Kutai
di Kalimantan Timur.
2. Taman hutan raya
Taman hutan raya adalah kawasan pelestarian alam, terutama dimanfaatkan untuk
tujuan koleksi tumbuhan dan satwa alami atau buatan untuk tujuan ilmu pengetahuan,
pendidikan dan pelatihan, budaya, pariwisata, dan rekreasi. Contohnya Taman Hutan Raya
Ir.H. Juanda di Jawa Barat, Taman Hutan Raya Bung Hatta di Sumatra Barat, dan Taman
Hutan Raya Ngurah Rai di Bali.
3. Taman wisata alam
Taman Wisata alam adalah hutan wisata yang memiliki keindahan alam, baik
keindahan flora, fauna, maupun alam itu sendiri yang mempunyai corak khas untuk
dimanfaatkan bagi kepentingan rekreasi dan kebudayaan. Contohnya Taman Wisata Alam
Pangandaran di Jawa Barat. Taman Wisata Alam Pangandaran ini semula merupakan bagian
dari Cagar Alam Pangandaran. Di Taman Wisata Alam Pangandaran, masyarakat umum
dapat melakukan kegiata lintas alam, bersepeda, berenang, bersampan, scuba diving,
snorkeeling, dan melihat peninggalan sejarah. Selain itu, ada lagi Taman Wisata Alam Pulau
Weh dan Taman Wisata Alam Batam.

Taman Wisata Alam Pulau Weh

2. Pelestarian ex-situ
Pelestarian ex-situ adalah pelestarian hewan dan tumbuhan yang dilakukan dengan
memindahkan dari habitat aslinya dan dipelihara di tempat lain yang sesuai. Hal itu dilakukan
karena hewan dan tumbuhan kehilangan tempat tingal aslinya. Selain itu pelestarian ex situ
dilakukan sebagai upaya rehabilitasi, penangkaran, dan pembiakan hewan maupun tumbuhan
langka. Pelestarian ex situ misalnya, kebun raya Bogor yang merupakan kebun raya terbesar
di kawasan Asia Tenggara, dan kebun binatang yang banyak memelihara hewan dari tempat
lain.
3. Mengembangbiakkan

Manusia turut bertanggung jawab atas punahnya hewan dan tumbuhan. Karena ulah
manusia, banyak hewan mati diburu dan tumbuhan musnah dalam kebakaran hutan. Akan
tetapi, manusia juga dapat menyelamatkan kelestarian hewan dan tumbuhan.

Penangkaran Buaya di Papua


Untuk menambah jumlah hewan dan tumbuhan, manusia melakukan
pengembangbiakan secara buatan. Di beberapa tempat dibuat tempat penangkaran, yaitu
tempat khusus untuk untuk mengembangbiakkan hewan. Misalnya, penangkaran buaya. Jadi,
manusia tetap dapat mengambil keuntungan dari hewan tanpa mengurangi jumlah hewan itu.
Kulit buaya dapat dibuat tas dan sepatu. Ada pula penangkaran orang utan di Tanjung Puting,
Kalimantan Tengah. Penangkaran orang utan bertujuan untuk memperbanyak orang utan
sehingga tidak punah.
Para pecinta tumbuhan, khususnya tumbuhan langka, juga berusaha
mengembangbiakkan tumbuhan. Mereka tidak jarang mengadakan berbagai pameran
tumbuhan langka. Dengan pameran ini, mereka mengingatkan masyarakat umum untuk mau
turut melestarikan tumbuhan.

4. Melarang Kepemilikan Satwa Yang Dilindungi

Pada masa lalu, tidak sedikit orang yang memelihara hewan liar di rumahnya.
Seharusnya, hewan-hewan itu dapat hidup bebas di hutan. Saat ini, masyarakat umum tidak
boleh memelihara hewan yang dilindungi di rumahnya. Misalnya, orang dilarang
memelihara orang utan ,simpase, atau harimau. Hewan-hewan ini terus diperjuangkan untuk
dapat kembali ke tempat asalnya di hutan. Orang yang melanggar peraturan ini dapat dikenai
hukuman.