Anda di halaman 1dari 15

Jelaskan pengertian penalaran deduktif dan deduktif serta berilah suatu contoh penalaran

tersebut dalam akuntansi.

Answer:
Penalaran deduktif adalah proses penyimpulan yang berawal dari suatu pernyataan umum yang
disepakati(premis) ke pernyataan khusus sebagai simpulan (konklusi). Pernyataan umum yang
disepakati dan menjadi basis penalaran dapat berasal dari teori, prinsip, konsep, doktrin, ataunorma
yang dianggap benar, baik, atau relevan dalam kaitannya dengan tujuan penyimpulan dan situasi
khusus yang dibahas. Oleh karena itu, pernyataan umum tersebut dapat saja memuat nilai-nilai
etika, moral, ideologi, keyakinan, atau budaya. Penalaran deduktif dlm akuntansi digunakan utk
memberi penjelasan dan dukungan terhadap kelayakan suatu pernyataan akuntansi. Misalnya,
akuntansi menyajikan aset sebesar kos historis karena akuntansi menganut konsep kontinuitas
usaha. Dengan konsep ini, fungsi neraca adalah untuk menunjukkan sisa potensi dan bukan
menunjukkan nilai jual sehingga kos historis merupakan pengukur yang paling tepat. Menganut
konsep kontinuitas usaha merupakan premis sedangkan penilaian aset atas dasar kos historis
merupakan konklusi.
Penalaran induktif adalah pernyataan atau keadaan yang khusus dan berakhir dengan pernyataan
umum yang merupakan generalisasi (penempatan) dari keadaan khusus tersebut.
Penalaran induktif dalam akuntansi pada umumnya digunakan untuk menghasilkan pernyataan
umum yang mejadi penjelasan (teori) terhadap gejala akuntansi tertentu. Pernyataan-pernyataan
umum tersebut biasanya berawal dari hipotesis yang diajukan dan diuji dalam suatu penelitian
empiris. Contohnya pengamatan menunjukkan bahwa volume saham beberapa perusahaan yang
dijual-belikan beberapa hari setelah penerbitan statemen keuangan meningkat dengan tajam. Oleh
karena itu, dapat disimpulkan dengan tingkat keyakinan tertentu bahwa informasi akuntansi
bermanfaat bagi investor di pasar modal.

22. Berilah contoh pertanyaan-pertanyaan atau pokok bahasan yang masuk dalam bidang
masalah teori akuntansi normatif maupun positif.
Answer:
No. Bidang Masalah Teori Positif Bidang Masalah Teori Normatif
1 Mengapa perseroan terbatas sebagai Konsep entitas mana yang harus
bentuk perusahaa tetap bertahan sampai digunakan?
saat ini?
2 Apakah laba akuntansi mengandung Apakah rugi selisih kurs dikapitalisasi
informasi sehingga ditanggapi oleh pasar atau dibiayakan?
modal pada saat diumumkan?
3 Mengapa perusahaan besar cenderung Apakah kriteria untuk mengakui
memilih metoda akuntansi yang pendapatan?
menurunkan laba?
4 Faktor apasaja yang mendorong Kapan suatu sewaguna harus
perusahaan mengungkapkan informasi dikapitalisasi?
tambahan (disclosures) secara suka rela?
5 Dalam kondisi apa manajemen laba Atas dasar apa sediaan barang harus
(earnings management) terjadi dalam dinilai dan dicantumkan dalam neraca?
perusahaan?
6 Apakah hubungan antara rasio keuangan Elemen-elemen apa saja yang harus
dengan harga saham? dilaporkan dalam seperangkat statement
keuangan yang lengkap?
7 Apakah informasi aliran kas mempunyai Bagaimana perubahan harga yang
kandungan informasi (bermanfaat)? diperhitungkan dan disajikan dalam
statemen keuangan?
8 Faktor apasaja yang menentukan Apakah pengertian laba untuk pelaporan
perusahaan minyak dan gas bumi keuangan?
memilih metoda kas penuh (full cost)
untuk mempertanggungjwabkan kos
eksplorasi?
9 Mengapa para auditor menggunakan Pengungungkapan apasaja yang harus
istilah beban untuk expense dalam dimuat dalam penjelasan atau catatan atas
laporan auditannya. statemen keuangan?
10 Apakah dampak reformasi pajak Bagaimana pengaruh perubahan akuntansi
terhadap tingkat investasi dalam aset sebaiknya disajikan dalam statemen
tetap produktif? keuangan?
11 Tepatkah istilah beban untuk expense dan
biaya atau harga pokok untuk cost?
12 Daptkah bunga utang pendanaan
pembangunan gedung dikapitalisasi?

18. Apabila akuntansi dipandang sebagai teknologi, jelaskan karakteristik teori akuntansi.
Answer:
Apabila akuntansi dipandang sebagai teknologi, teori akuntansi dapat dipandang sebagai
penjelasan atau pemikiran untuk menentukan apa dan bagaimana cara terbaik untuk
memperlakukan (mendefinisi, mengukur, mengakui, dan menyajikan) suatu objek akuntansi.
Penjelasan atau pemikiran seperti ini sangat diperlukan karena terdapat banyak cara yang tersedia
baik secara teoritis maupun praktis untuk mencapai tujuan akuntansi. Hasil pemikiran tersebut
dituangkan dalam suatu dokumen yang berisi konsep-konsep atau gagasan-gagasan (ideas) yg
saling berkaitan secara logis.

19. Apabila akuntansi dipandang sebagai sains, jelaskan pengertian teori akuntansi?
Answer:
Apabila akuntansi dipandang sebagai sains, teori akuntansi (general theory of accounting) sering
dimaksudkan sebagai sains yang berdiri sendiri yang menjadi sumber atau induk pengetahuan dan
praktik akuntansi. Teori akuntansi merupakan seperangkat hipotesis-hipotesis yang bersifat
deskriptif sebagai hasil penelitian dg menggunakan metoda ilmiah tertentu. Oleh karena itu, teori
akuntansi berisi keseluruhan analisis dan komponen-komponennya (asumsi, definisi, dan
hipotesis) yg menjadi sumber acuan untuk menjelaskan dan memprediksi gejala-gejala atau
peristiwa dalam akuntansi. Dengan demikian, status teori akuntansi akan menjadisains setara
dengan pengertian teori dalam astronomi, ekonomika, fisika, biologi, dan sebagainya. Teori
akuntansi sebagai sains seperti inilah yg disebut dengan teori akuntansi positif (positive accounting
theory).

Perbedaan akuntansi positif dan akuntansi normatif

1. Perbedaan pendekatan dan dasar antara teori akuntansi menyebabkan dua taksonomi akuntansi. Pendekatan Teori Akuntansi
Positif menghasilkan taksonomi akuntansi sebagai Sains. Sedangkan pendekatan Teori Akuntansi Normatif menghasilkan
taksonomi akuntansi sebagai art. Yang keduanya sama sama diakui sebagai sarana pendekatan teori akuntansi.
2. Teori Akuntansi Normatif yang berbentuk Praktik Akuntansi Berterima Umum (PABU) merupakan acuan teori dalam
memberikan jalan terbaik untuk meramalkan berbagai fenomena akuntansi dan menggambarkan bagaimana interaksi antar-
variabel akuntansi dalam dunia nyata yang meruipakan Fungsi pendekatan Teori Akuntasi Positif. Tidak menutup
kemungkinan, fakta yang ada di dunia nyata (praktek akuntansi) akan mempengaruhi Teori Akuntansi Normatif. Hubungan ini
Sesuai dengan paham Dialektika Hegel. Dimana antitasi dan tesis akan menghasilkan sistesis. Dan sistesis akan menghasilkan
antithesis.

Lllllllllllllll

Statements of Financial Accounting Concept (SFAC)


SFAC adalah bagian yang telah diselesaikan dari conceptual framework. Statemen ini dapat
disamakan dengan APB Statement 4, dalam satu aspek: tidak membentuk prinsip-prinsip akuntansi
berterima umum (GAAP) dan tidak ditujukan sebagaimana Rule 203 pada Rules of Conduct of
AICPA yang melarang penyimpangan dari GAAP. Kelemahan ini mungkin mengecewakan,
meskipun demikian memiliki beberapa manfaat penting
Menghindari munculnya krisis akibat kegagalan dalam mengikuti standar
Lebih terbuka untuk perubahan yang mendukung proses evolusi dalam penyusunan
struktur metateori
Proses menghadirkan struktur metateori yang dapat berjalan dan bermanfaat harus diakui
sebagai proses yang pelan, sebuah proses evolusi. Trial and error pasti terjadi dan statemen yang
bersifat sementara dapat lebih mudah mengubah komponen yang perlu dikembangkan. Sayangnya
kemungkinan juga kenyataannya, statemen hanya akan memiliki dampak kosmetik murni.
Adanya kebutuhan akan rerangka konseptual mendorong FASB mengeluarkan Discussion
Memorandum berjudul Conceptual Rerangka for Financial Accounting and Reporting :
Elements of Financial Statements and Their Measurement pada tahun 1976. Hasil kerja dan
tulisan tersebut akhinya pada perioda 1978-1985 dihasilkan enam komponen rerangka konseptual
dan diberi nama Statement of Financial Accounting Concept (SFAC). Sejak berdiri, FASB telah
mengeluarkan 8 pernyataan keuangan.
1. Statements of Financial Accounting Concept No.1
SFAC No.1 berhubungan dengan tujuan pelaporan keuangan bisnis. Tujuan secara
keseluruhan adalah untuk informasi yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan bisnis dan
ekonomi (paragraf 9). Statemen ini merupakan turunan langsung Trueblood report dan secara
umum merupakan versi singkat dari laporan tersebut, dengan beberapa petimbangan nilai penting
SFAC No.1 ini:
melanjutkan tradisi ber-orientasi pengguna sebagaimana dokumen yang ditinjau pada bab 6,
walaupun mengakui keragaman pengguna eksternal, statemen ini menyatakan bahwa karakteristik
inti yang sama dari semua pengguna eksternal adalah kepentingan untuk memprediksi jumlah,
waktu dan ketidakpastian arus kas pada masa yang akan datang.
berpendapat bahwa laporan keuangan harus lebih bersifat general purpose daripada mengarah
pada kebutuhan kelompok pengguna tertentu.
mengasumsikan pengguna mempunyai pengetahuan tentang informasi dan pelaporan keuangan,
sebuah penyimpangan dari asumsi Trueblood report yang menyatakan kemampuan yang
terbatas pengguna laporan keuangan.
Seperti Trueblood Report, pengguna juga diasumsikan memilikiwewenang yang terbatas.
Statemen juga mencatat the importances of stewardship yang menentukan seberapa baik
manajemen menjalankan kewajiban dan obligasi pada pemilik dan kelompok kepentingan lainnya.
Gagasan ini muncul karena penafsairan yang sempit terhadap pemeliharaan sumberdaya
perusahaan yang layak untuk pertanggungjawaban.

Beberapa petimbangan nilai penting tersebut adalah;


Manfaat informasi harus melebihi biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkannya.
Laporan akuntansi bukan merupakan satu-satunya sumber informasi tentang perusahaan
Akuntansi akrual sangat bermanfaat untuk menilai dan memprediksi earning power dan cash flow
perusahaan.
Informasi yang tersedia harus bermanfaat, tetapi setiap pengguna membuat prediksi dan penilaian
masing-masing.

SFAC 1 tidak menjelaskan secara spesifik laporan yang harus digunakan maupun bentuk dari
laporan tersebut. Laporan hanya menyebutkan pelaporan keuangan seharusnya relatif
menyediakan informasi sumberdaya ekonomi perusahaan, obligasi dan ekuitas pemilik (paragraf
41) dan bagaimana kinerja perusahaan disajikan dengan mengukur earnings dan komponennya
(paragraf 43) bagaimana kas diperoleh dan dibayarkan (paragraf 49). Karenanya SFAC 1 secara
ekstrem merupakan himbauan yang hati-hati dari tujuan komite Trueblood dan mempertahankan
tingkat kelaziman yang tinggi.

2. Statements of Financial Accounting Concept No.2 Karakteristik Kualitatif dari Informasi


Keuangan (Qualitative Characteristics of Accounting Information)
Statemen ini bertujuan untuk memberikan karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh informasi
akuntansi sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermanfaat.
a. Relevansi informasi
Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki manfaat, sesuai dengan
tindakan yang akan dilakukan oleh pemakai laporan keuangan. Dengan kata lain, relevan
merupakan kemampuan dari suatu informasi untuk mempengaruhi keputusan manajer atau
pemakai laporan keuangan lainnya sehingga keberadaan informasi tersebut mampu mengubah atau
mendukung harapan mereka tentang hasil-hasil atau konsekuensi dari tindakan yang diambil.
b. Nilai umpan balik dan nilai prediksi sebagai unsur-unsur relevan
Informasi dapat menjadikan keputusan yang berbeda dengan meningkatkan kemampuan
pembuat keputusan untuk memprediksi atau dengan membetulkan harapan awal mereka.
Informasi berpengaruh terhadap perilaku manusia dan karena orang berbeda dapat bereaksi secara
berbeda terhadap informasi tersebut, maka informasi keuangan tidap dapat dievaluasi dengan cara
sebatas kebenaran peramalan atas dasar informasi tersebut. Nilai prediktif merupakan
pertimbangan yang penting dalam memisahkan informasi akuntansi yang relevan dan tidak
relevan.
c. Ketepatan waktu (timeliness)
Ketepatan waktu adalah aspek pendukung relevansi. Ketika informasi tidak tersedia saat
dibutuhkan atau tersedia setelah sekian waktu setelah pelaporan maka informasi tersebut tidak
memiliki nilai untuk tindakan masa depan. Informasi tersebut memiliki relevansi dan manfaat yang
rendah. Timeliness berarti tersedianya informasi dalam pengambilan keputusan sebelum informasi
tersebut kehilangan kapasitas pengaruhnya dalam mempengaruhi keputusan. Timelinesssendiri
tidak dapat membuat informasi relevan, tetapi kurangnyatimeliness dapat membuat informasi
kehilangan relevansinya. Jadi ada derajat timeliness.
d. Keandalan informasi (reliablelity)
Keandalan merupakan kualitas informasi yang menyebabkan pemakaian informasi akuntansi,
sangat tergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Keandalan suatu informasi sangat
tergantung pada kemampuan suatu informasi untuk menggambarkan secara wajar
keadaan/peristiwa yang digambarkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
e. Representational faithfulness
Representational faithfulness berhubungan dengan tingkat kesesuaian antara pengukuran atau
deskripsi dengan fenomena yang digambarkan. Dalam akuntansi fenomena yang digambarkan
adalah sumber daya ekonomi, kewajiban, transaksi dan kejadian yang merubah sumber daya dan
kewajiban entitas. Kadang informasi tidak andal karena kesalahan interpretasi.
3. Statements of Financial Accounting Concept No.5 Pengakuan dan Pengukuran dalam
Laporan Keuangan Suatu Entitas Bisnis (Recognition and Measurement in Financial
Statement of Business Enterprises)
Konsep pengakuan dan pengukuran
SFAC No. 5, Recognition and Measurement in Financial Statement by Business
Enterprises , dimaksudkan untuk mengatasi masalah masalah yang berkaitan dengan pengakuan
dan pengukuran. Pengakuan adalah proses pencatatan atau memasukkan secara formal suatu tem
ke dalam laporan keuangan suatu entitas sebagai aktiva. Kewajiban, pendapatan, biaya atau
sejenisnya. Pengukuran merupakan pemberian nilai dengan atribut-atribut pengukuran akuntansi
pada tem tertentu dari suatu transaksi Dalam kaitannya dengan pengakuan, SFAC No. 5
menyebutkan bahwa kriteria pengakuan pada umumnya konsisten dengan praktik akuntansi
berjalan dan tidak ada perubahan radikal. Ditambahkan, pengungkapan dengan menggunakan
media pelaporan yang lain diluar pelaporan keuangan bukan merupakan suatu pengakuan.

Kriteria pengakuan dan pengukuran


Dalam SFAC No. 5 disebutkan bahwa kriteria yang digunakan untuk mengikuti elemen laporan
keuangan didasarkan pada empat faktor sebagai berikut:
a. Definisi: pos akan diakuai apabila memenuhi definisi elemen laporan keuangan.
b. Keterukuran: pos tersebut memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup andal.
c. Relevan: informasi memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan dalam pengambilan
keputusan.
d. Keandalan: informasi menggambarkan keadaan sebenarnya secara wajar, dapat diuji
kebenarannya dengan netral.
Dalam kaitannya dengan pengukuran, SFAC No. 5, FASB melaluidiscussion memorandum,
mengakui adanya 5 dasar pengukuran yang dapat digunakan untuk menentukan nilai aset dan
utang, yaitu :
a. Cost historis (Historical cost), yaitu jumlah kas atau setaranya yang dikeluarkan untuk
memperoleh aset sampai siap untuk digunakan.
b. Cost pengganti terkini (Current replacement), yaitu jumlah kas atau setaranya yang harus dibayar
jika aset yang sejenis/sama diperoleh pada saat sekarang.
c. Nilai pasar terkini (Current market value), yaitu jumlah kas atau setaranya yang diperoleh dengan
menjual aset kegiatan penjualan normal.
d. Nilai bersih yang dapat direalisasi (Net realisable value), yaitu jumlah kas atau setaranya (tanpa
pendiskontoan) yang diperoleh jika aset diharapkan akan dijual setelah dikurangi dengan biaya
langsung (biaya produksi dan penjualan).
e. Nilai sekarang aliran kas mendatang (Present value of future cast flow), yaitu nilai sekarang aliran
kas masa mendatang yang akan diperoleh seandainya aset dijual pada masa yang akan datang.

4. Statements of Financial Accounting Concept No.6 Elemen-elemen Laporan Keuangan


(Elements of Financial Statements)
SFAC No. 6, Elements of Financial Statement of Business Enterprises , dijelaskan bahwa ada
sepuluh elemen laporan keuangan, yaitu :
a. Aset (assets) adalah manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang yang diperoleh
atau dikendalikan oleh suatu entitas tertentu sebagai akibat transaksi atau peristiwa masa lalu.
b. Utang (liabitilies) adalah pengorbanan manfaat ekonomi yang mungkin terjadi dimasa mendatang
yang berasal dari kewajiban sekarang suatu entitas untuk mentrasfer aset atau menyerahkan jasa
pada entitas lain dimasa mendatang sebagai akibat transaksi masa lalu.
c. Ekuitas (equity) adalah hak sisa (residual interest) atas aset suatu entitas setelah dikurangi dengan
utang. Dalam perusahaan bisnis, ekuitas sama dengan hak pemilik.
d. Investasi oleh pemilik (investment by owners) adalah kenaikan aset neto suatu perusahaan yang
berasal dari transfer entitas lain ke perusahaan tersebut atas sesuatu yang bernilai untuk
memperoleh atau meningkatkan hak kepemilikan (atau ekuitas) dalam perusahaan tersebut.
e. Distribusi pada pemilik (distribution to owners) adalah penurunan aset neto suatu perusahaan
yang berasal dari transfer aset, penyerahan jasa, atau penambahan utang oleh perusahaan kepada
pemilik.
f. Laba komprehensif (comprehensive income) adalah perubahan ekuitas (aset neto) suatu entitas
selam satu perioda yang berasal dari transaksi atau peristiwa dan kondisi lainnya dari sumber yang
bukan berasal dari pemilik.
g. Pendapatan (revenue) adalah aliran masuk kenaikan aset suatu entitas atau penurunan utang suatu
entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang berasal dari pengiriman atau produksi
barang, penyerahan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya, yang merupakan kegiatan utama
perusahaan secara terus menerus.
h. Biaya (expenses) adalah aliran keluar atau pemakaian aset suatu entitas, atau penambahan utang
suatu entitas (atau kombinasi keduanya) selama satu perioda, yang berasal dari pengiriman atau
produksi barang, penyerahan jasa atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan
utama perusahaan secara terus menerus.
i. Keuntungan (gains) adalah kenaikan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas dan
berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas dalam satu
perioda diluar transaksi yang berasal dari pendapatan dan investasi oleh pemilik.
j. Kerugian (losses) adalah penurunan ekuitas (aset neto) dari transaksi insidentil suatu entitas dan
berasal dari semua transaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang mempengaruhi entitas dalam satu
perioda diluar transaksi yang berasal dari biaya dan distribusi pada pemilik.
5. Statements of Financial Accounting Concept No.7 Penggunaan Present Value dan Informasi
Cash Flows dalam Pengukuran-pengukuran Akuntansi (Using Cash Flows Information and
Present Value in Accounting Measurements)
SFAC No. 7 menyediakan kerangka kerja untuk dapat menggunakanfuture cash flows sebagai
basis pengukuran saat pengakuan awal dan pengukuran segera serta untuk metode interest dalam
penentuan amortisasi. Statemen ini juga menyediakan prinsip-prinsip umum yang mengatur
penggunaan present value terutama ketika jumlah dari future cash flow, waktunya atau waktu dan
tingkat ketidakpastiannya. Statemen juga menyediakan pemahaman yang bersifat umum dari
tujuan pengukuran-pengukuran present value dalam akuntansi.
Tujuan SFAC No. 7:
1. Pengukuran dalam akuntansi dengan menggunakan present value dapat digunakan untuk
menangkap dan untuk mengembangkan perbedaan di antara aliran kas ekspektasian di masa yang
akan datang.
2. Menyediakan informasi yang relevan melalui pelaporan keuangan karena present
value menggambarkan beberapa atribut pengukuran assetdan liabilities secara logis.
Statement No. 7 lebih menekankan pada isu pengukuran spesifik daripada isu konseptual yang
lebih luas, karena itu statement ini dapat dilihat sebagai bagian dari Statement No. 5. SFAC No. 7
digunakan pada situasi dimana current market value tidak tersedia sehingga harus menggunakan
estimasi aliran kas di masa mendatang. Poin penting mengenai pengukuran asset adalah
pengukuran present value yang digunakan untuk mensimulasi fair value. Discount rate harus
meliputi risiko dan ketidakpastian yang merefleksikan pengukuran pasar terhadap nilai asset. Jika
asset tertentu memiliki beberapa kemungkinan aliran kas dalam beberapa tahun, maka aliran kas
yang diekspektasi harus menentukan probabilitas aliran kas individu tertimbang. Poin penting
dalam pengukuran liabilitas adalah discount rate harus diikutkan dalam perhitungan credit
standing perusahaan. Pengukuran asset dan liabilitas sesuai ketentuan SFAC No. 7 dinilai tidak
konsisten. Sebuah asset dapat dipandang dan dinilai secara terpisah dari entitas perusahaan, tapi
pada saat mengukur liabilitas tidak dapat demikian.
a. Internasional Accounting Standard 37
Standar Akuntansi Internasional 37: Provisi, Liabilitas Kontijensi dan Aset Kontijensi, atau
IAS 37, adalah standar pelaporan keuangan internasional yang diadopsi oleh Standar
Akuntansi Internasional (IASB). IAS 37 menetapkan persyaratan akuntansi
dan pengungkapanuntuk ketentuan, kewajiban kontinjensi dan aset kontinjensi, denganbeberapa
pengecualian, menetapkan prinsip penting bahwa ketentuanyang harus diakui hanya jika entitas
memiliki ketentuan kewajiban.
Transaksi seperti, provisions, contingent, liabilities and contingent assets, membutuhkan
secara luas penggunaan teknik-teknik present value. Pada tahun 1998 IASC mengagendakan
proyek riset terkait dengan pentingnya penggunaan present value dalam akuntansi keuangan.
Bentuk statement yang menyediakan kerangka dasar penggunaan basis future cash flows sebagai
dasar pengukuran akuntansi, yaitu:
Menggambarkan tujuan pengukuran-pengukuran dalam present valuedalam akuntansi
Menyediakan prinsip-prinsip akuntansi yang berterima umum yang mengtur penggunaan present
value, khususnya jumlah future cash flows sesuai dengan masanya atau waktu yang penuh dengan
ketidakpastian.
Rumusan present value merupakan alat untuk memasukkan pengukuran yang
menyangkut time value of money.secara sederhana dapat dikatakan teknik-teknik present
value dapat menangkap suatu nilai yang akan diterima oleh entitas di masa yang akan
datang. present valuemerupakan pondasi ekonomik dan keuangan bagi entitas bisnis dan menjadi
bagian penting dari model assets pricing modern mencakup model-model option-pricing.
Konsep present value dari estimated future cash flow secara implicit mencerminkan all market
prices, juga rekord biaya / kos historis ketika suatu entitas membeli asset.
Tujuan dari pengadopsian present value dalam akuntansi adalah untuk kepentingan
pengukuran yang sangat mungkin dikembangkan karena adanya perbedaan diantara tahapan-
tahapan future cash flow. Penggunaan present value dalam pengukuran akan menangkap secara
penuh perbedaan-perbedaan ekonomik dari masing-masing asset termasuk elemen-elemennya.
Konvensi-konvensi akuntansi yang memiliki scope dan penanganan yang berbeda terkait dengan
pengukuran dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
Fair value measurement, mengisyaratkan bahwa 5 elemen digunakan untuk menangkap
ekspektasi maupun estimasi-estimasi ketika pelaku pasar akan menggunakan faktor-faktor jumlah
dengan mana asset yang dibeli atau yang dijual dalam current transaction diantara berbagai pihak.
Value-in-use and entity-specific measurements, berusaha menangkap nilai-nilai asset dan keajiban
dalam hubungannya dengan entitas tertentu. Pengukuran entity-specific dapat dilakukan dengan
mengambil keseluruhan 5 elemen tersebut.
Effective-settlement measurement, menggambarkan jumlah current amount dari asset jika
diinvestasikan sekarang pada suatu tingkat bunga tertentu yang akan memberikan future cash
inflows yang sebanding dengan cash outflows untuk setiap kewajiban tertentu. Dalam current
accounting standards, Effective-settlement measurementtidak mengijinkan atau mengecualikan
komponen harga yang terbentuk dari permintaan para pelaku pasar untuk tujuan membendung
ketidakpastian aliran kas di masa depan dan atribut-atribut komponen harga untuk kridit yang
dimiliki oleh suatu entitas.
Cost-accumulation or cost-accrual measurement mencoba untuk menangkap kos
(khususnya incremental cost) bahwa suatu entitas mengantisipasi kos yang akan dikenakan dalam
perolehan suatu asset. Pengukuran-pengukuran juga mengecualikan asumsi-asumsi lainnya yang
tercakup dalam mengestimasi fair value.

b. Present Value and Fair Value


Present value merupakan satu-satunya tujuan, ketika digunakan dalam
pengukuran- pengukuran akuntansi khususnya pada pengakuran awal, dan pengukuran -
pengukuransegera dalam mengestimasi fair value. Pernyataan yang membedakan
dimana Present Value dibentuk untuk menangkap elemen-elemen yang diambil bersama-sama
yang akan menggambarkan market price, dan jika salah satu tidak ada, maka akan
menggambarkan fair value.

Unsur-Unsur dari Pengukuran Present Value (The Components of A Present


Value Measurement )
Uns u r - uns u r ya n g m em b e nt u k p er b ed a an eko nom i k d i a nt ar a j eni s - j e ni s as s et
da n kewajiban antara lain:
a. Estimasi tentang future cash flow Kasus-kasus yang lebih komplek memunculkan serangkaian
future flows yang bebeda dari waktu ke waktu.
b. Harapan-harapan yang berhubungan dengan variasi-variasi yang mungkin dalam jumlah
atau waktu dari keseluruhan cash flow
c. The time value of money yang digambarkan melalui tingkat bunga bebas risiko.
d. Harga yang menghubungkan secara inheren ketidakpastian dalam aset atau kewajiban.
e. Lain-lain aset dan kewajiban yang kadang-kadang dikenali, faktor-faktor mencakup ilikuiditas
dan ketidaksempurnaan pasar.

c. Prinsip-prinsip Umum (General Principles)


Prinsip-prinsip umum mengatur dan menentukan berbagai aplikasi teknik-teknik present
value dalam pengukuran asset dan kewajiban, yaitu:
Sedapat mungkin, tingkat bunga dan cash flows yang diestimasi merefleksikan asumsi-asumsi
yang berhubungan dengan future eventdan ketidakpastian yang akan datang dalam mengambil
keputusan untuk mendapatkan asset atau kelompok asset dalam transaksi kas jangka panjang.
Tingkat bunga yang digunakan untuk discount cash flows harus merefleksikan asumsi-asumsi
yang konsisten dengan kondisi-kondisi yang melekat dalam cash flows yang diestimasi. Di satu
sisi pengaruh asumsi-asumsi akan mungkin telah dihitung ganda atau keliru.
Estimasi cash flow yang telah dibuat juga tingkat bunga yang digunakan harus bebas dari bias dan
faktor-faktor yang tidak memiliki hubungan dengan aset dan kewajiban bersangkutan.
Estimasi cash flow juga tingkat bunga haruslah merefleksikan rentang outcome yang masuk akal
disbanding dengan pernyataan, minimum atau maksimum angka yang mungkin.

Pendekatan-pendekatan Tradisional dan C a s h F l o w s Ekspektasian


Dalam Menentukan Present Value (Traditional and Expected Cash Flow Approaches
to Present Value)
Pengukuran dengan p res e nt val ue di m ul ai d a ri s ua t u s e t f u t u r e c a s h f l o w s ,
t e t a p i dibutuhkan berbagai penggunaan standar akuntansi untuk menyesuaikan pendekatan
yang berbeda dalam menentukan set future cash flow tersebut. Pencaharian rate yang tepat
danyang sepadan dengan resiko setidaknya membuhkan dua tahapan analisis yaitu
Pertama, asset atau kewajiban tersedia di pasaran.
Kedua , t i n gk at b u n gan ya d ap at di a m at i s e rt a as se t d an k ew aj i b an ya n g
di m i l i ki terukur.

d. Relevansi dan Reliabilitas Suatu Informasi


Berbagai pengukuran didasarkan pada estimasi-estimasi yang secara inherent estimasi
tersebut disusun dengan tingkat ketelitian terbatas, dan pengukuran sendiri merupakan potret
jumlah aliran kas aau nilai present value-nya. Estimasi cash flow untuk masa yang akan datang
biasanya tidak sesuai dengan realisasinya. Konsep pelaporan menyatakan bahwa kendati informasi
tersebut berbeda, namun memiliki tingkat relevansi yang tinggi walau tidak andal.
Relevansi dan reabilitas haruslah seimbang terhadap isu-isu yang membedakan satu dengan
yang lainnya. Penting untuk dipahami, bahwa isu-isu yang menyangkut kualitas tersebut akan
memberikan beban yang berbeda bahkan saling bertukar dari satu situasi ke situasi berikutnya.
Pengukuran-pengukuran present value menjadi lebih kompleks dibanding dengan future cash
flows ekspektasian yang menggunakan asumsi sederhana. Para akuntan mungkin menghasilkan
kesimpulan yang berbeda terkait dengan jumlah dan saat atau waktu future cash flows dan
penyesuaian yang simetris dengan ketidakpastian dan risiko. Bagaimanapun, harus seimbang
antara prospek suatu pengukuranundiscounted yang membuat aset atau kewajiban tampak dapat
diperbandingkan.

e. Pengukuran Hutang dengan Menggunakan Pendekatan Present Value


Konsep yang digambarkan dalam mengukur aset juga berlaku pada kewajiban.
Bagaimanapun, pengukuran kewajiban kadang-kadang melibatkan permasalahan yang
berbeda dibanding pengukuran aset sehingga memerlukan teknik berbeda pula
pada fair value-nya. Ketika menggunakan teknik present value untuk menaksir fair
value suatu kewajiban,sasarannya adalah menaksir nilai aset yang diakui sekarang ini untuk
tujuan yaitu:
Menjamin kewajiban tersebut yang melibatkan pemilik atau
Mengakui kewajiban tersebut di dalam entitas dengan jumlah yang dapat diperbandingkan

Untuk mengestimasi fair value atas notes yang dimiliki oleh suatu entitas, para
akuntanmencoba untuk menaksir nilai tersebut berdasarkan nilai yang diambil dari
entitas laindimana entitas akan mengakui kewajiban entitas tersebut sebagai aset
Jadi, proses melibatkan teknik-teknik yang sama seperti halnya pada pengukuran aset. Di sisi
yang lain, berhutang beberapa kewajiban pada kelas individu yang tidak selalu disertai dengan
menjual hak (right) yang mereka miliki, seperti mereka menjual others assets.
Beberapa kewajiban yang dimiliki oleh suatu entitas, seperti obligasi, bukanlah aset-aset yang
secara individu bisa diidentifikasi. Suatu kewajiban kadang bisa ditetapkan melalui asumsi pihak
ketiga. Dalam menaksir fair value para akuntan berkewajiban mencoba mengestimasi nilai atau
harga bahwa entitas memiliki kemampuan untuk membayar sepertiga dari kewajiban tersebut.

f. Pengukuran Hutang dan Posisi atau Sisa Kredit (Credit Standing)


Ukuran kewajiban yang paling relevan selalu merefleksikan posisi kredit yang dimiliki entitas
yang diwajibkan untuk melunasinya. Mereka memegang kewajiban entitas tersebut sebagai aset
pernyataan atas posisi kredit yang dimiliki entitas dengan jumlah yang menentukan harga atau
nilai yang akan mereka bayar. Suatu entitas yang memiliki posisi kredit yang kuat akan menerima
kas yang lebih besar, yang berhubungan dengan janji untuk membayar dibanding dengan enitas
yang memiliki posisi kredit lemah.
Dampak dari posisi kredit yang dimiliki entitas pada fair valuekewajiban tertentu tergantung
pada kemampuan entitas untuk membayar pada ketentuan kewajiban yang memberikan
perlindungan kepada pemilik. Peran dari posisi kredit yang dimiliki entitas dalam
penyelesaian suatu transaksi secarau m u m p e n t i n g n a m u n s e d i k i t ya n g b e r s i f a t
l a n g s u n g . T r a n s a k s i p e n ye l e s a i a n s u a t u k e w a j i b a n y a n g m e l i b a t k a n
e n t i t a s s e b a g a i p i h a k y a n g diwajibkan. Harga mencerminkan transaksi yang terjadi dari
pihak-pihak yang berminat

6. Statements of Financial Accounting Concept No.8 Kerangka kerja untuk pelaporan


keuangan (Conceptual framework for financial reporting)
SFAC No.8 merupakan salah satu dari serangkaian publikasi di FASB untuk akuntansi dan
pelaporan keuangan yang mencakup dua bab kerangka konseptual baru yang menggantikan SFAC
No.1, tujuan pelaporan keuangan oleh Business Enterprises, dan SFAC No.2, karakteristik
kualitatif informasi akuntansi. SFAC No.8 dimaksudkan untuk menetapkan tujuan-tujuan dan
konsep-konsep fundamental yang akan menjadi dasar untuk pengembangan akuntansi keuangan
dan pedoman pelaporan.
SFAC bukan merupakan bagian dari FASB, tetapi merupakan sumber-sumber otoritatif dari
GAAP yang diakui oleh FASB untuk diterapkan pada entitas non pemerintah. Bagaimanapun
SFAC tidak (a) memerlukan perubahan dalam US GAAP yang ada, (b) mengubah, memodifikasi,
atau menafsirkan kodifikasi standar akuntansi, dan (c) membenarkan salah satu perubahan yang
ada dalam praktek-praktek akuntansi dan pelaporan yang berlaku umum atau menafsirkan
kodifikasi standar akuntansi berdasarkan intepretasi pribadi dari tujuan dan konsep-konsep dalam
SFAC. SFAC dapat diubah, diganti, dan ditarik melalui prosedur yang sesuai dibawah the boards
rules of procedure. Secara umum isi dan tujuan SFAC No.8 adalah :
a. Bagian pertama hasil projek bersama dengan IASB dalam merumuskan konsep dasar akuntansi
keuangan.
b. Menggantikan SFAC No.1 dan 2
c. Terdiri atas tiga bab :
Bab 1, tujuan pelaporan keuangan tujuan umum.
Bab 2, entitas pelaporan
Bab 3, karakteristik kualitatif informasi keuangan bermanfaat
Tujuan dari tujuan umum pelaporan keuangan adalah :
a. Sikap pelaporan keuangan
Menurut FASB dalam SFAC No.1 maupu SFAC No.8, pelaporan dan laporan keuangan posisinya
adalah sebagai berikut :
a) Pelaporan keuangan lebih luas dari laporan keuangan
b) Laporan keuangan tetap merupakan laporan pokok pelaporan keuangan.
c) Komponen lain pelaporan keuangan
Supplementary information, seperti : (1) disklosur pengaruh perubahan tingkat harga dan (2)
informasi cadangan minyak dan gas.
Other means of financial reporting, seperti : (1) management discussion and analysis dan (2)
letters to stockholders.
b. Tujuan pelaporan keuangan
SFAC No.8 secara umum merumuskan tiga tujuan pelaporan keuangan, yaitu :
Menyediakan informasi keuangan tentang pelaporan entitas yang bermanfaat bagi investor,
pemberi pinjaman dan kreditor yang sudah ada maupun yang potensial dalam membuat keputusan
mengenai penyediaan sumber daya kepada entitas pelapor. Keputusan tersebut meliputi membeli,
menjual, atau menahan instrument ekuitas dan hutang serta menyediakan pinjaman dan kredit
dalam bentuk lain.
Untuk menilai prospek arus kas bersih yang dimiliki oleh suatu entitas, investor yang sudah ada
maupun oleh calon investor, kreditur serta kreditur lain yang membutuhkan informasi tentang
sumber daya entitas, klaim terhadap entitas tersebut, dan seberapa efisien maupun efektif
manajemen entitas melakukan pengelolaan dan komisarisbyang telah menyelesaikan tanggung
jawab mereka untuk menggunakan sumber daya entitas.
Tujuan umum laporan keuangan menyediakan informasi tentang posisi keuangan dari pelaporan
suatu entitas, yaitu informasi tentang sumber daya ekonomi dan klaim terhadap sumber daya
ekonomi tersebut dalam pelaporan entitas.
c. Primary users
Diamati dari tujuan pelaporan keuangan suatu entitas yang dirkomendasikan dalam SFAC No.8
maka tampak bahwa para pengguna informasi keuangan yang kepentingannya diutamakan yaitu :
(1) para investor dan calon investor serta (2) para kreditor dan calon kreditor. Investor dan kreditor
merupakan pihak-pihak yang menyediakan sumber daya bagi suatu entitas tetapi tidak memiliki
akses langsung pada informasi yang dibutuhkan.

d. Informasi yang dibutuhkan


Arah dan jenis informasi yang dibutuhkan oleh para investor dan kreditor yaitu :
Investor dan kreditor memerlukan informasi yang dapat membantu mereka menilai prospek aliran
kas bersih suatu entitas di masa mendatang.
Untuk mencapai tujuan tersebut diperlukan informasi mengenai sumber daya entitas, klaim atas
entitas tersebut, dan apakah manajemen telah mengelola sumber daya yang dimiliki entitas secara
efektif dan efisien.
e. Informasi tentang pelaporan sumber daya ekonomik suatu entitas, perubahan dan klaim atas
sumber daya
Tujuan umum laporan keuangan adalah menyediakan informasi tentang posisi keuangan suatu
entitas pelaporan. Laporan keuangan juga menyediakan informasi tentang pengaruh-pengaruh
transaksi dan peristiwa-peristiwa lain yang mengubah sumber daya ekonomi suatu entitas dan
klaim.
f. Perubahan dan klaim atas sumber daya
Agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan ekonomik, entitas
pelaporan harus menyediakan informasi tentang sumber daya dan klaim atas sumber daya juga
harus menyediakan informasi tentang perubahan atas sumber daya serta klaim atas perubahan
tersebut. Terdapat beberapa pemikiran terhadap hal tersebut, antara lain :
Perubahan atas sumber daya yang terjadi pada suatu entitas dan klaim kepada entitas yang
bersangkutan berasal dari kinerja dan transaksi-transaksi serta kejadian lain seperti penerbitan
instrument hutang dan ekuitas.
Pengguna informasi keuangan suatu entitas perlu mengetahui perbedaan antara kedua sumber
perubahan tersebut yaitu apakah perubahan tersebut berasal dari kinerja entitas dan transaksi-
transaksi atau dari hutang dan ekuitas.
Implikasi atas gambaran tersebut maka terdapat beberapa laporan yaitu : laporan laba rugi, posisi
keuangan, serta perubahan ekuitas.

Karakteristik kualitatif informasi yang bermanfaat


Karakteristik kualitatif informasi keuangan yang berguna terdiri dari, mengidentifikasi jenis
informasi yang mungkin berguna bagi kreditur yang ada dan potensial investor dan kreditur
lainnya untuk membuat keputusan tentang entitas pelapor berdasarkan informasi yang dimiliki
dalam bentuk laporan keuangan. Informasi ini berhubungan dengan dalam kerangka konseptual
sebagai informasi tentang fenomena ekonomi.
Terdapat kendala yang berhubungan dengan kemampuan pelaporan keuangan untuk
menyediakan informasi yang bermanfaat, yakni kendala tehadap kos yang dapat berbeda pada
berbagai jenis informasi. Suatu informasi akan berguna apabila bersifat relevan dan
direpresentasikan dengan tepat.
a. Karakteristik kualitatif fundamental
SFAC No.8 menetapkan uinsur karakteristik kualitatif fundamental adalah relevansi dan
representasi yang tepat.
a). Relevan
Informasi keuangan yang relevan mampu membuat perbedaan dalam pembuatan keputusan
oleh pengguna. Informasi dikatakan relevan apabila informasi tersebut memiliki criteria unsur
kualitas, antara lain :
Nilai prediksi, informasi dikatakan memiliki nilai prediktif jika dapat digunakan sebagai masukan
bagi proses yang digunakan oleh pengguna untuk memprediksi hasil masa depan.
Nilai konfirmatori, informasi keuangan dikatakan memiliki nilai konfirmasi jika dapat
memberikan umpan balik mengenai evaluasi sebelumnya atau keduanya.
Materialitas, merupakan aspek entitas tertentu dari relevansi berdasarkan sifat atau besarnya kedua
item informasi tersebut berhubungan dalam konteks entitas individu laporan keuangan.

Terdapat tiga karakteristik untuk informasi representasi sempurna, yaitu ;


Lengkap, yakni mencakup semua informasi yang diperlukan bagi pengguna untuk memahami
fenomena yang sedang digambarkan termasuk semua deskripsi yang diperlukan dan
penjelasannya.
Netral, menggambarkan seleksi atau penyajian informasi keuangan tanpa bias dalam artian tidak
miring, tertimbang, menekankan, memakai perlombaan, atau dimanipulasi untuk meningkatkan
probabilitas bahwa informasi keuangan akan diterima baik atau tidak oleh pengguna informasi.
Bebas dari kesalahan, yakni tidak ada kesalahan atau kelalaian dalam deskripsi fenomena dan
proses yang digunakan untuk menghasilkan informasi yang dilaporkan telah dipilih dan diterapkan
dengan tidak ada kesalahan dalam proses.
b. Menerapkan karakteristik kualitatif fundamental
Informasi yang bermanfaat harus relevan dan terepresentasi dengan tepat, baik ketepatan
representasi dari sebuah fenomena yang tidak relevan, maupun sebaliknya. Proses yang paling
efisien dan efektif untuk menerapkan karakteristik kualitatif fundamental biasanya harus
memenuhi syarat sebagai berikut :
Mengidentifikasi suatu fenomena ekonomi yang memiliki potensi untuk menjadi berguna bagi
pengguna informasi keuangan entitas pelaporan itu.
Mengidentifikasi jenis informasi tentang fenomena yang akan relevan jika tersedia dan dapat
setiia diwakili.
Menentukan apakah informasi yang tersedia dan dapat setia diwakili.
c. Meningkatkan karakteristik kualitatif
a). Dapat dibandingkan, memungkinkan pengguna untuk mengidentifikasi dan memahami kesamaan
dan perbedaan antara item-item laporan keuangan.
b). Dapat diverifikasi berarti bahwa pengamat berpengetahuan dan independen yang berbeda bias
mencapai consensus meskipun tidak selalu perjanjian yang lengkap, bahwa penggambaran tertentu
merupakan representasi setia.
c). Ketepatan waktu berarti memiliki informasi yang tersedia untuk mengambil keputusan dalam
waktu yang akan mampu memperbaharui keputusan mereka. Semakin lama informasi maka
informasi tersebut menjadi kurang berguna.
d). Dapat dipahami, yaitu Mengklasifikasikan, mengkarakterisasi, dan menyajikan informasi secara
jelas dan ringkas akan membuat informasi tersebut dapat dimengerti.
d. Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif
Menerapkan dan meningkatkan karakteristik kualitatif merupakan proses berulang yang
tidak mengikuti perintah yang detentukan. Meningkatkan karakteristik kualitatif harus sejauh
mungkin dimaksimalkan baik secar individu maupun kelompok.
e. Kendala manfaat dan biaya pada pelaporan keuangan
Biaya merupakan kendala yang luas atas informasi yang dapat disediakan oleh laporan
keuangan. Ada beberapa jenis biaya dan manfaat yang perlu dipertimbangkan. Penyedia informasi
keuangan mengeluarkan sebagian besar usaha yang terlibat dalam pengumpulan, pengolahan,
memverifikasi, dan menyebarluaskan informasi keuangan, namun para pengguna akhirnya
menanggung biaya-biaya dalam bentuk berkurangnya return.
Pelaporan informasi keuangan yang relevan dan memiliki nilai representasi yang tepat akan
membantu pengguna untuk membuat keputusan dengan lebih percaya diri. Dalam menerapkan
kendala biaya, dewan akan menilai apakah manfaat dari pelaporan informasi tertentu cenderung
untuk membenarkan biaya yang dikeluarkan untuk menyediakan dan menggunakan informasi
tersebut. Karena subjektivitas yang melekat maka penilaian individu yang berbeda atas biaya dan
manfaat dari pelaporan barang-barang tertentu atas informasi keuagan akan bervariasi. Oleh
karena itu dewan berupaya untuk mempertimbangkan biaya dan manfaat dalam kaitannya dengan
pelaporankeuangan umum dan tidak hanya dalam kaitannya dengan entitas pelaporan individu.

d. Keandalan informasi (reliablelity)


Keandalan merupakan kualitas informasi yang menyebabkan pemakaian informasi akuntansi,
sangat tergantung pada kebenaran informasi yang dihasilkan. Keandalan suatu informasi sangat
tergantung pada kemampuan suatu informasi untuk menggambarkan secara wajar
keadaan/peristiwa yang digambarkan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.
e. Representational faithfulness
Representational faithfulness berhubungan dengan tingkat kesesuaian antara pengukuran atau
deskripsi dengan fenomena yang digambarkan. Dalam akuntansi fenomena yang digambarkan
adalah sumber daya ekonomi, kewajiban, transaksi dan kejadian yang merubah sumber daya dan
kewajiban entitas. Kadang informasi tidak andal karena kesalahan interpretasi.
Depresiasi asset tetap

Berkenaan dengan postulat kelangsungan usaha

Tipe pengukuran yang lebih jauh, pengukuran fiat, menjadi tambahan atas pengukuran
fundamental dan turunan yang didiskusikan Campbell.
1. Pengukuran Fundamental, merupakan pengukuran dimana angka-angka bisa diterapkan pada
benda dengan mengacu pada hukum alam dan tidak bergantung pada pengukuran variabel apapun.
Sebuah skala rasio bisa diformulasikan pada tiap-tiap benda sebagai hukum dasar yang
dihubungkan dengan pengukuran yang berbeda (jumlah) pada benda-benda yang sudah ada.
2. Pengukuran Turunan merupakan pengukuran yang bergantung dari pengukuran dua atau lebih
benda lain. Contohnya adalah pengukuran kepadatan, yang bergantung pada pengukuran massa
dan volume. Dalam akuntansi, contoh pengukuran turunan adalah keuntungan, yang diturunkan
dari penambahan dan pengurangan pendapatan dengan beban.
3. Pengukuran Formal adalah tipe pengukuran menggunakan definisi yang dibangun secara acak
untuk dihubungkan dengan hal-hal yang bisa diamati dengan pasti (variabel) pada konsep yang
telah ada, tanpa perlu teori konfirmasi untuk mendukung hubungan tersebut. Sebagai contoh,
dalam akuntansi kita dapat mengasumsikan variabel pendapatan, laba, beban, dan kerugian
dihubungkan dengan konsep keuntungan dan bagaimanapun bisa digunakan untuk mengukur
keuntungan secara tidak langsung.
4. Keandalan dan Ketepatan