Anda di halaman 1dari 2

Klasifikasi Ilmiah

Kerajaan : Plantae
Divis : Pteridophyta
Kelas : Polypodiopsida
Ordo : Polypodiales
Famili : Aspleniaceae
Genus : Asplenium
Spesies : Asplenium nidus L.
Morfologi
a. Daun
Daun tunggal tersusun pada batang sangat pendek melingkar membentuk keranjang. Daun yang
kecil berukuran panjang 7 -150 cm, lebar 3 30 cm. perlahan-lahan menyempit sampai bagian ujung.
Ujung meruncing atau membulat, tepi rata dengan permukaan yang berombak dan mengkilat. Daun
bagian bawah warnanya lebih pucat dengan garis-garis coklat sepanjang anak tulang, daun bentuk lanset,
tersusun melingkar, ujung meruncing, warna daun bagian atas hijau terang, bagian bawah hijau pucat.
Peruratan daun menyirip tunggal. Warna helai daun hijau cerah, dan menguning bila terkena cahaya
matahari langsung.
Tangkai daun kokoh, hitam, panjang sekitar 5 cm. Tulang daun menonjol di permukaan atas daun,
biasanya hampir rata ke bawah, berwarna coklat tua pada daun tua. Urat daun bercabang tunggal, kadang
bercabang dua, cabang pertama dekat bagian tengah sampai 0, 5 mm dari tepi daun. Tekstur daun seperti
kertas.
b. Batang
Rhizome yang pendek ditutupi oleh sisik yang halus dan lebat, sisik berwarna coklat.
c. Akar
Paku epifit dengan akar rimpang kokoh, tegak, bagian ujung mendukung daun-daun yang tersusun
roset, di bagian bawahnya terdapat kumpulan akar yang besar dan rambut berwarna coklat, bagian ujung
ditutupi sisik-sisik sepanjang sampai 2 cm, berwarna coklat hitam.
d. Sorus/Sori
Sorus terletak di permukaan bawah daun, tersusun mengikuti venasi atau tulang daun, bentuk garis,
warna coklat tua. Sori sempit, terdapat di atas tiap urat daun dan cabang-cabangnya mulai dari dekat
bagian tengah daun sampai bagian tepi, hanya sampai bagian tengah lebar daun. dengan sori tertutup
semacam kantung memanjang (biasa pada Aspleniaceae). Sorus berbentuk garis, tersusun rapat di
permukaan bawah daun fertil dekat ibu tulang daun, berwarna coklat. Spora terletak di sisi bawah helai,
pada urat-urat daun, entalnya dapat mencapai panjang 150cm dan lebar 20cm, menyerupai daun pisang.
Ental-ental yang mengering akan membentuk semacam sarang yang menumpang pada cabang-cabang
pohon. Sarang ini bersifat menyimpan air dan dapat ditumbuhi tumbuhan epifit lainnya.
Habitat
Terestrial, paku epifit pada pohon tinggi, Tumbuh tersebar di seluruh kawasan yang diamati mulai
1.060-1.240 m dpl. Tumbuh epifit di batang pohon yang telah ditebang sampai di ranting pohon besar.
Secara umum tumbuhan ini banyak ditemukan baik di dataran rendah maupun daerah pegunungan sampai
ketinggian 2.500 m dpl., sering menumpang di batang pohon tinggi, dan menyukai daerah yang agak
lembab dan tahan terhadap sinar matahari langsung. Tanaman ini tersebar di seluruh daerah tropis.
Perkembangbiakan/Reproduksi
Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan menggunakan rizom atau pertunasan, dan
secara seksual terjadi secara pergiliran keturunan antara dua generasi. Secara seksual, pergiliran
keturunan pada tumbuhan paku terdiri secara bergantian antara generasi sporofit dan generasi gametofit.
Generasi sporofit adalah tumbuhan paku itu sendiri, yaitu tumbuhan paku (sporofit) yang menghasilkan
spora.
Tumbuhan paku (sporofit) dapat tumbuh dan bertunas melakukan perkembangbiakan secara
aseksual. Spora yang dikeluarkan dari sporangium dan jatuh di tempat yang sesuai, akan berkembang
menjadi protalium. Protalium adalah gametofit pada tumbuhan paku. Protalium berumur lebih pendek
daripada sporofit. Protalium berbentuk seperti jantung, berwarna hijau, dan melekat pada subtratnya
dengan rizoid. Protalium akan berkembang menjadi anteridium dan arkegonium.
Anteridium menghasilkan sperma,sedangkan arkegonium menghasilkan ovum. Peleburan sperma
dan ovum menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh menjadi tumbuhan paku yang diploid. Tumbuhan paku
dewasa akan menghasilkan spora. Spora akan tumbuh lagi menjadi protalium dan begitu seterusnya.

Identifikasi: kunci dikotomi


1a. Tumbuh-tumbuhan tidak dengan bunga sejati, artinya tidak ada benang sari atau putik dan
perhiasan bunga. Tumbuh-tumbuhan berspora (golongan 1). 17
17b. Tumbuh-tumbuhan darat atau rawa, berakar di tanah. 18
18b. Daun-daun lain macamnya 19
19b. daun lebih besar dan lain bentuknya. Bagian yang fertile berbentuk bulir atau tidak. Sporangia
tidak demikian letaknya. 22
22b. Tumbuh-tumbuhan yang lain, tidak ada bagian yang fertile berbentuk bulir.
23
23b. Daun fertile tidak demikian. 24
24b. daun lain. 25
25b. Paku lainnya 26
26b. Paku lainnya 11. Polypodiaceae
1b. Sporangia terkumpul menjadi timbunan spora (sori) yang jelas, bulat atau berbentuk garis.
5
5b. Sori sedikit atau banyak tertutup oleh suatu selaput penutup khusus atau oleh tepi daun yang
mengulung. 10
10a. Sori agak berjarak dari tepi daun. 11
11b. Sori berbentuk garis seperti selaput penutupnya. 12
12b. Sori terdapat diatas tulang daun lateral yang merupakan percabangan melintang dari ibu tulang
daun. 11. Asplenium