Anda di halaman 1dari 1

PENDAHULUAN

LATAR BELAKANG

Tumbuhan lumut (bryophyta) disebut sebagai Thallopyta (Tumbuan bertalus), karena belum
memiliki, akar, batang, dan daun sejati. Seperti yang kita tahu, dalam hidupnya, tumbuhan ini
mengalami metagenesis, yaitu pergiiliran keturunan dari fase gametofit ke fase sporofit begitu
seterusnya. Dalam hal tersebut, tumbuhan paku (pteridophyta) yang disebut sebagai kormophyta
juga mengalami metagenesis, dari fase sporofit ke gametofit dan seterusnnya.

Embriogenesis merupakan salah satu tahapan penting dalam metagenesis tumuhan lumut dan
paku.. Menurut Kusdianti (2011), Embrio adalah sebuah eukariota diploid multisel dalam tahap
paling awal dari perkembangan. Dalam tumbuhan, zigot akan mulai membelah oleh mitosis untuk
menghasilkan organisme multiseluler. Hasil dari proses ini disebut embrio. Oleh karena itu,
embryogenesis adalah proses perkembangan embrio setelah terbentuk zigot hasil fertilisasi antara
sel gamet jantan (sperma) dan sel gamet betina (ovum).

Proses embriogenesis pada tumbuhan lumut dan paku seringkali diabaikan, karena selama ini kita
hanya mengetahui proses-proses umum dalam metagenesis. Banyak literatur yang tidak
menjelaskan bagaimana perkembangan embrio setelah terbentuk zigot hasil fertilisasi sperma dan
ovum pada metagenesis lumut dan paku. Hal tersebut terjdi karena mungkin penulis literatur ingin
menekankan fase gametofit maupuun sporofitnya. Meskipun demikian, proses embriogenesis
penting untuk dibahas.

RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana proses embriogenesis pada Tumbuhan Lumut?


2. Bagaimana proses embriogenesis pada Tumbuhan Paku?

TUJUAN

1. Untuk mengetahui proses embriogenesis Tumbuhan Lumut


2. Untuk mengetahui proses embriogenesis Tumbuhan Paku

DAFTAR PUSTAKA

Kusdianti. 2011. Embriologi Tumbuhan. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia