Anda di halaman 1dari 6

MATERI

2.1 Pengertian buffet


Dimana hidangan secara lengkap dari hidangan pembuka sampai hidangan penutup telah
disediakan, ditata, diatur diatas meja buffet atau meja panjang. Tamu bebas memilih makanan dan
mengambilnya sesuai dengan selera, pramusaji ada yang bertugas melayani dibelakang meja
selama perjamuan berlangsung. Cara penghidangan ini semakin popular dalam ruang makan,
dalam cara ini para tamu diperkenalkan untuk mengambil dan memilih makanan yang telah diatur
diatas meja buffet. Tetapi pada perjamuan yang mewah para tamu akan disajikan makanan seperti
makanan penarik selera ataupun sup di meja makan mereka seprti pelaksanaan pelayanan pada
ruang makan resmi, sebelum mereka pergi ke meja buffet untuk mengambil makanan pokok.
Di restaurant pada umumnya harga buffet sudah dicantumkan, dengan membayar sejumlah uang
tertentu setiap tamu dapat dengan bebas mengambil, melayani dari hidangan yang telah tersedia
dengan lengkap diatas meja buffet atau meja hidang yang dapat dinikmati dengan sepuas
puasnya. Jadi jumlah uang yang dibayarkan bukan berdasarkan banyak sedikitnya makanan yang
disantap tetapi jumlah orang yang menyantapnya atau sejumlah tamu yang hadir dalam suatu
undangan jamuan makan.
Minuman, roti dan mentega dan kadang kadang makanan penutup (dessert) juga disajikan oleh
petugas restaurant. Jadi peralatan yang disajikan untuk menikmati makanan tersebut tidak ubahnya
seprti peralatan yang terdapat pada ruang makan biasa atau table setting. Jika pelayanan tidak
dilaksanakan maka meja buffet diatur dan dilengkapi dengan makanan penarik selera (appetizer)
sup, makanan pokok, makanan penutup beserta makanan selingan lainnya termasuk minuman
beserta roti, mentega dan peralatan yang dipergunakan untuk menikmati makanan tersebut.
Pengaturan secara khusus adalah menempatkan piring makan pada barisan pertama, peralatan
makan, lap makan, roti dan mentega serta diikuti dengan makanan yang akan disajikansesuai
dengan kerangka menu yang ingin dipajangkan di atas meja buffet.

Tetapi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih cepat sering dijumpai meja buffet khusus
untuk makanan penarik selera makan, meja khusus untuk makanan pokok, meja khusus untuk
makanan penutup dan meja khusus untuk minuman. Dalam pelaksanaan secara prasmanan ini
disamping selalu adanya koordinasiantara petugas dapur dan petugas restaurant maka di belakang
meja buffet akan selalu ada seorang petugas dapur yang berfungsi :
Sebagai tuan rumah yang menerangkan, menyajikan dan membantu pelanggan
Memotong daging serta menyajikannya
Menambah dan melengkapi makanan yang terpajang di atas buffet
Memeriksa peralatan supaya tetap berfungsi baik alat pemanas ataupun alat pendingin
Membersihkan makanan yang jatuh ke lantai supaya tidak menimbulkan kecelakaan (contoh
tamu terjatuh karena licin diakibatkan oleh makan yang jatuh ke lantai)
2.2 Keuntungan buffet
Buffet mempunyai bebrapa keuntungan ditinjau dari beberapa segi :
Buffet dapat mempergunakan bahan bahan yang tertimbun lama atau tersisa dari suatu
proses. Tetapi perlu dijaga agar jangan makanan di atas meja buffet merupakan sederet barang
barang sisa saja
Pekerjaan dapur lebih mudah karena makanan sudah dapat dirensanakan dan dikerjakan
beberapa hari sebelumnya
Melalui buffet para juru masak dapat mencurahkan imajinasi serta rasa seni dan menambah
reputasi hotel
Memudahkan pengaturan dan penyusunan menu
Tenaga yang diperlukan relative sedikit

Ditinjau dari sisi restaurant :


Dapat melayani tamu cukup banyak dalam satu kurun waktu yang singkat dengan
mempergunakan pramusaji yang jumlahnya relative sedikit
Tamu lebih leuasa memilih dan mengambil makanan sendiri sesuai dengan selera mereka
Dapat menciptakan suasana baru bagi tamu
Menekan food coast dan menambah keuntungan

2.3 Menyiapkan alat dan bahan untuk menata meja buffet


Untuk menjaga agar makanan tetap panas maka penyajiannya menggunakan chaving dish (alat
pamanas makanan diatas meja buffet yang dilengkapi kompor sterno). Pada saat tamu dating maka
bagian dapur tidak perlu sibuk memasak karena semua makanan sudah siap tersaji dengan rapid an
menarik di atas meja buffet. Pada saat ada makanan yang kurang maka pramusaji dapat
menambahkan lagi makanan tersebut. Cara menutup meja makan (table set up) untuk acara
buffet ini banyak kesamaanya dengan cara menutup meja makan pada table service sebelumnya.
Bila alat alat belum disediakan dan diatur diatas meja makan, seprti halnya pada acara standing
buffet service misalnya maka harus disediakan tempat yang cukup untuk meletakan peralatan
makan atau paper napkin, mentega, roti, air es serta minuman lainnya di atas meja buffet.
Tipe penyusunanan meja buffet pada umumnya sebagai berikut :
Hidangan pembuka dan hidangan penutup disusun secara terpisah dari meja buffet dengan
hidangan utama. Demikian juga meja buffet untuk minuman, seperti; air es, kopi, soft drink dan
sebagainya. Dengan demikian pelayanan buffet akan lancer dan terhindar dari kemacetan
Sebagai tuan rumah bertugas memberikan penjelasan tentang idangan yang disajikan kepada
para tamu yang membutuhkan, membantu para tamu mengambil hidangan dan jika diperlukan
sampai menyajikan hidangan kepada tamu
Menjaga agar susunan makanan dalam chaving dish atau platter di atas meja buffet tetap dalam
keadaan rapih dalam jumlah yang cukup
Memeriksa peralatan yang dipergunakan untuk memanaskan dan mendinginkan makanan
Alat dan bahan yang diperlukan
No
Nama
Gambar
1
Meja persegi / bulat
2
Jarum

3
Paku payung

4
Moulton

5
Taplak meja

4
Skirting

2.4. Pemasangan skirting pada meja buffet


Pengaturan meja buffet juga memegang peranan tersendiri. Meja tersebut dapat disusun dalam
berbagai bentuk dan ukuran sehingga suasana buffet dapat dibuat sedikit berubah ubah. Dibawah
ini ditunjukan beberapa bentuk meja buffet yang pada umumnya dipergunakan sehingga susunan
meja buffet dapat bervariasi.
Bentuk penataan buffet ada 2 macam :
a) Straight line shape
Yaitu satu meja buffet memanjang dengan hidangan lengkap, mulai dari appetizer, soup, main
course dan dessert.

b) Scramble system
Yaitu lebih dari satu buffet disediakan dan letaknya memencar, tiap tiap buffet diisi dengan jenis
makanan saja.
2.4.a. lay out meja prasmanan
Ada beberapa bentuk pengaturan kursi dan meja dalam pelaksanaan prasmanan, yaitu:
Theater gaya
U bentuk
O bentuk
E bentuk
O bentuk

Berikut adalah contoh tabel layout yang digunakan untuk prasmanan:


Theatre Style

O shape

U shape

Oval shap

E shape

T shape

2.4.b. Teknik pemasangan skirting


Sekerting adalah kain yang digunakan untuk menutup sebuah kaki meja. Seorang waiter
harus memiliki panduan dalam memasang skirting karena variasi dalam bentuknya yang banyak.
Pasang molton
Langkah pertama yang harus dilakukan untuk waiter adalah pasangkan molton pada meja yang
akan di pakai untuk memasang skirting
Menyiapkan taplak meja
Setelah molton sudah dipasang maka langkah ke dua adalah siapkan tapklak meja dan taruh di atas
molton untuk sebagai alas yang nantinya akan di taruh di atasnya peralatan beserta makanan dan
minuman
Pasang skirting
Lalu pasangkan skirting, skirting biasanya dipakai untuk meja prasmanan yang berfungsi
menutupi kaki kaki meja.

2.4.c. Yang harus diperhatikan dalam memasang skirting


1. semua sisi meja ditutupi dengan skirting
2. tinggi kain tidak menyentuh lantai
3. memiliki bentuk yang tidak teratur dan rapih
Cara Memasang Skirting Meja Prasmanan

Dalam pelayanan Restoran dikenal istilah Buffet atau Prasmanan yaitu metode pelayanan
makanan dengan cara melayani sendiri (self service) dimana makanan dan minuman sudah ditata
rapi dan menarik sedemikian rupa sehingga menarik tamu atau pengunjung Restoran untuk
menikmatinya.

Disini yang akan kita ulas adalah bagaimana cara memasang skirting meja prasmanan. Teknik ini
sangat diperlukan oleh waiter dan waiteress saat akan menyiapkan meja buffet atau meja
prasmanan agar terlihat rapi dan menarik.

Beberapa peralatan yang harus dipersiapkan untuk memasang skirting meja prasmanan adalah
sebagai berikut :

1. Meja
Meja bisa berupa Square Table atau meja persegi dan Round Table atau meja bundar. Pilih meja
berbahan kayu dengan tekstur yang tidak terlalu keras supaya mudah saat melakukan pemasangan
dengan bantuan paku payung.

2. Paku Payung
Digunakan untuk mengkaitkan kain ke meja

3. Jarum Pentul
Jarum pentul diperlukan untuk mengkaitkan kain ke satu simpul ke simpul kain yang lain saat
pemasangan skirting untuk membuat bentuk yang rapi dan menarik sesuai kreasi yang diinginkan.

4. Molton
Molton ialah kain yang bentuknya lebih kecil dari taplak meja (table cloth), adapaun fungsi
molton adalah untuk melindungi meja terhadap panas sehingga tidak merusak warna atau plitur
meja makan dan sekaligus sebagai peredam suara yaitu untuk mengurangi bunyi piring dan alat-
alat penghidang lain pada waktu diletakkan di atas meja.

Anda juga bisa membaca artikel : Fungsi Moulton dan Cara Menggunakannya

5. Taplak Meja
Gunakan taplak meja yang bersih dan berwarna sejuk atau cerah, misalnya kuning gading atau
hijau muda.

6. Skirting
Skirting adalah kain yang berfungsi untuk menutup kaki meja makan agar terlihat indah. Pilihlah
warna skirting yang cocok atau padu padan dengan warna taplak meja yang akan digunakan.
Setelah semua bahan disiapkan, dilanjutkan dengan memasang skirting meja prasmanan sebagai
berikut :
1. Pasanglah Molton
2. Pasang Taplak Meja
3. Pasang Skirting mulai dari satu sudut meja, bebas dari sudut mana saja. Tancapkan paku payung
untuk menguatkan posisinya. Setelan itu sambungkan dengan sudut meja yang lain dan tancapkan
lagi paku payung untuk menguatkan posisinya. Lakukan ke semua sudut meja sampai semua meja
terbungkus rapi dengan skirting. Tambahkan paku payung di beberapa titik untuk menguatkan
posisi skirting agar skirting tidak jatuh atau melorot ke bawah.
4. Jaga jarak ujung skirting dengan lantai, jangan sampai ujung kain menyentuh lantai.
5. Pastikan semua kaki meja tertutupi dengan baik oleh skirting.
6. Buatlah lipatan yang menarik dengan bantuan jarum pentul sesuai dengan kreasi yang
diinginkan
7. Selesai.
Demikian cara memasang skirting meja prasmanan. Semoga bermanfaat.