Anda di halaman 1dari 5

Macam macam caring

Roach, 1984) menjelaskan beberapa komponen caring meliputi


5 C yaitu :
1) Compassion (bela rasa)
Compassion memiliki kepekaan terhadap kesulitan dan
kepedihan.
2) Competence (kemampuan)
Competence (kemampuan), memiliki ilmu pengetahuan,
keterampilan, pengalaman, energi dan motivasi sebagai rasa
tanggung jawab terhadap profesi.
3) Confidence (kepercayaan diri)
Confidence (kepercayaan diri) suatu keadaan untuk
memelihara hubungan antar manusia dengan penuh percaya diri.
4) Concience (suara hati)
Concience (suara hati) perawat memiliki standar moral
yang tumbuh dari sistem nilai humanistik altruistik yang dianut
dan direfleksikan pada tingkah lakunya.
5) Commitment
Komitmen dalam melakukan tugas secara konsekwen
dan berkualitas terhadap karier yang dipilih.
Curing
sendiri memiliki pengertian yaitu upaya kesehatan dari kegiatan dokter dalam prakteknya
untuk mengobati pasien. Selain itu juga dapat dipahami bahwa
curing
merupakan ilmu yang empirik, mengobati berdasarkan bukti/data dan mengobati dengan
patofisiologi yang bisa dipertanggungjawabkan. Hall (1969) mengemukakan perpaduan
kedua aspek tersebut.
Sedangkan intervensi kedokteran (curing) lebih ke melakukan tindakan pengobatan dengan
obat (drug) dan tindakan operatif. Dan menekankan pada aspek kesehatan dan fisik kliennya
3.3 BENTUK CARING DALAM APLIKASI ASUHAN KEPERAWATAN

Bentuk Caring menurut Jean Watson:

1. Menerapkan perilaku yang penuh kasih sayang dan kebaikan dan ketenangan dalam
konteks kesadaran terhadap caring.
2. Hadir dengan sepenuhnya, dan mewujudkan dan mempertahankan sistem
keperacayaan yang dalam dan dunia kehidupan subjektif dari dirinya dan orang
dirawat.

3. Memberikan perhatian terhadap praktekpraktek spiritual dan transpersonal diri orang


lain, melebihi ego dirinya.
4. Mengembangkan dan mempertahakan suatu hubungan caring yang sebenarnya, yang
saling bantu dan saling percaya.
5. Hadir untuk menampung dan mendukung ekspresi perasaan positif dan negative
sebagai suatu hubungan dengan semangat yang dalam dari diri sendiri dan orang yang
dirawat.
6. Menggunakan diri sendiri dan semua cara yang diketahui secara kreatif sebagai
bagian dari proses caring, untuk terlibat dalam penerapan caring-healing yang artistik.
7. Terlibat dalam pengalaman belajar mengajar yang sebenarnya yang mengakui
keutuhan diri orang lain dan berusaha untuk memahami sudut pandang orang lain.
8. Menciptakan lingkungan healing pada seluruh tingkatan, baik fisik maupun nonfisik,
lingkungan yang kompleks dari energi dan kesadaran, yang memiliki keholistikan,
keindahan, kenyamanan, martabat, dan kedamaian.
9. Membantu terpenuhinya kebutuhan dasar, dengan kesadaran caring yang
penuh,memberikan human care essentials, yang memunculkan penyesuaian jiwa,
raga dan pikiran, keholistikan, dan kesatuan diri dalam seluruh aspek care; dengan
melibatkan jiwa dan keberadaan secara spiritual.
10. Menelaah dan menghargai misteri spritual, dan dimensi eksistensial dari kehidupan
dan kematian seseorang, soulcare bagi diri sendiri dan orang yang dirawat.

Bentuk Caring Secara Umum


1. Memenuhi kebutuhan dasar pasien
Caring ditunjukkan melalui penatalaksanaan kebutuhan dasar pasien dimana kebutuhan fisik
menjadi prioritas. Contohnya, memandikan, memakaikan pakaian, memberi makan dan
mengangkat pasien.
2. Perawatan fisik membantu mengembangkan respon empati
Praktik penyediaan perawatan fisik untuk pasien memainkan peranan penting dalam
membanggun pemahaman empatik terhadap situasi pasien. Dengan cara ini hubungan yang
lebih dekat dengan pasien terbentuk. Caring secara fisik memberi jalan untuk mengasuh dan
mendukung secara emosional dan psikologis.
3. Hubungan yang optimis
Pendekatan lain yang diterapkan perawat adalah mengadopsi kesan optimisme yang tidak
dijamin ketika bersama pasien.perawat mencoba mendorong moral pasiennya, dan ini
menambah semangatnya sendiri walaupun perawat mengetahui bahwa ia tidak dapat jujur
sepenuhnya tentang kondisi pasien yang buruk dan masa depan pasien yang tidak pasti.
4. Mengatakan pada pasien untuk tidak khawatir
Meskipun soerang perawat tahu bahwa kondisi pasien tersebut kritis, perawat harus mampu
mengatakan padan pasiennya untuk tidak khawatir dan menekankan aspek-aspek positif atas
kondisi pasien yang kritis. Ia melarang pasiennya berpikir terlalu banyak mengenai risiko
kritis pasien dan harus mendorong pasien untuk berpikir cepat sembuh. Intinya, seorang
perawat harus mampu meringankan kecemasan pasien.
5. Berupaya untuk tidak membeberkan informasi
Perawat berupaya untuk tidak memebeberkan iinformasi yang dapat memperburuk kondisi
pasien.

3.4 DEFINISI CURING


Curing merupakan tugas primer seorang dokter dan caring adalah tugas sekunder. Maksudnya
seorang dokter lebih melibatkan tindakan medis tanpa melakukan tindakan caring yang
berarti. Oleh karena itu, curing lebih identik dengan dokter.

3.6 PERKEMBANGAN HELPING TRUST RELATIONSHIP/PEMENUHAN


KEBUTUHAN ANUSIA OLEH PERAWAT
Helping relationship adalah hubungan yang terjadi diantara dua (atau lebih) individu
maupun kelompok yang saling memberikan dan menerima bantuan atau dukungan untuk memenuhi
kebutuhan dasarnya sepanjang kehidupan.
Pada konteks keperawatan hubungan yang dimaksud adalah hubungan antara perawat dan
klien. Ketika hubungan antara perawat dan klien terjadi, perawat sebagai penolong (helper)
membantu klien sebagai orang yang membutuhkan pertolongan, untuk mencapai tujuan yaitu
terpenuhinya kebutuhan dasar manusia klien.
Karakteristik Helping Reletionship
Menurut Roger dalam Stuart G.W (1998), ada beberapa karakteristik seorang helper
(perawat) yang dapat memfasilitasi tumbuhnya hubungan yang terapeutik,yaitu:
Kejujuran
Kejujuran sangat penting, karena tanpa adanya kejujuran mustahil bisa terbina hubungan
saling percaya. Sangat penting bagi perawat untuk menjaga kejujuran saat berkomunikasi dengan
klien, karena apabila hal tersebut tidak dilakukan maka klien akan menarik diri, merasa dibohongi,
membenci perawat atau bisa juga berpura-pura patuh terhadap perawat.
Tidak membingungkan dan cukup ekspresif
Dalam berkomunikasi dengan klien, perawat sebaiknya menggunakan kata-kata yang mudah
dipahami oleh klien dan tidak menggunakan kalimat yang berbelit-belit. Komunikasi nonverbal
perawat harus cukup ekspresif dan sesuai dengan verbalnya karena ketidaksesuaian akan
menimbulkan kebingungan bagi klien.
Bersikap positif
Bersikap positif terhadap apa saja yang dikatakan dan disampaikan lewat komunikasi nonverbal
sangat penting baik dalam membina hubungan saling percaya maupun dalam membuat rencana
tindakan bersama klien. Empati bukan simpati
Sikap empati sangat diperlukan dalam asuhan keperawatan, karena dengan sikap ini
perawat akan mampu merasakan dan memikirkan permasalahan klien seperti yang dirasakan dan
dipikirkan klien (Brammer,1993 dalam Suryani,2005). Dengan bersikap empati perawat dapat
memberikan alternative pemecahan masalah karena perawat tidak hanya merasakan permasalahan
klien tetapi juga tidak berlarut-larut dalam perasaaan tersebut dan turut berupaya mencari
penyelesaian masalah secara objektif.
Mampu melihat permasalahan dari kacamata klien
Dalam memberikan asuhan keperawatan, perawat harus berorientasi pada klien (Taylor, Lilis dan Le
Mone, 1993), oleh karenaya perawat harus mampu untuk melihat permasalahan yang sedang
dihadapi klien dari sudut pandang klien. Untuk mampu melakukan hal ini perawat harus memahami
dan memiliki kemampuan mendengarkan dengan aktif dan penuh perhatian.
Mendengarkan dengan penuh perhatian berarti mengabsorpsi isi dari komunikasi (kata-kata dan
perasaan) tanpa melakukan seleksi. Pendengar (perawat) tidak sekedar mendengarkan dan
menyampaikan respon yang di inginkan oleh pembicara (klien), tetapi berfokus pada kebutuhan
pembicara. Mendengarkan dengan penuh perhatian menunjukkan sikap caring sehingga memotivasi
klien untuk berbicara atau menyampaikan perasaannya.
1. Menerima klien apa adanya
Seorang helper yang efektif memiliki kemampuan untuk menerima klien apa adanya. Jika seseorang
merasa diterima maka dia akan merasa aman dalam menjalin hubungan interpersonal (Sullivan,
1971 dalam Antai Ontong, 1995 dalam Suryani, 2005).
Sensitif terhadap perasaan klien
Dengan bersikap sensitive terhadap perasaan klien perawat dapat terhindar dari berkata atau
melakukan hal-hal yang menyinggung privasi ataupun perasaan klien.
Tidak mudah terpengaruh oleh masa lalu klien ataupun diri perawat sendiri
Perawat harus mampu memandang dan menghargai klien sebagai individu yang ada pada saat ini,
bukan atas masa lalunya, demikian pula terhadap dirinya sendiri.
BAB 1V
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
1 .Caring merupakan fenomena universal yang berkaitan dengan cara seseorang berpikir,
berperasaan dan bersikap ketika berhubungan dengan orang lain. Caring merupakan inti dari
keperawatan. Perawat dituntut untuk bersikap care dan juga harus caring dengan sekitarnya.
Tujuan caring adalah untuk mendukung proses penyembuhan secara total (hoover,2002).
Perilaku caring dan curing sangatlah berbeda karena caring identik dengan tindakan asuhan
keperawatan ,sedangkan curing adalah pengobatan terhadap penyakit klien.Antar caring dan
curing saling berhubungan satu sama lain.
2. Caring dalam keperawatan itu sendiri ditunjukkan dengan melakukan pendekatan
humanistik, artinya perawat harus mampu menghargai dan menghormati martabat manusia
dengan memberikan perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua
manusia.

4.2Saran
Sikap caring harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari hari,agar perilaku caring
tumbuh secara alami dalam jiwa perawat.ketika menghadapi klien,perawat dengan mudah
memberikan asuhan keperawatan.Klien yang sakit kadang hanya butuh perhatian dan
empati dari seseorang yang merawatnya agar ia lebih semangat dalam menghadapi
penyakitnya.Oleh karena itu sebagai perawat disarankan agar benar benar faham
tentang perilaku caring ini.