Anda di halaman 1dari 17

KESALAHAN PENULISAN KATA, DIKSI, KALIMAT

EFEKTIF, DAN PARAGRAF DALAM NASKAH


MAKALAH MAHASISWA UIN MALANG TAHUN
AJARAN 2015/2016 FAKULTAS SAINS DAN
TEKNOLOGI

MAKALAH

Diajukan sebagai syarat guna


memenuhi tugas Matakuliah

Oleh
MARKONAH
0888888888888

JURUSAN ..
FAKULTAS ..
UNIVERSITAS ..
2016
BAB I
PENDAHULUAN

1,1 Latar Belakang


Bahasa merupakan alat komunikasi yang urgen dalam kehidupan manusia.
Melalui bahasa, manusia dapat memaknai berbagai keragaman dalam aktivitas
keseharianya. Bahasa juga berperan sebagai simbol persatuan bangsa.
Tujuan manusia berkomunikasi lewat bahasa adalah agar saling memahami
antara pembicara dan pendengar, atau antara penulis dan pembaca. Dalam
berkomunikasi, kata disatu-padukan dalam satu konstruksi yang lebih besar
berdasarkan kaidah sintaksis yang ada dalam suatu bahasa.
Dalam hal ini, kita sebagai seorang mahasiswa, kaidah penulisan
berdasarkan kriteria keilmiahan menjadi hal yang lazim ditemui. Oleh karena itu,
guna meningkatkan pemahaman mengenai analisis kesalahan dalam suatu
penulisan karya tulis ilmiah sebagai bagian dari ruang lingkup keilmiahan.
Dengan ini penulis berupaya menganalisis sebuah karya ilmiah (makalah)
yang berjudul Kenakalan Remaja: Penyebab dan Antisipasinya. Semoga dapat
bermanfaat bagi mahasiswa dalam memahami teknik penulisan karya ilmiah yang
baik.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang di atas, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut,
1) Bagaimanakah teknik penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan tata tulis
karya ilmiah?
2) Kesalahan apa sajakah yang ditemukan dalam karya ilmiah Kenakalan
Remaja: Penyebab dan Antisipasinya?
3) Bagaimanakah revisi dari kesalahan teknik penulisan karya ilmiah tersebut?
1.3 Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini yaitu,
1. Mengetahui teknik penulisan karya ilmiah yang sesuai dengan tata tulis
karya ilmiah.
2. Mengetahui kesalahan yang yang ditemukan dalam karya ilmiah
Kenakalan Remaja: Penyebab dan Antisipasinya.
3. Mengetahui revisi dari kesalahan teknik penulisan karya ilmiah
Kenakalan Remaja: Penyebab dan Antisipasinya.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 . Teknik Penulisan Karya Ilmiah


2.1.1 Unsur Kebahasaan dalam Karya Ilmiah
a. Diksi
Diksi adalah pilihan kata dan kejelasan lafal untuk memperoleh efek tertentu
dalam menulis atau berbicara (Kridalaksana 1982:35). Dalam diksi harus
diperhatikan dalam membedakan antara makna konseptual atau denotatif, makna
asosiatif dan makna konotatif, antara kata umum dan kata profesional, antara kata
formal dan nonformal, kata khusus dan kata umum,antara sinonim dan antonim
dan lain-lain.
b. Kalimat efektif
Kalimat dikatakan efektif bila kalimat tersebut dapat menimbulkan gagasan
yang sama tepatnya dalam pikiran pendengar atau pembaca seperti yang
dipikirkan oleh pembicara atau penulis.
c. Paragraf
Paragraf merupakan satuan bahasa tulis yang terdiri dari beberapa kalimat.
Kalimat di dalam paragraf itu harus disusun secara runtut dan sistematis, sehingga
dapat dijelaskan hubungan antar kalimat satu dengan kalimat yang lainnya dalam
paragraf itu. Satu hal lagi yang harus dicatat di dalam sebuah paragraf yakni,
bahwa paragraf itu harus merupakan satu kesatuan yang padu dan utuh.
Ciri-ciri Paragraf yang Efektif
a) Kesatuan paragraf
b) Kepaduan paragraf
c) Ketuntasan paragraf
d) Konsistensi sudut pandang paragraf
e) Keruntutan paragraf

2. Kaidah Penulisan Karya Ilmiah


Penulisan karya ilmiah mengikuti dua kaidah, yaitu kaidah penulisan yang
bersifat umum dan kaidah penulisan yang bersifat khusus. Kaidah umum adalah
kaidah tentang bahasa Indonesia baku dan ejaan yang berlaku secara umum.
Kaidah khusus meliputi:
a. Penulisan Sistematika
Penulisan sistematika atau pemeringkatan judul dan subjudul dalam karya ilmiah
terdapat dua aturan, yaitu menggunakan jenis huruf, ukuran, pencetakan, serta
letak yang berbeda dan menggunakan angka Arab atau perpaduan angka Arab dan
huruf latin.
b. Perujukan atau Pengutipan
Perujukan dilakukan dengan menggunakan nama akhir, tahun, dan halaman buku.
Jika ada dua pengarang, perujukan dilakukan dengan cara menyebut nama akhir
kedua pengarang tersebut. Jika pengarangnya lebih dari dua orang, penulisan
rujukan dilakukan dengan cara menulis nama akhir dari pengarang pertama diikuti
dengan dkk. untuk orang Indonesia dan et al. untuk orang asing. Jika nama
pengarang tidak disebutkan, yang dicantumkan dalam rujukan adalah nama
lembaga yang menerbitkan, nama dokumen yang diterbitkan, atau nama koran/
majalah. Untuk karya ilmiah terjemahan, perujukan dilakukan dengan cara
menyebutkan nama pengarang aslinya. Rujukan dari dua sumber atau lebih yang
ditulis oleh pengarang yang berbeda dicantumkan dalam satu tanda kurung,
dibatasi titik koma (;) sebagai tanda pemisahnya.
Teknik Pengutipan
a. Kutipan Langsung
Kutipan langsung yang kurang atau sama dengan empat baris dapat dilakukan
dengan cara-cara berikut: (i) kutipan ditulis inklusif dengan teks; (ii) memakai
tanda petik dua di awal dan di akhir kutipan; (iii) awal kutipan memakai huruf
kapital; (iv) diikuti nama akhir pengarang (marga), tahun terbit buku, halaman
buku; penulisan ini dapat disajikan di awal atau di akhir kutipan.
Kutipan langsung yang lebih dari empat baris dapat dilakukan dengan cara-
cara berikut: (i) ditulis eksklusif (terpisah) dari teks 2,5 spasi; (ii) ditulis dalam
satu spasi; (iii) memakai tanda petik dua atau pun tidak (opsional); (iv) semua
kutipan dimulai dari 710 ketukan dari sebelah kiri teks; (v) Awal kutipan
memakai hurup kapital; (vi) diikuti nama akhir pengarang (marga), tahun terbit
buku, halaman buku; penulisan ini dapat disajikan di awal atau di akhir kutipan.
b. Kutipan Tidak Langsung
Pengutipan ini dilakukan dengan cara-cara berikut: (i) kutipan disatukan
(inklusif) dengan teks; (ii) tidak memakai tanda petik dua; (iii) Menggunakan
ungkapan mengatakan bahwa, menyatakan bahwa, mengemukakan bahwa,
berpendapat bahwa dll; (iv) Mencantumkan nama akhir pengarang (marga),
tahun, dan halaman.
c. Penulisan Daftar Pustaka
Teknik Penulisan Daftar Pustaka
Unsur-unsur yang dituliskan dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut:
a. Nama pengarang, ditulis dengan urutan: nama belakang, nama depan dan nama
tengah tanpa gelar akademik.
b. Bila pengarang ada dua, nama yang dibalikkan urutannya hanya nama pengarang
pertama.
Contoh:
Pardede, Parlin dan Kerdit Simbolon. 2008.
c. Jika nama pengarang ada tiga atau lebih, nama pengarang pertamalah yang
diputar dan diikuti oleh dkk. atau et. all.
Contoh:
Tobing, Maruli dkk. 2009.
d. Bila tidak terdapat nama pengarang, nama departeman atau lembagalah yang
ditulis; bila tidak ada kedua-duanya, tulislah tanpa pengarang, atau tanpa lembaga.
Contoh:
Undang-Undang Republik Indonesia No 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
2004. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
e. Judul buku harus dicetak miring dalam komputer atau digarisbawahi dalam
mesin tik atau tulisan tangan;
f. Judul artikel, skripsi, tesis, atau disertasi yang belum dibukukan diapit oleh tanda
petik dua;
g. Bila ada edisi/cetakan ditulis sesudah judul buku;
h. Jika buku tersebut merupakan terjemahan dari buku bahasa asing, penerjemah
ditulis sesudah edisi atau judul buku. Jika tahun penerbitan buku asli tidak
disebutkan, tuliskan kata Tanpa tahun.
Contoh:
Ary, D.C. Tanpa Tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan oleh Arif
Furhan. 1992. Surabaya: Usaha Nasional.
Segers, Rien T.1980. Evaluasi Teks Sastra. Terjemahan oleh Suminto A. sayuti. 2000.
Yogyakarta: Adicita Karya Nusa.
i. Spasi dalam daftar pustaka adalah satu spasi; Perpindahan dari satu pengarang ke
pengarang yang lain adalah dua spasi.
j. Bila dalam satu buku diperlukan dua baris atau lebih, baris yang kedua dan
selanjutnya diketik lebih menjorok ke kanan antara 5-7 ketuk.
k. Jika seorang pengarang menuliskan lebih dari satu buku, nama pengarang ditulis
satu kali; nama pengarang itu diganti dengan garis panjang atau tanpa garis
panjang dan urutan penulisannya berdasarkan tahun terbit;
Contoh:
Badudu, J.S. 1985. Cakrawala Bahasa Indonesia 1. Jakarta: PT Gramedia.
_______ 1987. Membina Bahasa Indonesia Baku 2, Cet. X, Bandung: Pustaka Prima.
l. Bila ada dua atau lebih buku (karya ilmiah) dari seorang pengarang yang ditulis
dalam tahun yang sama, urutan penulisannya diikuti nomor urut a, b, c, dsb.
Contoh:
Djajasudarma, T. Fatimah. 1993a Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: PT
Eresco.
_______ 1993b. Metode Linguistik: Ancangan Metode Penelitian dan Kajian. Bandung:
PT Eresco.
m. Bila rujukan merupakan artikel dalam jurnal, nama penulis ditulis paling depan,
diikuti dengan tahun, judul artikel (diapit tanda petik ganda), nama jurnal (cetak
miring), tahun ke-n jurnal, nomor jurnal dan nomor halaman artikel (dalam
kurung, dipisahkan oleh tanda titik dua);
Contoh:
Pardede, Parlindungan. 2009. Developing Students Pronunciation Using Drill
Technique: An Action Research Report. Dinamika Pendidikan, 3 (1: 1-17).
Jakarta: FKIP-UKI.
n. Bila rujukan merupakan artikel yang disajikan dalam seminar, lokakarya, atau
penataran, nama penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tahun, judul artikel
(diapit tanda petik ganda), kemudian dilanjutkan dengan pernyataan Makalah
disajikan dalam nama forum, lembaga penyelenggara, tempat, tanggal, bulan
dan tahun penyelenggaraan.
Contoh:
Pardede, Parlindungan. 2009. Teaching Language Through Songs. Makalah disajikan
dalam Lokakarya Teaching English to Young Learners yang diselenggarakan oleh
FKIP-UKI di Jakarta pada tanggal 25 September 2009.
o. Bila rujukan merupakan artikel individual yang diakses dari internet, nama
penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tahun, judul karya, keterangan (Online),
alamat sumber rujukan, dan keterangan waktu pengunduhan yang diapit tanda
kurung.
Contoh:
Boon, J. (tanpa tahun). An Introduction to Anthropology of
Religion. (Online)http://www.joe.org/june33/95.html (Diunduh pada tanggal 17
Juni 2010).
p. Bila rujukan merupakan artikel dari jurnal yang diakses dari internet, nama
penulis ditulis paling depan, diikuti oleh tahun, judul karya, nama jurnal (cetak
miring), keterangan (Online), volume dan nomor, alamat sumber rujukan, dan
keterangan waktu pengunduhan yang diapit tanda kurung.
Contoh:
Griffith, A.I. 1995. Coordinating Family and School: Mothering for
Schooling. Education policy Analysis Archive. (Online). Vol. 3 No.
1., http://olam.ed.asu.edu/epaa/ (Diunduh pada tanggal 17 February 2007).
q. Bila rujukan merupakan artikel dalam jurnal dalam CD-ROM, penulisannya
sama dengan rujukan dari artikel cetak, diakhiri dengan penyebutan CD-ROMnya
dalam tanda kurung.
Contoh:
Krashen, S. M. Long, dan R. Scarcella. 1977. Age, Rate and Eventual Attainment in
Second Language Acquisition. TESOL Quarterly, 13: 578-82 (CD-ROM: TESOL
Quarterly Digital).
r. Jika rujukan merupakan artikel yang diperoleh dari internet berupa e-mail
pribadi, penulisannya diawali dengan nama pengirim (jika ada), diikuti oleh
alamat e-mail pengirim dalam tanda kurung, tanggal, bulan, tahun, topik berita
yang diapit oleh tanda petik ganda, keterangan E-mail kepada , dan diakhiri
dengan alamat e-mal penerima dalam tanda kurung.
Contoh:
Pardede, Parlindungan (ParlindunganPardede@uki.ac.id), 5 Juni 2010. Artikel untuk
Jurnal Dinamika Pendidikan. E-mail kepada Situjuh Nazara (SitujuhNazara
@uki.ac.id)
s. Perhatikan urutan penulisan; Nama keluarga/marga, (dipisahkan koma), nama
diri(diakhiri titik), tahun terbit, (diakhiri titik), judul buku, (diakhiri titik atau
titik dua bila ada anak judul dan dicetak miring), cetakan (diakhiri titik), nama
tempat (diakhiri titik dua),nama penerbit (diakhiri titik).

B. Analisis Kesalahan yang Ditemukan dalam Karya Ilmiah Kenakalan


Remaja: Penyebab dan Antisipasinya
1. Kesalahan Diksi
Diksi memegang peranan penting dalam mencapai efektivitas penulisan.
Berikut ini beberapa analisis kesalahan-kesalahan dalam diksi:
Contoh:
1) Ia sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan ini pun sering
dilakukan melalui metoda coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan.
2) Apabila si remaja melakukan aktifitas yang positif, hal ini tidak akan
menimbulkan masalah. Namun demikian, jika ia melakukan kegiatan yang negatif
maka lingkungan dapat terganggu. Sering perbuatan negatif ini hanya terdorong
rasa iseng saja. Tindakan iseng ini selain untuk mengisi waktu juga tidak jarang
dipergunakan para remaja untuk menarik perhatian lingkungannya. Perhatian yang
diharapkan dapat berasal dari orang tuanya maupun kawan sepermainannya.
Celakanya, kawan sebaya sering menganggap iseng dan berbahaya adalah salah
satu bentuk pamer sifat jagoan yang sangat membanggakan, misalnya ngebut
tanpa lampu di malam hari, mencuri, merusak, minum-minuman keras, obat bius,
dan sebagainya.
3) Selama seseorang masih memerlukan fihak lain untuk mengendalikan dirinya
sendiri, selama itu pula ia akan berpotensi melanggar peraturan bila si pengendali
tidak berada di dekatnya.
4) Orang tua hendaknya justru menjadi teladan di depan, di tengah membangkitkan
semangat, dan di belakang mengawasi segala tindak-tanduk si remaja.
Analisis kesalahannya yaitu:
No Kesalahan Analisis
1. Tidak sesuai dengan kaidah dalam
Metoda
penulisan karya tulis ilmiah
2. Kurang sesuai dengan konteks
Kawan
kalimatnya
3. Tidak sesuai dengan kaidah dalam
Aktifitas
penulisan karya tulis ilmiah
4. Tidak sesuai dengan kaidah dalam
Fihak
penulisan karya tulis ilmiah
5. Tidak sesuai dengan kaidah dalam
Tindak-tanduk
penulisan karya tulis ilmiah

2. Analisis Kesalahan Kata


Berikut ini beberapa analisis kesalahan-kesalahan dalam kata:
Contoh:
1) Sebagian besar orang tua di zaman sekarang amatlah sibuk mencari nafkah.
2) Orang tua sudah tidak akan merasa kuatir lagi menghadapi anak-anaknya yang
beranjak remaja. Orang tua tidak akan ragu lagi menyonsong era globalisasi.
3) Sedangkan, pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat
berbedah dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu.
No. Kesalahan Analisis

1. Amatlah
Kesalahan dalam penulisan kata
sibuk
2. Menyonsong Kesalahan dalam penulisan kata
3. Kuatir Kesalahan dalam penulisan kata
4. Berbedah Kesalahan dalam penulisan kata

3. Kesalahan Kalimat
Dalam bahasa indonesia dikatakan bahwa kejatian subjek itu sesungguhnya
ditentukan oleh predikatnya. Jadi, sebuah satuan kebahasaan akan dapat disebut
sebagai kalimat hanya apabila satuan kebahasaan itu memiliki fungsi subjek dan
fungsi predikatnya. Lazimnya, kalimat itu dapat dipahami sebagai satuan bahasa
terkecil yang dapat digunakan untuk menyampaikan ide atau gagasan.
Berikut ini beberapa analisis kesalahan-kesalahan dalam kalimat:
No Kesalahan Analisis Keterangan/ Alasan

1. Itulah sebabnya, Karena menunjukan kalimat sebab akibat. Jika


dalam masa kata itulah sebabnya berada di awal kalimat, maka
pacaran anak menjadi kalimat kurang efektif.
hendaknya diberi
pengarahan
tentang idealisme
dan kenyataan
2. Olehnya itu, para
orang tua
hendaknya
berkenan Kata olehnya tidak efektif dalam karya tulis ilmiah2
menerima remaja
sebagaimana
adanya
3. Tidak pergi
meninggalkan
kita apabila kita Sebaiknya kata kita sedang tidak perlu ada
sedang dalam pengulangan, agar lebih efektif bisa diubah kedalam
bahaya dan kita kalimat majemuk
sedang dalam
kesulitan
4. Analisis Kesalahan Paragraf
Berikut ini beberapa analisis kesalahan-kesalahan dalam paragraf:
No Paragraf Analisis Keterangan/Alasan
Nonefektif
1. Oleh karena itu, Tidak memenuhi syarat paragraf yang baik dan
pendidikan anak di
efektif.
masa kecil yang
sedemikian rumit
tampaknya, akan
dapat dinikmati
hasilnya di hari tua.

5. Analilsis Kesalahan Penulisan Sistematika


Karya Ilmiah sederhana yang berjudul Kenakalan Remaja: Penyebab dan
Antisipasinya belum menerapkan sistematika penulisan (khususnya Makalah)
dengan lengkap. Terbukti dengan tidak adanya saran, halaman judul, kata
pengantar, dan daftar isi.
6. Analisis Kesalahan Daftar Pustaka
Berikut ini beberapa analisis kesalahan-kesalahan dalam kalimat:
Anindyarini, Atikah. 2008. Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional
Analisis: Judul buku tidak dicetak miring. (Tidak sesuai dengan kaidah dalam
penulisan karya tulis ilmiah)
Cara Penulisan Daftar Pustaka. Januari 2010.
http://skripsimahasiswa.blogspot.com/diakses 19 Februari 2012.
Analisis: Tidak sesuai dengan kaidah dalam penulisan karya tulis ilmiah, karene
tidak dituliskan nama pengarang. Seharusnya, bila tidak ada pengarangnya dapat
ditulis tanpa pengarang. Judul pustaka seharusnya ditulis di belakang bulan dan
tahun.
Teknik Penulisan Karya Ilmiah, Makalah, Tesis, Disertasi.
2010.http://www.kosmaext2010.com/ diakses 19 Februari 2012
Analisis: Tidak sesuai dengan kaidah dalam penulisan karya tulis ilmiah, karene
tidak dituliskan nama pengarang. Seharusnya, bila tidak ada pengarangnya dapat
ditulis tanpa pengarang. Judul pustaka seharusnya ditulis di belakang bulan dan
tahun.
C. Revisi Kesalahan Teknik Penulisan
Revisi dari beberapa kesalahan tersebut adalah:
1. Revisi Kesalahan Diksi
No Kesalahan Perbaikan/ Revisi

1. Metoda Metode

2. Kawan Teman
3. Aktifitas Aktivitas

4. Fihak Pihak

5. Tindak -tanduk Tingkah laku

2. Revisi Kesalahan Kata


No. Kesalahan (Tidak Baku) Perbaikan/ Revisi (Baku)

1. Amatlah sibuk Sangat Sibuk


2. Menyonsong Menyongsong
3. Kuatir Khawatir
4. Berbedah Berbeda

3. Revisi Kesalahan Kalimat


No Kesalahan Perbaikan/ Revisi

1. Itulah sebabnya, Oleh sebab itu, dalam masa pacaran anak hendaknya
dalam masa diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan.
pacaran anak
hendaknya diberi
pengarahan tentang
idealisme dan
kenyataan.
2. Olehnya itu, para
orang tua
hendaknya
Oleh karena itu, para orang tua hendaknya berkenan
berkenan
menerima remaja sebagaimana adanya.
menerima remaja
sebagaimana
adanya.
3. Tidak pergi
meninggalkan kita
apabila kita sedang Tidak pergi meninggalkan kita apabila kita sedang dalam
dalam bahaya dan bahaya dan kesulitan.
kita sedang dalam
kesulitan.

4. Revisi Kesalahan Paragraf


No Paragraf Nonefektif Revisi (Paragraf Efektif)

1. Oleh karena itu, Orang tua sudah tidak akan merasa kuatir
pendidikan anak di masa lagi menghadapi anak-anaknya yang
kecil yang sedemikian beranjak remaja. Orang tua tidak akan ragu
rumit tampaknya, akan lagi menyonsong era globalisasi.Orang tua
dapat dinikmati hasilnya merasa mantap dengan persiapan mental
di hari tua. yang telah diberikan kepada anak-anaknya.
Oleh karena itu, pendidikan anak di masa
kecil yang sedemikian rumit tampaknya,
akan dapat dinikmati hasilnya di hari tua.

5. Revisi Kesalahan Sistematika


Diberi kesimpulan, saran, halaman judul, kata pengantar, dan daftar isi.
6. Revisi Kesalahan Daftar Pustaka
Anindyarini, Atikah. 2008. Bahasa Indonesia: SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional.
Tanpa Pengarang. Januari 2010. Cara Penulisan Daftar Pustaka.
http://skripsimahasiswa.blogspot.com/ diakses 19 Februari 2012.
Tanpa Pengarang. 2010. Teknik Penulisan Karya Ilmiah, Makalah, Tesis, Disertasi.
http://www.kosmaext2010.com/ diakses 19 Februari 2012.
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Analisis kesalahan teknik penulisan karya ilmiah harus sesuai dengan kaidah
yang berlaku dalam tata penulisan karya ilmiah. Adapun pedoman yang dapat
digunakan dalam menganalisis kesalahan teknik penulisan karya ilmiah, yakni:
1. Unsur kebahasaan dalam karya ilmiah, meliputi: diksi, kalimat efektif, dan
paragraf.
2.
2. Kaidah penulisan karya ilmiah, meliputi: penulisan sistematika, perujukan atau
pengutipan, penulisan daftar pustaka, serta penyajian tabel dan gambar.