Anda di halaman 1dari 1

SPO PELAYANAN PASIEN DENGAN ALAT BANTU HIDUP

(VENTILATOR)

NO. DOKUMEN NO. REVIS HALAMAN


06.03.08 A 1/1

RSUD Ditetapkan oleh


PROF.Dr.H.M.ANWAR DIREKTUR
MAKKATUTU Tanggal Terbit
BANTAENG 17 JANUARI 2017

STANDAR PROSEDUR dr. H. SULTAN, M.Kes


OPERASIONAL Nip 19710206 200312 1 011
(SPO)
Ventilasi mekanik adalah alat pernafasan bertekanan negative
PENGERTIAN
atau positif yang dapat mempertahankan ventilasi dan
pemberian oksigen dalam waktu yang lama.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk :
TUJUAN 1. Mengurangi kerja pernafasan.
2. Meningkatkan tingkat kenyamanan pasien
3. Pemberian MV yang akurat.
4. Menjamin hantaran O2 ke jaringan adekuat.
SK Direktur Nomor 57/RSUD-BTG/03/I?2017 tentang kebijakan
KEBIJAKAN pelayanan pasien dengan alat bantu RSUD Prof. Dr. H. M. Anwar
Makkatutu Bantaeng
Sebelum memasang ventilator pada pasien. Lakukan tes
PROSEDUR paru pada ventilator untuk memastikan pengesetan sesuai
pedoman standar. Sedangkan pengesetan awal adalah
sebagai berikut:
1. Fraksi oksigen inspirasi (FiO2) 100%
2. Volume Tidal: 4-5 ml/kg BB
3. Frekuensi pernafasan: 10-15 kali/menit
4. Aliran inspirasi: 40-60 liter/detik
PEEP (Possitive End Expiratory Pressure) atau tekanan
positif akhir ekspirasi: 0-5 cm, ini diberikan pada pasien
yang mengalami oedema paru dan untuk mencegah
atelektasis. Pengesetan untuk pasien ditentukan oleh
tujuan terapi dan perubahan pengesetan ditentukan oleh
respon pasien yang ditunjukkan oleh hasil analisa gas darah
(Blood Gas).
UNIT TERKAIT 1. Italasi Gawat Darurat
2. Instalasi Rawat Intensive
3. Instalasi RKP dan cardio

Anda mungkin juga menyukai