Anda di halaman 1dari 17

Pertumbuhan Penduduk Dalam Perspektif Ekonomi

Islam

Disusun untuk memenuhi tugas matakuliah Ekonomi Makro Mikro Islam


Dosen Pengampu:

Dr. H. Ahmad Djalaluddin, MA.

Oleh :

Zakia Finnafsi Sukandar


925.003..17.007

PROGRAM STUDI EKONOMI SYARIAH


PASCA SARJANA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI
2017

0
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pembangunan adalah suatu rangkaian usaha terencana yang dilakukan


secara sadar oleh masyarakat dan pemerintah untuk mencapai keadaan yang
kurang baik menjadi lebih baik. Permasalahan kependudukan yang dihadapi
oleh negara maju maupun berkembang adalah masalah over populasi, angka
kelahiran dan kematian bayi yang tinggi, urbanisasi dan pengangguran,
ketidak merataan penyebaran jumlah penduduk yang semakin tinggi akan
mengimbas terhadap segmen terpenting manusia yaitu kelestarian lingkungan
hidup. Dalam menghadapi semakin turunnya kualitas lingkungan akibat
pertumbuhan penduduk,maka sikap good governance yakni adanya sikap
bersama antara pemerintah dan masyarakat yang benar-benar peduli terhadap
lingkungan dan keseimbangan penduduk.
Indonesia merupakan negara yang memiliki kepadatan penduduk yang
cukup tinggi, hal tersebut terbukti bahwa Indonesia ikut dalam 5 besar negara
yang memiliki jumlah penduduk terbanyak di dunia. Dengan pertumbuhan
penduduk yang begitu pesat tersebut menjadikan pemerintah maupun
masyarakat menjadi resah.
Sikap pemerintah dalam hal ini sangatlah penting , sehubungan dengan
itu, indonesia sebagai negara berkembang diwilayah Asia pun tak lepas dari
permasalahan ketersediaan bahan pangan. Pertumbuhan penduduk selalu
dikaitkan dengan tingkat kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk baik
perpindahan keluar maupun kedalam.

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian pertumbuhan penduduk


Banyak pemikir yang mengemukakan pendapat dan pemikiran mereka
tentang pertumbuhan penduduk. Ini dikarenakan pertumbuhan penduduk
merupakan hal yang penting di dalam suatau tatanan kenegaraan. Setiap negara
tentunya memiliki kebutuhan dan kapasitas yang berbeda terhadap pertumbuhan
penduduk ini. Beberapa teori diantaranya :
1. Teori Malthusian
Sebelum Malthus, pemikiran tentang pertumbuhan penduduk hanyalah dimana
suatu reproduksi merupakan upaya menggantikan masyarakat atau orang yang
telah mati karena jumah kematian yang relative tinggi. Beberapa pandangan
tentang kependudukan sebelum teori Malthusian dan ketidakselarasan dalam
praktek sebelum dan sesudah masa Malthus:1
a. Ajaran Confusian pada masa Cina Kuno (500 SM) menyebutkan bahwa
tingginya pertumbuhan penduduk menjadikan nilai output suatu produksi
menjadi berkurang. Ajaran ini juga menyatakan bahwa pemerintah
mempunyai tanggung jawab untuk menjaga kestabilan penduduk dan luas
lahan (tempat penduduk tinggal dan beraktifitas). Solusinya adalah dengan
cara mengadakan migrasi menuju tempat yang lebih sedikit penduduknya.
b. Plato dan Aristoteles berpendapat bahwa kwalitas manusia dalam
memproduksi barang lebih penting dari pada kwantitas masyarakat itu
sendiri, terutama dalam memelihara kesejahteraan hidup suatu masyarakat.
Jadi penduduk yang berjumlah banyak belum tentu efisien dalam melakukan
suatu kegiaatan produksi.
c. Pada abad ke-17 munculnya Mercantilisme menyebarkan doktrin pronatalis
yang memandang pertumbuhan penduduk merupakan hal yang teramat
penting karena merupakan instrument peningkatan pendapatan masyarakat.

1
Sukirno, Sadono. Ekonomi Pembangunan: Proses, masalah, dan dasar kebijakan.
Jakarta:Kencana. 2006

2
Pronatalis adalah teori yang menyerukan bahwa pendapatan nasional sama
dengan seluruh hasil produksi dikurangi upah yang diterima tenaga kerja.
Karena upah tenaga kerja pada waktu itu cenderung turun maka angkatan
kerja akan naik dan negara yang berpenduduk padat akan mendapatkan
keuntungan.
d. Ide yang lain dating dari William Godwin, dia percaya bahawasanya suplai
makanan bisa meningkat drastis dengan adanaya teknologi yang maju. Ia
juga menambahkan bahwa hal ini tidak akan menyebabkan overpopulation
karena dengan sendirinya masyarakat akan membatasi kelahiran. Sementara
kemiskinan dan pengangguran bukanlah disebabkan oleh overpopulation
melainkan karena institusi social yang tidak merata.
2. Teori Adam Smith
Pada abad ke-18 Adam Smith dan kaum Physiocratic menyatakan bantahan
terhadap doktrin Pronatalis. Kaum pemikir ini berpandangan kependudukan
bukanlah masalah yang sangat vital yang mempengaruhi kesejahteraan suatu
masyarkat, tetapi factor tanah lah yang sangat erat kaitannya dengan tingkat
produksi. Adam Smith menambahkan bahwasanya ada hubungan yang harmonis
antaranya pertumbuhan penduduk dan pertumbuhan perekonomian, dimana
pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi. Dia juga
menyatakan pertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh permintaan terhadap tenaga
kerja (demand of labor) dan permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh
produktivitas suatu lahan.
3. Teori Neo-Klasik
Beberapa pemikir dari Neo-Klasik berpandangan bahwasanya dalam jangka
panjang perkembangan perekonomian akan mengalami stationary state yaitu
keadaan dimana perekonomian tidak akan lagi mengalami pertumbuhan tetapi
hanya diam atau statis. Menurut pemikir-pemikir ekonomi klasik, pertumbuhan
penduduk yang tingi akan menjadikan jumlah penduduk berlipat dalam suatu
generasi dan akan menurunkan kembali tingkat pembangunan ke taraf yang lebih
rendah. Sebagai akibatnya, pada tingkat ini pekerja akan mendapatkan upah yang
sangat minimal.

3
B. Faktor padatnya penduduk
Angka pertumbuhan penduduk adalah tingkat pertambahan di suatu
wilaya atau negara dalam suatu jangka waktu tertentu. Pertambahan penduduk
adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahannya maupun
penurunannya yang di sebabkan oleh beberpa faktor di bawah ini.2
Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi padatnya peduduk:
a. Kematian (mortalitas)
Banyak sekali faktor penyebab dari kematian ini biasanya di
pengaruhi oleh usia, lingkungan sekitar atau tempat tinggal dimana ada atau
tidaknya sarana prasana pendukung kehidupan misalkan makanan,
kebersihan serta ke sehatan. Selain faktor tersebut dapat di pengaruhi oleh
kejadia luar biasa seperti bencana alam yang terduka lainnya. Biasanya
faktor ini hanya berprosentase rendah. Apabila kematian bertambah maka
angka kependudukanpun akan berkurang tetati bila angka kematian
menurun maka akan menambah juga kependudukan di karenakan angka
kelahiran melonjak derastis. Kematian adalah hilangnya tanda-tanda
kehidupan manusia secara permanen.
b. Kelahiran (fertilitas)
Faktor kelahiran ini dapat di katakan sebagai faktor penyebab utama
terjadinya pertumbuhan penduduk di dunia karena rata-rata pertumbuhan
penduduk adalah tingginya angka kelahiran di bandingkan angka kematian
karena masih tertanamnya sebuah ideologi-edeologi tertentu yang
menganjurka harus mempunyai banyak anak. Apabila kelahiran bisa di
percepat dengan adanya teknologi kesehatan maka otomatis kenaikan
pendudukpun semakin meningkat secara drastis dikarenakan bertumbuhnya
angka kelahiran.kelahiean bersifat menambah jumlah penduduk dan berikut
faktor yang menghambat kelahiran (anti natalitas) dan yang mendukung
kelahiran(pro natalitas).
1. Faktor pendukung kelahiran(pro natalitas)

2
https://faiqarteja.blogspot.co.id/2016/09/pengaruh-pertumbuhan-penduduk.html

4
Kawin pada usia muda, karna ada anggapan bila terlambat kawin
maka keluarga akan malu. Anak dianggap sebagai sumber tenaga
keluarga untuk membantu orang tua. Anggapan bahwa banyak anak
banyak rejeki dan anak menjadi kebanggaan bagi orang tua.
2. Faktor penghambat kelahiran(anti natralitas)
Ada program keluaga berencana yang mengupayakan pembatasan
jumlah anak, adanya ketentuan batas usia menikah, untuk wanita minimal
berusia 16 tahun dan bagi laki-laki minimal berusia 19 tahun. Adanya
pembatasan bagi pegawai negeri yaitu hanya diperbolehkan punya 2
anak. Penundaan kawin sampai selesai pendidikan dan sampai
memperoleh pekerjaan.
c. Migrasi
Migrasi adalah peristiwa berpindahnya suatu organisme dari suatu
tempat ke tempat lainnya. Dalam banyak kasus, organisme bermigrasi untuk
mencari sumber cadangan makanan yang baru untuk mrnghindari
kelangkaan makanan yang mungkain terjadi karena datangnya musim
dingin atau karena kapadatan panduduk. Selain migrasi ada istilah lain
tentang dinamica penduduk yaitu mobilitas. Pengertian mobiblitas ini lebih
luas dari pada migrasi sebab mencakup perpindahan wilayah secara
permanen dan sementara. Tinjauan migrasi secara regional sangatlah
penting dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi
penduduk yang tidak merata.

C. Dampak Pertumbuhan Jumlah Penduduk


Perumbuhan penduduk yang pesat dan tidak merata serta tanpa diimbangi
dengan pencapaian kualitas SDM yang tinggi menyebabkan munculnya berbagai
permasalahan-permasalahan kependudukan. Pesatnya jumlah penduduk yang
tidak teratur menyebabkan hal-hal yang negatif terhadap lingkungan, dan semua

5
itu disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan penduduk yang semakin lama
semakin bertambah. Berikut beberapa dampak dari pertumbuhan penduduk:3
a. Kemiskian
Kemiskinan merupakan ketidfak mampuan seseorang untuk memenuhi
kebutuhan materiil dasar berdasarkan standar tertentu. Adapun standar ini
lebih dikenal dengan garis kemiskinan, yaitu tingkat pengeluaran atas
kebutuhan pokok yang meliputi sandang, pangan, papan secara layak.
Untuk menanggulangi kemiskinan tersebut, pemeritah Indonesia
merencanakan Inpres Desa Tertinggal. Program ini dilakukan dengan melalui
dua tahap. Pertama pemerintah menentukan desa-desa yang memiliki
pemusatan penduduk me\miskin tertinggi. Jumlah desa tertinggal mencapai
sepertiga dari jumlah seluruhdesa di Indonesia. Kedua, pemerintah
menghimpun penduduk-penduduk di desa tertinggal ke dalam suatu wadah
dalam naungan lembaga kesejahteran desa, misalnya KUD, kelompik tani,
dan sebagainya. Kemudian pemerintah memberikan anggaran bagi setiap desa
tertingal yang dapat di manfaatkan oleh kelompok-kelompok disana untuk
memulai usaha yang dapat berjalan, berkelanjutan, amah lingkungan, dan
tepat.
b. lingkungan tercemar untuk memenuhi kebutuhan manusia
Sebagai manusia, ita rentu banyak sekali kebutuhan. Dari sandang,
pangan, papan, dll, tapi apakah kita pernah pikirkan apa yangterjadi
terhadap ligkungan kita jika jumlah penduduk semakin bertambah banyak?
Penduduk yang semakin bertambah tentu saja akan bertambah
kebutuhannya, salah satu contohnya kebutuhan kertas untuk percetakan
perkantoran dan sekolah. Kertas dibuat dari bahan dasarnya yaitu pohon.
Pohon-pohon ditebang untuk memproduksi kertas yang dipakai manisia. Hal
tersebut sidah sitangani oleh pemerintah, namun, jika penduduk
terusmenerus bertambah, tentu saja pohin akan semakin banyak ditebang,.

3
M. Suparmoko, Pengantar Ekonomika Makro (Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta, 2015),
hal 256

6
Maka program pemerintah pun tidak dapat berjalan lancar karena semakin
banyaknya kertas yang dibituhkan.
Didaerah padat, semakin padatnya penduduk maka sampah-ampah
akan terus bertambah. Seiring bertambahnya penduduk juga akan
berpengaruh terhadap perkembangan pembangunan pemerintah di
Indonesia. Pembangunan yang dilakukan di daerah dan di kota-kota di
Indonesia merupakan salah satu program yang dilakukan pemerintah pusat
dan daerah untuk memajukan infrastruktur Negara. Mekin giat
pembangunan dilakukan makin rendah kualitas alam. Hak ini disebabkan
karena rendahnya tingkat kepeduluan penduduk terhadap alam sekitar dan
pembanguna yang dilakukan penduduk tidak sesuai dengan aturan yang ada.
c. Air bersih berkurang
Orang yang tinggal didekat sungai akan menggunakan air sunagi
untuk melakukan aktiyitas sehari-hari, seperti mandi, mencuci, dll. Jika
orang yang tinggal di pinggir sungai membuang sampah/limbah rumah ke
dalam sungai, apa yang akan terjadi? Air akan tercemar dan mahluk hidup
yang tinggal didalamnya akan mati. Air yang tercemar mungkin dikira hal
sepele, namun banyak kerugian yang dapat terjadi, misalnya akan terjadi
banjir, dan berbagai macam penyakit.
d. Penganguran
Rendahnya tingkat kesehatan dan tingginya angka kekurangan gizi
masyarakat, secara mum dapat berdampak pada rendahynya daya pikir dan
kemampuan kerja penduduk. Oleh sebab itulah pada sebagian negara-
negara berkembang dan negara-negara miskin, kualitas SDM-nya masih
rendah, baik dalam pengetahuan maupun keterampilan. Hal itulah yang
menjadi penyebab tingginya angka pengangguran. Karen pada umumnya
penduduk-penduduk tersebut sulit terapung di dunia kerja.
Disamping itu, penyebab tingginya angka pengengguran adalah
rendahnya kualitas pendidikan penduduk dan tingginya pertumbuhan
penduduk. Pertumbuhan penduduk yang tidak diimbangi dengan
pertumbuhan lapangan pekerjaan, menyebabkan tingkat persaingan tinggi

7
dan kesempatan kerja cendrung menurun. Untuk menanggulangi masalah
tersebut diperlukan dua usaha, yakni usaha perbaikan kualitas dan
penciptaan lapangan pekerjaan.
D. Cara mengimbangi pertumbuan penduduk
Menurut Thomas Robert Malthus pertambahn penduduk adalah seperti
daret ukur (1, 2, 4, 8, 16, ) sedangkan pertambahan jumlah produksi makanan
adalah bagaikan daret hitung (1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, ). Hal ini tentu saja akan sangat
mengkhawatirkan di masa depan di mana kita akan kekurangan stok bahan
makanan.
Hal-hal yang perlu di lakukan untuk menekan pesatnya pertumbuhan
penduduk:
a. Menggalakkan program KB atau Keluarga Berencana untuk membatasi jumlah
anak dalam suatu keluarga secara umum dan masal, sehngga akan mengurangi
jumlah angka kelahiran.
b. Menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi jumlah angka kelahiran
yang tinggi dan menetapak undang- undang perkawinan yang di dalamnya
mengatur serta menetapakan tentang batas usia nikah.
c. Meningkatkan pelayanan kesehatan dan kemudahan dalam manjadi akseptor
keluarga berencana.
d. Mempemudah dan meningkatkan pelayanan dalam bidang pendidikan,
sehingga untuk segara menikah dapat di hambat dan mewajibkan belajar
pendidikan dasar bagi masyarakat dari 6 tahun menjadi 12 tahun.
Hal-hal yang perlu di lakukan untuk dapat mengimbangi pertumbahan
jumlah penduduk : 4
a. Penambahan penciptaan-penciptaan lapangan kerja
Dengan meningkatnya taraf hidup masyarakat maka di harapkan hilangnya
kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Di samping itu pula di harapkan akan
meningkatkan tingkat pendidikan yang tinggi yang akan merubah pola pikran
dalam bidang kependudukan.

4
http://pastime-net.blogspot.co.id/2014/11/pertumbuhan-penduduk-dan-kehidupan.html

8
b. Meningkatkan kesadaran dan pendidikan kependudukan
Dengan semakin sadar akan dampak dan efek dari laju pertumbuhan yang tidak
terkontrol, maka di harapakan asyarakat umum secara suka rela turut
mensukseskan gerkan keluarga berencana.
c. Mengurangi kepadatan penduduk dengan program transmigrasi
Dengan menyebar penduduk pada daerah-daerah yang memiliki kepadatan
penduduk rendah di harapkan mampu menekan laju pengangguran akibat tidak
sepadan antara jumlah penduduk dengan jumlah lapngan kerja yang tersedia

E. STUDY KASUS
Bagaimana jadinya negeri ini puluhan tahun mendatang jika bangsa ini tidak
mampu mengendalikan ledakan penduduknya. Jika pada tahun 2010 saja jumlah
penduduk Indonesia telah mencapai angka 237,6 juta jiwa, bagaimana pula pada
tahun 2045 mendatang. Salah seorang pakar memprediksi, jumlah penduduk
Indonesia pada tahun 2045 mencapai angka 450 juta jiwa. Pada saat itu, jumlah
penduduk dunia mencapai angka 7 miliar jiwa. Artinya, satu dari 20 penduduk
dunia orang Indonesia. (Sonny H B:2011). Bagaimana bumi Indonesia pada masa
itu ?5

Jawabnya, dipastikan bumi Indonesia akan penuh sesak dipadati oleh manusia.
Ruang gerak menjadi terbatas. Kita akan dihadapkan dengan seabrek persoalan-
persoalan yang berasal dari manusia itu sendiri, misalnya masalah sampah yang
dipastikan akan memukul balik manusia. Longsoran sampah akan kembali
mengambil korban. Kemacetan lalu lintas yang membuat kenderaan roda empat
menjadi tidak berharga sama sekali. Kita dihadapkan dengan masalah
ketersediaan bahan pokok ? Lebih mengerikan dari itu, kita akan dituntut untuk
menyelesaikan ketersediaan air bersih. Belum lagi persoalan subsidi buat
masyarakat miskin yang selalu membuat pemerintah pusing tujuh keliling.
Jelaslah bahwa ledakan penduduk yang tak terkendali akan membuat bumi penuh

5 Azhari Akmal Tarigan, ledakan penduduk dalam perspektif islam,


http://waspadamedan.com, diakses tanggal 11 Agustir 2017.

9
sesak. Pada gilirannya, keselamatan manusia menjadi terancam. Jika demikian,
masih layakkah bumi ini sebagai tempat hunian ?

Beberapa pemikir dan ahli kependudukan telah mencoba memberi jalan keluar
untuk mengatasi masalah tersebut. Di antara pemikiran yang ditawarkan,
tampaknya pembatasan kelahiran menjadi langkah yang paling mungkin dan
realistis. Jika dulu kita mengenal KB (keluarga berencana), program tersebut tetap
dipandang relevan untuk dikembangkan kembali. Cukup hanya dua anak, laki-laki
dan perempuan sama saja, menjadi iklan yang tidak saja relevan tetapi juga
menawarkan pesan-pesan mulia seperti egalitarianisme (persamaan). Persoalannya
adalah, jika KB dijadikan solusi, problema yang segera muncul adalah dari
agamawan. KB dipandang menolak rezeki yang diberikan Tuhan. Bahkan lebih
keras dari itu kerap dikatakan bahwa KB sama dengan menolak takdir.

Point yang ingin saya kemukakan adalah, jika dahulu, Islam hanya dijadikan
sebagai justifikasi (pembenaran) program pemerintah yang sedang menggalakkan
KB, kali ini Islam harus berada di depan dan mempelopori gagasan dan gerakan
mengatasi persoalan ledakan penduduk bumi. Oleh sebab itu menjadi penting
untuk menggali pesan-pesan dasar Al-Quran atau hadis Nabi. Dalam konteks
ajaran Islam ada dua hal yang dapat dikembangkan; konsep kekhalifahan dan
konsep zurriyat (generasi) yang kuat.

Konsep kekhalifahan hemat saya perlu dikemukakan sebagai dasar bagaimana


sejatinya manusia menata kehidupannya di muka bumi ini. Kitab suci menegaskan
bahwa manusia telah dipilih Allah sebagai khalifah (pemimpin) di samping
sebagai abd (hamba). Sebagai khalifah, manusia memiliki kewajiban dan tugas
untuk memakmurkan bumi (wastamarakum al-ard). Bukan hanya untuk manusia
itu sendiri, tetapi juga makhluk lainnya seperti hewan dan tumbuh-tumbuhan.
Adapun sebagai abd, manusia wajib mengabdi dan menundukkan dirinya di
depan Tuhan dengan cara melakukan ibadah kepada Allah SWT.

10
Posisi manusia sebagai khlaifah sesungguhnya adalah konsekuensi logis dari
fasilitas yang diberikan Allah kepadanya. Manusia dilengkapi dengan perangkat-
perangkat aql, qalb, hawa, dan nafs- yang membuatnya menjadi mungkin
untuk mengembangkan potensi diri. Allah juga mengajarkan kepada manusia al-
asma (simbol-simbol) yang membuatnya mengenal apa-apa yang dapat
dimanfaatkan untuk mendukung fungsi kekhalifahannya.

Di atas segalanya, manusia juga diberikan kebebasan untuk mengelola bumi


sepanjang sesuai dengan prinsif-prinsif syariah. Berdasarkan kebebasan itu pula
manusia dipilih sebagai khalifah. Kemakmumar bumi hanya dapat diwujudkan
oleh khalifah yang memiliki kebebasan untuk mengembangkan kreatifitas.

Manusia dengan kemampuan berpikirnya mampu merumuskan kerja-kerja


peradaban buat kesejahteraan manusia. Berbeda dengan materi alam lainnya,
seperti gunung, bukit, bahkan bumi ini. Secara fisik mereka lebih besar, namun
tidak memiliki kebebasan. Karenanya mereka tidak dapat menjadi khalifah di
alam ini. Di dalam Al-Quran Allah SWT berfirman, Sesungguhnya kami telah
menawarkan amanah kepada langit, bumi, gunung dan bukit-bukit, namun
mereka menolak untuk memikulnya karena merasa berat. Dan manusia
memikulnya. Sungguh manusia itu zalim dan bodoh.

Ayat-ayat di dalam kitab suci menegaskan bahwa alam dan segala isinya
diciptakan buat manusia (Q.S 2:29). Bahkan Allah juga telah menundukkan
(taskhir) alam dengan segala isinya agar manusia memiliki kemudahan dalam
mengelolanya. DI dalam surah Luqman ayat 20 Allah berfirman, Tidakkah kamu
manusia perhatikan sesungguhnya Allah telah menundukkan untukmu apa yang di
langit dan apa yang di bumi dan menyempurnakan untukmu nimatNya lahir dan
batin.

Ayat ini tidak saja menjelaskan fasilitas-fasilitas yang Allah siapkan buat manusia
dalam mendukung fungsi kekhalifahannya, tetapi juga menegaskan bahwa
manusia adalah puncak ciptaan Tuhan. Manusia adalah makhluk tertinggi.

11
Manusia harus selalu melihat ke atas, hanya kepada Tuhan, kemudian kepada
sesamannya harus melihat dalam garis mendatar dan kepada alam harus melihat
ke bawah.(Nurcholish Madjid:1999).

Dalam perspektif kependudukan, manusia dalam posisinya sebagai khalifah harus


mampu mengatur bumi agar menjadi tempat yang tetap layak huni bagi seluruh
isinya. Manusia juga dituntut untuk menatanya, menjaga keseimbangan antara
manusia dengan alam, kebutuhan hidupnya dengan kebutuhan pangan serta
sumber daya alam yang tersedia. Intinya, manusia harus menjaga agar tidak terjadi
apa yang oleh ahli demografi dan ahli lingkungan sebutkan dengan istilah
ecological suicide (bunuh diri ekologi). Jumlah penduduk yang tidak terkendali
akan mengakibatkan buruknya kualitas lingkungan hidup itu sendiri.(Sonny
HB:2011).

Konsep kedua yang ingin dikedepankan adalah, zurriyat (mempersiapkan generasi


buat masa depan). Di dalam Al-Nisa ayat 9 Allah menegaskan, Hendaklah
mereka takut andaikan nantinya mereka meninggalkan generasi yang lemah....
kata kunci ayat tersebut adalah zurriyat dhiafa (generasi yang tidak berdaya).

Ayat ini dapat dipahami bahwa Allah melarang kita meninggalkan keturunan yang
lemah baik dari sisi aqidah, ilmu, ekonomi, sosial-budaya dan tekhnologi.
Generasi yang lemah adalah generasi yang tidak dapat mengembangkan potensi
dirinya. Tidak mampu mengelola alam. Pendek kata, mereka adalah generasi yang
gagal menjalankan fungsi kekhalifahannya. Ayat di atas juga mengandung pesan,
pentingnya memberi prioritas untuk meningkatkan kualitas generasi bukan
kuantitasnya.

Kita dapat berkata, Islam sesungguhnya lebih mendorong kita untuk memiliki
keturunan yang berkualitas ketimbang keturunan yang kuantitasnya (jumlah)
banyak. Kendati dalam satu riwayat, Nabi mengatakan bahwa ia bangga dengan
umat yang banyak (ana mukasirun bikum al-anbiya). Namun hadis ini tetap harus
dibaca dalam konteks kualitas.

12
Umat yang jumlahnya banyak namun tidak berkualitas, alih-alih memberi rasa
bangga, yang terjadi justru sebaliknya, merendahkan dan melemahkan. Apa yang
kita rasakan saat ini adalah bukti, jumlah umat Islam yang banyak di negeri yang
tercinta ini, tidak membuat kita bangga sama sekali sebagai umat Islam. Jumlah
yang banyak tidak berkontribusi pada pembangunan peradaban yang damai dan
sejahtera.

Sampai di sini, program KB sesungguhnya memiliki landasan nash yang jelas.


Namun harus dicatat, justifikasi Islam bukan sekedar menahan laju pertumbuhan
penduduk tetapi meningkatkan kualitas hidup. Jika pemerintah
mengkampanyekan KB, maka pada saat yang sama pemerintah harus menyiapkan
sejumlah program untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakatnya.

Program KB yang tidak diiringi dengan kebijakan rekayasa kualitas, maka itu
akan membuat kondisi bangsa ini semakin parah. Jumlah penduduknya sedikit,
sumber daya manusianya juga rendah. Lalu apa lagi yang ingin kita banggakan.

Sebagai catatan penutup, kedudukan kita sebagai khalifah sejatinya harus


membuat kita berpikir buat masa depan. Berpikir buat generasi mendatang.
Kondisi lingkungan yang bagaimanakah yang ingin kita siapkan buat anak cucu
kita. Dengan bahasa yang sedikit provokatif, bumi yang bagaimanakah yang akan
kita wariskan buat generasi mendatang. Akankah kita akan meninggalkan udara
yang sudah tercemar ! Air yang tidak lagi bersih ! Lingkungan yang penuh
sampah ! Jalan-jalan yang penuh dengan kemacetan ! atau bumi yang sudah
sumpek !. Laporan yang diberikan beberapa media akhir-akhir ini tentang bahaya
ledakan penduduk, seharusnya menyadarkan kita tentang perlunya untuk menata
ulang bumi di mana kita hidup. Tidak saja untuk diri kita yang menjadi anak
zamannya, tetapi juga buat mewariskannya bagi generasi mendatang.

13
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Masalah kependudukan dan lingkungan hidup merupakan dua
permasalahan yang kini dihadapi bangsa Indonesia, khususnya negara-negara
lainnya di dunia, pertumbuhan penduduk sangat erat kaitannya dengan
ketersediaan bahan pangan didunia. Dengan bertambahnya penduduk,
semakin besar kemungkinan tidak mencukupinya ketersediaan bahan pangan
untuk penduduk itu sendiri begitu pula sebaliknya dan jika permasalahan ini
tidak di atasi sedini mungkin, maka tidak menutup kemungkinan waktu
kedepan tidak akan mengalami kerisis bahan pangan.
Penduduk adalah semua orang yang biasanya tinggal di suatu tempat
atau rumah tangga dalam waktu enam bulan atau lebih dan yang belum enam
bulan namun berniat untuk menetap. Dari tahun ke tahun jumlah penduduk
selalu bertambah. Pertambahan penduduk mengalami peningkatan yang
signifikan. Hal ini di buktikan dengan adanya kurva perolehan angka
penduduk oleh badan pusat statistic di berbagai kota Indonesia yang selalu
menunjukkan peningkatan. Pertambahan jumlah penduduk di sebabkan oleh
berbagai faktor, di antaranya: kelahiran dan kematian seseorang dan juga
migrasi penduduk yang tidak terkendali. Perumbuhan penduduk yang pesat
dan tidak merata serta tanpa diimbangi dengan pencapaian kualitas SDM
yang tinggi menyebabkan munculnya berbagai permasalahan-permasalahan
kependudukan misalnya: Kemiskian, lingkungan tercemar untuk memenuhi
kebutuhan manusia, Air bersih berkurang, dan Penganguran.
pertubuhan penduduk mempengaruhi pada kebudayaan maupun
masalah sosial dalam masyarakat. Perkembangan kebudayaan seperti
meningkatnya pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, dan adat
istiadat dalam masyarakat masalah sosial seperti berkurangnya pangan dll.
Namun disamping itu ada beberapa cara untuk mengimbangi pesatnya
pertumbuhan penduduk yaitu: Mempemudah dan meningkatkan pelayanan
dalam bidang pendidikan, menunda masa perkawinan agar dapat mengurangi

14
jumlah angka kelahiran. Menggalakkan program KB atau Keluarga
Berencana untuk membatasi jumlah anak .

15
DAFTAR PUSTAKA

Ariwiadi, Drs. 2001. Penyediaan Pangan Perlu Inovasi. Jakarta: Departemen


Pertahanan Pusat.

Badri Yatim MA. 1997. Pertumbuhan Penduduk Indonesia. Surakarta: FKIP


UNS.

Sukirno, Sadono. Ekonomi Pembangunan: Proses, masalah, dan dasar kebijakan.


Jakarta:Kencana. 2006

Suparmoko M. Pengantar Ekonomika Makro. Yogyakarta : BPFE-Yogyakarta,


2015

https://faiqarteja.blogspot.co.id/2016/09/pengaruh-pertumbuhan-penduduk.html,
diakses tanggal 11 Agustus 2017

http://waspadamedan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=900
5:ledakan-penduduk-dalam-perspektif-islam&catid=61:mimbar-
jumat&Itemid=230, diakses tanggal 11 Agustus 2017

16