Anda di halaman 1dari 99

PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA MELALUI

LATIHAN SOAL TERBIMBING UNTUK POKOK BAHASAN


KELIPATAN DAN FAKTOR BILANGAN PADA SISWA KELAS IV
SEMESTER I SD NEGERI MOKAHA 01
KECAMATAN JATINEGARA KABUPATEN TEGAL

Disusun untuk memenuhi tugas


Mata Kuliah Pemantapan Profesional (PDGK4501)
Program Studi S I FKIP Universitas Terbuka

Oleh

Nama : ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIM : 817214707
Program Studi : S1 PGSD
Masa Registrasi : 2012.2

UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH SEMARANG


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
2012
LEMBAR PENGESAHAN

Nama Mahasiswa : ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIM : 817214707
Program Studi : S- 1 PGSD
Tempat Mengajar : SD Negeri Mokaha 01
Jumlah Pembelajaran : 1 Mata Pelajaran
3 (Tiga) Siklus Mata Pelajaran Matematika
Tempat dan tanggal pelaksanaan
Tempat : SD Negeri Mokaha 01
Tanggal Pelaksanaan : Siklus I
Matematika : 22 September 2012
Siklus II
Matematika : 29 September 2012
Siklus III
Matematika : 06 Oktober 2012

Masalah yang merupakan fokus perbaikan :


1. Untuk Mata Pelajaran Matematika
Upaya meningkatkan cara berhitung siswa menggunakan metode latihan

soal terbimbing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa

terhadap materi pokok kelipatan dan faktor bilangan ?

Tegal, November 2012

Supervisor 1 Mahasiswa

Drs. SALIMUDIN, M. PdPd. M. Si ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIP. 196010311979111001P NIM. 817214707
SURAT PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT

Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa laporan praktik

Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP) yang saya susun sebagai syarat untuk

memenuhi mata kuliah PKP pada Program Studi S1 PGSD Universitas Terbuka

(UT) seluruh hasil karya saya sendiri.

Adapun bagian-bagian tertentu dalam penulisan laporan PKP yang saya

kutip dari hasil karya orang lain telah dituliskan dalam sumbernya secara jelas

sesuai dengan norma, kaidah, dan etika penulisan karya ilmiah.

Apabila dikemudian hari ditemukan seluruh atau laporan PKP ini bukan

hasil karya saya sendiri atau adanya plagiasi dalam bagian-bagian tertentu, saya

bersedia menerima sanksi, termasuk pencabutan gelar akademik yang saya

sandang sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Jatinegara, November 2012

Yang membuat pernyataan

ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIM. 817214707
MOTTO DAN PERSEMBAHAN

MOTTO

Sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan, maka apabila kamu

telah selesai (dari urusan) kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan)

yang lain ( QS. Al-Insyah)

Berkatalah yang baik atau diamlah (Al Hadist).

Tak ada sesuatu hal yang sangat sulit kecuali memperoleh kepercayaan

yang telah hilang.

Laporan ini penulis persembahkan kepada :

Ayahanda Wage Harapan

Ibunda tercinta

Kakak dan Adiku tersayang


KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah

SWT yang telah memberikan rahmat dan karunianya sehingga kami dapat

menyelesaikan penyusunan laporan PKP ini.

Pembuatan laporan ini guna untuk memenuhi tugas akhir dari mata

kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional (PKP). Demi terlaksananya laporan

ini penulis telah banyak menerima masukan dan saran dari berbagai pihak yang

telah membantunya. sehingga menjadi sebuah laporan yang dapat disajikan

secara utuh. Tanpa bantuan dari berbagai pihak penulis tidak dapat menyelesaikan

laporan ini. Dengan ini maka penulis mngucapkan banyak terima kasih kepada :

1. Bapak H. Akhmad Wasari, S.Pd..,MM. Selaku Kepala UPTD Dikpora Kec.

Jatinegara, Kab. Tegal yang telah memberikan ijin mengadakan pendidikan S1

PGSD di wilayah Jatinegara.

2. Bapak Drs. Salimudin,M.Pd. Selaku dosen yang telah banyak membantu,

membina, dan membimbing dalam pemnyusunan laporan PKP ini.

3. Bpk Susetio, S.Pd. SD. Selaku Kepala SD N Mokaha 01 yang telah

memberikan ijin mengikuti pendidikan S1 PGSD.

4. Bpk. Susetio, S. Pd. SD Selaku teman sejawat dan teman-teman sejawat SD

Negeri Mokaha 01 yang telah berpartisipasi dalam penyusunan Laporan PKP

ini.

Laporan ini dapat bermanfaat khususnya bagi penulis dan pada

umumnya bagi para pembaca atau para guru yang sedang melakukan suatu

penelitian. dimana dapat menciptakan suatu pembelajaran yang dapat

meningkatkan pembelajaran pada siswa melalui sebuah penelitian yang dilakukan


didalam kelas yaitu pada Penelitian Tindakan Kelas. Dapat menemukan

permasalahan-permasalahan yang dihadapinya dan dapat mencari sebuah solusi

untuk mengatasinya.

Semoga Allah SWT memberikan rahmat-nya kepada mereka yang telah

memberikan bantuan kepada penulis, penulis menyadari dengan keterbatasan ilmu

pengetahuan yang penulis miliki sehingga dalam penyusunan laporan PKP ini

masih banyak kekurangan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun penulis

harapkan demi tercapainya kesempurnaan laporan PKP ini.

Jatinegara, November 2012

Penulis
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
LEMBAR PENGESAHAN . ii
LEMBAR PERNYATAAN BEBAS PLAGIAT iii
MOTTO DAN PERSEMBAHAN iv
KATA PENGANTAR . v
DAFTAR ISI .... vii
DAFTAR LAMPIRAN ..... viii

BAB I PENDAHULUAN .. 1
A. Latar Belakang Masalah ........ 1
B. Rumusan Masalah ..... 3
C. Tujuan Perbaikan ...... 4
D. Manfaat Perbaikan .... 4
BAB II KAJIAN PUSTAKA . 6
BAB III PELAKSANAAN PENELITIAN ..... 20
A. Subjek Penelitian .. 20
B. Deskripsi Per siklus .. 21
BAB IV HASIL PERBAIKAN DAN PEMBAHASAN 30
A. Deskripsi Data Persiklus ... 30
B. Pembahasan Per siklus ... 35
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN .. 38
A. Kesimpulan ... 41
B. Saran .. 41
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

1. Identifikasi Masalah

Proses belajar yang ideal akan tercapai apabila terjadi komunikasi

yang baik antara guru dengan siswa, dan siswa dengan sesama siswa. Guru

yang berperan sebagai pengajar sekaligus fasilitator dalam kegiatan belajar

mengajar memiliki peran sentral yang sangat penting dalam tujuan

pembelajaran. Karena itu dalam proses belajar mengajar keberhasilan dalam

pencapaian pengajaran tergantung dari guru, bagaimana ia mampu membawa

peserta didik untuk memahami materi yang di ajarkan, namun demikian hal

ini bukanlah faktor yang mutlak, masih terdapat faktor lain yang timbul di

luar dari metode pengajaran guru, misalnya faktor minat, bakat, dan faktor

lainnya.

2. Analisis Masalah

Untuk menguasai matematika perlu adanya perhatian khusus dan

latihan yang berulang-ulang secara rutin dan relatif lama, sehingga terjadi

suatu kebiasaan dalam belajar (Kadilah, 1995). Senada dengan pendapat di

atas Gil (1994) menyatakan bahwa kebiasaan bukanlah bakat alamiah atau

pembawaan dari lahir, tetapi setiap orang dapat membentuk kebiasaan dari

lahir, tetapi setiap orang dapat membentuk kebiasaan, kebiasaan belajar

merupakan perilaku yang di lakukan secara sengaja atau secara sadar selama

waktu-waktu tertentu, karena selalu di ulang-ulang sepanjang waktu.


Kebiasaan belajar yang baik merupakan faktor yang penting bagi

keberhasilan siswa untuk memperoleh prestasi belajar yang baik.

3. Alternatif dan prioritas pemecahan masalah

Untuk meningkatkan pemahaman materi yang telah di sampaikan,

maka perlu di adakan latihan-latihan soal yang pemecahannya perlu di

bimbing dengan melibatkan siswa, karena dengan intensitas latihan soal yang

berfrekuesi tinggi di harapkan siswa terampil dalam mengerjakan soal serta

dapat mengembangkannya pada materi yang relevan.

Berdasarkan data dari guru mata pelajaran matematika di SDN Mokaha 01,

nilai hasil ulangan matematika selama dua tahun terakhir pada materi

kelipatan dan faktor bilangan, siswa yang memperoleh nilai diatas 60 tidak

mencapai 60%, sehingga nilai siswa tergolong rendah, Berdasarkan latar

belakang di atas maka peneliti mencoba melakukan penelitian tindakan kelas

sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa

melalui latihan soal terbimbing pada materi kelipatan dan faktor bilangan di

kelas IV semester 1 SDN Mokaha 01.

B. Rumusan Masalah

Setelah memahami latar belakang tersebut, maka penulis dapat

merumuskan masalah sebagai berikut Apakah dengan menggunakan latihan

soal terbimbing dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa terhadap

materi pokok kelipatan dan faktor bilangan ?


C. Tujuan Perbaikan

Dikaji dari latar belakang penelitian yang memusatkan pada proses

perbaikan pembelajaran mata pelajaran matematika kelas IV SD Negeri

Mokaha 01, mempunyai tujuan :

1. Meningkatkan proses pembelajaran matematika khususnya pada materi

pokok kelipatan dan faktor bilangan.

2. Manganalisa metode latihan soal terbimbing serta dampaknya terhadap

hasil belajar siswa.

3. Memberikan motivasi pada siswa agar menyukai mata pelajaran

matematika.

4. Sebagai syarat kelulusan mata kuliah Pemantapan Kemampuan

Profesional ( PKP ) PGSD 4501 dan untuk mencapai gelar Sarjana

Pendidikan Sekolah Dasar ( S.Pd.SD ).

D. Manfaat Perbaikan

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbang sih bagi

dunia pendidikan dalam upaya meningkatkan aktifitas, keterampilan dan

kemampuan siswa serta prestasi siswa dalam melakukan kegiatan untuk

menunjukan hasil hasil belajar matematika siswa melalui latihan soal

terbimbing pada materi kelipatan dan faktor bilangan.

Hasil yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Bagi Siswa

a. Dapat meningkatkan pemahaman konsep kelipatan dan faktor bilangan

dengan menggunakan metode latihan soal terbimbing.


b. Dapat meningkatkan kemampuan membuktikan hasil kelipatan dan

faktor bilangan.

c. Dapat meningkatkan keaktifan, keterampilan dan prestasi belajar siswa

tentang operasi kelipatan dan faktor bilangan.

2. Bagi guru

Setelah melaksanakan penelitian tindakan kelas guru mendapatkan

pengetahuan, keterampilan dan pengalaman tentang Penelitian Tindakan

Kelas ( PTK ) khususnya penggunaan media serta metode yang tepat

untuk mengajarkan konsep kelipatan dan faktor bilangan. Guru juga

merefleksikan proses kegiatan belajar mengajar untuk mendapatkan solusi

perbaikan pembelajaran dan juga dapat mengkembangkan inovasi

pembelajaran dalam dunia pendidikan.

3. Bagi Institusi / Lembaga

a. Bagi guru SD yang mengajar di kelas tinggi, sebagai masukan dalam

melaksanakan pembelajaran matematika agar dapat menggunakan

metode dan media pembelajaran yang efektif.

b. Bagi sekolah merupakan sumbang sih pemikiran dalam usaha-usaha

yang mengarah pada peningkatan hasil belajar siswa.

c. Bagi kelompok kerja guru, penelitian ini dapat dijadikan bahan kajian

dalam meningkatkan kemampuan professional guru.


BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Hakikat Belajar dan Pembelajaran

1. Hakikat Belajar

a. Menurut Skinner pengertian belajar adalah suatu perilaku. Pada saat

orang belajar, maka responnya menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia

tidak belajar maka responnya menurun.

b. Sedangkan menurut pendapat Bruner (1985) menekankan bahwa setiap

individu pada waktu mengalami atau mengenal peristiwa atau benda di

dalam lingkungannya, menemukan cara untuk menyatakan kembali

peristiwa atau benda tersebut dalam pikirannya. Menurut Bruner

proses belajar dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu :

1). Tahap Enaktif atau Tahap Kegiatan

Tahap anak belajar konsep adalah berhubungan dengan benda-

benda real atau mengalami peristiwa di dunia sekitarnya. Pada

tahap ini anak masih dalam tahap gerak reflek dan coba-coba,

belum harmonis. Ia memanipulasikan, menjejerkan, menyusun,

mengutak-atik, dan bentuk-bentuk gerak lainnya ( serupa dengan

tahapan sensori motor dari peaget )

2). Tahap Ikonik atau Tahap Gambar Bayangan

Pada tahap ini, anak telah mengubah, menandai dan menyimpan

peristiwa atau benda dalam bentuk bayangan mental. Dengan kata

lain anak dapat membayangkan kembali atau memberikan


gambaran dalam pikirannya tentang benda atau peristiwa atau

dikenalnya pada tahapan enaktif.

3). Tahapan Simbolik

Pada tahap terakhir ini anak dapat mengutarakan bayangan mental

tersebut dalam bentuk simbol dan bahasa. Pada tahap ini anak

sudah memahami tahap simbol-simbol dan menjelaskan dengan

bahasanya (serupa dengan operasi konkret dan formal dari peaget).

Jadi menurut pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa belajar

adalah suatu proses perubahan yaitu peribahan tingkah laku sebagai hasil

dari interaksi dengan lingkungannya dalam memenuhi kehidupannya.

Perubahan-perubahan tersebut akan nyata dalam seluruh aspek tingkah

laku.

2. Hakikat Pembelajaran

a. Menurut Hilda Taba dan pandangan Tyler (1985) yang dimaksud

pembelajaran adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan

siswa untuk menjalankan kurikulum yang berisikan tujuan, isi, pola

pembelajaran dan evaluasi. Jadi menurut pandanga Tyler pembelajaran

tidak terbatas hanya proses pembelajaran terhadap satu bahan saja,

melainkan pula diterapkan dalam pembelajaran untuk satu mata

pelajaran atau pembelajaran di suatu sekolah. Agar pembelajaran dapat

berhasil dengan memuaskan maka guru dituntut untuk dapat

menguraikan secara luas dengan memperhatikan langkah-langkah cara


mengembangan kurikulum. Adapun langkah-langkahnya sebagai

berikut :

1). Menentukan Tujuan

Rumusan tujuan dibuat berdasarkan analisis terhadap berbagai

tuntutan, kebutuhan dan harapan. Tujuan dibuat dengan

memperhatikan faktor-faktor kebutuhan siswa dan masyarakat.

2) Menentukan Isi

Isi kurikulum merupakan proses pembelajaran yang berisi materi

atau masalah-masalah yang berhubungan dengan kehidupan yang

perlu dipelajari untuk mencapai tujuan.

3). Merumuskan Kegiatan Pembelajaran

Merumuskan kegiatan pembelajaran mencangkup metode dan

keseluruhan proses pembelajaran yang diperlukan untuk mencapai

tujuan.

4). Mengadakan Evaluasi

Evaluasi digunakan tergantung pada tujuan yang hendak dicapai.

Kegiatan ini sangat penting dalam rangka menghasilkan balikan (

Feed Back ) untuk mengadakan perbaikan.

b. Sedangkan menurut Briggs menjelaskan bahwa pembelajaran adalah

seperangkat peristiwa yang mempengaruhi si pebelajar sedemikian

rupa sehingga si pebelajar itu memperoleh kemudahan dalam

berinteraksi berikutnya dengan lingkungannya ( Tim Pengembangan

MKDK, 1990 : 10 ).
c. Menurut pandangan Gagne (1985) bahwa pembelajaran merupakan

suatu kumplan proses yang bersifat individual, yang merubah stimuli

dari lingkungan seseorang ke dalam sejumlah informasi, yang

selanjutnya dapat menyebabkan hasil belajar.

Jadi menurut pendapat para ahli dapat disimpulkan bahwa

Pembelajaran pada hakekatnya merupakan suatu proses transaksional yang

bersifat timbal balik antara guru dengan siswa, maupun antar siswa,

maupun siswa dengan lingkungan untuk mencapai tujuan yang telah

ditetapkan atau diharapkan.

B. Latihan Soal Terbimbing

1. Pengertian Metode Pembelajaran

Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen yang harus

ada dalam pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara atau tekhnik

yang dilakukan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat

proses pembelajaran berlangsung. Ada Beberapa prinsip yang perlu

diperhatikan dalam penggunaan metode pembelajaran. Prinsip tersebut

terutama berkaitan erat dengan faktor perkembangan, kemampuan siswa

diantaranya :

a. Metode pembelajaran harus memungkinkan dapat membangkitkan rasa

ingin tahu siswa lebih jauh terhadap materi pelajaran.

b. Metode pembelajaran harus memungkinkan dapat memberikan

peluang kepada siswa untuk berekspresi secara kreatif.


c. Metode pembelajaran harus memungkinkan siswa dapat belajar

melalui pemecahan masalah.

d. Metode pembelajaran harus memungkinkan siswa untuk melakukan

penemuan ( berinkuiri ) terhadap suatu topik permasalahan.

Adapun fungsi metode pembelajaran adalah :

a. Sebagai alat atau cara mencapai tujuan pembelajaran,

b. Sebagai gambaran aktivitas yang harus ditempuh oleh siswa dan guru

dalam kegiatan pembelajaran,

c. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan alat penilaian

pembelajaran.

2. Metode Latihan Soal Terbimbing

a. Pengertian Latihan

Menurut Ruseffendi (1980), dalam matematika ada 2 macam

latihan yaitu latihan hafal (Driil) dan latihan praktek. Keduanya berupa

latihan yang tujuannya memperoleh jawaban yangata benar. Latihan hafal

adalah kegiatan yang pada umumnya lisan dan hasilnya berkenaan dengan

kemampuan seseoramg memberikan jawaban yang cepat tentang fakta.

Latihan praktek adalah latihan sejumlah kegiatan, langkah dalam suatu

kegiatan untuk sampai kepada jawaban yang benar.

Di dalam mengingat sejumlah kegiatan langkah dalam

mencari jawaban yang benar atas soal yang di berikan, maka perlu

bimbingan atau bantuan guru. Bimbingan atau bantuan akan di berikan,

jika melihat kesalahan-kesalahan yang di lakukan oleh siswa dalam

mengerjakan soal-soal. Pada saat itu pula guru membantu memperbaikinya


sampai tuntas bahkan jika perlu guru memberikan bantuan sepenuhnya

hingga siswa dapat menyelesaikannya dengan benar dalam mengerjakan

latihan soal-soal yang di berikan. Bantuan atau bimbingan di sini bukan

berarti guru yang menyelesaikan soal, tetapi guru hanya berperan sebagai

motivator untuk memberikan langkah-langkah penyelesaiannya,

sedangkan prosedur soal sepenuhnya di lakukan oleh siswa.

b. Pengertian Bimbingan

Bimbingan menurut sukardi (1993), adalah proses pemberian

bantuan yang di berikan kepada seseorang atau sekelompok orang secara

terus-menerus dan sistematis oleh pembimbing agar individu atau

sekelompok individu menjadi pribadi yang mandiri. Bimbingan di sini

tidak hanya di tujukan untuk satu orang saja, melainkan untuk banyak

orang yang sedang mengalami kesulitan atau masalah. Masalah yang di

hadapi oleh individu di sini boleh jadi merupakan masalah pula

bagi orang lain. Oleh sebab itu perlu di adekan suatu bimbingan

sehingga dapat membantu menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Bimbingan menurut Winkel (1987), adalah sebagai pemberian

bantuan kepada sesorang atau sekelompok orang dalam membuat pilihan-

pilihan secara bijaksana dan dalam mengadakan penyesuaian diri terhadap

tuntutan-tuntutanmhidup.

Unsur-unsur yang terdapat dalam rumusan seperti adanya proses

bantuan, adanya masalah dan adanya tujuan yaitu untuk mencapai

kebahagiaan hidup. Berdasarkan beberapa pengertian bimbingan tersebut

di atas, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa, bimbingan adalah


proses pemberian bantuan secara psikis (kejiwaan) dari seseorang

pembimbing kepada individu atau beberapa individu dalam mengatasi

masalah yang di hadapi agar dapat mengenal dan memahami dirinya, dapat

menyesuaikan dirinya, dapat bertanggung jawab atas keputusannya dan

akhirnya dapat merasakanbkebahagiaanbhidupnya...

c. Pengertian Latihan Soal Terbimbing

Latihan soal terbimbing menurut Syarifuddin (1995), adalah soal

latihan yang di berikan kepada siswa, dalam pelaksanaannya untuk

menentukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut siswa mendapat

bimbingan oleh guru. Dalam penelitian ini bimbingan ini mencakup dua

dimensi, yang pertama yaitu soal-soal di berikan tahapan-tahapan

penyelesaiannya, dan yang kedua yaitu guru memberikan bimbingan

kepada siswa baik secara klasikal maupun individual dalam menjawab

soal-soal latihan yang di berikan.

C. Konsep Pembelajaran Matematika

1. Konsep Matematika Secara Umum

Matematika adalah pengetahuan struktur yang terorganisasikan

teori-teori yang dibuat secara deduktif berdasarkan pada unsur yang tidak

di definisikan, seperti aksioma-aksioma, sifat-sifat atau teori-teori yang

telah dibuktikan kebenarannya. Matematika berfungsi untuk

mengembangkan kemampuan berkomunikasi dengan menggunakan

bilangan dan symbol-simbol serta ketajaman penalaran yang dapat


membantu untuk memperjelas dan menyelesaikan permaslahan dalam

kehidupan sehari-hari.

2. Konsep Matematika di Sekolah Dasar

Matematika sekolah dasar adalah unsur, dan matematika yang di

pilih antara lain dengan pertimbangan atau berorientasi pada pendidikan.

Dengan demikian dalam kegiatan pembelajaran matematika perlu

diusahakan sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, mengkonkretkan

objek-objek matematika yang abstrak agar menjadi mudah dan dapat

dipahami oleh anak.

Menurut teori perkembangan intelektual dari Jean Peaget

menyatakan bahwa kemampuan intelektual anak berkembang secara

bertingkat atau bertahap, yaitu :

a. Sensori motor ( 0 2 tehun )

b. Pra operasional ( 2 7 tahun )

c. Operasional konkret ( 7 11 tahun )

d. Operasional ( 11 tahun )

Sesuai dengan kebutuhan kurikulum, maka operasi hitung yang

akan dibahas oleh penulis adalah operasi hitung kelipatan dan faktor

bilangan. Operasi hitung kelipatan dan faktor bilangan baru diperkenalkan

di sekolah dasar kelas IV ( pada siswa yang masih dalam taraf berfikir

konkret ). Berarti pendekatan yang harus dilakukan harus sesuai dengan

perkembangan mental anak di usia 7 sampai 11 tahun yaitu dengan

menggunakan operasional konkret.


E. Hasil Belajar

Menurut Catharina Tri Anni (2004 : 4), Hasil belajar merupakan

perubahan perilaku yang diperoleh seseorang setelah melakukan aktifitas

belajar. Perolehan aspek-aspek perubahan perilaku tersebut tergantung pada

apa yang di pelajari oleh pembelajar. Hasil belajar adalah hasil yang dicapai

seseorang berupa tingkah laku baru setelah orang itu melakukan kegiatan

belajar (GBPP Kurikulum 1994).

Dari pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya hasil

belajar menggambarkan tingkat penguasaan siswa tentang materi pelajaran

disekolah yang biasanya disebut dengan nilai hasil belajar. Adapun faktor-

faktor yang mempengaruhi hasil belajar sebagai berikut :

1. Faktor intern ( Dalam diri Siswa ) terdiri dari :

a. Faktor Jasmaniah, misalnya : faktor kesehatan dan cacat tubuh.

b. Faktor Psikologis, seperti intelegensi, perhatian, minat, bakat, motif,

kematangan dan kelelahan.

2. Faktor Ekstren ( Dari Luar ) terdiri dari :

a. Faktor keluarga, misalnya : cara orang tua mendidik, relasi antar

anggota keluarga, keadaan ekonomi keluarga, pengertian orangtua dan

latar belakang kebudayaan.

b. Faktor sekolah, misalnya : metode mengajar, kurikulum, relasi guru

dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, dan

metode belajar.

c. Faktor masyarakat, misalnya : kegiatan siswa dalam masyarakat,

media massa, teman bergaul, dan bentuk kehidupan bermasyarakat.


Agar hasil belajar siswa dapat tercapai secara maksimal, maka dalam

kegiatan pembelajaran harus memperhatikan faktor-faktor yang

mempengaruhi hasil belajar.

D. Pemberian penguatan dan bimbingan khusus (motivasi)

(Mulyani Sumantri, Johar Permana; Strategi Belajar Mengajar:

2001 ; Hal 238-241) Memberi penguatan atau reincorcement merupakan

tindakan atau respon terhadap suatu bentuk perilaku yang dapat

mendorong munculnya peningkatan kualitas tingkah laku tersebut disaat

yang lain. Memberi penguatan merupakan tindakan guru dalam

memberikan tanggapan secara positif terhadap perilaku siswa dalam

pembelajaran.

Menggunakan keterampilan member penguatan dalam

pembelajaran, guru bertujuan untuk membangkitkan motivasi belajar

siswa, merangsang siswa berfikir yang baik, menimbulkan perhatian

siswa, menumbuhkan kemampuan berinisiatif secara pribadi,

mengendalikan dan mengubah sikap negatif siswa dalam belajar ke arah

perilaku yang mendukung belajar.

Guru-guru dapat menggunakan jenis-jenis penguatan sebagai

berikut:

(a) Penguatan verbal, yaitu penguatan yang diberikan guru berupa kata-

kata /kalimat ( contohnya bagus, baik, hebat, mengagumkan, kamu cerdas,

kamu pintar, setuju, ya, betul, tepat, dan sebagainya), (b) penguatan

gestural, yaitu penguatan berupa gerak tubuh atau mimik muka yang
member arti/kesan baik kepada siswa (contohnya tepuk tangan, acungan

jempol, anggukan, tersenyum, dan sebagainya), (c) penguatan dengan cara

mendekati (dilakukan pada saat siswa menjawab pertanyaan,bertanya,

diskusi), (d) penguatan dengan cara sambutan (menepuk pundak siswa,

menjabat tangan, mengusap rambut, mengangkat tangan siswa), (e)

memberikan kegiatan /penghargaan menyenagkan (sebagai tutor sebaya,

kesempatan melatih temannya), (f) berupa tanda atau benda (komentar

tertulis, hadiah, piagam, lencana)

Adapun prinsip-prinsip penguatan, antara lain: (a) dilakukan

dengan hangat dan semangat, (b) memberikan kesan positif kepada siswa,

(c) berdampak pada periaku positif, (d) dapat bersifat pribadi atau

kelompok, (e) hindari penggunaan respon negative.

Pemberian motivasi belajar dalam proses perbaikan pembelajaran

dijelaskan oleh Hull (1943) sebagai dorongan untuk memenuhi atau

memuaskan kebutuhan agar tetap hidup. Dalam konteks pembelajaran,

maka kebutuhan tersebut berhubungan dengan kebutuhan untuk belajar.

Terori behaviorisme menjelaskan motivasi sebagai fungsi rangsangan

(stimulus) dan respon, sedangkan apabila dikaji mengguanakan teori

kognisi, motivasi merupakan fungsi dinamika psikologi yang lebih rumit,

melibatkan kerangka berfikir siswa terhadap berbagai aspek perilaku.

Hubungan antara motivasi siswa dengan pembelajaran, yaitu :

pertama, tedapat hubungan antara tingkat motivasi belajar dan hasil

belajar, terhadap hasil belajar selanjutnya (Mece & Blumentfeld, 1987).

Tingkat motivasi belajar cenderung berkorelasi positif dengan hasil


belajar, seamakin kuat/tinggi motivasi belajar, semakin baik hasil belajar

siswa; kedua, terdapat interaksi anatara cara mengajar guru dengan pola

motivasi belajar siswa, yang selanjutnya berpengaruh pula pada hasil

belajar (Mece & Blumenfeld, 1987). Cara guru mengajar yang menarik,

menantang siswa berpikir dan berperan aktif akan mempenngaruhi

motivasi belajar siswa secara positif; ketiga, guru dapat mengubah

(meningkatkan) motivasi belajar siswa (Ames & Archer, 1987), dengan

pengertian guru dapat melakukan tindakan tertentu di dalam kelas untuk

meningkatkan motivasi belajar siswa.

Dengan merujuk teori-teori di atas, penulis mempunyai alasan

untuk melaksankan perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran

Matematika penulis menggunakan metode demonstrasi dan diskusi,

menggunakan alat peraga yang tepat serta memberikan bimbingan khusus

pada siswa yang mengalami kesulitan belajar. Dimana tidak semua siswa

mencapai keberhasilan dalam proses pembelajaran, maka siswa yang

belum tuntas perlu bimbingan khusus dan pemberian penguatan oleh guru

untuk memotivasi belajar siswa menuju hasil yang optimal.

E. Materi Kelipatan dan Faktor Bilangan

Dalam konsep kelipatan dan faktor dipelajari pengertian dan menentukan

kelipatan dan faktor suatu bilangan.

a. Kelipatan dan faktor suatu bilangan

1) Kelipatan suatu bilangan

Kelipatan suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang merupakan hasil

perkalian suatu bilangan dengan bilangan asli (1, 2, 3,.)


Contoh 1

Kelipatan 2 = 2, 4, 6, 8,

Contoh 2

Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12,

2) Faktor suatu bilangan

Faktor suatu bilangan adalah bilangan-bilangan yang membagi habis

bilangan tersebut, termasuk bilangan itu sendiri atau unsur dari suatu hasil

perkalian.

Contoh : Faktor dari 6 adalah = 1, 2, 3, dan 6

b. Kelipatan dan Faktor persekutuan bilangan

1) Kelipatan persekutuan

Bilangan yang merupakan kelipatan dua bilangan atau lebih disebut

kelipatan persekutuan dari bilangan tersebut.

Contoh 1

Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3

Kelipatan 2 = 2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24, 26,

Kelipatan 3 = 3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24, 27,.

Kelipatan persekutuan dari 2 dan 3 adalah 6, 12, 18, 24,

Contoh 2

Kelipatan persekutuan dari 4, 6, dan 8

Kelipatan 4 = 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56,

Kelipatan 6 = 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,

Kelipatan 8 = 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64,.

Kelipatan persekutuan dari 4, 6 dan 8 adalah 24, 48,.


2) Faktor persekutuan

Bilangan yang merupakan faktor dari dua bilangan atau lebih disebut

faktor persekutuan.

Contoh:

12 buah jeruk dan 18 buah apel akan dimasukan kedalam keranjang

dengan banyak setiap jenis buah tersebut adalah sama.

Kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi yaitu:

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, dan 12

Faktor dari 18 = 1, 2, 3, 6, 9 dan 18

Faktor persekutuan dari 12 dan 18 adalah 1, 2, 3, dan 6.

c. Bilangan Prima

1) Mengenal Bilangan Prima

Bilangan adalah suatu ide, sifatnya abstrak. Bilangan bukan simbol atau

lambang, bilangan memberikan keterangan mengenai benyaknya anggota

suatu himpunan. Untuk membedakan bilangan satu dengan yang lainnya

diperlukan nama.

Perhatikan bilangan-bilangan berikut ini :

2=2x13=3x15=5x1

7 = 7 x 1 11 = 11 x 1

Dari perkalian-perkalian diatas terlihat bahwa bilangan 2, 3, 5, 7, dan 11

hanya memiliki dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu sendiri.

Bilangan yang hanya mempunyai dua faktor yaitu 1 dan bilangan itu

sendiri disebut bilangan prima. Bilangan 1 tidak termasuk bilangan prima,

karena hanya memiliki satu faktor, yaitu satu.


2) Menentukan faktor prima suatu bilangan dengan mengunakan pohon

faktor.

Untuk menentukan faktor prima suatu bilangan dapat menggunakan pohon

faktor yaitu dengan cara :

a. Bilangan yang akan dicari faktornya dibagi dengan bilangan prima.

b. Bila hasil pembagian tersebut masih bisa dibagi dengan bilangan prima,

maka harus dibagi lagi sampai akhirnya berupa bilangan prima.

Contoh:

30
2 15
3 5
Gambar Pohon Faktor Bilangan Prima

30 = 2 x 3 x 5

d. Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) dan Kelipatan Persekutuan Terkecil

(KPK).

1) Menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan.

Untuk menentukan FPB dan KPK dari dua bilangan langkah-langkahnya

yaitu:

a) Mencari faktor dan kelipatan dari masing-masing bilangan

b) Mencari faktor persekutuan dan kelipatan persekutuan dari kedua

bilangan, maka bilangan paling besar diantara faktor persekutuan

merupakan FPB sedangkan bilangan yang paling kecil dari kelipatan

persekutuan merupakan KPK dari dua bilangan tersebut.


Contoh:

Menentukan FPB 8 dan 12 dengan membagi benda pada suatu tempat

yang jumlahnya sama.

Faktor dari 12 = 1, 2, 3, 4, 6, dan 12

Faktor dari 8 = 1, 2, 4, dan 8

Faktor persekutuan dari 12 dan 8 adalah 1, 2, dan 4.

Jadi FPB dari 8 dan 12 adalah 4

Contoh menentukan KPK dari 8 dan 12

Kelipatan 8 = 8, 16, 24, 32, 40, 48,.

Kelipatan 12 = 12, 24, 36, 48,..

Kelipatan persekutuan dari 8 dan 12 adalah 24, 48,.

Jadi KPK dari 8 dan 12 adalah 24

3) Menentukan KPK dan FPB dengan menggunakan faktor prima

Untuk menentukan KPK dan FPB dengan menggunakan faktor prima

menggunakan langkah-langkah:

a) Setiap bilangan diuraikan menjadi perkalian faktor-faktor primanya.

b) KPK dapat ditentukan dari perkalian semua faktor yang ada. Jika ada

faktor yang sama pilihlah pangkatnya yang terbesar sedangkan FPB dapat

ditentukan dari perkalian semua faktor yang ada. Jika ada faktor yang

sama pilihlah yang pangkatnya terkecil.


BAB III
PELAKSANAAN PENELITIAN

A. Subjek, Tempat, dan Waktu Penelitian

1. Tempat Penelitian

Penelitian Tindakan Kelas dilaksanakan di kelas IV SD Negeri

Mokaha 01 kecamatan Jatinegara Kabupaten Tegal. Kelas tersebut sebagai

subjek penelitian karena penulis adalah guru kelas IV SD Negeri Mokaha

01 sesuai dengan makna PTK, yaitu PTK merupakan perbaikan

pembelajaran di lingkungan sendiri guna meningkatkan hasil belajar siswa.

2. Pelaksanaan penelitian

Pada pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas akan diadakan dalam

tiga tahap atau tiga siklus. Yaitu pelaksanaan akan diadakan pada:

Siklus I

Hari Sabtu, 22 September 2012

Siklus II

Hari Sabtu, 29 September 2012

Siklus III

Hari Sabtu, 06 Oktober 2012

3. Waktu penelitian

Waktu yang digunakan pada Penelitian Tindakan kelas

pelaksanaan Hari Waktu


Siklus I Sabtu 07.15 - 09.15
Siklus II Sabtu 07.15 09.15
Siklus III Sabtu 07.15 09.15
4. Karakteristik Siswa

Siswa kelas IV SD Negeri Mokaha 01, Kecamatan Jatinegara,

kabupaten Tegal berjumlah 39 siswa, terdiri dari 23 siswa laki-laki dan 16

siswa perempuan. Sebagian orang tua siswa bekerja sebagai buruh,

sebagian pedagang di Jakarta( merantau ) karyawan, dan petani. Tempat

tinggal mereka berada di tengah-tengah perkampungan.

Kemampuan siswa kebanyakan sedang-sedang saja, ada 4 siswa

yang menonjol, 4 siswa yang mengalami keterlambatan kecerdasan.Siswa

yang mengalami keterlambatan kecerdasan tetap mendapat pelayanan

pendidikan dan diberikan bimbingan khusus.

Siswa kelas IV selalu menjunjung kerukunan dan kebersamaan

dengan teman-temannya, sehingga kondisi kelas sangat kondusif baik di

dalam maupun di luar kelas.

B. Deskripsi Per Siklus

Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan dengan langkah-langkah sebagai

berikut :

1. Pelaksanaan Siklus I

Siklus I dilaksanakan dalam satu kali pertemuan dengan tahapan

sebagai berikut :

a. Perencanaan Perbaikan Pembelajaran

Perencanaan merupakan refleksi awal berdasarkan studi awal

pendahuluan. Adapun perencanaannya sebagai berikut :


1). Membuat rencana perbaikan pembelajaran matematika tentang

operasi hitung kelipatan dan faktor bilangan dengan menggunakan

metode latihan soal terbimbing untuk meningkatkan aktifitas,

keterampilan serta kemampuan siswa menguasai materi

pembelajaran.

Adapun langkah-langkah perbaikan pembelajaran sebagai berikut :

a). Secara klasikal siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang

kelipatan dan faktor bilangan.

b). Guru menjelaskan cara mencari kelipatan dan faktor bilangan

di papan tulis.

c). Siswa mengamati penjelasan yang dilakukan oleh guru tentang

cara mencari kelipatan dan faktor bilangan, kemudian

dilakukan tanya jawab.

d). Siswa memperagakan cara mencari kelipatan dan faktor

bilangan.

e). Melalui bimbingan guru siswa dapat menyimpulkan materi

yang telah dipelajari.

f). Dengan bimbingan guru, secara individu siswa mengerjakan

soal-soal latihan yang diberikan oleh guru tentang kelipatan

dan faktor bilangan.

b. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

Pada pelaksanaan perbaikan pembelajaran siklus I peneliti

menggunakan strategi pembelajaran dengan cara memberikan latihan


soal terbimbing untuk memahami konsep operasi hitung kelipatan dan

faktor bilangan.

1). Secara klasikal siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang

kelipatan dan faktor bilangan.

2). Guru mendemonstrasikan cara mencari kelipatan dan faktor

bilangan dengan menggunakan media kelereng.

3). Siswa mengamati demonstrasi yang dilakukan oleh guru tentang

cara mencari kelipatan dan faktor bilangan dengan menggunakan

kelereng, kemudian dilakukan tanya jawab.

4). Siswa memperagakan cara mencari kelipatan dan faktor bilangan

dengan menggunakan media kelereng

5). Melalui bimbingan guru siswa dapat menyimpulkan materi yang

telah dipelajari.

6). Secara individu siswa mengerjakan soal-soal latihan yang

diberikan oleh guru tentang kelipatan dan faktor bilangan.

c. Pengamatan Perbaikan Pembelajaran

Tahap pengamatan dilakukan bersama dengan pelaksanaan

perbaikan.Dalam tahap ini juga dilakukan pengumpulan data-data

tentang aktifitas siswa dan kegiatan yang dilakukan oleh

guru.Pengamatan dilakukan oleh guru.Pengamatan dilakukan oleh

teman sejawat, untuk membantu pengamatan dalam pelaksanaan

dengan mengamati dan menganalisa lembar pengamatan yang dibuat

bersama-sama antara peneliti dan pengamat.


Pada siklus I aktifitas pembelajaran yang mengalami

peningkatan dan penggunaan alat peraga. Metode ceramah dan tanya

jawab masih monoton karena siswa masih terlihat pasif, tidak terlihat

langsung dalam proses pembelajaran. Pada kegiatan pembelajaran

siklus I belum ada kemajuan pada materi kelipatan dan faktor

bilangan, sehingga siswa kurang antusias dan termotivasi dalam proses

pembelajaran.

Berdasarkan data pengamatan hasil tes formatif pada siklus I

mengalami adanya kekurangan. Dari data 23 siswa yang mendapat

nilai tuntas ada 14 siswa atau 61 %, sedangkan yang belum tuntas ada

39 % dengan nilai rata-rata 65,65. Nilai terendah yang diperoleh siswa

adalah 40 dan nilai tertinggi adalah 90.

d. Refleksi

Refleksi bertujuan melakukan perubahan atau penyempurnaan

terhadap data yang diperoleh atau upaya untuk mengkaji apa yang

terjadi dari upaya sebelumnya. Hasil refleksi dijadikan acuan untuk

tindakan perbaikan pembelajaran selanjutnya bila dalam pelaksanaan

tindakan itu dirasakan tidak memuaskan atau belum memenuhi

harapan semula.

Pada perbaikan pembelajaran siklus I, terdapat kelebihan dan

kelemahan, diantaranya

Kelebihan perbaikan pembelajaran siklus I :


1). Dengan menggunakan alat peraga gambar pada materi pokok

kelipatan dan faktor bilangan sebagian siswa sudah memahami

materi pelajaran dan aktifitas belajar meningkat.

2). Dengan pemberian motivasi kepada siswa, dimana siswa

bersemangat dalam belajar.

3). Prestasi belajar siswa meningkat. Hal ini terbukti dari ketuntasan

belajar sebelum perbaikan pembelajaran yang sudah tuntas ada 12

siswa atau 48 % dengan nilai rata-rata 62,06, setelah diadakan

perbaikan pembelajaran siklus I meningkat menjadi 14 siswa atau

61 % dengan nilai rata-rata 65,65.

Kelemahan perbaikan pembelajaran siklus I :

1). Masih ada 9 siswa atau 39 % belum tuntas karena belum

mamahami konsep pada materi kelipatan dan faktor bilangan.

2). Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal evaluasi.

3). Aktifitas pembelajaran masih didominasi oleh guru.

4). Sebagian siswa masih terlalu pasif, karena kurang berani bertanya.

Melihat hasil pembelajaran yang diperoleh pada siklus I belum

mencapai ketuntasan hasil belajar yang diharapkan, maka perlu di

lanjutkan pada siklus II.

2. Pelaksanaan Siklus II

a. Perencanaan Perbaikan Pembelajaran

Setelah perbaikan pembelajaran siklus I ditemukan beberapa

masalah yang timbul dalam kegiatan pembelajaran. Masalah ini


diantaranya hasil siswa yang belum mencapai target yang telah

ditentukan yaitu 85 % memperoleh nilai KKM yaitu 65. Berdasarkan

hasil diskusi dengan teman sejawat untuk merencanakan perbaikan

pembelajaran siklus II yang megacu pada siklus I, adapun

perbedaannya adalah pada siklus II peneliti lebih menekankan pada

metode demonstrasi alat peraga kelereng dan metode latihan / drill

soal-soal untuk menambah pemahaman siswa tentang konsep media

kelereng pada kelipatan dan faktor bilangan.

b. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

Pada dasarnya pelaksanaan perbaikan pada siklus I

melaksanakan rencana perbaikan pembelajaran (RPP), hanya pada

siklus II ini penulis atas saran dasil diskusi dengan teman sejawat

peneliti lebih menekankan pada metode demonstrasi alat peraga

kelereng dan metode latihan / drill soal-soal

Pada siklus ini, peneliti melakukan tahap-tahap sebagai berikut :

a). Secara klasikal siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang

kelipatan dan faktor bilangan.

b). Guru menjelaskan cara mencari kelipatan dan faktor bilangan

di papan tulis.

c). Siswa mengamati penjelasan yang dilakukan oleh guru tentang

cara mencari kelipatan dan faktor bilangan, kemudian

dilakukan tanya jawab.

d). Siswa memperagakan cara mencari kelipatan dan faktor

bilangan.
e). Melalui bimbingan guru siswa dapat menyimpulkan materi

yang telah dipelajari.

f). Dengan bimbingan guru, secara individu siswa mengerjakan

soal-soal latihan yang diberikan oleh guru tentang kelipatan

dan faktor bilangan.

c. Pengamatan Perbaikan Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamatan dengan teman sejawat pada

siklus II ditemukan perbaikan-perbaikan pembelajaran masih

mengoptimalkan aktifitas-aktifitas pembelajaran yang belum tercapai

pada siklus, diantaranya pembahasan materi pembelajaran dan

pengaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga sudah

menerapkan metode yang bervariasi sehingga terjadi interaksi antara

guru dan siswa atau siswa dengan siswa, sehingga suasana kelas

semakin hidup dan antusias dalam menerima materi pelajaran.

Motivasi belajar siswa semakin meningkat dikarenakan guru

dalam menyampaikan materi dengan jelas dan runtut disertai

penggunaan media pembelajaran yang menarik, dan bimbingan guru

terhadap siswa yang mengalami kesulitan dilakukan dengan sabar dan

telaten.Dengan demikian adanya aktifitas-aktifitas pembelajaran

membawa dampak yang baik didalam pencapaian hasil belajar

siswa.Hal ini dapat dilihat pada hasil tes formatif pada siklus II. Siswa

yang sudah mendapat nilai tuntas sesuai dengan KKM yaitu 65 ada 20

siswa atau 87 % dan siswa yang belum tuntas ada 3 siswa atau 13 % ,
nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 100 sedangkan nilai

terendah adalah 50.

d. Refleksi

Refleksi bertujuan melakukan perubahan atau penyempurnaan

terhadap data yang diperoleh atau upaya untuk mengkaji apa yang

terjadi dari upaya sebelumnya. Hasil refleksi dijadikan acuan untuk

tindakan perbaikan pembelajaran selanjutnya bila dalam pelaksanaan

tindakan itu dirasakan sudah sangat memuaskan.

Pada perbaikan pembelajaran siklus II, terdapat kelebihan dan

kelemahan, diantaranya

Kelebihan perbaikan pembelajaran siklus II :

1). Dengan menggunakan alat peraga gambar pada materi pokok

kelipatan dan faktor bilangan sebagian siswa sudah memahami

materi pelajaran dan aktifitas belajar meningkat.

2). Dengan pemberian motivasi kepada siswa, dimana siswa

bersemangat dalam belajar.

3). Prestasi belajar siswa meningkat. Hal ini terbukti dari ketuntasan

belajar sebelum perbaikan pembelajaran yang sudah tuntas ada 12

siswa atau 48 % dengan nilai rata-rata 62,06, setelah diadakan

perbaikan pembelajaran siklus II meningkat menjadi 14 siswa atau

61 % dengan nilai rata-rata 65,65.

Kelemahan perbaikan pembelajaran siklus II :

1). Masih ada 9 siswa atau 39 % belum tuntas karena belum

mamahami konsep pada materi kelipatan dan faktor bilangan.


2). Siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal evaluasi.

3). Aktifitas pembelajaran masih didominasi oleh guru.

4). Sebagian siswa masih terlalu pasif, karena kurang berani bertanya.

Melihat hasil pembelajaran yang diperoleh pada siklus I belum

mencapai ketuntasan hasil belajar yang diharapkan, maka perlu di

lanjutkan pada siklus II.

3. Pelaksanaan Siklus III

a. Perencanaan Perbaikan Pembelajaran

Setelah perbaikan pembelajaran siklus II ditemukan beberapa

masalah yang timbul dalam kegiatan pembelajaran. Masalah ini

diantaranya hasil siswa yang belum mencapai target yang telah

ditentukan yaitu 85 % memperoleh nilai KKM yaitu 65. Berdasarkan

hasil diskusi dengan teman sejawat untuk merencanakan perbaikan

pembelajaran siklus III yang mengacu pada siklus II, adapun

perbedaannya adalah pada siklus III peneliti lebih menekankan pada

metode latihan / drill soal-soal untuk menambah pemahaman siswa

tentang konsep kelipatan dan faktor bilangan.

b. Pelaksanaan Perbaikan Pembelajaran

Pada dasarnya pelaksanaan perbaikan pada siklus III

melaksanakan rencana perbaikan pembelajaran (RPP), hanya pada

siklus III ini penulis atas saran hasil diskusi dengan teman sejawat

peneliti lebih menekankan pada metode latihan / drill soal-soal.

Pada siklus ini, peneliti melakukan tahap-tahap sebagai berikut :


a). Secara klasikal siswa dan guru melakukan tanya jawab tentang

kelipatan dan faktor bilangan.

b). Guru menjelaskan cara mencari kelipatan dan faktor bilangan

di papan tulis.

c). Siswa mengamati penjelasan yang dilakukan oleh guru tentang

cara mencari kelipatan dan faktor bilangan, kemudian

dilakukan tanya jawab.

d). Siswa memperagakan cara mencari kelipatan dan faktor

bilangan.

e). Melalui bimbingan guru siswa dapat menyimpulkan materi

yang telah dipelajari.

f). Dengan bimbingan guru, secara individu siswa mengerjakan

soal-soal latihan yang diberikan oleh guru tentang kelipatan

dan faktor bilangan.

c. Pengamatan Perbaikan Pembelajaran

Berdasarkan hasil pengamatan dengan teman sejawat pada

siklus III ditemukan perbaikan-perbaikan pembelajaran masih

mengoptimalkan aktifitas-aktifitas pembelajaran yang belum tercapai

pada siklus, diantaranya pembahasan materi pembelajaran dan

pengaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga sudah

menerapkan metode yang bervariasi sehingga terjadi interaksi antara

guru dan siswa atau siswa dengan siswa, sehingga suasana kelas

semakin hidup dan antusias dalam menerima materi pelajaran.


Motivasi belajar siswa semakin meningkat dikarenakan guru

dalam menyampaikan materi dengan jelas dan runtut disertai

penggunaan media pembelajaran yang menarik, dan bimbingan guru

terhadap siswa yang mengalami kesulitan dilakukan dengan sabar dan

telaten.Dengan demikian adanya aktifitas-aktifitas pembelajaran

membawa dampak yang baik didalam pencapaian hasil belajar

siswa.Hal ini dapat dilihat pada hasil tes formatif pada siklus III. Siswa

yang sudah mendapat nilai tuntas sesuai dengan KKM yaitu 65 ada 20

siswa atau 87 % dan siswa yang belum tuntas ada 3 siswa atau 13 % ,

nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 100 sedangkan nilai

terendah adalah 50.

d. Refleksi

Refleksi bertujuan melakukan perubahan atau penyempurnaan

terhadap data yang diperoleh atau upaya untuk mengkaji apa yang

terjadi dari upaya sebelumnya. Hasil refleksi dijadikan acuan untuk

tindakan perbaikan pembelajaran selanjutnya bila dalam pelaksanaan

tindakan itu dirasakan sudah sangat memuaskan.

Pada perbaikan pembelajaran siklus III, terdapat kelebihan dan

kelemahan, diantaranya

Kelebihan perbaikan pembelajaran siklus III :

1). Dengan menggunakan alat peraga gambar pada materi pokok

kelipatan dan faktor bilangan sebagian siswa sudah memahami

materi pelajaran dan aktifitas belajar meningkat.


2). Dengan pemberian motivasi kepada siswa, dimana siswa

bersemangat dalam belajar.

3). Prestasi belajar siswa semakin meningkat. Hal ini terbukti dari

ketuntasan belajar sebelum perbaikan pembelajaran yang sudah

tuntas ada 12 siswa atau 48 % dengan nilai rata-rata 62,06, setelah

diadakan perbaikan pembelajaran siklus I meningkat menjadi 14

siswa atau 61 % dengan nilai rata-rata 65,65. Sedang pada siklus II

meningkat lagi menjadi 20 siswa atau 87 % dengan nilai rata-rata

72,17 dan pada siklus III meningkat lagi menjadi .

Kelemahan perbaikan pembelajaran siklus III :

1). Masih ada 3 siswa atau 13 % sehingga perlu dilakukan bimbingan

khusus.

Melihat hasil pembelajaran yang diperoleh pada siklus III

sudah memuaskan, dengan demikian perbaikan pembelajaran

siklus III dianggap berhasil dan tidak perlu dilanjutkan ke siklus

berikutnya, namun perlu dilakukan bimbingan khusus atau

tersendiri terhadap siswa yang belum berhasil dalam pembelajaran.


BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Per Siklus

Setelah penulis merencanakan dan melaksanakan Penelitian Tindakan

kelas (PTK). Ternyata setelah dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui

tiag siklus ada peningkatan nilai prestasi siswa. Peningkatan tersebut

disebabkan penggunaan media pembelajaran yang menarik perhatian siswa.

Berikut ini kami sajikan hasil perbaikan pembelajaran dalam setiap

siklusnya, yaitu sebagai berikut :

1. Siklus I

Hasil tes formatif pada siklus I penulis sajikan dari hasil tes ulangan harian

data awal sebelum perbaikan, sebagai berikut :

a. Siswa yang sudah tuntas sebanyak 16 siswa atau 41 % dari 39 siswa,

b. Siswa yang belum tuntas sebanyak 23 siswa atau 59 % dari 27 siswa,

c. Nilai tertinggi 80, sedangkan nilai terendah 40

d. Nilai rata-rata mencapai 60

Berdasarkan data di atas, berikut ini penulis sajikan dalam bentuk tabel

dan diagram batang hasil ulangan formatif siklus I.


TABEL HASIL ULANGAN AKHIR
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS I

No Nilai ( X ) Banyak Siswa ( Y ) Jumlah ( X . Y )


1 40 4 160
2 50 12 600
3 60 7 420
4 70 12 840
5 80 4 320
Jumlah 39 2340
Rata rata 60

Dari table di atas dapat penulis sajikan dalam bentuk diagram batang,

sebagai berikut :

DIAGRAM BATANG NILAI ULANGAN FORMATIF

MATA PELAJARAN MATEMATIKA

SIKLUS I

14
12
10
8
6
4
2
0
Nilai 40 NilI 50 Nilai 60 Nilai 70 Nilai 80
2. Siklus II

Penelitian tindakan kelas untuk siklus II. Kegiatan yang

dilaksanakan adalah membahas tentang kelipatan dan faktor bilangan. Hal

ini siswa dilatih secara mandiri untuk menemukan hasil kelipatan dan

faktor suatu bilangan.

Dari hasil tes formatif siklus II diperoleh data sebagai berikut :

a. Siswa yang sudah tuntas pada perbaikan pembelajaran siklus II

sebanyak 23 siswa atau 59 % dari 39 siswa,

b. Siswa yang belum tuntas pada perbaikan pembelajaran siklus II

sebanyak 16 siswa atau 41 % dari 39 siswa,

c. Nilai tertinggi 90, sedangkan nilai terendah 40,

d. Nilai rata-rata mencapai 66.66

Berdasarkan data di atas, berikut ini penulis sajikan dalam bentuk

table dan diagram batang hasil perbaikan pembelajaran siklus II :

TABEL HASIL ULANGAN AKHIR


PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS II

No Nilai ( X ) Banyak Siswa ( Y ) Jumlah ( X . Y )


1 40 3 120
2 50 7 350
3 60 6 360
4 70 10 700
5 80 10 800
6 90 3 270
Jumlah 39 2600
Rata rata 66,66
Dari table di atas dapat penulis sajikan dalam bentuk diagram

batang, sebagai berikut :

DIAGRAM BATANG NILAI ULANGAN FORMATIF


MATA PELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS II
12

10

0
Nilai 40 Nilai 50 Nilai 60 Nilai 70 Nilai 80 Nilai 90

3. Siklus III

Penelitian tindakan kelas untuk siklus III. Kegiatan yang dilaksanakan

adalah membahas tentang kelipatan dan faktor bilangan dengan

menggunakan media kelereng. Hal ini siswa dilatih secara mandiri untuk

menemukan hasil kelipatan dan faktor bilangan.

Dari hasil tes formatif siklus I diperoleh data sebagai berikut :

a. Siswa yang sudah tuntas pada perbaikan pembelajaran siklus II

sebanyak 35 siswa atau 89 % dari 39 siswa,

b. Siswa yang belum tuntas pada perbaikan pembelajaran siklus II

sebanyak 4 siswa atau 10 % dari 39 siswa,


c. Nilai tertinggi 100, sedangkan nilai terendah 50,

d. Nilai rata-rata mencapai 74,87.

Berdasarkan data di atas, berikut ini penulis sajikan dalam bentuk

table dan diagram batang hasil perbaikan pembelajaran siklus III.

TABEL HASIL ULANGAN AKHIR


PEMBELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS III

No Nilai ( X ) Banyak Siswa ( Y ) Jumlah ( X . Y )


1 50 1 50
2 60 3 180
3 70 18 1260
4 80 12 960
5 90 3 270
6 100 2 200
Jumlah 39 2920
Rata rata 74,87

Dari table di atas dapat penulis sajikan dalam bentuk diagram

batang, sebagai berikut :


DIAGRAM BATANG NILAI ULANGAN FORMATIF
MATA PELAJARAN MATEMATIKA
SIKLUS III
20
18
16
14
12
10
8
6
4
2
0
Nilai 50 Nilai 60 Nilai 70 Nilai 80 Nilai 90 Nilai 100

B. Pembahasan Hasil Dari Setiap Siklus

Untuk memperjelas pembahasan hasil perbaikan pembelajaran setiap

siklusnya penulis sajikan tabel dalam bentuk komulatif yaitu siklus I, siklus II

dan siklus III sebagai berikut :

Siklus I Siklus II Siklus III


No Nilai (X) Banyak Jumlah Banyak Jumlah Banyak Jumlah
(Y) (X.Y) (Y) (X.Y) (Y) (X.Y)
1 40 4 160 3 120 0 0
2 50 12 600 7 350 1 50
3 60 7 420 6 360 3 180
4 70 12 840 10 700 18 1260
5 80 4 320 10 800 12 960
6 90 0 0 3 270 3 270
7 100 0 0 0 0 2 200
Jumlah 39 2340 39 2600 39 2920
Rata-Rata 60 66,66 74,87
1. Siklus I

Pada siklus I penulis menggunakan data awal yaitu nilai ulangan

formatif harian, dari data 39 siswa, 16 siswa sudah tuntas dan ada 23 siswa

belum tuntas, dengan rata-rata hanya 60, nilai tertinggi 80 dan nilai

terendah 40. Dengan kondisi seperti ini pembelajaran matematika

khususnya materi kelipatan dan faktor bilangan hasilnya kurang

memuaskan, karena guru dalam pembelajaran hanya menggunakan metode

ceramah saja atau penjelasan tidak menggunakan alat peraga, sehingga

siswa tidak memahami konsep kelipatan dan faktor bilangan

2. Siklus II

Pada kegiatan perbaikan pembelajaran siklus II dilihat dari

perolehan hasil ulangan tes formatif dari 39 siswa, 23 siswa sudah tuntas

dan ada 16 siswa yang belum tuntas belajar, dengan rata-rata mencapai

66,66, nilai tertinggi 90 dan nilai terendah 40. Dengan modus ini berarti

merupakan hasil yang sudah cukup baik, maka dalam perbaikan

pembelajaran siklus I yang perlu ditekankan dalam proses pembelajaran

menggunakan metode dan alat peraga yang sesuai dengan materi

pembelajaran. Contohnya pada pembelajaran matematika dengan materi

pokok kelipatan dan faktor bilangan, dengan menerapkan metode latihan

soal terbimbing sangat nampak pada akhir pembelajaran terjadi

peningkatan dibandingkan dengan mengajar hanya menggunakan ceramah

saja tanpa menggunakan media pembelajaran. Tentunya dalam proses


pembelajaran siswa dilibatkan, segala sesuatunya siswa lebih banyak

berperan dan aktif dalam proses pembelajaran dan guru hanya sebagai

fasilitator saja.

Dalam perbaikan pembelajaran siklus II masih terdapat 16 siswa

yang belum menguasai, memahami dan menjawab pertanyaan serta nilai

ulangan belum tuntas. Hal ini disebabkan guru belum maksimal dalam

melaksanakan perbaikan pembelajaran yang telah dilaksanakan seperti

penggunaaan alat peraga masih belum maksimal, kurang memberikan

bimbingan dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini akan menjadi

perhatian yang serius dalam kegiatan perbaikan pembelajaran siklus III.

3. Siklus III

Kekurangan dan kelemahan dalam proses perbaikan pada siklus III

mendorong guru untuk lebih mengoptimalkan aktifitas-aktifitas

pembelajaran yang belum tercapai diantaranya pembahasan materi

pembelajaran dan pengaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Hal ini

terlihat pada siklus III interaksi timbal balik antara guru dan siswa maupun

siswa dengan siswa sudah terlihat. Interaksi seperti ini terjadi karena guru

sudah menerapkan metode bervariasi yaitu metode latihan soal terbimbing

dan dikolaborasikan dengan metode tanya jawab.

Motivasi belajar siswa semakin meningkat karena dalam

pembelajaran guru menyampaikan materi dengan jelas dan runtut disertai

dengan penggunaan media pembelajaran yang cukup menarik siswa untuk

aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dengan adanya peningkatan


aktifitas-aktifitas dalam proses pembelajaran membawa efek yang positif

dalam pencapaian prestasi siswa. Berdasarkan data yang diperoleh melalui

tes formatif adanya peningkatan yang sangat memuaskan. Dari data 39

siswa yang mendapat nilai tuntas ada 35 siswa atau 90 % dan siswa yang

belum tuntas ada 4 siswa atau 10 %, dengan rata-rata mencapai 74,87, nilai

tertinggi 100 dan nilai terendah 50. Dengan demikian perbaikan

pembelajaran siklus III dianggap berhasil dan tidak perlu dilanjutkan ke

siklus selanjutnya hanya perlu bimbingan khusus terhadap 4 siswa yang

belum tuntas dalam pembelajaran kelipatan dan faktor bilangan.

4. Deskripsi Temuan

Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran mulai dari siklus I,

siklus II dan siklus III ternyata terjadi kenaikan aktifitas dan hasil belajar

siswa pada setiap siklusnya. Keberhasilan proses perbaikan pembelajaran

pada setiap siklus penulis dalam mengajar menggunakan metode latihan

terbimbing serta media gambar pada materi pembelajaran kelipatan dan

faktor bilangan.

Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen yang harus

ada dalam pembelajaran. Metode pembelajaran adalah cara atau teknik

yang dilakukan guru dalam melakukan interaksi dengan siswa pada saat

proses pembelajaran berlangsung.

Latihan soal terbimbing menurut Syarifuddin (1995), adalah soal

latihan yang di berikan kepada siswa, dalam pelaksanaannya untuk

menentukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut siswa mendapat


bimbingan oleh guru. Dalam penelitian ini bimbingan ini mencakup dua

dimensi, yang pertama yaitu soal-soal di berikan tahapan-tahapan

penyelesaiannya, dan yang kedua yaitu guru memberikan bimbingan

kepada siswa baik secara klasikal maupun individual dalam menjawab

soal-soal latihan yang di berikan.

Dengan mempedulikan batasan metode latihan soal terbimbing

seperti dikemukakan oleh Syarifuddin, maka dapat disimpulkan bahwa

metode latihan soal terbimbing merupakan format interaksi belajar

mengajar yang sengaja memberikan latihan soal-soal kepada para siswa,

kemudian guru memberikan bimbingan secara klasikal atau individual

pada soal- soal latihan yang telah diberikan.


BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan setiap siklus

dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Penggunaan metode latihan soal terbimbing ternyata dapat meningkatkan

pemahaman siswa tentang kelipatan dan faktor bilangan.

2. Metode drill pada soal-soal LKS secara runtut dapat memberi efek positif

kepada siswa yang mengalami kesulitan belajar.

3. Dengan diadakannya perbaikan pembelajaran siklus I, siklus II dan siklus

III hasil prestasi belajar siswa mengalami peningkatan, dari data 39 siswa

sebanyak 35 siswa ( 90 % ) sudah tuntas, sedangkan siswa yang belum

tuntas ada 4 siswa ( 10 % ), nilai tertinggi mencapai 100 dan nilai terendah

50 dengan rata-rata kelas 74,87.

4. Dengan keaktifan proses belajar mengajar yang baik, maka prestasi siswa

ikut meningkat, sehingga tujuan pembelajaran yang diharapkan akan

tercapai.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan tersebut ada beberapa hal yang perlu

dilakukan guru didalam meningkatkan kualitas pembelajaran antara lain :

1. sebelum melaksanakan proses pembelajaran hendaknya guru

mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan seperti membuat RPP,

menyediakan alat Bantu mrngajar ( alat peraga ) sehingga akan lebih


mudah dalam menstransfer materi saat proses belajar mengajar

berlangsung.

2. Guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang menarik dan

menyenangkan.

3. Dalam proses pembelajaran guru dituntut kreatif, inovatif dalam menyusun

strategi dan model pembelajaran.

4. Dalam proses pembelajaran siswa harus dilibatkan dan diberi kesempatan

lebih banyak untuk berlatih.

5. Disamping itu berdasarkan pengalaman melaksanakan perbaikan

pembelajaran melalui PTK, guru hendaknya selalu aktif dalam mengikuti

kegiatan-kegiatan seperti KKG, sehingga bilamana menemui kesulitan

dalam proses pembelajaran dapat dicari solusinya bersama teman-teman

sejawat.
DAFTAR PUSTAKA

Ahmad D. 1994. Pengelolaan Kelas di SD. Jakarta : Depdikbud.

Andayani, dkk. 2009. Pemantapan kemampuan Profesional. Jakarta : Universitas

Terbuka.

Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Depdikbud.

Hidayat, Taofik. 2004. Titian Mahir Matematika Kelas IV. Jakarta : Visindo

Media Persada.

Muhsetyo, Gatot, dkk. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta : Universitas

Terbuka.

Suciati, dkk. 2004. Belajar dan Pembelajaran 2. Jakarta : Universitas Terbuka.

Tim Fokus. 2011. Lembar Kerja Siswa Matematika SD. Solo : CV. Sindunata.

Winataputra, Udin S, dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta :

Universitas Terbuka.

Wardhani, IGK, dkk. 2003. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarat : Universitas

Terbuka.
Kesedian sebagai Supervisor 2 dalam penyelenggaran PKP

Kepada
Kepala UPBJJ Semarang
Di Semarang

Yang bertanda tangan dibawah ini, mererangkan bahwa :


Nama : SUSETIO, S. Pd
NIP : 195708281979111001
Tempat Mengajar : SD Negeri Mokaha 01
Alamat Sekolah : Desa Mokaha, Kec. Jatinegara, Kab. Tegal
Telepon : 081911664538

Menyatakan bersedia sebagai supervisor 2 untuk membimbing dalam pelaksanaan


PKP atas:
Nama : ZAENUDIN TAMIR KOTO
NIM : 817214707
Program Studi : S1 PGSD
Tempat Mengajar : SD Negeri Mokaha 01
Alamat Sekolah : Desa Mokaha, Kec. Jatinegara, Kab. Tegal
Telepon :-
Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Jatinegara, 1 Oktober 2012


Mengetahui Yang membuat pernyataan
Kepala Sekolah Mahasiswa

SUSETIO, S.Pd.SD ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIP 19570828 1979111001 NIM. : 817214707
SURAT PERNYATAAN KESEDIAN SEBAGAI SUPERVISOR 2

Yang bertanda tangan dibawah ini, merangkan bahwa :

Nama : ZAENUDIN TAMIR KOTO

NIM : 817214707

UPBJJ-UT : Semarang

Menyatakan bahwa :

Nama : SUSETIO, S.Pd. SD

NIP : 195708281979111001

Tempat Mengajar : SD Negeri Mokaha 01

Adalah supervisor 2 yang akan membantu dalam pelaksanaan Perbaikan

pembelajaran yang merupakan tugas mata kuliah PDGK4501 Pemantapan

Kemampuan Profesional (PKP).

Demikian pernyataan ini dibuat untuk digunakan sebagaimana mestinya.

Jatinegara, 1 Oktober 2012

Supervisor 2 Mahasiswa

SUSETIO,S.Pd.SD ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIP.195708281979111001 NIM 817214707
Format Perencanaan Perbaikan Pembelajaran pelajaran Matematika

Fakta /Data pembelajaran yang Pembelajaran yang terjadi


dikelas tidak berjalan sesuai dengan
terjadi dikelas
proses pemebelajaran.
dari hasil ulangan harian
sebelum perbaikan materi pokok
kelipatan dan faktor bilangan. Data
dari jumlah 39 siswa, 23 siswa atau
59 % mendapat nilai di bawah
KKM. Dan 16 siswa atau 41 %
sudah mencapai nilai batas
Identifikasi masalah
ketuntasan, sedangkan nilai rata-
rata yang mampu dicapai hanya 60
oleh karena itu penulis perlu
mengadakan perbaikan
pembelajaran melalui Penelitian
Tindakan Kelas ( PTK ).

peneliti dapat menganalisa


bahwa penyebab ketidaktuntasan
nilai hasil pembelajaran tersebut
adalah karena :
a. Penjelasan guru terlalu
abstrak dimana tidak disertai
dengan alat peraga
yang dapat merangsang
tingkat berfikir siswa.
b. Penggunaan metode
Analisis masalah
ceramah terlalu dominan dan
tidak ada metode latihan soal
terbimbing yang membuat siswa
untuk memacu daya pikirnya.
c. Tidak adanya lembar kerja
siswa dimana untuk mengukur
tingkat keberhasilan siswa dalam
proses belajar.

Untuk dapat ditemukan sebuah


alternatif pemecahan masalahnya,
yang perlu guru lakukan adalah:
Alternatif dan prioritas pemecahan
- Sebaiknya guru dalam
masalah
menjelaskan materi disertai
dengan penggunaan alat peraga
yang dapat menarik minat
belajar siswa.
- Guru juga harus bervariasi
dalam penggunaan metode
pembelajaran supaya siswa
tidak jenuh dengan materi yang
sedang diajarkan.
- Sebaiknya guru dapat
mengkondisikan siswa pada
saat pelajaran berlangsung.

Apakah dengan
menggunakan metode latihan soal
terbimbing pada evaluasi latihan
soal dapat meningkatkan aktivitas
Rumusan masalah
dan hasil belajar siswa terhadap
materi pokok kelipatan dan faktor
bilangan ?
LEMBAR OBSERVASI
SIKLUS II

Mata pelajaran : Matematika


Pokok bahasan / Tema : Kelipatan dan faktor bilangan
Kelas : IV
Semester :2
Pelaksanaan : Jumat, 9 Maret 2012
Tempat : SD Negeri Mokaha 01 Kec. Jatinegara

Fokus yang diamati :


Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui penggunaan
metode demonstrasi dan diskusi kelompok meningkatkan hasil belajar siswa pada
materi kelipatan dan faktor bilangan.

kemunculan komenta
no Aspek yang diobservasi
ADA TIDAK r
1 Kegiatan Awal :
a. Apakah Tanya jawab itu sesuai dengan materi
yang akan disampaikan hari ini ?
b. Adakah tanggapan siswa terhadap pertanyaan
guru?
c. Apakah guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada
pembelajaran ini?
d. Apakah persiapan media sudah cukup/sesuai
dengan materi yang akan dibahas?
2 Kegiatan inti :
a. Apakah Tanya jawab guru tentang kelipatan
dan faktor bilangan ?
b. Adakah guru mem beri contoh demonstrasi
dengan alat peraga yang menunjukan kelipatan
dan faktor bilangan?
c. Apakah guru memberikan kesempatan
bertanya siswa?
d. Apakah siswa menyebutkan contoh melalui
alat peraga tentang kelipatan dan faktor
bilangan?
3. Guru melaksanakan diskusi untuk melakukan
kelompok pada materi kelipatan dan faktor
bilangan?
a. Adakah pembagian kelompok?
b. Apakah guru membagikan lembar kerja
kelompok pada tiap-tiap kelompok?
c. Adakah penjelasan guru mengenai lembar kerja
kelompok?
d. Adakah bimbingan guru selama proses diskusi
merata pada setiap kelompok?
e. Adakah guru dan siswa membahas hasil
diskusi?
f. Adakah penguatan /motivasi guru pada
kegiatan guru?
g. Adakah siswa bersama guru?
4 Kegiatan akhir
a. Adakah guru memberi tugas secara individu?
b. Adakah pembagian guru dalam proses
pembagian individu?
c. Apakah guru dan siswa mengelola hasil kerja
siswa?
d. Apakah guru memberi penguatan?
e. Adakah guru menganalisis nilai hasil kerja
siswa?
Mokaha , 2012
Supervisor 2 Mahasiswa

SUSETIO,S.Pd.SD ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIP.19570828197911 1 001 NIM. 817214707
LEMBAR OBSERVASI
SIKLUS III

Mata pelajaran : Matematika


Pokok bahasan / Tema : Kelipatan dan faktor bilangan
Kelas : IV
Semester :I
Pelaksanaan : 06 Oktober 2012
Tempat : SD Negeri Mokaha 01 Kec. Jatinegara

Fokus yang diamati :


Kemampuan guru dalam mengelola proses pembelajaran melalui penggunaan
metode latihan soal terbimbing meningkatkan hasil belajar siswa pada materi
kelipatan dan faktor bilangan.
kemunculan komenta
no Aspek yang diobservasi
ADA TIDAK r
1 Kegiatan Awal :
a. Apakah Tanya jawab itu sesuai dengan
materi yang akan disampaikan hari ini ?
b. Adakah tanggapan siswa terhadap pertanyaan
guru?
c. Apakah guru menyampaikan tujuan
pembelajaran yang akan dicapai pada
pembelajaran ini?
d. Apakah persiapan media sudah cukup/sesuai
dengan materi yang akan dibahas?
2 Kegiatan inti :
a. Apakah Tanya jawab guru tentang
kelipatan dan faktor bilangan ?
b. Adakah guru mem beri contoh demonstrasi
dengan alat peraga yang menunjukan kelipatan
dan faktor bilangan?
c. Apakah guru memberikan kesempatan
bertanya siswa?
d. Apakah siswa menyebutkan contoh melalui
alat peraga tentang kelipatan dan faktor
bilangan?
3. Guru melaksanakan diskusi untuk melakukan
kelompok pada materi kelipatan dan faktor
bilangan?
h. Adakah pembagian kelompok?
i. Apakah guru membagikan lembar kerja
kelompok pada tiap-tiap kelompok?
j. Adakah penjelasan guru mengenai lembar kerja
kelompok?
k. Adakah bimbingan guru selama proses diskusi
merata pada setiap kelompok?
l. Adakah guru dan siswa membahas hasil
diskusi?
m. Adakah penguatan /motivasi guru pada
kegiatan guru?
n. Adakah siswa bersama guru?
4 Kegiatan akhir
f. Adakah guru memberi tugas secara individu?
g. Adakah pembagian guru dalam proses
pembagian individu?
h. Apakah guru dan siswa mengelola hasil kerja
siswa?
i. Apakah guru memberi penguatan?
j. Adakah guru menganalisis nilai hasil kerja
siswa?

Mokaha, 06 Oktober 2012


Supervisor 2 Mahasiswa

SUSETIO,S.Pd.SD ZAENUDIN TAMIR KOTO


NIP.195708281979111001 NIM. 817214707
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

( SIKLUS I )

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan

Kelas/Semester : IV / 1

Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit )

Tanggal Pelaksanaan : 22 Oktober 2012

Tempat Pembelajaran : SD Negeri Mokaha 01

I. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan

masalah.

a. Kompetensi Dasar.

Memahami dan mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan.


b. Indikator

a. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

b. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

c. Menyimpulkan perbedaan faktor dan kelipatan.

c. Tujuan perbaikan

o Dengan metode latihan soal terbimbing, siswa asyik mebgerjakan soal-

soal latihan dalam kegiatan belajar.

o Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal

tentang kelipatan dan faktor bilangan.


d. Karakter yang diharapkan

Disiplin, rasa hormat dan perhatian (respect), tekun dan tanggung jawab

II. Kegiatan Belajar Mengajar

A. Materi Pokok

Kelipatan dan faktor bilangan

a. Menentukan kelipatan suatu bilangan


2=2=12
4=2+2=22
6=4+2=2+2+2=32
8=6+2=2+2+2+2=42
10 = 8 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5 2
dan seterusnya
Ternyata bilangan-bilangan tersebut diperoleh dengan
menambahkan 2 dari bilangan sebelumnya atau mengalikan 2
dengan bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Bilangan-bilangan
seperti ini disebut bilangan kelipatan 2. Dengan cara yang sama
dapat kita cari bilangan kelipatan 5 sebagai berikut.
51=5
5 2 = 10
5 3 = 15
5 4 = 20
5 5 = 25
dan seterusnya
Jadi, kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, dan seterusnya.
b. Kelipatan persekutuan dua bilangan
Bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah
2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24,
Bilangan-bilangan kelipatan 3 adalah
3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24,
Bilangan-bilangan yang sama dari kelipatan kedua bilangan
tersebut adalah
6, 12, 18, 24,
Bilangan-bilangan 6, 12, 18, 24,
disebut kelipatan persekutuan dari 2 dan 3.

B. Metode Pembelajaran:
1. Ceramah

2. Tanya Jawab

3. Latihan soal terbimbing


C. Alat / Media dan Sumber Belajar

1. Sarana : -
2. Sumber belajar :

a. Matematika th. 2008, Ayo Belajar Matematika untuk Kelas IV SD dan

Madrasah Ibtidhaiyah, Burhan Mustaqim, Ary Astuty

b. LKS Selektif Media Sejati

D. Langkah-langkah Kegiatan Belajar Mengajar .

2.Kegiatan awal

Siswa menyimak pertanyaan yang ada hubungannya dengan

pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran melalui soal- soal.

Menjelaskan tujuan pembelajaran yang di pelajari.

3.Kegiatan Inti

a. Siswa melakukan percobaan dan observasi terhadap beberapa

bilangan yang memiliki faktor, dan kelipatan.

b. Guru dan siswa bertanya jawab untuk menuliskan pengertian dari

kelipatan suatu bilangan.

c. Setiap siswa menyimak penjelasan guru.

d. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk

lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa.

4.Kegiatan Akhir

Menyimpulkan materi

Mengevaluasi hasil belajar siswa.

Memberikan pekerjaan rumah.


Memberikan umpan balik terhadap proses hasil belajar.

III. Evaluasi

a. Prosedur Tes

a. Tes awal : tidak ada

b. Tes Proses : Ada, pada kegiatan inti secara lisan

c. Tes Akhir : Adam pada kegiatan akhir secara tertulis

b. Jenis Tes

1. Tes Tulis : Ada, pada tes akhir

2. Tes Lisan : Ada, pada tes proses

c. Bentuk Tes

Essay : 10 soal

d. Alat Tes

I. Jawablah soal di bawah ini dengan benar !

1. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 4 dan 5

2. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 6 dan 9

3. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 8 dan 12

4. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 10 dan 15

5. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 14 dan 21

6. faktor dari 14 adalah . . . .

faktor dari 18 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 14 dan 18 adalah . . . .

7. faktor dari 24 adalah . . . .

faktor dari 28 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 24 dan 28 adalah . . . .


8. faktor dari 33 adalah . . . .

faktor dari 51 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 33 dan 51 adalah . . . .

9. faktor dari 42 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 42 dan 48 adalah . . . .

10. faktor dari 39 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 39 dan 48 adalah . . . .

II. Kunci Jawaban :

1. Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56,

60,

Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40 ,45, 55, 60,

Kelipatan 4 dan 5 adalah 20, 40, 60,

2. Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,

Kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 61,

Kelipatan 6 dan 9 adalah 18, 36, 54,

3. Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72,

Kelipatan 12 adalah 12, 24, 36, 48, 60, 72,

Kelipatan 8 dan 12 adalah 24, 48, 72,

4. Kelipatan 10 adalah 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90,

Kelipatan 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105,

Kelipatan 10 dan 15 adalah 30, 60, 90,


5. Kelipatan 14 adalah 14, 28, 42, 56, 70, 84, 98, 112, 126

Kelipatan 21 adalah 21, 42, 63, 84, 105, 126

Kelipatan 14 dan 21 adalah 42, 84, 126,

6. Faktor dari 14 adalah 1,2,7,14

Faktor dari 18 adalah 1,2,9,18

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1 dan 2

7. Faktor dari 24 adalah 1,2,3,4,6,8,12,24

Faktor dari 28 adalah 1,2,4,7,14,28

Jadi faktor persekutuan dari 24 dan 28 adalah 1, 2 dan 4

8. Faktor dari 33 adalah 1,3,11,33

Faktor dari 51 adalah 1,3,17,51

Jadi faktor persekutuan dari 33 dan 51 adalah 1 dan 3

9. Faktor dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1, 2, 3 dan 6

10. Faktor dari 39 adalah 1, 3, 13, 39

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 39 dan 48 adalah 1 dan 3

III. Kriteria Penilaian

1.
Skor Nilai Skor Nilai
1 10 6 60
2 20 7 70
3 30 8 80
4 40 9 90
5 50 10 100
Mengetahui, Mokaha, 2012
Dosen pembimbing Mahasiswa

Drs. Salimudin, M. Pd Zaenudin Tamir Koto


NIP. 196010311979111001 NIM. 817214707
DAFTAR NILAI ULANGAN FORMATIF

SIKLUS I

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan

Kelas / Semester : IV / 1

Nomor Nilai KKM ( 65 )


Nama Siswa
Urut (N) Tuntas Blm Tuntas
1 ABDULLOH UBEDI 40
2 AGIL RIFAIL MUSLIM 70
3 AHMAD MAULANA 90
4 ASIYAH 70
5 DIMAS ADITYA 50
6 FATHURI 80
7 HAPIPUDIN 70
8 IBNU MIMBAR MAULANA 80
9 IMAM NURYASIN 60
10 IRFAN MAULANA 40
11 ISJAYANTI 70
12 ITA KUSUMA NINGRUM 50
13 JAENAL ABIDIN 60
14 JOYA SAPUTRI 90
15 KHAERUL ANAM 60
16 LAELI NURYANTI 70
17 LASTURIPAH 70
18 LUKMAN NURHAKIM 70
19 MASRULLOH 50
20 MITASARI 70
21 MOHAMAD MAPRUHI 60
22 MUAWANAH 80
23 MUHAMAD AFIFUDIN 60
24 MUHAMAD DANDY R 60
25 MUHAMAD FIKRI 70
26 MUHAMAD HUSNUL M 60
27 MUHAMAD SAFIK 70
28 MUHAMAD SUBHI 60
29 NASRULLOH 60
30 NURHIKMAH 60
31 RISKA ALFIYAH 70
32 RISKI AMALIANI 70
33 SALMAH MARDIANAH 60
34 UMI ULIA 70
35 USWATUN HASANAH 70
36 WINDA PUJIYANTI 70
37 WIWIT AYU LESTARI 70
38 ZAENUL FUAD 60
39 ZAKARIA MAGHFUR 60
Jumlah 2550 22 17
Rata-rata 65
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

( SIKLUS II )

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan

Kelas/Semester : IV / 1

Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit )

Tanggal Pelaksanaan :

Tempat Pembelajaran : SD Negeri Mokaha 01

I. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan

masalah.

a. Kompetensi Dasar.

Memahami dan mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan.


b. Indikator

a. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

d. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

e. Menyimpulkan perbedaan faktor dan kelipatan.

c. Tujuan perbaikan

o Dengan metode latihan soal terbimbing, siswa asyik mebgerjakan soal-

soal latihan dalam kegiatan belajar.

o Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal

tentang kelipatan dan faktor bilangan.


d. Karakter yang diharapkan

Disiplin, rasa hormat dan perhatian (respect), tekun dan tanggung jawab

II. Kegiatan Belajar Mengajar

E. Materi Pokok

Kelipatan dan faktor bilangan

a. Menentukan kelipatan suatu bilangan


2=2=12
4=2+2=22
6=4+2=2+2+2=32
8=6+2=2+2+2+2=42
10 = 8 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5 2
dan seterusnya
Ternyata bilangan-bilangan tersebut diperoleh dengan
menambahkan 2 dari bilangan sebelumnya atau mengalikan 2
dengan bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Bilangan-bilangan
seperti ini disebut bilangan kelipatan 2. Dengan cara yang sama
dapat kita cari bilangan kelipatan 5 sebagai berikut.
51=5
5 2 = 10
5 3 = 15
5 4 = 20
5 5 = 25
dan seterusnya
Jadi, kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, dan seterusnya.
b. Kelipatan persekutuan dua bilangan
Bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah
2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24,
Bilangan-bilangan kelipatan 3 adalah
3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24,
Bilangan-bilangan yang sama dari kelipatan kedua bilangan
tersebut adalah
6, 12, 18, 24,
Bilangan-bilangan 6, 12, 18, 24,
disebut kelipatan persekutuan dari 2 dan 3.

F. Metode Pembelajaran:
1. Ceramah

2. Tanya Jawab

3. Latihan soal terbimbing


G. Alat / Media dan Sumber Belajar

1. Sarana : -
3. Sumber belajar :

c. Matematika th. 2008, Ayo Belajar Matematika untuk Kelas IV SD dan

Madrasah Ibtidhaiyah, Burhan Mustaqim, Ary Astuty

d. LKS Selektif Media Sejati

H. Langkah-langkah Kegiatan Belajar Mengajar .

5.Kegiatan awal

Siswa menyimak pertanyaan yang ada hubungannya dengan

pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran melalui soal- soal.

Menjelaskan tujuan pembelajaran yang di pelajari.

6.Kegiatan Inti

a. Siswa melakukan percobaan dan observasi terhadap beberapa

bilangan yang memiliki faktor, dan kelipatan.

b. Guru dan siswa bertanya jawab untuk menuliskan pengertian dari

kelipatan suatu bilangan.

c. Setiap siswa menyimak penjelasan guru.

d. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk

lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa.

7.Kegiatan Akhir

Menyimpulkan materi

Mengevaluasi hasil belajar siswa.

Memberikan pekerjaan rumah.


Memberikan umpan balik terhadap proses hasil belajar.

IV. Evaluasi

e. Prosedur Tes

d. Tes awal : tidak ada

e. Tes Proses : Ada, pada kegiatan inti secara lisan

f. Tes Akhir : Adam pada kegiatan akhir secara tertulis

f. Jenis Tes

1. Tes Tulis : Ada, pada tes akhir

2. Tes Lisan : Ada, pada tes proses

g. Bentuk Tes

Essay : 10 soal

h. Alat Tes

II. Jawablah soal di bawah ini dengan benar !

1. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 4 dan 5

2. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 6 dan 9

3. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 8 dan 12

4. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 10 dan 15

5. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 14 dan 21

6. faktor dari 14 adalah . . . .

faktor dari 18 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 14 dan 18 adalah . . . .

7. faktor dari 24 adalah . . . .

faktor dari 28 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 24 dan 28 adalah . . . .


8. faktor dari 33 adalah . . . .

faktor dari 51 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 33 dan 51 adalah . . . .

9. faktor dari 42 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 42 dan 48 adalah . . . .

10. faktor dari 39 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 39 dan 48 adalah . . . .

IV. Kunci Jawaban :

11. Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56,

60,

Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40 ,45, 55, 60,

Kelipatan 4 dan 5 adalah 20, 40, 60,

12. Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,

Kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 61,

Kelipatan 6 dan 9 adalah 18, 36, 54,

13. Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72,

Kelipatan 12 adalah 12, 24, 36, 48, 60, 72,

Kelipatan 8 dan 12 adalah 24, 48, 72,

14. Kelipatan 10 adalah 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90,

Kelipatan 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105,

Kelipatan 10 dan 15 adalah 30, 60, 90,


15. Kelipatan 14 adalah 14, 28, 42, 56, 70, 84, 98, 112, 126

Kelipatan 21 adalah 21, 42, 63, 84, 105, 126

Kelipatan 14 dan 21 adalah 42, 84, 126,

16. Faktor dari 14 adalah 1,2,7,14

Faktor dari 18 adalah 1,2,9,18

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1 dan 2

17. Faktor dari 24 adalah 1,2,3,4,6,8,12,24

Faktor dari 28 adalah 1,2,4,7,14,28

Jadi faktor persekutuan dari 24 dan 28 adalah 1, 2 dan 4

18. Faktor dari 33 adalah 1,3,11,33

Faktor dari 51 adalah 1,3,17,51

Jadi faktor persekutuan dari 33 dan 51 adalah 1 dan 3

19. Faktor dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1, 2, 3 dan 6

20. Faktor dari 39 adalah 1, 3, 13, 39

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 39 dan 48 adalah 1 dan 3

V. Kriteria Penilaian

2.
Skor Nilai Skor Nilai
1 10 6 60
2 20 7 70
3 30 8 80
4 40 9 90
5 50 10 100
Mengetahui, Mokaha, 2012
Dosen pembimbing Mahasiswa

Drs. Salimudin, M. Pd Zaenudin Tamir Koto


NIP. 196010311979111001 NIM. 817214707
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

( SIKLUS II )

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan

Kelas/Semester : IV / 1

Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit )

Tanggal Pelaksanaan : 26 Oktober 2012

Tempat Pembelajaran : SD Negeri Mokaha 01

I. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan

masalah.

a. Kompetensi Dasar.

Memahami dan mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan.


b. Indikator

a. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

f. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

g. Menyimpulkan perbedaan faktor dan kelipatan.

c. Tujuan perbaikan

o Dengan metode latihan soal terbimbing, siswa asyik mebgerjakan soal-

soal latihan dalam kegiatan belajar.

o Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal

tentang kelipatan dan faktor bilangan.


d. Karakter yang diharapkan

Disiplin, rasa hormat dan perhatian (respect), tekun dan tanggung jawab

II. Kegiatan Belajar Mengajar

I. Materi Pokok

Kelipatan dan faktor bilangan

a. Menentukan kelipatan suatu bilangan


2=2=12
4=2+2=22
6=4+2=2+2+2=32
8=6+2=2+2+2+2=42
10 = 8 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5 2
dan seterusnya
Ternyata bilangan-bilangan tersebut diperoleh dengan
menambahkan 2 dari bilangan sebelumnya atau mengalikan 2
dengan bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Bilangan-bilangan
seperti ini disebut bilangan kelipatan 2. Dengan cara yang sama
dapat kita cari bilangan kelipatan 5 sebagai berikut.
51=5
5 2 = 10
5 3 = 15
5 4 = 20
5 5 = 25
dan seterusnya
Jadi, kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, dan seterusnya.
b. Kelipatan persekutuan dua bilangan
Bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah
2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24,
Bilangan-bilangan kelipatan 3 adalah
3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24,
Bilangan-bilangan yang sama dari kelipatan kedua bilangan
tersebut adalah
6, 12, 18, 24,
Bilangan-bilangan 6, 12, 18, 24,
disebut kelipatan persekutuan dari 2 dan 3.

J. Metode Pembelajaran:
1. Ceramah

2. Tanya Jawab

3. Latihan soal terbimbing


K. Alat / Media dan Sumber Belajar

1. Sarana : -
4. Sumber belajar :

e. Matematika th. 2008, Ayo Belajar Matematika untuk Kelas IV SD dan

Madrasah Ibtidhaiyah, Burhan Mustaqim, Ary Astuty

f. LKS Selektif Media Sejati

L. Langkah-langkah Kegiatan Belajar Mengajar .

8.Kegiatan awal

Siswa menyimak pertanyaan yang ada hubungannya dengan

pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran melalui soal- soal.

Menjelaskan tujuan pembelajaran yang di pelajari.

9.Kegiatan Inti

a. Siswa melakukan percobaan dan observasi terhadap beberapa

bilangan yang memiliki faktor, dan kelipatan.

b. Guru dan siswa bertanya jawab untuk menuliskan pengertian dari

kelipatan suatu bilangan.

c. Setiap siswa menyimak penjelasan guru.

d. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk

lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa.

10. Kegiatan Akhir

Menyimpulkan materi

Mengevaluasi hasil belajar siswa.

Memberikan pekerjaan rumah.


Memberikan umpan balik terhadap proses hasil belajar.

V. Evaluasi

i. Prosedur Tes

g. Tes awal : tidak ada

h. Tes Proses : Ada, pada kegiatan inti secara lisan

i. Tes Akhir : Adam pada kegiatan akhir secara tertulis

j. Jenis Tes

1. Tes Tulis : Ada, pada tes akhir

2. Tes Lisan : Ada, pada tes proses

k. Bentuk Tes

Essay : 10 soal

l. Alat Tes

III. Jawablah soal di bawah ini dengan benar !

1. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 4 dan 5

2. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 6 dan 9

3. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 8 dan 12

4. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 10 dan 15

5. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 14 dan 21

6. faktor dari 14 adalah . . . .

faktor dari 18 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 14 dan 18 adalah . . . .

7. faktor dari 24 adalah . . . .

faktor dari 28 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 24 dan 28 adalah . . . .


8. faktor dari 33 adalah . . . .

faktor dari 51 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 33 dan 51 adalah . . . .

9. faktor dari 42 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 42 dan 48 adalah . . . .

10. faktor dari 39 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 39 dan 48 adalah . . . .

VI. Kunci Jawaban :

21. Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56,

60,

Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40 ,45, 55, 60,

Kelipatan 4 dan 5 adalah 20, 40, 60,

22. Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,

Kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 61,

Kelipatan 6 dan 9 adalah 18, 36, 54,

23. Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72,

Kelipatan 12 adalah 12, 24, 36, 48, 60, 72,

Kelipatan 8 dan 12 adalah 24, 48, 72,

24. Kelipatan 10 adalah 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90,

Kelipatan 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105,

Kelipatan 10 dan 15 adalah 30, 60, 90,


25. Kelipatan 14 adalah 14, 28, 42, 56, 70, 84, 98, 112, 126

Kelipatan 21 adalah 21, 42, 63, 84, 105, 126

Kelipatan 14 dan 21 adalah 42, 84, 126,

26. Faktor dari 14 adalah 1,2,7,14

Faktor dari 18 adalah 1,2,9,18

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1 dan 2

27. Faktor dari 24 adalah 1,2,3,4,6,8,12,24

Faktor dari 28 adalah 1,2,4,7,14,28

Jadi faktor persekutuan dari 24 dan 28 adalah 1, 2 dan 4

28. Faktor dari 33 adalah 1,3,11,33

Faktor dari 51 adalah 1,3,17,51

Jadi faktor persekutuan dari 33 dan 51 adalah 1 dan 3

29. Faktor dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1, 2, 3 dan 6

30. Faktor dari 39 adalah 1, 3, 13, 39

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 39 dan 48 adalah 1 dan 3

VII. Kriteria Penilaian

3.
Skor Nilai Skor Nilai
1 10 6 60
2 20 7 70
3 30 8 80
4 40 9 90
5 50 10 100
Mengetahui, Mokaha, 26 Oktober 2012
Dosen pembimbing Mahasiswa

Drs. Salimudin, M. Pd Zaenudin Tamir Koto


NIP. 196010311979111001 NIM. 817214707
DAFTAR NILAI ULANGAN FORMATIF

SIKLUS II

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan

Kelas / Semester : IV / 1

Nomor Nilai KKM ( 65 )


Nama Siswa
Urut (N) Tuntas Blm Tuntas
1 ABDULLOH UBEDI 40
2 AGIL RIFAIL MUSLIM 70
3 AHMAD MAULANA 90
4 ASIYAH 70
5 DIMAS ADITYA 50
6 FATHURI 80
7 HAPIPUDIN 70
8 IBNU MIMBAR MAULANA 80
9 IMAM NURYASIN 60
10 IRFAN MAULANA 40
11 ISJAYANTI 70
12 ITA KUSUMA NINGRUM 50
13 JAENAL ABIDIN 60
14 JOYA SAPUTRI 90
15 KHAERUL ANAM 60
16 LAELI NURYANTI 70
17 LASTURIPAH 70
18 LUKMAN NURHAKIM 70
19 MASRULLOH 50
20 MITASARI 70
21 MOHAMAD MAPRUHI 60
22 MUAWANAH 80
23 MUHAMAD AFIFUDIN 60
24 MUHAMAD DANDY R 60
25 MUHAMAD FIKRI 70
26 MUHAMAD HUSNUL M 60
27 MUHAMAD SAFIK 70
28 MUHAMAD SUBHI 60
29 NASRULLOH 60
30 NURHIKMAH 60
31 RISKA ALFIYAH 70
32 RISKI AMALIANI 70
33 SALMAH MARDIANAH 60
34 UMI ULIA 70
35 USWATUN HASANAH 70
36 WINDA PUJIYANTI 70
37 WIWIT AYU LESTARI 70
38 ZAENUL FUAD 60
39 ZAKARIA MAGHFUR 60
Jumlah 2550 22 17
Rata-rata 65
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

( SIKLUS III )

Mata Pelajaran : Matematika

Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan

Kelas/Semester : IV / 1

Waktu : 1 pertemuan ( 2 x 35 menit )

Tanggal Pelaksanaan :

Tempat Pembelajaran : SD Negeri Mokaha 01

I. Standar Kompetensi

Memahami dan menggunakan faktor dan kelipatan dalam pemecahan

masalah.

a. Kompetensi Dasar.

Memahami dan mendeskripsikan konsep faktor dan kelipatan.


b. Indikator

a. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

h. Mendeskripsikan faktor suatu bilangan.

i. Menyimpulkan perbedaan faktor dan kelipatan.

c. Tujuan perbaikan

o Dengan metode latihan soal terbimbing, siswa asyik mebgerjakan soal-

soal latihan dalam kegiatan belajar.

o Meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal-soal

tentang kelipatan dan faktor bilangan.


d. Karakter yang diharapkan

Disiplin, rasa hormat dan perhatian (respect), tekun dan tanggung jawab

II. Kegiatan Belajar Mengajar

M. Materi Pokok

Kelipatan dan faktor bilangan

a. Menentukan kelipatan suatu bilangan


2=2=12
4=2+2=22
6=4+2=2+2+2=32
8=6+2=2+2+2+2=42
10 = 8 + 2 = 2 + 2 + 2 + 2 + 2 = 5 2
dan seterusnya
Ternyata bilangan-bilangan tersebut diperoleh dengan
menambahkan 2 dari bilangan sebelumnya atau mengalikan 2
dengan bilangan 1, 2, 3, 4, 5, dan seterusnya. Bilangan-bilangan
seperti ini disebut bilangan kelipatan 2. Dengan cara yang sama
dapat kita cari bilangan kelipatan 5 sebagai berikut.
51=5
5 2 = 10
5 3 = 15
5 4 = 20
5 5 = 25
dan seterusnya
Jadi, kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, dan seterusnya.
b. Kelipatan persekutuan dua bilangan
Bilangan-bilangan kelipatan 2 adalah
2, 4, 6, 8, 10, 12, 14, 16, 18, 20, 22, 24,
Bilangan-bilangan kelipatan 3 adalah
3, 6, 9, 12, 15, 18, 21, 24,
Bilangan-bilangan yang sama dari kelipatan kedua bilangan
tersebut adalah
6, 12, 18, 24,
Bilangan-bilangan 6, 12, 18, 24,
disebut kelipatan persekutuan dari 2 dan 3.

N. Metode Pembelajaran:
1. Ceramah

2. Tanya Jawab

3. Latihan soal terbimbing


O. Alat / Media dan Sumber Belajar

1. Sarana : -
5. Sumber belajar :

g. Matematika th. 2008, Ayo Belajar Matematika untuk Kelas IV SD dan

Madrasah Ibtidhaiyah, Burhan Mustaqim, Ary Astuty

h. LKS Selektif Media Sejati

P. Langkah-langkah Kegiatan Belajar Mengajar .

11. Kegiatan awal

Siswa menyimak pertanyaan yang ada hubungannya dengan

pembelajaran.

Pelaksanaan pembelajaran melalui soal- soal.

Menjelaskan tujuan pembelajaran yang di pelajari.

12. Kegiatan Inti

a. Siswa melakukan percobaan dan observasi terhadap beberapa

bilangan yang memiliki faktor, dan kelipatan.

b. Guru dan siswa bertanya jawab untuk menuliskan pengertian dari

kelipatan suatu bilangan.

c. Setiap siswa menyimak penjelasan guru.

d. Memberikan umpan balik positif dan penguatan dalam bentuk

lisan, tulisan, isyarat, maupun hadiah terhadap keberhasilan siswa.

13. Kegiatan Akhir

Menyimpulkan materi

Mengevaluasi hasil belajar siswa.

Memberikan pekerjaan rumah.


Memberikan umpan balik terhadap proses hasil belajar.

VI. Evaluasi

m. Prosedur Tes

j. Tes awal : tidak ada

k. Tes Proses : Ada, pada kegiatan inti secara lisan

l. Tes Akhir : Adam pada kegiatan akhir secara tertulis

n. Jenis Tes

1. Tes Tulis : Ada, pada tes akhir

2. Tes Lisan : Ada, pada tes proses

o. Bentuk Tes

Essay : 10 soal

p. Alat Tes

IV. Jawablah soal di bawah ini dengan benar !

1. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 4 dan 5

2. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 6 dan 9

3. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 8 dan 12

4. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 10 dan 15

5. Tentukan kelipatan persekutuan dari bilangan 14 dan 21

6. faktor dari 14 adalah . . . .

faktor dari 18 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 14 dan 18 adalah . . . .

7. faktor dari 24 adalah . . . .

faktor dari 28 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 24 dan 28 adalah . . . .


8. faktor dari 33 adalah . . . .

faktor dari 51 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 33 dan 51 adalah . . . .

9. faktor dari 42 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 42 dan 48 adalah . . . .

10. faktor dari 39 adalah . . . .

faktor dari 48 adalah . . . .

Jadi, faktor persekutan dari 39 dan 48 adalah . . . .

VIII. Kunci Jawaban :

31. Kelipatan 4 adalah 4, 8, 12, 16, 20, 24, 28, 32, 36, 40, 44, 48, 52, 56,

60,

Kelipatan 5 adalah 5, 10, 15, 20, 25, 30, 35, 40 ,45, 55, 60,

Kelipatan 4 dan 5 adalah 20, 40, 60,

32. Kelipatan 6 adalah 6, 12, 18, 24, 30, 36, 42, 48, 54, 60,

Kelipatan 9 adalah 9, 18, 27, 36, 45, 54, 61,

Kelipatan 6 dan 9 adalah 18, 36, 54,

33. Kelipatan 8 adalah 8, 16, 24, 32, 40, 48, 56, 64, 72,

Kelipatan 12 adalah 12, 24, 36, 48, 60, 72,

Kelipatan 8 dan 12 adalah 24, 48, 72,

34. Kelipatan 10 adalah 10, 20, 30, 40, 50, 60, 70, 80, 90,

Kelipatan 15 adalah 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105,

Kelipatan 10 dan 15 adalah 30, 60, 90,


35. Kelipatan 14 adalah 14, 28, 42, 56, 70, 84, 98, 112, 126

Kelipatan 21 adalah 21, 42, 63, 84, 105, 126

Kelipatan 14 dan 21 adalah 42, 84, 126,

36. Faktor dari 14 adalah 1,2,7,14

Faktor dari 18 adalah 1,2,9,18

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1 dan 2

37. Faktor dari 24 adalah 1,2,3,4,6,8,12,24

Faktor dari 28 adalah 1,2,4,7,14,28

Jadi faktor persekutuan dari 24 dan 28 adalah 1, 2 dan 4

38. Faktor dari 33 adalah 1,3,11,33

Faktor dari 51 adalah 1,3,17,51

Jadi faktor persekutuan dari 33 dan 51 adalah 1 dan 3

39. Faktor dari 42 adalah 1, 2, 3, 6, 7, 14, 21, 42

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 14 dan 18 adalah 1, 2, 3 dan 6

40. Faktor dari 39 adalah 1, 3, 13, 39

Faktor dari 48 adalah 1, 2, 3, 6, 8, 16, 24, 48

Jadi faktor persekutuan dari 39 dan 48 adalah 1 dan 3

IX. Kriteria Penilaian

4.
Skor Nilai Skor Nilai
1 10 6 60
2 20 7 70
3 30 8 80
4 40 9 90
5 50 10 100
Mengetahui, Mokaha, 2012
Dosen pembimbing Mahasiswa

Drs. Salimudin, M. Pd Zaenudin Tamir Koto


NIP. 196010311979111001 NIM. 817214707
DAFTAR NILAI ULANGAN FORMATIF
SIKLUS III

Mata Pelajaran : Matematika


Materi Pokok : Kelipatan dan faktor bilangan
Kelas / Semester : IV / 1
Nomor Nama Siswa Nilai KKM ( 65 )
Urut (N) Tuntas Blm Tuntas
1 ABDULLOH UBEDI 50
2 AGIL RIFAIL MUSLIM 70
3 AHMAD MAULANA 100
4 ASIYAH 70
5 DIMAS ADITYA 70
6 FATHURI 90
7 HAPIPUDIN 70
8 IBNU MIMBAR MAULANA 80
9 IMAM NURYASIN 70
10 IRFAN MAULANA 50
11 ISJAYANTI 70
12 ITA KUSUMA NINGRUM 70
13 JAENAL ABIDIN 70
14 JOYA SAPUTRI 100
15 KHAERUL ANAM 70
16 LAELI NURYANTI 70
17 LASTURIPAH 70
18 LUKMAN NURHAKIM 70
19 MASRULLOH 60
20 MITASARI 70
21 MOHAMAD MAPRUHI 70
22 MUAWANAH 80
23 MUHAMAD AFIFUDIN 70
24 MUHAMAD DANDY R 70
25 MUHAMAD FIKRI 80
26 MUHAMAD HUSNUL M 70
27 MUHAMAD SAFIK 70
28 MUHAMAD SUBHI 70
29 NASRULLOH 70
30 NURHIKMAH 80
31 RISKA ALFIYAH 70
32 RISKI AMALIANI 70
33 SALMAH MARDIANAH 70
34 UMI ULIA 70
35 USWATUN HASANAH 80
36 WINDA PUJIYANTI 70
37 WIWIT AYU LESTARI 70
38 ZAENUL FUAD 70
39 ZAKARIA MAGHFUR 70
Jumlah 2810 36 3
Rata-rata 72

Mengetahui, Mokaha, 06 Oktober 2012

Kepala Sekolah Guru Kelas

Susetio, S. Pd. SD Zaenudin Tamir Koto


NIP. 19570828 1979111001 NIP.
JURNAL PEMBIMBINGAN SUPERVISOR 2 PKP
NIM/Nama Mahasiswa : 817214707/Zaenudin Tamir Koto
Mengajar di Kelas : IV (Empat)
Sekolah : SD Negeri Mokaha 01

Paraf
No Hari/Tanggal Kegiatan Hasil/Komentar Tindak lanjut
Mhs Sup.2
1 22/09/2012 Mendiskusikan Alat tes (soal) Memperbaiki
RPP perbaikan harus alat tes (soal)
siklus 1 mata disesuaikan disesuaikan
pelajaran dengan dengan
matematika indikator indikator
kelas 1V

22/09/2012 Pelaksanaan Siswa terlibat


perbaikan aktif dalam Sesuaikan
pembelajaran tanya jawab kegiatan guru
siklus 1 mata Pada kegiatan dengan
pelajaran inti kurang aktifitas siswa
matematika explorasi dan lebih
siklus 1 pada saat mengekplorasi
penyampaia saat
n materi penyampaian
materi
2 29/09/2012 Mendiskusikan Alat peraga Memperbaiki
RPP perbaikan gambar lebih alat tes dan
siklus 2 mata diperbaiki lagi alat peraga
pelajaran baik ukuran
matematika dan juga diberi
kelas IV warna
Kegiatan guru
29/09/2012 Pelaksanaan Siswa lebih lebih
perbaikan aktif dalam disesuaikan
pembelajaran tanya jawab pada anak
siklus 2 mata Guru lebih yang belum
pelajaran tenang dalam tuntas. Anak
matematika menyampaika yang sudah
kelas 1V n materi tuntas
diberikan
pendalaman
3 06/10/2012 Mendiskusikan Alat tes (soal) Sudah sangat
RPP perbaikan lebih baik
siklus 3 mata diperbanyak
pelajaran gambar
matematika
kelas 1
06/10/2012 Pelaksanaan Siswa terlihat
perbaikan aktif dalam
pembelajaran tanya jawab
siklus 3 mata Guru sudah
pelajaran berhasil
matematika dalam
kelas 1 mengatasi
masalah

Mokaha, 06 November 2012


Mengetahui,
Supervisor 1, Supervisor 2,

Drs. SALIMUDIN, M.Pd. SUSETIO, S. Pd. SD.


NIP. 19601031 197911 1 001 NIP. 195708281979111001