Anda di halaman 1dari 13

Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

Hari/Tanggal Praktikum : Minggu, 13 November 2016

Modul, Judul Praktikum :Uji Kualitatif kation sistem garstenzang untuk sampel
anorganik

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Prinsip Percobaan

Sejumlah tertentu sampel dianalisa kualitatif kation menggunakan Sistem


Garstenzang sesuai dengan bagan sistem. Test akhir menandakan adanya kation
dilakukan reaksi spesifik dengan menggunakan reagensia yang khas untuk kation
yang bersangkutan.

1.2 Tujuan Percobaan

Dapat melakukan pemisahan kation menurut sistem Garstenzang dan test


akhir menandakan adanya kation yang dicari dilakukan reaksi spesifik terhadap
kation dengan menggunakan reagensia yang khas untuk kation bersangkutan.

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 1


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

a. Teori Dasar
Analisa kualitatif untuk kation berdasarkan system Garstenzang.
Pengerjaan disesuaikan dengan diagram dan test spesifikasi untuk kationnya dapat
dikerjakan dalam keadaan tercampur paling banyak 2 atau 3 kation. Dalam
pengambilan reagen pereaksi tidak boleh menggunakan pipet untuk reagen yang
berbeda, satu pipet untuk satu reagen.

b. Teori Tambahan
Klasifikasi kation (ion logam) ke dalam goongan analisis untuk tujuan
analisis kualitatif sistematis kation kation diklasifikasikan dalam 5 golongan
berdasarkan sifat sifat kation terhadap reagensia dengan memakai apa
yangdisebut reagensia. Golongan secara sistematis dapat kita tetapkan ada
tidaknya golongan golongan kation dan dapat juga memisahkan golongan
golongan ini untuk memeriksa kation lebih lanjut
Reagensia golongan yang dipakai untuk klasifikasi kation paling umum
adalah asam klorida, hidrogen sulfida dan aonium karbonat. Klasifikasi ini
didasarkan atas apakah suatu kation bereaksi dengan reagensia reagensia ini
dengan membentuk endapan atau tidak. Jaddi dapat dikatakan bahwa klasifikasi
kation yang paling umum didasarkan atas perbedaan kelarutan dengan klorida ,
sulfida, dan karbonat dari kation tersebut
Analisa kualitatif merupakan analisis yang dilakukan untuk
mengetahui unsur apa yang terdapat pada suatu sampel. Analisis kualitatif
untuk zat organik terdiri dari :

a.Analisis anion
b.Analisis kation

Pada analisis kation, kation yang dipelajari adalah sebagai berikut :

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 2


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

NH4+, Na2+, Ba2+, Mg2+, Hg2+, Cu2+, Sn2+, Fe3+, CO2+, Mn2+, Ni2+, Al+,
Ag2+, dan sebagainya.

Untuk identifikasi kation secara sistematis, harus dilakukan pemisahan


golongan. Setelah itu baru dilakukan uji spesifik setiap kation yang ada
dalam golongan tersebut. Untuk mengidentifikasi keberadaan didalam
cuplikan, dalam analisa kation ada 5 golongan, yaitu :

1. Golongan 1 : Ag, Pb+, akan mengendap sebagai garam klor dalam


kondisi asam kuat.
2. Golongan 2 : Pb2+, Hg2+, Cu2+, Sn2+, akan mengendap
sebagai garam sulfida atau hidroksida dalam suatu sedikit basa.
3. Golongan 3 : Fe2+, Fe3+, CO2+, akan mengendap sebagai
garam atau hidroksida dalam suatu sedikit basa.
4. Golongan 4 : Ca2+, Ba2+, tetap berada dalam larutan setiap
pemeriksaan kation golongan 1-4, karena H2S tidak enak serat berbahaya.

Pengujian kelarutan dilakukan pertama-tama dengan mengelompokan ion


ion yang mempunyai kemiripan sifat. Pengelompokan dilakukan dalam bentuk
pengendapan dimana penambahan pereaksi tertentu mampu mengendapkan
sekelompok ion-ion. Cara ini menghasilkan 6 kelompok yang namanya
disesuaikan dengan pereaksi pengendapan yang digunakan untuk
mengendapkan ion kelompok tersebut.
Kelompok ion-ion tersebut adalah golongan klorida (I), golongan sulfida
(II), golongan hidroksida (III), golongan sulfida (IV), golongan karbonat (V),
dan golongan sisa (VI).

Analisis kation memerlukan pendekatan yang sistematis. Umumnya ini


dilakukan dengan dua cara yaitu pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dilakukan
dengan cara mengendapkan suatu kelompok kation dari larutannya.
Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan dengan cara
sentrifus dan menuangkan filtratnya ke tabung uji yang lain. Larutan yang
masih berisi sebagian besar kation kemudian diendapkan kembali membentuk

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 3


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

kelompok kation baru. Jika dalam kelompok kation yang terendapkan masih
berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi
kelompok kation yang lebih kecil, demikian seterusnya sehingga pada
akhirnya dapat dilakukan uji spesifik untuk satu kation. Jenis dan konsentrasi
pereaksi serta pengaturan pH larutan dilakukan untuk memisahkan kation
menjadi beberapa kelompok. Suatu skema analisis standar untuk
mengidentifikasi 25 kation dan 13 anion yang berbeda telah disusun.
Skema analisis tersebut terus dikembangkan sehingga sekarang orang dapat
memilih skema yang sesuai

dengan kondisi yang ada dilaboratorium masing-masing. Bahkan


tidak menutup kemungkinan untuk memodifikasi dan mengembangkan
sendiri skema tersebut. Tabel berikut ini menunjukkan kelompok kation
dan pereaksi yang digunakan dalam analisis kualitatif standar.

Kation golongan pertama, membentuk klorida-klorida yang tidak larut.


Namun, timbel klorida sedikit larut dalam air, dan karena itu timbel tidak pernah
mengendap dengan sempurna bila ditambahkan asam klorida encer kepada suatu
cuplikan; ion timbel yang tersisa itu, diendapkan secara kuantitatif dengan
hidrogen sulfida dalam Suasana asam bersama-sama kation golongan kedua.
Nitrat dari kation-kation ini sangat mudah larut. Diantara sulfat-sulfat,
timbel sulfatn praktis tidak larut, sedang perak sulfat larut jauh lebih banyak.
Kelarutan merkurium (I) sulfat terletak diantara kedua zat diatas. Bromida dan
iodida juga tidak larut, sedangkan pengendapan timbel halida tidak sempurna, dan
endapan itu mudah sekali melarut dalam air panas. Sulfida tidak larut. Asetat-
asetat lebih mudah larut, meskipun perak asetat bisa mengendap dari larutan yang
agak pekat. Hidroksida dan karbonat akan diendapkan dengan reagensia yang
jumlahnya ekuivalen, tetapi kalau reagensia berlebihan, ia dapat bertindak dengan
bermacam-macam cara. Juga ada perbedaan dalam sifat zat-zat ini terhadap
ammonia.
Reagensia golongan : hidrogen sulfida (gas atau larutan air jenuh) dengan
adanya amonia dan amonium klorida, atau larutan amonium sulfida.

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 4


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

Reaksi golongan : endapan-endapan dengan berbagai warna: Besi(I)


sulfida (hitam), almuminium hidroksida (putih), kromium (III) hidroksida (hijau),
nikel sulfida (hitam), kobalt sulfida (hitam), mangan (II) sulfida (merah jambu),
dan zink sulfida(putih).
Logam-logam golongan ini tidak diendapkan oleh reagensia golongan
untuk golongan I dan II, tetapi semuannya diendapkan, dengan adanya amonium
klorida, oleh hidrogen sulfida dari larutan yang telah dijadikan basa dengan
larutan amonia. Logam-logam ini diendapakan sebagai sulfida, kecuali almunium
dan kromium, yang diendapkan sebagai hidroksida, karena hidrolisis yang
sempurna dari sulfida dalam larutan air. Besi, almunium dan kromium (sering
disertai sedikit mangan) juga diendapkan sebagai hidroksida oleh larutan amonia
dengan adanya amonium klorida, sedang logam-logam lain dari golongan ini tetap
berada dalam larutan dan dapat diendapkan sebagai sulfida oleh hidrogen sulfida.
Maka golongan ini biasanya dibagi menjadi golongan besi(besi, almunium,
kromium) atau golongan III A dan golongan zink (nikel, kobalt, mangan dan zink)
atau golongan III B.

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 5


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

BAB III
PROSEDUR KERJA

3.1 Alat dan Bahan


3.1.1 Alat yang digunakan :
Tabung Reaksi Spatula
Rak Tabung Pesawat Kip
Batang Pengaduk Sentrifugal
Plat Tetes Kertas saring
Pipet tetes Kaca Arloji
Gelas Kimia 250 ml Botol Semprot
Gelas Kimia 500 ml Penjepit Tabung
Pembakar spirtus Penangas air

3.1.2 Bahan yang digunakan :


Aquadest NaCl 2M
HCl 6M K2CO3 2M
H2O2 10% KOH 2M
Air Brom Na2HPO4
NH4OH 2M Pereaksi Spesifik Kation

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 6


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

3.2 Diagram Alir

Sampel yang sudah dilarutkan


menggunakan HNO3

HCl 6 N

Endapan Tidak ada Filtrat


Ag, Pb, Hg endapan

KOH+K2CO3+Br2

Endapan Filtrat
Hg, Pb, Co, Bi, Cu, Ca, Mn,
Cd, Sr, Fe, Ni, Ba, Mg
NH4OH+NaCl

HCl+H2O2+NH3+H2O2

Endapan Filtrat
Sb, Sn, Al Zn, Cr, Al
Endapan Filtrat
Hg, Bi, Mn,
Fe, Pb Tidak ada Test spesifik
Na2HPO4 endapan negatif

Test spesifik
positif Fe3+

Endapan Sentrat
Ca, Sr, Ba, Mg

KOH+Br2
Test spesifik
positif Fe3+

Endapan Filtrat
Cu, Cd, Ni, Co

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 7


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

3.2 Prosedur Kerja


1. Tabung reaksi sebanyak 10 tabung disiapkan dalam keadaan bersih dan
kering, diletakan dalam rak tabung.
2. Tabung reaksi yang sudah disiapkan diberi sampel anorganik yang siap
dianalisa.
3. Analisa dilakukan menurut diagram Sistem Garstenzang dan dilakukan cek
spesifikasi saat test akhir. (Perhatikan diagram didiatas ini).

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 8


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

BAB IV
DATA PENGAMATAN

4.1 Hasil Percobaan


Untuk analisa golongan kation sistem Gartenzang di dapatkan 2
kation yang positif yaitu :
1. Sampel Organik Logam = Al
2. Sampel Anorganik = tidak teridentifikasi
Sampel + HCl pekat Filtrat
Filtrat + KOH + K2Co3 + Br Tidak terbentuk endapan
Filtrat +NH4OH + NaCl Terbentuk endapan, uji reagen spesifik
teridentifikasi Kation Al yang ditunjukan dengan adanya endapan merah
setelah sampel ditambahkan NH 4Ac, Aluminon, dipanaskan kemudian
ditambahkan (NH4)2CO3 .

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 9


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

4.2 Pembahasan
Percobaan analisa kualitatif adalah analisa mengenai unsur-unsur atau
ion-ion yang terdapat pada sampel. Dalam hal ini sampel yang digunakan
adalah sampel anorganik C dengan pelarut HCl 2N. Digunakan pelarut
HCl pekat karena pelarut tersebut dapat lebih melarutkan sampel dibanding
pelarut lain.
Pada percobaan analisa golongan kation sistem gartenzang sampel
ditambahkan HCl 2M dihasilkan larutan warna kuning kebening- beningan
dan tak ada endapan yang terjadi. Hal ini sudah bisa dipastikan bahwa
sampel yang digunakan tak mengandung kation Ag, Pb, Hg. Larutan tersebut
dinamakan Filtrat 1.
Filtrat 1 diperlakukan lagi dan menghasilkan larutan berwarna orange
dengan uap yang berbau menyengat dan endapan gel coklat yang berasal
dari Br2. Terdapat gel coklat karena sifat dari Br2 yang lambat terurai dengan
air. Kemudian di sentrifused tidak timbul endapan. Filttrat tersebut dinamakan
Filtrat 2.
Filtrat 2 + NH4OH + NaCl menghasilkan larutan warna merah jingga
tak ada endapan. Filtrat di identifikasi menggunakan reagen spesifik untuk
kation Zn, Cr, dan Al. Hasil yang didapat sampel organic loham
menunjukan positif Al, dan sampel Anorganik tidak ada.

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 10


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

BAB V
KESIMPULAN

Kation yang teridentifikasi pada metode gartezang adalah :


1. Organik logam = Al
2. Anorganik = tidak ada

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 11


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

Daftar pustaka

Cotton, Wilkinson.1989.Kimia Anorganik Dasar 1.UI-press.Jakarta.

Petrucci, Ralph H.1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern,


jilid.Erlangga.Jakarta.

Harjadi, W.1993. Ilmu Kimia Analitik Dasar.Gramedia.Jakarta.

Sukardjo.1985.Kimia Anorganik.Bina Aksara.Yogyakarta.

Vogel.1990.Analisis Anorganik Kualitatif. PT.Kalman Media Pustaka.Jakarta.

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 12


Modul VII-Analisa Golongan Kation Sistem Garstenzang

LAMPIRAN

Intan Apriliani Safitri/3212151043 Page 13

Anda mungkin juga menyukai