Anda di halaman 1dari 6

SMA - 1

PELUANG

A. Kaidah Permutasi dan kombinasi

1. Permutasi :

Banyaknya kemungkinan dengan memperhatikan urutan ada

Misalkan n = A,B,C,D
Terjadinya 2 kemungkinan kejadian yaitu : AB, AC,AD, BA,BC,BD, CA,CB,CD, DA,DB,DC
= 12 kemungkinan

AB ≠ BA BD ≠ DB
AC ≠ CA CD ≠ DC
AD ≠ DA
BC ≠ CB
n= 4 ; r =2
n!
Rumusnya : Prn = n Pr =
(n − r )!

Kasus di atas dapat diselesaikan dengan rumus ini :

n! 4! 4 x3 x 2 x1
Prn = = P24 = = = 12 kemungkinan (sama dengan di atas)
(n − r )! (4 − 2)! 2 x1

Contoh soal :

Dari 7 orang perwakilan kelas dipilih ketua, sekretaris dan bendahara.


Banyak kemungkinan yang terjadi dengan tidak ada jabatan rangkap adalah ?

Jawab:
Diketahui n = 7 : r = 3

Penjelasan :
Jawabannya menggunakan permutasi karena setiap orang bisa menduduki kedudukan yang berbeda:
Misal 7 orang itu adalah : A,B,C,D,E,F,G
Apabila : A sebagai ketua
B sebagai sekretaris
C sebagai bendahara

Akan berbeda apabila :


A sebagai sekretaris
B sebagai bendahara
C sebagai sekretaris

WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
SMA - 2

Berarti memperhatikan urutan ada


7! 7 x6 x5 x 4 x3x 2 x1
P37 = = = 7x6x5 = 210 kemungkinan
(7 − 3)! 4 x3x 2 x1

1.1. Permutasi dengan beberapa unsur sama:


Jika ada n objek dengan r1 unsur sama, r2 unsur sama , … rn unsur sama banyaknya susunan
yang mungkin ada :

n!
Pr1n,r2 , rn =
r1!r2 !...rn !

Contoh soal :

Banyaknya susunan berbeda yang dapat dibuat dari huruf huruf “PENDIDIK” adalah:

Jawab :

Diketahui jumlah huruf =n = 8


Jumlah huruf yang > 1 Æ D =2 = r1
I= 2 = r2

8! 8 x7 x6 x5 x 4 x3 x 2 x1
P281 , 2 = = = 10.080 susunan
2!2!. 2!2!.

2. Kombinasi :

Banyaknya kemungkinan dengan tidak memperhatikan urutan ada


Misalkan n = A,B,C,D
dipilih 2 kejadian : AB, AC,AD, BA,BC,BD, CA,CB,CD, DA,DB,DC
AB = BA BD = DB
AC = CA CD = DC
AD = DA
BC = CB
Ke 6 kejadian di atas adalah sama sehingga dihitungnya 1

Sehingga kemungkinan yang terjadi adalah 12 – 6 = 6 kemungkinan


(tidak memperhatikan urutan ada)

WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
SMA - 3

n!
Rumusnya : C rn = n C r =
r!(n − r )!

Kasus di atas dapat diselesaikan dengan rumus ini :

Diketahui
n = 4 dan r = 2

n! 4! 4! 4 x3x 2 x1
C rn = = C 24 = = = = 6 kemungkinan (sama dgn di atas)
r!(n − r )! 2!(4 − 2)! 2!2! 2 x1x 2 x1

Contoh Soal :

Berapa kemungkinan yang terjadi apabila dari 10 orang anak akan diambil
sebagai pemain futsal ?

jawab:
pemain futsal adalah 5 orang sehingga r=5
sedangkan n = 10

penjelasan :
jawabnya menggunakan kombinasi karena 1 orang hanya mewakili 1 kemungkinan saja.
(beda apabila dipilih jadi ketua kelas atau sekretaris 1 orang tersebut bisa menjadi ketua kelas atau
sekretarisÆ permutasi))

n! 10! 10! 10 x9 x8 x7 x6 x5! 5040


C rn = = C 510 = = = = = 42 kemungkinan
r!(n − r )! 5!(10 − 5)! 5!5! 5 x 4 x3x 2 x1x5! 120

B. Peluang suatu kejadian :

Rumus peluang kejadian :

n( A)
P(A) = p(A) = peluang kejadian
n( S )
n(A) = banyaknya kemungkinan kejadian A
n(S) = banyaknya kemungkinan kejadian sample

WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
SMA - 4

Contoh soal :

Jika sebuah dadu dan sekeping uang dilempar undi satu kali bersama, maka peluang untuk
memperoleh gambar pada mata uang dan bilangan ganjil pada dadu adalah :
1 1 1
A. C E
12 4 2

1 1
B D
6 3

Jawab :
n( A)
Yang ditanya adalah peluang sehingga kita gunakan rumus : P(A) =
n( S )
Kemudian kita cari :

n(A) = banyaknya kemungkinan kejadian A


n(S) = banyaknya kemungkinan kejadian sample

* banyaknya kejadian sample :

DADU

1 2 3 4 5 6
A A,1 A,2 A,3 A,4 A,5 A,6
MATA UANG
G G,1 G,2 G,3 G,4 G,5 G,6

A= Angka ; G = Gambar

n(S) = banyaknya kemungkinan kejadian sample = 12

* banyaknya kemungkinan kejadian A ( gambar dan bilangan ganjil)


Dari table diatas didapat (G,1); (G,3) dan (G,5) = n(A) = 3

n( A) 3 1
Sehingga peluang kejadiannya= P(A) = = = Æ C
n( S ) 12 4

C. Hukum-hukum Peluang :

1. Kejadian saling komplemen


Jika A ' = kejadian bukan A (komplemen A) maka :

WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
SMA - 5

P( A ' ) = 1 – P(A)

2. Dua kejadian :

a. P (A ∩ B ) = P(A) x P(B)
Kejadian A tidak mempengaruhi kejadian B atau sebaliknya
(kejadian bebas)
b. P (A ∪ B ) = P(A) + P(B) - P (A ∩ B )
Jika A dan B saling lepas jika A ∩ B = φ

Contoh soal :

Peluang siswa sekolah A dan sekolah B lulus UNAS berturut-turut adalah 0.99 dan 0.98.
Peluang siswa sekolah A lulus dan siswa sekolah B tidak lulus UNAS adalah….

Jawab:

Ini merupakan dua kejadian : kejadian 1 Æ siswa sekolah A lulus = P(A lulus)
kejadian 2 Æ siswa seolah B tidak lulus =P(B tidak lulus)

Yang ditanya adalah peluang siswa sekolah A lulus dan siswa sekolah B tidak lulus

P(A lulus dan B tidak lulus) = P(A lulus ∩ B tidak lulus)


= P(A lulus) x P(B tidak lulus)

Diketahui : P(A lulus) = 0.99


P (B lulus) = 0.98

Dari rumus C(1) Æ P( A ' ) = 1 – P(A)


P(B tidak lulus) = 1 – P(B lulus)
= 1 – 0.98
= 0.02

Sehingga : P(A lulus ∩ B tidak lulus) = P(A lulus) x P(B tidak lulus)
= 0.99 x 0.02
= 0.0198

3. Frekuensi Harapan

Frekuensi harapan dari kejadian A adalah


fH(A) = P(A) x N

WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya
SMA - 6

fH(A) = frekuensi harapan kejadian A


P(A) = peluang kejadian A
N = banyaknya pecobaan

Contoh Soal :

Suatu percobaan lempar undi tiga mata uang logam sebanyak 104 kali.
Frekuensi harapan munculnya minimal sisi dua angka adalah….

Jawab:

fH(A) = P(A) x N

yang diketahui adalah N = 104


n( A)
P(A) =
n( S )
n(A) = kemungkinan kejadian minimal dua angka ; n(S) = kejadian sample

Mata uang 1(MU1) Mata uang 2 (MU2) Mata uang 3 (MU3)


A,G A,G A,G

A= angka : G=Gambar

MU1 MU2 MU3 minimal dua angka

n(S) = A A A *
A A G *
A G A *
A G G
G A A *
G A G
G G A
G G G

Terlihat bahwa n(S) = 8


Kejadian minimal muncul dua angka (*) =n(A)= 4 kejadian
n( A) 4 1
P(A) = = =
n( S ) 8 2
Frekuensi harapannya adalah

1
fH(A) = P(A) x N = x 104 = 52
2

WWW.BELAJAR-MATEMATIKA.COM
Diperbolehkan memperbanyak dengan mencantumkan sumbernya