Anda di halaman 1dari 8

RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No.Dokumen :C/VII(RTGD)/SOP/VI/2016/084
No. Revisi :
SOP
Tgl Terbit : 16-06-2016
Halaman : 1/5
UPT
PUSKESMAS dr. Hj O.U Taty Damayanty
KUNCIRAN NIP :197304062006042020
1. PENGERTIAN Rujukan Pasien emergensi adalah suatu kegiatan merujuk seorang pasien
dengan kondisi menderita penyakit atau cidera yang akan mengancam
nyama pasien
2. TUJUAN Sebagai acuan petugas dalam penangan rujukan pasien yang emergensi
3. KEBIJAKAN Surat Keputusan Kepala UPT Puskesmas Kunciran Nomor. 07/SK-
KAPUS/V/2016 tentang kebijakan pelayanan klinis di puskesmas
4. REFERENSI 1. Permenkes RI No 36 tahun 2009 tentang kesehatan
2. Permenkes RI No. 01 tahun 2012 tentang sistem rujukan pelayanan
kesehatan perorangan
3. Kepmenkes RI Nomor 856 tahun 2014 tentang Standarisasi
Pelayanan Gawat Darurat di Rumah Sakit
4. Permenkes RI no 75 tahun 2014 tentang Puskesmas
5. PROSEDUR Alat:
1. Tensimeter
2. Stetoskop
3. Kasa
4. Termometer
5. Tabung oksigen
6. Pulse Oxymetry
7. Infus set
8. Cairan infus : RL

Langkah-langkah:
1. Petugas mendahulukan pasien dengan kasus emergensi
RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No.Dokumen: C/VII/(RTGD)/SOP/VI/2016/084
No. Revisi :
SOP
Tgl Terbit : 16-06-2016
Halaman : 2/5
2. Petugas melakukan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan
penunjang medik untuk menentukan diagnosis utama dan diagnosis
banding.
3. Petugas menstabilkan keadaan umum pasien sesuai kasus
berdasarkan Standar Operasional Prosedur (SOP).
a. Sebelum dirujuk pastikan :
Gangguan pernapasan dan sirkulasi telah ditangani
Perdarahan telah dihentikan
Luka-luka telah ditutup
Patah tulang telah difiksasi
b. Jika belum stabil :
Periksa kesadaran pasien untuk menentukan keadaan umum
pasien sadar atau tidak
Air Way ( jalan nafas) :
- Periksa jalan nafas, bebaskan jalan nafas dari sumbatan sekret,
darah, benda asing.
- Lakukan tindakan Triple manouver ; Head Tilt (ekstensi kepala),
Chin Lift (angkat dagu keatas), Jaw Thrust(dorong rahang bawah
kedepan).
- Buka mulut.
- Pemasangan Oro-pharingeal tube bila pasien tidak sadar.
Breathing (pernafasan) :
- Periksa pernafasan pasien bernafas atau tidak dengan Listen
(suara nafas), Look (melihat gerakan dada), Feel ( Merasakan
ada udara atau tidak).
RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No.Dokumen: C/VII(RTGD)/SOP/VI/2016/084
No. Revisi :
SOP
Tgl Terbit : 16-06-2016
Halaman : 3/5
- Bila tidak bernafas segera beri bantuan nafas :
Bantuan nafas buatan tanpa alat (manual) dari mulut
kemulut dengan frekwensi 30:2 (30 kali pijat jantung 2
kali nafas buatan)
Bantuan nafas buatan dengan alat ambu bag, jackson
reese, respirator
- Bila pasien bernafas segera beri terapi oxygen melalui :
Nasal Pronge 3 liter
Nasal catheter 3 liter
Mask 6-8 liter
Circulation (sirkulasi darah) :
- Periksa bagaimana perdarahannya
- Segera lakukan terapi cairan pemasangan infus dengan
pemberian cairan kristaloid (NaCl, RL, Normal Salin)
- Periksa tekanan darah, nadi dan perifer.
c. Drugs (obat-obatan) :sesuai kasus
d. Membuat catatan rekam medis pasien
e. Menjelaskan/memberikan Informed
Consent (persetujuan/penolakan rujukan)
f. Meminta konfirmasi/ Menghubungi rumah sakit yang akan
dituju dengan menggunakan sarana komunikasi dan
memastikan kesiapan fasilitas penerima rujukan
Memberitahukan bahwa akan ada penderita yang dirujuk.
RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No.Dokumen: C/VII(RTGD)/SOP/VI/2016/084
No. Revisi :
SOP
Tgl Terbit : 16-06-2016
Halaman : 4/5

Meminta petunjuk apa yang perlu dilakukan dalam rangka


persiapan dan selama dalam perjalanan ke tempat rujukan.
Meminta petunjuk dan cara penangan untuk menolong
penderita bila penderita tidak mungkin dikirim.
g. Membuat surat rujukan pasien rangkap 2, Lembar pertama
dikirim ke tempat rujukan bersama pasien yang bersangkutan.
Lembar kedua disimpan sebagai arsip
h. Mobil ambulan disiapkan di depan puskesmas menggunakan
ambulans 119 atau ambulans gratis
i. Pasien dibawa ke ambulan dengan kursi roda atau bed sesuai
dengan kondisi pasien
j. Proses rujukan harus didampingi tenaga medis yang
berkompeten.
k. Selama di dalam ambulan pasien harus dimonitor kondisi
vitalnya sampai di tempat rujukan.
l. Setelah sampai di rumah sakit, tenaga medis menghubungi
petugas IGD rumah sakit rujukan.
m. Menyerahkan surat rujukan kepada pihak yang berwenang di
fasilitas pelayanan kesehatan tempat kesehatan.
n. Meminta lembar umpan balik surat rujukan, yang menyatakan
bahwa pasien telah diterima dan ditangani di rumah sakit
rujukan
6. Unit terkait UGD, Poli BP Umum, Admin Rujukan
7. Dokumen terkait Buku Rekam Medis, Surat rujukan, lembar informed consent
RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

No.Dokumen: C/VII(RTGD)/SOP/VI/2016/084
No. Revisi :
SOP
Tgl Terbit : 06-06-2016
Halaman : 5/5
8. REKAMAN
HISTORI No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
PERUBAHAN diberlakukan
DAFTAR TILIK

RUJUKAN PASIEN EMERGENSI

Unit

Nama Petugas

Tgl Pelaksanaan

UPT
dr. Hj O.U Taty Damayanty
PUSKESMAS
NIP 197304062006042020
KUNCIRAN

NO URAIAN YA TIDAK KETERANGAN

Petugas mendahulukan pasien dengan


1
kasus emergensi
Petugas melakukan pemeriksaan terlebih
2
dahulu sebelum merujuk pasien
3 Petugas menegakkan diagnosa
Petugas menjelaskan kepada
pasien/keluarga pasien bahwa pasien
4
perlu dirujuk ke fasilitas kesehatan yang
lebih lengkap
Jika Pasien/Keluarga menolak, petugas
memberikan edukasi tentang dampak
resiko yang akan dialami jika tidak segera
mendapatkan penanganan kesehatan di
5 fasilitas kesehatan yang lebih lengkap
DAFTAR TILIK
RUJUKAN PASIEN EMERGENSI
Unit
Nama Petugas
Tgl Pelaksanaan

NO URAIAN YA TIDAK KETERANGAN


Jika pasien/keluarga masih menolak,
petugas memberikan lembar Informed
6
Choice sebagai bukti penolakan
pasien/keluarga untuk dirujuk
Jika Pasien/Keluarga pasien menyetujui,
Petugas menuliskan alasan pasien
7
dirujuk dan resume medis pasien pada
rekam medis
Petugas menanyakan kepada
8 pasien/keluarga pasien rumah sakit mana
yang akan dituju
9 Petugas membuatkan surat rujukan
Petugas memberikan surat rujukan
10
kepada admin rujukan untuk diverifikasi
Pasien/Keluarga pasien mendapatkan
11
surat rujukan
Petugas mempersiapkan kesiapan pasien
12
dan transportasi (jika diperlukan)
Petugas pendamping mendampingi
13 pasien sampai dengan rumah sakit tujuan
(jika diperlukan)
Setelah mengantar pasien, petugas
14
pendamping kembali ke puskesmas
Compliance rate (CR) : ..............% ..,..
Pelaksana / Auditor

...............
NIP: ...................