Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH BAHAN PAKAN DAN PEMBERIAN RANSUM

Bahan Pakan Sumber Mineral

Oleh :

Kelas : D
Kelompok : 3

Nisa Adni Andini 200110150019


Hana Raswanti 200110150020
Hikmat Angga 200110150083
Alifentisa Nurman 200110150087

FAKULTAS PETERNAKAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
SUMEDANG
2017
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca dalam proses pembelajaran mata kuliah Bahan Pakan
dan Pemberian Ransum.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin
masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan
makalah ini.

Sumedang, 15 Mei 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................................. i


DAFTAR ISI ................................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1


1.1 Latar Belakang ............................................................................................... 1
1.3 Maksud dan Tujuan ........................................................................................ 2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA................................................................................. 3

BAB III PEMBAHASAN ............................................. Error! Bookmark not defined.


3.1 Tepung Tulang ............................................. Error! Bookmark not defined.
3.2 Tepung Kerang ............................................................................................... 6
3.3 Mineral Mix 8

BAB IV KESIMPULAN ............................................................................................. 9


DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................ 10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Bahan pakan adalah bahan yang mengandung unsur-unsur nutrisi yang

konsentrasinya bervariasi tergantung pada jenis, macam dan keadaan bahan pakan

tersebut yang secara bersamaan akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. Unsur

nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air, mineral,

protein, lemak, karbohidrat dan vitamin.

Ketersediaan pakan di Indonesia belum tersedia sepanjang tahun, pada saat

musim penghujan produksi hijauan berlimpah dan pada musim kemarau mengalami

kekurangan. Dalam rangka menjamin ketersedian pakan, maka diperlukan teknologi

pengolahan bahan pakan baik dari hijauan maupun dari limbah pertanian yang

bertujuan meningkatkan kualitas nutrisi, meningkatkan daya cerna dan

memperpanjang masa simpan. Pengolahan pakan sering juga dilakukan dengan tujuan

untuk mengubah limbah pertanian yang kurang berguna menjadi produk yang

berdaya guna.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud tepung tulang dan kandungannya.

2. Apa yang dimaksud tepung kerang dan kandungannya.

3. Apa yang dimaksud mineral mix dan kandungannya.


1.3 Maksud dan Tujuan

1. Untuk mengetahui tepung tulang dan kandungannya.

2. Untuk mengetahui tepung kerang dan kandungannya.

3. Untuk mengetahui mineral mix dan kandungannya.

2
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Sumber mineral merupakan bahan pakan kelas nomor enam dalam klasifikasi

internasional. Bahan pakan yang termasuk dalam kelas ini adalah semua makanan

yang mengandung cukup banyak mineral seperti Ca dalam tulang, zat besi (Fe) serta

mineral lainnya. Menurut Rasyaf (1992) bahwa penggunaan meneral buatan pabrik
lebih terjamin daripada produksi alam. Purbowati dan Rianto (2009) menyatakan

bahwa yang termasuk bahan pakan sumber mineral antar lain adalah tepung tulang

dan bahan-bahan hasil pertambangan. Martawijaya (2004) menambahkan bahwa

umumnya bahanbahan pakan sumber mineral dikemas dalam bentuk premix. Unsur

anorganik mempunyai banyak fungsi dalam proses pengatur pertumbuhan (Parakkasi,

1999).

Tepung kerang merupakan bahan pakan sumber mineral yaitu kalsium dan

fosfor, termasuk dalam kelas enam dalam klasifikasi bahan pakan secara internasional

yang mengandung (Hartadi dkk, 1991).

Mineral mix merupakan bahan pakan yang diproduksi oleh pabrik, dimana

kandungan gizinya konsentrasi suatu zat gizi tertentu yaitu mineral. Bahan pakan ini

biasanya digunakan dalam jumlah sedikit untuk tujuan melengkapi atau mengkoreksi

zat gizi yang diperkirakan kurang. Mineral mix adalah campuran berbagai

bahan pakan sumber mineral makro seperti Ca, P, Mg, S. Penggunaannya 1-2 % dari

total ransum. Sedangkan menurut Kamal (1994) kandungan mineral mix dalam bahan

pakan sebanyak 5% dari total pakan.

3
III

PEMBAHASAN

3.1 Tepung Tulang

Tepung tulang adalah bahan hasil penggilingan tulang yang telah diekstrak

gelatinnya. Produk ini digunakan untuk bahan baku pakan yang merupakan sumber

mineral (terutama kalsium) dan sedikit asam amino.

Pembuatan tepung tulang merupakan upaya untuk mendayagunakan limbah

tulang yang biasanya tidak terpakai dan dibuang di rumah pemotongan hewan. Hasil-

ikutan (by-products) ternak merupakan salah satu potensi dari subsektor peternakan

yang sampai saat ini masih belum banyak dimanfaatkan, khususnya untuk industri

pangan. Tulang, tulang rawan dan daging dari sisa deboning di industri pangan

hasil ternak dan rumah pemotongan ayam adalah contoh hasil-ikutan ternak yang

cukup besar peluangnya untuk dapat diolah kembali menjadi produk baru yang

mempunyai nilai ekonomis lebih tinggi. Tepung tulang berbentuk serpihan (tepung)

berwarna coklat dengan tekstur yang kasar jika dirasakan, dengan aroma khas seperti

daging sapi tapi ada juga yang tidak berbau.

Collected bone memiliki ukuran bervariasi, banyak mengandung daging,

kadar lemak tinggi (sering terhidrolisia sehingga mutu gelatin yang dihasilkan

rendah). Jenis ini lebihcocok untuk pembuatan bahan perekat dan dapat diperoleh dari

penjualan daging dipasar.

Jenis Slaugterhouse bone diperoleh dari tempat pemotongan hewan langsung

mendapat perlakuan sebelum digunakan lebih lanjut, sehingga sedikit mengalami

4
kontaminasi. Jenis ini cocok untuk bahan baku pembuatan gelatin (suatu hidrokoloid

yang dapatdigunakan sebagai gelling, bahan pengental atau penstabil).

Gambar 1. Tepung Tulang

Dalam klasifikasi bahan pakan tepung tulang termasuk dalam kelas VI yang
merupakan sumber mineral. Karena tulang sapi kaya akan kalsium walaupun sedikit
mengandung protein. Fungsi utama tepung tulang dalam ransum pakan untuk
memenuhi kebutuhaan akan Fosfor. Tapi senyawa yang terkandung masih banyak
lagi seperti Ca, K, Na, Mg, Mn dst, dengan tingkat pemakaian dalam ransum 1 2 %.
Tepung tulang mengandung kalsium 24 % dan Phosfor 12 %.

Tabel 1. Kandungan Nutrisi pada Tepung Tulang

Protein Lemak Abu Serat Air Ca P

Tepung Tulang 25,54% 3,80% 61,60% 1,80% 5,52% 24% 12%

5
3.2 Tepung Kerang
Tepung kerang merupakan bahan pakan sumber mineral yaitu kalsium dan

fosfor, termasuk dalam kelas enam dalam klasifikasi bahan pakan secara internasional

yang mengandung (Hartadi dkk, 1991). Bahan baku pakan berupa tepung kerang

diperoleh dengan cara menggiling kerang dari berbagai ukuran besar dan kecil.

Tepung kerang ini digunakan sebagai unsur pencampuran di dalam ransum karena

kandung Ca dan P nya cukup tinggi. Tepung kerang ini seperti halnya tepung tulang

juga sangat potensial dalam proses pertumbuhan dan berproduksi. Pemakaian ideal

dalam ransum 1% - 2 % (Sudarmono, 1996). Selain itu, tepung kerang digunakan

pula sebagai pemecah mekanik makanan ayam di dalam tembolok. Namun peranan

bahan pakan ini semakin merosot dengan banyak beredarnya vitamin-mineral buatan

pabrik yang relatif murah pergram ransumnya (Rasyaf, 2001).

Tepung kerang diperoleh dari kulit kerang yang dihaluskan menjadi tepung.

Jenis tepung ini merupakan sumber kalsium dan fosfor. Penggunaannya sering

digunakan bersamaan dengan tepung tulang. Kadar kalsium tepung kerang mencapai

38% jadi lebih besar dari kandungan kalsium tepung tulang. Karena itu, penggunaan

tepung kerang untuk itik petelur jumlahnya tidaklah terlalu banyak (Suharno,
2001).

Tepung kerang mengandung 1,2% BETN, 86% bahan kering, kandungan Ca

35% dan P total sebsear 0,10%. Sedangkan menurut Martawijaya (2004) Tepung

kerang memiliki kandungan protein 2-3%, dan kalsium 30-40%. Sebaiknya diberikan

kepada anak itik dan itik dara sebanyak 1%, serta itik dewasa sebanyak 3% dari total

ransum yang diberikan .

6
3.3 Mineral Mix
Mineral mix adalah campuran berbagai bahan pakan sumber mineral

makro penggunaannya 1-2 % dari total ransum. Mineral mix berbeda dengan premix,

karena premix merupakan campuran mineral mikro yang kebutuhannya lebih sedikit

deibandingkan mineral mikro.

Mineral mix merupakan pakan imbuhan atau nama lainya yaitu feed additive .

Pakan imbuhan ini jumlah kebutuhannya lebih sedikit jika dibandingkan dengan
pakan utama, biasanya hanya 0,5-2% dari total ransum. Mineral mix sangat

bermanfaat untuk menambah nutrisi dalam suatu formulasi ransum yang diinginkan

untuk memenuhi kebutuhan nutrisi ternak. Salah satu mineral yang dibutuhkan ternak

yaitu garam atau NaCl. Pada ternak ruminansia garam diberikan bisa dalam bentuk

batangan atau blok, yang kita kenal sebagai NaCl Block.

Mineral mix ini sangat diperlukan perannanya pada teranak, terutama pada

ternak unggas, seperti ayam petelur dan itik. Ayam petelur dan itik yang produktif

sangat menghasilkan telur, sangat membutuhkan mineral makro berupa Ca dan P.

Mineral ini dibutuhkan saat proses pembentukan kerabang telur di dalam uterus.

Defisisensi mineral ini akan mengakibatkan gangguan pada proses kaslsifikasi, dan

kelainan pada tulang ayam, juga pada ternak ruminansia defisiensi P mengakibatkan

arthritis

Komposisi mineral mix : ca, p, k, mg, na, s, f, e, zn, mn, cu, co, se, i, Vitamin

A, D, E & Probiotik.

7
a) Manfaat/Keuntungan : Meningkatkan produksi dan kualitas susu,

meningkatkan kinerja reproduksi, meningkatkan perbaikan pertumbuhan,

meningkatkan pertambahan bobot badan, memperbaiki penampilan dan

penampakan bulu yang mengkilap /klemis, menyembuhkan luka - luka pada

kaki, kulit dan sudut mata dan luka di bagian tubuh lainya, memperbaiki

kesehatan kuku tracak dan tanduk, sangat signifikan untuk memperbaiki

kondisi tubuh, menjadi sangat kuat dan meningkatkan nafsu makan, mudah
bagi ternak untuk mengkonsumsi kebutuhan garamnya, menyebabkan ternak

mengkonsumsi mineral yang rendah palatabilitasnya

a) Kerugian

a. harus diproteksi dengan mineral box

b. harus tersedia cukup air

c. memeaksa ternak untuk mengkonsumsi mineral yang mungkin tidak

dibutuhkan ternak.

CARA PEMAKAIAN : Untuk sapi perah dan sapi potong dewasa: 40 60gram per

ekor per hari jika untuk ternak muda: 30 40gram per ekor per hari, untuk kambing

atau domba: 15 20gram per ekor per hari, jika untuk campuran pakan konsentrat :
0,5 - 0,6% (5kg per ton)

8
BAB IV

KESIMPULAN

1.

9
DAFTAR PUSTAKA

Hartadi, H., S. Reksodiprodjo dan A.D. Tillman. 1991. Tabel Komposisi Bahan

Makanan Ternak Untuk Indonesia. Gadjah Mada University Press:

Yogyakarta

Kamal, M. 1994. Nutrisi Ternak 1. Laboratorium Makanan Ternak Jurusan Nutrisi

dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada:

Yogyakarta.

Martawijaya, E. L., 2004. Panduan Beternak Itik Petelur Secara Intensif. PT

Agromedia Pustaka: Jakarta.

Parakkasi, A. 1999. Ilmu Nutrisi dan Makanan Ternak Ruminan. Universitas

Indonesia: Jakarta

Purbowati, E. dan E. Rianto. 2009. Respon Ternak Potong terhadap Pakan.

Universitas Diponegoro: Semarang.

Rasyaf, M. 1992. Makanan Broiler. Kanisius: Yogyakarta.

_________. 2001. Seputar Makanan Ayam Kampung. Agromedia Pustaka: Jakarta.

Sudarmono, 1996. Pedoman Pemeliharaaan Ayam Ras Petelur. Agromedia Pustaka:


Jakarta.

Suharno, 2001. Beternak Itik Secara Intensif. Jakarta : Kanisius.

Scholtyssek, S. 1987. Gefluegel. Eugen-Ulmer Verlag, Ulm, Germany.

Sarneti, S. 2004. Pupuk majemuk mineral berbahan baku lokal untuk peningkatan
produksi pangan. Prosiding Seminar Pengkajian dan Penerapan Teknologi
Pengembangan Sumberdaya Alam Pendukung Ketahanan Pangan. Hal.:195-
220.

10
Yaman, M. Aman. 2010. Ayam Kampung Unggul 6 Minggu Panen. Jakarta: Penebar
Swadaya

11

Anda mungkin juga menyukai