Anda di halaman 1dari 13

Kasus :

Seorang penderita laki-laki dengan nama A, mengeluh sesak nafas. Penderita berumur
50 tahun, mempunyai berat badan 47 kg dan tinggi badan 170 cm. Sejak 1 minggu
sebelum MRS mengeluh nafsu makan menurun. Penderita ini didiagnosis PPOK,
hasil laboratorium albumin 2,5 g/%, analisis gas darah Asidosis Respiratorik, oleh
dokter pada saat ini penderita dalam perawatan Bed rest.

PENYAKIT PARU OBSTRUKSI KRONIK (PPOK)

Tujuan Penatalaksanaan :

1. Mengendalikan anoreksia
2. Memperbaiki fungsi paru (ventilasi paru)
Mengendalikan penurunan berat badan (fase stabilisasi dan fase pemulihan)

Tetapkan dukungan nutrisi untuk penderita tesebut! Berikan aspek edukasi

1. Hitung kebutuhan kalori?

2. tentukan fase stabilisasi dan fase pemulihan?

3. tentukan komposisi makro dan mikronutrien pada kedua fase

4. bahan makanan yang dianjurkan untuk menentukan makronutrien dan mikronutrien


(aspek edukasi)?

JAWAB:

1.Kebutuhan kalori Tn.A

Formula Harris Benedict (Untuk Basal)


Laki : 66,5 + 13,7 BB + 5,0 TB - 6,8 U

KEB = 66,5 + 13,7 (47) + 5,0 (170) 6,8 (50)

KEB = 66,5 + 643,9 + 850 340

KEB = 1.220 kkal


KET (Kebutuhan Energi Total)

KET = KEB + FS + AF

KET = KEB + FS* (40% KEB) + AF** (10% KEB)

KET = 1.220 + 488 + 122

KET = 1.830 kkal

*Faktor Stress : 40% sakit sedang, batas atas menuju berat

** Faktor Aktivitas : 10% pasien bed rest

2. Kebutuhan Kalori pada Fase Stabilitas dan Fase Pemulihan

Fase stabilisasi : 20-25 kkal/kgBB/hari 20 x 47kg = 940 kalori


25 x 47kg = 1175 kalori
Fase pemulihan : 35-50 kkal/kgBB/hari 35 x 47kg = 1645 kalori
50 x 47kg = 2350 kalori
Untuk hal praktis kebutuhan kalori :
Kondisi stabilisasi : 20 25 kkal/KgBB/hr
Kebutuhan kalori : 940 1.175 kkal

Kondisi pemulihan : 35 50 kkal/KgBB/hr


Kebutuhan kalori : 1.645 2.350 kkal

3. Komposisi Makronutrien dan Mikronutrien pada Kedua Fase


Komposisi Makronutrien Pada Fase Stabilisasi

Karbohidrat : 35 50%
o 40% X 1.175 kkal = 470 kkal : 4 = 117,5 gr
Protein : 15 20%
o 20% X 1.175 kkal = 235 kkal : 4 = 58,75 gr
Lemak : 30 40%
o 40% X 1.175 kkal = 470 kkal : 9 = 52,22 gr
Komposisi Makronutrien Pada Fase Pemulihan

Karbohidrat : 35 50%
o 40% X 1.645 kkal = 658 kkal : 4 = 164,5 gr
Protein : 15 20%
o 20% X 1.645 kkal = 329 kkal : 4 = 82,25 gr
Lemak : 30 40%
40% X 1.645 kkal = 658 kkal : 9 = 73,11 gr

Pada kasus ini, pada fase stabilisasi dipilih kalori maksimal yaitu 1.175 kkal, yang
diharapkan mempercepat perbaikan dari Tuan. A, sedangkan pada fase pemulihan
dipilih kalori minimum yaitu 1.645 kkal, karena pada fase pemulihan untuk
meningkatkan kalori dengan maksimal harus dilakukan bertahap.

4. Bahan Makanan yang dianjurkan untuk menentukan Makronutrien dan


Mikronutrien (Aspek Edukasi)

Aspek edukasi untuk Tuan. A yaitu :


o Bentuk makanan lunak
o Porsi kecil dan sering
o Istirahat sesudah makan
o Motivasi penderita mengkonsumsi makanan sesuai anjuran

Karbohidrat

Sumber Kandungan Karbohidrat (gr/100gr)

Nasi Putih 29

Kentang 20

Roti (putih) 49

Jagung 21

Singkong 38
Protein

Sumber Kandungan Protein (gr/100gr)

Daging kambing 28

Dada ayam 21

Hati ayam (rebus) 25

Ikan tuna 25

Tahu (goreng) 17

Lemak

Sumber Kandungan Lemak (gr/100gr)

Minyak kelapa 100

Mentega 80

Kuning telur 56

Santan 30

Daging kambing 7

Zine

Intake 11mg/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (mg/100gr)

Tiram 86

Daging sapi 8,2

Kepiting 7,6
Lobster 4

Daging ayam 3

Omega 3

Intake 1 2 gram/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (mg/100gr)

Ikan salmon 2100

Ikan sarden 2000

Ikan tuna 850

Udang 300

Susu kedelai 1000

Fosfor

Intake 900mg/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (mg/100gr)

Susu 740

Ikan sarden (kalengan) 430

Hati kambing 400

Hati ayam 350


Vitamin A

Intake 900ug/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (ug/100gr)

Hati kambing 26.800

Hati ayam 11.000

Wortel 5000

Mentega 895

Susu 300

Vitamin C

Intake 90 mg/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (mg/100gr)

Jambu biji 100

Leci 70

Pepaya 60

Jeruk 50

Mangga 28

Kalium

Intake 2,5 5 gram/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (mg/100gr)

Garam dapur 40.000


Bubuk kakao 1500

Susu 1200

Ikan sarden (kalengan) 360

Pisang 350

Magnesium

Intake 320 mg/hari pria dewasa

Sumber Kandungan (mg/100gr)

Garam dapur 290

Kacang 130

Susu 120

Pisang 40

Kacang almond 420

TUGAS II

Subyektif

1. Anamnesis
a. Identitas pasien :
- Nama :A
- Umur : 50 tahun
- Jenis kelamin : Laki-laki
b. Riwayat penyakit umum
- Faktor resiko : Perokok, infeksi
- Keluhan : Lemah, sesak nafas saat bekerja.
c. Riwayat gizi : Riwayat nutrisi Anoreksia
- Sejak kapan ? 1 minggu sebelum masuk rumah sakit
- Status sekarang: Terjadi penurunan berat badan dan
menjalani bed rest.

Anamnesis baru masuk rumah sakit Anamnesis setelah dirawat di rumah sakit

1. Nama 1. Apakah masih sesak nafas?


2. Jenis Kelamin 2. Apakah masih sering terbangun dimalam
3. Umur hari?
4. Pekerjaan 3. Apakah masih ada nyeri di dada?
5. Keluhan utama 4. Apakah makanannya habis? (ditanyakan
6. Keluhan tambahan pada anggota keluarganya)
7. Riwayat penyakit sekarang 5. Seberapa sering pasien minum?
8. Riwayat penyakit dahulu 6. Apakah ada perasaan mual saat makan?
9. Riwayat pengobatan 7. Bagaimana makannya, teratur atau tidak?
10. Riwayat keluarga 8. Bagaimana buang air besarnya, lancar atau

11. Kebiasaan tidak ?

12. Status ekonomi dan sosial

Obyektif

2. Pemeriksaan Fisik
a. Inspeksi:
- Bentuk dada seperti tong ( barrel chest)
- Cara bernafas seperti purse lips (seperti orang meniup)
- Hipertrofi otot-otot bantu nafas
- Sela iga melebar
- Bila terjadi gagal jantung kanan, terlihat distensi vena jugularis dan
edema tungkai.
b. Palpasi : stem fremitus menurun
c. Perkusi : Hipersonor
d. Auskultasi :
- Suara nafas vesikuler melemah
- Ekspirasi memanjang
- Ada ronki basah
- Ada wheezing (mengi)
3. Antropometri
a. IMT : BB(kg)/TB2(m) = 47/(1,7)2 = 16,26 ( under weight moderate karena
Mr A mengalami pemecahan energy protein untuk otot bantu napas.

4. Pemeriksaan Laboratorium
a. Albumin : 2,5 gram/% (3,5-5 gram/%)
hypoalbuminaemia
Fungsi dari albumin itu sendiri adalah untuk
menjaga tekanan koloid onkotik jika jumlahnya
kurang maka menyebabkan terjadinya edema,
karena penarikan cairan dari intraseluler ke
ekstraseluler.

b. Analisis gas darah : Asidosis Respiratorik karena naiknya fraksi


CO2

5. Pemeriksaan Fungsional
a. Spirometri
Klasifikasi Gejala Klinis Spirometri
Penyakit

PPOK Ringan - Dengan atau tanpa batuk - VEP1 80% prediksi (normal
- Dengan atau tanpa produksi spirometri) atau
sputum - VEP1/KVP <70%
- Sesak napas : derajat sesak 0
sampai derajat sesak 1
PPOK Sedang - Dengan atau tanpa batuk - VEP1/KVP <70% atau
- Dengan atau tanpa produksi - 50% < VEP1 <80% prediksi
sputum
- Sesak napas : derajat sesak 2
(sesak timbul pada saat aktivitas)
PPOK Berat - Sesak napas : derajat sesak 3 dan - VEP1/KVP <70%
4 dengan gagal napas kronik - VEP1 <30% prediksi atau
- Eksaserbasi lebih sering terjadi - VEP1 >30% dengan gagal
- Disertai komplikasi kor napas kronik
pulmonale atau gagal jantung
kanan

6. Analisis Asupan
Tinggi kalori, tinggi protein , rendah karbohidrat. Terapkan pola
makan dengan cara porsi kecil dengan frekuensi sering. Yang bertujuan untuk
mengurangin pembatasan gerakan diafragma akibat lambung penuh. Apabila
mengalami dypsnoe istirahat dahulu sebelum makan. Hindari minum kopi,
minuman mengandung soda atau gas.

7. Pemeriksaan Penunjang
Foto Radiologis
Paru hiperinflasi, diafragma mendatar, corakan bronkovaskular meningkat,
ada bulla.

Pemeriksaan biopsy paru untuk melihat histopatologi dan menemukan


empisema dan bronchitis chronic

8. Diagnosis Kerja
1. Status metabolik : Asidosis Respiratorik - Hipermetabolisme
2. Status gizi : Penurunan berat badan ( under weight moderate)
9. Monitoring dan Evaluasi
1. Monitoring:
Makanan dan metode pemberiannya menyesuaikan dengan kondisi pasien
saat itu.
Pemberian yang tidak adekuat (ditinjau dari progress pasien) harus segera
dimodifikasi dari segi komposisi nutrisi maupun bentuk makanan yang
diberikan.

2. Evaluasi :
Penilaian keadaan umum
Analisis asupan
Penilaian status gizi
Penilaian status gastrointestinal
Fungsi paru/respirasi
- Kemampuan ventilasi (perbaikan obstruksi saluran napas, spirometri)
- Kemampuan perfusi (status respiratoire dan metabolik, arterial BGA)
- Perbaikan struktur paru (dipantau dengan Chest X-Ray)
Status Nutrisional
- Nafsu makan, berat badan, tebal lemak bawah kulit, dan lain-lain
- Kemampuan digestif
Memerbaiki prognosis dan mencegah komplikasi

Quality of Life (QOL) Assessment

9. Edukasi
1. instruksi untuk mengenali penyakit yang diderita

- Struktur dan fungsi paru-paru

- Penjelasan dan interpretasi dari penyakit paru yang terjadi pada pasien
tersebut
2. Panduan berhenti merokok dan usaha peningkatan faktor-faktor
lingkungan

- Penjelasan kandungan berbahaya yang terdapat di dalam rokok dan


kerusakan kesehatan yang disebabkan oleh rokok (termasuk pada
perokok pasif)

- Larangan terhadap hal-hal yang dapat menimbulkan paparan polusi


(occupational pollution) dan cara untuk menghindarinya.

3. Panduan pada pengobatan farmakologik

- Penjelasan mengenai pengaruh dan efek samping samping dari


pengobatan diberikan yang mungkin dapat terjadi pada beberapa
individu.

- Berikan informasi mengenai metode, frekuensi, dan waktu penggunaan


pengobatan (obat ataupun inhalasi)

4. Panduan untuk menghindari infeksi

- Informasikan mengenai pengertian dari pencegahan infeksi saluran


pernafasan

- Dan bila perlu anjurkan vaksinasi

5. Usaha untuk beradaptasi dengan keterbatasan pada kehidupan sehari-


hari (konservasi energi, dan menyederhanakan aktivitas sehari-hari)

- Porsi berjalan kai, mencuci, ke toilet, mandi, dan aspek-aspek kehidupan


sehari-hari lainnya.

6. Panduan Diet

- Jelaskan pentingnya dukungan suport nutrisi serta zat-zat atau unsur-


unsur penting dalam terpai nutrisi

- Pertimbangkan untuk memberikan larangan atau pantangan terhadap


beberapa jenis makanan
7. Panduan mengenali terapi oksigen dan terapi ventilator dirumah (bila
dibutuhkan)

8. Management yang dapat dilakukan oleh pasien sendiri

9. Suport psikologis

- Atasi kecemasan dan kepanikan pasien

- Management stress

- Tawarkan refreshing, traveling, dan entertainment

10. Akses menuju pelayanan kesejahteraan sosial masyarakat