Anda di halaman 1dari 4

Pada praktikum Nitrogen dioksida (NO2) ini dilakukan pengukuran kadar oksidan dengan

menggunakan metode Griess-Saltzman dan menggunakan spektofotometri dengan panjang


gelombang 550 nm. Pengambilam sampel udara dilakukan berlokasi di depan Gedung R, Kampus
A Universitas Trisakti pada 03 Oktober 2017 pukul 15:55 s.d 17:00 WIB. Sampling dilakukan di
depan Gedung R Universitas Trisakti Kampus A Sampling dilakukan pada siang hari dengan
langit cerah. Kondisi sekitar lokasi sampling terlihat ramai mahasiswa dan mahasiswi berlalu
lalang, sebelum melakukan sampling, praktikan mendapatkan materi singkat mengenai cara
pengambilan sample yang baik dan benar dengan mempertimbangkan beberapa faktor seperti arah
dan kecepatan angin, geografi dan topografi serta tata guna lahan serta lokasi sampling yang
berjauhan dengan gedung agar materi Nitrogen dioksida dapat dengan mudah masuk ke dalam
corong sampling.
Selama pengambilan contoh uji hal-hal yang mempengaruhi kesalahan data selama proses
pengambilan contoh adalah kurang tepatnya menaruh corong pada tempat yang sesuai dengan
standar seperti tidak tepatnya peletakan corong pada arah angin yang cepat sehingga
mempengaruhi kadar NO dan NO2 ataupun saat pengujian di laboratorium dengan sampel yang
kurang encer sehingga mempengaruhi pembacaan data pada spektrofotometer. Adapun hal-hal lain
yang mungkin terlibat adalah kurang rapatnya selang pada botol penjerap fritted bubbler,
kurangnya efisiensi pompa, dan lain-lain.
Kemudian praktikan melakukan pengukuran secara insitu karena terdapat beberapa data
meterologi yang hanya dapat diambil datanya pada saat dilokasi sampling. Parameter yang diukur
secara insitu berupa kecepatan angin, suhu, kelembapan dan tekanan. Pengukuran parameter ini
dilakukan secara bergiliran karena keterbatasan alat ukur yang disediakan. Suhu yang diperoleh
26,2 C,. Setelah dilakukan pengukuran suhu, dilakukan pengukuran kecepatan angin 0,01 m/s,
kelembapan 47% RH, tekanan 76,1 mmHg. Dan mengukur kecepatan alir dari pompa dengan
mengkalibrasi kecepatan alir sebesar 1 L/menit selama 3 kali pengukuran dengan tujuan untuk
membandingkan laju alir per 15 menit sebagai faktor penting dalam pertimbangan pengaruh faktor
nitrogen dioksida di dalam udara ambien, selain itu dikarenakan efisiensi mesin yang kurang stabil
jika dalam laju aliran d bawah 1 L/menit maka pada percobaan harus dikalibrasi dengan kecepatan
1 L/menit.
Berdasarkan hasil pengamatan dan hasil perhitungan yang telah diperoleh, diperoleh hasil
nilai nitrogen dioksida selama 1 jam NO adalah 0,01506 ug/Nm3 atau 1,22739x10-5 ppm,
Konsentrasi 1 jam untuk NO2 sebesar 0,019621 ug/Nm3 dan 1,042898x10-5 ppm. Perbedaan cara
dalam mendapatkan data NO dan NO2 adalah 3 botol penjerap yang disusun diberi granular pada
rangkaian ke 2, fungsi dari granular ini adalah sebagai oksidator sehingga ion oksigen teroksidasi
pada proses ini. Kemudian, setelah perhitungan diperoleh nilai kosentrasi untuk NO selama 24 jam
sebesar 8,3653x10-3 ug/Nm3 atau 6,81771x10-6 dan untuk NO2 selama 24 jam sebesar 0,01089
ug/Nm3 atau 5,788271x10-6. Serta untuk penjumlahan Kosentrasi NO dan NO2 untuk 1 jam
diperoleh sebesar 0,034681ug/Nm3 atau 2,826565x10-3 dan untuk penjumlahan kosentrasi NO dan
NO2 sebesar 0,0192553 atau 1,02346x10-5.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 41 Tahun 1999 tentang
Pengendalian Pencemaran Udara untuk kosentrasi selama 1 jam NO2 adalah 400 g/Nm2 dan
untuk 24 jam adalah 150 g/Nm2, untuk Kepgub DKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 tentang Baku
Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan DKI Jakarta adalah standar nitrogen dioksida
untuk kosentrasi selama 1 jam adalah sebesar 400 g/Nm2 dan kosentrasi selama 24 jam adalah
92,5 g/Nm2, sedangkan berdasarkan WHO mengenai Air Quality Guidelines for Particulate
Matter, Ozone, Nirogen Dioxide, Sulfur Dioxide untuk kadar nitrogen dioksida di udara adalah
dengan kosentrasi selama 1 jam adalah 200 g/Nm2. Untuk baku mutu NO tidak terdapat pada
baku mutu dikarenakan polutan NO diudara yang jauh lebih kecil dibandingkan NO2 dan
dampaknya yang lebih kecil dari NO2 tersebut.
Berdasarkan baku mutu baik dari gubernur DKI Jakarta, Indonesia, dan WHO dapat
dikatakan untuk lokasi pengambilan contoh NO2 di belakang BNI Universitas Trisakti kampus A
masih di bawah baku mutu yang ada yang menandakan bahwa lokasi tersebut masih dalam batas
aman. Hal ini sesuai dengan nilai R2 pada kurva kalibrasi dengan nilai R2 sebesar 0,9967 setelah
diletakkan konsentrasi dan absorban NO dan NO2, selain itu perbandingan sampel uji dengan
blanko laboratorium terletak di antara blanko dan 0,1 ml menunjukkan kadar polutan yang rendah.
Namun, tetap data ini masih mungkin terjadinya kesalahan menimbang dari penjelasan di atas
sebelumnya. Sumber nitrogen dioksida yang dihasilkan biasanya berasal dari kepadatan penduduk
yang menghasilkan zat-zat sisa pembakaran kendaraan, industri, dan reaksi kimia lainnya
kemudian teroksidasi membentuk nitrogen monoksida melalui proses fotolisis dari sinar matahari.
Jika kadar NO2 di udara sangat tinggi dapat menyebabkan masalah pada paru-paru manusia dan
pada suati kasus dapat bereaksi hemoglobin di dalam darah membentuk methemoglobin, pada bayi
biasa disebut methemoglobinia yang menyebabkan muka menjadi biru akibat kekurangan oksigen.
Pada kasus lebih besar dapat menyebabkan kematian. Untuk menanggulangi tingginya kadar NO2
di udara maka perlunya mengatur pertumbuhan penduduk, memasang filter pada kendaraan, dan
mengurangi pembakaran limbah domestik dengan mengurangi pemakaian bahan-bahan seperti
plastik, kertas, dan bahan yang mudah terbakar lainnya.
Dan berdasarkan dari hasil pengamatan seluruh kelompok mengenai pengukuran kadar
oksidan Kampus A Universitas Trisakti dengan berbagai tempat lokasi sampling, pada lokasi
depan gedung R ini yang mendapatkan nilai konsentrasi 1 jam dan konsentrasi 24 jam paling
tinggi diantara semua kelompok dengan berbagai lokasi adalah kelompok 5 yang terletak di kantin
FSRD, karena pada lokasi ini terlihat lebih dekatnya dengan kendaraan. Karena berdasarkan teori
yang ada tinggimya kadar NO2 diperoleh dari hasil pembakaran seperti kendaraan. Data dengan
kosentrasi NO2 terendah adalah kelompok 4 yang berlokasi di Kopma Plaza karena pada lokasi ini
sangat sedikit ditemukan hasil pembakaran melainkan banyaknya mahasiswa yang berlalu-lalang
melewati tempat tersebut.