Anda di halaman 1dari 10

SEGMENTASI PASAR PRODUK TEH BOTOL SOSRO

PROFIL SINGKAT

Top Brand Index 2013

PT. Sinar Sosro merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang agro industri yang
memproduksi berbagai macam produk dengan menggunakan pucuk daun teh sebagai salah
satu bahan baku utamanya, dimana salah satu produknya adalah Teh Botol Sosro. Teh Botol
Sosro merupakan produk teh siap minum pertama di Indonesia yang di kemas dalam botol
dan telah dikenal oleh masyarakat luas.

Persaingan yang begitu ketat dari banyaknya teh dalam kemasan botol yang beredar di
pasaran. Berdasarkan data pada PT. Sinar Sosro terdapat tujuh merek teh dalam kemasan
botol yang beredar di Indonesia, yaitu Teh Botol Sosro, Fruit Tea, TEBS, S-tee, Frestea,
Tekita.

PT. Sinar Sosro pada saat ini dihadapkan pada berbagai saingan produk minuman ringan
yang tidak hanya dari pesaing lokal, namun juga pesaing asing. Persaingan berbagai merek
teh dalam kemasan botol membuat perusahaan lebih berhati hati dalam merancang strategi
pemasarannya.

Perusahaan akan berhasil memperoleh pelanggan dalam jumlah yang banyak apabila dinilai
memiliki citra baik dalam benak konsumen. Terciptanya citra baik dalam benak konsumen
akan menumbuhkan kepuasan pelanggan yang dapat memberikan beberapa manfaat.

Keberhasilan Sosro tidak lepas dari brand teh botol yang didapatkannya, persis seperti aqua
menjadi brand pada air putih. Berikutnya Sosro semakin kuat karena jaringan distribusi Teh
Botol yang sangat kuat sampai di titik akhir pelosok. Persis seperti Aqua dengan air putihnya,
pemain lain terlambat masuk di segmen teh dalam botol, karena menganggap lalu ide air teh
masuk dalam botol.

Yang masih kurang dari Teh Botol adalah upaya upaya mempertahankan image secara
above the line. Upaya iklan di media massa, event, maupun promosi yang akan terus
membuat teh botol tertancap di kepala konsumen masih jarang dilakukan. Terkesan Teh
Botol merasa sudah besar dan yakin dengan penetrasi produk yang telah dilakukannya
sehingga tidak perlu lagi melakukan promosi above the line secara intensif.
SEGMENTASI

Segmentation adalah upaya memetakan atau pasar dengan memilah-milahkan konsumen


sesuai persamaan di antara mereka. Pemilahan ini bisa berdasarkan usia, tempat tinggal,
penghasilan, gaya hidup, atau bagaimana cara mereka mengkonsumsi produk.

Botol Sosro memiliki berbagai macam kemasan mulai dari kemasan botol kaca sampai
kemasan botol plastik yang bervariasi ukurannya. Jadi kita bisa memilih ukuran apa saja yang
sesuai dengan kebutuhan, suasana dan tentunya budget kita.

Demografis

Usia 15 sampai 35 tahun

Perempuan dan Laki-laki sama-sama bisa mengonsumsi produk ini.

Mulai dari Rp 3000,- saja sudah bisa mengonsumsi produk ini karena harga Teh Botol Sosro
sangat terjangkau.

Geografis

Baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan.

Psikografis

Pelajar, Mahasiswa, Karyawan, PNS, Pengusaha, Buruh dan berbagai jenis pekerjaan lainnya
bisa mengonsumsi produk ini.

Gaya hidup: Penikmat teh yang bisa dinikmati kapanpun waktunya.

Mulai dari masyarakat menengah kebawah sampai masyarakat menengah keatas bisa
mengonsumsi minuman ini.

Ada beberapa strategi pemasaran yang tepat dijalankan untuk produk Teh Botol Sosro di
tengah-tengah kompetitor yang mulai bermunculan :

1. Iklan di media cetak maupun televisi dengan jalan endors terhadap tokoh terkemuka
yang kompeten terhadap produk minuman ini
2. Menekankan positioning bahwa Teh Botol Sosro bukan semata-mata minuman untuk
tertentu, tapi minuman yang bisa dipakai kapan saja dan dalam kondisi apa saja.
3. Penambahan varian kemasan bukan pada rasa ataupun ingredient, dengan jalan
meluncurkan kemasan botol plastik isi 200 ml yang berharga hanya Rp. 2.500,-.
Dengan demikian, hal ini dapat memperluas Teh Botol Sosro ke segmen-segmen
konsumen yang lebih rendah

TARGET MARKET

Setelah memetakan pasar, tahap targeting seperti namanya adalah membidik targetmarket
yang telah kita pilih dalam analisa segmentasi pasar. Dalam hal ini tentu sajaserangkaian
program pemasaran yang dilakukan harus pas dengan karakteristik pasar sasaran yang hendak
kita tuju.

Target pasar yang dituju oleh Teh Botol Sosro terbagi dalam dua segmen inti yaitu:

Kalangan usia 18-35 tahun dengan aktivitas yang dinamis.

Keluarga, khususnya membidik keluarga dari pasangan muda yang cenderung ingin
menikmati minum teh bersama-sama diruang keluarga. Ini terlihat dari kemasan produk
family ukuran 1L. Dalam komunikasi pemasarannya, pasar dididik untuk menyadari bahwa
dalam aktivitas sehari-hari minum teh dapat meningkatkan mood.

POSITIONING

Teh untuk siapa saja.

Apabila target pasar sudah jelas, positioning adalah bagaimana kita menjelaskan posisi
produk kepada konsumen. Apa beda produk kita dibandingkan kompetitor dan apa saja
keunggulannya.

Sosro melakukan positioning dengan mengedukasi masyarakat agar tidak merasa aneh untuk
meminum teh dalam kemasan botol dan dengan diasajikan dingin. Karena pada awal
kemunculan produk, masyarakat Indonesia masih terbiasa untuk minum teh yang disajikan
panas. Ternyata proses diferensiasi yang dilakukan Sosro membuahkan hasil baik, sehingga
Sosro dikenal sebagai minuman teh dalam kemasan botol yang dapat memberikan kesegaran.
Dalam perkembangannya, untuk bersaing dengan competitor Sosro mulai melakukan
kampanye bahwa dengan mengkonsumsi teh akan membuat tubuh menjadi sehat, karena teh
mengandung anti oksidan. Hal ini menambah keunggulan kompetitif dari Sosro.

Pengukuran terhadap kekuatan merek atau Top Brand Index (TBI) tersebut berdasarkan hasil
survei dari Frontier Consulting Group. Pengukuran ini menggunakan tiga parameter, yaitu
mind share, market share, dan commitment share. Mind share mengindikasikan kekuatan
merek di dalam benak konsumen kategori produk bersangkutan. Market share menunjukkan
kekuatan merek di dalam pasar tertentu dalam hal perilaku pembelian aktual dari konsumen.
Commitment share menjelaskan kekuatan merek dalam mendorong konsumen untuk
membeli merek terkait di masa mendatang.

VALUE MARKETING

3.1 Brand

Apapun makannya, minumnya teh botol sosro di munculkan. Slogan ini tidak saja
mengguncang sesama produk teh namun juga produk minuman secara keseluruhan. Teh
dalam kemasan botol yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat umum. Karena Teh Botol
minuman untuk semua orang

3.2 Proses

Dalam era globalisasi ini, pembangunan ekonomi Indonesia sangat dipengaruhi oleh
perkembangan ekonomi Negara lain. Kerjasama Negara Negara baik bilateral maupun
multilateral semakin marak dan terus berkembang dari segala bidang. PT. Sinar Sosro adalah
perusahaan yang mempromosikan minuman ringan dengan ciri khas teh asli. PT. Sinar Sosro
mengembangkan produk minuman teh rasa asli yaitu Teh Botol Sosro. Karena produk teh ini
merupakan salah satu produk yang menawarkan kualitas produknya dalam menarik minat
beli konsumen, karena sebagai minuman teh tanpa bahan pengawet.

KESIMPULAN

Segmentasi pasar adalah pembagian kelompok pasar yang berbeda, pembagian pasar yang
semula adalah merupakan kelompok konsumen yang heterogen menjadi kelompok konsumen
yang homogen

1. Membuat pangsa pasar baru yaitu minuman teh dalam kemasan siap minum di Indonesia
adalah sebuah tantangan yang besar,respon masyarakat terhadap minuman teh
sangatlah kritis.
2. Setelah kesuksesan produk Teh Botol kini PT. Sinar Sosro kembali merambah pasar
baru yaitu produk teh berkemasan kotak.
3. Strategi pemasaran pada hakikatnya merupakan serangkaian upaya yang ditempuh dalam
rangka mencapai tujuan tertentu. Untuk kepentingan kita dalam merancang strategi
pemasaran, kita akan berpijak pada pengertian strategi pemasaran yang disampaikan oleh
William Zikmund dan Michael DAmico.
4. Dengan strategi pemasaran yang baik,serta melakukan pengembangan secara terus
menerus sesuai dengan kebutuhan pasar adalah langkah yang tepat
dalam mempertahankan suatu produk di pasaran agar tetap dipakai konsumen.
Contoh Kasus

Produk : Tas Ransel Eiger

Segmentasi
Eigerindo Multi Produk Industri Ltd didirikan pada tahun 1990 dan bergerak dibidang
retail Adventure. Filosofi dari logo eiger adalah lingkaran warna biru artinya "Dunia",
segitiga biru berarti "Adventure", dan permukaan dasar dalam warna merah berarti "Roh".
Dengan demikian, makna logo Eiger adalah "Roh dari Petualangan Dunia". Dari logo
tersebut mengisyaratkan bahwa segmentasi dari produk Eiger ini adalah diposisikan pada
gaya hidup petualangan. Dari segi segmentasi demografis pasar Eiger terdiri dari beberapa
variabel seperti pria dewasa yang senang berpetualang, dimana barang yang disediakan sudah
mencakup untuk keperluan petualang. Segmentasi dari segi Geografis sudah masuk ke
seluruh kawasan Indonesia serta ke Mancanegara sepertiLibanon, Singapura, Filipina,
dan Jepang
Eiger memperluas jangkauan pasarnya dengan meningkatkan citra produk dan
membidik segmen generasi dewasa yang senang berpetualang. Serta menawarkan EAST
(Eiger Adveture Service Time) adalah sebuah organisasi yang dikelola secara profesional dan
didukung oleh mereka yang memiliki keterampilan dan keahlian di lapangan dalam hal
petualang. EAST (Eiger Adveture Service Time) dimaksudkan untuk memberikan layanan
tanpa meninggalkan kebutuhan untuk pelestarian alam dan tanggung jawab terus menerus.
EAST memberikan layanan informasi dan komunikasi tentang pembangunan petualangan
lokal dan internasional. EAST adalah jembatan antara Eigerindo Multi Produk Industri Ltd
dan anggota atau masyarakat sebagai pelanggannya. Ini dimaksudkan untuk mempertahankan
kesetiaan pelanggan Eiger.
Visi dan Misi dalam menjalankan bisnisnya. Diantaranya :
1. Memberikan informasi yang komprehensif tentang kegiatan petualangan untuk anggota dan
masyarakat dengan benar dan akurat.
2. Pendukung anggota dan masyarakat yang ingin melakukan kegiatan petualangan.
berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia yang lengkap dengan pikiran dan
roh petualangan diperluas.
3. Mengembangkan kerjasama dengan pihak lain untuk meningkatkan kualitas dan daya saing
dalam menyediakan layanan yang dibutuhkan oleh anggota-anggotanya, yang mendukung
setiap kegiatan yang berhubungan dengan konservasi lingkungan hidup.
Dari Visi dan Misi Eiger diatas jelas bahwa segmentasi pasar Eiger untuk mereka
yang senang berpetualang serta ikut berperan serta dalam memelihara lingkungan hidup.

Targeting

Target dari pasar Eiger adalah konsumen dari kalangan menengah keatas, karena jika
melihat dari produk Eiger, harga satu buah tas ransel Eiger mulai dari Rp. 150.000 s/d tak
terhingga. Target pasar Eiger berikutnya merupakan para konsumen yang pecinta
kegiatan outdoor, pecinta kegiatan Extrim yang memacu adrenalin seperti : Panjat Tebing,
Pendaki Gunung dan lain-lain.Faktor faktor yang mempromosikan produk Eiger kepada para
konsumen khususnya kepada mereka pacinta kegiatan outdoor :
- Past Decisions
Pengambilan keputusan untuk pembelian yang telah dilakukan sebelumnya mempengaruhi
perilaku pasca pembelian menjadi pembelian berualang ketika tas ransel Eiger memiliki
kualitas yang tinggi dan terpercaya, bahan yang nyaman untuk digunakan disemua medan,
Eiger selalu mementingkan kenyamanan konsumen. Eiger menjawab semua perbedaan
kelebihannya dengan produk tas ransel lainnya.
- Kultur
Pandangan yang terbentuk pada sebagaian konsumen Indonesia dalam mendefinisikan
ketahanan dan keawetan tas ransel yang mana kebanyakan orang Indonesia berani membayar
mahal yang penting barang yang dibelinya tahan dan awet untuk digunakan dalam kegiatan
apapun.

Positioning
Produk Ransel Eiger di posisikan sebagai suatu produk ransel untuk lelaki yang
memiliki gaya hidup berpetualang (adventure lifestyle) dan beraktivitas di alam terbuka.

Analisis dari produk ini adalah, bahwa ransel eiger di pasarkan kepada mereka yang
suka bepergian jauh, dan sering beraktivitas di alam terbuka, di khususkan kepada mereka
yang sering melakukan hiking, caving dan climbing di gunung. Karena ransel eiger yang
memberikan sebuah design dan bentuk tampilan seperti misalnya memiliki kapasitas besar,
tidak hanya itu ransel eiger memiliki jumlah kantung yang cukup banyak, dari kantung kecil
hingga besar, berbeda dengan ransel biasa yang untuk digunakan sehari hari, karena di
khususkan agar dapat memuat semua perbekalan dan peralatan baik itu hiking, caving dan
climbing. Bentuk yang meramping di design sedemikian rupa agar memberikan ruang gerak
yang lebih kepada mereka si pemakai, walaupun membawa barang yang berkapasitas besar.
Ransel eiger ini merupakam ransel yang pas sekali digunakan untuk melakukan aktivitas di
alam bebas, meski adapun mereka walaupun hanya segelintir kecil orang yang memakainya
untuk aktivitas sehari - hari. Dan dari segi design yang menonjolkan sisi warna dan corak
yang sangat ke-lelakian,sehingga ransel ini pada dasarnya di khususkan kepada mereka
kaum lelaki, meski ada kaum perempuan yang memakainya. Dari segi pembeli (konsumen)
dari produk ini dapat dikatakan bahwa, hanya mereka orang orang yang berminat akan
beraktifitas dan berpetualang di alam terbuka saja (di khususkan) yang memiliki minat untuk
membeli dan menggunakan produk ransel ini. Jadi tidak semua orang tertarik untuk membeli
dan menggunakan produk ini.
Di dalam pemasarannya, terdapat beberapa hal mendasar dalam membangun
strategi positioning produk ini, yaitu produk ransel eiger membangun strategi positioningnya
pada alasan spesifikasi penggunaan produk. Hal ini dapat dijelaskan, bahwa ransel eiger
merupakan produk yang memang di khususkan untuk aktivitas berpetualang (adventuring) di
alam terbuka, karena dari segi design dan bentuknya serta kapasitasnya sudah di kondisikan
dengan beragam kegiatan yang di lakukan di alam terbuka.
Cara product positioning yang dilakukan pemasar di dalam memasarkan produk
ransel eiger kepada konsumen yang dituju, ditentukan berdasarkan :
1. Penentuan posisi menurut penggunaan atau penerapan
Seperangkat nilai-nilai penggunaan atau penerapan inilah yang digunakan sebagai unsur
yang ditonjolkan dibandingkan pesaingnya, di sini kita dapat melihat bahwasanya ransel eiger
memposisikan diri untuk mereka yang senang beraktifitas, berpetualang dan mencari
tantangan di alam terbuka, seperti hiking, caving, dan climbing.
2. Penentuan posisi menurut pemakai
Ini berarti memposisikan produk sebagai yang terbaik untuk sejumlah kelompok pemakai.
Dengan kata lain pasar sasaran lebih ditujukan pada sebuah atau lebih komunitas, baik dalam
arti sempit maupun dalam arti luas. Dalam kasus ini, ransel eiger dapat mengiklankan diri
sebagai ransel untuk para petualang dan pencari tantangan alam terbuka.
3. Penentuan posisi harga atau kualitas
Disini produk diposisikan sebagai menawarkan nilai terbaik. Produk ransel eiger
menawarkan nilai yang lebih dan nilai terbaik untuk harga sebanding dengan penawaran
kualitas yang diberikan oleh produk tersebut. Produk ini di pasarkan kepada kelas menengah
ke atas, dari mulai harga yang sedang, dalam arti cukup terjangkau, hingga harga yang lebih
ekskusif, dan hanya dapat di beli oleh orang orang tertentu saja.
Dari awal produk ini ditargetkan untuk konsumen yang sering melakukan perjalanan

seperti supir dan pejalan kaki sosro . Sosro menyadari bahwa segmen konsumen ini memiliki

keinginan hadirnya minuman yang dapat menghilangkan dahaga di tengah kelelahan dan

kondisi panas selama perjalanan. Atribut kepuasan ini dicoba untuk dipenuhi
dengan

menghadirkan minuman teh dalam kemasan botol yang praktis dan tersedia di kios-kios

sepanjang jalan. Untuk menambah nilai kepuasan teh botol ini disajikan dingin dengan

menyediakan boks-boks es pada titik-titik penjualannya (penggunaan kulkas pada saat itu

belum lazim).

Kini SOSRO telah menjadi perusahaan minuman yang besar dan otomatis strategi

pemasaran yang dipakai pun semakin besar pula. Promosinya kini bukan menggunakan

metode cicip rasa tetapi kini banyak iklan-iklan sosro yang terlihat di berbagai stasiun
televisi,

internet, majalah, surat kabar, radio, dan berbagai acara-acara besar maupun kecil.

KORELASI ANTARA STP & 4P

Dalam rangkaian proses marketing, STP ini ada di tahap awal yang paling penting

yakni mengidentifikasikan customer value. STP ada di level strategis karena

menentukanbagaimana kita menggarap pasar. Setelah STP di susun barulah dapat membuat

bauran pemasaran (4P) sehingga 4P bermain dalam level eksekusi.