Anda di halaman 1dari 12

ISSN: 1979-9292

JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611


Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

PENGGUNAAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS MENUMBUHKAN KEINGINAN


PERJALANAN WISATA
*
Muhammad Amrin Lubis , Isteti Murni, Dayu Aisyara
*
STMIK Indonesia Padang

Submitted: 23-07-2015, Reviewed: 23 -07- 2015, Accepted 23-07-2015


http://dx.doi.org/10.22216/jit.2015.v9i1.41

Abstract
The purpose of this study to address the condition of the diversity of the information presented in
the various web reduce the desire of tourists visiting tourist destination. GIS information systems
using spatial information effectively to human life, in this context means a series of activities
consisting of interoperability between the elements of the real world for general purpose use.
Spatial information in the form of tourist sites needed to mark the attraction on the map, place
or position of the location in the form of coordinates based on the longitude and latitude to
determine the geographical location of the attraction. Queries written in the application
functions will be triggered to read the database to generate information maps tourist location,
mileage, hotels, restaurants, travel agencies and other information when clicking the icon on
tour. The information available to foster tourists to visit tourist attractions. Keywords: tourism,
geographic information system, spatial, query

Abstrak
Tujuan penelitian ini untuk menjawab permasalahan kondisi beragamnya informasi yang
disajikan di berbagai web rendahnya keinginan wisatawan berkunjung kesuatu lokasi wisata.
Sistem informasi GIS menggunakan informasi spasial yang efektif untuk kehidupan manusia,
dalam konteks ini berarti serangkaian kegiatan yang terdiri dari interoperabilitas antara unsur-
unsur dunia nyata untuk tujuan penggunaan secara umum. Informasi spasial berupa lokasi
objek wisata dibutuhkan untuk menandai objek wisata pada peta, tempat atau posisi lokasi
dalam bentuk koordinat berdasarkan garis bujur dan garis lintang untuk mengetahui letak objek
wisata secara geografi. Query yang ditulis dalam fungsi-fungsi aplikasi akan terpicu membaca
database untuk menghasilkan informasi peta lokasi wisata, jarak tempuh, hotel, restoran, biro
perjalanan dan informasi lain ketika icon di click oleh wisatawan. Informasi yang tersedia dapat
menumbuhkan keinginan wisatawan untuk berkunjung ketempat wisata. Kata Kunci :
wisatawan; geografi informasi sistem; spasial; query

PENDAHULUAN interoperabilitas antara unsur-unsur dunia


Secara sederhana geographic information nyata untuk tujuan penggunaan secara
system (GIS) adalah sistem informasi yang umum. Sedangkan, dengan definisi yang
membuat kita menggunakan informasi luas, GIS adalah sistem informasi untuk
spasial yang efektif untuk kehidupan rantai operasi dari survei, pengumpulan,
manusia. Sistem dalam konteks ini berarti
serangkaian kegiatan yang terdiri dari penyimpanan, analisis dan output dari
KOPERTIS WILAYAH X spasial untuk mendukung 98
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

pengambilan keputusan(Jovanovic, 2008). mengalami penurunan, pertumbuhan


GIS telah diakui sebagai alat yang efisien industri pairiwisata indonesia tetap stabil.
menggunakan data spasial dua dekade Data BPS Sumatera Barat tahun 2014
terakhir. Oleh karena itu, telah disebarkan ke menyebutkan jumlah kunjungan wisatawan
seluruh masyarakat melalui Web. ke Sumatera Barat melalui BIM dan
Pariwisata merupakan salah satu sektor yang Pelabuhan Teluk Bayur sebanyak 6.096
terbesar dan paling cepat berkembang di orang. Jika jumlah tersebut dalam
dunia industri, dengan berkontribusi lebih penyebaran tiap kabupaten dan kota dapat
dari sepuluh persen terhadap PDB global diperkirakan jumlah wisatawan yang datang
dan menghasilkan lapangan kerja bagi 200 ke Kabupaten Dharmasarya sangat minim
juta orang, menurut penelitian tahunan yang dan bahkan mungkin tidak ada kunjungan.
disampaikan dalam World Travel & Tourism Sementara itu Dinas Pariwisata Kabupaten
Council (WTTC), (Ake, 2001). Teknologi Dharmasaraya mencatat jumlah wisatawan
memainkan peranan penting untuk domestik yang berkunjung ke Dharmasraya
memungkinkan pariwisata menjadi sebanyak 5.980 orang, sementara jumlah
sangat penting untuk mengekspansi wisatawan mancanegara sangat minim.
industri. Teknologi informasi dan Menurut Uli Kozok (2006) dalam kitab
pariwisata adalah dua motivator yang Undang-Undang Tanjung Tanah yang
paling dinamis memunculkan ekonomi ditemukan di Kerinci menyebutkan bahwa
global. Pariwisata dan IT semakin Dharmasaraya merupakan ibu kota dari
memberikan peluang strategis dan alat Bhumi Malayu. Berdasarkan kitab itu tidak
yang kuat untuk berlebihan bila menyebut Dharmasraya
pertumbuhan ekonomi, redistribusi sebagai kota sejarah, didaerah itu ditemukan
kekayaan dan pengembangan ekuitas di situs peninggalan sejarah, diantaranya: Situs
seluruh dunia(Jovanovic, 2008). Candi Pulau Sawah, Situs Candi Padang
Pariwisata telah menjadi salah satu indusrti Roco, Situs Candi Awang Mombiek. Tidak
terbesar di dunia dan merupakan andalan hanya itu Kabupaten Dharmasraya juga
utama dalam menghasilkan devisa di memiliki wisata alam yang sangat menarik
berbagai negara. Negara-negara dan teritori diantaranya adalah Bendungan Batu
seperti Thailand, Singapore, Filipina, Fiji, Bakawik dimana bendungan merupakan
Maladewa dan Hawaii, Tonga, Galapagos, salah satu spot pemancingan ikan Patin
Barbados, Kepualuan Karibia dan terbaik di Sumatera Barat.
sebagainya sangat tergantung pada devisa Sejumlah informasi yang dijelaskan diatas
yang didapatkan dari kedatangan wisatawan seperti: data pertumbuhan kunjungan wisata
(I Gede Pitana & Putu G Gayatri, 2009). ke Sumater barat, kitab kuno Kitab Undang-
Menurut data The Travel and Tourism Undang Tanjung Tanah, situs peninggalan
Competitiveness Index yang dilansir World sejarah, hotel, kuliner, biro perjalanan,
Economic Forum (WEF) 2013, Indonesia transportasi dan tempat wisata lainnya
menonjol di kategori budaya dan warisan secara terpisah dapat tersedia diberbagai
sejarah serta kekayaan dan keindahan Web.
alam. Dan bila dikaji secara ekonomi Pertumbuhan Web yang luar biasa, spektrum
industri pariwisata terbukti kebal dari yang luas telah didistribusikan informasi
krisis global hal ini terlihat ketika pariwisata ke berbagai Web. Untuk
ekonomi nasional
KOPERTIS WILAYAH X 99
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)
Angka itu di atas pertumbuhan ekonomi
nasional

memenuhi permintaan para wisatawan akan


pengumpulan data yang luas hal itu tidak
bisa dihindari untuk membuat akumulasi
data dari berbagai sumber yang diakses.
Selain masalah ini, wisatawan juga
dihadapkan dengan perbedaan mengenai
informasi yang disajikan di berbagai web.
Tujuan penelitian ini untuk menjawab
permasalahan kondisi beragamnya informasi
yang disajikan di berbagai web mengurangi
keinginan wisatawan berkunjung ke lokasi.
Pariwisata dan Perkembangannya di
Indonesia
Tidak bisa dipungkiri bahwah pariwisata
telah berkembang menjadi suatuindustri
terbesar di dunia. WTO memprediksi bahwa
pariwisata akan terus mengalami
perkembangan, dengan rata-rata
pertumbuhan jumlah wisatawan
internasional sekitar 4 % per tahun sampai
dengan tahun 2010. Sementara itu
wisatawan domestik mencapai jumlah
sepuluh kali lipat dibandingkan wisatawan
iternasional (I Gde Pitana & Putu G.Gayatri,
2009). Diperkirakan, dalam waktu
sepuluh tahun ke depan, wisatawan dari
ekonomi APEC akan tumbuh rata-rata
sebanyak 4,7
% setahun, dan itu akan merupakan 3,9
persen dari seluruh ekspor APEC, atau
pada kisaran 750 miliar dollar AS, yang
menjadikan pariwisata layaknya
'komoditi ekspor' bagi negara-negara
anggota, apabila
mampu menangkap peluang,
mentransformasikan keunggulan
pariwisata masing-masing negara
anggota APEC sebagai pendulang devisa
untuk menjamin pertumbuhan
ekonominya (Eddy, 2013). Wakil Menteri
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sapta
Nirwandar, menyatakan
pertumbuhan industri pariwisata di
Indonesia tahun 2014 mencapai 9,39 %
lebih tinggi dari tahun sebelumnya.
kelembagaan serta aturannya.
Mengembangkan sistem informasi berarti
mengembangkan seluruh unsur tersebut
yang mencapai 5,7 %. Hal itu disampaikan secara menyeluruh, tidak bisa dilakukan
Sapta saat mengikuti salah satu pameran secara parsial atau sendiri-sendiri.
pariwisata terbesar di dunia, yakni Adapun menurut Tata Sutabri (2012)
Internationale Torismus Brse di Berlin, sistem informasi adalah suatu sistem di
Jerman (Nicky Aulia Widadio,Tempo 2014). dalam suatu organisasi yang
Melihat data di atas pariwisata Indonesia mempertemukan kebutuhan
tumbuh dengan sangat baik dari tahun ke pengolahan transaksi harian yang
tahun. Akan tetapi perkembangan ini tidak mendukung fungsi operasi organisasi
merata cendrung hanya pada kota-kota besar yang bersifat manajerial dengan kegiatan
seperti pulau Bali dan destinasi wisata strategi dari suatu organisasi untuk dapat
unggulan lainnya. Bagi daerah-daerah baru menyediakan laporan-laporan yang
berkembanng seperti Kabupaten diperlukan oleh pihak luar tertentu.
Dharmasraya kemajuan ini tidak akan Menurut Leiper dalam I Gde Pitana & I
berdampak apa-apa, untuk itu Dinas Ketut Surya Diarta (2009) menjelaskan
Pariwisata kabupaten Dharmasrya sistem pariwisata secara menyeluruh (whole
membutuhkan sebuah sitem informasi yang tourism system) dimulai dengan
bersifat global dan dapat diakses dengan mendeskripsikan perjalanan seorang
mudah oleh semua kalangan. wisatawan.
Sistem iformasi merupakan tatanan yang
saling terkait antara unsur data software,
hardware, sumber daya manusia dan
KOPERTIS WILAYAH X 100
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

Dari hasil analisisnya ia mencatat 5 elemen query dan analisa statistik, dengan
sebagai subsistem dalam setiap sistem kemampuan visualisasi dan analisa yang
pariwisata yang menyeluruh, yaitu: unik yang dimiliki oleh pemetaan.
1. Wisatawan (tourist) yang merupakan Kemampuan inilah yang membedakan
elemen manusia yaitu orang yang SIG dengan Sistem Informasi lainnya
melakukan perjalanan wisata yang membuatnya menjadi berguna bagi
2. Daerah asal wisatawan (traveller- berbagai kalangan untuk menjelaskan
generating regions), merupakan kejadian, merencanakan strategi, dan
elemen geografi yaitu tempat dimana memprediksi apa yang terjadi.
wisatawan mengawali dan Google Maps merupakan layanan aplikasi
mengakhiri perjalanannya. peta online yang disediakan oleh Google
3. Jalur pengangkutan (transit route) secara gratis. Layanan peta Google Maps
merupakan elemen geografi tempat secara resmi dapat diakses melalui situs
dimana perjalanan wisata utama http://maps.Google.com. Pada situs tersebut
berlangsung. dapat dilihat informasi geografis pada
4. Daerah tujuan wisata (tourist hampir semua permukaan di bumi kecuali
destination region) sebagai element daerah kutub utara dan selatan. Layanan ini
geografi yaitu tempat utama yang di buat sangat interaktif, karena di dalamnya
dikunjungi wisatawan . peta dapat digeser sesuai keinginan
5. Industri pariwisata (tourist industry) pengguna, mengubah level zoom, serta
sebagai elemen organisasi, yaitu mengubah tampilan jenis peta. Google Maps
kumpulan dari organisasi yang dapat mempunyai banyak fasilitas yang dapat
menggerakkan usaha pariwisata, dipergunakan misalnya pencarian lokasi
bekerjasama dalampemasaran dengan memasukkan kata kunci, kata kunci
pariwisata untuk menyediakan yang dimaksud seperti nama tempat, kota
barang, jasa dan fasilitas pariwisata. atau jalan, fasilitas lainnya yaitu perhitungan
rute perjalanan dari satu tempat, ke tempat
Sistem Informasi Geografis (SIG) atau lain (M., 2009).
Geographic Information System (GIS) Google Map dibuat dengan menggunakan
adalah sebuah sistem yang didesain untuk kombinasi dari gambar peta, database, serta
menangkap, menyimpan, memanipulasi, obyek-obyek interaktif yang dibuat dengan
menganalisa dan menampilakan seluruh data bahasa pemrograman HTML, JavaScript dan
(Edi Irwansyah, 2013). AJAX, serta beberapa bahasa pemrograman
GIS merupakan suatu sistem informasi lainnya.(Sumber:http://eprints.undip.ac.id/40
yang berbasis komputer, dirancang untuk 470/1/L2N00800 di akses 21 Maret 2014)
bekerja dengan menggunakan data yang MySQL
memiliki informasi spasial (bereferensi MySQL merupakan salah satu software
keruangan). database ( basis data ) open source yang
Sistem ini mengcapture, dikembangkan sebuah komunitas bernama
mengecek, MySQL AB dengan tujuan membantu user
mengintegrasikan, memanipulasi, untuk meyimpan data dalam tabel tabel.
menganalisa, dan menampilkan data Tabel terdiri atas field (kolom) yang
yang secara spasial merefrensikan kepada mengelompokkan data data berdasarkan
kondisi bumi. Teknologi SIG
mengintegrasikan operasi-operasi umum
database, seperti
KOPERTIS WILAYAH X 101
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

kategori tertentu, misalnya nama, alamat, Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2013),
nomor telepon, dan sebagainya. Bagian lain flowchart adalah bagan-bagan yang
dari tabel adalah record (baris) yang mempunyai arus yang mengambarkan
mencantumkan data yang sebenarnya. PHP langkah-langkah penyelesaian suatu
masalah. Flowchatmerupakan cara penyajian
PHP (PHP Hypertext Preprocessor) adalah dari suatu algoritma.
bahasa pemrograman yang berjalan dalam
sebuah webserver dan berfungsi sebagai METODOLOGI PENELITIAN
pengolah data pada sebuah server ( Andi, Untuk merancang sistem informasi geografis
2011). PHP adalah bahasa pemograman pariwisata Kabupaten Dharmasraya
yang bersifat open sourceyang dapat diperlukan data-data yang akan diolah
digunakan di berbagai mesin ( Linux, Unix, sebagai berikut
Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan 1. Nama : Nama Lokasi dari objek
secara runtime melalui console serta juga wisata Nama lokasi dibutuhkan
dapat menjalankan perintah-perintah sistem. untuk menandai objek wisata pada
PHP bisa terintegrasi dengan database peta nantinya
seperti Mysqlataupun Microsoft Acces. 2. Tempat : letak atau posisi lokasi
Perancangan adalah kemampuan untuk dalam bentuk koordinat berdasrkan
membuat beberapa alternatif pemecahan garis bujur dan garis lintang. Garis
masalah (Al-Bahra, 2005). Pembuatan bujur dan garis lintang akan sangat
sistem informasi dibutuhkan adanya diperlukan untuk mengetahui letak
perancangan tentang apa yang akan dibuat objek wisata secara geografi
dan apa yang akan dihasilkan. Adanya suatu 3. Alamat : alamat ini meliputi alamat
rancangan dalam sistem informasi, maka lengkap lokasi seperti nama jalan
akan mempermudah seorang analisis dalam ataupun nama daerah
menentuka kebutuhan sistem. Data Flow 4. Keterangan : keterangan yang
Diagram merupakan model dari sistem yang dimaksud adalah keterangan lengkap
menggambarkan pembagian sistem ke mengenai dekripsi, sejarah suatu
modul yang lebih kecil. Salah satu objek
keuntungan menggunakan diagram aliran Proses Perancangan Sistem Rancangan
data adalah memudahkan pemakai atau user Global
yang kurang menguasai bidang komputer Proses perancangan sistem ini bertujuan
untuk mengerti sistem yang akan dikerjakan. untuk memenuhi kebutuhan pemakai sistem
(Al-Bahra Bin Ladjamudin, 2013) atauuser mengenai gambaran yang jelas
Menurut Al-Bahra Bin Ladjamudin (2013) tentang rancangan sistem yang akan dibuat
Entity Relationship Diagram(ERD) adalah serta diimplementasikan. Perancangan
suatu model jarinagan yang menggunakan sistem merupakan suatu kegiatan membuat
susunan data yang disimpan dalam sistem desain teknis berdasarkan evaluasi dan
informasi secara abstrak. ERD merupakan analisa yang telah dilakukan pada kegiatan
model jaringan data yang menekankan pada analisis atau observasi sistem. Rancangan
struktur struktur dan relationship data. Peta
a.Flowchart Pada aplikasi ini peta yang digunakan adalah
peta dari google maps. Untuk mendapatkan
KOPERTIS WILAYAH X 102
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

menampilkan peta tersebut terlebih dahulu myOptions = { zoom: 8, center: lampung,


mendaftarkan website pada google maps api, mapTypeId:
agar website yang kita bangun mendapatkan google.maps.MapTypeId.ROADMAP,
kunci untuk mengakses API pada google. Berikut ini script untuk menambahkan tanda
Pendaftran dapat dilakukan melakukan pada pada peta: function set_icon(jenisnya){
http://code.google.com/apis/maps/signup.ht switch(jenisnya){ case "festival.png":
ml. Setelah melakukan pendaftaran kita akan gambar_tanda = 'icon/festival.png';
diberi kode oleh google seperti pada gambar break; case "oleh.png":
1 gambar_tanda = 'icon/oleh.png';
break; case "hotel.png":
gambar_tanda = 'icon/hotel.png';
break; case "panorama.png":
gambar_tanda = 'icon/panorama.png';
break; case "tempatibadah.png":
gambar_tanda = 'icon/tempatibadah.png';
break; case "restaurant.png":
gambar_tanda = 'icon/restaurant.png';
break; case "car.png":
Selanjutnya kode tersebut di letakkan pada gambar_tanda = 'icon/car.png';
tag HTML website yang akan dibangun. break; }}
Berikut adalah script sederhana untuk Hasilnya dapat dilihhat pada Gambar 3
menampikan peta pada website. <script
type="text/javascript"
src="http://maps.googleapis.com/maps/api/j
s?sensor=true"></script> dari kode tersebut
akan menampikan peta sederhana seperti
Gambar 2

Gambar 3. Tampilan Peta yang diberiakan


tanda
Membuat Info Window dan Geocoder atau
Petunujuk Arah -Membuat Info Window
Berikut ini adalah script yang digunakan
untuk membuat Info Window: var
Menambahkan Marker atau Tanda pada Peta infowindow = new
Untuk menambahkan tanda atau marker google.maps.InfoWindow();google.maps.ev
pada peta terlebih dahulu harus ditentukan ent.addListener(marker, 'click',
titik tengah suatu daerah melalui titik (function(marker, i) {return function() { var
koordinat longitude dan latitude. Berikut id= locations[i][0]; $.ajax({ url :
adalah script sederhana untuk membuat titik "objek_info.php", data : "id=" +id , success :
tengah function initialize() { // define map function(data) {
center var lampung = new infowindow.setContent(data);
google.maps.LatLng(-0.938072, infowindow.open(map, marker); } });
KOPERTIS100.359290);WILAYAH//defineX map })(marker, i)); }; })(); </script> 103
options var
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

Sistem informasi yang yang dimaksudkan


dalam tulisan ini yaitu Sistem Informasi
Geografis Parawisata Kab Dharmasyara.
Mekanisme diawali dari entiti Staf
Administrasi men-setup aplikasi seperti
kategori lokasi wisata, hotel, restoran, travel,
biro perjalanan dan instansi. Entiti Pengelola
Membuat Geocoder (Petunjuk Arah) Berikut Object Wisata didapatkan informasi
ini adalah script yang digunakan koordinat lokasi wisata, fasilitas yang
untuk membuat Geocoder function tersedia, event. Entiti Wisatawan melakukan
findAddress(loc) { geocoder = new searching informasi parawisata, misal Situs
google.maps.Geocoder(); if (geocoder) { Candi Pulau Sawah, sistem akan
geocoder.geocode({'latLng': loc}, menjalankan query untuk menampilkan
function(results, status) { if (status == marker lokasi wisata. Semua informasi yang
google.maps.GeocoderStatus.OK) { if dihasilkan dapat dilaporkan ke Entiti Kadin
(results[0]) { address = sebagai pemimpin organisasi, lihat pada
results[0].formatted_address; // fill in the Gambar 6 berikut ini:
results in the form
document.getElementById('lat').value=
loc.lat();document.getElementById('long').v
alue = loc.lng();
3.2.2 Data Flow Digram(DFD)
a. Context Diagram

Entty Relationship Diagram (ERD)


Entity relationship diagram (ERD)
menjelaskan kerangka yang menjadi acuan
pembuatan query agar informasi yang
diinginkan dapat ditampilkan. Data
parawisata disimpan dalam database
relational. Query yang ditulis pada fungsi-
fungsi dalam aplikasi GIS Parawisata
menjadi terpicu ketika Wisatawan
mengclick icon, informasi yang diingikan
tampil dilayar.

Context Diagram adalah gambaran umum


tentang suatu sistem yang terdapat dalam
organisasi yang memperlihatkan boundary
system, eksternal entity yang berinteraksi
dengan sistem dan informasi utama yang
mengalir diantara entiti-entiti dan sistem.
KOPERTIS WILAYAH X 104
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

Pengujian Halaman Map (Halaman


Pengunjung)
Halaman map menampilkan peta pariwisata
dengan icon-icon (marker) yang
menunjukkan letak lokasi obyek wisata,
penginapan, travel, restoran, tempat ibadah,
pusat oleh-oleh dan event. Setiap bagian
nanti dapat di tampilkan sendiri sesuai
kategori, apakah itu menampilkan obyek
wisata saja, menampilkan penginapan saja,
HASIL DAN PEMBAHASAN menampilkan restoran saja, menampilkan
Implementasi Antarmuka (Interface) tempat ibadah saja, menampilkan pusat
Bagaimana Aplikasi Bekerja oleh-oleh atau menampilkan event saja.
Pada awal aplikasi dioperasikan seorang Halaman map ditunjukkan pada Gambar 8
Administrator mensetting aplikasi dan
meregister user, data parawisata,
koordinat object wisata, symbol, image
dan hak akses, kemudian fungsi-fungsi
pada aplikasi akan dapat bekerja.
Beberapa fungsi aplikasi menggunakan
pencarian geografis untuk melakukan
query geografis yang kompleks
dalam konteks geografis. Hal ini
memungkinkan kombinasi attribute
wisata seperti jenis object misalnya: hotel,
restoran, lokasi wisata. Kategori hotel
dengan kriteria geografis seperti
kedekatan jarak lokasi. Penggunaan Ikon obyek wisata yang ingin di pilih harus
query dengan mimilih kriteria wisata dan di klik terlebih dahulu, kemudian akan
wilayah geografis, sebuah muncul jendela info yang tebagi dalam tiga
mapper tematik digunakan untuk tab. Tab photo yang berisi photo lokasi
mengintegrasikan informasi parawisata objek wisata, tab informasi berisi tentang
misal simbol object. informasi lengkap tentang suatu objek
Implementasi sistem merupakan tahapan wisata dan dilengkapi link info
dimana semua hasil rancangan yang telah selengkapnya, tab lokasi berisi alamat
ada sebelumnya diterapkan kedalam bentuk singkat lokasi yang dituju langsung
query. Sistem informasi Geografis diarahkan ke link petunjuk jalan. Tampilan
Pariwisata memiliki satu hak akses yaitu pilih ikon dijelaskan pada Gambar 9.
admin. Berikut adalah menu utama admin.
Sebuah mapper tematik digunakan untuk
mengintegrasikan informasi parawisata
seperti: simbol object untuk
mengidentifikasi jenis objek, nama objek,
kategori dari hotel, link ke objek homepage
untuk navigasi lebih lanjut.
KOPERTIS WILAYAH X 105
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

Tampilan Info Lengkap dan Petunjuk Jalan SIMPULAN


Menu pilihan info lengkap akan Mengacu pada pembahasan bagian
menampilkan informasi detail tentang suatu terdahulu penggunaan aplikasi web
lokasi. Sedangkan fitur petunjuk jalan akan berbasis sistem
menampilkan rute dengan cara memasukan informasi geografis sejauh ini telah
lokasi awal pada kolom yang telah memberikan hasil yang bagus untuk
disediakan. Pencarian suatu lokasi wisata mempromosikan pentingnya informasi
dengan menampilkan rute perjalanan yang melalui teknologi. Kenyataannya adalah
akan dan jarak tempuh (kilo meter), menjadi bahwa data geografis di dunia nyata
alternative bagi wisatawan untuk bersumber dari berbagai
melengkapi dan memastikan rencana format.
perjalanannya ke Dharmasraya. Pada Peta Penggunaan peta untuk menyajikan
ditampilkan nama-nama daerah yang akan informasi menjadi cara yang efektif bagi
dilalui bersamaan dengan ruas jalan yang wisatawan untuk menumbuhkan
ditampilkan pada peta. Penyajian informasi keinginannya berkunjung ke lokasi
lebih rinci tentang informasi lokasi wisata wisata, misal, sistem GIS Parawisata
yang akan dituju memperkuat keinginan dapat menyajikan informasi peta lokasi
wisatawan berwisata ke lokasi, dapat objek wisata dan memberikan informasi
ditampilan pada halaman info Gambar 10 rute terpendek, jarak tempuh antara
lokasi A dengan lokasi B. Sistem
informasi geografis adalah bidang yang
berkembang pesat memungkinkan
pengembangan aplikasi yang mengelola
dan menggunakan informasi geografis
untuk mengkombinasi dengan media lain.

DAFTAR PUSTAKA
Al-Bahra Bin Ladjamudin. 2013. Analisis
Dan Desain Sistem Informasi. Graha
ilmu. Yogyakarta.
KOPERTIS WILAYAH X 106
ISSN: 1979-9292
JURNAL IPTEKS TERAPAN E-ISSN: 2460-5611
Research of Applied Science and Education V9.i1 (98-107)

Ambrina Kundyanirum. 2012. Sistem Pemograman PHP & MySQL, Andi,


Informasi Georafis Pariwisata Yogyakarta
Semarang. Universitas Diponegoro. Nicky Aulia Widadio. 2014. Pariwisata
Semarang. Indonesia LampauiPertumbuhan
Andi. 2013. Aplikasi Web Database dengan Ekonomi. Tempo. 06 Maret 2014.
Dreamweaver dan PHP-Mysql. Jakarta
Wahana Komputer. Yogyakarta. I Gede Pitana & Putu G. Gayatri. 2005.
Andri Kristanto. 2008. Perancangan Sistem Sosiologi Pariwisata. Andi.
Informasi dan Aplikasinya. Graha Yogyakarta
Media.Yogyakarta I Gede Pitana & I Ketut Surya Diatra.2009.
Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. Pengatar ILmu Pariwisata. Andi.
2014. Perkembangan Pariwisata dan Yogyakarta
Transportasi Nasional November Tata Sutabri. 2012. Analisis Sistem
2013:BPS Informasi. Mediakita. Bandung
Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat. Uli Kozok. 2006. Undang-Undang Kitab
2014. Perkembangan Pariwisata dan Tanjung Tanah:Naskah Melayu
Transportasi Sumatera Barat Tertua. Yayasan Obor Indonesia.
Desember 2013:BPS Jakarta.
Edi Irwansyah. 2013. Sistem Informasi
Geografis: Prinsip Dasar dan
pengembangan Aplikasi. Digibooks.
Yogyakarta
Edi Purwono. 2006. Apa Yang Harus
Diketahui Oleh Sistem Analisis. Andi.
Yogyakarta
Edi Suyono Sugiarto. 2013. APEC 2013 dan
Ekonomi Pariwisata. Asisten Staf
Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan
Pembangunan. Jakarta
Gabriel Suannerberg. 2010. Beginning
Google Maps API 3. Springer Science
and Business Media, New York
Jogiyanto HM. 2009. Sistem Teknologi
Informasi, Andi, Yogyakarta
Jovanovic, Verka., Njegus, Angelina, 2008,
ThenapplicationofGISIts
Components In Tourism, Yugoslav
Journal Of Operations Research Vol
18 (2008), Number 2, 261-272,
DOI:10.2298/YUJOR0802261J
Madcoms. 2010. Kupas Tuntas
Dreamweaver CS5 dengan

KOPERTIS WILAYAH X 107