Anda di halaman 1dari 6

Personal Assignment 2/Ethical Issues in Electronic Information System

TUGAS PERSONAL 2
SESSION 3
ETHICAL ISSUES IN ELECTRONIC INFORMATION SYSTEM

Disusun Oleh :

Antonio Soares Martins


1801625204

BINUS UNIVERCITY JAKARTA

BINUS GRADUATE PROGRAM ONLINE

MASTER TEKNIK INFORMATIK

2017

Prepared By : Antonio Soares Martins/1801625204/MTI


Personal Assignment 2/Ethical Issues in Electronic Information System

Personal Assignment 2
Session 3

A. Pertanyaan
1. Berikan penjelasan tentang apa yang dimaksud dengan Value Sensitive Design (VSD).
Berikan contoh suatu produk yang anda ketahui yang telah memasukan nilai-nilai VSD
ke dalam produknya.
2. Baru-baru ini Mark Zuckenberg pendiri facebook menelepon presiden Obama memprotes
tindakan penyadapan elektronik yang dilakukan pemerintah Amerika Serikat. Bagi user
kita tidak tahu apa yang terjadi di dalam software facebook, kita hanya menggunakannya,
algoritma di dalam nya tersembunyi terhadap user. Hal ini berhubungan dengan apa yang
dimaksud dengan istilah "morally opaque". Beri tanggapan tentang kasus "morally
opaque" ini, apakah sebaiknya pembuat software mendeklarasikan bahwa software nya
sudah memenuhi kode etik sistem informasi? atau karena kita sudah menerima "term of
agreement" kita harus tunduk walaupun mungkin hak privacy kita dilanggar.

B. Jawaban :
1. Value Sensitive Design (VSD) adalah suatu pendekatan pada perancangan teknologi yang
memperhatikan nilai-nilai manusia secara komprehensif dan prinsipil selama proses
perancangan. Secara lengkap VSD menurut berbagai sumber adalah sebagai berikut:
VSD merupakan salah satu pendekatan nilai-nilai yang terdapat dalam etika
komputer merupakan pendekatan nilai sistem komputer dan perangkat lunak yang
menimbulkan penilaian moral. VSD menjadi salah satu pendekatan yang cukup sulit
untuk mendesain sistem komputer.
Value Sensitive Design (VSD) adalah yang paling rumit dan berpengaruh dari
pendekatan ini. VSD telah dikembangkan oleh ilmuwan komputer Batya Friedman dan
rekan rekannya (Friedman, Kahn dan Borning 2006, Friedman dan Kahn 2003) dan
merupakan pendekatan untuk desain sistem komputer dan perangkat lunak yang
bertujuan untuk memperhitungkan dan memasukkan nilai-nilai manusia secara
komprehensif dalam seluruh proses desain.

Prepared By : Antonio Soares Martins/1801625204/MTI


Personal Assignment 2/Ethical Issues in Electronic Information System

Salah satu landasan teoritis dari value sensitive design adalah pendekatan nilai-
nilai yang tertanam, meskipun ditekankan bahwa nilai-nilai yang tertanam adalah hasil
dari desain dan konteks sosial dari teknologi yang digunakan, dan biasanya muncul
dalam interaksi antara keduanya. Pendekatan VSD mengajukan penelaahan terhadap
nilai-nilai desain, konteks penggunaan dan pemangku kepentingan dengan tujuan untuk
merancang system yang menggabungkan keseimbangan nilai dari berbagai pemangku
kepentingan.
VSD didasarkan berbagai bidang, termasuk komputer etika, sosial Informatika
(studi informasi dan komunikasi alat-alat dalam konteks budaya dan kelembagaan),
computer supported cooperative work (studi tentang bagaimana kerja kelompok dapat
didukung teknologi komputer) dan partisipatif desain (pendekatan desain yang mencoba
untuk secara aktif melibatkan pengguna dalam proses desain untuk membantu
memastikan bahwa produk memenuhi kebutuhan pengguna dan dapat digunakan).
Fokus dari VSD adalah 'nilai manusia dengan masukan etis', seperti rivasi,
kebebasan dari bias, otonomi, kepercayaan, akuntabilitas, identitas, universal kegunaan,
kepemilikan. VSD menempatkan banyak penekanan pada nilai-nilai dan kebutuhan
pemangku kepentingan. Para pemangku kepentingan adalah orang-orang, kelompok atau
organisasi yang kepentingannya dapat dipengaruhi oleh penggunaan suatu produk.
Perbedaan antara pemangku kepentingan langsung dan tidak langsung. Para pemangku
kepentingan langsung adalah pihak yang berinteraksi langsung dengan sistem komputer
atau keluarannya. Pemangku kepentingan tidak langsung termasuk semua pihak yang
terpengaruh oleh sistem.
Pendekatan VSD mengusulkan nilai-nilai dan kepentingan stakeholder secara
hati-hati dan seimbang antara satu sama lain dalam proses desain. Pada saat yang sama,
perlu dipertahankan bahwa nilai-nilai moral manusia berdiri secara independen dari orang
tertentu atau kelompok (Friedman dan Kahn2003, p. 1186). Sikap ini mungkin
menimbulkan dilema pada pendekatan VSD:
a. Bagaimana jika nilai-nilai stakeholder bertentangan dengan nilai nilai moral yang
seharusnya universal.
b. VSD sering berfokus pada sistem teknologi yang dirancang dan mengevaluasi
bagaimana nilai manusia dapat dipertanggungjawabkan dalam desain.

Prepared By : Antonio Soares Martins/1801625204/MTI


Personal Assignment 2/Ethical Issues in Electronic Information System

Namun, desainer juga mungkin fokus pada nilai tertentu dan mengeksplorasi
implikasi desain dari berbagai sistem, atau pada konteks penggunaan tertentu, dan
meneliti nilai-nilai dan teknologi yang mungkin memainkan peran di dalamnya.
VSD kemudian menggunakan metodologi tripartite yang melibatkan tiga jenis
penelaahan:
c. Konseptual,
d. Empiris dan
e. Teknis.
Penelaahan ini dilakukan secara congruent dan terintegrasi satu sama lain dalam
konteks studi kasus tertentu bagaimana produk sifat teknologi dalam mendukung atau
menghambat nilai-nilai kemanusiaan dan bagaimana sistem komputer dan perangkat
lunak dapat dirancang secara proaktif untuk mendukung nilai-nilai tertentu yang telah
ditemukan kepentinganya dalam penelaahan konseptual Friedman, Kahn dan Borning
(2003) mengusulkan serangkaian langkah-langkah yang dapat diambil dalam studi
kasus VSD.
a. Identifikasi topik Investigasi (sistem teknologi, nilai atau konteks penggunaan),
identifikasi pemangku kepentingan langsung dan tidak langsung.
b. Identifikasi keuntungan dan kerugian untuk masing-masing kelompok, pemetaan
manfaat dan nilai-nilai yang sesuai, konduksi penyelidikan konseptual nilai-nilai
kunc dan
c. Identifikasi potensi konflik nilai dan usulan solusinya.
Contoh produk yang menerapkan SDV adalah Situs Jejaring Sosial Facebook.
Facebook merupakan salah satu aplikasi teknologi yang sangat erat dengan nilai-nilai
manusia karena di tempat inilah para pengguna bertemu dan bersosialisasi, dengan
membawa nilai-nilai mereka masing-masing. Facebook memberikan fasilitas untuk
saling melakukan kontrol sosial dengan memberikan tools bagi pengguna untuk
melaporkan hal-hal yang dinilai tidak sesuai dengan norma oleh pengguna lain.

2. Apa yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat dan diprotes oleh Mark
Zuckenberg adalah merupakan bagian dari praktek moral abu-abu yaitu perilaku moral
yang samar-samar antara benar atau salah. Karena kompleksnya teknologi komputer dan

Prepared By : Antonio Soares Martins/1801625204/MTI


Personal Assignment 2/Ethical Issues in Electronic Information System

penggunaannya, seringkali tidak mudah difahami apakah perlakuan terhadap sistem


komputer melanggar etika atau tidak. Dari sudut pandang Negara, mungkin merupakan
hak dan wewenang untuk dapat mengakses setiap transaksi elektronik warga negaranya
meskipun dari sisi lain itu akan melanggar privacy warga negara. Begitu juga dengan
semua transaksi elektronik oleh warga negara akan terlanggar privacy-nya. Terkait
dengan morally opaque memang perlu sebuah model pengendalian sehingga bentuk-
bentuk penyimpangan dapat dikurangi. Model pengendalian ini bisa dilakukan pada 2
lapisan, yaitu:
a. Lapisan pertama adalah Lapisan Pengguna dan lapisan. Pada Lapisan ini
(Pengguna) diperlukan kepercayaan moral, keterikatan, dan komitmen dan
keterlibatan pada suatu produk software sehingga akan mamapu mengurangi
prilaku morally opaque.
b. Lapisan kedua adalah pada Teknologi nya. Pada Lapisan ini (Teknologi)
diperlukan model pengandalian berupa Teknologi Persuasif dan Teknologi
Koersif. Contoh pengendalian dengan Teknologi Persuasif ini bisa berupa
pembuat software mendeklarasikan bahwa software nya sudah memenuhi kode
etik sistem informasi, mencantumkan informasi terkait dampak negatif
penyimpangan moral dalam menggunakan software, melengkapi software dengan
pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, dll. Contoh
pengendalian dengan Teknologi Koersif ini adalah dengan melakukan setting
bahwa pengguna harus menyetujui "term of agreement" baru dapat menggunakan
software yang diperlukan. Tetapi tentu saja "term of agreement" ini harus benar-
benar mampu menjamin kenyamanan pengguna agar tidak terkena dampak
kejahatan moral opaque.
Meskipun ini tidak bisa mendapat jaminan sepenuhnya setidaknya harus ada
Disclosive computer ethics yang ditujukan terutama pada praktek dan perilaku moral
yang tersamar dalam teknologi informasi dan komputer. Tujuannya untuk 'membuka'
artinya mengidentifikasi, menganalisis dan mengevaluasi secara moral dan etik
praktek dan perilaku tersebut. Dan tentunya pengguna informatika harus mendapat
edukasi yang baik terkait perilaku apa saja yang dipandang melanggar Computer

Prepared By : Antonio Soares Martins/1801625204/MTI


Personal Assignment 2/Ethical Issues in Electronic Information System

Ethics atau Information Ethics, berikut ini adalah rumusan dari 'Ten Commandments
of Computer Ethics' yang menginformasikan jenis-jenis pelanggaran etik:
1. Jangan menggunakan teknologi computer atau teknologi informasi yang dapat
membayakan orang lain.
2. Jangan saling mengganggu dengan pekerjaan teknologi komputer atau teknologi
informasi orang lain.
3. Jangan mengintip files digital di komputer orang lain.
4. Jangan menggunakan teknologi komputer atau teknologi informasi untuk
mencuri.
5. Jangan memberikan kesaksian dusta atau salah.
6. Jangan menyalin atau meng-kopi hak milik software yang tidak kita beli.
7. Jangan menggunakan sumber komputer orang lain tanpa hak atau kompensasi.
8. Jangan menggunakan atau mengakui hasil keluaran orang lain.
9. Harus mempertimbangkan akibat sosial dari program yang kita tulis atau sistem
yang kita rancang.
10. Harus selalu menggunakan komputer dengan menjamin pertimbangan dan hormat
sesama manusia.

Referensi:
Yaya Suryana, Ir., MSc., Dr. LECTURE NOTES Ethical Issues in Electronic Information
System. Teori dan Metodologi Etika Informasi
http://projects.ischool.washington.edu/vsd/
http://digilib.itb.ac.id/files/disk1/690/jbptitbpp-gdl-alfaryanoy-34478-3-2009ts-2.pdf
http://www.researchgate.net/publication/259874470_Model_Pengendalian_Sosial_Pad
a_Komunitas_Situs_Jejaring_Sosial
http://online.binus.ac.id/S2/Content/Forum/Replies2.aspx?id=n5f11vlIfd1VsIhvDNc9%2bNoex
U
qa2AwwOeqNVMA2tunEH4y6JgHSnveMaZNaThiCqM6t2cymDkIKvRLPvkdmtA%3d%3d

Prepared By : Antonio Soares Martins/1801625204/MTI