Anda di halaman 1dari 2

Effect of e-beam irradiation and microwave heating on the fatty acid

composition and volatile compound profile of grass carp surimi


(Efek iradiasi e-beam dan pemanasan microwave pada komponen asam lemak dan komponen volatil
pada surimi grass carp )

Surimi merupakan makanan yang cukup polpuler.Namun surimi dapat terkena


kerusakan. Cara yang paling tepat untuk mengatasi adalah dengan pasteurisasi namun ada juga
yang memakai dengan cara penyimpanan pada lemari pendingin untuk meminmalisir reaksi
biokimia yang terjadi. E-beam merupakan salah salah satu teknologi non termal yang dapan
memecah DNA strand.E beam lebih aman karena elektrisitasnya lebih rendah .Irradiation
merupakan suatu cara yang cukup bagus dimana cara tersebut dapat mematikan mikroba tanpa
mengubah bentuk warna dan tekstur.

Pada penelitian kali ini langkah pertama adalah persiapan surimi dimana surimi yang
sudah bdihilangkan kepala ,sisik,kulit kemudian diionisasi dan dipotong ke bagian yang lebih
kecil.kemudian dihomogenkan menggunakan Nacl 2% selama 2 menit dan diberi pati
4%.kemudian adonan tersebut divakum dan disimpan pada suhu 4oC.Kemudian dilakukan
iradiasi dengan e beam,pemasakan hasil iradiasi dengan menggunakan metode e-
beam,kemudian dilakukan komponen volatile,penghitungan asam lemak yang menggunakan
metode fatty acid methyl ester (FAMes),serta penghitungan statistik. Dimana pada
penghitungan statistik menggunakan standar deviasi.

Hasil yang didapatkan pada penelitia ini pada komponen volatil menghasilkan heptane,
2,6-dimethyl-nonane, and dimethyl disulfide.Namun tidak menunjukkan hasil yang signifikan
proporsi relatif dosis iradiasi.kemudian jika dilihat dari komponen asam lemak, dengan
menggunakan metode irradiasu,tidak memberikan efek pada EPA namun pada kandungan
DHA mengalami penurunan.Namun jika ditambahkan dosis dari irradiasi tersebut.penurunan
DNA tidak terlalu signifikan.namun pada saat pemasakan jumlahnya lebih rendah daripada
yang tidak di irradiasi.
Kesimpulan yang dapat diambil adalah perlakuan irradiasi dengan yang tidak irradiasi
memberikan dampak baik dalam komponen volatile yang meningkat pada bahan makanan
tersebut,dengan adanya perlakuan irradiasi juga memberikan dampak atau efek seperti dapat
menguraangi bau atau odor yang terdapat pada bahan makanan tersebut.serta pada komponen
asam lemak seperti PUFA dapat berkurang dosisnya yang disebabkan karena peningkatan dosis
irradiasi.